• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reference Tinjauan Yuridis Terhadap Perlindungan Nasabah Bank Setelah Adanya Otoritas Jasa Keuangan Dalam Perbankan (Studi Ojk Kantor Regional V Sumatera, Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Reference Tinjauan Yuridis Terhadap Perlindungan Nasabah Bank Setelah Adanya Otoritas Jasa Keuangan Dalam Perbankan (Studi Ojk Kantor Regional V Sumatera, Medan)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

84

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Abdurachman, A, 1993, Ensiklopedia Ekonomi Keuangan Perdagangan, Jakarta: Pradnya Paramita.

Anwar, Jusuf, 2008, Penegakan Hukum dan Pengawasan Pasar Modal Indonesia, Bandung: P.T Alumni.

Arrasjid, Chainur, 2000, Dasar-dasar Ilmu Hukum, Jakarta, Sinar Grafika.

Bako, Ronny Sautama Hotma, 1995, Hubungan Bank dan Nasabah terhadap Produk Tabungan dan Deposito, Bandung: Citra Aditya Bakti.

Black, Henry Campbell, 1983, Black’s Law Dictionary, Minnesota: West Publishing Co.

Djumahana, Muhamad, 2008, Asas-Asas Hukum Perbankan Indonesia, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Fuady, Munir, 2003, Hukum Perbankan Modern, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Hasibuan, Malayu S.P., 1993, manajemen Perbankan, Dasar dan Kunci Keberhasilan Perekonomian, Jakarta: Haji Masagung.

Hermansyah, 2005, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ibrahim, Johannes, 2004, Bank sebagai Lembaga Intermediasi dalam Hukum Positif, Bandung : CV. Utama.

Ismail, 2010, Manajemen Perbankan: Dari Teori Menuju Aplikasi, Jakarta: Kencana.

Kamello, Tan, 2003, Hukum Jaminan Fidusia Suatu Kebutuhan Yang Didambakan, Bandung: PT. Alumni. Bandung.

Muhammad, Abdulkadir, 1992, Perjanjian Baku Dalam Praktek Perusahaan Perdagangan, Bandung: Citra Aditya Bakti.

OJK, 2014, Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan. Retnoningsih, Ana, Suharso, 2005, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:

(2)

85

Santoso Lukman A, 2011, Hak dan Kewajiban Hukum Nasabah Bank, Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

Sitompul, Zulkarnain, 2002, Perlindungan Nasabah Bank: Suatu Gagasan Tentang Pendirian Lembaga Penjamin Simpanan Di Indonesia, Jakarta: Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.

Soekanto Soerjono dan Sri Mamudji, 2007, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudarsono, 2007, KamusEkonomi: Uang& Bank, Jakarta: PT. RinekaCipta. Sugiyono, 2009, Statistika Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta.

Sunggono Bambang, 2007, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Raja Grafido Persada.

Suparmono, Gatot, 2009, Perbankandan Masalah Kredit, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sutedi, Adrian, 2014, Aspek Hukum Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta: Raih Asa Sukses.

Suyatno, Thomas, dkk., 1996, kelembagaan Perbankan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Usman, Rachmadi, 2001, Aspek-Aspek Hukum Perbankan Di Indonesia, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

B. Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Undang-Undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 Jo Undang-Undang No.3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia.

(3)

86

C. Artikel, Makalah, Skripsi

Bisdan sigalingging, 2014, Analisis Hubungan Kelembagaan Antara Otoritas Jasa Keuangan Dengan Bank Indonesia, Tesis magister Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan.

Diana Saraswati Purnamasari, 2011, Analisa Perjanjian Baku Bank Panin Bandung Skripsi Sarjana Hukum Universitas Indonesia, Depok.

Lubis Abu Samman, 2014, Lahirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Pengatur dan Pengawas Sektor Jasa Keuangan di Indonesia, Edukasi Keuangan, Vol. 21.

Nova Asmirawati, 2012, Catatan Singkat Terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan, Jurnal Legisasi Indonesia Vol. 9 No.3.

Rio Fafen Ciptaswara, 2013, Outlook Pengawasan Perbankan Pasca Terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan, Buletin Hukum Perbankan dan Kebanksentralan Vol. 11, No. 1.

Tim Kerjasama Penelitian FEB – UGM (Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Gajah Mada) dan FE – UI (Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia), 2010, Alternatif Struktur OJK(OtoritasJasaKeuangan) yang Optimum: Kajian Akademik, 23 Agustus 2010.

Wiwin Rahyani, 2013, Independensi Otoritas Jasa Keuangan Dalam Perspektif Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan, Jurnal Legisasi Indonesia Vol. 9 No. 3.

Zulkarnain Sitompul, 2012, Konsepsi dan Transformasi Otoritas Jasa Keuangan, Jurnal Legisasi Indonesia Vol. 9 No.3.

--- 2004, Menyambut Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Majalah Pilars No. 02/Th.VII/12-18 Januari 2004.

D. Internet

Memahami Grey Area Otoritas Perbankan dan Otoritas Moneter, Leicester: 2010, diakses tanggal 4 Januari 2015.

(4)

87

Desember 2014

Referensi

Dokumen terkait

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga yang independen seperti yang telah dijelaskan pada Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun

Setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan di Indonesia yang sebelumnya

Bismar Nasution, Disampaikan pada sosialisasi Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan Era Baru Pengawasan Sektor Jasa Keuangan yang Terintegrasi,

Republik Indonesia, UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Republik Indonesia, Peraturan Presiden Nomor 12

Dikecualikan untuk hal tertentu yang diatur tegas dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasal 7 Undang-undang Otoritas Jasa Keuangan

Pengaturan mengenai keberadaan OJK diatur didalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan menurut Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 21

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga Negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan

Dengan kata lain, bahwa menurut Undang-Undang Perbankanhubungan antra bank dan nasabah penyimpan dana bukan sekedar hubungan kontraktual biasa antara debitur dan kreditur