• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEWAJIBAN NEGARA DAN KAITANNYA DENGAN PENGELUARAN NEGARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEWAJIBAN NEGARA DAN KAITANNYA DENGAN PENGELUARAN NEGARA"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGELUARAN &

PENERIMAAN NEGARA

A r i s B u d i o n o, S . Ps i , M M

S e ko l a h T i n g g i I l m u E ko n o m i Pa r i w i s at a

I nte r n a s i o n a l

(2)

KEWAJIBAN NEGARA DAN KAITANNYA

DENGAN PENGELUARAN NEGARA

• Kewajiban negara dalam rangka menjaga kelangsungan

kedaulatan negara (pemerintah) dan meningkatkan kemakmuran masyarakat, mencakup:

– mempersiapkan, memelihara, dan melaksanakan keamanan negara

– menyediakan dan memelihara fasilitas untuk kesejahteraan sosial dan perlindungan sosial, termasuk

• fakir miskin

• jompo

• yatim piatu

• masyarakat miskin

• pengangguran

(3)

MACAM-MACAM PENGELUARAN NEGARA

• Menurut Organisasi – Pemerintah Pusat – Pemerintah Propinsi

– Pemerintah Kabupaten/Kota

• Menurut Sifat

– Pengeluaran Investasi

– Pengeluaran Penciptaan Lapangan Kerja – Pengeluaran Kesejahteraan Rakyat

(4)

PENGELUARAN PEMERINTAH PUSAT

Dalam APBN, pengeluaran Pemerintah Pusat dibedakan menjadi:

• Pengeluaran untuk Belanja

– Belanja Pemerintah Pusat

• Belanja Pegawai

• Belanja Barang

• Belanja Modal

• Pembayaran Bunga Utang

• Subsidi

• Belanja Hibah

• Bantuan Sosial

• Belanja Lain-lain

– Dana yang dialokasikan ke Daerah

• Dana Perimbangan

(5)

PENGELUARAN PEMERINTAH PUSAT

Dalam APBN, pengeluaran Pemerintah Pusat

dibedakan menjadi:

Pengeluaran untuk Pembiayaan

Pengeluaran untuk Obligasi Pemerintah

Pembayaran Pokok Pinjaman Luar Negeri

(6)

PENGELUARAN PEMERINTAH PROPINSI

Dalam APBD Propinsi, pengeluaran negara dibedakan menjadi:

• Pengeluaran untuk Belanja

– Belanja Operasi, yang terdiri dari

• Belanja Pegawai

• Belanja Barang dan jasa

• Belanja Pemeliharaan

• Belanja perjalanan Dinas

• Belanja Pinjaman

• Belanja Subsidi

• Belanja Hibah

• Belanja Bantuan Sosial

• Belanja Operasi Lainnya

– Belanja Modal, terdiri dari:

• Belanja Aset Tetap

(7)

PENGELUARAN PEMERINTAH PROPINSI

Dalam APBD Propinsi, pengeluaran negara dibedakan menjadi:

• Bagi hasil pendapatan ke kabupaten/kota/desa, terdiri dari

– Bagi hasil pajak ke Kabupaten/Kota

– Bagi hasil retribusi ke Kabupaten/Kota

– Bagi hasil pendapatan lainnya ke Kabupaten/Kota

• Pengeluaran untuk Pembiayaan, terdiri dari

– Pembayaran Pokok Pinjaman

– Penyertaan modal pemerintah

– Belanja investasi Permanen

(8)

PENGELUARAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Dalam APBD Kabupaten/Kota, pengeluaran negara dibedakan menjadi:

• Pengeluaran untuk Belanja

– Belanja Operasi, yang terdiri dari

• Belanja Pegawai

• Belanja Barang dan jasa

• Belanja Pemeliharaan

• Belanja perjalanan Dinas

• Belanja Pinjaman

• Belanja Subsidi

• Belanja Hibah

• Belanja Bantuan Sosial

• Belanja Operasi Lainnya

– Belanja Modal, terdiri dari:

• Belanja Aset Tetap

• Belanja aset lain-lain

(9)

PENGELUARAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Dalam APBD Kabupaten/Kota, pengeluaran negara dibedakan menjadi:

• Bagi hasil pendapatan ke desa/kelurahan, terdiri dari

– Bagi hasil pajak ke Desa/Kelurahan

– Bagi hasil retribusi ke Desa/Kelurahan

– Bagi hasil pendapatan lainnya ke Desa/Kelurahan

• Pengeluaran untuk Pembiayaan, terdiri dari

– Pembayaran Pokok Pinjaman – Penyertaan modal pemerintah

(10)

JENIS-JENIS PENGELUARAN NEGARA

MENURUT SIFATNYA

• PENGELUARAN INVESTASI

– Pengeluaran yang ditujukan untuk menambah kekuatan dan ketahanan ekonomi di masa datang

– Misalnya, pengeluaran untuk pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, satelit, peningkatan kapasitas SDM, dll

• PENGELUARAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA

– Pengeluaran untuk menciptakan lapangan kerja, serta memicu peningkatan kegiatan perekonomian masyarakat

• PENGELUARAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

– Pengeluaran yang mempunyai pengaruh langsung terhadap

(11)

PENERIMAAN NEGARA

• Sumber-sumber Penerimaan Negara

(12)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Pajak

• Retribusi

• Keuntungan BUMN/BUMD

• Denda dan Sita

• Pencetakan Uang

• Pinjaman

• Sumbangan, Hadiah, Dan Hibah

(13)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Pajak

– Pajak merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat/daerah) terhadap wajib pajak

tertentu berdasarkan undang-undang (pemungutannya dapat dipaksakan) tanpa ada imbalan langsung bagi

pembayarnya.

– Jenis pajak di Indonesia:

• Pajak Pusat:

(14)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

– Jenis pajak di Indonesia:

• Pajak Pusat:

– Pajak Penghasilan (PPh)

– Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN)

– Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn-BM)

– Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

– Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

– Bea Meterai

– Bea Masuk

– Cukai

(15)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

– Jenis pajak di Indonesia:

• Pajak Daerah:

– Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

– Pajak Hotel dan Restoran (PHR)

– Pajak Reklame

– Pajak Hiburan

(16)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Retribusi

– Retribusi merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat/daerah) berdasarkan

undang-undang (pemungutannya dapat dipaksakan) di mana pemerintah memberikan imbalan langsung bagi

pembayarnya.

– Contoh, pelayanan medis di rumah sakit milik

(17)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Keuntungan BUMN/BUMD

– Sebagai pemilik BUMN, pemerintah pusat berhak memperoleh bagian laba yang diperoleh BUMN.

(18)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Denda dan Sita

– Pemerintah berhak memungut denda atau menyita asset milik masyarakat, apabila masyarakat

(individu/kelompok/organisasi) diketahui telah melanggar peraturan pemerintah

– Misalnya: denda pelanggaran lalulintas, denda

(19)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Pencetakan Uang

– Pencetakan uang umumnya dilakukan pemerintah

dalam rangka menutup defisit anggaran, apabila tidak ada alternatif lain yang dapat ditempuh pemerintah.

(20)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Pinjaman

– Pinjaman pemerintah merupakan sumber penerimaan negara, yang dilakukan apabila terjadi defisit anggaran.

– Pinjaman pemerintah dikemudian hari akan menjadi beban pemerintah, karena pinjaman tersebut harus dibayar

kembali, berikut dengan bunganya.

– Pinjaman dapat diperoleh dari dalam maupun luar negeri

(21)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Sumbangan, Hadiah, Dan Hibah

– Sumbangan, hadiah, dan hibah dapat diperoleh pemerintah dari individu, institusi, atau pemerintah

– Sumbangan, hadiah, dan hibah dapat diperoleh dari dalam maupun luar negeri

– Tidak ada kewajiban pemerintah untuk mengembalikan sumbangan, hadiah, atau hibah.

– Sumbangan, hadiah, dan hibah bukan penerimaan pemerintah yang dapat dipastikan perolehannya.

(22)

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

• Penyelenggaraan Undian Berhadiah

– Pemerintah dapat menyelenggarakan undian berhadiah dengan menunjuk suatu institusi tertentu sebagai

penyelenggara

– Jumlah yang diterima pemerintah adalah selisih dari

penerimaan uang undian dikurangi dengan biaya operasi dan besarnya hadiah yang dibagikan.

– Banyak negara menyelenggarakan undian berhadiah,

(23)

JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA

• Berdasarkan institusi yang menanganinya, penerimaan negara dibedakan menjadi:

– Penerimaan Pemerintah Pusat

– Penerimaan Pemerintah Daerah Propinsi

(24)

JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA

• Penerimaan Pemerintah Pusat

– Penerimaan Negara dan Hibah

• Penerimaan Dalam Negeri

– Penerimaan perpajakan

– Penerimaan bukan pajak (PNBP)

– Bagian laba BUMN

– Lain-lain penerimaan yang sah

– Penerimaan Pembiayaan

• Pinjaman sektor Perbankan

• Pinjaman luar negeri

• Penjualan Obligasi Pemerintah

• Privatisasi BUMN

(25)

JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA

• Penerimaan Pemerintah Daerah Propinsi

– Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdiri dari:

• Pajak Daerah

• Retribusi Daerah

• Bagian laba BUMD

• PAD lainnya yang sah, yang terdiri dari pendapatan hibah, pendapatan dana darurat, dan lain-lain pendapatan.

– Pendapatan dari Dana Perimbangan, terdiri dari:

• Bagian daerah dari PBB dan BPHTB

• Bagian daerah dari Pajak Penghasilan Wajib Pajak Perseorangan/Pribadi

• Bagian daerah dari Sumber daya alam

• Bagian daerah dari Dana Alokasi Umum

(26)

JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA

• Penerimaan Pemerintah Daerah Propinsi

– Penerimaan Pembiayaan, terdiri dari:

• Pinjaman dari Pemerintah Pusat

• Pinjaman dari Pemerintah Daerah Otonom Lainnya

• Pinjaman dari BUMN/BUMD

• Pinjaman dari Bank/Lembaga non Bank

• Pinjaman dari Luar Negeri

• Penjualan Aset Daerah

(27)

JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA

• Penerimaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

– Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdiri dari:

• Pajak Daerah

• Retribusi Daerah

• Bagian laba BUMD

• PAD lainnya yang sah, yang terdiri dari pendapatan hibah, pendapatan dana darurat, dan lain-lain pendapatan.

– Pendapatan dari Dana Perimbangan, terdiri dari:

• Bagian daerah dari PBB dan BPHTB

• Bagian daerah dari Pajak Penghasilan Wajib Pajak Perseorangan/Pribadi

• Bagian daerah dari Sumber daya alam

• Bagian daerah dari Dana Alokasi Umum

(28)

JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA

• Penerimaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

– Penerimaan Pembiayaan, terdiri dari:

• Pinjaman dari Pemerintah Pusat

• Pinjaman dari Pemerintah Daerah Otonom Lainnya

• Pinjaman dari BUMN/BUMD

• Pinjaman dari Bank/Lembaga non Bank

• Pinjaman dari Luar Negeri

• Penjualan Aset Daerah

(29)

Pungutan adalah peralihan kekayaan dari sektor swasta ke sektor publik, berdasarkan undang-undang untuk

membiayai pengeluaran negara baik yang rutin maupun untuk pembangunan.

Macam-macam pungutan:

 Pajak: tanpa ada jasa timbal (tanpa kontraprestasi) secara langsung

 Retribusi: ada jasa timbal ( ada kontraprestasi)

secara langsung, misal: pembayaran fasilitas yang diselenggarakan oleh pemerintah, seperti parkir dan perizinan

 Sumbangan: ada jasa timbal (ada kontraprestasi) kepada sekelompok orang.

(30)

Prof. Dr. Rochmat Soemitro:

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara

berdasarkan undang-undang (dapat dipaksakan)

dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang

digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dr. Soeparman Soemahamidjaja:

Pajak adalah iuran wajib, berupa uang dan barang, yang dipungut oleh penguasa berdasarkan

norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai

kesejahteraan umum.

(31)

UU No 28 tahun 2007:

Pajak adalah kontribusi wajib pajak kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang

dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi

sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Unsur-unsur yang terdapat pada pengertian pajak: 1. Ada masyarakat

2. Berdasarkan undang-undang 3. Ada pemungut pajaknya

4. Ada wajib pajaknya 5. Ada obyek pajaknya

(32)

Syarat pemungutan pajak:

 Pemungutan pajak harus adil (Syarat Keadilan)

 Pemungutan pajak harus berdasarkan undang-undang (Syarat Yuridis)

 Tidak mengganggu perekonomian (Syarat Ekonomis)

 Pemungutan pajak harus efisien (Syarat Finansial)

 Sistem pemungutan pajak harus sederhana (Syarat Sederhana)

(33)

Fungsi pajak:

 Fungsi budgetair (anggaran)

Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya.

 Fungsi regulair (mengatur)

Pajak sebagai alat untuk mengatur atau

melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. Misalnya, pajak yang tinggi

dikenakan terhadap minuman keras untuk

mengurangi konsumsi minuman keras. Misalnya lagi, tarif pajak untuk ekspor sebesar 0%, untuk mendorong ekspor produk Indonesia di pasaran dunia.

(34)

Menurut Adam Smith, agar pemungutan pajak dinilai adil harus dipenuhi empat syarat:

Equality: dalam keadaan yang sama, wajib pajak harus dikenakan pajak yang sama pula. Contoh: PPh dikenakan

terhadap PKP yang sudah diperhitungkan PTKP. PTKP ini tidak sama bagi setiap wajib pajak.

Certainty: peraturan yang dibuat harus jelas, tegas dan tidak mengandung arti ganda agar tidak memberi peluang untuk ditafsir lain.

Convenience of payment: pajak hendaknya dipungut pada saat yang paling baik bagi para wajib pajak, misalnya saat menerima gaji setiap bulan.

Efficiency: biaya pemungutan harus lebih rendah dibanding dengan pemasukan pajaknya.

(35)

Teori untuk pembenaran pemungutan pajak: 1. Teori Asuransi

2. Teori Kepentingan 3. Teori Daya Pikul 4. Teori Bakti

5. Teori Asas Daya Beli

(36)

Teori Asuransi

Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan hak-hak rakyatnya. Oleh karena itu rakyat harus

membayar pajak yang diibaratkan sebagai suatu premi asuransi karena memperoleh jaminan perlindungan tersebut.

Teori Kepentingan

Pembagian beban pajak kepada rakyat didasarkan pada

kepentingan (misalnya perlindungan) masing-masing orang. Semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara, makin tinggi pajak yang harus dibayar.

(37)

Teori Daya Pikul

Beban pajak untuk semua orang harus sana beratnya, artinya pajak harus dibayar sesuai dengan daya pikul masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2

pendekatan, yaitu:

Unsur obyektif, dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.

Unsur subyektif, dengan memperhatikan besarnya kebutuhan material yang harus dipenuhi.

Tuan A Tuan B Penghasilan/bulan Rp2 juta Rp2 juta Status menikah 3 anak bujangan

Secara obyektif PPh untuk tuan A sama besar dengan tuan B, karena mempunyai penghasilan yang sama besarnya.

Secara subyektif PPh untuk tuan A lebih kecil dari pada tuan B, karena kebutuhan material yang harus dipenuhi tuan A lebih besar.

(38)

Teori Bakti (kewajiban pajak mutlak)

Sebagai warga negara yang berbakti, rakyat harus selalu menyadari bahwa pembayaran pajak adalah sebagai suatu kewajiban.

Teori Asas Daya Beli

Memungut pajak berarti menarik daya beli dari rumah

tangga masyarakat untuk rumah tangga negara. Selanjutnya negara akan menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk pemeliharaan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian kepentingan seluruh masyarakat lebih

diutamakan.

(39)

Pengelompokan pajak MENURUT GOLONGAN:

 Pajak langsung (contoh PPh)

Secara ekonomis, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat

dibebankan atau dilimpahkan kepada pihak lain. Secara yuridis, pemungutannya periodik

 Pajak tidak langsung (contoh PPN)

Secara ekonomis, yaitu pajak yang pembayarannya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang atau pihak lain. Secara yuridis, pemungutannya secara insidental

(40)

Pengelompokan pajak MENURUT SIFAT:

 Pajak subyektif

Pajak yang berpangkal atau berdasarkan

subyeknya, dalam arti memperhatikan keadaan diri wajib pajak (contoh PPh).

 Pajak obyektif

Pajak yang berpangkal pada obyeknya, tanpa

memperhatikan keadaan diri wajib pajak (contoh PPN dan PPnBM).

(41)

Pengelompokan pajak MENURUT LEMBAGA PEMUNGUT:

 Pajak Pusat

Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara (contoh PPh, PPN, PPnBM, Bea Meterai).

 Pajak Daerah

Pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Pajak daerah terdiri atas pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota (contoh Pajak Hotel dan Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, dan Pajak Penerangan Jalan).

(42)

Hukum pajak adalah suatu kumpulan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara pemerintah sebagai pemungut pajak dan rakyat sebagai pembayar pajak (Rochmat Soemitro).

Kedudukan hukum pajak:

1. Hukum Perdata (mengatur hubungan antara satu individu dengan individu lainnya)

2. Hukum Publik (mengatur hubungan antara pemerintah

dengan rakyatnya: Hukum Tata Negara, Humum Tata Usaha Negara atau Hukum Administrasi Negara, Humum Pidana, Hukum Pajak)

Hukum pajak menganut paham imperatif, yakni pelaksanaannya tidak dapat ditunda, berbeda dengan hukum pidana yang

menganut paham oportunitas, yakni pelaksanaanya dapat ditunda setelah ada keputusan lain.

(43)

 Hukum pajak material

Memuat norma-norma yang menerangkan

keadaan, perbuatan, peristiwa hukum yang dikenai pajak (obyek pajak), siapa yang dikenai pajak

(subyek pajak), berapa besar pajak yang dikenakan (tarif), segala sesuatu tentang timbul dan hapusnya utang pajak, dan hubungan hukum antara

pemerintah dengan wajib pajak. Contoh UU PPh.

 Hukum pajak formal

Memuat bentuk atau tata cara untuk mewujudkan hukum pajak material menjadi kenyataan. Contoh Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.

(44)

 Hukum yang melingkupi seluruh warga di dunia.

 Hukum Pajak dari masing-masing negara yang harus ditaati oleh warga di negaranya masing-masing. Jika masing-masing negara telah memiliki hukum pajak, itulah hukum pajak internasional - traktat Pajak

Tujuan traktat pajak adalah untuk menghindari pemungutan pajak berganda (dilakukan secara unilateral, bilateral, atau multilateral).

(45)

Perlawanan terhadap pajak dapat berupa:

 Perlawanan pasif

 Perlawanan aktif

PERLAWANAN PASIF

Masyarakat enggan membayar pajak. Hal ini dapat disebabkan oleh:

– Perkembangan intelektual dan moral masyarakat. – Sistem perpajakan yang mungkin sulit dipahami

masyarakat.

– Sistem pengendalian tidak dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan baik.

(46)

PERLAWANAN AKTIF

Perlawanan aktif meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan kepada fiskus dengan tujuan untuk menghindari pajak

Bentuknya antara lain:

 Tax avoidance, usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar undang-undang

(minimalisasi pajak secara legal).

 Tax evasion, usaha meringankan beban pajak dengan cara melanggar undang-undang

(menggelapkan pajak atau manipulasi pajak).

(47)

Ada beberapa tarif pajak:

Tarif Tetap. Tarif pajak yang besarnya tidak berubah

walaupun jumlah yang dijadikan dasar perhitungan berubah. Contoh: bea meterai untuk cek dan bilyet giro Rp3.000.

Tarif Proporsional. Tarif pajak yang persentase

pemungutannya tetap. Contoh: tarif PPN sebesar 10%.

Tarif Progresif. Tarif yang persentase pajaknya meningkat. Contoh: tarif PPh atas badan

5% atas PKP sampai dengan Rp50.000.000

15% atas PKP di atas Rp50.000.000 s.d. Rp250.000.000 25% atas PKP di atas Rp250.000.000 s.d. Rp500.000.000 35% atas PKP di atas Rp500.000.000

(48)

Tarif Degresif. Tarif yang persentase pajaknya menurun. Tarif ini kebalikan dari tarif progresif. Contoh:

15% atas PKP sampai dengan Rp50.000.000

10% atas PKP di atas Rp50.000.000 s.d. Rp100.000.000 5% atas PKP di atas Rp100.000.000

Tarif Bentham. Sekilas kelihatannya sebagai tarif

proporsional dengan suatu persentase tetap. Contoh: tarif 5% dikenakan atas penghasilan yang melebihi batas

minimum Rp25.000.000

Penghasilan PKP Pajak

Rp100.000.000 Rp75.000.000 5% x Rp75.000.000 Rp150.000.000 Rp125.000.000 5% x Rp125.000.000

(49)

 UU No. 28 tahun 2007: Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP).

 UU No. 36 tahun 2008 : Pajak Penghasilan (PPh)

 UU No. 42 tahun 2009: Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

 UU No 12 tahun 1994: Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

 UU No 20 tahun 2000 : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP)

 UU No 13 tahun 1985: Bea Materai

 UU No 28 tahun 2009: Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

(50)
(51)

Inflasi adalah “kenaikan harga

barang atau jasa

dimana, daya beli

uang menurun” (kebalikannya:

deflasi

)

Perubahan harga mempengaruhi

jumlah barang dan jasa yang dapat

dibeli dari sejumlah uang yang sama

(52)

1. Pengertian Inflasi dan Deflasi

• Inflasi adalah Proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu lama atau

• Keadaan yang menyatakan nilai uang menurun

• Deflasi adalah Proses menurunnya harga-harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu lama atau

(53)

2. Jenis Inflasi

dalam Negeri Contoh: defisitnya anggaran, bencana Inflasi berasal

dari luar negeri

Kenaikan harga minyak dunia, Biaya produksi di luar negeri dan tarif impor tinggi

cakupan pengaruh

kenaikan harga

Inflasi

tertutup Kenaikan harga beberapa barang tertentu Inflasi

Terbuka Kenaikan harga secara keseluruhan Inflasi yang tak

terkendali

Inflasi yang sangat hebat dan terjadi kenaikan harga secara terus menerus

Parah tidaknya

Inflasi

Inflasi Ringan < 10% setahun Inflasi

Sedang 10%-30% setahun Inflasi Berat 30%-100% setahun Inflasi tidak

(54)

PENYEBAB INFLASI

• Permintaan yang lebih besar daripada supply (tarikan permintaan)

• Kenaikan bahan baku maupun biaya produksi (desakan biaya)

• Tekanan permintaan + dorongan ongkos (inflasi struktural)

• Peredaran uang kartal yang tak terkendali • Kekacauan politik dan ekonomi

(55)

4. Sebab Timbulnya Inflasi

1.Tarikan permintaan (Demand pull inflation)

Bertambahnya permintaan terhadap barang

dan jasa yang menyebabkan terjadinya

kenaikan Harga

Q= Quantity (Jumlah Barang) E = Equilibrium (keseimbangan

(56)

Lanjutan

2. Cost Push Inflation

disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya

produksi yaitu bahan baku dan upah atau gaji.

E1

E = Equilibrium

(57)

3. Teori-teori Infasi

a. Teori Kuantitas (Irving Fisher)

Inflasi diakibatkan oleh dua faktor, yaitu

1. jumlah uang yang beredar;

2. psikologi (harapan) masyarakat mengenai

kenaikan harga di masa mendatang.

b. Teori Keynes

Inflasi terjadi karena:

1. keinginan masyarakat untuk hidup di luar

batas kemampuan ekonominya;

(58)

Lanjutan teori Inflasi

c. Teori Strukturalis

Penyebab inflasi ialah:

1. kekakuan (ketidakelastisan)

penerimaan ekspor;

(59)

5. Cara Mengatasi Inflasi

Kebijakan Bank Sentral untuk

Menaikan atau menurunkan suku Bunga

Politik Pasar Terbuka (open market policy)

Kebijakan untuk membeli atau

Menjual surat berharga

Pengawasan kredit

secara selektif. Seleksi pemberiankredit secara ketat Politik Persediaan Kas (cash

ratio policy)

Politik Menaikkan atau menurunkan cadangan kas dari Bank

Kebijakan

1. Peningkatan produksi.

2. Kebijakan upah.

3. Pengawasan harga.

Keterangan:

Yang dibold dan dimiringkan adalah cara yang dipilih

(60)

6. a. Dampak Inflasi

1. Bagi pemilik pendapatan tetap dan tidak tetap

Pemilik pendapatan tetap dirugikan

Pemilik pendapatan tidak tetap bisa diuntungkan

2. Bagi para penabung Penabung dirugikan karena nilai uang semakin menurun

3. Bagi debitur(Peminjam uang) dan kreditur(pemberi

pinjaman)

Bagi debitur, inflasi

menguntungkan karena saat pembayaran utang, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam.

(61)

Lanjutan

4. Bagi produsen

Bagi pengusaha besar, inflasi dapat

menguntungkan Jika pendapatan yang

diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.

Bagi pengusaha kecil, naiknya biaya produksi dapat merugikan sehingga enggan untuk meneruskan

produksinya

5. Bagi perekonomian

nasional

1. Investasi berkurang.

2. Mendorong tingkat bunga.

3. Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif.

4. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang

(62)

Untuk mengukur perubahan level harga

historis dari komoditi tertentu perlu dihitung

price index

Price index

adalah suatu perbandingan antara

harga dari beberapa komoditi atau jasa pada

beberapa titik waktu dengan harga pada

beberapa titik waktu sebelumnya (

base year

)

(63)
(64)

Contoh

Base year, 1967 (price index

1967

=100)

Commodity price

1967

= $1.46 per pound

Commodity price

1993

= $5.74 per pound

Nilai index menunjukkan bahwa harga pada

1993 adalah 3,932 lebih besar daripada harga

pada 1967

PRICE INDEX

price index

1993

=

$5.74 per pound

(65)

Seorang menginvestasikan uang $100 pada

saat ini dengan perkiraan pendapatan tahunan

sebesar 15%. Akhir tahun kelima jumlah uang

tersebut menjadi :

Saat ini harga sebuah ban mobil $100, dan

mengalami kenaikan sebesar 10% per tahun.

Pada akhir tahun kelima ban yang sama akan

berharga :

PRICE INDEX

$100 ( 2.011 ) = $201.10F/P, 15, 5

(66)

Orang tersebut akan tertipu jika mengabaikan

perubahan harga. Uang pada akhir tahun kelima

setelah investasi tidak dapat untuk membeli 2 ban

tetapi hanya 1.25 ban.

PRICE INDEX

Ketika mempertimbangkan

time value

of money

, maka harus juga

(67)

Pengertian Indeks Harga

(68)

Jenis-jenis Indeks Harga

1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen

2. Indeks harga produsen (IHP) adalah perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh

produsen pada waktu tertentu,

(69)

Ciri-ciri Indeks Harga

1. Indeks harga sebagai standar

perbandingan harga dari waktu ke waktu. 2. Penetapan indeks harga didasarkan pada

data yang relevan.

3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi.

4. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil.

(70)

Metode penghitungan Indeks Harga

1. Metode penghitungan indeks harga tidak tertimbang

Rumus indeks harga tidak tertimbang sederhana: Pn X 100%

Po Keterangan:

(71)

Contoh soal Indeks Harga Tidak

Tertimbang

Jenis Barang Harga tahun 2009 (Po) Harga tahun 2010 (Pn)

Tas Rp150.000 Rp200.000

Sepatu Rp200.000 Rp250.000

Pakaian Rp100.000 Rp150.000

Po = Rp450.000 Pn = Rp600.000

Indeks harga tidak tertimbang

= Pn X 100% Po

(72)

Lanjutan

2. Metode penghitungan indeks harga

tertimbang

a. Metode Laspeyres

adalah metode penghitungan angka indeks

yang ditimbang dengan menggunakan faktor

penimbang kuantitas/jumlah barang pada

tahun dasar

(Qo)

(73)

Lanjutan Metode penghitungan indeks harga tertimbang

b. Metode Paasche atau GNP Deflator

• adalah metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada

tahun tertentu (Qn)

(74)

Contoh soal Indeks Harga

Tertimbang

Indeks Harga Laspeyres

Jenis Barang

Harga (ribuan rupiah)

Kuantitas th 2010 = Qo Po.Qo Pn.Qn

2010 (Po) 2011(Pn)

A 2 3 5 10 15

B 3 6 10 30 60

C 4 6 20 80 120

D 3 3 3 9 9

E 1 2 4 4 8

Jumlah 133 212

Indeks harga Laspeyres = Pn.QoX 100%

(75)

Contoh Soal Indeks Harga

Paasche/GNP Deflator

Jenis Barang Harga (ribuan Rp) Kuantitas Tahun 2011 =

Jumlah 150 235

Indeks harga Paasche = Pn.QnX 100%

Po.Qn

(76)

1. Hitung Indeks harga tidak tertimbang

a.

b.

Jenis Barang Harga tahun 2010 Harga tahun 2011

A 2.000 3.000

B 3.000 4.000

C 4.000 6.000

D 5.000 7.500

Po =…………. Pn = …………..

Jenis Barang Harga tahun 2010 Harga tahun 2011

P 3.000 4.500

Q 4.000 6.000

R 5.000 8.000

S 6.000 10.000

(77)

12. Hitung Indeks Harga Tertimbang(Laspeyres)!

Jenis Barang

Harga (ribuan Rp) Kuantitas th 2010 (Qo)

(78)

12. 1 Hitung Indeks Harga Paasche/GNP deflator!

12.2 Hitung Indeks Harga Paasche/GNP Deflator!

Jenis Barang

Harga (ribuan Rp) Kuantitas th 2011 (Qo)

(79)

Indeks Harga Konsumen di Indonesia

• Mulai Juni 2008, IHK disajikan dengan menggunakan tahun dasar 2007=100 dan mencakup 66 kota yang terdiri dari 33 ibukota

propinsi dan 33 kota-kota besar di seluruh Indonesia. IHK

(80)

• Mencakup antara 284 - 441 barang dan jasa yang dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok pengeluaran yaitu:

1. bahan makanan;

2. makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; 3. perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; 4. sandang;

5. kesehatan;

6. pendidikan, rekreasi dan olah raga; dan

7. transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

• Indeks Harga Konsumen Indonesia dihitung dengan

(81)

Menghitung tingkat inflasi

dimana

CPI

t

adalah

index of consumer prices

pada akhir tahun

t

Contoh:

TINGKAT INFLASI

Annual inflation rate for year t+1 = CPIt+1 CPIt

CPIt

CPI1980 CPI1979

CPI1979 =

246.8 217.4

217.4

= 0.135 atau 13.5% per tahun

(82)

TINGKAT INFLASI

Perkiraan tingkat inflasi didasarkan atas:

Kecenderungan rate sebelumnya

Prediksi kondisi ekonomi

Judgment

Elemen-elemen peramalan ekonomi

(83)

TINGKAT INFLASI

Ekspektasi tingkat inflasi dapat dilakukan

dengan 2 cara :

1. Individual annual inflation rate

Tingkat inflasi dihitung pada tiap-tiap

tahun

(84)

TINGKAT INFLASI

2. Average annual inflation rate

Tingkat inflasi tahunan rata-rata

(gabungan)

Digunakan untuk investasi dengan

proyeksi umur yang panjang

Tingkat inflasi ini ditentukan dengan

persamaan:

dimana

f

adalah

average annual inflation

n t n

t

f

CPI

(85)

TINGKAT INFLASI

Contoh

future inflation rate

sulit diprediksikan secara

akurat

(86)

TINGKAT INFLASI

Keputusan apakah menggunakan individual

annual inflation rate

atau

average annual rate

tergantung pada judgment yang biasanya

mempertimbangkan antara lain:

Situasi

Sensitivitas terhadap perubahan tingkat inflasi

Tingkat akurasi yang diinginkan

Informasi yang tersedia untuk meramalkan

(87)
(88)

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

(89)

2 keunggulan tiap negara

Absolut :

kemampuan memproduksi barang / jasa

yang tidak dapat diproduksi negara lain karena faktor alam.( Adam smith )

Komparatif

: dapat produksi barang dan jasa

(90)

Faktor penyebab timbulnya

perdagangan Internasional

Faktor–faktor perdagangan antar negara

Sumber daya alam

Sumber daya

manusia Sosial budaya IPTEK EKONOMI

(91)

Mamfaat perdagangan Internasional

1. Memenuhi kebutuhan dalam negri

2. Menciptakan spesialisasi produk

3.

Meningkatkan produksi → memperluas

pemasaran → memenuhi permintaan

(92)

Mamfaat perdagangan Internasional

5. Mendorong kemajuan iptek → menghasilkan

barang kualitas bagus .

6.Mendorong pertumbuhan ekonomi

→pemerataan pendapatan , menyerap

tenaga kerja , stabilitas ekonomi .

(93)

Hambatan perdagangan

Internasional

1. Harga import lebih murah

produk

dalam negri tidak laku ( lebih mahal )

2. Adanya

politik

dumping

(kebijakan

menjual produk di luar negri lebih murah)

3. Biaya produksi dinegara asal relatif lebih

(94)

Hambatan perdagangan

Internasional

4. Bea masuk yang tinggi.

5. Kuota export dan impor

(95)

Macam

macam

perdagangan internasional

Komoditas export indonesia ke berbagai negara : ke negara Jepang , Amerika ,Eropa, Asean , australia .

( hasil tambang , hasil hutan, hasil tanaman budidaya ,hasil perikanan laut , hasil peternakan , garment , pesawat terbang )

Komoditas import indonesia : dari negara Jepang , Amerika ,Eropa, Asean , australia .

Barang konsumsi : sandang , pangan ,barang mewah

Bahan baku : bahan kertas koran , kapas dll

(96)
(97)
(98)

Kebijakan pemerintah dalam

ekspor

Menyederhanakan prosedur.

Mengadakan perjanjian dagang dengan negara lain .

Promosi produk indonesia di negara lain.

Menurunkan pajak ekspor

Memberikan subsidi kepada eksportir

(99)

Kebijakan pemerintah dalam

import

Menaikan pajak import

Melarang impor barang tertentu (embargo )

Memberikan kuota

(100)

Neraca perdagangan

Tahun ekspor Impor Saldo

Surplus atau depisit

1996 - 1997 53.000 42.000 + 11.000 1997 – 1998 45.000 48.000 - 3.000 1998 – 1999 49.000 49.000 -1999 – 2000 55.000 45.000 + 10.000 2000 – 2001 60.000 50.000 + 10.000

Dibagi 3 Neraca perdagangan : aktif , pasif , seimbang. Neraca perdagangan indonesia

(101)

NERACA PEMBAYARAN

Mencatat devisa keluar masuk dalam suatu negara dalam I tahun. Dengan alasan :

1. Sebagai pembukuan mengenai anggararan alat pembayaran luar negri ( Devisa )

2. Dapat melihat pengaruh adanya transaksi luar negri terhadap pendapatan nasional negara tsb .

(102)

Alat alat pembayaran luar

negri

Wesel asing: surat perintah kepada Bank untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang ditunjuk.

(103)

Pihak – pihak yang berperan dalam penyelesaian pembayaran

L/C

1. Opener ( importir ) yang membuka L/C

2. Opening Bank /issuer , bank yang mengeluarkan atau memberikan persetujuan L/C

3. Beneficiary / akreeditee ( eksportir yang menyetujui pembayaran dengan cara L/C)

4. Advising bank / convening bank,(bank yang berada dinegara

eksportir yang mau menjamin pembayaran L/C yang

(104)

General Agreement on Trade and Tariff (GATT) dan Word Trade

Organization (WTO)

Merupakan organisasi internasional mengenai

persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan yang didirikan berdasarkan Havana Charter pada tahun 1948.

Tujuan dari organisasi ini adalah meningkatkan arus

(105)

Organisation of Petrol Exporting Countries

(OPEC)

Organisasi ini didirikan pada tahun 1960 oleh

negara-negara pengekspor minyak untuk mengatur pemasaran minyak bumi dengan cara menetapkan harga yang seragam.

Anggota OPEC antara lain Iirak, Iran, Uni Emirat Arab,

Qatar, Libia, Nigeria, Venezuela, dan Indonesia.

Saat ini pengendalian harga ditempuh dengan cara

(106)

International Tin Council (ITC)

Merupakan organisasi yang terdiri dari para produsen

dan konsumen timah.

Produsen timah di ataranya adalah Malaysia, Indonesia,

Australia, Bolivia, Zaire, dan Nigeria. Sedangkan negara-negara konsumen terdiri dari 22 negara-negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan lain-lain.

(107)

International Bank for Recontruction and Development (IBRD).

IBRD atau Bank Dunia, yaitu lembaga ini didirikan pada tanggal 27 Desember 1945 dan berkedudukan di Washington, USA.

Indonesia menjadi anggota IBRD tahun 1954.

(108)

United Nations Development Program

(UNDP)

(109)

International Monetary Fund

(IMF)

IMF atau Dana Moneter Internasional didirikan tanggal 27 September 1945.

(110)

United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD)

(111)

United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

UNIDO atau Organisasi Pembangunan Internasional PBB didirikan pada tanggal 24 Juli 1967 dan berkedudukan di Wina, Austria.

(112)

International Development

Association (IDA)

(113)

Food and Agriculture

Organization (FAO)

Merupakan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB yang didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma, Italia. Organisasi

(114)

International Labor Organization

(ILO).

Merupakan Organisasi Perburuhan Internasional PBB yang didirikan pada tanggal 11 April 1949 dan berkedudukan di Jenewa, Swis.

(115)

International Finance

Coorperation (IFC).

IFC atau Kerja sama Keuangan Internasional didirikan di Washington tanggal 24 Juli 1956.

(116)

DAMPAK KERJA SAMA EKONOMI REGIONAL DAN INTERNASIONAL

1. Kerjasama untuk memperlancar perdagangan regional dan internasional

2. Bentuk kerja sama pengaturan perdagangan komoditi.

(117)

Permintaan

(

demand

)

adalah

berbagai jumlah barang dan

jasa

yang

diminta

pada

berbagai tingkat harga pada

waktu dan tempat tertentu

(118)

HUKUM PERMINTAAN

Semakin rendah tingkat harga suatu

barang akan semakin banyak barang

tersebut yang diminta, dan sebaliknya.

Semakin tinggi tingkat harga suatu

barang, akan semakin sedikit

permintaan barang tersebut (

cateris

(119)

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PERMINTAAN

SUATU BARANG

a. Harga barang (Px)

b. Harga barang yang berhubungan (Py) - Barang substitusi

- Barang komplementer c. Pendapatan konsumen (Y) d. Selera (taste = t)

(120)

Fungsi Permintaan Qd

(121)

DAFTAR PERMINTAAN BARANG

Harga (Rupiah)

Permintaan (Unit)

60

1000

50

2000

40

3000

30

4000

(122)
(123)

Penawaran (

supply

) adalah

jumlah barang dan jasa

yang dijual pada berbagai

tingkat harga pada waktu

dan tempat tertentu

(124)

HUKUM PENAWARAN

Menyatakan semakin tinggi

tingkat harga suatu barang

akan semakin banyak jumlah

barang yang ditawarkan ,

(125)

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PENAWARAN

a. Harga barang yang bersangkutan (Px)

b. Harga barang lain (Py)

- barang substitusi

- barang komplementer

c. Kemajuan teknologi (Tek)

(126)

Fungsi Permintaan Qs

(127)

DAFTAR PERMINTAAN BARANG

Harga (Rupiah)

Permintaan (Unit)

60

1000

50

2000

40

3000

30

4000

(128)
(129)

HARGA KESEIMBANGAN

PEMBENTUKAN HARGA PASAR

Pasar menurut ilmu ekonoi adalah

tempat bertemunya antara

(130)

KESEIMBANGAN PASAR

(131)

PROSES TERBENTUKNYA HARGA

PASAR

Harga pasar terjadi

karena interaksi antara

kekuatan permintaan

(132)

Daftar jumlah barang yang diminta dan

60

1000

5000

50

2000

4000

40

3000

3000

30

4000

2000

(133)

10

(134)

Teori Nilai Guna

Pengertian Utility

1.

Total utility

2. Marginal utility by units

3. Marginal utility by total

Teori Nilai Guna Kardinal berserta aspeknya

(135)

Utility

(kepuasan)

• Dalam pengertian IE, Utility adalah kepuasan (satisfaction)

• Ukuran kepuasan bisa menggunakan standar kardinal (numerik) maupun ordinal (peringkat)

• Utility tidak berlaku untuk produk yang bersifat “super additivisme (yaitu suatu produk yang semakin banyak

dikonsumsi justru memberikan “nilai tambah” atas kepuasan

misal alkohol berkadar tinggi, napsa, narkoba dan sejenisnya.

(136)

Total

dan

Marginal Utility

Total Utility

(TU) adalah keseluruhan kepuasan

yang “dirasakan”(didapat) oleh konsumen

untuk semua konsumsinya

Marginal Utility by unit

(MUbu) adalah

tambahan kepuasan konsumen setiap ia

menambah 1 unit input kepuasan

Marginal utility by total

(MUbt) adalah

(137)

Utility

dalam kurva

Pada periode 1-4 Penambahan

kuantitas

kon-sumsi menambah nilai kepuasan

hingga periode 5

TU =0. (di Um) Bila diteruskan Maka kepuasan nya menjadi negatif/

tidak berguna

(138)

Teorema Kepuasan konsumsi

The law of diminishing marginal utility

: bila

jumlah konsumsi barang semakin bertambah

maka kepuasan marginalnya akan semakin

menurun (Leon Walras & Stanley Jevons)

Teorema kepuasan yang menurun ini mirip

dengan hukum Gossen I (tapi tidak berlaku

untuk konsumsi “madat”)

Menurut Gossen, supaya tidak terjadi

(139)

Nilai Guna Kardinal (TNGK)

• Pada dasarnya inti dari teori kepuasan konsumsi untuk 1 macam barang adalah NGK.

• NGK bersifat subjektif dan dapat berbanding lurus

dengan tingkat harga atau berbanding terbalik dengan tingkat harga

• Yang pasti harga yang dibayarkan oleh konsumen sama besarnya dengan tambahan kepuasan

(140)

Asumsi NGK

Daya guna diukur dalam satuan uang

Daya guna marginal dari uang tetap

Additivitas, nilai guna total adalah

keseluruhan konsumsi

Daya guna bersifat

independent

Periode konsumsi berdekatan dan dalam

(141)

Optimalisasi NGK

Jelas bahwa nilai kepuasan optimum untuk

konsumsi 1 macam barang hanya tercapai bila

tambahan kepuasan setiap menambah 1 unit

input sama dengan harga yang dibayarkannya,

atau :

MUx = Px

untuk barang x, untuk barang

y

MUy=Py.

Karena kepuasannya tidak didasarkan pada

(142)

NGK dan Hukum Permintaan

Bila misalkan R = PQ, maka besarnya kepuasan konsumen Adalah bila U = R, dengan demikian U = PQ, dengan begitu MU = U/ Q = P MR = R/ Q = P = U/QAU.

jadi dalam kasus ini :MR = MU = P, artinya besarnya

tambahan kepuasan sama dengan besarnya tambahan pendapatan = rata-rata kepuasan dan itu sama dengan tingkat harga yang berlaku. Pada gambar ini :

U1 = R1 = p1.q1, U2 = R2 = p2.q2, U3 = R3 = p3.q3, U4 = R4 = p4.q4

dan U5 = R5 = p5.q5

(143)

Nilai Guna Ordinal(NGO)

• Nilai kepuasan yang disusun berdasarkan peringkat • Kepuasan didapat dari nilai optimum anggaran sesuai

dengan tingkat kepuasan

• Komoditi konsumsi sebagai penunjang kepuasan terdiri atas 2 macam yang saling dikombinasikan

• Kepuasan konsumen dipetakan oleh kurva Indifferent. • Kepuasan yang paling optimum dari continuum

kepuasan adalah kombinasi konsumsi yang

bersinggungan dengan salah satu titik anggaran

(144)

Asumsi TNGO

• Asas rasionalitas (konsumen memberdayakan anggarannya untuk mengoptimalkan kepuasan) • Konveksitas yaitu bentuk kurva indifferent harus

bersifat kontinyu (asas kontinuum), di mana kurvanya tidak terputus-putus

• Nilai guna/kepuasan tergantung dari jumlah barang yang dikonsumsi

(145)

Optimalisasi NGO

• Nilai kepuasan berdasarkan kombinasi 2 macam barang

• Kepuasan tertinggi bila terpenuhi syarat : MUx/Px = MUy/Py = 1

• Kombinasi konsumsi dari macam-macam anggaran dapat menghasilkan kepuasan yang sama. Semakin besar anggaran tentu saja akan semakin tinggi

kepuasan yang bisa diperoleh

• Kurva indifferent yang paling baik dalam pengukuran optimalisasi kepuasan adalah yang berslope negatif, karena lebih efisien.

(146)

<< CLOSING>>

TNGK menjelaskan kepuasan konsumen secara

teoritis dengan pendekatan subjektif

TNGO menjelaskan kepuasan konsumen

secara teoritis dengan pendekatan relatif

objektif

Teori Nilai Guna bermanfaat untuk

menjelaskan mengapa konsumen selalu

Referensi

Dokumen terkait

digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. 2) Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah. dan digunakan untuk membiayai rumah

Daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk.. membiayai rumah tangga

Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah, terhadap objek pajak dalam ppn dan ppnbm ini

Tatacara Pembebasan Bea Masuk (BM) dan Bea Masuk Tambahan (BMT) yang tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM), dan

Salah satu penghasilan yang dipotong pajak yaitu PPh Pasal 22, PPh Pasal 22 merupakan pajak yang dipungut oleh Bendaharawan Pemerintah baik pusat maupun daerah, Instansi

memperhatikan keadaan dari Wajib Pajak. Contoh : Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat

Pajak daerah adalah yang dipungut oleh pemerintah daerah baik daerah tingkat I maupun daerah tingkat II dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah masing-masing. Dasar

Komponen Lokasi kumuh Lokasi bersih Contoh limbah padat rumah tangga Contoh limbah cair rumah tangga Contoh limbah gas rumah tangga Bagaimana masyarakan memerlakukan