Aserani Kurdi, S.Pd
Kumpulan Khutbah JumÊat
MEMBANGUN
MASYARAKAT TABALONG
YANG SEHAT DAN CERDAS
BERNUANSA ISLAM
Cetakan 1, 1432 H / 2010 M
i
Judul :
Kumpulan Khutbah Jum’at
Membangun Masyarakat Tabalong Yang Sehat dan Cerdas Bernuansa Islam
Penyusun :
Aserani Kurdi, S.Pd
e-mail : [email protected]
Website : http://aserani.wordpress.com
Desain, Pengetikan dan Setting :
ROLISA Komputer Tanjung
Jln.Ir.P.H.M.Noor Perumahan Guru SMKN 1 Pembataan Tanjung HP. 085651221501 e-mail : [email protected]
Penerbit :
Lembaga Pengembangan Da’wah Tertulis (LPDT) Kabupaten Tabalong
HP. 081348840437
e-mail : [email protected]
Cetakan Ke :
I, Muharram 1432 H / Desember 2010 M
ijk
lhamdulillah, atas izin Allah SWT. dapatlah buku ini disu-sun dan dirampungkan, ken-dati di sana sini masih ba-nyak terdapat kekurangan.
Buku ini memuat 20 teks khutbah jum’at dengan tema “Membangun Masyarakat Tabalong Yang Sehat dan Cerdas Bernuansa Islam” yang terdiri dari 10 teks bertemakan kesehatan dan 10 teks lainnya bertemakan pendidikan.
Penyusunan buku ini dimaksudkan dalam rangka ikut serta mempercepat terwujudnya visi dan misi Tabalong terutama dari segi pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia pada sisi mental spiritual.
Kepada Bapak Bupati Tabalong yang telah memberikan sambutan dan bantuan moril mau-pun materiil sehingga buku ini dapat diperba-nyak dan didistribusikan kepada masyarakat, kami haturkan penghargaan dan terimakasih. Juga, kepada Bapak Kepala Dinas Kesehatan dan Bapak Kepala Dinas Pendidikan yang telah merestui dan menyambut baik terbitnya buku ini serta memberikan kata sambutan, juga kami haturkan penghargaan dan terimakasih.
Terkhusus buat Bapak Drs. KH. A.Rasyidi, Lc (Ketua MUI Tabalong), yang telah berkenan melakukan telaahan terhadap buku ini, sekali-gus memberikan saran dan koreksi perbaikan serta memberikan kata sambutan, kami pun me-nyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Semoga persembahan kami yang tidak se-berapa ini dapat memberikan sedikit pencerah-an kepada masyarakat Tabalong agar lebih ter-motivasi untuk bersama-sama membangun ba-nua kita yang tercinta ini ke arah terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera berbasis agamis.
Tanjung, 24 Jum Awal 1431 H 09 Mei 2010 M
Penyusun,
A
à
µ
à
?$
n
1
u
u
/
ρ
u
Î
#
à
π
u
ϑ
ô
m
‘
n
n
ρ
ô
Ο
à
3
ø
n
=
n
ã
à
Θ
n
ξ
§
¡
<
n
#
eraya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME saya me-nyambut baik penerbitan buku yang berjudul “Kumpulan Khut-bah Jum’at” oleh LPDT Taba-long ini. Menurut hemat saya, buku “Kumpulan Khutbah Jum’at” yang berisikan kumpulan khut-bah bertema kesehatan dan pendidikan oleh LPDT Tabalong ini merupakan suatu bukti akan makin meningkatnya kepedulian segala pihak dalam kedua bidang tersebut.Paradidma sehat dalam era reformasi di-gunakan sebagai paradigma pembangunan yang lebih mengutamakan upaya-upaya promotif (pro-mosi) dan preventif (pencegahan) tanpa mening-galkan upaya kuratif (pengobatan) dan rehabilita-tif (pemulihan) demi terwujudnya kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehat
v
dalam definisi WHO, adalah suatu keadaan se-jahtera sempurna fisik, mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit dan kelemahan, sehat itu bukan tujuan hidup melainkan alat untuk hidup produktif (Ottawa Charter;1986), kesehatan merupakan kebutuh-an setiap orkebutuh-ang tkebutuh-anpa membedakkebutuh-an kondisi dkebutuh-an latar belakang, “Health is not everything but without health everything is nothing”. Perubahan perilaku atau terbentuknya perilaku yang men-dukung kesehatan merupakan salah satu output utama dari upaya promotif. Buku sebagai salah satu sumber dari pengetahuan mempunyai pe-ran dalam pembentukan perilaku tersebut. Pe-ngetahuan memang masih jauh dari terbentuk-nya perubahan perilaku, namun demikian “me-lek kesehatan” merupakan muara yang tepat dalam membentuk perilaku kesehatan yang per-manen.
Selain itu, pentingnya pendekatan keaga-maan dalam masyarakat Kabupaten Tabalong yang agamis ini sudah lama disadari sehingga kegiatan penyuluhan melalui tempat ibadah (masjid, gereja dll) telah lama dilakukan, sehing-ga terbitnya buku ini diharapkan jusehing-ga menjadi sumber referensi tambahan bagi teman-teman di lapangan (para petugas penyuluh kesehatan).
Akhirnya, saya berharap bahwa keberada-an buku ini tidak sebatas memperkaya
vi
S
khazanah pengetahuan kita saja, namun juga dapat menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan la-innya dalam mewujudkan visi dan misi Kabu-paten Tabalong kita tercinta ini. Untuk itu, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara Aserani Kurdi, S.Pd selaku penyusun yang telah mencu-rahkan tenaga dan pikirannya, serta kepada se-luruh pihak yang telah mendukung penerbitan buku ini.
Semoga hadirnya buku ini dapat memper-cepat terciptanya “Masyarakat Tabalong Yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera Berbasis Agamis”.
Tanjung, 26 Nopember 2010 Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong,
vii
à
µ
à
?$
n
1
u
u
/
ρ
u
Î
#
à
π
u
ϑ
ô
m
‘
n
n
ρ
ô
Ο
à
3
ø
n
=
n
ã
à
Θ
n
ξ
§
¡
<
n
#
uji syukur kita panjatkan ke khadirat Allah SWT. yang de-ngan limpahan rahmat-Nya da-patlah kita menjalani hidup ini dengan berbagai aktivitas untuk memperoleh ridha-Nya.Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendi-dikan nasional pernah menyatakan bahwa pen-didikan pada umumnya ditujukan untuk mem-bentuk dan mengembangkan budi pekerti, inte-lektual serta kesehatan jasmani dan rohani.
Secara filosofis pendidikan merupakan se-buah sarana sekaligus cara untuk menyeim-bangkan antara akal dan hati, rohani dan jas-mani, akhlak dan keterampilan, menuju ke pem-bentukan manusia seutuhnya.
P
SAMBUTAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN TABALONG
Tanjung, 26 Nopember 2010
Dalam Islam, pendidikan merupakan se-buah sistem keagamaan dimana secara implisit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang di-miliki Islam melalui sarana tarbiyah, ta’lim dan ta’did yang harus dipahami secara menyeluruh, menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan-Nya (Hablun mina Allah), hubungan manusia dengan masyarakat (Hablun minan naas) dan hubungan manusia dengan lingkungan dan alam sekitar (Hablun minal ‘alam).
Sejalan dengan itu, saya menyambut baik upaya yang dilakukan saudara Aserani Kurdi, S.Pd dalam menyajikan tulisan pada buku ini, karena disamping isinya sangat cocok dan rele-van dengan konsep pendidikan Islam dan kon-sep pendidikan pada umumnya, juga sejalan de-ngan visi dan misi Dinas Pendidikan Tabalong.
Semoga buku ini, disamping sebagai ba-han yang praktis bagi para da’i, juga bermanfaat bagi para pemerhati dan praktisi pendidikan di Kabupaten Tabalong.
à
µ
à
?$
n
1
u
u
/
ρ
u
Î
#
à
π
u
ϑ
ô
m
‘
n
n
ρ
ô
Ο
à
3
ø
n
=
n
ã
à
Θ
n
ξ
§
¡
<
n
#
egala puji dan syukur di perun-tukkan hanya kepada Allah se-mata. Shalawat dan salam di-sampaikan ke haribaan baginda Rasulillah Muhammad SAW. pembawa risalah kebenaran dan keselamatan yang cahayanya selalu memancar hingga akhir zaman.Islam adalah agama yang selalu memoti-vasi pemeluknya untuk meningkatkan kualitas hidup terutama dari segi kesehatan dan pendi-dikan.
Allah SWT. berfirman :
“
Ï
‰
ô
γ
t
ƒ
Ï
µ
Î
/
ª
!
$
#
Ç
∅
t
Β
y
ì
t
7
©
?
$
#
…
ç
µ
t
Ρ≡
u
θ
ô
Ê
Í
‘
Ÿ
≅
ç
7
ß
™
x
s
Drs. H. Erwan, SH, M.AP ix
É
Ο≈
n
=
¡
¡
9
$
#
Ν
ß
γ
ã
_
Ì
÷
‚
ã
ƒ
u
ρ
z
⎯
Ïi
Β
Ï
M
≈
y
ϑ
è
=
—
à
9
$
#
†
n
<
Î
)
Í
‘
θ
–
Ψ9
$
#
⎯
Ï
µ
Ï
Ρ
ø
Œ
Î
*
Î
/
ó
Ο
Î
γƒ
Ï
‰
ô
γ
t
ƒ
u
ρ
4
’
n
<
Î
)
:
Þ
≡
u
Å
À
5
ΟŠ
É
)
t
G
ó
¡
•
Β
“Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan ke-selamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah me-ngeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita ke-pada cahaya yang terang benderang dengan se-izin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lu-rus” (QS. Al-Maaidah ayat 16).
Pengertian gelap gulita pada ayat di atas berkaitan dengan kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan. Sedangkan cahaya berkaitan dengan kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan dan kecerdasan.
Berdasarkan ayat di atas, maka tepat se-kali tema yang ditampilkan oleh akhi Aserani Kurdi, S.Pd dalam tulisannya kali ini, yaitu “Membangun Masyarakat Tabalong yang Sehat dan Cerdas Bernuansa Islam”.
Untuk itulah, MUI Tabalong menyambut gembira tulisan ini dan menyampaikan penghar-gaan serta terimakasih kepada penulisnya yang telah menyumbangkan pikiran dan waktunya untuk kepentingan da’wah Islamiyah dan pembi-naan ummat. Harapan kami, kiranya tulisan ini
juga mendapat sambutan yang baik dari semua pihak dengan cara membantunya dalam hal pe-nerbitan dan penggandaan buku ini, sehingga dapat tersebar luas ke tengah-tengah ummat.
Semoga Allah meridhai usaha, aktivitas dan pengorbanan kita. Amin.
Tanjung, 25 Nopember 2010 Ketua MUI Tabalong,
xii
à
µ
à
?$
n
1
u
u
/
ρ
u
Î
#
à
π
u
ϑ
ô
m
‘
n
n
ρ
ô
Ο
à
3
ø
n
=
n
ã
à
Θ
n
ξ
§
¡
<
n
#
lhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT. yang selalu mencu-rahkan rahmat, perlindungan dan kekuatan-Nya, sehingga dapatlah kita menjalankan segala aktivitas, tu-gas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya.Sumber daya manusia merupakan aspek yang paling penting dalam proses pembangunan, karena ia merupakan aktor utama yang sangat menentukan. Seiring dengan itu, kita perlu me-nyiapkan sosok sumber daya manusia yang se-hat dan cerdas. Karena manusia yang sese-hat dan cerdas adalah manusia yang sejahtera dan se-imbang secara berlanjut dan penuh daya ke-mampuan untuk menumbuh-kembangkan kua-litas hidupnya seoptimal mungkin.
Pembangunan daerah merupakan usaha
xiii
untuk meningkatkan kualitas manusia dan ma-syarakat yang dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kemampuan daerah dengan me-ngacu kepada strategi dan arah kebijakan pem-bangunan yang telah ditentukan secara mandiri. Untuk itu dalam pelaksanaannya memerlukan dukungan yang luas dan terpadu dari berbagai elemen masyarakat yang ada, dalam rangka ber-sama-sama membangun tatanan kehidupan un-tuk mewujudkan kemajuan di segala bidang.
Upaya yang dilakukan saudara Aserani Kurdi, S.Pd dalam menyusun buku ini patut kita hargai dan didukung sepenuhnya, karena buku ini setidaknya akan memberikan pembela-jaran kepada masyarakat akan arti pentingnya kesehatan dan pendidikan.
Saya berharap, kehadiran buku ini kira-nya dapat membantu dalam percepatan pemba-ngunan di Kabupaten Tabalong terutama dari aspek pembangunan mental spiritual.
A
SAMBUTAN BUPATI TABALONG
Tanjung, 29 Nopember 2010 Bupati Tabalong,
Drs. H. Rachman Ramsyi, M.Si
KATA PENGANTAR (iii-iv) SAMBUTAN TERTULIS
1.Kepala Dinas Kesehatan Tabalong (v-vii) 2.Kepala Dinas Pendidikan Tabalong (viii-ix) 3.Ketua MUI Tabalong (x-xii)
4.Bupati Tabalong (xiii-xiv) DAFTAR ISI (xv-xvi)
1.Pemeliharaan Kesehatan Dalam Pandangan Islam (1-12)
2.Konsep Islam Tentang Kesehatan Lingkungan (13-20)
3.Membangun Keluarga Yang Sehat dan Sejah-tera (21-31)
4.Menyingkap Rahasia Kesehatan Rasulullah (32-43)
5.Menjaga Kebersihan Hati Adalah Kunci Kese-hatan Jiwa (44-55)
6.Sikap Memaafkan dan Manfaatnya Bagi Kese-hatan (56-67)
7.Pikiran Tenang Membantu Proses Penyem-buhan (68-77)
xv
8.Menumbuhkan Sikap Optimis Melalui Iba-dah Shalat (78-87)
9.Konsep Sakit dan Pengobatan Menurut Islam (88-97)
10.Pilih Resep Nabi atau Resep Dokter? (98-111) 11.Masyarakat Cerdas Dalam Perpektif Islam
(112-123)
12.Keistimewaan Pendidikan Rasulullah (124-134)
13.Perhatian Islam Terhadap Sains dan Tekno-logi (135-144)
14.Menyiapkan SDM Yang Mampu Menjawab Tantangan Modernisasi (145-156)
15.Menuntut Ilmu Suatu Proses Tanpa Henti (157-166)
16.Pendidikan Anak Dari Bisa Menjadi Mau (167-176)
17.Ilmu, Amal Shaleh dan Pembangunan (177-187)
18.Ilmu dan Teknologi Menawarkan Kemudah-an (188-198)
19.Pendidikan Berbuah Amal (199-208)
20.Pendidikan Atasi Problematika Ummat (209-217)
CONTOH KHUTBAH KEDUA (218-220) BAHAN RUJUKAN (221-228)
RIWAYAT SINGKAT PENYUSUN (229-230)
a
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
lhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT. yang mana de-ngan izin, taufiq dan hidayah-Nya jualah sehingga dapatlah kita pada hari ini menunaikan fardhu jum’at di masjid yang mulia ini.
Muslimin Rahimakumullah
Risalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. merupakan rahmat bagi semesta alam.
Kata rahmat sebenarnya memiliki makna yang sangat luas, sehingga dapat dipahami
2
A
1
PEMELIHARAAN KESEHATAN
bahwa kesejahteraan, kesehatan, kecerdasan dan segala sesuatu yang menyenangkan serta bermanfaat termasuk juga rahmat.
Dari sekian banyak rahmat Allah yang di-curahkan-Nya kepada kita, agaknya tidaklah berlebihan kalau kita katakan bahwa kesehatan adalah rahmat yang teristimewa dibandingkan dengan yang lainnya, karena semua jenis rah-mat yang diberikan Allah, hanya akan dapat di-nikmati secara maksimal dan sepenuh hati apa-bila yang bersangkutan dalam keadaan sehat.
Rasulullah SAW. bersabda :
q
“Barangsiapa sehat badannya, damai di hatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepa-danya” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Pengertian sehat badannya dari hadits di atas merupakan cerminan dari sehat jasmani, damai di hatinya, merupakan gambaran dari
3
rohani yang sehat dan punya makanan untuk sehari-harinya, merupakan wujud dari kesejah-teraan di bidang sosial atau sehat sosial.
Nah, dari hadits ini dapat kita pahami bahwa yang namanya sehat itu, bukan hanya misalnya seseorang yang terbebas dari berbagai penyakit atau cacat, tetapi arti sehat mengan-dung pengertian yang sangat luas dan dalam, yakni seseorang yang berada dalam sebuah kon-disi yang stabil antara aspek jasmani, rohani, sosial dan lingkungan di mana dia berada. Se-hingga wajar kalau Rasulullah mengatakan bah-wa seseorang yang benar-benar berada dalam kondisi sehat, maka seolah-olah dunia dan isi-nya ini adalah milikisi-nya.
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya kemampuan. Dengan kemampuan-nya itu, ia dapat menumbuhkan dan mengem-bangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Disamping itu, ia memiliki peluang yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mung-kin, terutama dalam aktivitas ibadah dan mu’a-malah agar menjadi abdi Allah yang taat dan anggota masyarakat yang bermanfaat bagi
sesama.
Hadirin
Semua kita pasti sepakat, bahwa kesehat-an itu penting dkesehat-an menjaga atau memelihara sehatan itu, jauh lebih penting lagi. Namun ke-nyataannya, kalau kita perhatikan apa yang ter-jadi dalam masyarakat pada umumnya, ternyata persoalan kesehatan masih dipahami secara sta-tis, dalam artian mereka beranggapan bahwa yang namanya sehat itu, apabila seseorang tidak mengalami sakit. Dengan kata lain, sehat berarti tidak sakit, atau sakit berarti tidak sehat. Se-hingga kalau tidak sakit, maka tidak perlu ber-obat. Berobatlah jika sakit saja.
Sebagian besar masyarakat masih belum terbiasa menjaga kesehatan sewaktu sehat agar tidak terserang penyakit. Masyarakat masih be-lum sepenuhnya sadar bahwa mencegah suatu penyakit itu lebih baik, lebih mudah dan lebih ringan daripada mengobati suatu penyakit, se-bagaimana yang dikatakan oleh para hukama :
ë
“Menjaga kesehatan itu lebih baik daripada mengobati setelah sakit”.
5
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
Bila kita pahami ajaran Islam secara men-dalam, maka akan kita dapati banyak ajaran Islam yang erat kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan. Misalnya ajaran Islam tentang tha-harah atau bersuci, seperti mandi dan wudlu yang mengharuskan penggunaan air dalam pe-laksanaannya, ini jelas sangat berkait dengan pemeliharaan kesehatan.
Dengan berwudlu insyaAllah seluruh ang-gota badan, terutama bagian yang paling banyak terpakai dan paling banyak bergerak dalam ak-tivitas sehari-hari, akan selalu bersih dan sehat. Dengan menghirup air ke hidung berguna untuk membersihkan hidung dari kotoran yang dapat mengeruhkan atau mengganggu pernapasan. Dengan membasuh muka dapat menghilangkan segala noda berupa debu, bekas keringat dan sebagainya. Dengan membasuh tangan, guna-nya agar tangan tetap senantiasa bersih. De-mikian seterusnya dan seterusnya. Pendeknya, dengan adanya kewajiban shalat lima waktu, dapat menjadi jaminan bagi terpeliharanya ke-bersihan badan jasmani, melalui wudlu dan kebersihan pakaian serta lingkungan sekitar lo-kasi shalat, yang pada gilirannya sangat berpe-ngaruh dan memberikan dampak positif bagi pemeliharaan kesehatan.
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Dalam urusan mu’amalah seperti persoal-an makpersoal-an dpersoal-an minum misalnya, ternyata Islam juga telah mengatur sedemikian rupa dan tidak lepas dari unsur pemeliharaan kesehatan.
Islam telah menggariskan bahwa didalam mencari dan mengkonsumsi makanan dan mi-numan hendaknya yang halal dan baik (halalan thayyibah), baik cara memperolehnya maupun bentuk dan jenis bahannya.
Firman Allah dalam Al-Qur’an :
$
y
γ
•
ƒ
r
'
¯
≈
t
ƒ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangan-lah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, ka-rena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah ayat 168 dan 169).
7
Hadirin
Makanan dan minuman yang haram me-nurut Islam, adalah lantaran tidak saja sifat dan jenis barangnya yang memang haram menurut syariát Islam, seperti daging babi dan berbagai jenis minuman keras, juga lantaran cara mem-perolehnya yang tidak dibenarkan oleh syariát Islam, seperti barang hasil curian, hasil rampas-an, hasil korupsi dan sebagainya.
Dengan konsep halalan thayyibah, Islam telah menawarkan pola makan dan minum yang halal dan baik. Halal dalam arti bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi tersebut halal dari cara memperolehnya dan halal dalam ben-tuk dan jenis barangnya, juga baik dalam arti barang tersebut harus bersih, sehat dan meme-nuhi keseimbangan gizi.
Muslimin Rahimakumullah
Disamping halal dan baik, didalam meng-konsumsi makanan dan minuman, Islam juga telah mengatur sedemikian rupa agar tidak ber-lebihan, karena Allah SWT. sangat benci terha-dap hal-hal yang sifatnya berlebihan.
Firman Allah dalam Al-Qur’an :
(
“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-‘Araaf ayat 31)
Rasulullah SAW. telah menjelaskan bagai-mana hubungan makanan dengan kesehatan. Beliau menganjurkan kita agar tidak memenuhi perut secara berlebihan dengan bermacam-macam makanan dan minuman. “Mengosongkan perut, adalah obat yang paling mujarab bagi ke-sehatan badan”, demikian salah satu anjuran beliau.
Hadirin.
Para ahli kesehatan mengakui bahwa pe-rut yang berisi penuh makanan, dapat menim-bulkan berbagai macam penyakit, terutama pe- nyakit yang berhubungan dengan peredaran da-rah. Sedangkan perut yang sering dikosongkan, seperti berpuasa misalnya, banyak sekali fae-dahnya terhadap kesehatan. Perut yang tidak terlalu penuh dengan makanan akan memberi-kan kesempatan kepada tubuh untuk memper-gunakan cadangan-cadangan energi yang
9
tersimpan dan kurang diperlukan karena kele-bihan. Misalnya kelebihan lemak, kelebihan zat gula dan sebagainya, bisa dikurangi dengan mengkosongkan perut atau berpuasa. Rasulul-lah mengingatkan, bahwa kata beliau, “Hampir semua penyakit itu disebabkan oleh persoalan makan dan minum. Apabila seseorang mengu-rangi makan dan minum, maka perutnya akan dipenuhi nur (cahaya), sehingga dapat mendo-rongnya untuk berbuat baik/amal shaleh. Keta-huilah perut yang terlalu penuh dapat menimbul-kan penyakit malas dan enggan berbuat kebajik-an”.
“Lambung (perut) itu merupakan pangkal segala penyakit, dan memeliharanya (tidak makan dan minum berlebihan) adalah pengobatannya”.
Peringatan Rasulullah ini sejalan dengan pendapat sebagian besar ahli kesehatan yang menyatakan bahwa “Perut merupakan sumber segala penyakit dan berpantang (mengurangi/ mengendalikan makan dan minum) merupakan pencegahnya”.
Demikianlah sebagian dari pandangan Is-lam tentang bagaimana memelihara kesehatan, semoga menjadi pemacu dan pemicu bagi kita
semua agar tetap peduli terhadap kesehatan diri kita sendiri, keluarga kita, jiran tetangga dan seluruh ummat manusia. Semoga Allah SWT. selalu mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua, sehingga kita selalu berada dalam dekapan ridha-Nya. Amin.
a
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
lhamdulillah, kembali kita panjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT. Dimana pada hari ini, kembali kita bisa bersama-sama melaksa-nakan tugas mingguan kita, yakni menunaikan fardhu jum’at, di masjid yang sama-sama kita cintai ini.
Muslimin Rahimakumullah
Alam yang indah sebagai anugerah yang tiada taranya dari Allah SWT. merupakan dam-baan dan kebanggaan seluruh makhluk hidup, terlebih-lebih kita manusia. Betapa banyak ma-nusia@ @yang@ rela dan@ @bersedia @mengeluarkan uang yang tidak sedikit, hanya untuk pergi dan menikmati tempat-tempat yang indah dan me-nyenangkan. Ada yang pergi ke puncak, ke ping-gir pantai, ke hutan, ke tempat wisata dan semacamnya, hanya untuk mencari dan
14
A
2
KONSEP ISLAM TENTANG
menikmati suasana sejuk, indah dan menye-nangkan hati.
Tidak hanya itu. Alam indah yang dirindu-kan, sering pula dimanifestasikan dengan mem-buat taman, dengan air yang mengalir di sela bebatuan dan pohon-pohon kecil di halaman ru-mah. Ada pula yang mencoba membuat bukit batu, padang rumput, atau miniatur hutan di samping pekarangan. Semua keinginan, perbu-atan dan tindakan ini sebenarnya, sebagai bukti nyata, bahwa pada dasarnya manusia itu men-cintai alam dan lingkungannya.
Ma’aasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Alam dengan segala isinya ini, diciptakan oleh Allah SWT. semata-mata hanya untuk ke-maslahatan manusia.
Firman Allah dalam Al-Qur’an :
u
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” (QS. Al-Baqarah ayat 29).
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (seba-gai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (QS. Al-Jatsiyah ayat 13).
Muslimin Rahimakumullah
Alam sebagai pemberian Yang Maha Kua-sa, telah menyerahkan dirinya dan apa yang punyainya untuk manusia agar diolah serta di-kelola dengan wajar dan sebaik-baiknya oleh manusia itu sendiri.
Dengan pengelolaan yang baik dan wajar, alam bisa membuat manusia menjadi kaya dan sejahtera. Alam dapat membuat manusia penuh kedamaian dan ketenangan. Namun, manakala alam diperlakukan dengan semena-mena, sera-kah dan tidak bersahabat, alampun juga akan marah dan melemparkan berbagai malapetaka, baik berupa kekeringan, kebakaran, banjir,
longsor, gempa bumi, wabah penyakit dan seba-gainya, kepada manusia.
Ingatlah, manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dalam segala aktivitas kehidupannya, manusia sangat bergantung kepada lingkungan dan sumber-sumber alam yang ada disekitarnya. Bahkan ke-hidupan dalam alam ini penuh dengan saling ketergantungan antara satu makhluk dengan makhluk lainnya. Coba perhatikan, tanpa tum-buh-tumbuhan manusia tidak akan bisa hidup. Tanpa air tumbuh-tumbuhan bisa mati. Manu-sia dan hewan memerlukan tumbuh-tumbuhan. Sebaliknya tumbuh-tumbuhan memerlukan zat karbon dioksida yang dikeluarkan oleh manusia dan hewan pada saat bernafas untuk mengolah energi dalam tumbuhan. Demikian juga, kotoran manusia dan hewan sangat diperlukan tumbuh-tumbuhan untuk keperluan hidup dan perkem-bangan pertumbuhannya. Saling ketergantung-an dketergantung-an keselarasketergantung-an segenap unsur lingkungketergantung-an hidup inilah yang kita kenal dengan ekosistem.
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
Sebagai makhluk yang terpilih, yang ditu-gaskan Allah menjadi khalifah di permukaan bumi, manusia hendaknya mampu berbuat dan bertindak sebagai pengelola yang amanah untuk
17
menjaga dan memelihara alam lingkungan demi kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian bersama.
Jika manusia berbuat sewenang-wenang terhadap lingkungan hidup dengan melakukan berbagai kerusakan, apakah itu kerusakan hu-tan, kerusakan tanah, kerusakan keanekara-gaman hayati lainnya, maka keseimbangan ke-hidupan makhluk penghuni bumi ini akan ter-ganggu yang berujung kepada rusaknya eko-sistem, yang akhirnya berakibat kerusakan de-ngan berbagai bencana, seperti timbulnya ben-cana alam, menularnya berbagai wabah penya-kit dan bencana-bencana lainnya yang menimpa kehidupan manusia dan kehidupan makhluk la-innya yang ada di bumi ini.
Oleh karena itu, maka hindari dan jauhi-lah berbagai perbuatan atau aktivitas yang dapat merusak kelestarian lingkungan hidup yang dampaknya dapat membuat kesengsaraan dan kemelaratan ummat.
Ingatlah peringatan Allah SWT. :
t
β
ô
θ
ã
è
Å
_
ö
t
ƒ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebaha-gian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Ruum ayat 41).
Ÿ
ω
u
ρ
Æ
ö
7
s
?
y
Š$
|
¡
x
ø
9
$
#
’
Î
û
Ç
Ú
ö
‘
F
{
$
#
(
¨
β
Î
)
©
!
$
#
Ÿ
ω
=
Ï
t
ä
†
t
⎦
ô
⎪
Ï
‰
Å
¡
ø
ß
ϑ
ø
9
$
#
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (mu-ka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al-Qashash ayat 77).
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Islam senantiasa mendorong ummat ma-nusia untuk menjaga dan memelihara kesehat-an lingkungkesehat-an, karena pemeliharakesehat-an kesehatkesehat-an lingkungan adalah suatu upaya yang sangat penting bagi hidup dan kehidupan manusia dan
makhluk hidup lainnya. Hasil yang akan diper-oleh dari upaya pemeliharaan kesehatan ling-kungan ini, tidak hanya terbatas pada kelesta-rian, keseimbangan dan kedamaian bagi peng-huni bumi, akan tetapi mempunyai dampak yang jauh lebih luas pada peningkatan makna hidup dan kehidupan itu sendiri.
Pemeliharaan kesehatan lingkungan de-ngan segala aspeknya adalah amal kebajikan yang didasari iman dan dikatagorikan sebagai amal shaleh yang pasti akan mendapat ganjaran dari Allah SWT. yang ganjaran tersebut dapat dirasakan di dunia ini, berupa kehidupan yang lebih baik, juga di akhirat nanti dengan berbagai kebahagiaan dan kenikmatan surgawi.
Lingkungan yang sehat akan memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia. Seba-liknya, lingkungan yang tidak sehat akan mem-berikan dampak negatif terhadap kesehatan ma-nusia. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain yang akan kita lakukan kecuali menjaga kese-hatan lingkungan, karena menjaga kesekese-hatan lingkungan adalah tugas dan tanggung jawab ki-ta bersama, baik selaku hamba Allah maupun selaku warga masyarakat.
serta menjunjung tinggi sunnah Rasul-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
c
3
MEMBANGUN KELUARGA
ë
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
uji syukur kita panjatkan ke khadirat Allah SWT. yang telah memberikan ni’mat sehat kepa-da kita semua, sehingga kepa- dapat-lah kita pada hari ini bersama-sama menunaikan kewajiban jum’at, di masjid yang mulia ini.
Muslimin Rahimakumullah@
Sebuah keluarga yang terbentuk melalui pernikahan, adalah kesatuan masyarakat terke-cil yang merupakan sendi dasar terbentuknya sebuah kehidupan masyarakat.
Perkawinan yang disyari’atkan Islam, ti-dak saja berfungsi psikologis dan sosial, tetapi ia lebih menekankan dari segi ibadah spritual, da-lam rangka mengikuti sunnah Rasulullah SAW. untuk membangun keluarga yang bahagia, ma-waddah warahmah dan melahirkan generasi ummat yang baik dan berkualitas.
23
Setidaknya ada 6 manfaat atau keutama-an dalam perkawinkeutama-an menurut Islam, yaitu : 1. Memenuhi kebutuhan fitrah manusia;
2. Memperbanyak keturunan dan melestarikan kehidupan manusia;
3. Mempererat hubungan keluarga dan saling mengenal diantara sesama manusia;
4. Menyempurnakan agama dan menjaga ke-hormatan;
5. Memberikan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan hidup;
6. Mengangkat derajat kehidupan manusia dari kehidupan hewani menjadi manusiawi;
Ma’aasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Keluarga yang sehat adalah keluarga yang secara normal memenuhi fungsi-fungsi yang se-mestinya dilakukan oleh keluraga itu, baik orangtua dalam hal ini suami isteri, anak-anak mapun kaum kerabat. Dengan demikian, kelu-arga yang sehat adalah kelukelu-arga yang dapat me-lahirkan kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin bagi segenap anggota keluarga, dapat melahirkan keturunan yang baik dan berkuali-tas serta mendatangkan manfaat bagi kehidup-an masyarakat secara luas.
Salah satu faktor yang amat penting bagi
terwujudnya kesehatan keluarga atau keluarga sehat, diperlukan kondisi yang mendukung bagi terwujudnya dan terpeliharanya kesehatan da-lam keluarga. Kondisi-kondisi pendukung terse-but, diantaranya adalah :
1. Kesehatan, kedewasaan dan kematangan fi-sik dan mental atau jasmani dan rohani dari suami isteri dan anak-anak dalam kehidup-an keluarga;
2. Ketaatan dalam menjalankan ajaran Islam dari semua anggota keluarga, saling cinta mencintai, hormat menghormati dan sayang menyayangi diantara mereka;
3. Adanya rumah tempat tinggal yang mema-dai, memenuhi syarat-syarat kesehatan, se-perti diantaranya adanya jamban keluarga dan sumber air bersih;
4. Makanan dan minuman yang halalan thay-yibah yang tidak dilarang oleh Islam dan memenuhi syarat-syarat kesehatan seperti bersih dan memenuhi standar gizi;
5. Lingkungan hidup yang baik dan memenuhi syarat-syarat kesehatan seperti lingkungan yang bersih, indah dan nyaman;
6. Lingkungan masyarakat yang baik dan dapat menunjang pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak dan seluruh anggota keluarga; 7. Anggota keluarga, terutama suami isteri
me-miliki pengetahuan, pemahaman dan wa-wasan tentang kesehatan;
8. Tersedianya sarana yang diperlukan untuk
25
perawatan kesehatan, minimal dalam rangka pertolongan pertama, atau tindakan pence-gahan atau penyelamatan;
Rasulullah SAW. bersabda :
c
“Ada empat kebahagiaan seseorang, yaitu : mem-punyai isteri yang shalehah, anak-anak yang baik, lingkungan yang baik dan mempunyai pe-kerjaan tetap di negerinya” (HR. Ad-Dailami).
Muslimin Rahimakumullah@
Rumah tempat tinggal merupakan salah satu faktor pendukung yang amat penting dalam kehidupan keluarga. Karena rumah dapat mem-berikan perlindungan terhadap anggota keluarga dari panas matahari, hujan, angin, hewan ber-bahaya dan berbagai ber-bahaya dan gangguan lain-nya, disamping juga merupakan tempat istirahat yang baik, aman dan nyaman serta memberikan kesenangan dan ketenteraman hidup bagi para
penghuninya.
Rumah yang memenuhi syarat-syarat ke-sehatan adalah rumah yang memenuhi keten-tuan-ketentuan, diantaranya :
1. Letaknya tidak berada di tempat yang terlalu rendah dan rentan banjir, jauh dari rawa, tidak terlalu ramai/bising dan tidak berada di lingkungan yang tercemar;
2. Desain dan bentuknya memberi kemudahan untuk dibersihkan, tidak terlalu dipenuhi oleh perabotan rumah tangga, kamar-kamar cukup ventilasinya dan sinar matahari dapat masuk ke dalamnya;
3. Kamar mandi yang memadai, dimana airnya terjamin kebersihannya dan jamban yang memenuhi syarat kesehatan;
4. Adanya saluran air untuk penyaluran air limbah rumah tangga dan tempat sampah untuk penampungan/pembuangan sampah; 5. Halaman rumah yang cukup luas, bersih dan
dapat ditanami pepohonan sehingga nampak indah dan nyaman;
Nabi Muhammad SAW. bersabda :
q
“Tiga keutamaan daripada keberuntungan seo-rang muslim di dunia yaitu : tetangga yang baik, tempat tinggal yang luas dan kendaraan yang mudah” (HR. Ath-Thabrani).
Kemudian sabda Nabi pula :
q
“Bersihkanlah badanmu itu! Allah niscaya akan mensucikanmu. Sesungguhnya tidak ada seo-rang hamba Allah-pun yang tidur dalam kea-daan bersih, kecuali dia tidur bersamanya Ma-laikat di baju dalamnya; ia tidak berbalik dan berpaling muka sesaatpun dimalamnya, kecuali Malaikat mendo’akan : “Ampunilah dia ini ya Al-lah karena ia dalam keadaan bersih” (HR.
Ingatlah, sesungguhnya Allah suka ter-hadap orang yang selalu membersihkan dirinya. Sebaliknya Allah benci terhadap orang yang membuat kekotoran dan kesemrawutan.
¨
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS. Al-Baqarah ayat 222).
a
“Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang membuat kekotoran dan kesemrawutan” (HR. Ath-Thabrani).
Muslimin Rahimakumullah@
Kebiasaan hidup sehat dalam lingkungan keluarga hendaknya dibiasakan sejak dini, sejak masa kanak-kanak.
Ahli hukama mengatakan :
kecilnya, akan menjadi kebiasaannya juga di masa tua”.
Untuk menanamkan kebiasaan yang posi-tif ini, anak-anak kita memerlukan contoh tela-dan dari orangtuanya atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Semua anggota keluarga mempu-nyai tanggungjawab untuk mewujudkan dan menjaga kesehatan keluarga, karena menjaga kesehatan keluarga selain bermanfaat bagi ke-sehatan anggotanya, juga memberi manfaat bagi kesehatan lingkungan dan kesehatan masya-rakat pada umumnya.
Ûa
4
MENYINGKAP RAHASIA
q
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
egala puji bagi Allah yang telah memberikan ni’mat sehat kepa-da kita semua, sehingga kepa- dapat-lah kita dihari yang mulia ini kembali menunaikan fardhu jum’at, sebagai salah satu wujud nyata taqwa kita kepada Allah SWT.
Muslimin Rahimakumullah
Sebagai seorang Muslim, tentunya kita tidak meragukan lagi, bahwa Muhammad
33
Rasulullah SAW. disamping sebagai nabi dan rasul terakhir, dengan membawa risalah iman dan Islam, penyempurna agama-agama sebe-lumnya, beliau juga merupakan panutan utama bagi kita kaum Muslimin, yang telah memberi-kan suri teladan yang baik, bagi hidup dan kehi-dupan kita sehari-hari.
Allah SWT.berfirman :
ô
“Sunggguh terdapat pada diri Rasulullah itu, suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al-Ahzab ayat 21).
Hadirin
Banyak sekali memang contoh suri tela-dan Rasulullah yang dapat kita ikuti dalam ber-prilaku sehari-hari. Diantaranya adalah dalam hal menjaga dan memelihara kesehatan.
Rasulullah Muhammad SAW. adalah seo-rang rasul yang dalam kehidupan beliau sangat memperhatikan masalah kesehatan. Beliau sela-lu mengingatkan ummatnya agar selasela-lu menja-ga kesehatan.
34
Sabda Rasulullah SAW. :
“Ada dua macam ni’mat yang besar, namun ke-banyakan manusia terkecuh (kurang memperha-tikan) terhadapnya, yaitu kesehatan dan waktu senggang” (HR. Bukhari).
Ma’aasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Sejak Muhammad SAW. diangkat menjadi Rasul, maka kesibukan beliau tiada terkira pa-datnya. Siang dan malam, fisik dan rohani ham-pir semuanya terkuras, nyaris tak ada lagi wak-tu yang terluang buat beliau beristirahat. Na-mun dengan kesibukan yang tak kunjung reda itu, beliau selalu nampak sehat wal’afiat. Bibir beliau selalu menebarkan senyum kedamaian. Bahkan secara medis boleh kita katakan bahwa beliau sejak kanak-kanak hingga dewasa, tak pernah menderita sakit, hanya menjelang ajal saja beliau sakit, pusing dan demam, dan de-ngan sebab sakit inilah yang mede-ngantarkan beli-au menghadap Allah Rabbul Izzati.
Hadirin
Dalam benak kita mungkin timbul perta-nyaan, “Apa sebenarnya rahasia kesehatan Ra-sulullah SAW ?”. Pertanyaan ini sangat wajar dan tidak berlebihan, kenapa? Karena dalam se-panjang sejarah para tokoh dunia, kalau kita ingin menyeleksi, maka Rasulullahlah orang yang paling sehat, baik fisik maupun mental.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau dalam kesempatan khutbah kali ini, kita men-coba bersama-sama sedikit menyingkap rahasia kesehatan Rasulullah Muhammad SAW.
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
Salah satu kebiasaan Rasulullah yang bi-sa kita ikuti adalah, bahwa beliau selalu bangun pagi sebelum fajar terbit. Setelah melakukan kewajiban shalat subuh berjamaah, beliau suka jalan kaki sambil menggerak-gerakkan tubuh, menghirup udara dan mengatur pernapasan.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan dan mencon-toh cara tidur dan bangunnya Rasulullah SAW. maka ia akan merasakan bahwa cara beliau itu paling baik dan paling bermanfaat bagi badan
jasmani”.
Hadirin
Penelitian mutakhir mengenai masalah ti-dur ini, pernah dilakukan oleh para pakar dari Amerika Serikat. Dalam penelitian itu diperoleh sebuah statemen yaitu : “Lupakanlah tidur dela-pan jam sehari, karena orang yang tidur deladela-pan jam sehari atau lebih, cenderung meninggal du-nia lebih cepat”.
Terlepas dari ketentuan ajal yang telah ditetapkan Allah, penelitian ini relatif ada be-narnya juga, karena perlu kita ketahui bahwa tokoh kita tempo dulu seperti Bung Karno, Bung Hatta, Buya HAMKA dan sederetan tokoh lain-nya, juga tokoh-tokoh dunia seperti Mahatma Gandhi. Nehru, Margaret Thatcher dan beberapa tokoh dunia lainnya, ternyata beliau-beliau ini pada umumnya hanya tidur dua sampai tiga jam sehari, dan terbukti kondisi kesehatan mereka rata-rata dalam keadaan sangat sehat dan memiliki umur yang panjang.
Hidup memang bukan hanya tidur dan bukan untuk tidur. Tapi jangan lantas dianggap tidur itu tidak penting, bahkan orang yang sehat itu justeru harus tidur dengan nyaman dan nye-nyak, sehingga ketika bangun badannya segar
37
kembali dan bisa melakukan aktivitas keseha-rian dengan baik dan lancar.
Lantas berapan jam tidur yang ideal me-nurut kesehatan? Kembali merujuk pada peneli-tian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidur tujuh jam sehari adalah yang terbaik.
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
Rahasia kesehatan Rasulullah yang kedua yang juga dapat kita contoh adalah dalam hal menjaga kebersihan.
Faktor kebersihan memang merupakan salah satu syarat mutlak bagi terciptanya kese-hatan.
Begitu pentingnya faktor kebersihan ini, sehingga orang yang selalu membersihkan diri-nya dan selalu berusaha hidup bersih, menurut Islam orang ini sangat disukai oleh Allah SWT. sebagaimana firman-Nya :
¨
β
Î
)
©
!
$
#
=
Ï
t
ä
†
t
⎦⎫
Î
/
≡
§
θ
−
G
9
$
#
=
Ï
t
ä
†
u
ρ
š
⎥⎪
Ì
Îd
γ
s
Ü
t
F
ß
ϑ
ø
9
$
#
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang
menyucikan/membersihkan diri” (QS. Al-Baqa-rah ayat 222).
Kemudian Rasulullah SAW. bersabda :
q
“Kebersihan itu bagian dari iman” (HR. Ad-Daila-mi)
“Kebersihan itu adalah separuh dari iman” (HR. Muslim).
@
Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia
Sangat banyak memang prilaku yang di-contohkan Rasulullah SAW. dalam hal menjaga kebersihan. Sejak dari menjaga kebersihan ling-kungan rumah, kebersihan air dan makanan hingga menyangkut kebersihan diri beliau priba-di senpriba-diri, priba-diantaranya kebersihan tangan dan kuku, kebersihan rambut, hidung dan mulut serta kebersihan-kebersihan lainnya.
39
Salah satu contoh misalnya mengenai ke-bersihan mulut. Rasulullah SAW. memberikan contoh sekaligus menganjurkan agar setiap muslim suka berkumur-kumur serta bersiwak (menggosok gigi) ketika mau berwudlu.
Dalam sebuah sabda beliau disebutkan bahwa : “Seandainya aku tidak khawatir bisa memberatkan ummatku dan manusia, kata nabi, niscaya akan aku perintahkan kepada mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) setiap mau shalat”.
Hadirin
Dalam sebuah penelitian ditemukan ke-simpulan yang menunjukkan bahwa bersiwak (menggosok gigi) bukan hanya akan mengurangi bau mulut dan kerusakan gigi,namun lebih jauh dari itu juga akan membantu mencegah terja-dinya penggumpalan darah, serangan jantung dan stroke.
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
Beliau tidak pernah marah apalagi benci kepada orang lain, kendati orang tersebut mem-benci atau menyakiti beliau. Ini terbukti ketika beliau dilempari kotoran atau batu oleh sese-orang yang tidak suka kepada beliau. Nabi tidak marah, tapi justeru mendoakan kebaikan kepa-da yang bersangkutan.
Inilah salah satu resep hidup sehat yang dicontohkan Rasulullah yakni bagaimana beru-saha menjadikan diri kita agar bisa pemurah, peramah dan mampu mengendalikan sifat ma-rah.
Abdullah Gymnastiar atau yang kita kenal dengan A’a Gym pernah menyebutkan bahwa : “Ada sebuah penelitian tentang kalori yang dipa-kai untuk sebuah kemarahan. Ternyata, energi untuk marah dalam segala bentuknya sangat menguras tenaga luar dan dalam. Belum lagi ki-nerja organ tubuh kita menjadi semakin terpacu dalam kondisi yang tidak normal. Akibatnya su-dah bisa ditebak, orang yang ketus dan pemarah mempunyai kecenderungan terserang penyakit”.
Hadirin
Sisi lain yang dapat kita cermati dalam menyingkap rahasia kesehatan Rasulullah SAW. adalah bahwa beliau jarang sekali mengalami
41
kecemasan dan tidak pernah berputus asa.
Dalam menghadapi liku-liku kehidupan beliau selalu optimis, bermuka manis dan la-pang dada. Rasulullah adalah sosok yang paling tegar, tidak pernah menyerah kendati dalam si-tuasi yang sengit dan kritis. Rasulullah selalu berpandangan realistis dan optimis dalam meng-hadapi berbagai problema hidup. Semua sikap hidup yang seperti ini, yang dicontohkan Ra-sulullah ini, tentunya sangat membantu bagi pembentukkan kesehatan diri seseorang, baik jasmani maupun rohani. Oleh karenanya, mari-lah kita kaji lagi secara mendalam, bagaimana sejarah kehidupan nabi kita Rasulullah Muham-mad SAW. agar kita semua menemukan gam-baran yang jelas, sehingga kita dapat mengambil suri teladan dari kehidupan beliau tersebut. Semoga Allah meridhai segala usaha dan ikhtiar yang kita lakukan. Amin.
š
“Ketahuilah, di dalam jasad manusia ada suatu mudghah (segumpal daging). Apabila kondisinya baik, maka akan baik pula jasad. Namun jika kondisinya jelek, maka akan jelek pula jasad. Ketahuilah, mudghah itu adalah hati” (HR. Mus-lim).
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Seseorang yang memiliki hati yang sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal. Ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih.
Orang yang paling beruntung adalah orang yang memiliki hati yang sehat, karena dengan hati yang sehat, ia akan dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin ce-merlang hatinya, ia akan semakin mengenal Al-lah Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang ter-sungkur bersujud di hadapan Allah SWT. Sema-kin tinggi pangkatnya, akan membuatnya sema-kin rendah hati. Kian melimpah hartanya, ia
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
lhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT yang mana dengan izin-Nya jualah sehingga da-patlah kita pada hari ini kem-bali menunaikan fardhu jum’at di masjid yang mulia ini, sebagai salah satu upaya kita untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT.
Hadirin kaum Muslimin rahimakumullah
Sebuah semboyan lama yang tidak asing lagi di telinga kita menyatakan, “Mensana incor-pore sano”, pada tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Semboyan ini tidak selamanya
45
benar, apalagi kalau diberlakukan kepada ma-nusia pada umumnya. Kenapa? Karena sering kita jumpai, betapa banyak orang yang tubuh-nya sehat, jasmanitubuh-nya segar bugar, tapi tertubuh-nyata ji-wanya sakit. Ibarat sebuah rumah sakit, ge-dungnya indah dan megah, pekarangannya asri, penuh tanaman dan bunga-bungaan yang segar dan indah dipandang mata, ruangannya bersih dan sehat, tapi orang-orang yang berada di da-lamnya sebagian besar orang-orang yang sakit dengan berbagai penyakit yang sedang diderita.
Muslimin Rahimakumullah
Manusia diciptakan oleh Allah SWT. tidak saja berupa jasmani atau pisik, tetapi juga be-rupa rohani atau jiwa. Bahkan kedudukan roha-ni atau jiwa iroha-ni, menempati proporsi utama atau memiliki nilai plus dibanding kedudukan jas-mani atau pisik. Kenapa demikian? Karena bia-sanya yang menentukan gerak-gerik aktivitas manusia sehari-hari justeru ditentukan oleh dorongan dari dalam, yang dalam hal ini adalah rohani atau jiwa. Inilah sebenarnya faktor yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Segala usaha, aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan seseorang, merupakan implikasi dari dorongan jiwanya yang dipertimbangkan oleh akal pikiran. Berbeda dengan binatang. Semua gerak-gerikaktivitas kehidupan binatang,
46
pada dasarnya digerakkan kekuatan insting se-mata, tidak disertai oleh suatu pertimbangan akal pikiran atau perasaan.
Rohani atau jiwa, adalah komponen ke-hidupan manusia yang sangat vital, dan ia me-rupakan anugerah Allah yang amat berharga, dan oleh karenanya kita dituntut agar mampu memeliharanya dari berbagai macam kotoran ro-hani, sehingga rohani kita tetap bersih dan suci, serta kita mampu menjaga dan memelihara jiwa kita dari berbagai serangan penyakit jiwa, se-hingga jiwa kita tetap sehat dan kuat. Apabila rohani atau jiwa kita bersih dan sehat, ia akan mengarahkan prilaku lahiriyah kita, keperbu-atan yang baik dan terpuji. Sebaliknya, apabila rohani atau jiwa kita kotor dan sakit, maka ko-torannya akan membekas dan melekat pada se-tiap prilaku tindakan kita, sehingga cenderung berbuat kemungkaran dan malapetaka.
Ingatlah pernyataan Rasulullah SAW. Da-lam sebuah hadits beliau :
“Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan syetan itu hanyalah atas orang-orang yang mengangkatnya sebagai pemimpin dan orang-orang yang suka menyekutukannya dengan Al-lah” (QS. An-Nahl 99-100).
Kemudian Nabi bersabda : “Sesungguhnya syetan itu adalah kuman (virus) bagi hati anak Adam. Jika hati anak Adam sedang mengingat atau dzikir kepada Allah, maka kuman (virus) itu akan menjadi mati atau hilang. Sebaliknya, jika hati sedang lupa kepada Allah, kuman itupun a-kan beraksi menggodanya” (HR.Ibnu Abi Dun-ya).
Muslimin Rahimakumullah.
Yang kedua, kita hendaknya selalu meng-hindari sekecil apapun perbuatan maksiat. Se-bab yang namanya maksiat, kendatipun pada awalnya dirasa kecil, namun kalau perbuatan ini dilakukan terus menerus, maka yang kecil ini tentunya akan menjadi besar. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, demikian kata pepatah. Maka apabila dosa akibat maksiat ini sudah sedemikian besar, dikhawatirkan akan mengunci mati mata hati seseorang, sehingga sulit menerima kebenaran yang datang dari
52
akan kian dermawan. Semua itu dikarenakan ia menyadari, bahwa semua yang ada adalah ti-tipan dari Allah semata.
Hadirin
Seseorang yang bersih hatinya berarti sehat jiwanya, dan hidupnya akan selalu dise-limuti oleh rasa syukur. Dikaruniai apa saja, kendati sedikit, ia tidak akan habis-habisnya meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah semata, sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur. Persis seperti ucapan yang terlontar dari lisan Nabi Sulaiman AS, tatkala diri beliau dianugerahi Allah berbagai kelebihan :
#
x
‹
≈
y
δ
÷
⎯
Ï
Β
È
≅
ô
Ò
s
ù
’
În
1
u
‘
þ
’
Î
Τ
u
θ
è
=
ö
6
u
‹
Ï
9
ã
ä
3
ô
©
r
&
u
™
÷
Π
r
&
ã
à
ø
.
r
&
(
“Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya” (QS. An-Naml ayat 40).
Ketahuilah, orang yang hatinya bersih, di-timpa apapun dalam hidup ini, sungguh bagai-kan air di relung lautan yang dalam. Tidak per-nah akan berguncang walaupun ombak dan badai saling menerjang. Ibarat karang yang te-gak tegar, dihantam ombak sedahsyat apapun
tidak akan pernah roboh. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati. Ia amat yakin dengan janji Allah dalam Al-Qur’an :
Ÿ
“Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqa-rah ayat 286)
Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekali-pun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan cu-rahan kasih sayang Allah. Semua itu dikarena-kan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, se-hingga tergapailah sang mutiara hikmah. Sub-hanallaah, sungguh teramat beruntung siapa-pun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat jiwa dan raga untuk menjaga kebersihan hati, karena kebersihan hati adalah kunci kesehatan jiwa.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Apa yang harus kita lakukan untuk
50
menjaga dan memelihara kebersihan hati kita?
Minimal ada tiga hal yang perlu kita per-hatikan dalam upaya membersihkan hati ini.
a
Ingatlah peringatan Rasulullah SAW. :
a
“Apabila (maksiat) dilakukan terus menerus, do -sa (akibat maksiat) itu akan mengunci (menutup) keseluruhan hatinya (dari menerima kebenaran/ hidayah)” (HR. Imam Ahmad).
Hadirin
Dampak dari suatu maksiat adalah dosa, dan dosa akan menimbulkan siksa. Jangan me-ngira bahwa siksa itu hanya berlaku di akhirat saja, tetapi di dunia inipun pedihnya siksa itu sudah terasa, kendati tak sedahsyat di akhirat.
Memang, selama kita hidup di dunia ini, tak seorangpun yang luput dari dosa. Sebab, kita ini manusia, bukan malaikat. Kita punya nafsu, dan terkadang justeru karena kita tak mampu mengendalikan nafsu inilah yang me-nyeret kita ke lembah maksiat. Nah, kalau su-dah terlanjur berbuat maksiat, maka tak ada jalan terbaik, kecuali segera hentikan maksiat
53
itu, dan bertobatlah kepada Allah SWT. Ingatlah, sesungguhnya Allah itu Maha penerima tobat.
¨
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Yang ketiga, marilah kita bersihkan hati kita dari sifat-sifat yang tercela dengan perbu-atan yang terpuji. Singkatnya, untuk menjaga kebersihan hati, setiap muslim hendaknya me-ngetahui apa saja yang harus ia hindari dan jauhi, serta setiap saat selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan terserangnya pe-nyakit jiwa.
Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Al-lah SWT. semoga kita mampu menjaga dan me-melihara kesehatan hati kita dengan banyak beribadah dan beramal shaleh.
Semoga Allah SWT. selalu melindungi kita semua dari berbagai penyakit hati, yang virus-nya dibawa dan disebarkan oleh si durjana sye-tan yang terkutuk.
Secara umum, kalau cuma memberi maaf, mungkin tidak terlalu berat bagi kita dibanding jika kita disuruh atau dengan kemauan sendiri meminta maaf kepada orang lain, kendati dua-duanya merupakan sesuatu yang berat dilaku-kan. Kenapa demikian? Karena kalau kita mem-beri maaf, secara psikologis posisi kita di atas, yakni sebagai pemberi maaf. Tetapi kalau kita yang datang kepada seseorang untuk meminta maaf, posisi kita berada di bawah, yakni pe-minta maaf. Disamping itu, kita sebagai pepe-minta maaf, biasanya ada perasaan takut, khawatir, cemas, kalau-kalau permohonan maaf kita dito-laknya. Semuanya ini juga tentu tergantung be-sar kecilnya kesalahan yang diperbuat dan dam-pak yang ditimbulkannya. Jika kesalahannya besar dan mendatangkan dampak risiko yang besar, maka memberi maaf atau meminta maaf merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Tetapi jika kesalahannya ringan saja, atau masih da-lam batas kewajaran, maka memberi dan me-minta maaf mungkin tidak terlalu sulit dila-kukan.
Hadirin
Meskipun mungkin banyak orang berkata bahwa mereka telah memaafkan seseorang yang telah menyakiti mereka, namun ia perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
lhamdulillah,kembali kita pan-jatkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT. dimana pada hari ini, kembali kita bisa bersama-sama melaksanakan tugas mingguan kita, yakni menunaikan fardhu jum’at, di masjid yang sama-sama kita cintai ini.
Muslimin Rahimakumullah
Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kasih sayang senantiasa beru-paya mengajak ummatnya agar saling mengasihi dan saling mencintai.
Agama Islam menganggap bahwa setiap muslim itu bersaudara. Dan persaudaraan hen-daknya selalu dijaga dan dipelihara.
Firman Allah dalam Al-Qur’an :
$
y
ϑ
¯
Ρ
Î
)
“Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersau-dara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hu-bungan) antara kedua saudaramu itu dan takut-lah kepada Altakut-lah, supaya kamu mendapat rah-mat.” (QS. Al-Hujurat ayat 10).
Ayat ini menegaskan bahwa wajib hukum-nya bagi ummat Islam untuk menjalin persau-daraan dengan sesama muslim. Apabila dianta-ra mereka ada yang bertengkar, berselisih pa-ham dan sebagainya, maka hendaknya kita ber-usaha mendamaikannya.
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Kenyataan membuktikan, memang dida-lam upaya menjalin persaudaraan sesama mus-lim, tidak selamanya bisa berjalan mulus, na-mun sesekali bertemu juga berbagai benturan, berbagai halangan dan rintangan yang dapat mengganggu, mengusik bahkan memutuskan ja-linan persaudaraan itu sendiri. Banyak faktor memang yang menjadi penyebabnya. Bisa da-tang dari luar (faktor ekstern), bisa juga dada-tang dari dalam (faktor intern). Manakala jalinan
persaudaraan sudah mulai retak, tidak ada pilihan yang harus kita lakukan kecuali mere-katkan kembali jalinan persaudaraan yang su-dah mulai retak tersebut.
Muslimin Rahimakumullah
Salah satu sifat mulia yang diajarkan Is-lam daIs-lam rangka merekatkan kembali hu-bungan persaudaraan adalah sikap saling maaf memaafkan.
Allah SWT. berfirman :
É
“Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang me-ngerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raaf ayat 199).
Hadirin
Pemahaman tentang bagaimana sikap sa-ling maaf memaafkan, diantara kita mungkin relatif berbeda. Ada orang yang dengan mudah dapat memaafkan orang lain, namun ada juga yang sulit memberikan maaf kepada orang lain.
karena dengan memaafkan orang lain tertanam perasaan sabar, percaya diri, kemampuan pe-ngendalian diri dari kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Frederic Luskin dinyatakan pula bahwa, kemarahan yang dipelihara dapat menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang.
Memang, kalau kita sedang marah, seperti yang dapat kita lihat pada orang lain yang se-dang marah, wajah kita menjadi merah me-nakutkan. Disebabkan ciri ini, maka orang yang sedang marah sering disebut sedang naik darah, karena pada saat kita marah, darah kita naik ke kepala, mata kita terbelalak dan biji mata kita sekan-akan mau keluar dari kelopak-nya. Jari-jari tangan bergetar, gigi kita terkatup rapat seolah-olah mau mengigit orang yang kita marahi, gerakan badan kita menjadi tidak ber-aturan dan beberapa perubahan pada fisik lain-nya. Seandainya seseorang yang sedang marah melihat dirinya di muka cermin, niscaya akan meredalah kemarahannya, karena malu melihat keadaan fisiknya seperti itu.
Disamping itu, orang yang sedang marah, ucapannya menjadi tidak terkontrol lagi. Keluar-lah kata-kata yang tidak enak di dengar. Me-luncurlah berbagai makian, celaan, hinaan dan kata-kata yang menyakitkan yang apabila di dengar oleh orang yang berakal sehat, dia akan
64
dan marah dalam hati mereka. Secara formal mungkin mereka telah saling memaafkan, me-reka sudah berjabatan tangan, bahkan menga-takannya secara lisan, namun dalam hati mere-ka masih tersimpan rasa kesal, dongkol bahmere-kan marah. Sikap saling memaafkan yang seperti ini tidak saja dapat merugikan keduabelah pihak, baik secara psikologis akan mempengaruhi ke-sehatan jiwa, juga dampaknya tidak akan mam-pu merekatkan hubungan persaudaraan.
Seorang muslim yang benar-benar beri-man kepada Allah SWT. pasti menunjukkan si-kap memaafkan yang tulus dan ikhlas. Kenapa? Karena ia sadar bahwa ia sedang diuji oleh Allah SWT. dan ia harus mampu belajar dari kesalah-an orkesalah-ang lain. Dari sikap ini sudah pasti iapun mampu berlapang dada dan bersifat pengasih.
Lebih dari itu, orang-orang yang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya me-reka benar dan orang lain salah. Ketika memaaf-kan, mereka tidak membedakan antara kesa-lahan besar dan kecil. Kesakesa-lahan seseorang mungkin saja tanpa sengaja tapi sangat menya-kiti mereka. Akan tetapi, orang-orang yang beri-man tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir ter-tentu, dan karena itu, mereka berserah diri de-ngan peristiwa ini, dan tidak akan pernah ter-belenggu oleh perasaan benci atau amarah.
Subhanallah, beginilah semestinya sikap yang harus kita tunjukkan dalam perkara saling maaf memaafkan. Ingatlah, seseorang yang suka memaafkan kesalahan orang lain, iapun juga akan dimaafkan kesalahannya oleh Allah SWT.
Firman Allah dalam Al-Qur’an :
(
“Dan hendaklah mereka mema'afkan dan berla-pang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Al-lah mengampunimu? dan AlAl-lah adaAl-lah Maha Pe-ngampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-Nur ayat 22)
antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah ka-mu terhadap mereka dan jika kaka-mu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka). Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. At-Taghaa-bun ayat 14).
Ma’aasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Menurut sebuah penelitian yang dilaku-kan oleh para ilmuwan Amerika membuktidilaku-kan bahwa mereka yang mampu memaafkan kesa-lahan orang lain ternyata lebih sehat, baik jas-mani maupun rohani. Para responden yang di-teliti menyatakan bahwa mereka merasa lebih sehat bahkan ada diantara mereka yang penya-kitnya sembuh setelah memaafkan orang lain.
Hadirin
a
merasa risih, dan bahkan orang yang sedang marah itu sendiri merasa risih dan malu ter-hadap apa yang ia ucapkan tersebut ketika ke-marahannya reda.
Muslimin Rahimakumullah
Sebuah tulisan berjudul Forgiveness [Me-maafkan], yang diterbitkan oleh Healing Current Magazine (Majalah Penyembuhan Masa Kini) edisi bulan September-Oktober 1996, menyebut-kan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif da-lam diri seseorang, dan dapat merusak keseim-bangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bah-wa orang yang sering marah sekalipun, sebenar-nya sadar bahwa kemarahan itu sangat ganggu mereka, dan mereka tidak ingin meng-habiskan waktunya dan hidup mereka hanya untuk mengobral kemarahan, sehingga pada da-sarnya merekapun punya keinginan mengambil langkah-langkah untuk memaafkan.
Dari beberapa penelitian yang ada me-nunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kese-hatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meski-pun terasa berat namun membahagiakan, dan merupakan satu bagian dari akhlak terpuji,
65
7
PIKIRAN TENANG MEMBANTU
Yang dapat menghilangkan segala dampak me-rusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik se-cara lahir maupun batin.
Lebih jauh dari itu, tujuan sebenarnya dari saling maaf memaafkan adalah untuk men-dapatkan ridha Allah SWT.
Semoga dengan mengamalkan sikap pe-maaf ini, tidak saja membuat kita lebih sehat, baik jasmani maupun rohani, kita juga memper-oleh keampunan dan ridha dari Allah SWT.
Muslimin Rahimakumullah
Kondisi pikiran sangat berpengaruh terha-dap kondisi kesehatan seseorang. Orang akan sehat bila pikirannya tenang. Tapi sebaliknya orang akan mudah sakit dan bertambah sakit-nya jika pikiransakit-nya tidak tenang. Dalam hu-bungan ini maka tepat sekali apa yang diung-kapkan oleh Ibnu Taimiyah, “Orang sakit bisa sembuh tanpa obat, tetapi sering orang tidak kunjung sembuh setelah minum obat”.
Untuk menggapai ketenangan pikiran (ji-wa), salah satu resepnya adalah dengan mem-perkuat keimanan dan memperbanyak dzikrul-lah, ingat kepada Allah SWT.
Firman Allah dalam Al-Qur’an :
t
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati me-reka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du ayat 28).
72
Ma’aasyiral Muslimin Rahimakumullah
uji dan syukur kita panjatkan ke khadirat Allah SWT. yang mana atas izin dan karunia-Nya, dapatlah pada hari ini kembali kita berhimpun di masjid yang mulia ini guna bersama-sama menunaikan serangkaian fardhu jum’at.
Muslimin Rahimakumullah
Tersebutlah sebuah kisah seorang anak yang bernama Danang Atha’illah. Anak kecil ini diasuh oleh bibinya, karena ayahnya sudah la-ma sakit dan ibunya pergi ke luar negeri. Suatu ketika Danang tiba-tiba sakit, badannya panas dan sulit bernafas. Sudah beberapa kali ia diba-wa bibinya ke dokter, tetapi kesehatannya tak kunjung pulih, hingga suatu ketika Danang ber-kata kepada bibinya bahwa ia sangat merindu-kan orangtuanya. Berita tentang sakitnya Da-nang dan keinginannya untuk bertemu orang-tuapun disampaikan, hingga suatu hari
69