PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA
TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA MASTER
GROUP CASH DAN CREDIT KOTA LUBUKLINGGAU
Dheo Rimbano STIE MURA Lubuklinggau
This study aims to determine the effect of Motivation and Work Experience Against Employee Productivity In Mster Group Cash and Credit Lubuklinggau. The method used is the questionnaire method, ie a questionnaire Motivation, Work Experience and Employee Productivity, using SPSS 17. The analysis using multiple linear regression calculation basis, the value a = 34.001, b1 = 0.519, b2 = 0.352 then the value of a and arranged to regeresi in multiple linear equations result regression equation is Y = 34 001 + 0,519 X1 + 0,352 X2. The regression equation portrait that if there is an increase in the motivation (X1) and work experience (X2) by 1 unit will be followed also increase employee productivity (Y) of 0152 (0.519 + 0.352), and vice versa when there is a decrease in the motivation ( X1) and work experience (X2) by 1 unit will be followed also decrease employee productivity (Y) amounted to 0,152 (0.519 + 0.352) and F count value is equal to 8.423 while the significant level a = 5%, while F table with the denominator (n - k - 1 = 97-2 - 1) The numerator and (k = 2) value of 4.88 was obtained Ftabel Fhitung value = 8.423> F table = 4.88 means that Ho is rejected and Ha accepted, and significant value for the variable test F = 0.000 meaning <of a = 0.05 means motivation variable (X1) and work experience variable (X2) with the same significant effect on employee productivity (Y) on the Master Group Cash and Credit Lubuklinggau.
Keywords: Motivation, Work Experience, Employee Productivity
PENDAHULUAN
Potensi Sumber Daya Manusia pada hakekatnya merupakan salah satu modal dan memegang suatu peran yang paling penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengelola Sumber Daya Manusia sebaik mungkin. Sebab kunci sukses suatu perusahaan bukan hanya pada keunggulan teknologi dan tersedianya dana saja. Tapi faktor manusia merupakan faktor yang terpenting pula. Melalui perencanaan Sumber Daya Manusia yang matang, produktivitas kerja dari tenaga kerja yang sudah ada dapat ditingkatkan. Hal ini dapat diwujudkan melalui adanya penyesuaian. Seperti peningkatan motivasi dan pengalaman kerja yang baik sehingga setiap karyawan dapat menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi.
pekerjaanya dapat berhasil dengan sebaik-baiknya, akan membentuk suatu peningkatan produktivitas kerja. Pengalaman kerja merupakan hal yang memiliki peranan yang penting dalam penempatan karyawan pada posisi tertentu bahkan didalam proses perekrutan karyawan baru pun pengalaman kerja mempengaruhi apakah diterima / tidak diterima seseorang didalam organisasi tersebut. Pengalaman kerja adalah tingkat penguasaan pengetahuan serta keterampilan seseorang dalam pekerjaannya yang dapat diukur dari masa kerja dan dari tingkat pengetahuan serta keterampilan yang dimilikinya. Setiap perusahaan khususnya pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau selalu menginginkan produktivitas dari setiap karyawannya meningkat. Untuk mencapai hal tersebut, manajemen harus memberikan motivasi kepada seluruh karyawannya agar dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Dengan ditambah suatu pengalaman kerja yang dimiliki oleh para karyawanya, akan memberikan suatu hubungan yang besar dalam upaya mencapai tingkat produktivitas karyawan.
Dalam melakukan usaha meningkatkan produktivitas karyawan, pihak Manajemen Sumber daya Manusia Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau dapat memotivasi karyawannya dengan cara : memberikan upah yang layak, kesempatan untuk maju, pengakuan sebagai individu, keamanan untuk bekerja, tempat kerja yang baik dan perlakuan yang wajar. Selain itu juga pengalaman kerja harus diberikan oleh manajemen terhadap karyawannya seperti memberi peletihan karyawan, karena pengalaman kerja memainkan peran utama dalam pengembangan manajemen dan merupakan saka guru yang berharga didalam melakukan promosi suatu jabatan serta didalam proses pelamaran suatu pekerjaan pengalaman kerja pelamar cukup penting artinya dalam proses seleksi. Pengalaman kerja juga merupakan faktor yang dapat mendorong dan mempengaruhi tingkat produktivitas karyawan.
Master Group Cash dan Credit kota Lubuklinggau merupakan salah satu showroom yang menyediakan barang elektronik dan furniture secara cash dan credit, memiliki karyawan yang memerlukan motivasi atau dukungan dalam melaksanakan pekerjaan baik dari pimpinan maupun sesama rekan sekerjanya. Menurut hasil pengamatan sementara masih kurangnya motivasi berupa Prestasi, kerja sama, tanggung jawab, kegairahan kerja, hubungan yang harmonis dan masih minimnya pengalaman kerja yang dimiliki karyawan seperti pemahaman terhadap tugas-tugas suatu pekerjaan dan kurangnya penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan serta tingkat Produktivitas Karyawan masih belum maksimal seperti masih adanya karyawan belum mencapai target penjualan yang telah ditentukan perusahaan.
TINJAUAN PUSTAKA Motivasi
Indikator Motivasi
Menurut Usman (2006:118) indikator-indikator motivasi adalah : a. Prestasi
Prestasi adalah kehadiran karyawan berkenaan dengan tugas dan kewajibannya. b. Kerja Sama
Kerja sama adalah sikap dari individu atau sekelompok untuk saling membantu atau menginformasikan agar dapat mencurahkan kemampuannya secara menyeluruh. c. Tanggung jawab
Tanggung jawab merupakan suatu tanggung jawab untuk melaksankan suatu tugas dan untuk apa tugas itu. Seseorang dapat dipertanggung jawabkan dalam pelaksanaan tugas yang di rasakan
d. Kegairahan kerja
Setiap karyawan memiliki kesenangan mendalam ( minat ) terhadap pekerjaan yang di percayakan kepadanya, pada umumnya memiliki motivasi kerja yang positif atau tinggi.
e. Hubungan yang harmonis
Hubungan antara pemimpin dengan karyawan sangat besar pengaruhnya terhadap motivasi kerja. Pimpinan yang memperlakukan karyawan secara manusiawi dengan sikaf saling menghormati, menghargai, percaya dan menerima satu sama lain akan menimbulkan rasa senang dalam kerja sama.
Pengalaman Kerja
Menurut Hasibuan (2010:109), pengalaman kerja (senioritas) yaitu promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja seorang karyawan. Pertimbangan promosi adalah pengalaman kerja seseorang, orang yang terlama bekerja dalam perusahaan mendapat prioritas pertama dalam tingkat promosi. Kelebihannya adalah adanya penghargaan dan pengakuan bahwa pengalaman merupakan saka guru yang berharga. Dengan pengalaman, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya sehingga karyawan tetap betah bekerja pada perusahaan dengan harapan suatu waktu ia akan dipromosikan. Kelemahannya adalah seorang karyawan yang kemampuannya sangat terbatas, tetapi karena sudah lama bekerja tetap dipromosikan.
Indikator Pengalaman Kerja
Menurut Foster (2001:43) ada beberapa hal untuk menentukan berpengalaman tidaknya seseorang karyawan yang sekaligus sebagai indikator pengalaman kerja, yaitu : a. Lama waktu / masa kerja.
Pengetahuan merujuk pada konsep , prinsip, prosedur, kebijakan atau informasi lain yang dibutuhkan karyawan. Pengetahuan juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menerapkan informasi pada tanggung jawab pekerjaan. Sedangkan keterampilan merujuk pada kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai atau menjalankan suatu tugas atau pekerjaan.
c. Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan.
Tingkat penguasaan seseorang dalam pelaksanaan aspek-aspek teknik peralatan dan teknik pekerjaan.
Produktivitas Karyawan
Menurut Hasibuan (2010:94) produktivitas karyawan adalah perbandingan antara output dan input, dimana outputnya harus mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik.
Indikator- indikator produktivitas
Menurut Sutrisno (2011:104) Untuk mengukur prodiktivitas kerja diperlukan suatu indikator, sebagai berikut :
a. Kemampuan.
Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas. Kemampuan seorang karyawan sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka dalam bekerja.
b. Meningkatkan hasil yang dicapai.
Berusaha untuk meningkatkan hasil yang dicapai. Hasil merupakan salah satu yang dapat dirasakan baik oleh yang mengerjakan maupun yang menikmati hasil pekerjaan tersebut.
c. Semangat kerja.
Ini merupakan usaha untuk lebih baik dari hari kemarin. d. Pengembangan diri.
Senantiasa mengembangkan diri untuk meningkatkan kemampuan kerja. Pengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantangan dan harapan dengan apa yang akan dihadapi.
e. Mutu.
Selalu berusaha untuk meningkatkan mutu yang lebih baik dari yang telah lalu. Mutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukan kualitas kerja seorang pegawai. f. Efisiensi.
Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
2 Pengalam an Kerja
(X2)
Pengalaman Kerja (X2)
adalah pengalaman kerja yang dimiliki seseorang mengenai objek tertentu (dalam kurun waktu tertentu) minimal enam bulan.
1. Lama waktu/masa kerja 2. Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki (Y) adalah perbandingan antara keluaran (out put) dari tenaga kerja dengan masukan (input) dari tenaga kerja dalam
Menurut Sugiyono (2010:115) Populasi adalah wilayah generalisai yang terdiri atas : Obyek/subyek/ yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jadi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau yang berjumlah 97 orang karyawan.
Menurut Sugiyono (2010:116 ) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang berada pada Master Grup Cash dan Credit Kota Lubuklinggau yang berjumlah 97 orang karyawan yaitu terdiri dari karyawan tetap dan karyawan kontrak. Sampel penelitian ini adalah sampel jenuh atau sensus.
Teknik Analisa Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Mencari Persamaan Regresi Linier Berganda
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara motivasi dan pengalaman kerja terhadap produktifitas karyawan secara serentak.
Y = a + b1X1+ b2X2 (Sugiyono, 2010:266 )
Keterangan :
b1 = Koefisien Regresi Motivasi
b2 = Koefisien regresi pengalaman kerja
X1 = Motivasi
X2 = Pengalaman Kerja
Koefisien Determinasi
Untuk menghitung keeratan hubungan variabel terebut harus diuji besar kecilnya dengan menghitung koefisien determinasi.
Rumus koefisien determinasi :
b1∑ X1Y + b2∑ X2Y
R2 = (Sugiyono, 2010:191)
∑ Y2 Dimana :
R2 = Koefisien determinasi b1 = Koefisien Korelasi Motivasi
b2 = Koefisien Korelasi Pengalaman Kerja
X1 = Motivasi
X2 = Pengalaman Kerja
Y = Produktivitas Karyawan
Uji F
Untuk membuktikan apakah variabel Dependent berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Independent
F =
1
/
1
/2 2
R n k
k R
(Sugiyono, 2010: 266)
R2 = Koefisien Determinasi k = Banyaknya Variabel Bebas n = Jumlah Responden
Untuk mengetahui besarnya koefisien regresi dapat dilakukan Hipotesis Regresi secara bersama-sama dengan menggunakan Analisis Varian (Uji F) melalui prosedur sebagai berikut :
HA: 0 Menunjukan bahwa motivasi dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap
produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau
Jika Fhitung≥Ftabel, maka Haditerima dan HOdi tolak dengan demikian menunjukan bahwa
motivasi dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap produktivitas Karyawan pada Master Grup Cash dan Credit Kota Lubuklinggau.
Jika Fhitung ≤ Ftabel, maka Hoditerima dan Haditolak, dengan demikian menunjukan bahwa
motivasi dan pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas Karyawan pada Master Grup Cash dan Credit Kota Lubuklinggau.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas adalah merupakan suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevaliditan dari instrumen (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah item yang tersaji dalam kuesioner benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.
Uji validitas menggunakan bantuan program SPSS 17, uji validitas dilakukan di PT Columbindo Cash dan Credit Cabang kota Lubuklinggau. Sedangkan Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, untuk uji reliabilitas juga menggunakan bantuan program SPSS 17 digunakan teknik Cronbach Alpha, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih. Kriteria uji apabilarhitung> rtabelmaka instrumen atau alat ukur dinyatakan reliabel atau sebaliknya. Berdasarkan hasil angket yang diperoleh dari 20 karyawan PT Colombindo Chas dan Credit Cabang kota Lubuklinggau, maka hasil uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan program SPSS.17 sebagai berikut :
Uji Validitas Variabel Motivasi (X1)
No Pertanyaan
Nilai Rhitung
Nilai Rtabel a = 0,05:
n= 20
Keterangan
5 Pertanyaan 5 0.538 0.444 Valid 6 Pertanyaan 6 0.883 0.444 Valid 7 Pertanyaan 7 0.769 0.444 Valid 8 Pertanyaan 8 0.482 0.444 Valid 9 Pertanyaan 9 0.760 0.444 Valid 10 Pertanyaan 10 0.843 0.444 Valid Sumber : Hasil pengolahan Data, Tahun 2012 Uji Reliabilitas Variabel Motivasi (X1)
Cronbach’s
Alpha N of Items
0.927 10
Sumber: Hasil Pengolahan Data, Tahun 2012
Perhitungan uji validitas dan realibilitas daftar pertanyaan variabel Motivasi diperoleh indeks rxy = 0.927, jadi instrumen tersebut adalah valid karena rhitung= 0.927 > rtabel = 0.468 dari tarap kepercayaan 95% (a=0.05). Dengan demikian maka variabel Motivasi adalah memenuhi syarat.
Uji Validitas Variabel Pengalaman Kerja (X2)
No Pertanyaan
Nilai Rhitung
Nilai Rtabel a = 0,05
: n= 20
Keterangan
9 Pertanyaan 9 0.813 0.444 Valid 10 Pertanyaan 10 0.819 0.444 Valid Sumber : Hasil pengolahan Data, Tahun 2012
Uji Reliabilitas Variabel Pengalaman Kerja (X2)
Cronbach’s
Alpha N of Items
0.918 10
Sumber: Hasil Pengolahan Data, Tahun 2012
Perhitungan uji validitas dan realibilitas daftar pertanyaan variabel Pengalaman Kerja diperoleh indeks rxy = 0.918, jadi instrumen tersebut adalah valid karena rhitung= 0.918 > rtabel = 0.468 dari tarap kepercayaan 95% (a=0.05). Dengan demikian maka variabel Pengalaman Kerja adalah memenuhi syarat.
Uji Validitas dan Variabel Produktivitas Karyawan (Y)
No Pertanyaan
Nilai Rhitung
Nilai Rtabel a = 0,05
: n= 20
Keterangan
Uji Reliabilitas Variabel Produktivitas Karyawan (Y)
Cronbach’s
Alpha N of Items
0.893 10
Sumber: Hasil Pengolahan Data, Tahun 2012
Perhitungan uji validitas dan realibilitas daftar pertanyaan variabel Produktivitas Karyawan diperoleh indeks rxy= 0.893, jadi instrumen tersebut adalah valid karena rhitung= 0.893 > rtabel = 0.468 dari tarap kepercayaan 95% (a=0.05). Dengan demikian maka variabel Produktivitas karyawan adalah memenuhi syarat.
Uji Statistik
1. Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan Method Enter Variables Entered/Removed
Model Variables Entered
Variables
Removed Method
1 Pnglmn kerja (X2) Motivasia(X1)
. Enter
a. All requested variables entered.
Metode enter digunakan digunakan peneliti untuk memasukan semua variabel peneliti ke dalam pengujian linier berganda dalam penelitian ini dari tabel tersebut, menunjukan bahwa variabel Motivasi (X1) dan variabel Pengalaman kerja (X2) dimasukan kedalam pengujian regresi berganda, dan tidak ada yang dikeluarkan, dengan menggunakan Method Enter.
2. Koefisien Regresi Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta
1 (Constant) 34.001 4.080 8.334 .000
Motivasi .519 .153 .643 3.399 .001
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta
1 (Constant) 34.001 4.080 8.334 .000
Motivasi .519 .153 .643 3.399 .001
Pnglmankerja .352 .197 338 .785 .077
a. Dependent Variable: produktvtas
Hasil olahan SPSS nilai koefisien regresi berganda yang dihasilkan dengan persamaan Regresi berganda sebagai berikut :
Y = a + b1X1b2X2(Sugiyono 2010. h.74)
Y = 34.001+ 0,519X1+ 0,352 X2
Persamaan regresi berganda di atas mengenai Pengaruh Motivasi dan Pengalaman kerja terhadap Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit kota Lubuklinggau :
a. Nilai konstanta (a) adalah sebesar 34.001. Hal ini menunjukan bahwa apabila variabel Motivasi dan Pengalaman kerja tidak mengalami perubahan atau nol, maka nilai dari variabel Produktivitas karyawan 34.001.
b. Nilai koefisien regresi variabel motivasi adalah 0,519. Hal ini menunjukan bahwa apabila variabel Pengalaman kerja meningkat sebesar 1 satuan, maka niali dari variabel Produktivitas karyawan sebesar 0.519.
3. Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .390a .152 .134 2.621
a. Predictors: (Constant), Variabel Independen X2 Pengalaman kerja, Variabel Independen X1 Motivasi.
Sumber : Hasil pengolahan data 2012
Berdasarkan output yang dikeluarkan didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.390 menandakan bahwa terdapat hubungan yang sedang dalam mempengaruhi variabel Motivasi dan Pengalaman kerja terhadap Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau. Apabila terdapat korelasi yang sedang, maka akan menimbulkan pengaruh yang juga sedang antara variabel independen (Motivasi dan Pengalaman Kerja) terhadap variabel dependen (Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau). Tabel tersebut juga didapatkan koefisien determinasi sebesar 0.152, koefisien tersebut didapatkan dari pengamatan nilai koefisien korelasi, yang berarti bahwa pengaruh Motivasi dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Master Group Cash dan Credit kota Lubuklinggau adalah sebesar 15,2% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Uji F
ANOVAb
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regressio n
115.696 2 57.848 8.423 .000a
Residual 645.562 94 6.868
Total 761.258 96
Berdasarkan tabel 4, pengujian dengan SPSS yang dilakukan diperoleh ( N-k-1=97-2-1) dengan sig 0.05 sehingga diperoleh nilai F Tabel sebesar 4.88, sedangkan F Hitung sebesar 8.423 dengan sig 0.000 hal ini berarti F Hitung > F Tabel atau sig 0.000 lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05 dengan demikian berarti Ho ditolak, Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan dan bersama-sama variabel Motivasi dan Pengalaman Kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit kota Lubuklinggau.
Hipotesis :
Ho = Motivasi dan Pengalaman Kerja secara bersama-sama (simultan) Tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau.
Ha = Motivasi dan Pengalaman Kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau.
Dengan kriteria pengujian :
Ho diterima jika F Hitung≤ F Tabel, atau sig ≥ (0.05)
Ha ditolak jika F Hitung≥ F Tabel, atau sig ≤ (0.05)
Pengaruh Motivasi dan Pengalaman Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau
Hasil perhitungan regresi linier berganda didapatkan hasil persamaan regresi adalah : Y = 34.001 + 0.519X1+ 0.352X2
Persamaan regresi di atas, terlihat bahwa nilai konstanta yaitu a sebesar 34.001. Hal ini menunjukan bahwa apabila variabel Motivasi dan Pengalaman kerja tidak ada, maka nilai variabel Produktivitas karyawan adalah 34.001 dan nilai koefisien regresi variabel Motivasi b1= 0.519. Hal ini menunjukan bahwa apabila nilai variabel Motivasi meningkat
sebesar satu, maka nilai variabel Produktivitas karyawan akan mengalami peningkatan sebesar 0.519. sedangkan nilai koefisien regresi variabel Pengalaman kerja sebesar b2 =
0.352. Hal ini menunjukan bahwa apabila nilai variabel Pengalaman kerja meningkat sebesar satu, maka nilai variabel Produktivitas karyawan akan mengalami peningkatan sebesar 0.352.
Tabel Anova tersebut di atas memperlihatkan bahwa nilai F hitung adalah 8.423 sedangkan F tabel 4.88 hal ini berarti F hitung > F tabel berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel Motivasi dan Pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau. Dengan demikian Motivasi yang baik diberikan kepada karyawan akan meningkatkan Produktivitas karyawan, untuk mencapai hasil kerja yang maksimal dibutuhkan Motivasi yang baik, Motivasi yaitu suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dalam suatu organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan suatu perusahaan akan terpai sesuai apa yang diharapkan. Menurut Hasibuan (2010:143), pengalaman kerja juga berpengaruh untuk mencapai hasil kerja yang maksimal atau meningkatkan Produktivitas, Pengalaman kerja. Menurut Jacson (2006:366), pengalaman memainkan peran utama dalam pengembangan manajemen, tentu saja pengalaman sering memberikan konstribusi yang lebih besar pada pengembangan para manajer senior dibandingkan pelatihan kelas, karena banyak dari pengalaman mereka berasal dari berbagai keadaan dalam pekerjaan seiringnya waktu. Sedangkan Produktivitas karyawan perbandingan antara output dan input, dimana outpunya harus mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik (Hasibuan, 2010:94). Jadi Motivasi dan Pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang Sedang terhadap Produktivitas karyawan pada Master Group Cash dan Credit Kota Lubuklinggau.
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh Motivasi dan Pengalaman kerja terhadap Produktivitas karyawan dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan secara serentak koefisien korelasi diatas, maka dapat diketahui bahwa R adalah 0.390. ini berarti bahwa pengaruh Motivasi (X1) dan
Pengalaman kerja (X2) terhadap Produktivitas karyawan(Y) pada Master Group Cash dan
Credit Kota Lubuklinggau adalah berpengaruh sedang yang artinya bahwa pengaruh variabel Motivasi dan Pengalaman kerja terhadap Produktivitas karyawan itu pengaruhnya sedang yang ditunjukan oleh nilai R pada tabel 4.43. Sedangkan R2 atau determinasi sebesar 15.2%. Sedangkan sisanya 84.8% dipengaruhi oleh paktor lain seperti Lingkungan kerja dan kedisiplinan. Diperoleh nilai Fhitung= 8.423 > Ftabel= 4.68 ini berarti bahwa Ho
ditolak dan Ha diterima. Penelitian ini menyarankan bahwa : manajer hendaknya memberikan motivasi yang kuat agar karyawan termotivasi untuk bekerja keras dalam mencapai target yang ditentukan, karyawan hendaknya bekerja sama dalam menjalankan tugas yang dibebankan agar tugas tersebut bisa berjalan dengan baik, dan hendaknya manajer memilih karyawan yang mempunyai pengalaman kerja yang baik agar tugas yang dibebankan kepadanya bisa dia atasi dengan baik.
Hasibuan, Malayu. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia:Pengertian Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.
Hasibuan, Malayu.. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan ke 15. Bandung : CV. Alfabeta. Sutrisno, Edy. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenada Media Group.