“KEADILAN DALAM PENERAPAN HUKUM TERHADAP
PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA”
ESAI MAHASISWA
LOGO
Oleh :
La Ade
15.1.1.022
Wahyu R. Ismail
15.1.1.023
Jurusan Ahwalush Syakhsiyyah
Fakultas Syariah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado
Manusia hidup dan diatur dengan hukum yang mengikat dirinya, dimana setiap pola perilaku telah ada aturan yang menentukan boleh atau tidaknya hal tersebut dilakukan. Penerapan hukum tentunya harus adil dalam setiap hal yang dilakukan, tidak memihak pada sebagian kalangan dan harus seimbang terhadap seluruh masyarakat terkhususnya di Indonesia yang merupakan Negara hukum yang menjunjung tinggi asas keadilan. Namun kenyataannya, melihat situasi Indonesia dimasa kini sungguh jauh dari apa yang dicita-citakan dalam penerapan hukum yang justru menghilangkan asas keadilan didalam penerapan hukumnya dan cenderung memihak terhadap sebagian golongan tertentu terkhususnya dalam kasus korupsi.
Masyarakat sebagai subjek hukum yang mengemban kewajiban, tentunya membutuhkan kesetaraan hak dalam penerapan hukum sehingga tidak ada perbedaan terhadap golongan tertentu agar terciptanya kesejahteraan dan keadilan dimasyarakat. Tantangannya adalah keadilan merupakan hal yang dianggap relatif terhadap setiap orang dan sering punya standar ganda dalam penerapan hukum. Oleh sebab itu, hakikat dari keadilan didalam hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia harus diperjelas oleh penegak hukum dalam implementasinya terhadap kasus-kasus yang terjadi dimasyarakat Indonesia terkhususnya korupsi sehingga masyarakat bisa mendapatkan kepastian hukum yang jelas.
Di seluruh dunia dalam kehidupan bernegara tentunya punya hukum tersendiri yang mengaturnya untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera yang membawa keadilan bagi setiap orang. Indonesia merupakan Negara hukum, hal itu didasarkan pada Undang-undang Dasar 1945 BAB I tentang Bentuk dan Kedaulatan Pasal 1 ayat (3) “Negara Indonesia adalah negara hukum” (UUD 1945) sehingga segala sesuatu dalam persoalan kehidupan bernegara diatur oleh hukum.
dipermainkan dan asas keadilan seakan-akan hilang didalamnya. Keadilan yang diharapkan oleh Negara Indonesia telah tertuang dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 1 yang berbunyi : “Segala warga negara sama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya” (UUD 1945) ini menjadi tidak sesuai dengan implementasinya terutama pada kasus korupsi dan tindak pidana lainnya.
Korupsi jika dikaji dari bahasa latin yaitu corruptio yang mempunyai arti suatu perbuatan busuk, buruk, bejat, tidak jujur, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, dan kata-kata atau ucapan yang menghina atau memitnah (Indriana, 2013) Korupsi adalah penyelewengan atau penyalah gunaan uang Negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain (KBBI online). Dalam teori Ramirez Tirez menyatakan bahwa korupsi adalah kejahatan kalkulasi atau perhitungan (crime of calculation) bukan hanya sekedar keinginan (passion). Seseorang akan melakukan korupsi jika hasil yang didapat dari korupsi lebih tinggi dan lebih besar dari hukuman yang didapat serta kemungkinan tertangkapnya relatif kecil (Waluyo, 2014)
Dari penjabaran pengertian tadi, korupsi dinilai perbuatan yang keji yang menimbulkan kerugian terhadap Negara. Ketika melihat kasus korupsi ini, banyak contoh kasus dari ketidak adilan perbandingan hukum, dilihat dari beberapa kasus yang banyak terjadi di Indonesia yang tentunya tak bisa disebutkan satu persatu namun penulis mencoba memaparkan beberapa kasus sebagai perbandingan yang nyata terjadi.
saat beraksi mengambil telepon genggam milik Buyung Enek (51) di dalam Bus Mayasari Bakti P14 jurusan Tanah Abang-Tanjung Priok di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat. Pelaku bernama Galang Andrian (31) kini telah ditangkap aparat kepolisian (metro.sindonews.com, 2017).
Hal ini berbanding terbalik dengan kasus dua kepala desa di Bintan masih bisa tersenyum meski telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana desa. Hal itu terlihat sebelum keduanya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. Kepala Desa Malang Rapat Yusron Munir langsung menyapa wartawan usai keluar dari ruang penyidik (Tribunnews.com, 2017).
Dari kasus keduanya, si pencuri hanya mengambil dompet seseorang yang kerugiannya kecil yang berdampak hanya pada korban saja dan jumlanya terbatas, sementara si koruptor mengenakan seragam rapih lebih banyak mengambil uang negara yang kerugiannya jauh lebih besar, mereka juga tidak merasakan tindak kekerasan setelah diketahui korupsi namun, titik tekannya adalah perlakuan hukum yang berbeda antara keduanya dimana pelaku korupsi dikhususkan dan juga dilaporkan langsung ditangakap, mengikuti sidang dan dijatuhi hukuman penjara 1 tahun dimana penjara tempat dihukum seperti penjara biasanya dengan ukuran kecil yang sempit dan dengan akses terbatas seperti halnya banyak kasus pencurian pada umunya.
juga tidak hadir dengan beralasan sakit (tirto.id, 2017) tetapi ketika dinyatakan bebas dari tuduhan dia telah dikabarkan sehat dan kembali bertugas (radartegal.com, 2017) padahal sakitnya dikabarkan sangat parah. Selain itu berbeda dengan kasus Gayus Tambunan terpidana korupsi yang punya akses ke Bali menonton pertandingan tenis dan ke Singapura (infoindonesiakita.com, 2011).
Ketiga keadilan ditinjau dari dampak dan konsekuesi yang harus didapatkan. Dalam kasus penipuan atau pemerasan yang dampaknya tidak terlalu besar berbeda dengan korupsi yang dampaknya lebih luas tetapi dalam hal hukuman dari kasus penipuan dan pemerasan dihukum dengan penjara yang telah kita ketahui ukurannya sempit dihuni beberapa orang, sementara kasus korupsi berbeda dianggap lebih diistimewakan sebagai kasta tertinggi (Rmol.co, 2016).
Selain itu kasus terosisme yang dapat mematikan banyak orang dan kerusakan akibat ledakan, dibandingkan dengan kasus korupsi meski tidak mematikan secara langsung tetapi memiliki dampak yang berkesinambungan, menyebabkan kerugian terhadap Negara yang semestinya bisa mensejahterakan rakyat tapi malah menjepit rakyat secara perlahan yang akibatnya banyak orang yang meninggal karena kemiskinan dan kelaparan yang juga mengarah pada meningkatnya angka orang meninggal dan meningkatnya angka kriminalitas akibat kesulitan ekonomi.
Dari kasus ini diketahui dampaknya sama-sama besar tetapi dalam kasus korupsi tidak sampai pada hukuman mati berbeda dengan teroris, sehingga dalam pemberian hukumnya dinilai tidak mampu memberi efek jera bagi para pelaku-pelakunya dan cenderung bisa memotivasi orang lain untuk berbuat hal yang serupa dengan sebab pelakunya bisa kaya dengan cepat, sulit ditangkap, dan jika masuk penjara tidak terlalu berat karena penjaranya difasilitasi dengan mewah.
tertinggi di Indonesia yaitu Aqil Mochtar dimana Mantan Ketua MK, Akil Mochtar divonis hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin 30 Juni malam (bbc.com, 2014). Pihak jaksa, dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya, dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu, 2 Agustus 2017 (nasional.kompas.com, 2017). Dari pihak polisi, dimana KPK menahan tersangka kasus korupsi Irjen Djoko Susilo (bbc.com, 2017).
Dari kasus diatas maka pantaslah wajah keadilan itu sangat buruk di Indonesia, dan untuk membenah keadilan di Indonesia tentunya butuh jalan keluar berupa solusi untuk mengatasi hal tersebut yang efektif untuk diterapkan dalam meperbaiki wujud keadilan hukum di masyarakat. Solusi perwujudan tersebut ada beberapa jalan yang bisa ditempuh.
Dari aspek dalam melalui tatanan hukum itu sendiri, pertama Undang-Undang tentang pemberian sanksi hukuman harus ada ketegasan dimana hukuman yang diterapkan sesuai dengan tindakan yang mampu memberi efek jera terhadap pelaku sehingga perilaku itu tidak berbuat lagi, perbuatan itu tidak diikuti lagi dan jika perlu dihukum mati sebagai sikap tegas pemberantasan korupsi sebab di Indonesia kasus korupsi masih tinggi. Kedua aspek penegak hukum perlu adanya penguatan kembali komitmen dan integritas dari para penegak hukum sehingga setiap keputusan yang ditetapkan sesuai dan seadil-adilnya, serta diberi tunjangan gaji yang layak sehingga mereka merasa cukup dan tidak melakukan korupsi
dampak buruk yang ditimbulkan sehingga kedepannya Negara bisa maju dengan pendidikan dan karakter yang terbina yang terbebas dari korupsi serta kejahatan lainnya karena keadilan ditegakkan setinggi-tingginya.
Keadilan berhak didapatkan setiap orang tanpa adanya perbedaan golongan sebab kita hidup di Negara yang berlandaskan hukum sesuai amanat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). Solusi untuk mewujudkan keadilan bisa ditempuh dangan beberapa tahap yaitu dari aspek dari dalam yaitu tatanan hukum itu sendiri yaitu Undang-Undang terntang pemberian sanksi hukuman yang mampu memberi efek jera terhadap pelaku, dan aspek penegak hukum yang perlu adanya penguatan komitmen dan integritas dari para penegak hukum sedangkan dari aspek luar, pertama yaitu bidang pengajaran dan pengamalan keagamaan,serta bidang pendidikan dan karakter,
Hal itu dibutuhkan karena kenyataan yang telah terjadi di masyarakat yaitu adanya ketidak sesuaian keadilan yang ditinjau dari perlakuan dan kesadaran . Kedua keadilan ditinjau dari segi latar belakang, akses dan perlindungan terhadap pelakunya. Ketiga keadilan ditinjau dari dampak dan konsekuensi yang harus didapatkan. Terakhir, keadilan ditinjau dari pelaksana perwujudan keadilan yang perlu dibenahi.
Korupsi merupakan perbuatan keji, busuk, tidak jujur yang berupa penyalah gunaan uang Negara dengan dampak kerugiann yang sangat besar, dari hasil korupsi seseorang mendapatkan hasil keuntungan yang besar dengan rasio mendapat hukuman lebih ringan dibanding perbuatan dan kemungkinan tertangkap lebih kecil..
Daftar Pustaka
BBC. 2012. KPK menahan tersangka kasus korupsi Irjen Djoko Susilo. Diakses dari: http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2012/12/121203_kpkdjokosu silo unduh pada 27-10-2017
BBC. 2014. Akil Mochtar Divonis Hukuman Seumur Hidup. Diakses dari: http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/06/140630_vonis_akil_
muchtar diunduh pada 29-10-2017
DetikNews. 2016. Ini 4 Copet yang Dibekuk Petugas Commuter Line Dalam Sehari. Ada Juga yang Perempuan. Diakses dari:
https://news.detik.com/berita/3270843/ini-4-copet-yang-dibekuk-petugas-commuter-line-dalam-sehari-ada-juga-yang-perempuan diunduh pada
26-10-2017
Indriana, Hanifah. 2013. Postur Korupsi di Indonesia. Diakses dari:
http://jurnalilmiahtp2013.blogspot.co.id/2013/12/postur-korupsi-di-Indonesia.html
Info Indonesia. 2011. Gayus Tambunan Harusnya Dipenjara. Tapi Bisa Ke Bali Dan Ke Singapura. Diakses dari:
https://infoindonesiakita.com/2011/01/05/gayus-tambunan-harusnya-dipenjara-tapi-bisa-ke-bali-dan-ke-singapura/ diunduh
pada 29-10-2017
KBBI. Diakses dari https://kbbi.web.id/ diunduh pada 27-10-2017
Kompas. 2017. ICW Kemukakan 6 Kejanggalan Putusan Hakim Praperadilan Setya
Novanto. Diakses dari:
Kompas. 2017. Penangkapan Jaksa pada Pusaran Kasus Korupsi yang ditangani
KPK. Diakses dari:
http://nasional.kompas.com/read/2017/08/03/08492451/penangkapan-jaksa-pada-pusaran-kasus-korupsi-yang-ditangani-kpk diuduh pada 27-10-2017
Liputan 6. 2015. Nenek asyani terdakwa pencuri kayu divonis 1 tahun penjara
Diakses dari:
http://news.liputan6.com/read/2219231/nenek-asyani-terdakwa-pencuri-kayu-divonis-1-tahun-penjara diunduh pada 29-10-2017
Radartgal. 2017. Tak Tersangka Lagi. Setnov Sembuh Diakses dari:
https://radartegal.com/berita-nasional/tak-tersangka-lagi-setnov-sembuh.18273.html diunduh pada 29-10-2017
Rmol.co. 2016. Di Penjara. Napi Koruptor Dudukikasta Tertinggi. Diakses dari:
http://www.rmol.co/read/2016/04/02/241739/Di-Penjara.-Napi-Koruptor-Duduki-Kasta-Tertinggi- diunduh pada 29-10-2017
SindoNews. 2017. Beraksi di dalam Bus. Galang babak belur Dihajar massa.
https://metro.sindonews.com/read/1244810/170/beraksi-di-dalam-bus-galang-babak-belur-dihajar-massa-1506943567 Diakses dari: diunduh pada
26-10-2017
Tirto. 2017. Kasus Korupsi e-KTP Setnov Tak Hadiri Sidang Praperadilan Besok Karena Sakit. Diakses dari:
https://tirto.id/setnov-tak-hadiri-sidang-praperadilan-besok-karena-sakit-cwlD diunduh pada 29-10-2017
Tribunnews. 2017. Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa. Dua Kades Ini Masih Bisa
Tersenyum. Diakses dari:
UUD 1945. Diakses dari: http://jdih.pom.go.id/uud1945.pdf diunduh pada 30-10-2017
Waluyo, Bambang. 2014. Optimalisasi pemberantasan korupsi di Indonesia. Diakses dari: http://library.upnvj.ac.id/pdf/artikel/Artikel_jurnal_FH/Jurnal