• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sketsa umum mengenai kelahiran dan perke (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sketsa umum mengenai kelahiran dan perke (1)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PRAWACANA

PRAWACANA

 Apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu pengetahuan?

 Filsafat ilmu pengetahuan merupakan suatu disiplin

yang amat sulit didefinisikan. Hal ini terjadi karena

kesulitan kita untuk mendefinisikan apa itu filsafat dan apa kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Namun

apabila kita melihat relasi antara filsafat dengan ilmu-ilmu alam, biologi, ilmu-ilmu-ilmu-ilmu sosial, ilmu-ilmu-ilmu-ilmu perilaku, maka kehadiran refleksi filsafat ilmu pengetahuan

amatlah penting.

 Dalam sejarahnya, ilmu pengetahuan lahir dari filsafat.

Oleh karena itu segala usaha untuk memahami pengertian keduanya haruslah diawali dari

(3)

PRAWACANA

PRAWACANA

 Van Peursen dalam bukunya “De opbouw van de

Wetenschap, Een Inleiding in de Wetenschapleer”

menyatakan bahwa dahulu orang lebih mudah

memberi batasan bagaimana ilmu pengetahuan itu daripada sekarang.

 Ilmu Pengetahuan identik dengan Filsafat.

 Perkembangan filsafat itu sendiri telah mengantarkan

pada berkembangnya “pohon ilmu pengetahuan”

yang tumbuh mekar dan bercabang dengan subur.

 Sekarang orang atau para ilmuwan merasa lebih

berkepentingan mengadakan penggolongan

(klasifikasi) sehingga garis demarkasi antara cabang ilmu satu dengan yang lainnya menjadi lebih

(4)

PRAWACANA

Berfilsafat

sebagai manifestasi kegiatan

intelektual merupakan tradisi keilmuan

masyarakat

Barat

yang diawali oleh orang

Yunani Kuno

pada abad ke-6 SM.

Filsafat tidak dirintis oleh dunia

Timur.

Hal ini ditegaskan oleh Eduard Zeller bahwa

yang datang dari dunia

Timur

bukanlah Filsafat,

melainkan ilmu praksis-terapan, seperti: ilmu

perbintangan, ilmu pengobatan, ilmu hitung,

ilmu pertanian.

Muncul satu pertanyaan filsafat: apakah ilmu

pengetahuan kini dibedakan antara ilmu

pengetahuan “Barat” dan ilmu pengetahuan

“Timur”?

(5)

PRAWACANA

Pada kenyataannya tidak ada perbedaan secara

definitif antara

“ilmu pengetahuan Barat”

dan

“ilmu Pengetahuan Timur.”

misal: Dunia

Barat juga menggunakan dan mengembangkan

ilmu timur seperti ilmu hitung (matematika), ilmu

perbintangan (astronomi), ilmu pengobatan, dan

lain sebagainya. Pun juga sebaliknya dunia

Timur.

Ilmu pengetahuan sifatnya netral dan merupakan

produk kesejarahan umat manusia secara

keseluruhan, tidak tersekat-sekat oleh

pembedaan secara geografis, kebudayaan,

keagamaan, maupun secara politis.

(6)

PRAWACANA

 Edward Said dalam karyanya “Orientalism” menggarisbawahi adanya pembedaan secara kultural antara Timur dan Barat. Dalam hal ini Barat diasosiasikan sebagai Rasional,

materialisme, dan individualisme. Sedangkan kebudayaan timur digambarkan sebagai religius, mistis, dan sifat

kekeluargaan yang kuat.

 Konsekuensi daripada dikotomi budaya Barat dan Timur

berimplikasi secara politis. Dimana disini kebudayaan Barat dianggap lebih unggul dan civilized ( beradab ) daripada kebudayaan Timur yang lebih rendah dan uncivilized (tidak beradab).

 Muncullah kolonialisme dan imperialisme sebagai upaya dari negara-negara Barat untuk menyebarkan supremasi atau

(7)
(8)
(9)

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

 Pada saat kelahirannya Filsafat bersifat mitologik. Berbagai

macam kosmogoni menjelaskan bagaiman kosmos dengan berbagai aturannya terjadi, dan dengan berbagai

theogoninya diuraikan peran para dewa yang merupakan unsur penentu dengan segala sesuatu yang ada.

cosmogony: scientific theory concerning the coming into

existence of either the cosmos, or reality. theogonia: the genealogy or birth of the Gods.

 Filsafat bercorak mitologik ini terutama bersumber pada

mitos-mitos yang berkembang pada suatu masyarakat. Contohnya: kepercayaan bahwa Zeus merupakan Tuhan penguasa langit dan kilat.

 Barulah setelah dilakukan gerakan demitologisasi yang

dipelopori para filsuf Pra-Sokrates, Filsafat setapak demi

(10)

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

Pasca Aristoteles, Filsafat Yunani Kuno berubah menjadi ajaran Praksis, bahkan Mistis. Kemudian bersamaan

dengan mulai pudarnya kekuasaan Romawi, yang

merupakan isyarat akan datangnya tahapan baru, yaitu Filsafat yang harus mengabdi pada agama. Ancilla

Theologiae. Filsafat Yunani kuno yang sekuler telah dicairkan antinominya dengan doktri gerejani.

Periode ini diawali ketika raja Konstantinus I atau

Konstantinus Agung mengadopsi agama Kristen sebagai agama resmi bangsa Romawi.

Filsafat menjadi bercorak Theologik. Biara tidak saja

menjadi pusat kegiatan agama, akan tetapi juga menjadi pusat kegiatan intelektual.

(11)
(12)

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

Dalam periode

middle ages

ini, tidak dapat

dilupakan kehadiran para filsuf Arab seperti:

Al Kindi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, dan Al Ghazali,

yang telah menyebarkan filsafat Aristoteles

dengan membawanya ke dunia islam hingga

sampai ke Cordova (Spanyol) untuk kemudian

diwarisi kembali oleh dunia Barat melalui

kaum Patristik dan Skolastik. Wells dalam

karyanya

“Outline of History”

(1951)

(13)

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

Dipelopori oleh gerakan Renaissance pada abad 15 dan

dimatangkan oleh gerakan Aufklarung di abad ke 18, dengan langkah-langkah revolusionernya filsafat memasuki tahap

yang baru atau modern.

Renaissance adalah kelahiran kembali, gerakan ini mengacu

kelahiran kembali filsafat ilmu pengetahuan yang dimulai di Italia pada abad ke 14 dan menyebar ke Eropa secara

keseluruhan pada abad 17. Salah satu contoh dari era ini

adalah ketika Copernicus menyelidiki perputaran benda-benda angkasa, menemukan teori bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Teori ini berlawanan dengan doktrin gereja yang

menyatakan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

Aufklärung maknanya adalah pencerahan, enlightenment.

Terma ini diinisiasi oleh Immanuel Kant dalam bahasa Jerman, Was ist Aufklärung? Gerakan Aufklärung ini diperkirakan

(14)

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

Kepeloporan revolusioner yang telah dilakukan

oleh anak-anak

Renaissance

dan

Aufklärung

seperti: Copernicus, Galileo Galilei, Kepler, Rene

Descartes, Immanuel Kant, telah memberikan

implikasi yang sangat mendalam bagi

perkembangan ilmu pengetahuan. Bersamaan

dengan itu agama yang semula menguasai dan

manunggal dengan filsafat, segera ditinggalkan

oleh filsafat.

(15)

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

Lepasnya ilmu-ilmu cabang dari batang

filsafatnya

diawali oleh ilmu-ilmu alam atau fisika

melalui tokohnya diantaranya:

I. Copernicus (1473-1543), Galileo (1564-1642),

dan Kepler (1571-1630) mempelopori ilmu astronomi.

II. Isaac Newton (1642-1727) telah menyumbangkan

bentuk definitif bagi mekanika klasik.

III. Versalinus (1514-1564) melalui karyanya de

humani corporis fabrica telah melahirkan

(16)

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan

Yang perlu digarisbawahi disini adalah bahwa

kelahiran gerakan Renaissance dan Aufklärung

berlatar belakang penemuan-penemuan penting di bidang Astronomi, Fisika, dan Biologi yang secara garis besar merupakan ilmu-ilmu alam.

Dengan dilatarbelakangi situasi dan kondisi

semacam itu maka tidaklah mengherankan apabila model-model ilmu sosial yang mulai muncul pada abad ke-18 juga menggunakan, secara ekstrem dapat dikatakan “mengadopsi”, ilmu-ilmu alam.

Ilmu alam dianggap sebagai sesuatu yang akurat

(17)

Tahap perkembangan ilmu

 Perkembangan ilmu pengetahuan dan juga ilmu sosial

dengan gaya semacam itu mencapai bentuknya secara definitif dengan kehadiran August Comte (1789-1857)

dengan grand-theorynya yang digelar dalam karya Course de Philosophie Positive. Hingga saat ini, para filsuf

menyepakati bahwa Comte merupakan Filosof Ilmu Pengetahuan, Philosopher of Science, yang pertama.

 Dalam karyanya, Comte mengatakan bahwa:

“The law is this: -that each of our leading conceptions, -each branch of our knowledge, -passes successively through three different theoretical conditions: the

Theological, or fictitious; the Metaphysical, or abstract;

and the Scientific, or positive." -From The Positive

Philosophy of Auguste Comte (trans. Harriet Martineau;

(18)

Tahap perkembangan ilmu (August Comte)

Theological stage  dalam tahap awal ini manusia

mempercayai bahwa semua pengetahuan atau kenyataan di bumi ini merupakan hasil penciptaan dari suatu zat

ketuhanan, supreme deity atau deities. Comte membagi tahap ini menjadi tiga sub-tahapan:

Fetishism / Animisme  kepercayaan bahwa segala objek

mati (misalnya Batu, Pohon, Kayu, Erupsi gunung, dsb) memiliki roh atau living spirit.

Polytheism / Politheisme  percaya pada banyak Tuhan

atau kepercayaan bahwa segala sesuatu di alam ini

dikontrol oleh Tuhan yang berbeda-beda. Misalnya: dewa petir, dewa api, dewa bumi, dewa langit, etcetera.

Monotheisme  percaya pada Tuhan Tunggal sebagai

(19)

Tahap perkembangan ilmu (August Comte)

Metaphysical stage  adalah kelanjutan dari tahap

teologis. Suatu tahapan dimana pengetahuan atau kenyataan berasal dari suatu kekuatan supranatural atau immaterial atau metafisik (realitas di luar dunia fisik) yang dapat dijelaskan dengan akal budi. Tahap metafisik ini secara tidak langsung menyanggah atau menyangkal kepercayaan terhadap adanya entitas ketuhanan yang konkrit.

 Misalnya dalam masyarakat Hindu di India, mempercayai

konsep reinkarnasi atau kelahiran kembali. Kepercayaan tentang reinkarnasi ini tidak didasarkan pada doktrin

(20)

Tahap perkembangan ilmu (August Comte)

Positivity Stage  Dalam tahap ini perkembangan ilmu

pengetahuan individu dan masyarakat telah mencapai pada upaya menjelaskan kenyataan atau realitas dengan metode penalaran akal, observasi, eksperimentasi, dan komparasi. Tahap positif ini merupakan upaya intelektual yang murni dalam menjelaskan fenomena alam dan sosial.

 Ilmu Pengetahuan menurut Comte akan berkembang kepada

tahap terakhir yaitu tahap positif, dimana cabang-cabang ilmu yang berkembang mencapai tahap ini melalui urutan yaitu: Matematika

AstronomyFisikaKimiaBiologiPsikologiSosiologi. Sosiologi menduduki posisi sebagai ‘The Queen Science’

dalam hirarki Comte karena bidang ini merupakan yang paling kompleks. Melalui Sosiologi yang telah mencapai tahap positif, menurut Comte, segala jenis penyakit sosial kemanusiaan

(21)

Kritik terhadap Auguste Comte

 Teori Auguste Comte tentang tahap teologis,

metafisik, dan positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan bertentangan dengan sejarah ilmu

pengetahuan barat yang urutannya adalah metafisik / mitologis, theologis, modern (positif).

 Charles Dharwin seorang Naturalis sejati menyatakan

bahwa teori Auguste Comte tentang perkembangan ilmu (teologismetafisikpositif) sesungguhnya ide utamanya adalah bahwa ilmu itu theological state.

Dalam hal ini Darwin tidak mempercayai penciptaan kehidupan itu oleh kekuatan keTuhanan, melainkan melalui proses evolusi dan seleksi alam. Hal ini

(22)

CONCLUSION

GARIS BESAR SEJARAH FILSAFAT ILMU

 Pada awalnya filsafat bersifat Mitologik (Filsuf Pra-Sokrates), baru kemudian ada gerakan demitologisasi filsafat oleh the Greek Gang of Three (Sokrates, Plato, Aristotle).

 Bersamaan dengan adanya sinyalemen keruntuhan

kekaisaran Romawi, Filsafat kemudian bercorak Teologik, Ilmu manunggal dengan Agama, Ancilla Theologiae.

Ditandai dengan dianutnya agama Kristiani sebagai agama resmi kerajaan Romawi. Dikenal juga dengan The Dark Ages.

 Munculnya gerakan Renaissance dan Aufklarung, filsafat memasuki tahap baru, yaitu tahap Modern, dengan

didukung oleh penemuan-penemuan penting di bidang ilmu alam. Agama yang semula dikuasai filsafat, segera

(23)

CONCLUSION

 Dengan demikian secara singkat era Filsafat Modern yang lahir dari rahim Renaissance dan Aufklarung ini memiliki beberapa karakter:

a) Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang semula tergabung secara utuh dalam Filsafat mulai memisahkan diri menjadi ilmu-ilmu praksis

maupun teoritik.

b) Dikembangkannya metode observasi, eksperimentasi, dan komparasi yang dipelopori oleh Francois Bacon (1561-1626) yang semakin

mendorong pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan.

c) Etos filsafat di era ini bercorak semangat kemenangan pengetahuan rasional terhadap pengetahuan yang sifatnya teologis dan mistis,

dengan semboyan yang mashur dari Francois Bacon bahwa “Knowledge is Power.”

d) Munculnya semangat kebebasan Renaissance dan Aufklarung, melahirkan sebuah masyarakat produktif, yang tiada hari tanpa

temuan-temuan baru yang muncul secara historis kronologis berurutan dan berdampingan sebagai alternatif.

e) Filsafat modern yang melahirkan temuan-temuan baru di bidang ilmu pengetahuan alam dan sosial tersebut secara tidak langsung

(24)

CONCLUSION

 Teori tentang tahap perkembangan ilmu yang dikembangkan

oleh Auguste Comte berpengaruh besar terhadap

perkembangan ilmu sosial dewasa ini. Dengan menerapkan metode-metode observasi, eksperimentasi, dan komparasi yang dikemukakan oleh Bacon di atas ilmu sosial

berkembang menjadi ilmu yang empiris. Pada perkembangan berikutnya ilmu pengetahuan kembali berevolusi dengan

menggunakan metode-metode scientific ala ilmu alam (seperti statistik, matematika, dan biologi).

 Perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini mencapai suatu

tahap yang spektakuler sehingga membawa optimisme bagi kehidupan manusia yang semakin dimudahkan dan

dimanjakan kehidupannya dengan teknologi-teknologi baru.

 Di satu sisi, ilmu pengetahuan tersebut telah meningkatkan

(25)

CONCLUSION

 Namun di sisi lain, muncul pula gejala-gejala

catastrophe atau bencana yang tidak

terhindarkan dari penemuan-penemuan baru ilmu pengetahuan.

 Seperti contohnya perkembangan teknologi

perang mengantarkan pada penciptaan senjata-senjata baru yang memiliki efek “mass

destruction” membawa kekhawatiran mendalam bagi manusia sendiri akan dampaknya.

 Contoh lainnya adalah eksploitasi sumber daya

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini menggunakan metode Forward Selection untuk menentukan model hubungan kepadatan penduduk Kota Blitar dan faktornya.Data sekunder yang digunakan adalah

KERJA SAMA ANTARA SEKOLAH DENGAN KELUARGA DALAM PEMBINAAN AKHLAK MULIA SISWA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.

Indonesia yang termasuk kedalam negara-negara yang mengandalkan ekspor untuk pertumbuhan ekonominya, strategi diversifikasi negara tujuan ekspor menjadi pilihan yang sangat

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, dengan ini menyetujui untuk memberikan ijin kepada pihak Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Berdasarkan pengertian kepemimimpinan dan pengertian kepala sekolah, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan kepala sekolah adalah kemampuan yang dimiliki

Hubungan Secara Formal, bahwa rumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD'45; bahwa Pembukaan UUD'45 berkedudukan dan

Sehingga berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jateng diatas, dapat dilihat jika total pendapatan yang mengalami peningkatan juga

3.3 Menganalisis posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN. 4.3 Menyajikan hasil