• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dosen : Aan Ansori S.Kom Disusun oleh: Kelompok: 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Dosen : Aan Ansori S.Kom Disusun oleh: Kelompok: 4"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

i

MAKALAH

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

(Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Sistem informasi perbankan syari’ah)

Dosen : Aan Ansori S.Kom

Disusun oleh:

Kelompok: 4

Iif ifatillah ( 141500010 )

Ifat fathiyaturohmah ( 141500018 ) Gita ria fatma ( 141500023 )

Siti asroh ( 141500025 )

Marlisa ( 141500030 )

Evi oktaviani ( 141500033 )

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI SULTAN MAULANA HASANUDIN BANTEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

(2)

ii i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta

hidayah kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah

yang berjudul “SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF”.Dalam penyusunan makalah ini,

kami tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu

dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga kami dapat menyelesaikannya.Penulisan

makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah sitem informasi

perbankan syari’ah.

Dalam penyusunan makalah ini kami berharap semoga dapat bermanfaat bagi

penyusun sendiri maupun kepada pembaca umumnya. Kami mohon maaf apabila ada

kekurangan maupun kesalahan pada penulisan makalah ini untuk itu kami berterimakasih

apabila pembaca memberi saran atau kritikan kepada kami.

Serang, 10 Oktober 2016

(3)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ... 1

B. Rumusuan masalah ... 1

C. Tujuan penulisan ... 1

BAB II PEMBAHASAN A. Konsep dasar sistem informasi ... 3

B. Konsep sistem informasi eksekutif ... 4

C. Keuntungan EIS ... 5

D. The dialog ... 5

E. Perbedaan MISS, DSS, EIS ... 7

F. Infrastruktur sistem informasi eksekutif ... 8

G. Faktor keberhasilan EIS yang penting ... 11

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 13

B. Saran ... 14

(4)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kebutuhan informasi yang cukup pesat membuat para eksekutif perusahaan

membutuhkan informasi yang akurat relevan dan real time. Kebutuhan akan informasi

tersebut memicu untuk mengembangkan sistem sendiri, atau akhir=akhir ini di kenal dengan

sistem informasi eksekutif . Sistem infoormasi eksekutif merupakan pengembangan dari

sistem informasi manajemen, yang di maksud untuk memudahkan dan mendukung kinerja

para eksekutif , diantaranya menyediakan akses yang mudah dan cepat ke seluruh sumber

data atau informasi dengan kemampuan untuk melakukan peringkasan , pemilihan, ataupun

merinci lebih lanjut, membantu eksekutif mengidentifikasi masalahdan mengenali adanya

peluang, memiliki fleksibilitas dalam pembuatan laporan, mudah di gunakan sehingga

eksekutif tidak perlu melakukan pelatihan apapun untuk menggunakan sistem tersebut.

Dari sinilah lahir sistem informasi eksekutif, dalam makalaha ini akan di menjelaskna

mengenai sistem informasi eksekutif baik dari pengertian, keuggulan, infrastruktur dan yang

lainnya.

B. Rumusan Maslah

1. Bagaimana konsep dasar sistem informasi eksekutif ?

2. Bagaimana konsep sistem informasi eksekutif ?

3. Apa keuntungan dari penggunaan sistem minformasi eksekutif ?

4. Bagaimana sistem yang ada pada sistem informasi eksekutif ?

5. Apa perbedaan sistem informasi eksekutif dengan sistem informasi lainnya ?

6. Bagaimana infrasturktur sistem informasi eksekutif ?

7. Apa saja faktor keberhasilan sistem informasi eksekutif ?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui konsep dasar sistem informasi eksekutif.

(5)

2

3. Untuk mengetahui keuntungan dari penggunaan sistem minformasi eksekutif.

4. Untk mengetahui sistem yang ada pada sistem informasi eksekutif.

5. Untuk mengetahui perbedaan sistem informasi eksekutif dengan sistem informasi

lainnya.

6. Untuk mengetahui infrasturktur sistem informasi eksekutif.

(6)

3 BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep dasar sistem informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan

kebutuhan pengolahan transaksi haria. Mendukung koprasi bersifat manajerial dan kegiatan

starategi dari suatu ogranisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan

yang diperlukan.

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok

bangunan (Input block) yaitu :

1. Blok masukan (input block)

Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

dimasukkan, yang berupa data dokumen-dokumen dasar.

2. Blok model (model block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang akan

memanipulasi data input dan data yang tersimpan dengan cara yang sudah tertentu

untuk menghasilkan yang diinginkan.

3. Blok keluaran (output block)

Keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang

berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok teknologi (tecnologi block)

Teknologi terdiri dari tiga bagian yaitu teknisi (humenwere atau brainware ),

perangkat lunak software dan perangkat keras wadwere. Teknisi dapat berupa

orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya dapat beroprasi.

Misanya teknisi adalah operator komputer program, oprator pengolah kata,

spesialis telekomunikasi, analisis sitem, penyimpanan data dan lain sebagainya.

5. Blok basis data (data bace block)

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan

yang lainnya. Tersimpan di perangkat keras komputer dan di gunakan perangkat

lunak untuk memanipulasinya. Organisasi basis data yang baik juga berguna

(7)

4 6. Blok kendali controls block)

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa

hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau pun bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahan dapat segera di atasi.

B. Konsep sistem informasi eksekutif

1. Defenisi eksekutif

Sistem informasi eksekutif (EIS) merupakan sebuah sistem terkomputerisasi yang

menyediakan informasi internal dan eksternal bagi para eksekutif yang relefan terhadap

faktor penentu keberhasialan nya dengan akses.

Kebanyakan sistem informasi eksekutif :

1. Sesuaikan dengan pemakai perorangan

2. Menyediakan akses status secara online

3. Sanagat user frienly dan hanya membutuhkan sedikit pelatihan atau bahkan tidak sam

sekali dalam penggunaanya

4. Digunakan oleh eksekutif (direktur) secara langsung tanpa perantara

5. Menampilkan informasi berupagrafik tabel ataupun tekstual

Kemunculan EIS

EIS merupakan anggota baru dari komputer based information sistem. Sistem pertama

dikembangkan pada ahkir tahun 1970 oleh beberapa perusahaan pioir seperti Notrhwest

industries dan Lockhed, diman dalam pengembangannya sangat beresiko dikarena kan

teknologi yang belum memadai. Ketika John Rockart dan Michael Treacy mengeluarkan

artikel yang berjudul “Ceo Goes Online” pada januari sampe februari 1982 barulah

masyarakat luas mengenal EIS. Diartikel tersebut menceritakan SEO yang menjadi pengguna

langsung komputer. Ketika artikel tersebut tersebar luas, karena EIS berkembang luas dan

banyak para eksekutif yang menginginkan perusahaan dikembangkan EIS. International data

corporation (IDC), menyatakan bahwa EIS adalah aplikasi komputer yang pertumbuhannya

tercepat di perusahan-perusahaan Amerika. Kebanyakan perusahan-perusahaan menggunakan

(8)

5 C. Keuntungan EIS

Keuntungan-keuntungan yang paling umum dari EIS adalah perbaikan dalam kualitas

dan kuantitas yang ada bagi para eksekutif diantaranya :

1. Lebih banyak informasi yang tepat waktu

2. Akses kedata oprasional lebih besar

3. Akses kedate base perusahaan lebih besar

4. Informasi yang bersangkut paut lebih besar

5. Terdapat informasi baru atau tambahan

6. Informasi tentang lingkungan luar lebih banyak

7. Lebih banyak informasi yang besaing

8. Akses ke data base luar lebih besar

9. Akses untuk mendapatkan informasi lebih cepat

10.Mengurangi biaya kertas

EIS meningkatkan kemampuan kinerja kerja para eksekutif sebagai berikut :

1. Mempertinggi komunikasi

2. Kemampuan untuk mengidentifikasi tren-tren histories lebih besar

3. Meningkatkan efektifitas pengguna

4. Lebih sedikit pertemuan dan mengurangi waktu yang dihabiskan dalam pertemuan

5. Meningkatkan efisiensi pengguna

6. Meningkatkan perncanaan pengguna, pengaturan, dan pengontrolan

7. Lebih memfokuskan perhatian pengguna

8. Dukungan terhadap pengambilan keputusan para eksekutif lebih besar

9. Meningkatkan masa pengontrolan

Eis mendukung sasaran perusahaan seperti

a. Merespon yang lebih baik terhadap kebutuhan pelanggan

b. Meningkatkan kualitas pproduk atau jasa.

D. The Dialog

Para pengembang system harus sangat berhati-hati sekali dalam menentukan hardware

dan software yang akan digunakan dalam pengembangan EIS. Karena para eksekutif hanya

memiliki sedikit perhatian. Kebanyakan mereka hanya peduli pada the dialog atau interface

(9)

6

knowledge. The dialog adalah system itu sendiri, selain dari pada itu mereka tidak peduli atau

hanya sedikit tertarik. Sebuah EIS haruslah mempunyai kinerja yang tinggi. Dimana

penggunanya yang mudah, akses data yang cepat dan tampilan hasil informasi tersaji dengan

atraktif dan menarik. Tiga hal penting yang dimiliki dalam bisnis EIS adalah “performance,

performance and performance".

1. The action language

The action language adalah bagaimana pengguna mengarahkan system. Berbagai

prangkat input dapat digunakan. Prangakat input yang dapat digunakan adalah keyboard,

walaupun eksekutif memiliki kemampuan mengetik yang kuarang baik. Popularitas keyboard

tersebut dikarenakan adanya fitur e-mail pada suatu system . tetapi karena tidak terdapatnya

fitur e-mail dalam suatu EIS dan hanya dapat beberapa fitur pendukung lainnya. sebuah EIS

tidak memerlukan keyboard. Sebagian besar EIs menggunakan mouse dalam

pengoprasiannya, sehingga memungkinkan para eksekutif untuk “klik” pada ikon atau menu

yang sesuai pilihan dalam rangka mengarahkan system tersebut. ekskutif cepat belajar bagai

mana menggunankn mouse, meskipun beberapa mengeluh tentang meja ruang yang

diperlukan. Kemampuan untuk mencari informasi dengan mudah adalah hal yang penting da

nada beberapa cara hal ini dapat dilakukan dengan sebuah EIS. Cara yang paling umum

adalah menyediakan satu set menu yang memungkinkan pengguana untuk langsung menuju

keinformasi yang dibutuhkan. Beberapa system memasukan indeks kata kunci yang

berhubungan dengan kata kunci yang berada dilayar informasi. Ketika seoang ekskutif ingin

melihat informasi secara spesifik, sebuah perintah atau urutan filedapat diciptakan, yang

memungkinkan ekskutif kehlaman-halaman lain dalam layar informasi.

2. The presentation language

The presentation language adalah bagaimana system memberikan output kepada

pengguna. Output yang umum adalah tekstual, grafik dan output table. Beberapa system

mengguanakn suara meliputi penjelasan, yang memungkinkan analis untuk bertanya tentang

sebuah layar sebelum mengirimkannya kepada seseorang. Banyak system termasuk gambar,

seperti badai disonat peta pelacakan. Pilihan presentasi lain termasuk video dan tv dalam

(10)

7 3. The knowledge language

The knowledge language adalah apa yang eksekutif tau tentang pengguanaan system

dan dukungan lain untuk mengguanakan sistem. Para eksekutif sering kali memiliki

keterampilan computer yang kurang bagus, kurangnya minat pada computer dan sedikit

waktu luang untuk belajar tentang computer. Akibatnya, EIS haruslah user friendly dan

intuitif atau menggoda pengguna. Prosudur log on harus disimpen keminimum yang

diperlukan untuk tujuan keamanan. Idealnya, sistem tidak harus memerlikan pelatiahn.

Documentasi pengguan seharusnya tidak diperlukan, tetapi jika diminta haruslah hanya satu

halaman. Pengalaman menunjukan bahwa eksekutif tidak membaca dokumentasi. Sistem

harus menyediakan bantuan yang konsisten.

E. Perbedaan MIS, DSS dan EIS

EIS KONVENSIONAL MIS DSS

FungsiUtama Panduantindakan pengontrolan Perencanaan,

pengorganisasian,

kepegwaiandanpeng

endalian

Aplikasi Pemindaian, lingkungan,

evaluasikinerja,

Basis data Perusahaan, special Perusahaan Special

(11)

8

Grafik Wajib diinginkan Pilihangaya dialog

terintegrasidalamba

nyak DSS

User friendly Wajib Diinginkan Suatukeharusanjikat

idakadaprantara

pok yang terdifersifikasi

yang

Model base Dapatditambahkan,

seringtidakdisertakanatau

Pembuatan Oleh vendor,

spesialissisteminformasia

Hardware Mainframe, micros

atausistemterdidtribusi

F. Infrastruktur Sistem Informasi Eksekutif

SIE memiliki dua komponen utama yaitu basis data terpusat, yang merupakan

repositori data yang di ekstrak dari berbagai sumber dan mesin untuk menganalisa data dan

(12)

9

Data

Informasi

Arsitektur EIS tidak dapat beradaptasi terhadap inkompatibilitas data.Oleh karena itu

setiap kali terdapat perubahan pada local system , basis data tepusat harus disusun kembali ,

karena SIE hanya mendukung analisis data sedehana yang sudah didefinisikan terlebih

dahulu.Dari maslah ini lahirlah EIS kontemporer , pada teknik ini, basis data terpusat di

gantikan fungsinya oleh data warehouse dan teknik OLAP (On-line Analytical Processing)

guna analisis data dan multideminsional dan penampilan informasi.Teknologi data

warehousing mengulangi masalah integrasi data. Data dari local system yang berbeda akan di

transformasikan oleh integrator berdasarkan skema data terintegrasi, kemudian disimpan

kedalam data worehouse.

Namun struktur EIS kontemporer pada dasarnya tidak memiliki fleksitabilitas dan

adaptabilitas , Fleksitabilitas adalah kemampuan untuk mengakomodir perubahan kebutuhan

data oleh eksekutif, dan adaptabilitas adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap USER

DATA ANALYSIS COMPONEN PRESENTATION INTERFACE

CENTRALIZED DATABASE

(13)

10

perubahan konten, format data, platform dan struktur yang mungkin muncul dalam sumber

data lokal , Dari itulah maka di lakukan pengembangan untuk pendekatan menggunakan

database, yaitu metode sistem integrasi yang dapat mengelola beberapa sistem dan bisa

mendapatkan open system arhitetur dengan tetap mempertahankan otonomi local system dan

memungkinkan untuk sistem tersebut berevolusi.

Multidimntional

Analysis System

MDB

Local System Data warehouse

(optional) USER

ROLAP INTERFACE

ROLAP ANALYZER

Metadatabase Management System (MDBMS)

(14)

11

Arsitektur yang baru yang menggunakan metode database terdiri dari 2 unsur besar

yaitu:

1. MDBMS (Metadatabase Management System), yang merupakan sistem berbasis

pengetahuan yang mengintegrasikan dan mengatur penggunaan multiple local system

melalui data atau metadata yang memiliki dua peranan penting yaitu menyediakan

akses transparan terhadap data dari local system dan warehouse, dan menyediakan

metadata yang di butuhkan untuk analisis multidimensional data.

2. MDAS(Multidimensional Data Analysis system) terdiri dari 2 sub sistem yaitu

ROLAP Interface (Relational on-Line analytical processing) yaitu penyedia

penghubung eksekutif untuk memformulasikan permintaan mereka dan menampilkan

hasil analisis dan ROLAP Analyzer yaitu software yang di gunakan untuk mengelola

metadatabase yang di sediakan oleh MDBMS untuk memungkinkan analisis online

multidimentional data.

G. Faktor Keberhasilan EIS yang penting

Robert dan David DeLong mengemukakan delapan faktor keberhasilan yang penting

untuk mencapai keberhasilan EIS , anatara lain :

1. Eksekutif sponsor yang mempunyai keterlibatan dan yang mengetahui.

Yaitu eksekutif tingkat puncak atau CEO akan berfungsi sebagai eksekutif sponsor

dengan mendorong untuk usaha pengimplementasian.

2. Sponsor pengoperasian yang bekerja sama dengan eksekutif yang akan menggunakan

system tersebut dan coach EIS agar pekerjaannya dapat di selesaikan.

3. Hubungan yang jelas dengan tujuan bisnis, sebagian besar deskripsi EIS berkenaan

dengan pencapaian tujuan dan penelusuran faktor keberhasilan yang penting.

4. Menggunakan sumber yang tepat dari kelompok pelayanan informasi, jika perusahaan

telah menetapkan seorang CEO untuk memimpin perusahaan/ usaha pelayanan

informasi maka staf tersebut akan dapat mengembangkan sistem tingkat eksekutif.

5. Menggunakan teknologi yang tepat, pengimplementasi EIS tidak boleh di pengaruhi

oleh tugas dari posisinya dan ia menggabungkan hardware dan software yang di

perlukan. Sistem harus di buat sederhana mugkin dan ia harus dapat memenuhi apa

(15)

12

6. Mengetahui keberadaan masalah data dan melakukan pemeahan atas masalah

tersebut, hanya ada sedikit kemungkinan perlawanan jika yang menjadi sponsor

adalah CEO. Pengalaman menunjukan bahwa apabila eis telah di pasang para manajer

bawah akan meminta data dan informasi yang sama, shingga tidak ada pernyataan apa

yang penting. Dengan cara ini penggunaan EIS akan berkembang ke seluruh tingkatan

manajemen.

7. Menangani perlawanan yang bersifat organisasi.

(16)

13 BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan

kebutuhan pengolahan transaksi haria. Mendukung koprasi bersifat manajerial dan kegiatan

starategi dari suatu ogranisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan

yang diperlukan.

Sistem informasi eksekutif (EIS) merupakan sebuah sistem terkomputerisasi yang

menyediakan informasi internal dan eksternal bagi para eksekutif yang relefan terhadap

faktor penentu keberhasialan nya dengan akses.

Keunggulan sistem informasi eksekutif antara lain lebih banyak informasi yang tepat

waktu, akses kedata oprasional lebih besar, akses kedate base perusahaan lebih besar,

informasi yang bersangkut paut lebih besar, terdapat informasi baru atau tambahan, informasi

tentang lingkungan luar lebih banyak, lebih banyak informasi yang besraing, akses ke data

base luar lebih besar ,akses untuk mendapatkan informasi lebih cepat, mengurangi biaya

kertas.

SIE memiliki dua komponen utama yaitu basis data terpusat, yang merupakan

repositori data yang di ekstrak dari berbagai sumber dan mesin untuk menganalisa data dan

menampilkan haslinya kepada para eksekutif.

Faktor keberhasilan yang penting untuk mencapai keberhasilan EIS , anatara lain :

eksekutif sponsor yang mempunyai keterlibatan dan yang mengetahui yaitu eksekutif tingkat

puncak atau CEO akan berfungsi sebagai eksekutif sponsor dengan mendorong untuk usaha

pengimplementasian, sponsor pengoperasian yang bekerja sama dengan eksekutif yang akan

menggunakan system tersebut dan coach EIS agarpekerjaannya dapat di selesaikan,

hubungan yang jelas dengan tujuan bisnis, menggunakan sumber yang tepat dari kelompok

pelayanan informasi, menggunakan teknologi yang tepat, mengetahui keberadaan masalah

data dan melakukan pemeahan atas masalah tersebut, menangani perlawanan yang bersifat

(17)

14 B. Saran

Beberapa saran yang di usulkan untuk perbaikan dan penelitian selanjutnya antara lain :

1.Sistem informasi eksekutif ini dapat di kembangkan agar dapat di akses melalui handphone

dengan fasilitas teknologi wap.

2.Sistem informasi eksekutif ini dapat di kembangkan dengan pertambahan kemampuan

sistem DSS (Decission support system) agar sistem informasi eksekutif ini menjadi powerfull

dan lengkap.

(18)

15

DAFTAR PUSTAKA

Sucipto, 2011, “Konsep dan Teknik Pengembangan Sistem Berbasis Teknologi Informasi”.

Banten, Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Jw putra, 2016, “Ranang Bangun Sistem Informasi Eksekutif ”,www.googlescholar.co.id,

Gambar

Grafik Wajib

Referensi

Dokumen terkait

Fraktur tertutup yaitu keadaan dimana patah tulang yang dialami di permukaan dalam tidak kontak dengan permukaan luar.. Membuat skema atau diagram dari komponen-komponen

Tugas dalam bidang akuntansi keuangan lanjutan dapat sangat beragam tergantung pada lingkungan kerja dan tingkat kompleksitas organisasi. Berikut ini beberapa tugas yang mungkin Anda temui dalam akuntansi keuangan lanjutan: 1. **Penyusunan Laporan Keuangan**: Tugas inti dalam akuntansi keuangan adalah menyusun laporan keuangan yang akurat dan lengkap, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Di tingkat lanjutan, Anda mungkin harus menangani organisasi yang lebih besar dan kompleks. 2. **Audit Keuangan**: Jika Anda bekerja di firma akuntansi, Anda mungkin terlibat dalam melakukan audit keuangan untuk klien Anda. Ini melibatkan pemeriksaan laporan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi yang berlaku. 3. **Pengelolaan Risiko Keuangan**: Dalam perusahaan besar, Anda mungkin bertugas untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko keuangan. Ini dapat melibatkan analisis risiko investasi, manajemen risiko mata uang asing, atau manajemen risiko kredit. 4. **Perencanaan Pajak**: Akuntan keuangan lanjutan seringkali terlibat dalam perencanaan pajak untuk mengoptimalkan kewajiban pajak organisasi. Mereka harus memahami peraturan pajak yang berlaku dan mencari cara legal untuk mengurangi beban pajak. 5. **Evaluasi Investasi**: Anda mungkin harus melakukan analisis investasi yang mendalam untuk membantu perusahaan atau klien Anda dalam mengambil keputusan strategis terkait dengan investasi, seperti akuisisi, merger, atau pengembangan bisnis baru. 6. **Konsultasi dan Rekomendasi**: Akuntan keuangan seringkali berperan sebagai penasihat keuangan untuk klien atau perusahaan mereka. Ini melibatkan memberikan saran terkait strategi keuangan, perencanaan keuangan jangka panjang, dan pengambilan keputusan penting lainnya. 7. **Penerapan Standar Akuntansi Baru**: Standar akuntansi terus berkembang. Tugas Anda mungkin termasuk memahami dan menerapkan standar akuntansi baru seperti IFRS atau FASB. 8. **Pelaporan Keuangan Internasional**: Jika perusahaan atau klien Anda memiliki operasi internasional, Anda mungkin harus menghadapi tantangan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang memenuhi persyaratan internasional. 9. **Manajemen Anggaran**: Anda mungkin bertanggung jawab atas penyusunan anggaran, pemantauan kinerja anggaran, dan perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. 10. **Pengembangan Sistem Informasi Keuangan**: Dalam dunia yang semakin terdigital, Anda mungkin terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan sistem informasi keuangan yang efisien dan aman. 11. **Pelatihan dan Pengembangan**: Bagi akuntan yang lebih berpengalaman, tugas dapat meliputi pelatihan dan pengembangan staf junior, serta memastikan bahwa tim Anda memiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip akuntansi dan peraturan terbaru. 12. **Penyusunan Laporan Tahunan**: Bagi perusahaan publik, penyusunan laporan tahunan yang memenuhi persyaratan regulasi pasar modal adalah tugas yang penting. Ingatlah bahwa bidang akuntansi keuangan terus berkembang, terutama dengan perkembangan teknologi dan perubahan dalam regulasi. Oleh karena itu, penting untuk selalu berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam bidang ini agar tetap relevan dalam pekerjaan

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Gadget adalah hal yang sangat populer saat ini. Hampir setiap orang menggunakan gadget untuk berbagai keperluan. Salah satu fungsinya adalah berkomunikasi dan mencari informasi dengan cepat. Gadget membutuhkan sebuah program yang berfungsi untuk mengatur berjalannya perangkat tersebut. Menurut Yulikuspartono (2009:29) mengemukakan bahwa “ program merupakan sederetan instruksi atau statement dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yang bersangkutan”. Program merupakan sebuah elemen inti untuk kinerja suatu perangkat. Program inilah yang akan mengolah dan menjalankan perintah yang diberikan oleh user agar dapat di kelola oleh perangkat/device. Program juga dibuat oleh manusia, dan orang yang membuat program ini disebut dengan Programmer. Seorang programmer membuat program dengan menggunakan bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman inilah yang disusun dengan berdasarkan logika atau algoritma menusia yang di terjemahkan ke algoritma manusia yang di terjemahkan ke perangkat. Bahasa pemrograman ini dibuat untuk memudahkan manusia dalam membuat suatu aplikasi atau program. Bahasa pemrograman bisa di klasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Salah satu pengklasifikasian bahasa pemrograman adalah pendekatan dari notasi bahasa pemrograman tersebut, apakah lebih dekat ke bahasa mesin atau ke bahasa manusia. Dengan cara ini, bahasa pemrograman dapat di kelompokan menjadi dua yakni bahasa tingkat rendah (low level languages) dan bahasa tingkat tinggi (high level language). Bahasa tingkat tinggi adalah bahasa yang mudah dipahami oleh manusia, C++ merupakan salah satu contoh dari bahasa tingkat tinggi. Contoh lain dari bahasa tingkat tinggi ini seperti Pascal, Perl, Java, dan lain-lain sebagainya. Sedangkan bahasa tingkat rendah adalah bahasa mesin atau bahasa assembly. Secara sederhana sebuah komputer hanya dapat mengeksekusi program yang ditulis dalam bentuk bahasa mesin. Oleh karena itu, jika suatu program ditulis dalam bahasa tingkat tinggi maka program tersebut harus diproses terlebih dahulu sebelum bisa dijalankan dengan komputer. Hal ini merupakan salah satu kekurangan bagi bahasa tingkat tinggi dimana diperlukan waktu untuk memproses suatu program sebelum program tersebut di jalankan. Sebagai bahasa yang beraras tinggi, yang menggunakan perintah-perintah yang mudah dimengerti oleh manusia, C++ mempunyai keunggulan yakni bersifat universal. Sebagai bahasa yang universal, C++ bisa dijumpai di berbagai platform (Linux, Unix, Windows, Mac, dan lain-lain). Artinya, jika kita menguasai C++ di platform PC, sangat mudah untuk berpindah di Linux ataupun system operasi yang lain.