eori Kepribadian
(Gordon.W.Alport’s)
Allport’s Profile
Gordon.w.allport dilahirkan di indiana pada tahun 1897 tetapi dibesarkan di Clevenland. Pada tahun 1919
menyelesaikan pelajarannya di Ekonomi dan filsafat. Dan pada tahun 1922 ia mendapatkan gelar Ph.D dalam psikologi. Pada tahun 1922-1924 belajar di luar negeri yakni di Berlin sehingga ia mendapatkan perhatian dari dunia internasional dan menjadi juru tafsir psikologi jerman di AS. Beliau begitu banyak mendapat
penghargaan salah satunnya adalah sebagai presiden dari The American Psychology association.
Ciri khas teori Allport
1. Tulisannya selalu menunjukkan untuk menjelaskan tentang keunikan tingkah laku manusia.
2. Penggunaan model mesin, hewan, dan anak2 tidak dapat merumuskan untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai TL manusia.
3. Penggunaan metode tindakan tidak tterbatas pada dinding laboratorium.
4. Karyanya diutamakan untuk ditujukan pada
masalah2 empiris bukan untuk kesatuan metodologi dan teori.
5. Mengetumakan Trait (sifat) sehingga diberi teori Allport disebut dengan “Trait Psychology”
KEPRIBADIAN menurut ALLPORT
Organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisik individu yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
Struktur dan Dinamika kepribadian
1. Traits
2. Personal Disposition
3. Hubungan antara traits,habit,attitides dan type 4. Motivation: Functional Autonomi
5. proprium
Traits
Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Dan ia juga membedakan antara common traits dan individual traits. Contoh Jika seseorang suka pergi ke disko, secara umum dia orang yang suka bergaul tapi ada tingkah laku khusus bahwa dia suka mendengarkan musik.
1. Disposisi Pokok :Sesuatu yang begitu umum sehingga dapat ditemukan pada setiap individu. Contoh : Orang Narcistik adalah orang yang
memberikan perhatian kuat dan terus-menerus pada kebutuhan dan ketertarukannya.
2. Disposisi Sentral: Kecenderungan karakter yang kuat (khas) pada seseorang. Contoh: Mungkin kita menggambarkan karya Shakespeare (Hamlet) introspektif, obsesif, melankolis, dramatik. 3. Disposisi Sekunder: Berfungsi terbatas, kurang
menentukan dalam deskripsi kepribadian dan lebih terpusat pad respon yangt dicocokinya.Contoh: Seseorang yang menyenangkan, mungkin meledak marah ketika seseorang menghina kelompoknya.
Hubungan antara traits,habit,attitides dan type
Keempat hal tersebut merupakan kecenderungan (predisposisi) yang unik, hasil dari faktor genetik dan pembelajaran dan mendorong/menuntun tingkah laku seseorang .
Traits : adalah hasil kombinasi dua habit atau lebih.
Kebiasaan: Kurang lebih umum ( sifat /trait paling umum) , respons khusus pada stimulus tertentu, kurang evaluatif. Contoh: membaca dengan bersuara.
Sikap : lebih umum dari kebiasaan, penekanan segi lingkungan (kecenderungan untuk berespon positif atau negatif terhadap objek tertentu), paling evaluatif. Contoh: Kesukaan terhadap partai, atau makanan tertentu.
Tipe: adalah konsep yang paling umum bahkan merangkum pada ketiga konsep diatas.
Motivation: Functional Autonomi
Functional otonomy memandang motif-motif orang normal dan dewasa beraneka ragam , otonom,
independen, berkembang tetapi secara fungsional tidak bergantung pada masa lalu. Menurut allport ada 2 tingkat otonomi fungsional yakni
1. Perseverative Otonomi Fungsional : meliputi bentuk-bentuk kecanduan,mekanisme sirkular, perbuatan yang diulang-ulang atau secara rutin. Contoh : Tindakan seorang anak yang mengoceh berulang-ulang,
2. Propriate Otonomi Fungsional : meliputi minat-minat yang dipelajari, nilai-nilai, sentimen-sentimen, motif-motif pokok, disposisi pribadi, gambaran diri dan gaya hidup. Manusia selalu dalam proeses untuk menjadi lebih integral dan daya penyatiu yang paling penting adalah propriate function, dimana usaha mengejar tujuan yang membentuk
kepribadian. Contoh: Seseorang yang ingin menjadi dokter bukanlah merupakan sifat bawaan atau karena diperlukan tapi belajar untuk hidup.
Proprium
hal yang membuat kita sadar sehingga menjadi inti dari sebuah kehidupan. Teoritisi lain mengatakan proprium sbg self atau ego. Proprium tidak dibawa sejak lahir melainkan berkembang karena perkembangan individu. Allport menghindari ego sebagai penggerak utama kepribadian karena pengalaman juga berpengaruh.
Perkembangan Kepribadian 1.Bayi:
Allport melihat bahwa anak yang baru lahir sebagai seorang ciptaan keturunan, hanya memiliki dorongan primitif, dan tingkah laku reflek ,tidak memiliki kepribadian tapi memiliki potensi yang akan terpenuhi atau terbentuk pada saat pertumbahan dan pematangannya. Dan bayi tidak memiliki kepribadian.
2. Perkembangan proprium 0-3 tahun :
Pembanguanan keadaran diri : sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan identitas diri berkelanjutan
kesadaran sebagai subjek yang berkembang. Dalam hal ini bahasa menjadi faktor yang penting. Harga diri atau kebanggaan sebagai periode terakhir dimanan\ anak ingin melakukan sesuatu, membuatnya terwujud, dan
mengontrol dunianya.
4-6 tahun:
Perluasan diri dan gambaran diri. Dalam perluasan diri, perasaan keterhubungan dengan orang-orang dan hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi anak dan lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat penting. Muncul perasaan lingkuangan tersebut adalah bagian dirinya. Gambaran diri; terkait dengan penanaman-penanaman nilai, tangung jawab moral, intensi, tujuan dan pengetahuan diri yang akan berperan mencolok dalam kepribbadiannya kelak.
6-12 tahun:
Kesadaran diri. Pengenalan kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan alasan dan gagasan karena anak bergerak dari lingkungan keluarga ke masyarakat.
Remaja
Propriate striving, pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi, long-range purposes,distant goals.Persoalan utama berkaitan dengan identitas, ”apakah saya seorang anak atau dewasa?”
Dewasa
Kualitas Kepribadian yang matang sebagai berikut:
Ekstensi sense of self : Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam
jangkauan yang luas. Dan Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
Hubungan hangat/akrab dengan orang lain : Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
Penerimaan diri : Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
Dewasa
Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan : Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik,
mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
Objektifikasi diri: insight dan humor : Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
Filsafat Hidup : Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.
Kepribadian sehat
Kriteria kepribadian sehat menurut Allport
1. Perluasan perasaan diri
2. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain 3. Persepsi atau pandangan realistis
4. Keamanan emosional
5. Keterampilan dan tugas – tugas 6. Pemahaman diri
7. Filsafat hidup yang mempersatukan
Kritik teori Allport
Kelebihan
1. Tidak terpacu pada masa lalu
2. Memandang manusia sebagai manusia yang unik 3. Melakukan penyelidikan kualitatif dan
mengutamakan dorongan sadar
4. Pemikirannya yang teliti dan sistematis sehingga dapat mempersatukan gagasan dari beberapa tokoh
Kekurangan
Kekurangan Allport pada persamaan formal sehingga tidak memadai untuk banyak penelitian, gagal menunjukkan konsep pokok yaitu fungsi otonomi, mengasumsikan adanya diskontinuitas antara hewan-manusia, masa kanak-kanak dan dewasa, normal dan abnormal,
yang terlalu sedikit pada pengaruh sosial, dan faktor situasioanal, serta menggambarkan manusia pada gambaran terlalu positif.
Referensi
Alwisol. 2006. psikologi kepribadian. malang: UMM Press
Hand out “pengantar psikologi kepribadian non-psikoanalitik
Sumadi. 1995. psikologi kepribadian. Jakarta: raja grafindo persada
Schultz,duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan model-model kepribadian sehat. Yogyakarta: Kanisius
”
https://nerys2.wordpress.com/teori-kepribadian-gordon-w-alports/04 April 2016 pda pukul 20.39 wib
Teori Kepribadian Menurut Gordon W. Allport
16 April 2014 - dalam Etika dan Kepribadian Oleh dimas-p-a-fib11
Teori Kepribadian Menurut Gordon W. Allport
Komponen Kepribadian
Menurut Gordon W. Allport, kepribadian adalah sesuatu yang unik dan dimiliki
masing-masing pribadi. Ia mengatakan bahwa manusia itu dipengaruhi oleh
kesadarannya yang meliputi 3 komponen berikut :
1. Dynamic Organization
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian itu mengalami perkembangan dan
perubahan
2. Psychophysical System
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu hal yang tersirat
namun kepribadian adalah hal yang nyata dan merupakan satu kesatuan yang tidak
dapat terpisahkan.
3. Determine
Sturuktur Kepribadian
1. Sifat (Trait)
Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel,
Empirik dan Kemandirian yang relatif). Dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum
dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tiap sifat dasar.
2. Traits-Habit-Attitude
Dalam struktur ini, dinyatakan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat
dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik.
3. Trait dan Konsistensi Pribad
i
Stuktur ini mengarah pada praktikum stimulus-respon. Dia membagi atas 3 trait
didalamnya. yaitu (gregarious=suka berteman); (shyness=pemalu) dan (self
esteem=harga diri).
4. Propium
Propium adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam
emosi, kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang.
Perkembangannya sama dengan perkembangan yang telah dijabarkan oleh Sigmund
Freud, ia membaginya dalam 5 tahap yaitu Oral, Anal, Phalic, Laten dan Genital.
5. Motivasi
Kekuatan dari stuktur motivasi dalam kepribadian menurut Gordon Allport berbeda
dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dalam
motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia
mampu membentuk motivasi
dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.
6. Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman
pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang suka Melukis? itulah
yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat
otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari
keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak
pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah
stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan.
ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa yang akan datang
dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kecil kita. Dari apa yang
telah disampaikan oleh Allport, menurut saya Allport ingin mengajak para
pembacanya agar menjadi pribadi yang selalu optimis dan menatap kedepan, tanpa
harus mengingat hal-hal yang telah berlalu.
Teori yang telah disampaikan oleh Allport bisa kita terapkan pada diri sendiri.
Karena teori tersebut lebih menekankan akan pentingnya untuk bertindak dan
berpikir kedepan. Sehingga kita bisa lebih termotivasi agar dapat berkembang
menjadi individu yang unggul, yang selalu menatap suatu hal dari sudut pandang
yang positif. Dan hal tersebut berguna bagi diri saya, agar saya selalu termotivasi dan
optimis dalam menggapai impian saya dan membangun masa depan yang lebih baik
bagi saya.
REFERENCE :
- Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Malang : UMM Press
- Schultz, Duane dan Schultz, Sydney Allen. 2005. The Theories of Personality. Thomson Learning:USA - Buku PSIKOLOGI KEPRIBADIAN oleh Sumadi Suryabrata
- http://en.wikipedia.org/wiki/Gordon_Allport
http://dimas-p-a-fib11.web.unair.ac.id/artikel_detail-99860-Etika%20dan %20Kepribadian-Teori%20Kepribadian%20Menurut%20Gordon%20W. %20Allport.html 04-05-2016 pkl. 20.42
Kepribadian menurut Gordon
Willard Allport
A. Latar Belakang Tokoh
ingin tahu yang tinggi, Allport sangat tergantung pada orang lain dan kurang memiliki inspirasi. Namun dia memiliki kemampuan yang baik dengan kata-kata, meskipun dia tidak terbilang mahir dalam bidang olahraga.
Pada tahun 1915, Allport lulus dengan peringkat kedua di kelasnya dan mendapatkan beasiswa di Univertsitas Harvard. Setelah mendapatkan A.B. Sarjana Filsafat dan Ekonomi dari Harvard pada tahun 1919, Allport melakukan perjalanan ke Istanbul, Turki untuk mengajar filsafat dan ekonomi. Setelah satu tahun mengajar, ia kembali ke Harvard untuk menyelesaikan studinya. Allport meraih gelar Ph.D. Psikologi pada tahun 1922.
Dalam sebuah esai berjudul ‘Pattern and Growth in Personality’, Gordon Allport menceritakan pengalamannya bertemu Psikiater Sigmund Freud. Saat menemui Freud pertama kalinya, Allport disambut oleh keheningan. Freud tidak menyapa dan tidak berbicara sepatah kata pun, sampai akhirnya Allport membuka pembicaraan dengan menceritakan apa yang dilihatnya dalam perjalanan menuju kediaman Freud.“Aku melihat seorang anak kecil di angkutan umum yang sangat takut badannya menjadi kotor, dia berganti-ganti tempat duduk, bahkan meminta pada ibunya jangan mengijinkan orang yang badannya kotor untuk duduk di sebelahnya”. Freud balik bertanya “Apakah anak kecil itu kamu ?”. Peristiwa ini benar-benar tidak terlupakan oleh Allport, yang membuatnya yakin bahwa sudah saatnya ilmu psikologi tidak lagi hanya menekuni terlalu dalam dengan pengalaman masa lampau (alam bawah sadar), tapi mulai mengeksplorasi alam kesadaran dan motivasi-motivasi yang ada di dalamnya.
B. Definisi Kepribadian
Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia, teori Allport itu telah membantu manusia untuk melihat diri sendiri sebagai mahkluk yang baik dan penuh harapan. Hal tersebut terlihat dari teorinya, yaitu” gambaran kodrat manusia adalah positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung”. Memandang satu pribadi positif dan apa adanya merupakan salah satu definisi pribadi sehat, inilah kelebihan dan kekuasan dari teori Allport.
Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Kemudian Allport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. Namun dalam hal ini tang menjadi kelebihan Allport adalah tentang antisipasi, Dalam teori Allport antisipasi adalah penting untuk menentukan siapa dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas diri kita.
teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
Perkembangan Proprium
Allport mengemukakan bahwa semua fungsi diri atau fungsi ego yang telah dijelaskan disebut dengan fungsi proprium dari kepribadian. Fungsi-fungsi ini termasuk perasaan jasmaniah, identitas diri, harga diri, perluasan diri, rasa keakuan, pemikiran rasional, gambaran diri, usaha proprium, gaya kognitif dan fungsi mengenal. Semuanya merupakan bagian yang sebenarnya dan vital dari kepribadian. Fungsi-fungsi tersebut sama-sama memiliki suatu arti fenomenal dan “makna penting”. Fungsi-fungsi itu bersama disebut sebagai proprium. Proprium itu tidak dibawa sejak lahir, melainkan berkembang karena usia.
Allport menunjukkan tujuh aspek dalam perkembangan proprium atau ke-diri-sendiri-an (self hood). Selama 3 tahun pertama, tiga aspek muncul, yakni : rasa diri jasmaniah, rasa identitas-diri berkesinambungan dan harga-diri atau rasa bangga. Antara usia 4 sampai 6 tahun, dua aspek lainnya muncul, yakni : perluasan diri (the extension of self), dan gambaran diri. Suatu waktu antara usia 6 dan 12 tahun, anak mengembangkan kesadaran-diri sehingga ia dapat menanggulangi masalah-masalahnya dan akal pikiran. Selama masa remaja, munculah intensi-intesi, tujuan-tujuan jangka panjang, dan cita-cita yang masih jauh. Aspek-aspek ini disebut usaha proprium.
Dengan penjelasan seperti dia atas, Allport ingin menghindari pendapat yang mengundang pertanyaan dari banyak teoritikus yang menyatakan bahwa diri atau ego itu serupa manusia mikro (homunculus) atau “manusia yang berada di dalam dada” yang melakukan tugas mengorganisasikan, memegang kendali dan menjalankan sistem kepribadian. Ia mengakui pentingnya semua fungsi psikologis yang bersumber pada diri dan ego, namun ia berusaha keras menghindari teori yang memandang diri dan ego sebagai pelaku atau penggerak kepribadian. Bagi allport, diri dan ego dapat digunakan sebagai kata sifat untuk menunjukkan fungsi-fungsi proprium di dalam seluruh bidang kepribadian.
Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
1. Ekstensi sense of self
· Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
· Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain
Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman)dan compassion(pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang).
3. Penerimaan diri
Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal: mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi berbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
5. Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6. Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama. Untuk memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.
C. Struktur Kepribadian
Traits adalah kunci dalam mendefinisikan strukur kepribadian menurut Allport.. Allport berpendapat bahwa pengertian-pengertian kebiasaan, traits, sikap, diri (self) dan kepribadian itu masing-masing bermanfaat dan berbeda satu sama lain. Allport menekankan pada trait, di mana ia menyatakan bahwa intensi itu berbeda dari attitude. eori-teori Allport kemudian dinamakan “trait psychology”.
cara daripada fluktuasi dan intensitat suasana hati; gejala ini tergantung kepada faktor konstitusional.
Pada akhirnya, kontribusi terbesar Allport adalah teorinya mengenai Trait. Ia mengklasifikasikan beberapa trait, dan merevisinya menurut perkembangan teorinya sendiri. Dia berhasil membedakan antara trait sebagai hal yang dimiliki setiap induvidu sebagai identitas dan attitude yang dimiliki setiap individu. Sumbangsih terbesar Allport adalah pengembangan dan penarikan perhatian psikolog pada kepribadian terutama dari perspektif bagaimana individu memandang dirinya sendiri.
1. TRAITS (PERSONALITY TRAITS)
Traits menurut teori Allport adalah proses mental/neuropsikis yang berkapasitas dan mampu mengarahakan stimulus yang akan menghasilkan perilaku yang adaptif atau ekspresif.
1. Karakter Traits
Menurut Allport ada beberapa karakteristik traits:
nyata dan benar-benar ada di setiap individu, bukan hanya sekadar label dan
sebutan (claim)
menjadi kausal (sebab) dari suatu perilaku yang biasanya terjadi
empiris (bisa di identifikasi indra)
masing masing salaing berkorelasi
fleksibel dan berubah sesuai situasi(versatilitas)
2. Individual Traits dan Common Traits
Berdasarkan teorinya mengenai distifikasi antara Trait dan Attitude, Allport kemudian mengklasifikasikan traits dalam 2 bentuk :
Individual Traits : keunikan pada seseorang dan menunjukkan karakter
mereka.
Common Traits : perilaku yang dilakukan oleh sejumlah manusia, misalnya
sebagai bagian dari budaya.
Allport merevisi beberapa teori sebelumnya (dalam terminologi) . personal dispositions artinya dimana perilaku tidak memiliki intensitas dan signifikansi yang sama.
Cardinal traits adalah sifat yang berperan besar dalam kehidupan dan trait
yang kuat
Central traits adalah sifat yang lebih umum dan khas yang menonjol dari
perilaku manusia itu sendiri.
Secondary traits adalah sifat yang lebih spesifik dan tidak terlalu
mendeskripsikan kepribadian. Sifat ini berfungsi lebih terbatas, khusus pada respons yang didasarnya serta perangsang tertentu dan tidak konsisten.
Habit (kebiasaan) adalah respon yang tidak fleksibel dan spesifik terhadap suatu stimuli, bisa bergabung/dikombinasikan dengan trait lain.
Attitudes (sikap) adalah makna yang hampir sama dengan traits, kecuali bahwa attitudes memiliki objek tertentu yang lebih spesifik, dan melibatkan pertimbangan dan evaluasi baik positif maupun negatif (baik mendukung atau menolak).
Perbedaan antara sifat (trait) dan sikap (Attitude) termasuk sulit dalam teori Allport. kedua-duanya itu adalah respons dan memiliki kekhasan, selain itu keduanya juga dapat memulai atau membimbing tingkah laku hal ini juga diperngaruhi hasil dari faktor genetis-genetis dan belajar. Namun kalau diteliti terdapat perbedaan antara kedua hal tersebut.
SIKAP (ATTITUDE) SIFAT (TRAIT)
-berhubungan dengan suatu objek
-cenderung berlingkup kecil
-dapat berbeda-beda dari yang khusus ke lebih umum
-biasanya memberikan penilaian (menerima atau menolak)
-tidak berhubungan dengan suatu objek
-sifat yang hampir selalu besar dan ruang lingkup yang luas
-selalu bersifat umum
-tidak memeberikan penilaian
Penyelidikan mengenai intensi atau keinginan individu mengenai masa depan lebih penting daripada kejadian di masa lalu (Allport). Istilah intensi menurut Allport meliputi beberapa pengertian:
harapan-harapan
keinginan-keinginan
ambisi
cita-cita
niat untuk melakukan sesuatu.
Dalam hal inilah terlihat jelas perbedaan Allport dengan lain-lain ahli teori kepribadian dewasa ini. Teori Allport menunjukkan, bahwa apa yang akan dicoba dilakukan oleh seseorang merupakan kunci dan hal terpenting bagi apa yang dikerjakannya sekarang. Jadi kalau dewasa ini, banyak ahli yang mengutamakan masa lampau, maka pendapat Allport itu mirip sekali dengan pendapat Adler dan Jung; walaupun tidak ada alasan untuk mengatakan adanya pengaruh dari mereka ini.
3. TYPE
Allport membedakan antara sifat dan type. Menurut Allport, orang dapat memiliki suatu sifa, tetapi tidak dapat memiliki sesuatu type. Type adalah konstruksi ideal si pengamat, dan seseorang dapat disesuaikan dengan type itu tetapi dengan konsekuensi diabaikan sifat-sifat khas individuilnya. Sifat dapat mencerminkan sifat khas pribadi sedangkan type lebih menyembunyikannya. Jadi bagi Allport, type menunjukkan perbedaan-perbedaan buatan yang tidak begitu cocok dengan kenyataan, sedangkan sifat adalah refleksi sebenarnya daripada yang sebenar-benar ada.
4. PROPARIUM
Proprium adalah istilah yang diciptakan Allport yang mengindikasikan semua fungsi self atau ego. Hal ini juga disebut fungsi proprium (propriate function) daripada kepribadian. Fungsi tersebut adalah kesadaran jasmani, self identity, self-esteem, self extention, rational thinking, self image, propriate stiving, dan fungsi mengenal. Semua itu bagian-bagian yang vital daripada kepribadian. Proprium tidak dibawa sejak lahir tetapi berkembang didalam perkembangan individu. Allport menggunakan kata proprium daripada self karena lebih mudah dipahami sebagai sifat atau fungsi kepribadian secara umum.
1. Bodily Self : tahap 1-3.Pada 3 tahun pertama, bayi menjadi lebih peduli
terhadap keberadaan dirinya dan membedakan tubuhnya dari objek-objek yang ada disekitarnya.
2. Self Identity : anak-anak membuktikan dan menemukan identitas mereka tetap
terlepas dari perubahan di lingkungan mereka.
3. Self-esteem : anak-anak mulai bangga pada prestasi (pencapaian) yang mereka
raih.
4. Extension of self : tahap ke 4-5. umur 4 sampai 6 tahun. Pada masa ini anak
mengakui objek-objek yang ada di sekitarnya dan orang-orang disekitar lingkungan mereka.
5. Self-image : anak-anak mengembangkan gambaran aktual dan idealis dalam
diri mereka dan perilaku mereka serta menjadi lebih peduli terhadap kepuasan (atau ketidakpuasan) terhadap harapan Orangtua.
6. Self as a rational coper : tahap 6. Umur 6-12 tahun, anak-anak mulai
mengapli-kasikan alasan dan pengetahuan untuk mencapai solusi terhadap masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
7. Propriate striving : tahap 7. pada masa remaja awal (sebelum teenage) mulai
membentuk tujuan jangka panjang dan rencana.
D. Dinamika atau Proses Kepribadian
Allport menekankan bahwa pengaruh keberadaan seseorang pada masa sekarang tidak hanya ada di dalam teori kepribadiannya tetapi juga ada dalam pandangan motivasinya. Dia juga menegaskan bahwa kehidupan masa lalu atau masa lampau tidak lagi dapat menjelaskan perilaku seseorang kedepannya, kecuali hanya sebagai motivasi saja. Sehingga allport hanya terfokus kepada kehidupan individu di masa depan ketimbang dimasa lalu.
Allport menentang teory Freud yang terfokus pada alam bawah sadar seseorang. Menurut Allport proses kognitif seseorang juga memiliki peran penting, yang mana suatu rencana dan tujuan seseorang dibuat secara sadar. Sehingga ia menyimpulkan bahwa kehidupan di masa lalu tidak ada hubungan dan sangkutpautnya dengan kehidupan mendatang dari tiap individu, kehidupan masa lalu itu hanya sebagai motivasi atau dukungan kearah yang lebih baik.
Konsep ini terdiri atas dua level fungsi otonom, yaitu Perseverative functional autonomy dan Propriate functional autonomy.
Perseverative functional autonomy merupakan level yang dasar, berkaitan
dengan perilaku seseorang yang sudah menjadi kegiatan rutin, seperti kecanduan atau tindakan fisik yang berulang. Contohnya : perokok.
Propriate functional autonomy merupakan level yang lebih penting ketimbang
level Perseverative functional autonomy dan penting untuk pemahaman motivasi dewasadihubungan pada nilai-nilai, self-image, dan gaya hidup.
Selain itu, terdapat tiga prinsip pada level propriate functional autonomy, yaitu:
1. Organizing the energy level, menjelaskan bagaimana kita memperoleh motif
baru
2. Mastery and competence, mengacu pada level yang mana akan kita pilih untuk
memuaskan motif
3. Propriate patterning, menjelaskan perjuang (usaha) terhadap konsistensi
danintegrasi kepribadian
E. Perkembangan Kepribadian
Menurut Allport perkembangan kepribadian manusia akan selalu berubah-ubah seiring berjalannya waktu.
3 Fase perkembangan Allport :
Anak-anak
transformasi anak – anak masa dewasa
1. Masa Anak – Anak
Masa ini dimulai dari masa neonatus yang menjadi awal perkembangan dari kepribadian anak. Pada masa perkembangan ini anak mulai bisa melakukan gerakan refleks yang belum bisa dibedakan. Ekspresi emosi anak pada masa ini cenderung monoton dan akan mengalami perkembangan sesuai dengan masa yang dilewatinya.
2. Masa Transformasi Anak – Anak
Pada masa ini, perkembangan kepribadian seseoarang akan terlihat dari :
diferensiasi integrasi pematangan belajar
harga diri
inferioritas ataupun kompensansi mekanisme psikoanalitis
otonomi fungsional
reorintasi mendadak trauma objektivitas
insting humor
pandangan hidup
3. Masa Dewasa
Merupakan masa terpenting dalam perkembangan kepribadian seseorang. Masa – masa ini sangat menentukan bentuk kepribadian seseorang melalui tingkah laku yang ditujukannya.
Menurut Allport, seseorang dikatakan dewasa, jika :
mulai bisa memproyeksikan kebutuhannya tidak hanya untuk masa
sekarang tapi untuk masa yang akan datang (extension self)
mulai mengenal apa yang diinginkannya dan yang menjadi kebutuhannya
serta mengerti akan hal – hal yang bisa memberikan kesenangan pada dirinya (insight & humor)
mengerti arti dan tujuan hidup yang dijalaninya, mulai memiliki
pandangan hidup atau filsafat hidup yang terus dipertahankan.
Pada masa perkembangan kepribadian, unsur religius menjadi unsur yang sangat penting untuk membentuk kepribadian seseorang.
F. Psikopatologi dan Perubahan Perilaku
Psikopatologi adalah bidang yang mempelajari patologi / kelainan dari proses kejiwaan. Bagi Allport, pribadi yang sehat dan matang adalah orang yag terus menerus dalam kondisi berubah (becoming), sedang pribadi yang tidak sehat adalah mereka yang perkembangannya berhenti. Allport setuju dengan Freud bahwa perkembangan individu dapat terpenjara sebagai akibat kesalahan hubungan dengan orangtua, khususnya dengan ibunya pada awal masa kanak-kanak . Semua orang membutuhkan keamanan dan perlindungan ,dan kekurangan cinta dan kasih sayang dapat berdampak buruk dan berjangka lama terhadap pertumbuhan .
Untuk mengatasi kekurangan itu, Allport berpendapat orang harus dapat merasa “diterima dan dikehendaki oleh terapis, keluarga dan masyarakatnya”. Orang harus merasa dicintai dan belajar mencintai .Menurutnya,”bentuk terbaikdari terapi adalah memberri cinta dan menerima cinta .”
belakangan menjadi neurotik . Walaupunn latar belakang keamanan dan cinta membuat mereka bebas berkembang ,masalah lain muncul merusak . Orang mendapat tekanan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat normal, dan sering penyesuaian itu menghalangi pertumbuhan yang positif . Ini terjadi karena masyarakat sendiri sedang sakit . Kondisi masyarakat yang penuh ketidakadilan, hipokrit (munafik) perang, perbedaan kelas sosial, adalah potensial berbenturan dengan aspirasi pribadi.
Dampaknya bisa muncul perbatasan perluasan diri , gambaran diri yang menyimpang , lumpuhnya usaha menjadi propiate, dan sikap tidak toleran kepada kelompok lain. Mereka juga menilai dirinya dan tujuan hidupnya berdasarkan nilai-nilai orang lain. Tugas–tugas terapi menurut Allport adalah membantu mereka menyadari sumber-sumber yang melencengkan tujuan hidupnya, dan membantu mereka mencapai kematangan dan kesejahteraan.
G. Assesment dan Riset
Allport menggunakan Personal Document Technique yang merupakan metode untuk mengetahui kepribadian yang melibatkan catatan-catatan harian, atau rekaman pembicaraan dengan subjek yang diteliti.
Nilai (Value)
Pada tahun 1920 seorang ahli bernama Eduard Spranger mengadakan penelitian mengenai minat dan motif, dengan meneliti nilai-nilai yang dimiliki individu tersebut. Allport sependapat dengan Spranger bahwasanya setiap individu memiliki nilai-nilai dalam kehidupannya, yang berbeda tingkat dominansinya, yang akan mempengaruhi kepribadiannya.
1. Nilai teoritis
2. Nilai ekonomis
3. Nilai estetika
4. Nilai sosial
5. Nilai politis
6. Nilai religious
Perilaku
(mengajar berdasarkan urutan materi yang disediakan), sementara dalam proses penyampaian materi dosen akan banyak melakukan gerakan, bahasa tubuh, intonasi suara yang berubah-ubah yang tidak bisa dielakkan. Hal ini merupakan perilaku spontan yang secara tidak langsung menggambarkan elemen kepribadian yang dimiliki dosen tersebut
H. Isu-Isu Penting dalam Kepribadian Menurut Allport
Allport me-review 50 definisi kepribadian yg berbeda sebelum akhirnya menawarkan definisinya sendiri “Personality is dynamic organization within
the individual of those psychophysical systems
that determine his characteristic behavior and thought”.
Uniqueness VS Universality
Allport mendapatkan insight dan ide dari berbagai macam pendekatan untuk membentuk teori kepribadian yang eklektif dimana ia memandang individu adalah unik dan berfungsi secara dinamis. Yang paling membedakan Allport dengan teoritikus kepribadian lain adalah keunikan individu dapat dijelaskan dengan trait yang menjadi karakter setiap individu. Kepribadian tidak bersifat universal, tapi spesifik dan unik untuk tiap individu. Allport percaya setiap orang memiliki keunikan. Meskipun sifat-sifat umum mengkonotasi beberapa prilaku universalitas, ciri-ciri individu atau disposisi pribadi menentukan dan menggambarkan alam kita lebih tepatnya.
Nature VS Nurture
Keturunan dan lingkungan adalah hal yang mempengaruhi kepribadian. Gordon Allport memandang Latar belakang genetik bertanggung jawab untuk porsi yang signifikan dari kepribadian. Individu adalah produk dari pembentukan hereditas dan lingkungan. Hereditas menyediakan materi mentah lalu membentuk (berkembang atau berkurang) sesuai kondisi lingkungan. Contohnya seperti kondisi fisik, inteligensi, temperamen. Temperamen adalah irama emosi. contohnya bagaimana respon individu terhadap stimulasi juga fluktuasi & intensitas mood. Persediaan dasar fisik, temperamen dan kecerdasan. Bahan-bahan baku tersebut kemudian dibentuk oleh pengalaman dan belajar.
Freewill VS Determinisme
Menurut pandangan allport tentang kepribadian, individu diberikan kebebasan dalam memilih masa depan mereka juga mengakui bahwa banyak dari perilaku kita ditentukan oleh sifat-sifat dan kecenderungan pribadi. Setelah ini terbentuk, mereka sulit untuk mengubah.
Allport tidak percaya teori-teori yang lebih tua untuk kepribadian yang memperbolehkan pertumbuhan bagi seseorang. Psikoanalisis dan berbagai teori belajar yang pada dasarnya adalah teori homeostatik, ataureaktif, karena mereka melihat orang-orang termotivasi terutama oleh kebutuhan untuk mengurangi ketegangan dan kembali kekeadaan keseimbangan, tetapi Allport percaya bahwa teori kepribadian yang memadai harus memungkinkan untuk perilaku proaktif. Orang harus dipandang sebagai sadar bertindak di lingkungan mereka dengan cara yang memungkinkan pertumbuhan menuju kesehatan psikologis.
Past Vs Present
Berbagai faktor yang berbeda berkontribusi terhadap motivasi individu, penggerak sekarang, dan peristiwa masa lalu. Jika orang memiliki tujuan di satu tempat akan berpikir, bertindak dan mencari beberapa resolusi damai dan merasa istimewa cara sendiri. Sebagai contoh, motivator seperti prestasi, kekuatan dan keintiman akan memberikan motivasi individu. Motif lainnya akan menjadi pengaktualisasian diri, ini bukanlah motif defisit, tetapi pertumbuhan motif dan ini menanamkan re-enforcement positif yang dapat menjadi lebih dari satu set untuk dilakukan.
Allport percaya bahwa sesuatu didorong oleh pengalaman sekarang bukannya pengalaman masa lalu. Allport juga percaya itu, karena individu memiliki waktu dalam hidup, untuk memahami diri sendiri lebih baik dan menyadari apa yang ia lakukan serta mengapa hal itu dilakukan. Allport dengan jelas melihat pola perilaku yang dihasilkan dari individu menjadi reaktif dan proaktif. Ia menemukan bahwa pencipta terjadi karena lingkungan di mana seseorang hidup. Tapi di sisi lain, Allport mengatakan bahwa teori-teori yang lebih tua tidak memberikan hasil seperti mengapa satu menjadi termotivasi dan tidak memungkinkan untuk prospek pertumbuhan.
REFERENCE :
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. UMMpress:Malang
Schultz, Duane dan Schultz, Sydney Allen. 2005. The Theories of Personality. Thomson Learning:USA
http://en.wikipedia.org/wiki/Gordon_Allport