SISTEM PROGRAM KARTU INDONESIA PINTAR
Tujuan Sistem
Program ini sendiri ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah, sehingga nantinya membuat anak-anak tidak lagi terpikir untuk berhenti sekolah. Selain menghindari anak pustus sekolah, program KIP ini juga dibuat untuk bisa menarik kembali siswa yang telah putus sekolah agar kembali bersekolah. Bukan hanya tentang biaya administrasi sekolah, program ini juga bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Lebih luas lagi, program dalam KIP ini juga sangat mendukung untuk mewujudkan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal/Wajib Belajar 12 Tahun.
PIP merupakan program dan kerja sama tiga kementerian yaitu Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos),
dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka mengurangi hambatan
ekonomi siswa untuk mewujudkan program wajib belajar 12 tahun melalui
pemberian Kartu Indonesia Pintar.
Elemen Sistem Siswa
Sekolah Dapodik
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian
Kementerian Agama
Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kartu Indonesia Pintar
Bank Penyalur Dana
Tugas Pokok dan Fungsi
Sekolah : sekolah atau lembaga pendidikan akan mencatat informasi peserta didik ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan), lalu Pihak sekolah atau lembaga pendidikan lainnya akan memberikan informasi kepada peserta didik atau orangtua mengenai lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan.
Dapodik : Mengajukan data ke Kemendikbud, Kementerian Agama atau Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Sosial.
Kemendikbud Kemenag Kementrans Kemensos: Melakukan verifikasi sesuai dengan server Dapodik di pusat. Setelah diverifikasi atau disetujui, Kemendikbud, Kemenag dan Kemnakertrans, dan Kemensos akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Manfaat PIP
Kemendikbud : Mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar penerima manfaat PIP ke sekolah atau lembaga pendidikan lainnya dan mengirimkan daftar penerima tersebut ke bank penyalur yang ditunjuk. Kartu Indonesia Pintar : Digunakan untuk mencairkan dana di Bank
Bank Penyalur : Menyalurkan dana PIP kepada siswa penerima program bantuan
Hubungan Antar Elemen (idontknow)
Pranata Sistem Tertulis :
Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014
Permendikbud Nomor 19 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Pintar
Peraturan Bersama Dirjen. Dikdasmen dan Dirjen PAUD dan Dikmas Lampiran Perdirjen PIP 2016 Surat Edaran Dirjen. Dikdasmen Pendataan KIP Pada Aplikasi Dapodik
Surat Edaran Dirjen. Dikdasmen 19/D/SE/2016 tentang Percepatan Penyaluaran KIP dan Penerimaan Dana KIP Tahun Pelajaran 2016/2017
Surat Menteri Dalam Negeri tentang KIP Untuk mendapatkan Layanan Pendidikan Formal dan Non Formal
Penerima program KIP ini sendiri diprioritaskan pada :
Penerima BSM dari Pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014
Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima manfaat BSM
Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga peserta PKH
Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial
Siswa/santri (6-21 tahun) dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Mandrasah) Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/bencana alam melalui jalur FUS/FUM;
Anak usia sekolah yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah dapat direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015.
Tak Tertulis : Ujar Jokowi RI-1 di "...."