• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINER"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. AGUNG JAYA SELARAS DI PEKANBARU

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Mengajukan Proposal Penelitian

Oleh:

RISKA AFRILIANI NIM: 13514291

Diajukan Kepada Program Studi Manajemen

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) PERSADA BUNDA Pada Tanggal

Pekanbaru, 23 Desember 2015 Ditolak :

1. 2. 3.

Disetujui :

Ketua Program Studi Manajemen

(2)

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. AGUNG JAYA SELARAS DI PEKANBARU

Diajukan Kepada Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi globalisasi semakin lama semakin meningkat. Hal ini dapat mempengaruhi dunia bisnis nasional maupun internasional. Perkembangan bisnis dengan adanya IPTEK akan menjadi lebih efisien dan efektif. Perkembangan bisnis tersebut tidak terjadi apabila belum memperhatikan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk dapat bersaing secara global.

Menurut Nitisemito (2000:183), lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan. Sedangkan menurut Sedarmayanti (2001:1) lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok dapat ditarik kesimpulannya bahwa kondisi lingkungan kerja baik akan menunjang produktivitas karyawan yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan tingkat kinerja karyawan.

(3)

Hal yang lebih penting saat ini adalah mempertahankan bisnis dalam negeri yang menggunakan SDM nasional. Cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan adalah dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Bisnis yang berperan penting adalah karyawan/ pegawai, sebab yang menjadi pelaku utama dalam menjalankan bisnis adalah karyawan/ pegawai itu sendiri. Apabila kinerja karyawan tidak diperhatikan hal ini tentu akan mempengaruhi hasil kerja dari bisnis yang dilakukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah lingkungan kerja.

2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis membuat suatu perumusan masalah dalam penelitian ini :“ Apakah Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Pt. Pt. Agung Jaya Selaras Di Pekanbaru.

3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk

1. Untuk Mengetahui Lingkungan Kerja Pada PT. Agung Jaya Selaras Di Pekanbaru.

2. Untuk Mengetahui Kinerja Karyawan Pada PT. Agung Jaya Selaras Di Pekanbaru

(4)

TINJAUAN PUSTAKA TEORI

4. Jenis Lingkungan kerja

Sedarmayanti (2001:21) menyatakan bahwa secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 yakni : (a) lingkungan kerja fisik, dan (b) lingkungan kerja non fisik.

4.1 Lingkungan kerja Fisik

Menurut Sedarmayanti (2001:21), “Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun scara tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi dalam dua kategori, yakni : 1. Lingkungan yang langsung berhubungan dengan karyawan (Seperti: pusat

kerja, kursi, meja dan sebagainya)

2. Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, misalnya :temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, bau tidak sedap, warna, dan lain-lain.

Untuk dapat memperkecil pengaruh lingkungan fisik terhadap karyawan, maka langkah pertama adalah harus mempelajari manusia, baik mengenai fisik dan tingkah lakunya maupun mengenai fisiknya, kemudian digunakan sebagai dasar memikirkan lingkungan fisik yang sesuai.

4.2 Lingkungan Kerja Non Fisik

Menurut Sadarmayanti (2001:31), “Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan”.

Lingkungan non fisik ini juga merupakan kelompok lingkungan kerja yang tidak bisa diabaikan.

(5)

Suryadi Perwiro Sentoso (2001:19-21) yang mengutip pernyataan Prof. Myon Woo Lee sang pencetus teori W dalam Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, bahwa pihak manajemen perusahaan hendaknya membangun suatu iklim dan suasana kerja yang bisa membangkitkan rasa kekeluargaan untuk mencapai tujuan bersama. Pihak manajemen perusahaan juga hendaknya mampu mendorong inisiatif dan kreativitas. Kondisi seperti inilah yang selanjutnya menciptakan antusiasme untuk bersatu dalam organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan.

5. Kinerja

Bernardin dan Russel (dalam Ruky, 2002:15) memberikan pengertian atau kinerja sebagai berikut : “performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during time period. Prestasi atau kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan selama kurun waktu tertentu.

Menurut Gibson, dkk (2003: 355), job performance adalah hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi, efisiensi dan kinerja kefektifan kinerja lainnya. Sementara menurut Ilyas (1999: 99), kinerja adalah penampilan hasil kerja personil maupun dalam suatu organisasi. Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun struktural tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam organisasi.

Pengertian kinerja lainnya dikemukakan oleh Payaman Simanjuntak (2005:1) yang mengemukakan kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan. Manajemen kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di perusahaan tersebut.

Menurut Irawan (2002:11), bahwa kinerja (performance) adalah hasil kerja yang bersifat konkret, dapat diamati, dan dapat diukur. Jika kita mengenal tiga macam tujuan, yaitu tujuan organisasi, tujuan unit, dan tujuan pegawai, maka kita juga mengenal tiga macam kinerja, yaitu kinerja organisasi, kinerja unit, dan kinerja pegawai. Dessler (2000:87) berpendapat : Kinerja (prestasi kerja) karyawan adalah prestasi aktual karyawan dibandingkan dengan prestasi yang diharapkan dari karyawan. Prestasi kerja yang diharapkan adalah prestasi standar yang disusun sebagai acuan sehingga dapat melihat kinerja karyawan sesuai dengan posisinya dibandingkan dengan standar yang dibuat. Selain itu dapat juga dilihat kinerja dari karyawan tersebut terhadap karyawan lainnya.

(6)

lembaga (institutional performance) atau kinrja perusahaan (corporate performance) terdapat hubungan yang erat. Dengan perkataan lain bila kinerja karyawan (individual performance) baik maka kemungkinan besar kinerja perusahaan (corporate performance) juga baik.

6. Penelitian terdahulu

Fariz Ramanda Putra (2012) Meneliti Tentang “Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja (Studi Pada Karyawan Pt. Naraya Telematika Malang)” Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang dalam penelitiannya bahwa

1. Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh lingkungan kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan dapat diterima.

2. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa kedua variabel mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Pada hasil uji t didapatkan bahwa variabel lingkungan kerja non fisik mempunyai nilai koefisien regresi yang paling besar.

7. Kerangka Pemikiran

Berdasarkan tinjauan pustaka dan penelitian terdahulu, maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran dalam penelitan ini, seperti yang disajikan dalam gambar berikut ini:

Sumber : Dikembangkan dalam penelitian ini 2015

8. Hipotesis

Berdasarkan pada perumusan masalah dan landasan teoritis dikemukakan diatas maka Hipotesis yang diambil peneliti adalah : “diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengaruh lingkungan kerja terhadap variabel kinerja karyawan pada Pt. Agung Jaya Selaras Di Pekanbaru

Kinerja Karyawan (Y)

Pengaruh Lingkungan Kienerja

(7)

METODE PENELITIAN

9. Lokasi Penelitian

Guna menyelesaikan penelitian ini terutama untuk memperoleh data – data yang diperlukan peneliti dalam hal ini berusaha untuk mendapatkan data pada Pt. Agung Jaya Selaras yang beralamat di jalan Paus Ujung Tangkerang Tengah Marpoyan Damai, Pekanbaru.

10. Populasi dan Sampel

Populasi adalah seluruh karyawan PT. Agung Jaya Selaras Di Pekanbaru Yang berjumlah 45 orang. Responden merupakan sumber informasi yang dibutuhkan peneliti .

A. Variabel penelitian

Dalam penelitian ini ada variabel penelitian, yaitu: 1. Variabel Pengaruh Lingkungan Kinerja (X) 2. Variabel Kinerja Karyawan (Y)

B. Jenis Sumber data a.Data primer

Data yang diperoleh secara langsung dari responden pada lokasi penelitian. Data yang di peroleh melalui penyebaran kuisioner kepada responden terpilih yang berisikan pertanyaan tentang variabel-variabel penelitian.

b.Data sekunder

Merupakan data primer yang diolah menjadi bentuk-bentuk seperti: tabel, diagram, grafik, dan sebagainya. Data skunder yang diperoleh merupakan gambaran umum perusahaan, struktur organisai dan sebagainya.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah: a. Kuisioner

(8)

b.Wawancara

merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. D. Analisa Data

a.Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan, peringkasan, dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna dan juga menatanya ke dalam bentuk yang siap untuk dianalisis.

b.Analisis Kuantitatif

Gambar

gambar berikut ini:

Referensi

Dokumen terkait

Dari data yang diperoleh dalam upaya bank terhadap kasus hak tanggungan atas hak guna bangunan yang janga waktu berakhir sebelum pembiayaan jatuh tempo dan

Manajemen sekolah yang kurang baik berdampak pada kompetensi yang dimiliki oleh lulusannya (Disas, 2018:232). Dapat dipahami bahwa manajemen sekolah memerlukan sumber

Dalam menikmati hidup (Parmanganon), dalam melihat alam sekitar (Pamerengon), penempatan diri sesuai dengan keberadaan dan kemampuan (Parhundulon), memelihara tata krama

Kalau bungkus mie kan lembut dan tipis jadi kalau mau dibuat tas atau dompet harus dikasih poring (lapisan) dulu, kalau bungkus kopi yang agak tebel mah ga usah

Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 (Pemberian pakan alami cacing Tubifex sp.), P2 (Pemberian pakan alami kutu air), dan P3 (Pemberian pakan alami Artemia sp).

tentang pentingya faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian perilaku seks berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kota Padang tahun 2012. 2)

Industri Rumah Tangga/Pengrajin harus mampu membuktikan bahwa bahan baku (baik bahan baku lokal atau impor) yang diterima berasal dari sumber yang sah,

� Untuk refund tiket dengan multi segment, maka segment yang akan diuangkan dapat diterima setelah segment lain diterbangkan.(jika beda kelas, maka masa berlaku tiket mengikuti