• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wewenang Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) Sebagai Pengawas Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional Bpjs Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Wewenang Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) Sebagai Pengawas Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional Bpjs Kesehatan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku-buku

1.

Adrian Sutedi. Aspek Hukum Otoritas Jasa Keuangan(Jakarta:Raih Asa Sukses,

2.Asih Eka Putri, Paham JKN Jaminan Kesehatan Nasional (CV Komunitas

Pejaten Mediatama,2014).

3.Asih Eka Putri dan A.A Oka Mahendra, Himpunan Lengkap Peraturan

Perundang-Undangan Jaminan Kesehatan Di Indonesia, (Tangerang

Selatan:Martabat, 2014).

4.BPJS Kesehatan, Buku Panduan Layanan Bagi Peserta BPJS Kesehatan

(Jakarta,BPJS Kesehatan 2015).

5.Burhan Ashshofa, Metode Penelitian Hukum (Jakarta: Rineka Cipta, 2013).

6.Hadi Setia Tunggal, Tanya-Jawab SJSN & BPJS (Jakarta: Sinar Grafika,2010).

7.Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis(Jakarta :

PT.RajaGrafindo Persada, 2005).

8.Iswi Hariyani dam R.Serfianto. Buku Pintar Pasar Modal. (Jakarta : Visi Media,

2010).

9.Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Buku Pegangan Jaminan Kesehatan

(2)

10.Muliaman D Haddad, Buku Saku Otoritas Jasa Keuangan, (Jakarta,Otoritas

Jasa Keuangan,2015).

11.Mundiharno,Hasbullah Thabrany, Peta Jalan Menuju Jaminan Kesehatan

Nasional2012-2019 (Jakarta,Dewan Jaminan Sosial Nasional 2012)

12.Sulastomo, Sistem Jaminan Sosial Nasional Sebuah Introduksi (Jakarta,PT

RajaGrafindo Persada,2008).

13.Sulastomo, Sistem Jaminan Sosial Nasional, Mewujudkan Amanat Konstitusi.

(Jakarta: PT.Kompas Media Nusantara, 2011).

B. Peraturan Perundang-Undangan.

Republik Indonesia, Undang –Undang Dasar 1945 setelah perubahan.

Republik Indonesia, Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Republik Indonesia, Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem

Jaminan Sosial Nasional.

Republik Indonesia, Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial.

Republik Indonesia, UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan

Republik Indonesia, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013.

(3)

Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2014 tentang

Pungutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Republik Indonesia, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor:5/POJK.05/2013

tentang Pengawasan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Oleh Otoritas

Jasa Keuangan.

Republik Indonesia,Nota Kesepahaman Antara Otoritas Jasa Keuangan dan

Dewan Jaminan Sosial Nasional No:PRJ-17/D.01/2013,

No:377/DJSN/XII/2013 Tentang Koordinasi Pengawasan Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial.

B. Jurnal dan Artikel

Agus Darmawan. 2014. ‘’Perfektif Law As An Allocative System Undang-Undang

OJK)’’ Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, Volume 8, no 3 Juli-September

2014,

Bismar Nasution, ‘’Struktur Regulasi Independen Otoritas Jasa Keuangan’’ ,

Seminar tentang Eksistensi dan Tantanagn OJK Dalam Menata Industri

Jasa Keuangan Untuk Pembangunan Ekonomi’’

BPJS Kesehatan, Pedoman Administrasi BPJS Kesehatan, Edisi Desember 2013.

Hasbullah Thabrany. 2014 .’’OJK Dan BPJS, Perlu Pengawasan Eksternal’’

(4)

M. Febriansyah Putra dkk, 2015. ‘’Pertanggungjawaban BPJS Ketenagakerjaan

Terhadap Penyelenggaran Jaminan Sosial Bagi Peserta Eks Jamsostek’’

USU Law Journal, Vol.3.No.3 (November 2015).

Naskah Akademik SJSN.

Tim Penyusun Rancangan Undang-Undang tentang Otoritas Jasa

Keuangan&Persiapan Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan, Naskah

Akademik Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta Februari 2002.

Zainal Arifin Mochtar dan Iwan Satriawan, Jurnal Konstitusi, Volume 6, Nomor

3,September 2012.

Zulkarnain Sitompul, “Fungsi dan Tugas Otoritas Jasa Keuangan dalam Menjaga

Stabilitas Sistem Keuangan” (Medan: Makalah disampaikan pada Seminar

tentang KeberadaanOtoritas Jasa Keuangan untuk mewujudkan

perkonomian nasional yang berkelanjutan dan stabil,25 November 2014).

C. Skripsi, Tesis dan Disertasi

Afika Yumya Syahmi, Pengaruh Pembentukan Pengawasan Lembaga

PerbankanSuatu Kajian Terhadap Undang-Undang Otoritas Jasa

Keuangan, Skripsi Sarjana, (Depok:Fakultas Hukum Universitas

(5)

D. Website

http://www.jamsosindonesia.com/teropong/subdetail/bpjs-kesehatan_397/definisi-bpjs-kesehatan-_24, (Diakses tanggal 28 Februari 2016).

http://kamusbahasaindonesia.org/wewenang/mirip, (Diakses tanggal 28 Februari

2016).

http://www.depkes.go.id/article/view/13060100016/sosialisasi-jaminan

kesehatan-nasional.html, (Diakses tanggal 29 Februari 2016).

tanggal 9 maret 2016).

tanggal 12 maret 2016).

tanggal 14 Maret 2016).

tanggal 14 Maret 2016).

(Diakses

(6)

Maret 2016).

(Diakses pada 19 maret 2016).

maret 2016).

maret 2016).

,

(7)

,

(Diakses pada tanggal 29 Maret 2016).

maret 2016).

Maret 2016).

(Diakses pada tanggal 30 Maret 2016).

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan dalam Jaminan Kesehatan Nasional.. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013

Dikecualikan untuk hal tertentu yang diatur tegas dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasal 7 Undang-undang Otoritas Jasa Keuangan

― Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan : Kajian Terhadap Independensi dan Pengintegrasian Pengawasan Lembaga Keuangan ‖ (Medan : disampaikan pada

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga Negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan

Akibat hukum terhadap Bank Indonesia atas peralihan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 21

Kemenkes (2015) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang

Nova Asmirawati, 2012, Catatan Singkat Terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan, Jurnal Legisasi Indonesia Vol. Rio

Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang