• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Penerapan Analisis Gerombol pada Indikator dari Derajat Kesehatan Masyarakat di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Penerapan Analisis Gerombol pada Indikator dari Derajat Kesehatan Masyarakat di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Masalah dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya didasarkan pada hubungan satu variabel atau dua variabel saja, akan tetapi cenderung melibatkan banyak variabel. Analisis tentang banyak variabel dikaji secara mendalam dalam analisis multivariat (Nuningsih, 2010).

(2)

Gambar 1.1 Klasifikasi Statistik Multivariat

Analisis faktor merupakan nama umum yang menunjukkan suatu kelas prosedur, utamanya dipergunakan untuk mereduksi data atau meringkas dari variabel yang banyak diubah menjadi sedikit variabel, misalnya dari 15 variabel yang lama diubah menjadi 4 atau 5 variabel baru yang disebut faktor dan masih memuat sebagian besar informasi yang terkandung dalam variabel asli (original variable). (Supranto, 2004).

Multidimensional Scaling (MDS) merupakan salah satu alat analisis multivariat yang berhubungan dengan penempatan beberapa objek (produk, merk, atau perusahaan) pada suatu peta multidimensional yang ditentukan oleh konsumen berdasarkan proximities (nilai kedekatan) antara beberapa objek tersebut. Analisis multidimensional scaling merupakan salah satu teknik peubah ganda yang dapat digunakan untuk menentukan posisi suatu objek lainnya berdasarkan penilaian kemiripannya. MDS digunakan untuk mengetahui

(3)

hubungan interdepensi atau saling ketergantungan antar variabel atau data (Supranto, 2010).

Analisis klaster merupakan bagian depan (obverse) dari analisis faktor, dimana mereduksi (memperkecil) banyaknya objek (responden) bukan banyaknya variabel atau atribut responden, yaitu dengan mengelompokkan objek-objek tersebut menjadi klaster, yang banyaknya lebih sedikit daripada banyaknya objek asli yang diteliti, misalnya dari 50 responden, dikelompokkan hanya menjadi 5 klaster saja, di mana masing-masing klaster terdiri dari 10 orang saja (Supranto, 2004).

Analisis gerombol adalah statistik variabel ganda yang digunakan apabila ada n buah individu atau objek yang mempunyai p variabel dan ingin dikelompokkan ke dalam k gerombol berdasarkan sifat-sifat yang diamati sehingga individu atau objek yang terletak dalam satu gerombol memiliki kemiripan yang lebih besar dibandingkan dengan objek yang terletak dalam gerombol lain. Berdasarkan penjelasan diatas maka analisis gerombol sesuai dengan tujuan penelitian ini yang ingin mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan persamaan mortalitas, morbiditas dan status gizi masyarakat yang akan menunjukkan derajat kesehatan masyarakat di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

(4)

mempunyai homogenitas (kesamaan) yang tinggi antar anggota dalam satu gerombol dan heterogenitas (perbedaan) yang tinggi antar gerombol yang satu dengan yang lainnya (Santoso, 2010).

Metode analisis gerombol dibedakan menjadi dua yaitu metode hirarki dan metode tak berhirarki. Metode hirarki dibedakan menjadi dua yaitu metode penggabungan (agglomerative) dan metode pemecahan (devisive). Dalam metode berhirarki terdapat beberapa ukuran jarak antar gerombol, antara lain jarak minimum atau pautan tunggal (single linkage), jarak maksimum atau pautan lengkap (comlete linkage), jarak antar centroid atau pautan centroid (centroid lingkage), median antara gerombol atau pautan median (median linkage), rata-rata dari semua jarak atau pautan rataan (average linkage), serta metode Ward. Hasil penggerombolan metode berhirarki secara umum membentuk diagram pohon atau dendogram yang menggambarkan pengelompokan objek berdasarkan jarak. Metode tak berhirarki bertujuan untuk mengelompokkan n objek ke dalam k gerombol (k < n), di mana nilai k telah ditentukan sebelumnya. Metode tak berhirarki yang banyak digunakan adalah K-Means Cluster dan Fuzzy C-Means.

(5)

persentase kunjungan bayi, persentase BBLR ditangani, persentase Balita dengan Gizi Buruk (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, 2013)

Angka kematian bayi hasil sensus penduduk 2010 berdasarkan kabupaten/kota diketahui bahwa angka kematian bayi terendah adalah kota Medan sebesar 14,7/1.000 kelahiran hidup dan yang tertinggi adalah kabupaten mandailing natal dengan angka kematian bayi sebesar 45,7/1.000 kelahiran hidup.

Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, angka kematian ibu di Sumatera Utara sebesar 328/100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan angka nasional hasil sensus penduduk 2010 sebesar 259/100.000 kelahiran hidup.

Pada Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2012, hasil cakupan penemuan kasus baru TB paru BTA(+) yaitu 17.459 kasus atau 82,57%. Angka ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu 76,57% dan 2010 yaitu 68,86%.

Pada Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2012, terdapat 42.190 (3,70%) balita yang menderita gizi kurang, sedangkan yang menderita gizi buruk sebanyak 1.208 (0,11%). Dibandingkan tahun 2011, persentase balita gizi kurang sebesar 2,81%, artinya mengalami peningkatan sebesar 0,69% .

(6)

dengan derajat kesehatan berdasarkan mortalitas, morbiditas dan status gizi memenuhi syarat untuk dianalisis dengan menggunakan analisis gerombol. Dengan analisis gerombol akan terbentuk kelompok dengan kabupaten/kota mana saja yang masuk dalam derajat kesehatan baik, derajat kesehatan sedang dan derajat kesehatan rendah.

Dengan diketahuinya kelompok kabupaten/kota dengan derajat kesehatan baik maka dapat dilakukan pemantauan untuk program kesehatannya agar terus dapat mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatannya. Sedangkan kelompok kabupaten/kota dengan derajat kesehatan sedang dan rendah diharapkan dapat melakukan peningkatan program kesehatan agar dapat meningkatkan derajat kesehatannya, baik dari mortalitas, morbiditas dan status gizinya. Karena Dengan memperbaiki institusi-institusi kesehatan, dan dengan mengadakan program-program baru, kita memang bisa membuat pelayanan kesehatan lebih merata dan lebih efisien, tetapi potensi terbesar untuk memperbaiki derajat kesehatan masyarakat terletak pada apa yang dibuat oleh masyarakat itu sendiri sehubungan dengan kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode hirarki dengan ukuran jarak Euclidian (Tri, 2009).

1.2 Perumusan Masalah

(7)

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Menerapkan analisis gerombol untuk menggambarkan derajat kesehatan masyarakat berdasarkan mortalitas, morbiditas dan status gizi di 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui pengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan angka mortalitas, morbiditas dan status gizi dari gerombol-gerombol yang terbentuk.

2. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang nyata (signifikan) antar kelompok yang terbentuk, dalam hal ini gerombol yang dihasilkan.

3. Melihat posisi masing-masing objek terhadap objek lainnya dari gerombol yang terbentuk.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Sebagai bahan masukan bagi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk dalam merencanakan pembangunan kesehatan berdasarkan hasil-hasil yang didapat.

Gambar

Gambar 1.1 Klasifikasi Statistik Multivariat

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pelaksanaan Program Induksi, pembimbing ditunjuk oleh kepala sekolah/madrasah dengan kriteria memiliki kompetensi sebagai guru profesional; pengalaman mengajar

Kemampuan berkomunikasi verbal pada anak prasekolah sebelum diberi terapi bermain bercerita metode boneka tangan di TK Kartika Chandra Kirana Kodim Jombang menunjukkan

Karya ilmiah ini hams dilaksanakan oleh dosen IKIP Padang dalam rangka meningkatkan mutu, baik sebagai dosen maupun sebagai peneliti.. Oleh karena itu, Pusat Penelitian

Saat ini sed ang melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Terapi Bermain Bercerita Metode Boneka Tangan Terhadap Kemampuan Berkomunikasi Verbal Pada Anak Prasekolah (di

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: adakah pengaruh yang positif penerapan model konseling trait and factor dalam membantu mengatasi siswa lamban

Latar Belakang: Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat

Sistem Penentuan Bahan Baku Kue Menggunakan Metode Material Requirement Planning digunakan untuk memudahkan pengusaha dalam menentukan jumlah bahan baku minimum,

Selain itu kalus embriogenik yang dihasilkan mempunyai penampilan visual yang baik, berwarna kekuningan, nodular, remah (Gambar 2 a dan e) dan dapat berkembang membentuk embrio