1
PENGELUARAN &
PENERIMAAN NEGARA
A r i s B u d i o n o, S . Ps i , M M
S e ko l a h T i n g g i I l m u E ko n o m i Pa r i w i s at a
I nte r n a s i o n a l
KEWAJIBAN NEGARA DAN KAITANNYA
DENGAN PENGELUARAN NEGARA
• Kewajiban negara dalam rangka menjaga kelangsungan
kedaulatan negara (pemerintah) dan meningkatkan kemakmuran masyarakat, mencakup:
– mempersiapkan, memelihara, dan melaksanakan keamanan negara
– menyediakan dan memelihara fasilitas untuk kesejahteraan sosial dan perlindungan sosial, termasuk
• fakir miskin
• jompo
• yatim piatu
• masyarakat miskin
• pengangguran
MACAM-MACAM PENGELUARAN NEGARA
• Menurut Organisasi – Pemerintah Pusat – Pemerintah Propinsi
– Pemerintah Kabupaten/Kota
• Menurut Sifat
– Pengeluaran Investasi
– Pengeluaran Penciptaan Lapangan Kerja – Pengeluaran Kesejahteraan Rakyat
PENGELUARAN PEMERINTAH PUSAT
Dalam APBN, pengeluaran Pemerintah Pusat dibedakan menjadi:
• Pengeluaran untuk Belanja
– Belanja Pemerintah Pusat
• Belanja Pegawai
• Belanja Barang
• Belanja Modal
• Pembayaran Bunga Utang
• Subsidi
• Belanja Hibah
• Bantuan Sosial
• Belanja Lain-lain
– Dana yang dialokasikan ke Daerah
• Dana Perimbangan
PENGELUARAN PEMERINTAH PUSAT
Dalam APBN, pengeluaran Pemerintah Pusat
dibedakan menjadi:
•
Pengeluaran untuk Pembiayaan
–
Pengeluaran untuk Obligasi Pemerintah
–
Pembayaran Pokok Pinjaman Luar Negeri
PENGELUARAN PEMERINTAH PROPINSI
Dalam APBD Propinsi, pengeluaran negara dibedakan menjadi:
• Pengeluaran untuk Belanja
– Belanja Operasi, yang terdiri dari
• Belanja Pegawai
• Belanja Barang dan jasa
• Belanja Pemeliharaan
• Belanja perjalanan Dinas
• Belanja Pinjaman
• Belanja Subsidi
• Belanja Hibah
• Belanja Bantuan Sosial
• Belanja Operasi Lainnya
– Belanja Modal, terdiri dari:
• Belanja Aset Tetap
PENGELUARAN PEMERINTAH PROPINSI
Dalam APBD Propinsi, pengeluaran negara dibedakan menjadi:
• Bagi hasil pendapatan ke kabupaten/kota/desa, terdiri dari
– Bagi hasil pajak ke Kabupaten/Kota
– Bagi hasil retribusi ke Kabupaten/Kota
– Bagi hasil pendapatan lainnya ke Kabupaten/Kota
• Pengeluaran untuk Pembiayaan, terdiri dari
– Pembayaran Pokok Pinjaman
– Penyertaan modal pemerintah
– Belanja investasi Permanen
PENGELUARAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
Dalam APBD Kabupaten/Kota, pengeluaran negara dibedakan menjadi:
• Pengeluaran untuk Belanja
– Belanja Operasi, yang terdiri dari
• Belanja Pegawai
• Belanja Barang dan jasa
• Belanja Pemeliharaan
• Belanja perjalanan Dinas
• Belanja Pinjaman
• Belanja Subsidi
• Belanja Hibah
• Belanja Bantuan Sosial
• Belanja Operasi Lainnya
– Belanja Modal, terdiri dari:
• Belanja Aset Tetap
• Belanja aset lain-lain
PENGELUARAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
Dalam APBD Kabupaten/Kota, pengeluaran negara dibedakan menjadi:
• Bagi hasil pendapatan ke desa/kelurahan, terdiri dari
– Bagi hasil pajak ke Desa/Kelurahan
– Bagi hasil retribusi ke Desa/Kelurahan
– Bagi hasil pendapatan lainnya ke Desa/Kelurahan
• Pengeluaran untuk Pembiayaan, terdiri dari
– Pembayaran Pokok Pinjaman – Penyertaan modal pemerintah
JENIS-JENIS PENGELUARAN NEGARA
MENURUT SIFATNYA
• PENGELUARAN INVESTASI
– Pengeluaran yang ditujukan untuk menambah kekuatan dan ketahanan ekonomi di masa datang
– Misalnya, pengeluaran untuk pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, satelit, peningkatan kapasitas SDM, dll
• PENGELUARAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA
– Pengeluaran untuk menciptakan lapangan kerja, serta memicu peningkatan kegiatan perekonomian masyarakat
• PENGELUARAN KESEJAHTERAAN RAKYAT
– Pengeluaran yang mempunyai pengaruh langsung terhadap
PENERIMAAN NEGARA
• Sumber-sumber Penerimaan Negara
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Pajak
• Retribusi
• Keuntungan BUMN/BUMD
• Denda dan Sita
• Pencetakan Uang
• Pinjaman
• Sumbangan, Hadiah, Dan Hibah
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Pajak
– Pajak merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat/daerah) terhadap wajib pajak
tertentu berdasarkan undang-undang (pemungutannya dapat dipaksakan) tanpa ada imbalan langsung bagi
pembayarnya.
– Jenis pajak di Indonesia:
• Pajak Pusat:
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
– Jenis pajak di Indonesia:
• Pajak Pusat:
– Pajak Penghasilan (PPh)
– Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN)
– Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn-BM)
– Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
– Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
– Bea Meterai
– Bea Masuk
– Cukai
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
– Jenis pajak di Indonesia:
• Pajak Daerah:
– Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
– Pajak Hotel dan Restoran (PHR)
– Pajak Reklame
– Pajak Hiburan
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Retribusi
– Retribusi merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat/daerah) berdasarkan
undang-undang (pemungutannya dapat dipaksakan) di mana pemerintah memberikan imbalan langsung bagi
pembayarnya.
– Contoh, pelayanan medis di rumah sakit milik
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Keuntungan BUMN/BUMD
– Sebagai pemilik BUMN, pemerintah pusat berhak memperoleh bagian laba yang diperoleh BUMN.
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Denda dan Sita
– Pemerintah berhak memungut denda atau menyita asset milik masyarakat, apabila masyarakat
(individu/kelompok/organisasi) diketahui telah melanggar peraturan pemerintah
– Misalnya: denda pelanggaran lalulintas, denda
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Pencetakan Uang
– Pencetakan uang umumnya dilakukan pemerintah
dalam rangka menutup defisit anggaran, apabila tidak ada alternatif lain yang dapat ditempuh pemerintah.
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Pinjaman
– Pinjaman pemerintah merupakan sumber penerimaan negara, yang dilakukan apabila terjadi defisit anggaran.
– Pinjaman pemerintah dikemudian hari akan menjadi beban pemerintah, karena pinjaman tersebut harus dibayar
kembali, berikut dengan bunganya.
– Pinjaman dapat diperoleh dari dalam maupun luar negeri
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Sumbangan, Hadiah, Dan Hibah
– Sumbangan, hadiah, dan hibah dapat diperoleh pemerintah dari individu, institusi, atau pemerintah
– Sumbangan, hadiah, dan hibah dapat diperoleh dari dalam maupun luar negeri
– Tidak ada kewajiban pemerintah untuk mengembalikan sumbangan, hadiah, atau hibah.
– Sumbangan, hadiah, dan hibah bukan penerimaan pemerintah yang dapat dipastikan perolehannya.
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA
• Penyelenggaraan Undian Berhadiah
– Pemerintah dapat menyelenggarakan undian berhadiah dengan menunjuk suatu institusi tertentu sebagai
penyelenggara
– Jumlah yang diterima pemerintah adalah selisih dari
penerimaan uang undian dikurangi dengan biaya operasi dan besarnya hadiah yang dibagikan.
– Banyak negara menyelenggarakan undian berhadiah,
JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA
• Berdasarkan institusi yang menanganinya, penerimaan negara dibedakan menjadi:
– Penerimaan Pemerintah Pusat
– Penerimaan Pemerintah Daerah Propinsi
JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA
• Penerimaan Pemerintah Pusat
– Penerimaan Negara dan Hibah
• Penerimaan Dalam Negeri
– Penerimaan perpajakan
– Penerimaan bukan pajak (PNBP)
– Bagian laba BUMN
– Lain-lain penerimaan yang sah
– Penerimaan Pembiayaan
• Pinjaman sektor Perbankan
• Pinjaman luar negeri
• Penjualan Obligasi Pemerintah
• Privatisasi BUMN
JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA
• Penerimaan Pemerintah Daerah Propinsi
– Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdiri dari:
• Pajak Daerah
• Retribusi Daerah
• Bagian laba BUMD
• PAD lainnya yang sah, yang terdiri dari pendapatan hibah, pendapatan dana darurat, dan lain-lain pendapatan.
– Pendapatan dari Dana Perimbangan, terdiri dari:
• Bagian daerah dari PBB dan BPHTB
• Bagian daerah dari Pajak Penghasilan Wajib Pajak Perseorangan/Pribadi
• Bagian daerah dari Sumber daya alam
• Bagian daerah dari Dana Alokasi Umum
JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA
• Penerimaan Pemerintah Daerah Propinsi
– Penerimaan Pembiayaan, terdiri dari:
• Pinjaman dari Pemerintah Pusat
• Pinjaman dari Pemerintah Daerah Otonom Lainnya
• Pinjaman dari BUMN/BUMD
• Pinjaman dari Bank/Lembaga non Bank
• Pinjaman dari Luar Negeri
• Penjualan Aset Daerah
JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA
• Penerimaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
– Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdiri dari:
• Pajak Daerah
• Retribusi Daerah
• Bagian laba BUMD
• PAD lainnya yang sah, yang terdiri dari pendapatan hibah, pendapatan dana darurat, dan lain-lain pendapatan.
– Pendapatan dari Dana Perimbangan, terdiri dari:
• Bagian daerah dari PBB dan BPHTB
• Bagian daerah dari Pajak Penghasilan Wajib Pajak Perseorangan/Pribadi
• Bagian daerah dari Sumber daya alam
• Bagian daerah dari Dana Alokasi Umum
JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA
• Penerimaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
– Penerimaan Pembiayaan, terdiri dari:
• Pinjaman dari Pemerintah Pusat
• Pinjaman dari Pemerintah Daerah Otonom Lainnya
• Pinjaman dari BUMN/BUMD
• Pinjaman dari Bank/Lembaga non Bank
• Pinjaman dari Luar Negeri
• Penjualan Aset Daerah
Pungutan adalah peralihan kekayaan dari sektor swasta ke sektor publik, berdasarkan undang-undang untuk
membiayai pengeluaran negara baik yang rutin maupun untuk pembangunan.
Macam-macam pungutan:
Pajak: tanpa ada jasa timbal (tanpa kontraprestasi) secara langsung
Retribusi: ada jasa timbal ( ada kontraprestasi)
secara langsung, misal: pembayaran fasilitas yang diselenggarakan oleh pemerintah, seperti parkir dan perizinan
Sumbangan: ada jasa timbal (ada kontraprestasi) kepada sekelompok orang.
Prof. Dr. Rochmat Soemitro:
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara
berdasarkan undang-undang (dapat dipaksakan)
dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang
digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dr. Soeparman Soemahamidjaja:
Pajak adalah iuran wajib, berupa uang dan barang, yang dipungut oleh penguasa berdasarkan
norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai
kesejahteraan umum.
UU No 28 tahun 2007:
Pajak adalah kontribusi wajib pajak kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang
dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Unsur-unsur yang terdapat pada pengertian pajak: 1. Ada masyarakat
2. Berdasarkan undang-undang 3. Ada pemungut pajaknya
4. Ada wajib pajaknya 5. Ada obyek pajaknya
Syarat pemungutan pajak:
Pemungutan pajak harus adil (Syarat Keadilan)
Pemungutan pajak harus berdasarkan undang-undang (Syarat Yuridis)
Tidak mengganggu perekonomian (Syarat Ekonomis)
Pemungutan pajak harus efisien (Syarat Finansial)
Sistem pemungutan pajak harus sederhana (Syarat Sederhana)
Fungsi pajak:
Fungsi budgetair (anggaran)
Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya.
Fungsi regulair (mengatur)
Pajak sebagai alat untuk mengatur atau
melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. Misalnya, pajak yang tinggi
dikenakan terhadap minuman keras untuk
mengurangi konsumsi minuman keras. Misalnya lagi, tarif pajak untuk ekspor sebesar 0%, untuk mendorong ekspor produk Indonesia di pasaran dunia.
Menurut Adam Smith, agar pemungutan pajak dinilai adil harus dipenuhi empat syarat:
• Equality: dalam keadaan yang sama, wajib pajak harus dikenakan pajak yang sama pula. Contoh: PPh dikenakan
terhadap PKP yang sudah diperhitungkan PTKP. PTKP ini tidak sama bagi setiap wajib pajak.
• Certainty: peraturan yang dibuat harus jelas, tegas dan tidak mengandung arti ganda agar tidak memberi peluang untuk ditafsir lain.
• Convenience of payment: pajak hendaknya dipungut pada saat yang paling baik bagi para wajib pajak, misalnya saat menerima gaji setiap bulan.
• Efficiency: biaya pemungutan harus lebih rendah dibanding dengan pemasukan pajaknya.
Teori untuk pembenaran pemungutan pajak: 1. Teori Asuransi
2. Teori Kepentingan 3. Teori Daya Pikul 4. Teori Bakti
5. Teori Asas Daya Beli
Teori Asuransi
Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan hak-hak rakyatnya. Oleh karena itu rakyat harus
membayar pajak yang diibaratkan sebagai suatu premi asuransi karena memperoleh jaminan perlindungan tersebut.
Teori Kepentingan
Pembagian beban pajak kepada rakyat didasarkan pada
kepentingan (misalnya perlindungan) masing-masing orang. Semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara, makin tinggi pajak yang harus dibayar.
Teori Daya Pikul
Beban pajak untuk semua orang harus sana beratnya, artinya pajak harus dibayar sesuai dengan daya pikul masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2
pendekatan, yaitu:
– Unsur obyektif, dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
– Unsur subyektif, dengan memperhatikan besarnya kebutuhan material yang harus dipenuhi.
Tuan A Tuan B Penghasilan/bulan Rp2 juta Rp2 juta Status menikah 3 anak bujangan
Secara obyektif PPh untuk tuan A sama besar dengan tuan B, karena mempunyai penghasilan yang sama besarnya.
Secara subyektif PPh untuk tuan A lebih kecil dari pada tuan B, karena kebutuhan material yang harus dipenuhi tuan A lebih besar.
Teori Bakti (kewajiban pajak mutlak)
Sebagai warga negara yang berbakti, rakyat harus selalu menyadari bahwa pembayaran pajak adalah sebagai suatu kewajiban.
Teori Asas Daya Beli
Memungut pajak berarti menarik daya beli dari rumah
tangga masyarakat untuk rumah tangga negara. Selanjutnya negara akan menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk pemeliharaan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian kepentingan seluruh masyarakat lebih
diutamakan.
Pengelompokan pajak MENURUT GOLONGAN:
Pajak langsung (contoh PPh)
Secara ekonomis, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat
dibebankan atau dilimpahkan kepada pihak lain. Secara yuridis, pemungutannya periodik
Pajak tidak langsung (contoh PPN)
Secara ekonomis, yaitu pajak yang pembayarannya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang atau pihak lain. Secara yuridis, pemungutannya secara insidental
Pengelompokan pajak MENURUT SIFAT:
Pajak subyektif
Pajak yang berpangkal atau berdasarkan
subyeknya, dalam arti memperhatikan keadaan diri wajib pajak (contoh PPh).
Pajak obyektif
Pajak yang berpangkal pada obyeknya, tanpa
memperhatikan keadaan diri wajib pajak (contoh PPN dan PPnBM).
Pengelompokan pajak MENURUT LEMBAGA PEMUNGUT:
Pajak Pusat
Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara (contoh PPh, PPN, PPnBM, Bea Meterai).
Pajak Daerah
Pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Pajak daerah terdiri atas pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota (contoh Pajak Hotel dan Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, dan Pajak Penerangan Jalan).
Hukum pajak adalah suatu kumpulan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara pemerintah sebagai pemungut pajak dan rakyat sebagai pembayar pajak (Rochmat Soemitro).
Kedudukan hukum pajak:
1. Hukum Perdata (mengatur hubungan antara satu individu dengan individu lainnya)
2. Hukum Publik (mengatur hubungan antara pemerintah
dengan rakyatnya: Hukum Tata Negara, Humum Tata Usaha Negara atau Hukum Administrasi Negara, Humum Pidana, Hukum Pajak)
Hukum pajak menganut paham imperatif, yakni pelaksanaannya tidak dapat ditunda, berbeda dengan hukum pidana yang
menganut paham oportunitas, yakni pelaksanaanya dapat ditunda setelah ada keputusan lain.
Hukum pajak material
Memuat norma-norma yang menerangkan
keadaan, perbuatan, peristiwa hukum yang dikenai pajak (obyek pajak), siapa yang dikenai pajak
(subyek pajak), berapa besar pajak yang dikenakan (tarif), segala sesuatu tentang timbul dan hapusnya utang pajak, dan hubungan hukum antara
pemerintah dengan wajib pajak. Contoh UU PPh.
Hukum pajak formal
Memuat bentuk atau tata cara untuk mewujudkan hukum pajak material menjadi kenyataan. Contoh Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.
Hukum yang melingkupi seluruh warga di dunia.
Hukum Pajak dari masing-masing negara yang harus ditaati oleh warga di negaranya masing-masing. Jika masing-masing negara telah memiliki hukum pajak, itulah hukum pajak internasional - traktat Pajak
Tujuan traktat pajak adalah untuk menghindari pemungutan pajak berganda (dilakukan secara unilateral, bilateral, atau multilateral).
Perlawanan terhadap pajak dapat berupa:
Perlawanan pasif
Perlawanan aktif
PERLAWANAN PASIF
Masyarakat enggan membayar pajak. Hal ini dapat disebabkan oleh:
– Perkembangan intelektual dan moral masyarakat. – Sistem perpajakan yang mungkin sulit dipahami
masyarakat.
– Sistem pengendalian tidak dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan baik.
PERLAWANAN AKTIF
Perlawanan aktif meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan kepada fiskus dengan tujuan untuk menghindari pajak
Bentuknya antara lain:
Tax avoidance, usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar undang-undang
(minimalisasi pajak secara legal).
Tax evasion, usaha meringankan beban pajak dengan cara melanggar undang-undang
(menggelapkan pajak atau manipulasi pajak).
Ada beberapa tarif pajak:
Tarif Tetap. Tarif pajak yang besarnya tidak berubah
walaupun jumlah yang dijadikan dasar perhitungan berubah. Contoh: bea meterai untuk cek dan bilyet giro Rp3.000.
Tarif Proporsional. Tarif pajak yang persentase
pemungutannya tetap. Contoh: tarif PPN sebesar 10%.
Tarif Progresif. Tarif yang persentase pajaknya meningkat. Contoh: tarif PPh atas badan
5% atas PKP sampai dengan Rp50.000.000
15% atas PKP di atas Rp50.000.000 s.d. Rp250.000.000 25% atas PKP di atas Rp250.000.000 s.d. Rp500.000.000 35% atas PKP di atas Rp500.000.000
Tarif Degresif. Tarif yang persentase pajaknya menurun. Tarif ini kebalikan dari tarif progresif. Contoh:
15% atas PKP sampai dengan Rp50.000.000
10% atas PKP di atas Rp50.000.000 s.d. Rp100.000.000 5% atas PKP di atas Rp100.000.000
Tarif Bentham. Sekilas kelihatannya sebagai tarif
proporsional dengan suatu persentase tetap. Contoh: tarif 5% dikenakan atas penghasilan yang melebihi batas
minimum Rp25.000.000
Penghasilan PKP Pajak
Rp100.000.000 Rp75.000.000 5% x Rp75.000.000 Rp150.000.000 Rp125.000.000 5% x Rp125.000.000
UU No. 28 tahun 2007: Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP).
UU No. 36 tahun 2008 : Pajak Penghasilan (PPh)
UU No. 42 tahun 2009: Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
UU No 12 tahun 1994: Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
UU No 20 tahun 2000 : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP)
UU No 13 tahun 1985: Bea Materai
UU No 28 tahun 2009: Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Inflasi adalah “kenaikan harga
barang atau jasa
–
dimana, daya beli
uang menurun” (kebalikannya:
deflasi
)
Perubahan harga mempengaruhi
jumlah barang dan jasa yang dapat
dibeli dari sejumlah uang yang sama
1. Pengertian Inflasi dan Deflasi
• Inflasi adalah Proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu lama atau
• Keadaan yang menyatakan nilai uang menurun
• Deflasi adalah Proses menurunnya harga-harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu lama atau
2. Jenis Inflasi
dalam Negeri Contoh: defisitnya anggaran, bencana Inflasi berasal
dari luar negeri
Kenaikan harga minyak dunia, Biaya produksi di luar negeri dan tarif impor tinggi
cakupan pengaruh
kenaikan harga
Inflasi
tertutup Kenaikan harga beberapa barang tertentu Inflasi
Terbuka Kenaikan harga secara keseluruhan Inflasi yang tak
terkendali
Inflasi yang sangat hebat dan terjadi kenaikan harga secara terus menerus
Parah tidaknya
Inflasi
Inflasi Ringan < 10% setahun Inflasi
Sedang 10%-30% setahun Inflasi Berat 30%-100% setahun Inflasi tidak
PENYEBAB INFLASI
• Permintaan yang lebih besar daripada supply (tarikan permintaan)
• Kenaikan bahan baku maupun biaya produksi (desakan biaya)
• Tekanan permintaan + dorongan ongkos (inflasi struktural)
• Peredaran uang kartal yang tak terkendali • Kekacauan politik dan ekonomi
4. Sebab Timbulnya Inflasi
1.Tarikan permintaan (Demand pull inflation)
•
Bertambahnya permintaan terhadap barang
dan jasa yang menyebabkan terjadinya
kenaikan Harga
Q= Quantity (Jumlah Barang) E = Equilibrium (keseimbangan
Lanjutan
2. Cost Push Inflation
•
disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya
produksi yaitu bahan baku dan upah atau gaji.
E1
E = Equilibrium
3. Teori-teori Infasi
a. Teori Kuantitas (Irving Fisher)
Inflasi diakibatkan oleh dua faktor, yaitu
1. jumlah uang yang beredar;
2. psikologi (harapan) masyarakat mengenai
kenaikan harga di masa mendatang.
b. Teori Keynes
Inflasi terjadi karena:
1. keinginan masyarakat untuk hidup di luar
batas kemampuan ekonominya;
Lanjutan teori Inflasi
c. Teori Strukturalis
Penyebab inflasi ialah:
1. kekakuan (ketidakelastisan)
penerimaan ekspor;
5. Cara Mengatasi Inflasi
Kebijakan Bank Sentral untuk
Menaikan atau menurunkan suku Bunga
Politik Pasar Terbuka (open market policy)
Kebijakan untuk membeli atau
Menjual surat berharga
Pengawasan kredit
secara selektif. Seleksi pemberiankredit secara ketat Politik Persediaan Kas (cash
ratio policy)
Politik Menaikkan atau menurunkan cadangan kas dari Bank
Kebijakan
1. Peningkatan produksi.
2. Kebijakan upah.
3. Pengawasan harga.
Keterangan:
Yang dibold dan dimiringkan adalah cara yang dipilih
6. a. Dampak Inflasi
1. Bagi pemilik pendapatan tetap dan tidak tetap
Pemilik pendapatan tetap dirugikan
Pemilik pendapatan tidak tetap bisa diuntungkan
2. Bagi para penabung Penabung dirugikan karena nilai uang semakin menurun
3. Bagi debitur(Peminjam uang) dan kreditur(pemberi
pinjaman)
Bagi debitur, inflasi
menguntungkan karena saat pembayaran utang, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam.
Lanjutan
4. Bagi produsen
Bagi pengusaha besar, inflasi dapatmenguntungkan Jika pendapatan yang
diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.
Bagi pengusaha kecil, naiknya biaya produksi dapat merugikan sehingga enggan untuk meneruskan
produksinya
5. Bagi perekonomian
nasional
1. Investasi berkurang.
2. Mendorong tingkat bunga.
3. Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif.
4. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang
Untuk mengukur perubahan level harga
historis dari komoditi tertentu perlu dihitung
price index
Price index
adalah suatu perbandingan antara
harga dari beberapa komoditi atau jasa pada
beberapa titik waktu dengan harga pada
beberapa titik waktu sebelumnya (
base year
)
Contoh
Base year, 1967 (price index
1967=100)
Commodity price
1967= $1.46 per pound
Commodity price
1993= $5.74 per pound
Nilai index menunjukkan bahwa harga pada
1993 adalah 3,932 lebih besar daripada harga
pada 1967
PRICE INDEX
price index
1993=
$5.74 per pound
Seorang menginvestasikan uang $100 pada
saat ini dengan perkiraan pendapatan tahunan
sebesar 15%. Akhir tahun kelima jumlah uang
tersebut menjadi :
Saat ini harga sebuah ban mobil $100, dan
mengalami kenaikan sebesar 10% per tahun.
Pada akhir tahun kelima ban yang sama akan
berharga :
PRICE INDEX
$100 ( 2.011 ) = $201.10F/P, 15, 5
Orang tersebut akan tertipu jika mengabaikan
perubahan harga. Uang pada akhir tahun kelima
setelah investasi tidak dapat untuk membeli 2 ban
tetapi hanya 1.25 ban.
PRICE INDEX
Ketika mempertimbangkan
time value
of money
, maka harus juga
Pengertian Indeks Harga
Jenis-jenis Indeks Harga
1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen
2. Indeks harga produsen (IHP) adalah perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh
produsen pada waktu tertentu,
Ciri-ciri Indeks Harga
1. Indeks harga sebagai standar
perbandingan harga dari waktu ke waktu. 2. Penetapan indeks harga didasarkan pada
data yang relevan.
3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi.
4. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil.
Metode penghitungan Indeks Harga
1. Metode penghitungan indeks harga tidak tertimbang
Rumus indeks harga tidak tertimbang sederhana: Pn X 100%
Po Keterangan:
Contoh soal Indeks Harga Tidak
Tertimbang
Jenis Barang Harga tahun 2009 (Po) Harga tahun 2010 (Pn)
Tas Rp150.000 Rp200.000
Sepatu Rp200.000 Rp250.000
Pakaian Rp100.000 Rp150.000
Po = Rp450.000 Pn = Rp600.000
Indeks harga tidak tertimbang
= Pn X 100% Po
Lanjutan
2. Metode penghitungan indeks harga
tertimbang
a. Metode Laspeyres
•
adalah metode penghitungan angka indeks
yang ditimbang dengan menggunakan faktor
penimbang kuantitas/jumlah barang pada
tahun dasar
(Qo)
Lanjutan Metode penghitungan indeks harga tertimbang
b. Metode Paasche atau GNP Deflator
• adalah metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada
tahun tertentu (Qn)
Contoh soal Indeks Harga
Tertimbang
•
Indeks Harga Laspeyres
Jenis Barang
Harga (ribuan rupiah)
Kuantitas th 2010 = Qo Po.Qo Pn.Qn
2010 (Po) 2011(Pn)
A 2 3 5 10 15
B 3 6 10 30 60
C 4 6 20 80 120
D 3 3 3 9 9
E 1 2 4 4 8
Jumlah 133 212
Indeks harga Laspeyres = Pn.QoX 100%
Contoh Soal Indeks Harga
Paasche/GNP Deflator
Jenis Barang Harga (ribuan Rp) Kuantitas Tahun 2011 =
Jumlah 150 235
Indeks harga Paasche = Pn.QnX 100%
Po.Qn
1. Hitung Indeks harga tidak tertimbang
a.
b.
Jenis Barang Harga tahun 2010 Harga tahun 2011
A 2.000 3.000
B 3.000 4.000
C 4.000 6.000
D 5.000 7.500
Po =…………. Pn = …………..
Jenis Barang Harga tahun 2010 Harga tahun 2011
P 3.000 4.500
Q 4.000 6.000
R 5.000 8.000
S 6.000 10.000
12. Hitung Indeks Harga Tertimbang(Laspeyres)!
Jenis Barang
Harga (ribuan Rp) Kuantitas th 2010 (Qo)
12. 1 Hitung Indeks Harga Paasche/GNP deflator!
12.2 Hitung Indeks Harga Paasche/GNP Deflator!
Jenis Barang
Harga (ribuan Rp) Kuantitas th 2011 (Qo)
Indeks Harga Konsumen di Indonesia
• Mulai Juni 2008, IHK disajikan dengan menggunakan tahun dasar 2007=100 dan mencakup 66 kota yang terdiri dari 33 ibukota
propinsi dan 33 kota-kota besar di seluruh Indonesia. IHK
• Mencakup antara 284 - 441 barang dan jasa yang dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok pengeluaran yaitu:
1. bahan makanan;
2. makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; 3. perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; 4. sandang;
5. kesehatan;
6. pendidikan, rekreasi dan olah raga; dan
7. transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.
• Indeks Harga Konsumen Indonesia dihitung dengan
Menghitung tingkat inflasi
dimana
CPI
tadalah
index of consumer prices
pada akhir tahun
t
Contoh:
TINGKAT INFLASI
Annual inflation rate for year t+1 = CPIt+1 CPIt
CPIt
CPI1980 CPI1979
CPI1979 =
246.8 217.4
217.4
= 0.135 atau 13.5% per tahun
TINGKAT INFLASI
Perkiraan tingkat inflasi didasarkan atas:
Kecenderungan rate sebelumnya
Prediksi kondisi ekonomi
Judgment
Elemen-elemen peramalan ekonomi
TINGKAT INFLASI
Ekspektasi tingkat inflasi dapat dilakukan
dengan 2 cara :
1. Individual annual inflation rate
Tingkat inflasi dihitung pada tiap-tiap
tahun
TINGKAT INFLASI
2. Average annual inflation rate
Tingkat inflasi tahunan rata-rata
(gabungan)
Digunakan untuk investasi dengan
proyeksi umur yang panjang
Tingkat inflasi ini ditentukan dengan
persamaan:
dimana
f
adalah
average annual inflation
n t n
t
f
CPI
TINGKAT INFLASI
Contoh
future inflation rate
sulit diprediksikan secara
akurat
TINGKAT INFLASI
Keputusan apakah menggunakan individual
annual inflation rate
atau
average annual rate
tergantung pada judgment yang biasanya
mempertimbangkan antara lain:
Situasi
Sensitivitas terhadap perubahan tingkat inflasi
Tingkat akurasi yang diinginkan
Informasi yang tersedia untuk meramalkan
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
2 keunggulan tiap negara
•
Absolut :
kemampuan memproduksi barang / jasayang tidak dapat diproduksi negara lain karena faktor alam.( Adam smith )
•
Komparatif
: dapat produksi barang dan jasaFaktor penyebab timbulnya
perdagangan Internasional
Faktor–faktor perdagangan antar negara
Sumber daya alam
Sumber daya
manusia Sosial budaya IPTEK EKONOMI
Mamfaat perdagangan Internasional
1. Memenuhi kebutuhan dalam negri
2. Menciptakan spesialisasi produk
3.
Meningkatkan produksi → memperluas
pemasaran → memenuhi permintaan
Mamfaat perdagangan Internasional
5. Mendorong kemajuan iptek → menghasilkan
barang kualitas bagus .
6.Mendorong pertumbuhan ekonomi
→pemerataan pendapatan , menyerap
tenaga kerja , stabilitas ekonomi .
Hambatan perdagangan
Internasional
1. Harga import lebih murah
→
produk
dalam negri tidak laku ( lebih mahal )
2. Adanya
politik
dumping
(kebijakan
menjual produk di luar negri lebih murah)
3. Biaya produksi dinegara asal relatif lebih
Hambatan perdagangan
Internasional
4. Bea masuk yang tinggi.
5. Kuota export dan impor
Macam
–
macam
perdagangan internasional
Komoditas export indonesia ke berbagai negara : ke negara Jepang , Amerika ,Eropa, Asean , australia .
( hasil tambang , hasil hutan, hasil tanaman budidaya ,hasil perikanan laut , hasil peternakan , garment , pesawat terbang )
Komoditas import indonesia : dari negara Jepang , Amerika ,Eropa, Asean , australia .
Barang konsumsi : sandang , pangan ,barang mewah
Bahan baku : bahan kertas koran , kapas dll
Kebijakan pemerintah dalam
ekspor
Menyederhanakan prosedur.
Mengadakan perjanjian dagang dengan negara lain .
Promosi produk indonesia di negara lain.
Menurunkan pajak ekspor
Memberikan subsidi kepada eksportir
Kebijakan pemerintah dalam
import
Menaikan pajak import
Melarang impor barang tertentu (embargo )
Memberikan kuota
Neraca perdagangan
Tahun ekspor Impor Saldo
Surplus atau depisit
1996 - 1997 53.000 42.000 + 11.000 1997 – 1998 45.000 48.000 - 3.000 1998 – 1999 49.000 49.000 -1999 – 2000 55.000 45.000 + 10.000 2000 – 2001 60.000 50.000 + 10.000
Dibagi 3 Neraca perdagangan : aktif , pasif , seimbang. Neraca perdagangan indonesia
NERACA PEMBAYARAN
Mencatat devisa keluar masuk dalam suatu negara dalam I tahun. Dengan alasan :
1. Sebagai pembukuan mengenai anggararan alat pembayaran luar negri ( Devisa )
2. Dapat melihat pengaruh adanya transaksi luar negri terhadap pendapatan nasional negara tsb .
Alat alat pembayaran luar
negri
Wesel asing: surat perintah kepada Bank untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang ditunjuk.
Pihak – pihak yang berperan dalam penyelesaian pembayaran
L/C
1. Opener ( importir ) yang membuka L/C
2. Opening Bank /issuer , bank yang mengeluarkan atau memberikan persetujuan L/C
3. Beneficiary / akreeditee ( eksportir yang menyetujui pembayaran dengan cara L/C)
4. Advising bank / convening bank,(bank yang berada dinegara
eksportir yang mau menjamin pembayaran L/C yang
General Agreement on Trade and Tariff (GATT) dan Word Trade
Organization (WTO)
Merupakan organisasi internasional mengenai
persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan yang didirikan berdasarkan Havana Charter pada tahun 1948.
Tujuan dari organisasi ini adalah meningkatkan arus
Organisation of Petrol Exporting Countries
(OPEC)
Organisasi ini didirikan pada tahun 1960 oleh
negara-negara pengekspor minyak untuk mengatur pemasaran minyak bumi dengan cara menetapkan harga yang seragam.
Anggota OPEC antara lain Iirak, Iran, Uni Emirat Arab,
Qatar, Libia, Nigeria, Venezuela, dan Indonesia.
Saat ini pengendalian harga ditempuh dengan cara
International Tin Council (ITC)
Merupakan organisasi yang terdiri dari para produsen
dan konsumen timah.
Produsen timah di ataranya adalah Malaysia, Indonesia,
Australia, Bolivia, Zaire, dan Nigeria. Sedangkan negara-negara konsumen terdiri dari 22 negara-negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan lain-lain.
International Bank for Recontruction and Development (IBRD).
IBRD atau Bank Dunia, yaitu lembaga ini didirikan pada tanggal 27 Desember 1945 dan berkedudukan di Washington, USA.
Indonesia menjadi anggota IBRD tahun 1954.
United Nations Development Program
(UNDP)
International Monetary Fund
(IMF)
IMF atau Dana Moneter Internasional didirikan tanggal 27 September 1945.
United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD)
United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).
UNIDO atau Organisasi Pembangunan Internasional PBB didirikan pada tanggal 24 Juli 1967 dan berkedudukan di Wina, Austria.
International Development
Association (IDA)
Food and Agriculture
Organization (FAO)
• Merupakan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB yang didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma, Italia. Organisasi
International Labor Organization
(ILO).
Merupakan Organisasi Perburuhan Internasional PBB yang didirikan pada tanggal 11 April 1949 dan berkedudukan di Jenewa, Swis.
International Finance
Coorperation (IFC).
IFC atau Kerja sama Keuangan Internasional didirikan di Washington tanggal 24 Juli 1956.
DAMPAK KERJA SAMA EKONOMI REGIONAL DAN INTERNASIONAL
1. Kerjasama untuk memperlancar perdagangan regional dan internasional
2. Bentuk kerja sama pengaturan perdagangan komoditi.
Permintaan
(
demand
)
adalah
berbagai jumlah barang dan
jasa
yang
diminta
pada
berbagai tingkat harga pada
waktu dan tempat tertentu
HUKUM PERMINTAAN
Semakin rendah tingkat harga suatu
barang akan semakin banyak barang
tersebut yang diminta, dan sebaliknya.
Semakin tinggi tingkat harga suatu
barang, akan semakin sedikit
permintaan barang tersebut (
cateris
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PERMINTAAN
SUATU BARANG
a. Harga barang (Px)
b. Harga barang yang berhubungan (Py) - Barang substitusi
- Barang komplementer c. Pendapatan konsumen (Y) d. Selera (taste = t)
Fungsi Permintaan Qd
DAFTAR PERMINTAAN BARANG
Harga (Rupiah)
Permintaan (Unit)
60
1000
50
2000
40
3000
30
4000
Penawaran (
supply
) adalah
jumlah barang dan jasa
yang dijual pada berbagai
tingkat harga pada waktu
dan tempat tertentu
HUKUM PENAWARAN
Menyatakan semakin tinggi
tingkat harga suatu barang
akan semakin banyak jumlah
barang yang ditawarkan ,
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PENAWARAN
a. Harga barang yang bersangkutan (Px)
b. Harga barang lain (Py)
- barang substitusi
- barang komplementer
c. Kemajuan teknologi (Tek)
Fungsi Permintaan Qs
DAFTAR PERMINTAAN BARANG
Harga (Rupiah)
Permintaan (Unit)
60
1000
50
2000
40
3000
30
4000
HARGA KESEIMBANGAN
PEMBENTUKAN HARGA PASAR
Pasar menurut ilmu ekonoi adalah
tempat bertemunya antara
KESEIMBANGAN PASAR
PROSES TERBENTUKNYA HARGA
PASAR
Harga pasar terjadi
karena interaksi antara
kekuatan permintaan
Daftar jumlah barang yang diminta dan
60
1000
5000
50
2000
4000
40
3000
3000
30
4000
2000
10
Teori Nilai Guna
•
Pengertian Utility
1.
Total utility
2. Marginal utility by units
3. Marginal utility by total
•
Teori Nilai Guna Kardinal berserta aspeknya
Utility
(kepuasan)
• Dalam pengertian IE, Utility adalah kepuasan (satisfaction)
• Ukuran kepuasan bisa menggunakan standar kardinal (numerik) maupun ordinal (peringkat)
• Utility tidak berlaku untuk produk yang bersifat “super additivisme (yaitu suatu produk yang semakin banyak
dikonsumsi justru memberikan “nilai tambah” atas kepuasan
misal alkohol berkadar tinggi, napsa, narkoba dan sejenisnya.
Total
dan
Marginal Utility
•
Total Utility
(TU) adalah keseluruhan kepuasan
yang “dirasakan”(didapat) oleh konsumen
untuk semua konsumsinya
•
Marginal Utility by unit
(MUbu) adalah
tambahan kepuasan konsumen setiap ia
menambah 1 unit input kepuasan
•
Marginal utility by total
(MUbt) adalah
Utility
dalam kurva
Pada periode 1-4 Penambahan
kuantitas
kon-sumsi menambah nilai kepuasan
hingga periode 5
TU =0. (di Um) Bila diteruskan Maka kepuasan nya menjadi negatif/
tidak berguna
Teorema Kepuasan konsumsi
•
The law of diminishing marginal utility
: bila
jumlah konsumsi barang semakin bertambah
maka kepuasan marginalnya akan semakin
menurun (Leon Walras & Stanley Jevons)
•
Teorema kepuasan yang menurun ini mirip
dengan hukum Gossen I (tapi tidak berlaku
untuk konsumsi “madat”)
•
Menurut Gossen, supaya tidak terjadi
Nilai Guna Kardinal (TNGK)
• Pada dasarnya inti dari teori kepuasan konsumsi untuk 1 macam barang adalah NGK.
• NGK bersifat subjektif dan dapat berbanding lurus
dengan tingkat harga atau berbanding terbalik dengan tingkat harga
• Yang pasti harga yang dibayarkan oleh konsumen sama besarnya dengan tambahan kepuasan
Asumsi NGK
•
Daya guna diukur dalam satuan uang
•
Daya guna marginal dari uang tetap
•
Additivitas, nilai guna total adalah
keseluruhan konsumsi
•
Daya guna bersifat
independent
•
Periode konsumsi berdekatan dan dalam
Optimalisasi NGK
•
Jelas bahwa nilai kepuasan optimum untuk
konsumsi 1 macam barang hanya tercapai bila
tambahan kepuasan setiap menambah 1 unit
input sama dengan harga yang dibayarkannya,
atau :
MUx = Px
untuk barang x, untuk barang
y
MUy=Py.
•
Karena kepuasannya tidak didasarkan pada
NGK dan Hukum Permintaan
Bila misalkan R = PQ, maka besarnya kepuasan konsumen Adalah bila U = R, dengan demikian U = PQ, dengan begitu MU = U/ Q = P MR = R/ Q = P = U/QAU.
jadi dalam kasus ini :MR = MU = P, artinya besarnya
tambahan kepuasan sama dengan besarnya tambahan pendapatan = rata-rata kepuasan dan itu sama dengan tingkat harga yang berlaku. Pada gambar ini :
U1 = R1 = p1.q1, U2 = R2 = p2.q2, U3 = R3 = p3.q3, U4 = R4 = p4.q4
dan U5 = R5 = p5.q5
Nilai Guna Ordinal(NGO)
• Nilai kepuasan yang disusun berdasarkan peringkat • Kepuasan didapat dari nilai optimum anggaran sesuai
dengan tingkat kepuasan
• Komoditi konsumsi sebagai penunjang kepuasan terdiri atas 2 macam yang saling dikombinasikan
• Kepuasan konsumen dipetakan oleh kurva Indifferent. • Kepuasan yang paling optimum dari continuum
kepuasan adalah kombinasi konsumsi yang
bersinggungan dengan salah satu titik anggaran
Asumsi TNGO
• Asas rasionalitas (konsumen memberdayakan anggarannya untuk mengoptimalkan kepuasan) • Konveksitas yaitu bentuk kurva indifferent harus
bersifat kontinyu (asas kontinuum), di mana kurvanya tidak terputus-putus
• Nilai guna/kepuasan tergantung dari jumlah barang yang dikonsumsi
Optimalisasi NGO
• Nilai kepuasan berdasarkan kombinasi 2 macam barang
• Kepuasan tertinggi bila terpenuhi syarat : MUx/Px = MUy/Py = 1
• Kombinasi konsumsi dari macam-macam anggaran dapat menghasilkan kepuasan yang sama. Semakin besar anggaran tentu saja akan semakin tinggi
kepuasan yang bisa diperoleh
• Kurva indifferent yang paling baik dalam pengukuran optimalisasi kepuasan adalah yang berslope negatif, karena lebih efisien.