PENGARUH PENDAPATAN USAHA DAN BEBAN OPERASIONAL
TERHADAP LABA BERSIH PADA
KOPINKRA KARYA PUSAKA SUKABUMI
Zulfi Anuggrah1
Tri Endar Susianto, SEI., M.Ak.2
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PASIM SUKABUMI
[email protected] [email protected]
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih secara parsial atau simultan pada Kopinkra Karya Pusaka tahun 2013-2016 dalam bentuk laporan keuangan per triwulan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan per triwulan tahun 2013-2016, teknik penarikan sampel yang digunakan
nonprobability sampling dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pendapatan usaha berpengaruh signifikan terhadap laba bersih, nilai thitung untuk variabel pendapatan usaha sebesar 2,821
dengan nilai signifikansi sebesar 0,014 karena thitung > ttabel (2,821 > 2,1607), maka pada
tingkat kekeliruan 5% Ho1 ditolak sehingga Ha1 diterima. Pengujian hipotesis beban
operasional nilai thitung untuk variabel beban operasional sebesar -0,789 dengan nilai
signifikansi sebesar 0,444 karena thitung <ttabel (0,789 < 2,16037), maka pada tingkat kekeliruan
5% Ho2 diterima sedangkan Ha2 ditolak. Artinya beban operasional tidak berpengaruh
terhadap laba bersih. Secara simultan pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih berpengaruh signifikan dengan diperoleh nilai Fhitung sebesar 4,020 dengan nilai
signifikansi sebesar 0,044 karena Fhitung >Ftabel (4,020 > 3,81), maka pada tingkat kekeliruan
5% Ho3 ditolak sehingga Ha3 diterima. Dapat dilihat nilai KD sebesar 38,2% ini berarti
bahwa pendapatan usaha dan beban operasional memberikan pengaruh sebesar 38,2% terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka. Sedangkan sisanya 61,8% dipengaruhi oleh variabel lain.
Abstract
The purpose of this study is to determine the effect of operating revenue and operating expenses to net income partially or simultaneously on Kopinkra Karya Pusaka year 2013-2016 in the form of quarterly financial reports.
The method used in this research is descriptive and associative. The population used in this study is the financial statements for the quarter of 2013-2016, sampling techniques used nonprobability sampling and data collection techniques used are field research and library research.
The result of hypothesis test shows that operating revenue has significant effect to net income, thitung value for operating revenue variable equal to 2,821 with significance value
equal to 0,014 for thitung> ttabel (2,821> 2,1607), then at 5% error rate Ho1 is rejected so Ha1
is accepted. Testing the hypothesis of operating expense of thitung for operating expense
variable equal to -0,789 with significance value equal to 0,444 for thitung < ttabel (0,789 <
2,16037), then at error level 5% Ho2 a ccepted while Ha2 rejected. This means that the
operating expenses do not affect the net income. Simultaneously, operating revenue and operating expense to net income have significant effect with Fhitung value of 4,020 with
significance value equal to 0,044 because Fhitung > Ftabel (4,020 > 3,81), then at 5% error rate
Ho3 is rejected so that Ha3 is accepted. It can be seen that the value coefficient of
determination of 38.2% means that operating revenues and operating expenses a mount for 38.2% of net income on Kopinkra Karya Pusaka. While the remaining 61.8% influenced by other variables.
Keywords : Operating Revenue, Operating Expense, Net Income
1. PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Tujuan utama suatu perusahaan adalah mencapai laba bersih yang maksimal. Penilaian kinerja keuangan dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan perusahaan dengan membandingkan hasil laba dari tahun-tahun sebelum dan sesudahnya. Dengan demikian perusahaan harus sedini mungkin mengetahui kesulitan keuangan, maka pihak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah bagaimana untuk memperbaiki kinerja perusahaan agar dapat meningkatkan laba dimasa yang akan datang. Untuk menghasilkan laba atau pendapatan perusahaan harus rela mengeluarkan biaya yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan
tersebut. Pendapatan dan beban tidak bisa dilepaskan, dimana pendapatan adalah hasil dari kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan sedangkan beban adalah biaya yang dikeuarkan untuk memperoleh pendapatan yang diharapkan oleh perusahaan.
Perusahaan harus memperhatikan pendapatan yang diterima dan pengeluaran selama kegiatan operasional berlangsung agar Kopinkra Karya Pusaka dapat menghasilkan laba yang diinginka demi keberlangsungan usahanya.
dengan sumber daya keluar (beban dan kerugian) selama periode waktu tertentu.
Pendapatan menurut Hery (2012:195), yaitu arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) dari pengiriman barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan.
Beban operasional, Pengertian beban operasional dikemukakan oleh Hery (2012:204), beban opersional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu beban penjualan dan beban umum dan administrasi. Beban penjualan adalah beban-beban yang terkait langsung dengan segala aktivitas toko atau aktivitas yang mendukung operasional penjualan barang dagangan, contohnya adalah beban gaji/upah karyawan toko (bagian penjualan), komisi penjualan, beban pengiriman barang, beban iklan, beban perlengkapan/keperluan toko, dan beban penyusutan peralatan toko. Sedangkan beban umum dan administrasi dikeluarkan dalam rangka mendukung aktivitas/urusan kartor (administrasi) dan opersi umum, contohnya adalah beban gaji/upah karyawan kantor, beban perlengkapan kantor, beban utilitas, dan beban punyusutan peralatan kantor.
Laba bersih. Menurut Hery (2012:195), yaitu laba bersih berasal dari transaksi pendapan, beban, keuntungan dan kerugian. Transaksi-transaksi ini diikhtisarkan dalam laporan laba rugi. Laba dihasilkan dari selisih antara sumber daya masuk (pendapatan dan keuntungan) dengan sumber daya keluar (beban dan kerugian) selama periode waktu tertentu.
Pendapatan usaha dan beban operasional berpengaruh terhadap laba bersih Meiza Efilia (2014), berpendapat
bahwa Pendapatan usaha memiliki hubungan yang erat dengan biaya operasional, Perusahaan perlu memperhatikan pendapatan yang diterima dan pengeluaran yang dilakukan selama kegiatan operasi berlangsung agar perusahaan dapat menghasilkan laba yang diinginkan demi keberlangsungan usahanya.
Berdasarkan uraian yang telas dikemukakan, dengan adanya masalah dan teori yang mendukung maka penulis merasa tertarik untuk membuat penelitian ini dengan judul : “Pengaruh Pendapatan
Usaha dan Beban Operasioanal
Terahadap Laba Bersih pada Kopinkra
Karya Pusaka”.
1.2Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dalam penyusunan proposal skripsi ini, maka penulis dapat dirumuskan permasalahan yang diteliti sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh pendapatan usaha terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka
2. Bagaimana pengaruh beban operasional terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka
3. Bagaimana pengaruh pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penelitian dimaksudkan untuk mengungkap seberapa besar pengaruh pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka. Dengan maksud tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
laba bersih pada Kopinkra karya pusaka
2. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh beban operasional terhadap laba bersih pada Kopinkra karya pusaka tahun
3. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih pada Kopinkra karya pusaka
2. TELAAH TEORI DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1Pendapatan Usaha
Pendapatan menurut Hery (2012:195), yaitu Arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) dari pengiriman barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan. Menurut Islahuzzaman (2012:314-315), pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan lain atas harta dari suatu kesatuan atau penyelesaian kewajibannya selama suatu periode dari penyerahan atau produksi baran, pemberia jasa atau aktivitas lain yang merupakan operasi pokok atau utama yang berkelanjutan dari kesatuan tersebut.
Menurut Hery (2012:202), yaitu Penjualan merupakan total jumlah yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dagangan yang dijual perusahaan, baik meliputi penjualan tunai maupun secara kredit. Total ini seharusnya tidak termasuk pajak penjualan yang dimana perusahaan (penjual) diharuskan memungutnya dari pelanggan (pembeli) atas nama Negara. Pajak penjualan ini akan diakui sebagai kewajiban lancar (yaitu utang pajak penjualan) dalam pembukuan perusahaan (penjual) dan akan segera dibayarkan atau diteruskan ke kas Negara. Penjualan
dikurangi dengan retur dan penyesuaian harga jual dan potongan penjualan akan diperoleh penjualan bersih (net sales).
2.2Beban Operasional
Beban menurut Hery (2012:196), adalah arus keluar aktiva atau penggunaan lainnya atas aktiva atau terjadinya (munculnya) kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) yang disebabkan oleh pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan.
Pengertian beban operasional dikemukakan oleh Hery (2012:204), beban opersional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu beban penjualan dan beban umum dan administrasi. Beban penjualan adalah beban-beban yang terkait langsung dengan segala aktivitas toko atau aktivitas yang mendukung operasional penjualan barang dagangan, contohnya adalah beban gaji/upah karyawan toko (bagian penjualan), komisi penjualan, beban pengiriman barang, beban iklan, beban perlengkapan/keperluan toko, dan beban penyusutan peralatan toko. Sedangkan beban umum dan administrasi dikeluarkan dalam rangka mendukung aktivitas/urusan kartor (administrasi) dan operasi umum, contohnya adalah beban gaji/upah karyawan kantor, beban perlengkapan kantor, beban utilitas, dan beban punyusutan peralatan kantor.
2.3Laba Bersih
Laba menurut Islahuzzaman (2012:238), yaitu selisih total pendapatan (revenue) dikuranhi biaya-biaya (expenses) dari kegiatan usaha perusahaan yang diperoleh selama periode tertentu. Sering disebut earning, penghasilan, keuntungan (profits).
Sedangkan menurut Paton dan Littleton dalam Suwarjono (2013:464) menyatakan laba adalah kenaikan asset dalam satu perioda akibat kegiatan produktif yang dapat dibagi atau didistribusikepada kreditor, pemerintah, pemegang saham (dalam bentuk bunga, pajak, dan deviden) tanpa mempengaruhi keutuhan ekuitas pemegang saham semula. Menurut Hery (2012:195), yaitu laba bersih berasal dari transaksi pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Transaksi-transaksi ini diikhtisarkan dalam laporan laba rugi. Laba dihasilkan dari selisih antara sumber daya masuk (pendapatan dan keuntungan) dengan sumber daya keluar (beban dan kerugian) selama periode waktu tertentu.
2.4Pengaruh Pendapatan Usaha
Terhadap Laba Bersih
Menurut Meiza Efilia (2014), yaitu Jika pendapatan usaha yang didapat perusahaan mengalami kenaikan, otomatis laba bersih perusahaan tersebut akan mengalami peningkatan. Dari kondisi tersebut diharapkan manajemen tetap mempertahankan kinerjanya dengan baik agar pendapatan yang didapat terus meningkat.
2.5Pengaruh Beban Opersional
Terhadap Laba Bersih
Beban (expense) merupakan arus kas atau penggunaan lain dari aktiva atau timbulnya kewajiban (atau kombinasi
keduanya) dari penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang merupakan usaha utama yang sedang dilakukan entitas tersebut (Stice, dkk, 2004:230). Kuswadi dalam Efilia (2014), dalam perhitungan laba rugi, besarnya biaya ini akan mengurangi laba atau menambah rugi perusahaan. Menurut Juki dalam Efilia (2014), tingginya biaya operasi akan membuat peningkatan laba turun, begitu juga jika nilai biaya operasi rendah peningkatan laba akan naik.
2.6Pengaruh Pendapatan Usaha dan Beban Operasional Terhadap Laba Bersih
Menurut Meiza Efilia (2014) pendapatan usaha memiliki hubungan yang erat dengan biaya operasional, Perusahaan perlu memperhatikan pendapatan yang diterima dan pengeluaran yang dilakukan selama kegiatan operasi berlangsung agar perusahaan dapat menghasilkan laba yang diinginkan demi keberlangsungan usahanya.”
2.7Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Dalam penelitian ini dapat di ajukan hipotesis penelitian sebagai berikut : H1 : Terdapat pengaruh pendapatan
usaha terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka
H2 : Terdapat pengaruh beban
operasional terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka H3 : Terdapat pengaruh pendapatan
3. METODE PENELITIAN 3.1Rancangan Penelitian
Metode yang di gunakan adalah metode asosiatif, yaitu suatu pertanyaan penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2013:55). Dan desain riset yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset kausal yaitu riset yang dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara variabel (Sarwono dan Suhayati, 2014:23).
3.2Populasi dan Sampel
Populasi dalam pengertian ini adalah laporan keuangan yang diterbitkan oleh Kopinkra Karya Pusaka. Teknik penerikan sampel yang digunakan adalah
nonprobability sampling, Teknik
nonprobability sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik sampling purposive, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun pertimbangan-pertimbangan penentuan sampel dalam penelitian ini meliputi :
1. Data yang diambil merupakan laporan keuangan Kopinkra Karya Pusaka yang terbaru.
2. Data yang diambil yaitu selama 4 tahun kebelakang dari tahun 2013 sampai dengan 2016.
3. Data yang diambil adalah laporan keuangan per triwulan.
Jadi sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Kopinkra Karya Pusaka per triwulan dari tahun 2013-2016.
3.3Operasionalisasi Variabel
Sesuai judul yang dipilih yaitu pengaruh pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka, maka terdapat tiga variabel yaitu :
1. Variabel Independen
Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel independen yaitu :
a. Pendapatan Usaha (X1)
Pendapatan yaitu arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) dari pengiriman barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan.
b. Beban Operasional (X2)
Beban operasional yaitu pengeluaran uang kas untuk membiayai opersi perusahaan sehari-hari. Dapat dikelompokkan menjadi kelompok dan subkelompok. Umumnya cukup beban operasi menjadi dua kelompok, yaitu (a) beban penjualan dan (b) administrasi. 2. Variabel Dependen
Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel dependen yaitu Laba Bersih (Y), yaitu laba bersih berasal dari transaksi pendapan, beban, keuntungan dan kerugian. Transaksi-transaksi ini diikhtisarkan dalam laporan laba rugi. Laba dihasilkan dari selisih antara sumber daya masuk (pendapatan dan keuntungan) dengan sumber daya keluar (beban dan kerugian) selama periode waktu tertentu.
3.4Analisis Data
perusahaan. Karena dependent variable (variabel Y) dipengaruhi oleh dua independent variable (variabel X), maka penulis menggunakan uji asumsi klasik, analasis korelasi parsial, koefisien diterminasi, regresi linier berganda, dan uji hipotesis t dan F.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1Uji Asumsi Klasik
Dalam mencari keabsahan analisis berganda, peneliti ini akan diuji dengan menggunakan uji asumsi klasik, yamg bertujian untuk mengetahui apakah model regresi yang diperoleh dapat menhasilkan estimator yang baik. Adapun keempat uji asumsi klasik itu adalah : Uji Normalitas,
Uji Multikolinieritas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi.
Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistic. Berikut merupakan tabel Uji Normalitas sebagai berikut:
Tabel 1
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 16
Normal Parametersa,b
Mean 0E-7
Std. Deviation 228700677,638
11700
Most Extreme Differences
Absolute ,109
Positive ,109
Negative -,075
Kolmogorov-Smirnov Z ,438
Asymp. Sig. (2-tailed) ,991
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Pada tabel 1 dapat dilihat nilai probabilitas (signifikansi) yang diperoleh dari uji Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,991. Karena nilai probabilitas pada uji Kolmogorov-Smirnov masil lebih besar dari tingkat kekeliruan 5% (0,05), maka disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal.
Uji Multikolinieritas
variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesame variabel independen sama dengan nol. Sebagai dasar acuannya dapat disimpulkan:
1. Jika nilai tolerance > 10 persen dari nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada
multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi. 2. Jika nilai tolerance < 10 persen dan
nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi.
Tabel 2
Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 Pendapatan Usaha (X1) ,860 1,163
Beban Operasional (X2) ,860 1,163
a. Dependent Variable: Laba Bersih (Y)
Berdasarkan tabel diatas nilai tolerance untuk masing-masing variabel : 1. Nilai tolerance Pendapatan Usaha, 0,860 > 0,10
2. Nilai tolerance Beban Operasional, 0,860 > 0,10
Maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas antara variabel bebas Modal Kerja dan Investasi Aktiva Tetap. Berdasarkan tabel diatas diperoleh VIF untuk masing-masing variabel :
1. VIF variabel Pendapatan Usaha, 1.163 < 10
2. VIF variabel Beban Operasional, 1.163 < 10
Maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas pendapatan usaha dan beban operasional,
artinya bahwa diantara variabel bebas pendapatan usaha dan beban operasional tidak terdapat korelasi yang cukup kuat antara sesama variabel bebas dan data layak digunakan untuk analisis regresi berganda.
Uji Heteroskedastisitas
Gambar 1
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Analisis hasil output IBM SPSS Statistics 20 (gambar scatterplot) diatas didapatkan titik-titik menyebar dibawah dan diatas sumbu Y, dan tidak mempunyai pola yang teratur, jadi kesimpulannya variabel bebas diatas tidak terjadi heteroskedastisitas atau homoskedastisitas.
UjiAutokorelasi
Autokorelasi didefinisikan sebagai korelasi antar observasi yang diukur berdasarkan deret waktu dalam model
regresi atau dengan kata lain error dari observasi tahun berjalan dipengaruhi oleh error dari observasi tahun sebelumnya.
Pada pengujian autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi pada model regresi dan berikut nilai Durbin-Watson yang diperoleh melalui hasil estimasi model regresi. Dibawah ini adalah tabel nilai durbin-watson untuk uji autokorelasi.
Tabel 3
Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
Durbin-Watson
1 ,618a ,382 ,287 245663935,439 1,486
a. Predictors: (Constant), Beban Operasional (X2), Pendapatan Usaha (X1)
b. Dependent Variable: Laba Bersih (Y)
Dari hasil olah data diatas, diketahui uji asumsi klasik autokorelasi melalui nilai
dapat di simpulkan tidak terjadi autokorelasi.
4.2Analisis Korelasi
Korelasi parsial digunakan untuk menganalisis bila peneliti bermaksud mengetahui pengaruh atau mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen, dimana salah satu variabel independennya dibuat tetap/dikendalikan. Jadi korelasi parsial merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya
hubungan antara dua variabel atau lebih, setelah satu variabel yang diduga dapat mempengaruhi hubungan variabel tersebut tetap/dikendalikan.
Korelasi Pendapatan Usaha Dengan Laba Bersih Ketika Beban Operasional Tidak Berubah
Koefisien korelasi antara pendapatan usaha dengan laba bersih ketika beban operasional tidak berubah dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4
Koefisien Korelasi Parsial Pendapatan Usaha Dengan Laba Bersih
Correlations
Control Variables Pendapatan
Usaha (X1)
Laba Bersih
(Y)
Beban
Operasional (X2)
Pendapatan Usaha (X1)
Correlation 1,000 ,616
Significance (2-tailed) . ,014
df 0 13
Laba Bersih (Y)
Correlation ,616 1,000
Significance (2-tailed) ,014 .
df 13 0
Hubungan antara pendapatan dengan laba bersih ketika beban operasional tidak berubah adalah sebesar 0,616 dengan arah positif. Artinya hubungan antara pendapatan usaha dengan laba bersih kuat ketika beban operasional tidak mengalami perubahan. Ini menggambarkan bahwa ketika pendapatan usaha meningkat, sementara beban operasional tidak berubah
maka akan meningkatkan laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka.
Korelasi Beban Operasional Dengan Laba Bersih Ketika Pendapatan Tidak Berubah
Tabel 5
Koefisien Korelasi Parsial Beban Operasional Dengan Laba Bersih
Correlations
Control Variables Beban Operasional
(X2)
Laba Bersih
(Y)
Pendapatan
Usaha (X1)
Beban Operasional (X2)
Correlation 1,000 -,214
Significance
(2-tailed) . ,444
df 0 13
Laba Bersih (Y)
Correlation -,214 1,000
Significance
(2-tailed) ,444 .
df 13 0
Hubungan antara beban operasional dengan laba bersih ketika pendapatan usaha tidak berubah adalah sebesar 0,214 dengan arah negatif. Ketika Artinya hubungan antara beban operasional dengan laba bersih termasuk rendah ketika pendapata usaha tidak mengalami perubahan. Ini menggambarkan bahwa ketika beban operasional meningkat,
sementara pendapatan usaha tidak berubah maka laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka akan menurun.
Korelasi Secara Simultan Antara
Pendapatan Usaha Dan Beban
Operasional Terhadap Laba Bersih
Koefisien krelasi antara pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih bisa dilihat pada tabel dibawah.
Tabel 6
Koefisien Korelasi Secara Simultan
Pendapatan Usaha Dan Beban Operasional Dengan Laba Bersih
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
1 ,618a ,382 ,287 245663935,439
a. Predictors: (Constant), Beban Operasional (X2), Pendapatan Usaha
(X1)
b. Dependent Variable: Laba Bersih (Y)
Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka dapat dilihat nilai korelasi antara pendapatan usaha, beban operasional dengan laba bersih secara simultan adalah sebesar 0,618. Nilai tersebut berarti bahwa hubungan pendapatan usaha dan beban
operasional dengan laba bersih secara simultan adalah kuat.
4.3Koefisien Determinasi
pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase pengaruh pendapatan usaha variabel X1, beban operasional X2
dan laba bersih sebagai variabel Y.
Berdasarkan perhitungan mengguna-kan program IBM SPSS Statistics 20 pada tabel 6 dapat dilihat nilai R Square (r2) sebesar 0,382. Nilai tersebut digunakan untuk melihat besasrnya pengaruh pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih dengan cara menghitung Koefisien Determinasi (KD) menggunakan rumus sebagai berikut:
Kd = r2 x 100% Kd = 0,382 x 100% Kd = 38,2%
Hasil dari perhitungan tersebut menunjukan bahwa pendapatan usaha dan beban operasional mampu menerangkan perubahan yang terjadi pada laba bersih sebesar 38,2%. Ini berarti bahwa
pendapatan usaha dan beban operasional memberikan pengaruh sebesar 38,2% terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 61,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel pendapatan usaha dan beban operasional.
4.4Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh dua variabel bebas terhadap satu variabel tergantung dan memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan dua variabel bebas. Adapun bentuk persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Berikut merupakan perhitungan regresi linier dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 yang disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 7
Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) -180657166,474 283000707,109 -,638 ,534
Pendapatan Usaha (X1) ,232 ,082 ,663 2,821 ,014
Beban Operasional (X2) -,575 ,729 -,186 -,789 ,444
a. Dependent Variable: Laba Bersih (Y)
Berdasarkan hasil output dari pengolahan data diatas diperoleh nilai a sebesar -180.657.166,474, nilai b1 sebesar
0,232 dan nilai b2 sebesar -0,575. Dengan
demikian maka dapat dibentuk persamaan regresi sebagai berikut :
. .
Dari persamaan regresi linier diatas nilai a sebesar -180.657.166,474 mempunyai arti jika pendapatan usaha dan beban operasional bernilai nol maka tidak terjadi laba bersih melainkan mengalami kerugian sebesar Rp.180.657.166,474.
Koefisien regresi nilai b1 sebesar
menunjukkan adanya arah yang sama antara pendapatan usaha dengan laba bersih. Ini berarti jika setiap kenaikan pendapatan usaha sebesar Rp.1 maka diprediksi akan meningkatkan laba sebesar Rp.0,232.
Koefisien regresi nilai b2 sebesar
-0,575 koefisien tersebut bernilai negatif menunjukkan arah yang berlawanan ini berarti setiap kenaikan beban operasional sebesar Rp.1 maka diprediksi akan menurunkan laba bersih sebesar Rp.0,575.
4.5Uji Hipotesis
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat maka dilakukan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah uji statistik t (parsial), uji statistik F (simultan), analisis regresi berganda.
Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Dalam penelitian ini uji t digunakan untuk menguji regresi secara parsial dari masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Adapun kriteria dari pengujian hipotesis secara parsial sebagai berikut :
1. thitung > ttabel dengan α % maka H0
ditolak artinya signifikan.
2. thitung < ttabel dengan α % maka H0
diterima artinya tidak signifikan.
a. Pengujian Hipotesis Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih
Adapun hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut :
Ho1 : ryx1 = 0, tidak terdapat pengaruh
yang signifikan antara pendapatan usaha terhadap laba bersih
Ha1 : ryx1 ≠ terdapat pengaruh yang
signifikan antara pendapatan usaha terhadap laba bersih
Berdasarkan hasil ouput pengolahan data menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 seperti yang terlihat pada tabel 7 diperoleh nilai thitung untuk variabel pendapatan
usaha sebesar 2,821 dengan nilai signifikansi sebesar 0,014 karena thitung
> ttabel (2,821 > 2,1607), maka pada
tingkat kekeliruan 5% Ho1 ditolak
sehingga Ha1 diterima. Artinya dengan
tingkat kepercyaan 95% dapat disimpulkan bahwa pendapatan usaha memiliki pengeruh yang signifikan terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka.
b. Pengujian Hipotesis Beban
Operasional Terhadap Laba Bersih
Adapun hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut :
Ho2 : ryx2 = 0, tidak terdapat pengaruh
yang signifikan antara beban operasional terhadap laba bersih
Ha2 : ryx2 ≠ terdapat pengaruh yang
signifikan antara beban opersional terhadap laba bersih
Berdasarkan hasil ouput pengolahan data menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 seperti yang terlihat pada tabel 7 diperoleh nilai thitung untuk variabel beban
operasional sebesar -0,789 dengan nilai signifikansi sebesar 0,444 karena thitung
<ttabel (0,789 < 2,16037), maka pada
tingkat kekeliruan 5% Ho2 diterima
sedangkan Ha2 ditolak. Artinya dengan
Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Uji F untuk mengetahui pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian secara simultan bertujuan untuk membuktikan apakah pendapatan usaha dan beban operasional secara simultan berpeangaruh signifikan terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka dengan rumusan statistik sebagai berikut: Ho3 : ryx3 = 0, tidak terdapat pengaruh
yang signifikan secara simultan
pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih
Ha3 : ryx3 = 0, terdapat pengaruh yang
signifikan secara simultan pendapatan usaha dan beban operasional terhadap laba bersih
Kriteria uji F yang digunakan :
Jika F hitung > F tabel , maka Ho ditolak
Jika F hitung ≤ F tabel , maka Ho diterima
Untuk menguji hipotesis diatas digunakan statistik uji-F yang diperoleh melalui tabel anova seperti yang tertera pada tabel 7 dibawah ini:
Tabel 7
Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 4852787258146
98050,000 2
2426393629073
49024,000 4,020 ,044
b
Residual 7845599992820
08580,000 13
6035076917553
9120,000
Total 1269838725096
706560,000 15
a. Dependent Variable: Laba Bersih (Y)
b. Predictors: (Constant), Beban Operasional (X2), Pendapatan Usaha (X1)
Berdasarkan hasil ouput pengolahan data menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 seperti yang terlihat pada tabel 4.11 diperoleh nilai Fhitung sebesar
4,020 dengan nilai signifikansi sebesar 0,044 karena Fhitung >Ftabel (4,020 > 3,81),
maka pada tingkat kekeliruan 5% Ho3
ditolak sehingga Ha3 diterima. Artinya
dengan tingkat kepercyaan 95% dapat disimpulkan bahwa pendapatan usaha dan beban operasional secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka.
5. KESIMPULAN
Penelitian ini dilakukan guna untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendapatan usaha dan beban opersional terhadap laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka selama 4 tahun dari tahun 2013 sampai dengan 2016 dengan posisi keuangan secara pertriwulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis lakukan, maka dapat disimpulkan dibawah ini :
laba bersih ketika beban operasional tidak berubah adalah sebesar 0,616 dengan arah positif. Artinya hubungan antara pendapatan usaha dengan laba bersih kuat ketika beban operasional tidak mengalami perubahan. Ini menggambarkan bahwa ketika pendapatan usaha meningkat, sementara beban operasional tidak berubah maka akan meningkatkan laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka. 2. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara
parsial, dapat kita ketahui beban operasional terhadap laba bersih tidak berpengaruh signifikan karena hubungan antara beban operasional dengan laba bersih ketika pendapatan usaha tidak berubah adalah sebesar 0,214 dengan arah negatif. Artinya hubungan antara beban operasional dengan laba bersih termasuk rendah ketika pendapatan usaha tidak mengalami perubahan. Ini menggambarkan bahwa ketika beban operasional meningkat, sementara pendapatan usaha tidak berubah maka laba bersih pada Kopinkra Karya Pusaka akan menurun.
3. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan, dapat kita ketahui bahwa variabel independen yaitu pendapatan usaha dan beban operasional berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu laba bersih karen berdasarkan hasil perhitungan diatas maka dapat dilihat nilai korelasi antara pendapatan usaha, beban operasional dengan laba bersih secara simultan adalah sebesar 0,618. Nilai tersebut berarti bahwa hubungan pendapatan usaha dan beban operasional dengan laba bersih secara simultan adalah kuat.
6. SARAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut:
1. Kopinkra Karya Pusaka sebaiknya meningkatkan penjualan agar pendapatan semakin meningkat, maka semakin meningkatnya pendapatan usaha akan mendapatkan laba bersih yang maksimal.
2. Pihak manajemen perusahaan hendaknya mampu mempertahankan beban operasional secara efisien. Karena beban operasional dalam perusahaan harus menujukkan tingkat efisien/stabil maka laba bersih yang akan didapat oleh perusahaan akan semakin meningkat. Bagi peneliti untuk selanjutnya diharapkan menambahkan variabel–variabel lain yang dapat mempengaruhi laba bersih, karena 61,8% laba bersih dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel independen dalam penelitian ini. 3. Kopinkra Karya Pusaka sebaiknya
mempertimbangkan untuk menggunakan variabel yang berpengaruh terhadap laba bersih dalam hal ini pendapatan usaha dan beban operasional untuk dapat meningkatkan profit dalam perusahaannnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Cetakan Ke-15. Jakarta: Rineka Cipta
Keramaik,Porselin & Kaca Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012. e- Journal. Fakultas Ekonomi. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang. 2014
Hery. 2012. Analisis Laporan Keuanga n, Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara
Kasmir. 2015. Analisis Lapora n Keuangan, Edisi 1, Cetakan Ke-8. Jakarta: Rajawali Pers
Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Yogyakarta: Erlangga
Islahuzzaman. 2012. Istilah-istilah akuntansi dan auditing, Edisi Ke-1, Cetakan Ke-1. Jakarta: Bumi Aksara
Noor, Juliansyah. 2013. Metode Penelitian, Cetakan Ke-3, Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Riduwan. 2013. Dasar-Da sar Statistika, Cetakan Ke-11. Bandung: Alfabeta
Suwarjono. 2013. Teori Akuntansi Perekayasa Pelaporan Keuangan, edisi ketiga, cetakan ketujuh. Yogyakarta: BPFE
Sarwono, Jonathan dan Ely Suhayati. 2014. Riset Akuntansi Menggunakan SPSS, Edisi Pertama, Cetakan Kedua. Yogyakarta: Graha Ilmu
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Ke-17. Bandung: Alfabeta
. 2014. Statistika untuk Penelitian, Cetakan Ke-24.Bandung: Alfabeta
Suharsaputra, Uhar. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Tindakan, Cetakan Kedua. Bandung: PT Refika Aditama
Sunyoto, Danang. 2013. Metodologi Penelitian Akuntansi, Cetakan Ke-1.
Bandung: PT Refika Aditama