• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan. pdf"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan

Sumber Daya Air dan Kebersihan Lingkungan

di Bantaran Ci Liwung (Depok-Manggarai)

Tugas Akhir Mata Kuliah Geologi Lingkungan

(2)

Outline

Pendahuluan

Tinjauan Teoritis

Gambaran Umum Wilayah

Metodologi

Pembahasan

(3)

Pendahuluan

• Air memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Sumber air yang paling banyak digunakan untuk bahan baku berasal dari air sungai

• Sungai Ci Liwung merupakan sungai yang dijadikan sebagai sumber air bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai Ci Liwung

• Banyaknya sampah di sungai maupun di bantaran sungai Ci Liwung menyebabkan berbagai macam permasalahan

• Pendekatan konsep dasar geologi lingkungan

(4)

TINJAUAN PUSTAKA

1. PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR

 Air digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti untuk dikonsumsi selain itu juga untuk MCK.

 Meningkatknya kualitas dan kuantitas air yang diperlukan dari waktu ke waktu sangat ditentukan oleh perkembangan kependudukan serta perkembangan tingkat kesejahteraan manusia (Badrudin Mabrub, 1990).

 Jumlah penggunaan air pemukiman di perkotaan dan pedesaan adalah 1,23 milyar per m3 yaitu sekitar 1% dari potensi sumber air

atau kurang lebih 2 % dari air yang digunakan untuk pertanian (Surna T. Dajadiningrat, 1990).

(5)

 Penggunaan air di DKI Jakarta bersumber dari beberapa sungai, terutama Ci Liwung.

 Menurut Wanger dan Lanoix (1959), air yang aman untuk keperluan rumah tangga mempunyai 3 syarat, yaitu (1) Tidak terkontaminasi oleh penyakit yang dapat disebarkan oleh air (water borne disease) (2) Bebas dari zat-zat beracun (3) bebas dari kandungan dan bahan organik yang berlebihan.

(6)

2. Daerah Aliran Sungai

 Daerah aliran sungai merupakan keseluruhan kawasan pengumpul suatu sistem tunggal sehingga dapat disamakan dengan catchment area

(Notohadiprawiro, 1985).

 Daerah aliran sungai merupakan daerah yang dibatasi oleh topografi pemisah air yang terkeringkan oleh sungai atau sistem yang saling

berhubungan sedemikian rupa sehingga semua aliran sungai yang jatuh di dalam akan keluar dari saluran lepas tunggal dari wilayah tersebut (Martopo, 1994).

 Batasan suatu DAS adalah suatu daerah yang dibatasi oleh igir-igir gunung yang semua alirannya mengalir ke suatu sungai utama (Soemarwoto, 1985).

(7)

3. Sungai, Garis Sepadan Sungai, dan Bantaran Sungai

 Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63 Tahun 1993 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai Dan Bekas Sungai dikatakan:

 sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan.

 Garis sempadan sungai adalah garis batas luar pengamanan sungai. Garis sempadan sungai bertanggul didalam kawasan perkotaan di tetapkan sekurang-kuranguya 3 (tiga) meter di sebelah luar

sepanjang kaki tanggul.

 bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang sungai di hitung dari tepi sungai sampai dengan kaki tanggung sebelah dalam.

(8)

Gambaran Wilayah Studi

Kondisi Alam

Berdasarkan data DKI Jakarta dalam Angka tahun 2007, peruntukan Kali Ciliwung sebagai berikut:

 Tempat usaha Perkantoran dan Pergudangan (Office and Warehouse)

 Permukiman (Housing)

 Perindustrian (Industry)

 Daerah resapan berupa taman (Park) dan fasilitas lain.

(9)

Kondisi Administratif dan Geografis

 Melewati wilayah administratif DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Bogor dan

Kabupaten Bogor, yang bermuara di Banjir Kanal Barat (BKB) menuju ke Laut Jawa.

 Terletak di DKI Jakarta dan Kota Depok pada 6°12’ Lintang Selatan (LS) dan 106°48’ Bujur Timur (Bujur Timur).

 Batas‐batas wilayah pekerjaan adalah:

Utara : Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur

Selatan : Kota Depok (Kecamatan Beji)

Barat : Jakarta Selatan dan Kota Depok (Kelurahan Pondok Cina

Kecamatan Beji)

Timur : Jakarta Timur dan Kota Depok (Kelurahan Pasir Gunung Selatan Kecamatan Cimanggis)

(10)

Kondisi Geomorfologi

 Morfologi Daerah Pantai (Dataran Rendah Jakarta)

Tanah datar dengan ketinggian antara 0‐15 mdpl

Lebar antara 7‐40 km

Tanggul pematang pantai, daerah rawa dan dataran delta  Morfologi Daerah Kipas Endapan Gunung Api Bogor

Menyebar dari arah selatan ke utara dengan Kabupaten Bogor

sebagai puncaknya

Terdiri dari rempah‐rempah gunung api berupa tuf, konglomerat

serta lapisan breksi yang sebagian besar telah mengalami

pelapukan kuat dengan batuan berwarna merah kecoklatan

(11)

Kondisi Geologi

Merupakan daerah endapan pantai yang terdiri dari jenis

tanah endapan Batuan Pasir Tufan dan Konglomeratan Kipas

Aluvium (Qav) dan Batuan Aluvium (Qa).

Kondisi Iklim dan Curah Hujan

Juni

September:

Arus angin dari Australia

tidak banyak

mengandung uap air

musim kemarau

Desember

Maret:

Arus angin dari Asia & Samudera Pasifik

banyak

mengandung uap air

musim hujan

(12)

Metodologi Penelitian

Metode penelitian kualitatif menurut Syaodih Nana (2007), adalah cara untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas

sosial, sikap kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.

 Penelitian kami menggunakan metode survei dengan pendekatan

deskriptif analitik.

(13)

Metodologi Penelitian

Nabila Dety

Identifikasi Masalah

Penentuan Tujuan Penelitian

Studi Literatur Desain Kuisioner

Pengumpulan Data

Pengolahan Data dan Analisis

Kesimpulan

(14)

Peta

Sebaran

Sampel

Penelitian

(15)

LAMPIRAN KUISIONER SURVEY LAPANG

KELOMPOK 3

(16)

REKAP HASIL KUISIONER SURVEY LAPANG

“Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan Sumber Daya Air dan Kebersihan Lingkungan di bantaran Ci

Liwung

(17)

KONDISI MASYARAKAT

33%

67%

Jenis Kelamin Responden

Perempuan Laki-laki

15-30 31-45 46-60 >60

(18)

KONDISI MASYARAKAT

Status Kepemilikan

Rumah

42% 50%

8%

Asal Daerah

Asli Pulau Jawa Pulau Sumatera

(19)

Kondisi bantaran Ci Liwung

Kondisi sungai saat ini sudah tercemar dapat dicermati

melalui kondisi sampah-sampah dan limbah rumah tangga yang secara langsung

dibuang ke sungai melalui saluran-saluran sehingga hal

ini mengakibatkan kualitas air dan sungai

menjadi menurun.

Penggunaan lahan di sekitar bantaran Ci Liwung kini didominasi

oleh permukiman kumuh yang sangat padat sehingga selain

terjadinya penurunan kualitas air sungainya juga terjadi kehilangan

fungsi ekologis dari sungai

Beberapa dampak yang ditimbulkan akibat penurunan

kualitas air sungai dirasakan oleh warga

yang tinggal di bantaran sungai baik yang memanfaatkan

air sungai tersebut secara langsung atau

tidak langsung.

Kondisi Saat Ini Pemanfaatan Lahan Dampak

(20)

Pola pengelolaan SDA oleh masyarakat

Kepemilikan Fasilitas MCK

Badan Sungai Jamban MCK

0

Sistem Pembuangan Sampah atau Limbah Rumah Tangga

Badan Sungai Halaman Rumah TPS

(21)

Tidak ada 83%

Ada 17%

KEGIATAN RUTIN MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI

Tidak ada 77%

Ada 23%

DUKUNGAN PEMERINTAH SETEMPAT

(22)

Analisis

 Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditinjau pengetahuan dan perilaku masyarakat bantaran Ci Liwung tentang pengelolaan sumber daya air dan kebersihan lingkungan

 Sarana sanitasi lingkungan berupa air bersih ketersediannya cukup memadai dimana air digunakan untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci karena sebagian besar masyarakat berlangganan PDAM

 Kondisi saluran drainase sebagai sarana pembuangan limbah rumah tangga yang ada di daerah penelitian secara umum sudah baik karena tidak ada penduduk yang membuang limbah langsung ke badan sungai melainkan masing-masing rumah memiliki saluran drainase namun kondisi perawatannya kurang baik akibat adanya sampah yang menggenang

(23)

Analisis

 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sebagian masyarakat Ci Liwung sudah tersedia namun masih ada sebagian kecil masyarakat yang membuang sampah di halaman rumah

 Upaya pengelolaan sumber daya air disarankan digiatkan oleh pemerintah setempat seperti Kelurahan, RW, RT atau organisasi masyarakat dengan memasyarakatkan penggunaan MCK umum, melakukan gotong royong pembersihan saluran drainase ke sungai dengan memberikan sosialisasi atau memfasilitasi fasilitas

(24)

Dokumentasi Kondisi Bantaran Ci Liwung

(25)

Dokumentasi Pembuangan Sampah dan Limbah

Rumah Tangga

(26)

Dokumentasi Ketersediaan MCK-Umum

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaede. 2009. Pokoknya Kualitatif : Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Jakarta : Pusaka Jaya.

Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta : Grafindo Persada.

Dini, Silvia. 2011. EVALUASI KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNG DI PROVINSI DAERAH KHUSUS

IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2000-2010. Hasil Penelitian Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia.

Nugroho, Bagong Setyo.2014. PEMAHAMAN MASYARAKAT DI BANTARAN SUNGAI CILIWUNG TENTANG SANITASI LINGKUNGAN. Tesis Mahasiswa UI.

Kurniawan, Budi.2014. IDENTIFIKASI PEMANFAATAN KAWASAN BANTARAN SUNGAI DAYANAN DI KOTAMOBAGU. Hasil Penelitian Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik

Universitas Sam Ratulangi Manado.

Sugioyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.

Satori, D. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa jumlah telur dan larva yang dimangsa predator pada petak kontrol cukup tinggi bahkan pada fase generatif jumlah telur dan

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Persaudaraan Setia Hati Terate telah menyelenggarakan Parapatan Luhur 2016 yang menghasilkan penyempurnaan Anggaran

Rektor Universitas Sumatera Utara, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan Ketua TKP PPDS I Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang telah

Persentase rebah kecambah pada kedelai yang terserang Sclerotium rolfsii diinokulasi dengan bakteri kitinolitik.. Sebaliknya, kontrol (-) tidak ditemukan adanya

Atas izin dan pertolonganNyalah akhirnya penulis bisa menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Analisis Deformasi Gunung api Papandayan Berdasarkan Data Pengamatan

Berdasarkan hasil analisis data yang diper- oleh maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas VII SMP Negeri 21 Makassar ditinjau dari

Ternyata dari semua pernyataan yang diberikan oleh responden tentang dinamika motivasi belajar pada siswa mandiri di SMPN 10 Banda Aceh khususnya kelas inti tekun menghadapi tugas

Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel independent yaitu variabel Sanksi Administrasi dan Surat Paksa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Optimalisasi