• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PERANCANCANGAN WEB Desa Lampiran Iv

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PERANCANCANGAN WEB Desa Lampiran Iv"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dinamika social masyarakat di dunia saat ini telah mengalami perubahan

pesat. Hal ini ditandai oleh perkembangan yang spektakuler di bidang teknologi

informasi dan teknologi komunikasi. Hal ini yang paling menonjol dalam

perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah hadirnya

suatu teknologi baru berupa jaringan computer yang terhubung ke seluruh dunia,

yaitu internet.

Di masa lalu, aktivitas dunia perdagangan (commerce) dilakukan melalui

penawaran langsung tapi pertumbuhan drastis dari internet telah mengubah

paradigma tersebut. Melalui internet, pedagang dapat menawarkan produknya

secara online kepada pembeli tanpa perlu bertatap muka.

E-commerce berdasarkan sifat transaksinya diklasifikasikan menjadi

empat macam. Salah satunya adalah business to consumer. Business to consumer

merupakan transaksi eceran dengan pembeli perorangan (Suyanto, 2003).

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merancang sebuah toko online

berbasis web. Hal ini pula yang melatar belakangi judul kami yaitu

“PERANCANGAN WEB TOKO ONLINE HIJRAH SHOP”.

(2)

Maksud dari penulisan makalah ini adalah :

1) Menghasilkan perancangan web yang mampu memperkenalkan dan

menjual secara online.

2) Sebagai sarana pembelajaran bagi kami maupun pembaca.

Dan adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

Untuk memenuhi syarat sebagai penilaian UAS pada mata kuliah

Perancangan Web di semester V (lima) pada Program Diploma Tiga (DIII)

di Akademi Manajemen Informatika dan komputer Bina sarana

Informatika (AMIK BSI) Pd. Aren , Ciledug (G3) jurusan manajemen

Informatika.

1.3. Ruang Lingkup

Agar penulisan makalah ini tidak menyimpang dari maksud dan tujuan

maka pembahasan dibatasi pada :

1) Perangkat lunak yang dibangun merupakan aplikasi business to consumer

e-commerce yang sederhana.

2) Pada perancangan web ini, simulasi system online dilakukan pada

localhost.

3) perangkat lunak yang dibangun dapat menangani transaksi pembelian dan

pemesanan produk.

4) Sistem pembayaran produk dilakukan dengan transfer antar rekening bank

secara manual kemudian divalidasi oleh admin setelah pembeli

(3)

BAB II

produktivitas dan efisien. Jaringan komputer menurut area atau lokasi dapat dibagi menjadi empat yaitu :

a) Lokal Area Network (LAN), yaitu jaringan komputer dimana komputer -komputer yang terhubung masih dalam satu area atau lokasi.

b) Wide Area Network (WAN), yaitu koneksi antara LAN-LAN yang berbeda lokasi/area. Ciri utamanya adalah memiliki bandwidth yang terbatas karena disesuaikan dengan fungsi harga, adanya problem delay atarstasiun.

(4)

2.1.2 Website

Menurut Rahmat Hidayat (2010:2), website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman. Hubungan antara satu halaman web dengan halaman web yang lainnya disebut hyperlink, sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut hypertext.

Jenis-jenis website menurut Rahmat Hidayat sebagai berikut :

1. Website berdasarkan sifat atau style nya terbagi atas : a. Website dinamis

Website dinamis merupakan website yang menyediakan content atau isi yang selalu berubah-rubah setiap saat. Bahasa pemograman yang digunakan antara lain PHP, ASP, .NET dan memanfaatkan databaseMySQL. Misalnya website www.artikel-it.com, www.detik.com, dan sebagainya.

b. Website statis

Website statis merupakan website yang content-nya sangat jarang dirubah. Bahasa pemograman yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan database. Misalnya : web profile organisasi.

2. Website berdasarkan fungsinya terbagi atas :

(5)

c. Government website, website yang dimiliki oleh instansi permerintah, pendidikan yang bertujuan memberikan layanan kepada pengguna

d. Non-ProfitOrganization website, dimiliki oleh organisasi yang bersifat non-profit atau tidak bersifat bisnis.

3. Website berdasarkan bahasa pemograman yang di gunakan terbagi atas :

a. Server side, merupakan website yang menggunakan bahasa pemograman yang tergantung kepada terjadinya server. Seperti PHP, ASP, .NET dan lain sebagainya. Jika tidak ada server, maka website yang dibangun menggunakan bahasa pemograman tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

b. Client slide, website yang tidak membutuhkan server dalam menjalankannya, cukup diakses melalui browser saja. Misalnya : HTML

2.1.3 Web Browser

Menurut Kustiyahningsih dan Anamisa (2011:8), “web browser adalah softwere yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web”.

Softwere ini kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis, sehingga pemakai dapat melakukan ‘point and click’ untuk pindah antar dokumen”.

2.1.4 Web Server

(6)

2.1.5 E-commerce

Menurut Irwansyah (2014b:40) “e-commerce merupakan singkatan dari electronic commerce yang berarti sebuah transaksi bisnis yang dilakukan lewat jaringan elektronik seperti internet”.

E-commerce digolongkan menjadi tiga bisnis, yaitu :

1. Business to Consumer (B2C)

B2C adalah sebuah transaksi bisnis yang menjual barang atau jasa kepada individu. Misalnya: amazon.com menjual buku kepada seseorang melalui sistem online.

2. Consumer to Consumer (C2C)

C2C adalah ketika salah satu konsumen menjual barang atau jasa langsung kepada konsumen lainnya melalui sistem elektronik. Contohnya Amir menjual handphone miliknya ke orang lain melalui kaskus.co.id.

3. Business to Business (B2B)

B2B merupakan sebuah bisnis yang menjual barang/jasa kepada bisnis lain dengan menggunakan sistem elektronik. Misalnya: perusahaan ABC menjual hardware komputer kepada perusahaan DEF perakit komputer.

2.1.6 Model Pengembangan Perangkat Lunak

(7)

Sistem/Rekayasa Informasi

Analisis Desain Pengodean Pengujia

n Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).

Berikut metode pengembangan perangkat lunak menggunakan model waterfall:

Gambar II.1

Model Waterfall

1. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan

2. Desain

(8)

menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan

fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini

dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan

keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami

perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena

adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau

perangkat lunak harus beradptasi dengan lingkungan baru. Tahap

pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan

mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang

(9)

2.2 Teori Pendukung

2.2.1 Struktur Navigasi

Menurut Binanto (2010:269), Ada empat macam bentuk dasar struktur

navigasi, yaitu:

1. Struktur Navigasi Linier

Struktur navigasi ini hanya memiliki suatu rangkaian cerita yang berturut,

yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut

urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu

halaman sebelum atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman

sebelumnya atau halaman sesudahnya.

Gambar II.2 Struktur Navigasi Linear

2. Struktur Navigasi Hierarki

Struktur navigasi ini disebut juga struktur linear dengan percabangan

karena pengguna melakukan navigasi di sepanjang cabang pohon stuktur yang

(10)

Gambar II.3

Struktur Navigasi Hierarki

3. Struktur Navigasi Non Linear

Struktur ini disebut juga struktur tidak berurut merupakan pengembangan

dari struktur navigasi linear. Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi

bercabang. Walaupun terdapat percabangan, tetapi setiap tampilan memiliki

kedudukan yang sama.

Gambar II.4.

Struktur Navigasi Non Linear

4. Struktur Navigasi Komposit

Struktur ini merupakan gabungan dari ketiga struktur navigasi

sebelumnya. Struktur navigasi ini juga biasa disebut navigasi bebas. Struktur

ini banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia sehingga dapat

(11)

Gambar II.5

Menurut Frieyadie (2007:10) Komponen yang terdapat dalam Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut.

a. Entity (entitas)

Entitas adalah suatu data yang dapat disimpan dan berguna bagi badan

atau perusahaan, dengan kata lain, suatu objek yang dapat dibedakan

dengan objek lainnya.

Entitas digambarkan dengan kotak persegi panjang. Terdapat juga

Entitas Lemah (Weak Entity), yaitu suatu entitas sangat bergantung dengan

entitas biasa, dengan kata lain, entitas lemah tidak akan ada apabila tidak

ada entitas biasa. Entitas lemah digambarkan dengan kotak persegi

panjang dengan garis ganda.

(12)

Atribut menunjukan karakteristik dari tiap-tiap entitas. Atribut

digambarkan dengan bentuk oval.

c. Relasi

Relasi menunjukkan hubungan yang terjadi antar entitas. Relasi

digambarkan dengan bentuk belah ketupat atau diamond.

d. Atribut Utama

Atribut utama digambarkan dengan bentuk oval, dengan keterangan

diberi garis bawah absolut.

e. Atribut Pilihan

Atribut pilihan digambarkan dengan bentuk oval dengan keterangan

diberi garis bawah putus-putus.

f. Line Connector di gambarkan dengan bentuk garis tunggal.

3. Kardinalitas (Cardinality)

Menurut Frieyadie (2007b:12), Kardinalitas merupakan tingkat hubungan yang terjadi antar entitas di dalam sebuah sistem. Terdapat tiga tingkat hubungan yang terjadi, yaitu :

a. Hubungan Satu pada Satu (One to One atau 1:1)

Tingkat hubungan dinyatakan satu pada satu, jika satu kejadian pada entitas pertama hanya mempunyai satu hubungan dengan suatu kejadian pada entitas kedua. Demikian juga sebaliknya, satu kejadian pada entitas kedua hanya bisa mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.

(13)

Tingkat hubungan satu pada banyak (1:M) adalah sama dengan banyak pada satu (M:1), tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.

Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang kedua, hanya bisa mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.

c. Hubungan Banyak pada Banyak (Many to Many atau M:N)

Tingkat hubungan banyak pada banyak (M:N) terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi entitas yang kedua.

2.2.3 Logical Relationship Structure

Menurut Frieyadie (2007c:13) “Sebelum tabel dibentuk dari field atau

atribut entitas secara fisik atau level internal, maka harus dibuatkan suatu bentuk

relational model yang dibuat secara logic atau level external dan konsep dari

pernyataan tersebut dibutuhkan yang disebut dengan Logical Relationship

Structure (LRS)”.

Hasil dari pemodelan Entity Relationship (ER) beserta atributnya sehingga

bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas.

2.2.4 Penguji Web (Black Box Testing)

(14)

Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Pengujian black box dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian black boxharus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalnya untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah:

1. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi

(password) yang benar.

2. Jika user memasukkan nama pemakai (password) yang salah, misalnya

nama pemakai benar tapi kata sandi (password) yang salah, misalnya nama

(15)

BAB III

PEMBAHASAN

1.1 Rancangan Antar Muka

a. Rancangan Beranda meliputi informasi tentang hijrah shop.

Gambar III.1

(16)

b. Rancangan Pembayaran meliputi, cara pemesanan dan

pembayaran di hijrah shop.

Gambar III.2 Rancangan Pemabayaran

c. Rancangan Produk kami dan Rancangan Galeri meliputi

(17)

Gambar III.3 Rancangan Produk Kami

d. Racangan hubungi kami berisi form meliputi nama, email,

alamat, dan pesan untuk memberikan kritik dan saran bagi toko

hijrah shop.

(18)

e. Rancangan login admin meliputi username dan password

admin

Gambar III.5 Rancangan Login Admin

(19)

TB_MEMBER

ID_MEMBER EMAIL PASS NAMA ALAMAT TELP NOREK NAMAREK

(20)

Spesifikasi file yang digunakan dalam perancangan program

penjualan web ini terdiri dari satu database yaitu hijrah dan berikut

beberapa table :

1. Tabel Barang

- Nama database : hijrah

-Nama tabel : tb_barang

-Tipe : File access

- Panjang Record : 303

- Akses File : Random

- Kunci Field : id_barang

(21)

2. Tabel Galeri

- Nama database : hijrah

-Nama tabel : tb_galeri

-Tipe : File access

- Panjang Record : 53

- Akses File : Random

- Kunci Field : id_galeri

(22)

3. Tabel Hubungi

- Nama database : hijrah

-Nama tabel : tb_hubungi

-Tipe : File access

- Panjang Record : 305

- Akses File : Random

- Kunci Field : id_hubungi

(23)

4. Tabel Member

- Nama database : hijrah

-Nama tabel : tb_member

-Tipe : File access

- Panjang Record : 458

- Akses File : Random

- Kunci Field : id_member

(24)

5. Tabel Pesanan

- Nama database : hijrah

-Nama tabel : tb_pesanan

-Tipe : File access

- Panjang Record : 435

- Akses File : Random

- Kunci Field : id_pesan

(25)

6. Tabel User

- Nama database : hijrah

-Nama tabel : tb_user

-Tipe : File access

- Panjang Record : 63

- Akses File : Random

- Kunci Field : id_user

(26)

1.4 Struktur Navigasi linier

INDEX

BERANDA PEMBAYARAN PRODUK KAMI GALERI HUBUNGI KAMI LOGIN ADMIN

(27)

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Dari pembahasan yang telah di tulis oleh kelompok dalam makalah

ini,dapat di ambil kesimpulan bahwa:

1. Perangkat lunak yang digunakan masih sangat sederhana.

2. Perangkat lunak ini dapat menangani pemesanan, penjualan, penambahan

produk dan juga dapat melakukan proses transaksi menggunakan perbankan.

3. Dengan meningkatnya penggunaan internet di kalangan masyarakat, Hijrah

Shop mencoba melakukan inovasi yaitu belanja lewat online, maka dari itu

penulis selaku pembangun website menawarkan website e-commerce sebagai

sarana promosi dan penjualan online.

4.2. Saran

Adapun saran yang dapat kami berikan untuk dapat digunakan

pengembang perangkat lunak Hijrah Shop agar dapat memberikan hasil yang

(28)

1. Stok barang tidak dapat otomatis terupdate, maka perangkat lunak perlu di

perbaharui agar stok dapat otomatis terupdate.

2. Perlu diperbanyak lagi koleksi pakaian di Hijrah Shop agar makin menarik

minat pembeli.

3. Perlu di tingkatkan lagi tampilan desain web agar semakin terlihat lebih

menarik.

4. Meningkatkan pengamanan yang secara berlanjut. Hal ini bertujuan agar data

Gambar

Gambar II.1
Gambar II.3
Gambar III.2
Gambar III.3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahap ini dilakukan pengujian menggunakan metode pengujian white box di mana peneliti melakukan pengecekan kode- kode program PHP yang telah dibuat dan

Tahap implementasi merupakan hasil perancangan yang telah dibuat. Pada tahap implementasi ini dibuat sesuai kebutuhan yang ada. Tujuan dari tahap implementasi ini

Tahap pengujian adalah tahapan kedua setelah pengkodean program selesai serta bertujuan untuk menguji aplikasi yang dibuat apakah telah sesuai dengan yang

Pada tahap ini merupakan tahap untuk mengubah desain yang telah dibuat menjadi sebuah sistem yang dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan.Tahap ini merupakan pengkodean

Pengujian dilakukan atas hasil implementasi yang telah dibuat, tahap ini menguji setiap bagian dari sistem secara keseluruhan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan

Tahap pengujian yang digunakan adalah tahap pengujian blackbox dengan hasil yang diperoleh dari pembuatan aplikasi ini adalah hasil yang ditampilkan

Tahap pengujian verivikasi secara umum adalah untuk menguji apakah prototype SIMPER sudah sesuai dengan desain sistem yang dibuat, dalam hal ini tahap ini juga

Menu utama card bantuan Dari pengujian yang telah dilakukan terlihat bahwa aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik sesuai dengan desain yang telah