Hand out Hukum Administrasi Negara new

143 

Teks penuh

(1)

Oleh

NESSA FAJRIYANA FARDA, SH., MH

HUKUM ADMINISTRASI

NEGARA

slide kuliah 2018

(2)
(3)

Pengantar

Ada 2 sistem hukum, yaitu:

1.

Anglo Saxon (Common Law)

Anglo Saxon

adalah sistem hukum yang

menjadikan putusan hakim (yurisprudensi)

sebagai

sumber

hukum

dalam

penyelenggaraan negara, khususnya di

dalam persidangan.

Contoh negara yang memakai sistem

hukum

Anglo Saxon

: Inggris, Amerika,

Kanada, Australia.

slide kuliah 2018

(4)

2.

Eropa Kontinental (Civil Law)

Eropa Kontinental

adalah sistem hukum

yang menjadikan hukum tertulis sebagai

sumber hukum dalam penyelenggaraan

negara, khususnya di dalam persidangan.

(5)

Lanjutan

Indonesia → Negara Hukum

(Rechtsstaat)

Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945.

Eropa Kontinental

→ Konsep

rechtsstaat

Freidrich Julius Stahl → unsur-unsurnya, yaitu:

1.

Perlindungan hak-hak asasi manusia;

2.

Pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk

menjamin hak-hak itu;

3.

Pemerintahan

berdasarkan

peraturan

perundang-undangan; dan

4.

Peradilan

administrasi

dalam

perselisihan.

slide kuliah 2018

(6)

Anglo Saxon

→ konsep

rule of law

A.V. Dicey → unsur-unsurnya, yaitu:

1.

Supremasi

aturan-aturan

hukum

(supremacy of the law)

; tidak adanya

kekuasaan sewenang-wenang

(absence

of arbitrary power)

, dalam arti bahwa

seseorang hanya boleh dihukum kalau

melanggar hukum hukum;

2.

Kedudukan

yang

sama

dalam

menghadapi hukum

(equality before

the law)

.;

3.

Terjaminnya hak-hak asasi manusia

(7)

Istilah-istilah

Hukum Administrasi

Negara

Inggris, Amerika :

Administratif Law.

Jerman :

Verwaltungsrecht.

Perancis :

Droit Administrative.

Belanda

:

Administratief

recht,

Bestuursrecht.

Administratie

→ tata usaha, tata usaha

pemerintahan, tata pemerintahan, tata

usaha negara, dan administrasi.

Bestuur

→ pemerintahan.

slide kuliah 2018

(8)

Pengertian Administrasi

KBBI → administrasi diartikan sebagai:

1)

Usaha & kegiatan yang meliputi penetapan

tujuan

serta

penetapan

cara-cara

penyelenggaraan pembinaan organisasi;

2)

Usaha dan kegiatan yang berkaitan

dengan penyelenggaraan kebijaksanaan

serta mencapai tujuan;

3)

Kegiatan

yang

berkaitan

dengan

penyelenggaraan pemerintahan;

(9)

Pengertian Administrasi

Negara

E. Utrecht

Administrasi negara → gabungan jabatan-jabatan, aparat (alat) administrasi yang dibawah pimpinan pemerintah melakukan sebagian dari pekerjaan pemerintah.

Sondang P. Siagian

Administrasi negara → keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh aparatur pemerintah dari suatu negara dalam usaha mencapai tujuan negara.

Bintoro Tjokroamidjojo

Administrasi negara → manajemen dan organisasi dari manusia-manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan negara.

slide kuliah 2018

(10)

Lanjutan

 Bahsan Mustafa

Administrasi negara → gabungan jabatan-jabatan yang dibentuk dan disusun secara bertingkat yang diserahi tugas melakukan sebagian dari pekerjaan pemerintah dalam arti luas, yang tidak diserahkan kepada badan-badan pembuat undang-undang dan badan-badan kehakiman.

 Administrasi negara → keseluruhan aparatur

(11)

Pengertian

Hukum Administrasi

Negara

1. E. Utrecht

hukum administrasi negara (hukum pemerintahan) → hukum yang menguji hubungan hukum istimewa yang bila diadakan akan memungkinkan para pejabat administrasi negara melakukan tugas mereka yang khusus.

hukum administrasi negara → hukum yang mengatur sebagian lapangan pekerjaan administrasi negara.

2. Sir W.Ivor Jenning

hukum administrasi negara → hukum yang berhubungan dengan administrasi negara. Hukum ini menentukan organisasi kekuasaan dan tugas-tugas dari pejabat-pejabat administrasi.

slide kuliah 2018

(12)

3.Sjachran Basah

hukum administrasi negara → seperangkat peraturan yang memungkinkan administrasi negara menjalankan fungsinya, yang sekaligus juga melindungi warga terhadap sikap tindak administrasi negara, dan melindungi administrasi negara itu sendiri.

4. Oppenheim

(13)

5.

Belinfante

hukum administrasi negara →

peraturan-peraturan

yang

berkenaan

dengan

administrasi. Administrasi berarti sama

dengan pemerintahan. Oleh karena itu,

HAN

disebut

juga

hukum

tata

pemerintahan. Perkataan pemerintahan

dapat disamakan dengan kekuasaan

eksekutif,

artinya

pemerintahan

merupakan bagian dari organ dan fungsi

pemerintahan, yang bukan organ dan

fungsi

pembuat

undang-undang

dan

peradilan.

slide kuliah 2018

(14)

6.Soehino

hukum administrasi negara → 2 aspek, yaitu:

1)Aturan-aturan hukum yang mengatur dengan

cara bagaimana alat-alat perlengkapan negara itu melakukan tugasnya;

2)Aturan-aturan hukum yang mengatur hubungan

hukum (rechtsbetrekking) antara alat perlengkapan administrasi negara atau pemerintah dengan para warga negaranya.

 Hukum administrasi negara → seperangkat

aturan hukum yang mengatur hubungan hukum

antara pemerintah dengan rakyat

(15)

Ruang Lingkup

MPR, dan UU adalah hukum yang mengatur seluk beluk organisasi dan fungsi administrasi negara.

b.HAN otonom → hukum operasional yang

diciptakan pemerintah dan administasi negara.

2.Philipus M. Hadjon, HAN mencakup hal-hal

sebagai berikut:

a.Sarana-sarana (instrumen) bagi penguasa untuk

mengatur, menyeimbangkan, dan mengendalikan berbagai kepentingan masyarakat;

slide kuliah 2018

(16)

b.

Mengatur

cara-cara

partisipasi

warga

masyarakat dalam proses penyusunan dan

pengendalian tersebut, termasuk proses

penentuan kebijaksanaan;

c.

Perlindungan hukum bagi warga masyarakat;

d.

Menyusun dasar-dasar bagi pelaksanaan

pemerintahan yang baik.

HAN → hukum yang berkenaan dengan

pemerintahan (dalam arti sempit) → hukum

yang cakupannya secara garis besar

mengatur hal-hal sebagai berikut:

a.

Perbuatan pemerintah (pusat dan daerah)

(17)

b.

Kewenangan

pemerintahan

(dalam

melakukan perbuatan di bidang publik

tersebut); di dalamnya diatur mengenai dari

mana, dengan cara apa, dan bagaimana

pemerintah menggunakan kewenangannya;

penggunaan kewenangan ini dituangkan

dalam bentuk instrumen hukum, karena itu

diatur

pula

tentang

pembuatan

dan

penggunaan instrumen hukum);

c.

Akibat-akibat

hukum

yang

lahir

dari

perbuatan atau penggunaan kewenangan

pemerintahan itu;

d.

Penegakan hukum dan penerapan

sanksi-sanksi dalam bidang pemerintahan.

slide kuliah 2018

(18)

Hubungan HAN dengan

Cabang Hukum yang Lain

1.

Hubungan HAN dengan HTN;

(19)

Hubungan HAN dengan

HTN

HAN dan HTN mempunyai hubungan yang erat karena

keduanya merupakan bagian dari hukum tata negara dalam arti luas (staatsrecht in ruimere zin).

 Akan tetapi, dalam membicarakan kedua hubungan

ilmu ini ada 2 kelompok sarjana yang berbeda pendapat:

1.Golongan yang menganggap bahwa hukum tata

negara dan hukum administrasi negara terdapat perbedaan prinsip. Hal ini berlandaskan pada pemikiran-pemikiran:

a.Hukum tata negara mempelajari negara dalam

keadaan diam. Sedangkan, hukum administrasi negara mempelajari negara dalam keadaan bergerak;

slide kuliah 2018

(20)

b. Hukum tata negara mempelajari struktur

organisasi suatu negara yang menyangkut tugas, wewenang, dan kewajiban organ-organ negara. Sedangkan, hukum administrasi negara mempelajari bagaimana prinsip-prinsip hukum mengenai pelaksanaan dari tugas, wewenang, dan kewajiban negara tersebut.

2. Golongan yang berpendapat bahwa antara

hukum tata negara dan hukum administrasi negara tidak ada perbedaan prinsip, antara lain berdasarkan pemikiran:

a. HTN dan HAN tidak ada perbedaan yang

(21)

b.

Objek HTN dan HAN adalah sama, yaitu

negara. Akan tetapi, yang membedakan

adalah penyelidikannya, yaitu bahwa

HTN melakukan penyelidikan mengenai

hal-hal yang asasi atau mendasar

tentang

negara.

Sedangkan,

HAN

melakukan penyelidikan mengenai

hal-hal yang bersifat teknis mengenai

negara.

HAN merupakan perpanjangan dari HTN.

HTN → umum. HAN → khusus.

slide kuliah 2018

(22)

Hubungan

HAN dengan Hukum

Pidana

Hubungan HAN dan Hukum Pidana terlihat

dari segi penegakannya.

Pelanggaran terhadap hukum administrasi

dapat ditegakkan oleh sanksi pidana

(in

cauda venenum

– racun di ekor/buntut

)

.

(23)

Hubungan

HAN dengan Hukum

Perdata

Paul Scholten → HAN merupakan hukum khusus

tentang organisasi negara dan hukum perdata sebagai hukum umum.

1.Negara dan badan hukum publik lainnya dapat

menggunakan peraturan-peraturan dari hukum perdata, seperti: peraturan-peraturan dari hukum perjanjian;

2.Dalam hal penguasa/pemerintah mengikatkan diri

dalam perbuatan perdata maka kedudukan pemerintah adalah sama dengan rakyat (orang/badan hukum);

3.Dapat diterapkannya asas Lex Specialis derogaat Lex

generalis, artinya hukum khusus mengesampingkan hukum umum.

slide kuliah 2018

(24)

Lanjutan

(25)

SUMBER HUKUM

slide kuliah 2018

(26)

Pengertian Sumber

Hukum

Sumber hukum →

source of law

(Inggris).

Sumber

hukum

berbeda

dari

dasar

hukum/landasan hukum.

Dasar hukum/landasan hukum →

legal basis/

legal ground

, yaitu norma hukum yang

mendasari suatu tindakan atau perbuatan

hukum tertentu sehingga dapat dianggap

sah atau dapat dibenarkan secara hukum.

Sumber hukum → segala sesuatu yang dapat

(27)

Lanjutan

Pengertian sumber hukum menurut para sarjana:

1.Usep Ranawijaya, mengemukakan bahwa

perkataan sumber hukum mempunyai 2 arti, yaitu:

1)Sumber hukum sebagai penyebab adanya hukum

dan penyebab adanya hukum adalah keyakinan hukum dari orang-orang yang melakukan peranan menentukan tentang apa yang seharusnya menjadi hukum di dalam suatu negara. (Webron)

2)Sumber hukum dalam arti bentuk perumusan dari

kaidah-kaidah hukum tata negara yang terdapat dalam masyarakat. (kenbron)

slide kuliah 2018

(28)

2.Sudikno Mertokusumo, sumber hukum dapat

diartikan dalam beberapa arti, yaitu:

1)Sebagai asas hukum, sebagai sesuatu yang

merupakan permulaan hukum, misalnya kehendak Tuhan, akal manusia, jiwa bangsa, dan sebagainya;

2)Menunjukkan hukum terdahulu yang memberi

bahan-bahan pada hukum yang sekarang berlaku, seperti hukum Prancis, hukum Romawi, dan lain-lain;

3)Sebagai sumber berlakunya, yang memberi kekuatan

berlaku secara formal kepada peraturan hukum (penguasa atau masyarakat);

4)Sebagai sumber dari mana kita dapat mengenal

hukum, misalnya dokumen, undang-undang, lontar, batu tertulis, dan sebagainya;

5)Sebagai sumber terjadinya hukum atau sumber yang

(29)

Macam-macam Sumber

Hukum Administrasi

Negara

1.

Sumber Hukum Materiil

yaitu sumber hukum dapat dilihat dari

faktor-faktor yang mempengaruhi materi

(isi) dari aturan-aturan HAN.

2.

Sumber Hukum Formil

yaitu sumber hukum dapat dilihat dari

bentuk dan pembentukannya sebagai

prasyarat berlakunya hukum.

slide kuliah 2018

(30)

Sumber Hukum Materiil

Hukum Administrasi

Negara

Di Indonesia, sumber hukum dalam arti

materiil → Pancasila.

Dengan demikian, hukum yang berlaku

isinya harus bersumberkan kepada isi dan

jiwa Pancasila, tak terkecuali HAN.

Ada faktor-faktor yang mempengaruhi isi

HAN, yaitu:

1.

Sejarah/historis;

(31)

1. Sejarah/Historis

Ada 2 bentuk sejarah sebagai sumber HAN,

yaitu:

1.

UU dan sistem hukum tertulis yang berlaku

pada masa lampau di suatu tempat;

2.

Dokumen-dokumen;

surat-surat

serta

keterangan lain dari masa lampau.

slide kuliah 2018

(32)

2. Sosiologis/Antropologis

Menyoroti

lembaga-lembaga

sosial

sehingga sehingga dapat diketahui apa

yang dirasakan sebagai hukum oleh

lembaga-lembaga itu.

(33)

3. Filosofs

Ada 2 faktor penting yang dapat menjadi

sumber hukum secara flosofs, yaitu:

1.

Hukum dimaksudkan untuk menciptakan

keadilan. Oleh karenanya, hal-hal yang

secara flosofs dianggap adil dijadikan pula

sebagai sumber hukum materiil;

2.

Hukum diciptakan untuk ditaati. Oleh

karena itu, faktor-faktor yang mendorong

orang untuk taat hukum harus diperhatikan.

slide kuliah 2018

(34)

Sumber Hukum Formil

Hukum Administrasi

Negara

1.

Peraturan perundang-undangan;

2.

Praktik administrasi negara/hukum tidak

tertulis;

3.

Yurisprudensi;

4.

Doktrin;

(35)

1. Peraturan

Perundang-Undangan

Peraturan

perundang-undangan

di

Indonesia mulai dari Ketetapan MPRS No.

XX/MPRS/1966

hingga

Undang-Undang

Nomor 12 Tahun 2011.

slide kuliah 2018

(36)

TAP MPRS No.

XX/MPRS/1966

1.

Undang-Undang Dasar 1945;

2.

Ketetapan MPR RI;

3.

Undang-Undang/Peraturan

Pemerintah

Pengganti Undang-Undang (Perpu);

4.

Peraturan Pemerintah;

5.

Peraturan Presiden;

6.

Peraturan-peraturan pelaksana lainnya,

seperti:

(37)

TAP MPR No. III/MPR/2000

1.

Undang-Undang Dasar 1945;

2.

Ketetapan MPR RI;

3.

Undang-Undang;

4.

Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang (Perpu);

5.

Peraturan Pemerintah;

6.

Peraturan Presiden;

7.

Peraturan Daerah.

slide kuliah 2018

(38)

UU No. 10 Tahun 2004

1.

Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun

1945;

2.

Undang-Undang/Peraturan

Pemerintah

Pengganti Undang-Undang;

3.

Peraturan Pemerintah;

4.

Peraturan Presiden;

5.

Peraturan Daerah, meliputi:

a.

Peraturan Daerah Provinsi;

(39)

UU No. 12 Tahun 2011

1.

Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun

1945;

2.

Ketetapan MPR;

3.

Undang-Undang/Peraturan

Pemerintah

Pengganti Undang-Undang;

4.

Peraturan Pemerintah;

5.

Peraturan Presiden;

6.

Peraturan Daerah Provinsi; dan

7.

Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.

slide kuliah 2018

(40)

2. Praktik Administrasi

Negara/Hukum Tidak

Tertulis

Sumber hukum yang tidak tertulis, berupa:

1.

Praktek pejabat pemerintahan;

(41)

3. Yurisprudensi

Yurisprudensi sebagai sumber hukum

berkaitan dengan prinsip bahwa hakim

tidak boleh menolak mengadili perkara

yang diajukan kepadanya, dengan alasan

belum ada peraturan perundang-undangan

yang mengatur perkara tersebut.

Yurisprudensi

putusan

hakim

administrasi negara (PTUN) yang diikuti

oleh hakim berikutnya dalam memutuskan

perkara administrasi negara.

slide kuliah 2018

(42)

4. Doktrin

(43)

5. Traktat

Traktat/perjanjian

internasional

perjanjian yang diadakan antara Indonesia

dengan negara lain (baik bilateral maupun

multilateral)

berkenaan

dengan

penyelenggaraan pemerintahan.

Traktat sebagai sumber hukum formil dari

HAN berasal dari perjanjian internasional

yang kemudian diratifkasi oleh pemerintah

untuk dilaksanakan di negara yang telah

meratifkasi

perjanjian

internasional

tersebut.

slide kuliah 2018

(44)

ORGANISASI

(45)

Pengertian

Organisasi Administrasi

Negara

Organisasi Administrasi Negara → institusi

atau

lembaga

negara

yang

secara

struktural berada di bawah lembaga

eksekutif dimana dalam hal ini presiden

sebagai kepala pemerintahan bukan kepala

negara.

slide kuliah 2018

(46)

Tujuan

Organisasi Administrasi

Negara

1.

Membagi tugas-tugas pemerintah;

2.

Membatasi tugas, kewenangan, dan tanggung

jawab;

3.

Memberikan pelayanan secara spesialisasi

kepada masyarakat, sehingga masyarakat

mudah untuk mendapatkan pelayanan;

4.

Memudahkan pengawasan oleh atasan dan

masyarakat, karena pembagian tugasnya

telah dilakukan secara tegas dalam

undang-undang;

5.

Memudahkan komunikasi dan koordinasi antar

(47)

Ciri-ciri

Organisasi Administrasi

Negara

1.

Tidak diatur secara konkret dalam suatu UU;

2.

Jumlahnya tak terbatas, tergantung dengan

kebutuhan dan perkembangan masyarakat;

3.

Semua lembaganya menyebar;

4.

Diangkat karena berstatus PNS;

5.

Pertanggungjawaban ada kepada atasan;

6.

Keberadaan dan fungsi pokoknya merupakan

public service;

7.

Nama lembaga tergantung dari fungsi dan

tugas dari lembaga tersebut.

slide kuliah 2018

(48)

Sifat

Organisasi Administrasi

Negara

1.

Bersifat struktural

pembagian organisasi administrasi negara

berdasarkan tugas dan fungsinya.

2.

Bersifat fungsional

(49)

Organ Negara/Lembaga

Negara

Berdasarkan UUD 1945

Ada 15 jenis lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UUD 1945, yaitu:

1.MPR; 2.DPR; 3.DPD;

4.Presiden dan Wakil Presiden; 5.Kementerian Negara; 11.Komisi Pemilihan Umum;

slide kuliah 2018

(50)

Lanjutan

12.Bank Sentral;

13.Tentara Nasional Indonesia;

(51)

Organ Negara/Lembaga

Negara

Berdasarkan UU

Organ negara/Lembaga negara yang dibentuk dan memperoleh kewenangan dari UU paling tidak ada 10, yaitu:

1.Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM); UU No.

39/1999.

2.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK); UU No. 30/2002; UU

No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001.

3.Komisi Penyiaran Indonesia (KPI); UU No. 32/2002.

4.Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU); UU No. 5/1999. 5.Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR);

6.Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Komnas Anak); UU No.

23/2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 35/2014.

7.Komisi Kepolisian Nasional; UU No. 2 Tahun 2002. 8.Komisi Kejaksaan; UU No. 16/2004.

9.Dewan Pers; UU No. 40/1999.

10.Dewan Pendidikan; UU No. 20/ 2003

slide kuliah 2018

(52)

Organ Negara/Lembaga

Negara

Berdasarkan Keputusan

Presiden

Organ negara/Lembaga-lembaga yang dibentuk dan mendaptkan kewenangan melalui keputusan presiden, yaitu:

1.Komisi Ombudsman Nasional; Keppres No. 44/2000, UU

No. 37/2006.

2.Komisi Hukum Nasional (KHN); Keppres No. 15/2000.

3.Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan

(Komnas Perempuan); Keppres No. 181/1998.

4.Dewan Maritim Nasional (Keppres No. 161/1999; 5.Dewan Ekonomi Nasional ( Keppres No. 144/1999;

6.Dewan Pengembangan Usaha Nasional (Keppres No.

165/1999);

7.Dewan Riset Nasional (Keppres No. 94/1999);

8.Dewan Pembinaan Industri (Keppres No. 10 Tahun 1999);

(53)

Organ Negara/Lembaga

Negara

Non Departemen

Keppres No. 3/2002 tentang perubahan atas Keppres No.

103/2001 tentang Kedudukan, Tugas, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Nondepartemen.

1.Lembaga Administrasi Negara (LAN);

2.Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI); 3.Badan Kepegawaian Negara (BKN);

4.Perpustakaan Nasional; 5.Bappenas;

6.Badan Pusat Statistik (BPS);

7.Badan Standardisasi Nasional (BSN); 8.Badan Pengawas Tenaga Nuklir;

9.Badan Tenaga Nuklir Nasional; 10.Badan Intelijen Negara (BIN); 11.Lembaga Sandi Negara;

slide kuliah 2018

(54)

12.Badan Urusan Logistik (Bulog);

13.Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional

(BKKBN);

14.Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan); 15.Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional;

16.Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan

(BPKP);

17.Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI);

18.Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT); 19.Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM);

20.Badan Pertanahan Nasional (BPN);

21.Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM); 22.Lembaga Informasi Nasional (LIN);

23.Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas);

24.Badan Penyelenggaraan Kebudayaan dan

(55)

Tingkatan

Organisasi Administrasi

Negara

1.

Organisasi administrasi negara di tingkat

pusat;

kementerian, non kementerian

2.

Organisasi administrasi negara di tingkat

daerah;

Provinsi, Kabupaten/Kota

3.

BUMN/BUMD.

slide kuliah 2018

(56)

Perbedaan ON dan OAN

ON OAN

Disebut dan diatur dalam

UUD 1945 Hanya disebutkan dalam UUD 1945

Limitatif Bebas

Berada di pusat Menyebar Pengisian jabatan

berdasarkan pemilihan

Pengisian jabatan berdasarkan pengangkatan Bertanggung jawab kepada

yang memilihnya Bertanggung jawab kepada yang mengangkatnya Penamaannya ditentukan

(57)

ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN

YANG BAIK (AAUPB)

slide kuliah 2018

(58)

Istilah AAUPB

Belanda:

algemene beginselen van

behoorlijk bestuur

.

Inggris:

the principal of natural justice

.

Perancis:

les principaux generaux du

droit coutumier publique

.

Belgia:

algemene rechtsbeginselen

.

Jerman:

verfassung prinzipien

.

Indonesia:

Asas-asas

Umum

(59)

Pengertian AAUPB

KBBI, Asas → dasar, pedoman, atau sesuatu

yang menjadi pokok dasar.

Ridwan HR

AAUPB → asas-asas umum yang dijadikan

sebagai

dasar

dan

tata

cara

dalam

penyelenggaraan pemerintahan yang baik,

yang dengan cara demikian penyelenggaraan

pemerintahan itu menjadi baik, sopan, adil,

dan terhormat, bebas dari kezaliman,

pelanggaran

peraturan,

tindakan

penyalahgunaan wewenang, dan tindakan

sewenang-wenang.

slide kuliah 2018

(60)

Lanjutan

Jazim Hamidi, AAUPB yaitu:

1.AAUPB merupakan nilai-nilai etik yang hidup dan

berkembang dalam lingkungan HAN;

2.AAUPB berfungsi sebagai pegangan bagi pejabat

administrasi negara dalam menjalankan fungsinya, merupakan alat uji bagi hakim administrasi dalam menilai tindakan administrasi negara (yang berwujud penetapan/beschikking), dan sebagai dasar pengajuan gugatan bagi pihak penggugat;

3.Sebagian besar dari AAUPB masih merupakan

(61)

4.

Sebagian asas yang lain sudah menjadi

kaidah hukum tertulis dan terpencar

dalam berbagai peraturan hukum positif.

Meskipun sebagian dari asas itu berubah

menjadi kaidah hukum tertulis, namun

sifatnya tetap sebagai asas hukum.

slide kuliah 2018

(62)

Fungsi dan Arti Penting

AAUPB

AAUPB

hanya

sebagai

sarana

perlindungan hukum

(rechtsbescherming)

dan

instrumen

untuk

peningkatan

perlindungan

hukum

(verhoogde

rechtsbescherming)

bagi warga negara dari

tindakan pemerintah.

(63)

Lanjutan

SF. Marbun → arti penting & fungsi AAUPB, yaitu:

1.Bagi administrasi negara → sebagai pedoman

dalam melakukan penafsiran dan penerapan terhadap ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan yang bersifat samar atau tidak jelas;

2.Bagi warga masyarakat → sebagai pencari

keadilan, AAUPB dapat dipergunakan sebagai dasar gugatan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 53 UU No/ 5/1986;

3.Bagi Hakim TUN → sebagai alat menguji dan

membatalkan keputusan yang dikeluarkan badan atau pejabat TUN;

slide kuliah 2018

(64)

4.

Selain itu, AAUPB juga berguna bagi

(65)

AAUPB di Indonesia

AAUPB pertama kali muncul dan dimuat dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Pasal 3 UU No. 28/1999 disebutkan beberapa asas umum penyelenggaraan negara, yaitu:

1.Asas kepastian hukum;

2.Asas tertib penyelenggaraan negara; 3.Asas kepentingan umum;

4.Asas keterbukaan;

5.Asas proporsionalitas;

6.Asas profesionalitas; dan 7.Asas akuntabilitas.

slide kuliah 2018

(66)

1. Asas kepastian hukum

→ asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan per UU an, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara.

2. Asas tertib penyelenggaraan negara

→ asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara.

3. Asas kepentingan umum

→ asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif.

4. Asas keterbukaan

(67)

5. Asas proporsionalitas

→ asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggaraan negara.

6. Asas profesionalitas

→ asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Asas akuntabilitas

→ asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan

penyelenggara negara harus dapat

dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan pertauran perundang-undangan yag berlaku.

slide kuliah 2018

(68)

Pasal 53 Ayat (2) Huruf (a) disebutkan “Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik”.  AAUPB adalah meliputi asas kepastian hukum, tertib

penyelenggaraan negara, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, dan akuntabilitas, sebagaimana dimaksud dalam UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).  Pasal 20 Ayat (1) UU No. 32/ 2004 →

(69)

Macam-macam AAUPB

Menurut Koentjoro Purbopranoto dan SF Marbun,

macam-macam AAUPB, yaitu:

1.Asas kepastian hukum (principle of legal security); 2.Asas keseimbangan (principle of proportionality);

3.Asas kesamaan dalam mengambil keputusan

(principle of equality);

4.Asas bertindak cermat (principle of carefulness);

5.Asas motivasi untuk setiap keputusan (principle of

motivation);

6.Asas tidak mencampuradukkan kewenangan (principle

of non misuse of competence);

7.Asas permainan yang layak (principle of fair play);

8.Asas keadilan dan kewajaran (principle of reasonable

or prohibition of arbitrariness.

slide kuliah 2018

(70)

Lanjutan

9. Asas kepercayaan dan menanggapi

pengharapan yang wajar (principle of meeting raised expectation);

10.Asas meniadakan akibat suatu keputusan

yang batal (principle of undoing the consequences of an annuled decision);

11.Asas perlindungan atas pandangan atau cara

hidup pribadi (principle of protecting the personal may of life);

12.Asas kebijaksanaan (sapientia);

13.Asas penyelenggaraan kepentingan umum

(71)

1.Asas kepastian hukum

Berkaitan dengan asas het vermoeden van rechtmatigheid → setiap keputusan badan/pejabat TUN yang dikeluarkan dianggap

benar menurut hukum, selama belum

dibuktikan sebaliknya/dinyatakan sebagai keputusan yang bertentangan dengan hukum oleh hukum administrasi.

2.Asas keseimbangan

Adanya keseimbangan antara hukuman jabatan dan kelalaian atau kealpaan seorang pegawai.

3.Asas kesamaan dalam mengambil keputusan

Menghendaki badan pemerintah mengambil tindakan yang sama (tidak bertentangan) atas kasus-kasus yang faktanya sama.

slide kuliah 2018

(72)

4.Asas bertindak cermat atau asas kecermatan

Agar badan pemerintah sebelum mengambil keputusan, mempertimbangkan secara cermat dan teliti semua faktor dan keadaan yang berkaitan dengan materi keputusan, alasan-alasan yang diajukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, serta mempertimbangkan akibat-akibat hukum yang muncul dari KTUN tersebut.

5.Asas motivasi untuk setiap keputusan

Keputusan badan/pejabat TUN yang dikeluarkan harus mempunyai motivasi atau alasan yang jelas, terang, benar, objektif, dan adil.

6.Asas tidak mencampuradukkan kewenangan

(73)

7.Asas permainan yang layak (fair play)

Agar warga negara diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mencari kebenaran dan keadilan serta diberi kesempatan untuk membela diri dengan memberikan argumentasi-argumentasi sebelum dijatuhkannya putusan administrasi.

8.Asas keadilan dan kewajaran

Setiap tindakan badan/pejabat TUN harus memperhatikan hak setiap orang dan memperhatikan nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat.

9.Asas kepercayaan dan menanggapi pengharapan

yang wajar

Agar setiap tindakan yang dilakukan oleh pemerintah harus menimbulkan harapan-harapan bagi warga negara.

slide kuliah 2018

(74)

10. Asas meniadakan akibat suatu keputusan yang batal

Proses menempatkan kembali pegawai yang dipecat pada pekerjaannya semula, pemberian ganti rugi/kompensasi, dan pemulihan nama baik.

11. Asas perlindungan atas pandangan atau cara hidup

pribadi

Agar pemerintah melindungi hak atas kehidupan pribadi setiap pegawai negeri dan juga tentunya hak kehidupan pribadi setiap warga negara.

12. Asas kebijaksanaan

Agar pemerintah dalam melaksanankan tugas dan pekerjaannya diberi kebebasan dan keleluasaan untuk menerapkan kebijaksanaan tanpa harus terpaku pada peraturan perundang-undangan formal.

13. Asas penyelenggaraan kepentingan umum

(75)

KEWENANGAN

PEMERINTAH

slide kuliah 2018

(76)

Asas Legalitas

Hukum Pidana →

Nullum delictum sine

praevia lege poenali

(tidak ada hukuman

tanpa undang-undang).

Hukum

Administrasi

Negara

(77)

Asas legalitas mengandung 3 aspek (HD Stout yang dikutip dari pendapat Verhey), yaitu:

1.Aspek negatif (het negatieve aspect)

bahwa tindakan pemerintahan tidak boleh bertentangan dengan undang-undang.

tindakan pemerintahan adalah tidak sah jika bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

2.Aspek formal positif (het formeel positieve aspect)

bahwa pemerintah hanya memiliki kewenangan tertentu sepanjang diberikan atau berdasarkan undang-undang.

3.Aspek materiil positif (het materieel positieve

aspect)

bahwa undang-undang memuat aturan umum yang mengikat tindakan pemerintahan.

slide kuliah 2018

(78)

Wewenang Pemerintahan

Bagir Manan → wewenang tidak sama dengan

kekuasaan.

Kekuasaan → hak berbuat atau tidak berbuat.

Wewenang → hak dan kewajiban (rechten en

plichten).

HD Stout menyatakan:

(79)

Sumber dan Cara

Memperoleh

Wewenang Pemerintahan

1.

Atribusi;

2.

Delegasi; dan

3.

Mandat.

slide kuliah 2018

(80)

Menurut HD van Wijk/Willem Konijnenbelt

mendefnisikan:

1.

Atribusi

yaitu pemberian wewenang pemerintahan

oleh pembuat undang-undang kepada organ

pemerintahan.

2.

Delegasi

yaitu pelimpahan wewenang pemerintahan

dari satu organ pemerintahan kepada organ

pemerintahan lainnya.

3.

Mandat

(81)

Syarat-syarat delegasi, yaitu:

1. Delegasi harus defnitif → pemberi delegasi

(delegans) tidak dapat lagi menggunakan sendiri wewenang yang telah dilimpahkan itu.

2. Delegasi harus berdasarkan ketentuan peraturan

perundang-undangan → delegasi hanya dimungkinkan kalau ada ketentuan untuk itu dalam peraturan perundang-undangan.

3. Delegasi tidak kepada bawahan → dalam hubungan

hierarki kepegawaian tidak diperkenankan adanya delegasi.

4. Kewajiban memberikan keterangan (penjelasan) →

delegasi berhak untuk meminta penjelasan tentang pelaksanaan wewenang tersebut.

5. Peraturan kebijakan (beleidsregel) delegans

memberikan instruksi (petunjuk) tentang penggunaan wewenang tersebut.

slide kuliah 2018

(82)

Perbedaan

Delegasi dan Mandat

Delegasi Mandat

1. Pelimpahan wewenang;

2. Kewenangan tidak dapat dijalankan secara insidental oleh organ yang memiliki wewenang asli;

3. Terjadi peralihan tanggung jawab;

4. Harus berdasarkan UU;

5. Harus tertulis.

1. Perintah untuk melaksanakan;

2. Kewenangan dapat sewaktu-waktu

dilaksanakan oleh

mandans;

3. Tidak terjadi peralihan tanggung jawab;

4. Tidak harus

berdasarkan UU;

(83)

TINDAKAN

PEMERINTAHAN

slide kuliah 2018

(84)

Pengertian

Tindakan Pemerintahan

Tindakan pemerintahan (

bestuurshandelingen)

.

Tindakan hukum pemerintah →

tindakan-tindakan

yang

dilakukan

oleh

organ

pemerintahan atau administrasi negara yang

dimaksudkan untuk menimbulkan akibat-akibat

hukum

dalam

bidang

pemerintah

atau

administrasi negara.

Tindakan hukum pemerintah tidak boleh

mengandung cacat, seperti:

1.

Paksaan

(dwang);

(85)

Unsur-unsur

Tindakan Pemerintahan

Muchsan, unsur-unsur tindakan pemerintahan, yaitu:

1.Perbuatan itu dilakukan oleh aparat pemerintah

dalam kedudukannya sebagai penguasa maupun sebagai alat perlengkapan pemerintahan

(bestuursorganen) dengan prakarsa dan tanggung jawab sendiri;

2.Perbuatan tersebut dilaksanakan dalam rangka

menjalankan fungsi pemerintahan;

3.Perbuatan tersebut dimaksudkan sebagai sarana

untuk menimbulkan akibat hukum di bidang hukum administrasi negara;

4.Perbuatan yang bersangkutan dilakukan dalam

rangka pemeliharaan kepentingan negara dan rakyat.

slide kuliah 2018

(86)

Macam-macam

Tindak Perbuatan

Pemerintahan

Tindak perbuatan pemerintahan

Perbuatan nyata Perbuatan hukum

Perbuatan hukum privat Perbuatan hukum publik

(87)

INSTRUMEN

PEMERINTAHAN

slide kuliah 2018

(88)

Pengertian

Instrumen Pemerintahan

Instrumen Pemerintahan → alat-alat atau

(89)

Peraturan

Perundang-Undangan

Peraturan Perundang-undangan → Pasal 1 Angka (2) UU

No. 5 Tahun 1986, yaitu:

“semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum yang dikeluarkan oleh Badan Perwakilan Rakyat bersama pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, serta semua Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, yang juga mengikat umum”.

Pasal 1 Angka (2) UU No. 12 Tahun 2011, Peraturan

Perundang-undangan, yaitu:

“peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan”.

slide kuliah 2018

(90)

TAP MPRS No.

XX/MPRS/1966

1.Undang-Undang Dasar 1945; 2.Ketetapan MPR RI;

3.Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang (Perpu);

4.Peraturan Pemerintah; 5.Peraturan Presiden;

6.Peraturan-peraturan pelaksana lainnya, seperti: 1)Peraturan Menteri;

(91)

TAP MPR No. III/MPR/2000

1.Undang-Undang Dasar 1945; 2.Ketetapan MPR RI;

3.Undang-Undang;

4.Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang

(Perpu);

5.Peraturan Pemerintah; 6.Peraturan Presiden;

7.Peraturan Daerah.

slide kuliah 2018

(92)

UU No. 10 Tahun 2004

1.Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945;

2.Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang;

3.Peraturan Pemerintah; 4.Peraturan Presiden;

5.Peraturan Daerah, meliputi: a.Peraturan Daerah Provinsi;

(93)

UU No. 12 Tahun 2011

1.Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945; 2.Ketetapan MPR;

3.Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang;

4.Peraturan Pemerintah; 5.Peraturan Presiden;

6.Peraturan Daerah Provinsi; dan

7.Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.

slide kuliah 2018

(94)

Keputusan Tata Usaha

Negara

KTUN → Pasal 1 Angka (9) UU No. 51/2009, yaitu:

“suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan fnal, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata”.

Unsur-unsur KTUN, yaitu:

1. Suatu penetapan tertulis;

(95)

Lanjutan

5. Individual; dan 6. Final;

7. Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau

badan hukum perdata.

Penetapan tertulis → terutama menunjuk kepada

isi atau materinya bukan bentuk (form).

a) Jelas badan atau pejabat TUN mana yang

mengeluarkannya;

b) Jelas maksud dan mengenai hal apa isi tulisan itu; c) Jelas kepada siapa tulisan itu ditujukan dan apa

yang ditetapkan di dalamnya.

slide kuliah 2018

(96)

Badan atau Pejabat TUN → badan atau pejabat TUN menimbulkan hak atau kewajiban pada orang lain.

Konkret → objek yang diputuskan dalam KTUN tidak

abstrak, tetapi berwuju, tertentu, dan dapat ditentukan.

Misalnya: keputusan tentang pemberian atau pencabutan izin usaha atas nama si A.

Individual → KTUN itu tidak ditujukan untuk umum,

(97)

Final → KTUN yang dikeluarkan itu sudah

defnitif sehingga dapat menimbulkan akibat

hukum. KTUN yang masih memerlukan

persetujuan instansi atasan atau instansi

lain belum bersifat fnal.

misalnya: keputusan pengangkatan seorang

PNS yang memerlukan persetujuan dari

BKN.

slide kuliah 2018

(98)

Syarat-syarat sah-nya

KTUN

1.KTUN dibuat oleh alat pemerintahan (organ)

yang berwenang;

2.KTUN yang dibuat tidak boleh memuat

kekurangan yuridis seperti: penipuan

(bedrog), paksaan (dwang), kekhilafan

(dwaling);

3.Bentuk dan prosedur pembuatan KTUN harus

menurut peraturan yang menjadi dasarnya;

4.Isi dan tujuan dikeluarkannya KTUN harus

(99)

Macam-macam KTUN

1.KTUN perorangan dan KTUN kebendaan

KTUN perorangan → KTUN yang diterbitkan berdasarkan kualitas pribadi orang tertentu.

Contoh: SK pengangkatan atau pemberhentian seseorang sebagai pegawai negeri atau sebagai pejabat negara, SIM, dll.

KTUN kebendaan → KTUN yang diterbitkan atas dasar kualitas kebendaan.

Contoh: sertifkat hak atas tanah.

2.KTUN deklaratif dan KTUN konstitutif

KTUN deklaratif → KTUN yang diterbitkan karena sudah ada hubungan hukum sebelumnya.

Conroh: akte kelahiran. slide kuliah 2018

(100)

KTUN konstitutif → KTUN merupakan syarat mutlak lahirnya hubungan hukum.

Conroh: sertifkat HGB, SK pengangkatan PNS, dll. 3. KTUN terikat dan KTUN bebas

KTUN terikat → KTUN itu hanya melaksanakan ketentuan yang sudah ada, tanpa adanya suatu ruang kebebasan bagi pejabat yang bersangkutan.

Contoh: syarat pemberian SIM berusia 17 tahun.

KTUN bebas → KTUN yang didasarkan pada kewenangan bebas atau kebebasan pejabat TUN dalam bertindak (asas freies ermessen).

4. KTUN yang menguntungkan dan KTUN yang memberi

beban

KTUN yang menguntungkan → KTUN itu memberikan hak-hak atau memberikan keringan beban yang ada atau mungkin ada.

(101)

Lanjutan

5.KTUN kilat dan KTUN langgeng

KTUN kilat (eenmalig) → KTUN yang hanya berlaku sekali

Contoh: IMB.

KTUN langgeng → KTUN yang memiliki masa berlaku yang relatif lama.

Contoh: SK PNS kekuatan berlakunya selama yang bersangkutan menjadi pegawai negeri.

slide kuliah 2018

(102)

Peraturan Kebijaksanaan

(Freies Ermessen)

Peraturan kebijakan → lahir dari → asas kebebasan

bertindak (Freies Ermessen).

Frei → bebas, lepas, tidak terikat, dan merdeka.

Freies → orang yang bebas, tidak terikat, dan mardeka.Ermessen → mempertimbangkan, menilai, menduga,

dan memperkirakan.

Freies Ermessen → orang yang memiliki kebebasan

untuk menilai, menduga, dan mempertimbangkan sesuatu.

Freies Ermessen → pemerintahan → salah satu sarana

(103)

Lanjutan

Sjachran Basah → unsur-unsur Freies Ermessen, yaitu:

1. Ditujukan untuk menjalankan tugas-tugas servis publik;

2. Merupakan sikap tindak yang aktif dari administrasi negara;

3. Sikap tindak itu dimungkinkan oleh hukum; 4. Sikap tindak itu diambil atas inisiatif sendiri;

5. Sikap tindak itu dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan penting yang timbul secara tiba-tiba;

6. Sikap tindak itu dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun secara hukum.

slide kuliah 2018

(104)

Peraturan Kebijakan

Peraturan kebijakan → produk dari perbuatan tata usaha negara → tidak termasuk bentuk atau jenis peraturan perundang-undangan → kewenangan dibatasi pada segi pelaksanaan.

Bentuk peraturan kebijakan:

1. Peraturan kebijakan yang berbentuk peraturan; 2. Pertauran kebijakan yang berbentuk keputusan; 3. Peraturan kebijakan yang berbentuk surat edaran; 4. Peraturan kebijakan yang berbentuk instruksi;

5. Peraturan kebijakan yang berbentuk

(105)

Ciri-ciri Peraturan

Kebijakan

J.H van Kreveld → ciri-ciri peraturan kebijakan,

yaitu:

1. Peraturan kebijakan tidak ditemukan dasarnya

dalam undang-undang;

2. Peraturan kebijakan secara tertulis atau tidak

tertulis termuat dalam keputusan-keputusan instansi pemerintah;

3. Peraturan kebijakan memberikan petunjuk

secara umum.

slide kuliah 2018

(106)

Fungsi Peraturan

Kebijakan

Marcus Lukman → fungsi peraturan kebijakan, yaitu:

1. Sarana pengaturan yang melengkapi, menyempurnakan, dan mengisi kekurangan-kekurangan yang ada pada peraturan perundang-undangan;

2. Sarana pengaturan bagi keadaan vacum peraturan perundang-undangan;

3. Sarana pengaturan bagi kepentingan-kepentingan yang belum terakomodasi secara patut, layak, benar, dan adil dalam peraturan perundang-undangan;

(107)

Lanjutan

5.Kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi

administrasi di bidang pemerintahan dan pembangunan yang bersifat cepat berubah atau memerlukan pembaharuan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

slide kuliah 2018

(108)

Penormaan Peraturan

Kebijakan

Indroharto → hal-hal yang harus diperhatikan

dalam pembuatan peraturan kebijakan, yaitu:

1. Tidak boleh bertentangan dengan peraturan

dasar;

2. Tidak boleh bertentangan dengan akal sehat; 3. Harus dipersiapkan dengan cermat;

4. Isi dari kebijakan harus jelas;

5. Tujuan dan dasar-dasar pertimbangan harus

jelas;

6. Harus memenuhi syarat kepastian hukum

(109)

Rencana

Rencana → keseluruhan proses pemikiran dan penentuan

secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Menurut P. De Haan, rencana terbagai dalam 3 kategori:

1. Rencana yang informatif

yaitu rancangan mengenai perkembangan masyarakat yang dituangkan dalam alternatif-alternatif kebijakan tertentu.

Rencana informatif tidak memiliki akibat hukum bagi warga negara.

2. Rencana yang indikatif

yaitu rencana-rencana yang memuat kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh dan mengindikasikan bahwa kebijakan itu akan dilaksanakan.

slide kuliah 2018

(110)

rencana indikatif memiliki akibat hukum yang tidak langsung bagi warga negara.

3. Rencana yang normatif

yaitu rencana-rencana yang terdiri dari persiapan-persiapan, perjanjian-perjanjian, dan keputusan-keputusan.

Contoh: rencana tata ruang, rencana pembebasan tanah, rencana pemberian subsidi, dll.

(111)

Unsur-unsur Rencana

1. Tertulis (Schriftelijke);

2. Keputusan atau tindakan (Besluit of handeling, inhoudende een keuze);

3. Oleh organ pemerintahan (Door een bestuursorgaan);

4. Ditujukan untuk waktu yang akan datang (Van op de toekomst gerichte);

5. Unsur-unsur rencana (sering kali berbentuk

tindakan-tindakan atau keputusan-keputusan) planenelementen (Vaak te nemen besluiten of te verrichten handelingen);

(112)

Perizinan

Izin

(vergunning)

→ suatu persetujuan dari

penguasa

berdasarkan

peraturan

perundang-undangan

untuk

memperbolehkan melakukan tindakan atau

perbuatan tertentu yang secara umum

dilarang (Bagir Manan).

Izin → perbuatan pemerintah bersegi satu

(113)

Unsur-unsur Perizinan

1.

Instrumen yuridis;

2.

Peraturan perundang-undangan;

3.

Organ pemerintah;

4.

Peristiwa konkret;

5.

Prosedur dan persyaratan.

slide kuliah 2018

(114)

Fungsi dan Tujuan

Perizinan

Izin → instrumen pengendali → untuk menertibkan

masyarakat.

Tujuan perizinan, yaitu:

1. Keinginan mengarahkan (mengendalikan

“struren”) aktivitas-aktivitas tertentu (misalnya: izin bangunan).

2. Mencegah bahaya bagi lingkungan (izin-izin

lingkungan).

3. Keinginan melindungi objek-objek tertentu (izin

terbang, izin membongkar pada monumen-monumen).

4. Hendak membagi benda-benda yang sedikit (izin

(115)

Lanjutan

5.

Pengarahan, dengan menyeleksi

orang-orang

dan

aktivitas-aktivitas

(izin

berdasarkan

“drank

en

horecawet”

,

dimana pengurus harus memenuhi

syarat-syarat tertentu).

slide kuliah 2018

(116)

Bentuk dan isi Izin

Bentuk izin → tertulis.

Izin harus memuat hal-hal sebagai berikut:

1.

Organ yang berwenang;

2.

Yang dialamatkan;

3.

Diktum;

4.

Ketentuan-ketentuan,

pembatasan-pembatasan, dan syarat-syarat.

5.

Pemberian alasan;

(117)

BARANG MILIK NEGARA DAN

DAERAH

slide kuliah 2018

(118)

Pengertian

Barang Milik Negara dan

Daerah

Barang milik negara → semua barang yang dibeli atau

diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

Barang milik daerah → semua barang yang dibeli atau

diperoleh atas beban APBD atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

Barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah,

meliputi:

1.Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau

yang sejenis;

2.Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari

perjanjian/kontrak;

3.Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan

(119)

Lanjutan

4.

Barang

yang

diperoleh

berdasarkan

putusan

pengadilan

yang

telah

memperoleh kekuatan hukum tetap.

slide kuliah 2018

(120)

Dasar Hukum

1.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006

tentang

Pengelolaan

Barang

Milik

Negara/Daerah, sebagaimana telah diubah

dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38

Tahun 2008;

2.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17

(121)

Penggolongan Barang Milik Negara

dan Daerah

1.Barang-barang tidak bergerak, meliputi:

a.Tanah-tanah kehutanan, pertanian, perkebunan,

lapangan olah raga, jalan, jalan kereta api, terowongan, bandara, tanah pelabuhan, bangunan irigasi, dll;

b.Gedung-gedung kantor, sekolah, rumah sakit, dll; c.Gedung-gedung tempat tinggal tetap atau

sementara, seperti: rumah dinas, asrama, dll.

2.Barang-barang bergerak, meliputi:

a.Alat-alat berat, seperti: buldozer, mesin pengebor

tanah, dll;

b.Peralatan-peralatan yang berada dalam bengkel,

laboratorium, dll;

slide kuliah 2018

(122)

Lanjutan

c.

Peralatan kantor, seperti: mesin tik,

komputer, kipas angin, dll;

d.

Semua inventaris perpustakaan dan

lain-lain barang inventaris yang bercorak

kebudayaan;

e.

Alat-alat pengangkutan, seperti: mobil,

bus, sepeda motor, dll;

f.

Inventaris perlengkapan rumah sakit,

(123)

PENEGAKAN HUKUM

ADMINISTRASI NEGARA

slide kuliah 2018

(124)

Sanksi dalam Hukum

Administrasi Negara

Secara umum, dikenal beberapa macam

sanksi dalam hukum administrasi, yaitu:

1.

Paksaan pemerintahan

(bestuursdwang)

;

2.

Penarikan

kembali

keputusan

yang

menguntungkan (izin, subsidi, pembayaran,

dan sebagainya);

3.

Pengenaan uang paksa oleh pemerintah

(dwangsom)

;

4.

Pengenaan

denda

administratif

(125)

1. Paksaan Pemerintahan

Paksaan pemerintahan → kewenangan organ

pemerintahan untuk melakukan tindakan

nyata mengakhiri situasi yang bertentangan

dengan norma Hukum Administrasi Negara,

karena tidak dijalankan atau sebagai reaksi

dari pemerintah atas pelanggaran norma

hukum yang dilakukan warga negara.

slide kuliah 2018

(126)

2. Penarikan kembali KTUN yang

menguntungkan

KTUN yang menguntungkan → KTUN itu

memberikan hak-hak atau memberikan

keringan beban yang ada atau mungkin ada.

Penarikan KTUN yang menguntungkan →

(127)

3. Pengenaan Uang Paksa

Pengenaan uang paksa → dikenakan kepada

seseorang atau warga negara yang tidak

mematuhi atau melanggar ketentuan yang

ditetapkan

oleh

pemerintah,

sebagai

alternatif

dari

tindakan

paksaan

pemerintahan.

slide kuliah 2018

(128)

4. Pengenaan Denda

Administratif

Pengenaan denda administratif → reaksi

terhadap pelanggaran norma, yang ditujukan

untuk menambah hukuman yang pasti.

Pengenaan denda administratif → hukum

(129)

PERADILAN TATA USAHA

NEGARA

slide kuliah 2018

(130)

Arti Penting Dibentuknya

PTUN

Dalam penjelasan UU PTUN, ada 2 alasan penting dibentuknya PTUN, yaitu:

1.Ditujukan untuk memberikan perlindungan kepada

hak-hak perorangan sekaligus hak-hak masyarakat atas tindakan

sewenang-wenang penguasa yang merugikan

kepentingan warga;

2.Untuk pemerintah, wajib secara terus menerus membina,

(131)

Lanjutan

Jimly Asshiddiqie → PTUN dibentuk dalam rangka mengisi

dan menegakkan negara hukum Indonesia, karena salah satu unsur negara hukum adalah terdapatnya Peradilan Tata Usaha Negara.

W. Riawan Tjandra PTUN diciptakan untuk

menyelesaikan sengketa antara pemerintah dan warga negaranya, yakni sengketa yang timbul akibat adanya tindakan-tindakan pemerintah yang dianggap melanggar hak warga. Adapun tujuan dibentuknya PTUN, yaitu:

1.Memberikan perlindungan terhadap hak-hak rakyat yang

bersumber dari hak-hak individu;

2.Memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat

yang didasarkan kepada kepentingan bersama dari individu yang hidup dalam masyarakat.

slide kuliah 2018

(132)

Karakteristik HAPTUN

Karakteristik HAPTUN berdasarkan Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan, yaitu:

1.Peranan hakim aktif (dominus litis).

2.Dalam sengketa TUN, kedudukan penggugat & tergugat

tidak seimbang.

3.Sistem pembuktian bebas terbatas. Hakim yang

menentukan apa yang harus dibuktikan.

4.Gugatan tidak menunda pelaksanaan keputusan TUN

yang digugat.

5.Putusan hakim tidak boleh bersifat ultra petita (melebihi

(133)

Lanjutan

6. putusan pengadilan bersifat erga omnes.

7. Seseorang atau badan hukum perdata yang

mengajukan gugatan harus mempunyai kepentingan yang dirugikan akibat terbitnya KTUN.

8. Dalam proses pemeriksaan gugatan di

pengadilan TUN dikenal tahapan penelitian administratif, dismissal proses, pemeriksaan persiapan, dan tahap persidangan terbuka untuk umum.

9. Tidak mengenal putusan verstek.

10.Tidak mengenal gugatan rekonpensi.

slide kuliah 2018

(134)

Karakteristik HAPTUN masih perlu penambahan, yaitu:

1.Pada peradilan TUN dimungkinkan mengajukan

gugatan langsung ke PT TUN.

2.Alasan mengajukan gugatan ke PTUN hanya 2,

yaitu KTUN yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan KTUN yang bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang layak.

3.Adanya pembatasan tentang besarnya ganti rugi,

yakni maksimal besarnya ganti rugi Rp 5 juta, dan maksimal rehabilitasi Rp 2 juta.

4.Mengenal upaya paksa dalam pelaksanaan

putusan, berupa pembayaran sejumlah uang paksa

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :