• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA 1. Botani Tanaman - Seleksi Genotipe Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Dari Hasil Persilangan Tahun 2001-2003 Sebagai Penghasil Lateks dan Kayu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "II. TINJAUAN PUSTAKA 1. Botani Tanaman - Seleksi Genotipe Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Dari Hasil Persilangan Tahun 2001-2003 Sebagai Penghasil Lateks dan Kayu"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.Tahapan Kegiatan Pemuliaan Karet Dalam Satu Siklus Seleksi
Tabel 1 . Tetua Persilangan Program Pemuliaan Karet 1985-2005

Referensi

Dokumen terkait

- Mendapatkan lokus DNA yang berasosiasi dengan karakter hasil lateks yang mempunyai potensi efek genetik terbesar dan yang akan digunakan sebagai penanda dalam seleksi

Pemberian stimulan pada keenam klon tanaman karet menurunkan KKK pada semua klon dengan tingkat penurunan nilai yang berbeda (Gambar 2).. Secara umum klon IRR 406 memiliki

Oleh karena itu pada tanaman karet rakyat klon lokal diduga pemberian stimulan etefon belum mampu meningkatkan influks sukrosa untuk sintesis poliisoprena,

Seleksi genotipe dilakukan berdasarkan parameter potensi produksi (lateks dan kayu), pertumbuhan tanaman (lilit batang, ketebalan kulit), anatomi kulit (jumlah dan

Sampai saat ini perkebunan karet di Indonesia, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar, masih kurang mempertimbangkan jenis klon maupun variasi musim &lam

Dilihat dari produksi dan KKK yang tetap tinggi menandakan bahwa kandungan karet (poliisoprena) dalam klon ini sangat tinggi sehingga penurunannya tidak dipengaruhi oleh

Oleh karena itu pada tanaman karet rakyat klon lokal diduga pemberian stimulan etefon belum mampu meningkatkan influks sukrosa untuk sintesis poliisoprena,

Seleksi genotipe dilakukan berdasarkan parameter potensi produksi (lateks dan kayu), pertumbuhan tanaman (lilit batang, ketebalan kulit), anatomi kulit (jumlah dan