KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI”.
Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Kata Pengantar ... ii
Daftar Isi ... iii
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan ... 1
BAB II. PEMBAHASAN A. Pengertian Akuntansi ... 1
B. Bidang Spesialisasi Akuntansi ... 3
C. Mencatat Transaksi dalam Persamaan Dasar Akuntansi ... 4
D. Pengertian dan Penggunaan Persamaan Dasar Akuntansi ... 9
E. Pengertian Harta, Hutang dan Modal ... 10
F. Bentuk-Bentuk Persamaan Dasar Akuntansi ... 14
G. Menyusun Laporan Keuangan ... 24
BAB III. PENUTUP A. Kesimpulan ... 30
B. Saran ... 31
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran, dan komunikasi dari informasi-informasi ekonomi untuk menghasilkan pertimbangan dan keputusan-keputusan dari pemakai informasi tersebut.
Dari pengertian akuntansi tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan akuntansi meliputi:
a) Pencatatan (recording) b) Penggolongan (classifiying) c) Peringkasan (summarizing) d) Pelaporan (reporting)
B. Rumusan Masalah
a) Apa yang dimaksud Akuntansi dan apa saja yang termasuk dalam bisang spesialisasi akuntansi
b) Apa yang dimaksud dengan Persamaan Dasar Akuntansi
c) Apa saja komponen-komponen dalam Persamaan Dasar Akuntansi
d) Bagaimana mencatat transaksi dan melaksanakan Laporan keuangan dalam persamaan dasar akuntansi
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Akuntansi
Dewasa ini akuntansi sudah digunakan demikian luas sehingga hampir seluruh aspek kehidupan tidak ada yang terlepas dari kegiatan akuntansi selama aspek tersebut berkaitan dengan uang. Oleh karena sudah demikian meluas penggunaannya dalam kehidupan mamusia, kondisi tersebut meninbulkan bermacam-macam pengertian akuntansi yang telah disesuaikan dengan kondisi pihak yang memberikan pengertian tersebut, misalnya :
1) Akuntansi adalah bahasa dunia usaha (Accounting is the language of business). Dalam hal ini akuntansi dianggap sebagai alat komunikasi karena akuntansi dapat mengkomunikasikan informasi keuangan pada suatu unit usaha kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
2) Akuntansi adalah alat bagi manajemen (Accounting is tools of management), maksudnya adalah akuntansi merupakan alat bagi pengelola unit usaha untuk mengumpulkan informasi keuangan sebagai bahan menyusun perencanaan, evalusasi dan pengawasan.
Seiring dengan perkembangan tehnologi dewasa ini, maka akuntansi dapat pula diartikan sebagai “tehnologi pengolahan data keuangan” baik secara manual maupun terkomputerisasi untuk menghasilkan informasi keuangan dalam bentuk laporan-laporan yan disesuaikan dengan kepentingan pihak yang membutuhkan.
Di samping pengertian-pengertian tersebut, seorang pakar akuntansi Indonesia Drs. Mulyadi, M.Sc., Ak, dalam buku Akuntansi Manajemen edisi 2 Bab1 halaman 1 memberikan pengertian akuntansi : “Akuntansi dapat dipandang sebagai suatu sistem yang mengolah masukan berupa data operasi dan data keuangan untuk menghasilkan keluaran berupa informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh pemakai”.
Dari pengertian-pengertian di atas, maka akuntansi dapat diartikan sebagai rangkaian proses yang meliputi kegiatan – kegiatan pengidentifikasian, pencatatan, pengelompokan, peringkasan, pelaporan, penganalisaan, dan penafsiran tentang informasi keuangan yang terjadi pada suatu unit usaha sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
B. Bidang Spesialisasi Akuntansi
Mengingat penggunaan akuntansi sudah demikan luas dalam kehidupan dan pengelolaan usaha kondisi ini juga mengakibatkan munculnya berbagai macam spesialisasi di bidang akuntansi. Berdasarkan tujuannya, spesialisasi di bidang akuntansi dapat dibedakan menjadi :
1) Akuntansi Keuangan (Finacial Accounting) adalah akuntansi yang tujuan utamanya mengolah data keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan terutama untuk kepentingan pihak-pihak di luar perusahaan;
2) Akuntansi Biaya (Cost Accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamamnya adalah mengolah informasi biaya untuk menghasilkan laporan harga pokok dan informasi biaya opresional maupun biaya non operasional sebagai dasar untuk menetapkan harga jual, menetapkan nilai persediaan, pengawasan dan pengendalian biaya terutama untuk kepentingan pihak intern peusahaan;
3) Akuntansi Manajemen (Management Accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuannya menyediakan dan mengolah informasi keuangan untuk kebutuhan manajemen perusahaan sebagai dasar untuk menyusun perencanaan, pengawasan, dan kebijakan lainnya yang segera harus diambil dalam operasional unit usaha/perusahaan;
5) Akuntansi Perpajakan (tax accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyiapkan laporan keuangan untuk keperluan fiscal/perpajakan dan pengisian SPT.
6) Akuntansi Anggaran (budgeting) adalah bidang akuntansi yang tujuan untamanya menyusun rencana kerja untu masa akan datang yang dilengkapi dengan rincian taksiran biaya operasional dengan titik tolak data akuntansi masa lalu.
7) Akuntansi Pemerintahan (gavernment accounting) adalah bidang akuntansi yang dilaksanakan untuk mengelola anggaran pendapatan dan belanja negara yakni aplikasi konsep-konsep dan standard-standar akuntansi umum sektor privat pada sektor publik.
8) Sistem Akuntansi (accounting system) adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk penetapan prosedur dan pengendalian data akuntansi seihinga proses akuntansi dapat berjalan lancar, cepat, tepat, efektif dan efisien.
C. Mencatat Transaksi Dalam Persamaan Dasar Akuntansi
Transaksi atau transaksi keuangan adalah suatu peristiwa ekonomi atau kejadian yang dapat dinilai dengan uang yang mengakibatkan perubahan terhadap posisi harta, hutang dan modal suatu unit usaha/perusahaan. Dengan demikian setiap unit usaha/perusahaan yang akan melaksanakan transaksi keuangan, maka posisi/susunan keuangannya (harta, hutang dan modalnya) akan berubahan akibat pengaruh transaksi tersebut. Pengaruh suatu transaksi terhadap harta, hutang dan modal dapat dirumuskan sebagai berikut :
Harta (+), Harta (-);
Harta (+), Hutang (+)
Harta (+), Modal (+)
Harta (-), Hutang (-)
Harta (-), Modal (-)
Harta (-), Hutang (-),Modal (+)
Harta (+), Harta (-), Modal (-)
Unsur-unsur Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah laporan pertanggung jawaban pihak pengelola/manajemen unit usaha kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan terdiri dari :
a) Neraca;
b) Laporan Laba Rugi
c) Laporan Perubahan Ekuitas/Laporan Perubahan Laba Ditahan d) Laporan Arus Kas
e) Catatan atas Laporan Keuangan/Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan.
Dalam uraian materi ini pembahasan dibatasi hanya pada bagian terpenting dari Laporan Keuangan yaitu : Naraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Ekuitas.
1. Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah unsur dari laporan keuangan yang memuat/melaporkan mengenai posisi harta, hutang dan ekuitas/modal unit usaha pada tanggal tertentu.
Neraca disusun dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Judul laporan, lazimnya ditempatkan pada posisi tengah terdiri dari : Nama Unit Usaha/Perusahaan;
Nama Laporan/Neraca Tangal Necara
b) Isi laporan meliputi :
1) Harta/Aktiva adalah kekayaan yang dimiliki oleh suatu unit usaha/perusahaan baik berwujud maupun tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang. Aktivabiasanya disajikan disebelah kiri/debet neraca jika neraca berbentuk T account, atau disajikan pada posisi paling atas (urutan awal) pada neraca berbentuk laporan. Penyajian aktiva di neraca diklasifikasi sebagai berikut :
Aktiva lancar disusun berdasarkan urutan likwiditasnya, mulai dari yang paling lancar sampai ke yang kurang lancar;
Aktiva Tetap disusun berdasarkan jangka waktu/umur pemakaiannya, mulai dari umur pemakaian aktiva tetap yang paling lama sampai ke aktiva tetap yang umurnya kurang lama
Aktiva Tidak Berwujud
Aktiva Lain-lain.
2) Hutang/Kewajiban adalah kewajiban unit usaha/perusahaan untuk membayar/ menyerahkan sejumlah harta di masa yang akan datang kepada pihak lain karena suatu kesepakatan. Dalam pengertian akuntansi hutang/kewajiban dapat juga diartikan sebagai nilai kekayaan perusahaan yang berasal dari bukan pemiliknya (krediturnya), atau nilai kekayaan kreditur yang diinvestasikan di dalam suatu unit usaha. Hutang/kewajiban biasanya disajikan disebelas kanan/kredit neraca jika neraca berbentuk T account atau disajikan pada urutan kedua (setelah aktiva) jika neraca berbentuk laporan. Penyajian hutang/kewajiban di neraca diklasifikasi sebagai berikut :
Hutang lancar/hutang jangka pendek disusun berdasarkan jatuh tempo pelunasannya mulai dari hutang yang harus segera dilunasi ke hutang yang kurang segera harus dilunasi.
Hutang Jangka panjang.
Hutang lain-lain.
4) Akun-akun tandingan (contra Account) disajikan sebagai pengurang dari saldo akun induknya, seperti : akumulasi penyusutan sebagai pengurang jumlah aktiva tetap.
c) Penutup laporan.
Sebagai penutup laporan Neraca harus ditandatangani oleh pihak manajemen perusahaan, dan akuntantan publik apabila laporan keuangan tersebut telah diaudit oleh akuntan publik.
2. Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Statement)
Laporan Laba Rugi adalah bagian dari laporan keuangan yang melaporkan tentang jumlah pendapatan dan jumlah beban serta saldo laba atau rugi yang dialami oleh unit usaha/perusahaan selama suatu periode. Laporan Laba Rugi disusun sebagai berikut :
a) Judul Laporan terdiri dari :
Nama Unit Usaha/Perusahaan;
Nama Laporan/Laporan Laba Rugi;
Periode Laporan. b) Isi laporan meliputi :
Pendapatan meliputi penghasilan yang diperoleh melalui kegiatan
usaha maupun penghasilan yang diperoleh dari luar usaha selama suatu periode;
Beban meliputi seluruh biaya usaha terdiri dari : Harga Pokok
Produksi; Harga Pokok Penjualan; Biaya Pemasaran/Penjualan; Biaya Umum dan Administrasi, dan biaya-biaya di luar usahal selama suatu periode;
Saldo Laba atau Saldo Rugi yakni selisih antara pendapatan dan
beban selama suatu periode. Terjadi saldo Laba jika jumlah Pendapatan > jumlah Beban, dan saldo Rugi akan terjadi jika jumlah Pendapatan < jumlah Beban.
tehnis pengelompokan dan pelaporan terhadap pendapatan dan beban untuk menghasilkan Laba atau Rugi Bersih.
Pada single step pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha digabungkan, kemudian dikurangi dengan hasil penggabungan beban usaha dan beban di luar usaha untuk menghasilkan laba atau rugi bersih. Sedangan pada multiple step jumlah pendapatan usaha dikurangi jumlah beban usaha untuk menghasilkan laba atau rugi usahal, lalu ditambah atau dikurangi dengan laba atau rugi di luar usaha untuk memperoleh laba atau rugi bersih. Laba atau Rugi Di Luar Usaha adalah selisih antara pendapatan di luar usaha dengan beban di luar usaha.
c) Penutup Laporan
Seperti halnya Neraca, Laporan Laba Rugi juga ditandatangani oleh pihak manajemen dan akuntan publik jika laporan keuangan telah diaudit oleh akuntanpublik.
3. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang melapaorkan perubahan modal/ekuitas unit usaha/perusahaan selama suatu periode sebagai akibat adanya laba atau rugi, serta penambahan atau pengurangan investasi oleh pemiliknya selama periode tertentu. Laporan Perubahan Modal disusun sebagai berikut :
a) Judul Laporan terdiri dari :
Nama Unit Usaha/Perusahaan;
Nama Laporan/Laporan Perubahan Modal;
Periode Laporan. b) Isi laporan meliputi :
Modal awal periode yaitu modal usaha ketika perusahaan tersebut baru didirikan, atau modal pada awal periode kalau perusahaan tersebut suadk beroperasi lebih dari 1 periode;
sebagai penambah modal sedangkan saldo rugi sebagai pengurang modal;
Penambahan dan atau pengurangan investasi oleh pemilik selama periode yaitu sebagai penambah modal jika terdapat tambahan investasi dan mengurangi modal jika terdapat penarikan/pengambilan investasi oleh pemilik untuk mentukan saldo modal akhir periode. c) Penutup Laporan
Seperti halnya Neraca dan Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal juga ditandatangani oleh pihak manajemen dan akuntan publik jika laporan keuangan telah diaudit oleh akuntanpublik.
D. Pengertian dan Penggunaan Persamaan Dasar Akuntansi.
Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan untuk menggambarkan seluruh nilai harta/aktiva yang dimiliki oleh suatu unit usaha dan asal usul/sumber harta tersebut. Pada tahap ini persamaannya dinyatakan sebagai berikut :
Harta Unit Usaha = Asal Usulnya/Sumbernya
Asal usul atau sumber harta/aktiva suatu unit usaha adalah dari bukan pemilik (kreditur) dan dari pemilik (Investor). sehingga persamaan yang semula Harta Unit Usaha = Asal Usulnya/Sumbernya, menjadi :
Harta Unit Usaha = Berasal dari Bukan Pemilik + Berasal dari Pemilik. Selanjutnya harta perusahaan yang berasal dari “bukan pemilik/kreditur” disebut “Hutang”, sedangkan harta perusahaan yang berasal dari “pemilik/investor” disebut “Modal/Ekuitas”, sehingga akhirnya persamaan menjadi :
Harta = Hutang + Modal
E. Pengertian Harta, Hutang dan Modal 1) Harta/Aktiva/Asset
Harta/Aktiva adalah kekayaan yang dimiliki oleh unit usaha/perusahaan baik berwujud maupun tidak berwujud yang dapat dinilai dengan satuan uang. Aktiva biasanya dikelompokkan menjadi Aktiva Lancar dan Aktiva Tidak Lancar.
1. Aktiva Lancar (current asset) adalah aktiva-aktiva yang dalam kondisi normal diharapkan dapat diuangkan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama/jangka pendek (tidak lebih dari 1 tahun). Kelompok aktiva ini adalah :
a) Kas/Uang Tunai (cash) termasuk uang perusahaan yang disimpan di Bank yang siap digunakan untuk mendukung operasional perusahaan;
b) Surat Berharga (marketable securities) yakni sertifikat deposito bank, saham, dan obligasi yang dimiliki perusahaan untuk investasi jangka pendek;
c) Piutang Wesel (notes receivable) yaitu tagihan perusahaan kepada pihak lain yang telah dijamin kesanggupan pembayarannya oleh pihak debitur dengan surat wesel;
d) Piutang Dagang adalah (account receivable) adalah tagihan perusahaan kepada pihak debitur sebagai akibat transaksi penjualan barang atau jasa dengan kredit;
e) Persediaan Barang Dagang (inventory) sisa barang dagang yang siap dijual yang dimiliki perusahaan per tanggal neraca;
f) Pendapatan Yang Masih Harus Diterima (accruals receivable) yaitu penghasilan-penghasilan perusahaan yang sudah menjadi hak per tanggal neraca, tetapi pembayarannya belum diterima
2. Aktiva Tidak Lancar adalah aktiva-aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan tidak segera untuk diuangkan. Yang termasuk kelompok aktiva ini adalah :
a) Investasi Jangka Panjang (invesment) yaitu investasi dalam surat berharga (saham atau abligasi) untuk jangka waktu lebih dari 1 tahun dengan tujuan-tujuan tertentu;
b) Aktiva Tetap Berwujud (tangible fixed asset) adalah aktiva perusahaan yang berwujud fisik yang digunakan untuk operasional perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun , misal nya : tanah, bangunan, mesin-mesin, kendaraan, inventaris; c) Aktiva Tetap Tidak Berwujud (intangible fixed asset) adalah aktiva
perusahaan yang secara fisik tidak ada wujudnya (abstrak) dan mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun, misalnya : Hak Paten, Merk Dagang; Goodwill;
d) Beban Yang Ditangguhkan (deferred charges) yaitu pengeluaran dengan nilai yang cukup material untuk beban perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun sehingga pembebannya dilakukan secara bertahap pada periode-periode berikutnya, seperti : beban pendirian perusahaan; beban penelitian; beban survey pasar;
e) Aktiva lain-lain yaitu aktiva/harta perusahaan yang tidak dapat dikelompokkan sebagai aktiva lancar maupun aktiva tidak lancar, misalnya : Bangunan dalam proses; Mesin Rusak; Uang Jaminan. 3. Hutang/Kewajiban/Liabilities
Hutang/Kewajiban adalah kewajiban unit usaha/perusahaan untuk membayar/ menyerahkan sejumlah harta dimasa yang akan datang kepada pihak lain karena suatu kesepakatan. Hutang dikelompokkan menjadi Hutang Lancar (Current Liabilities) dan Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
b) Hutang Dagang (Account Payable) adalah hutang yang timbul sebagai akibat pembelian barang atau jasa secara kredit;
c) Hutang Wesel (Notes Payable) adalah hutang dagang yang telah dijamin pembayaran oleh perusahaan dengan menandatangi/mengaksep surat wesel;
d) Beban Yang Masih Harus Dibayar (Accruals Payable) adalah beban-beban yang belum dibayar oleh perusahaan per tanggal tetapi peruashaan telah menikmati jasa pihak lain, misalnya : Hutang Gaji, Hutang Sewa, Hutang Listrik;
e) Hutang Pajak (Tax Payable) yaitu pajak-pajak yang belum disetor perusahaan ke Kantor Kas Negara;
f) Pendapatan Diterima Di Muka (Deferred Revenue) yaitu penerimaan dari pelanggan atas jasa perusahaan yang belum diserahkan;
g) Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo adalah bagian dari hutang jangka panjang yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun, misalnya : Angsuran Hutang hipotik; Pelunasan Hutang Obligasi;
Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities) adalah hutang-hutang yang jangka waktu pelunasannya lebih dari 1 tahun. Kolompok hutang ini adalah :
Hutang Hipotik (Montarge Notes Payable) yaitu hutang jangka yang diperoleh perusahaan dengan jaminan aktiva tetap tidak bergerak (tanah dan bangunan)
Hutang Obligasi (Bond Payable) yaitu hutang jangka panjang yang diperoleh perusahaan dari masyarakat umum dengan menerbitkan surat obligasi.
4. Modal/Ekuitas
Ekuitas/Modal adalah hak pemilik atas kekayaan unit usaha/perusahaan yang nilainya sama dengan selisih jumlah harta/aktiva dikurangi dengan jumlah hutang/ kewajiban. Modal suatu perusahaan pada awalnya seluruhnya berasal dari pemiliknya dan setelah perusahaan beroperasi, modal juga berasal dari bagian laba perusahaan yang tidak diambil oleh/dibagikan kepada pemiliknya. Struktur modal suatu perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya sesuai dengan Badan Hukum perusahaan yang bersangkutan misalnya :
Perusahaan Perseorangan :
o Modal Tuan ……. (nama pemiliknya)
Perusahaan Persekutuan Firma :
o Modal Tuan ……. (nama pemilik 1)
o Modal Tuan ……. (nama pemilik 2 dst)
Perusahaan Pesekutuan Komanditer (CV) : o Modal Tuan ……. (nama pemilik 1 dst)
o Modal Komanditer ….. (nama pemilik tidak
aktif/komanditer)
Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) : o Modal Saham Prioritas; o Disagio Saham Prioritas; o Modal Saham Biasa; o Agio Saham Biasa; o Laba Ditahan
Perusahaan Koperasi : o Simpanan Pokok; o Simpanan Wajib;
o Simpanan Wajib Khusus; o Modal Hibah/Sumbangan o Cadangan;
F. Bentuk-bentuk Persamaan dasar Akuntansi
Bentuk persmaan dasar akuntansi lazimnya dinyatakan dengan : Harta = Hutang + Modal;
Bentuk ini dapat diubah ke bentuk lain, misalnya menjadi : Hutang = Harta – Modal,
atau
Modal = Harta - Hutang.
Untuk penyusunan Laporan Keuangan bentuk persamaan dasar akuntansi dapat diubah dari “Harta = Hutang + Modal, menjadi :
Harta + Beban + Prive = Hutang + Modal + Pendapatan, atau
Harta = Hutang + (Modal + ((Pendapatan - Beban) – Prive))
Ilustrasi berikut ini akan memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai rumusan-rumusan pengaruh transaksi keuangan tersebut di atas terhadap posisi keuangan (harta, hutang, dan modal) pada suatu perusahaan : Ilustrasi 1 : Persamaan Dasar Akuntansi Perusahaan Jasa.
Transaksi 1.
Ibu Ani menginvestasikan uang pribadinya sebesar Rp 1.000,00 untuk modal mendirikan usaha salon dengan nama Salon Ani
Analisis : Harta Salon Ani berupa uang tunai bertambah (+) Rp 1.000,00 Investasi (Modal) Ibu Ani pada Salon bertambah (+) Rp 1.000,00
Dalam persamaan dasar akuntansi transaksi ini dicatat sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Hutang + Modal Ani T/S Kas Piutang Sewa di
muka
Perleng- kapan
Peralatan
T1 1.000 1.000
Transaksi 2.
Salon Ani membeli cat rambut, parfum, sampho, sabun seharga Rp 100,00 tunai Analisis : Harta Salon Ani berupa cat rambut dll (perlengkapan) (+) Rp
100,00
Harta Salon Ani berupa Kas berkurang (-) Rp 100,00
Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Hutang + Modal
Ani T/S Kas Piutang Sewa di
muka
Perleng- kapan
Peralatan
S1 1.000 = 1.000
T2 (100) 100
S2 + 900 +100 = 1.000
Transaksi 3.
Salon Ani membeli dari Toko Berkah meja, helm pengriting rambut, kursi, gunting seharga Rp 600,00 dibayar tunai Rp 200,00 sisanya diangsur 2 kali angsuran bulan;
Analisis :
Harta Salon Ani berupa meja dll (peralatan) bertambah (+) Rp 600,00
Harta Salon Ani berupa Kas berkurang (-) Rp 200,00
Kewajiban kepada pihak lain (hutang)Toko Berkah bertambah (+) Rp 400,00 Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Hutang + Modal
Ani T/S Kas Piutang Sewa di
muka
Perleng- kapan
Peralatan
S2 900 + 100 = 1.000
T3 (200) + 600 + 400
Transaksi 4.
Ibu Ani diijinkan oleh mertuanya menggunakan ruangan bagian depan rumahnya untuk usaha salon dengan sewa Rp 450,00 untuk 3 bulan dibayar 1 bulan kemudian;
Analisis :
Harta Salon Ani yaitu hak menggunakan tempat (Sewa Di Muka) bertambah (+) Rp 450,00
Kewajiban kepada pihak lain (hutang) Ibu Mertua bertambah (+) Rp 450,00 Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva penganten yang telah diselesaikan seharga Rp 500,00
Analisis :
Harta Salon Ani yaitu hak menagih kepada Debitur (Piutang) (+) Rp 500,00
Investasi (Modal Ibu Ani) di usaha salonnya bertambah (+) Rp 500,00 Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :
Transaksi 6.
Salon Ani menerima tunai jasa salon Rp 600,00 dan penjualan botol bekas Rp 100,00
Analisis :
Harta Salon Ani yaitu kas bertambah (+) Rp 700,00
Investasi (Modal Ibu Ani) di usaha salonnya bertambah (+) Rp 700,00 Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva
Salon Ani menerima pembayaran dari Ibu Ayu atas transaksi 5 Rp 300,00 Analisis :
Harta Salon Ani yaitu kas bertambah (+) Rp 300,00
Harta Salon Ani berupa Piutang berkurang (-) Rp 300,00 Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva
Salon Ani membayar hutang sewa kepada Ibu Mertua Rp 450,00 dan angsuran 1 hutang dagang kepada Toko Berkah Rp 200,00
Analisis :
Hutang Salon Ani berupa hutang sewa dan hutang dagang (-) Rp 650,00 Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :
Harta/Aktiva
Salon Ani membayar Gaji Karyawan Rp 150,00 biaya keamanan lingkungan Rp 50,00
Analisis :
Harta Salon Ani yaitu kas berkurang (-) Rp 200,00
Modal Salon Ani berkirang (-) Rp 200,00
Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut : Harta/Aktiva
Ibu Ani mengambil dari salon untuk pribadi uang tunai Rp 100,00 dan parfum Rp 10,00
Analisis :
Harta Salon Ani yaitu kas (-) Rp 100,00, perlengkapan (-) Rp 10,00
Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut : Harta/Aktiva
= Hutang + Modal Ani T/S Kas Piutang Sewa di
muka
Perleng-
kapan Peralatan
S9 850 + 200 + 450 + 100 + 600 = 200 + 2.000
T10 - 100 - 10 - 110
S10 750 + 200 + 450 + 90 + 600 = 200 + 1.890
Transaksi 11.
Ibu Ani melakukan inventarisasi dengan hasil sbb :
Sewa tempat usaha telah kedaluwarsa selama 1 bulan dengan sewa Rp 150,00 Sisa perlengkapan yang masih ada Rp 40,00
Peralatan disusutkan Rp 60,00 Analisis :
Harta Salon Ani yaitu Sewa di muka (-) Rp 150,00, perlengkapan (-) Rp 50,00 yakni Rp 90,00 – Rp 40,00, dan nilai peralatan susut Rp 60,00
Modal Salon Ani berkurang (-) Rp 260,00
Pencatatannya dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut : Harta/Aktiva
= Hutang + Modal Ani T/S Kas Piutang Sewa di
muka
Perleng-
kapan Peralatan
S10 750 + 200 + 450 + 90 + 600 = 200 + 1.890
T11 - 150 - 50 -60 - 260
S11 750 + 200 + 300 + 40 + 540 = 200 + 1.630
Salon Ani
Persamaan Dasar Akuntansi Untuk Periode : ……….. Harta/Aktiva
= Hutang + Modal Ani T/S Kas Piutang Sewa di
muka
Perleng
Kapan Peralatan
T1 1.000 1.000
T2 - 100 100
S2 900 +100 = 1.000
T3 - 200 + 600 + 400
S3 700 + 100 + 600 = 400 + 1.000
T4 + 450 +450
S4 700 +450 +100 +600 = 850 + 1.000
T5 +500 +500
S5 700 + 500 + 450 + 100 + 100 = 850 + 1.500
T6 +700 +700
S6 1.400 +500 + 450 + 100 + 600 = 850 + 2.200 T7 + 300 - 300
S7 1.700 + 200 + 450 + 100 + 600 = 850 + 2.200
T8 - 650 - 650
S8 1.050 + 200 + 450 + 100 + 600 = 200 + 2.200
T9 - 200 - 200
S9 850 + 200 + 450 + 100 + 600 = 200 + 2.000
T10 - 100 - 10 - 110
S10 750 + 200 + 450 + 90 + 600 = 200 + 1.890
T11 - 150 - 50 -60 - 260
S11 750 + 200 + 300 + 40 + 540 = 200 + 1.630
Ilustrasi 2 : Persamaan Dasar Akuntansi pada Perusahaan Dagang
berhubungan dengan mutasi sediaan barang dagang. Akuntansi memberikan 2 alternatif untuk hal itu yakni : dengan metode periodik, dan metode perpetual/terus menerus.
Metode Periodik :
Dalam metode periodik mutasi barang dagang dicatat sebagai berikut :
Mutasi masuk (membeli barang dagang) dicatat sebesar harga pokok (harga perolehan), sedangkan mutasi keluar (menjual barang dagang) belum dicatat;
Akhir periode dilakukan inventarisasi pisik terhadap barang dagang untuk mendapatkan nilai barang dagang yang belum terjual (sediaan akhir). Nilai sediaan akhir dipergunakan untuk menghitung “Harga Pokok Penjualan selama suatu periode” dengan rumus : barang dagang awal (+) pembelian (-) sediaan akhir. Harga Pokok Penjualan dicatat pada akhir periode sebagai (-) barang dagang dan (-) modal/ekuitas.
Seluruh hasil penjualan dicatat sebagai penambah (+) aktiva dan penambah (+) modal.
Metode Perpetual :
Dalam metode perpetual mutasi sediaan barang dagang dicatat sebagai berikut : Mutasi masuk dan keluar (saat membeli dan saat menjual) barang dagang dicatat sebesar harga perolehan/harga pokok;
Hasil penjualan dicatat sebagai penambah (+) aktiva (kas atau piutang) sebesar harga jual dan pengurang (-) aktiva (barang dagang) sebesar harga perolehan/harga pokok dan selisih dicatat sebagai (+) penambah modal (laba).
Contoh :
Berikut ini adalah transaksi pada UD Berkah selama suatu periode :
Tuan Barkah menyetor uang tunai Rp 1.000,00; barang dagang Rp 2.000,00; perlengkapan Rp 500,00 dan peralatan Rp 1.500,00 untuk modal usaha dagang;
UD Berkah menjual tunai barang dagang seharga Rp 3.000,00 dengan harga pokok Rp 2.400,00 dan kardus-kardus bekas Rp 100,00
UD Berkah menjual barang dagang seharga Rp 2.000,00 dengan kredit yang harga pokoknya Rp 1.600,00;
UD Berkah membayar beban gaji Rp 150,00; beban keamanan Rp 50,00
Akhir periode Tuan Barkah melakukan inventarisasi fisik dengan hasil : sisa barang dagang yang belum terjual Rp 1.000,00; sisa perlengkapan Rp 400,00 dan peralatan disusutkan 200,00
Pencatatan transaksi-transaksi tersebut di atas ke dalam persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut :
UD Berkah
Persamaan Dasar Akuntansi (Metode Periodik) Untuk Periode : ………..
Harta/Aktiva
= Hutang + Modal Ani T/S Kas Piutang Barang
Dagang
Perleng -
kapan
Peralatan
T1 1.000 2.000 500 1.500 = 5.000
T2 + 3.000 + 3.000
S2 1.000 + 5.000 + 500 + 1.500 = 3.000 + 5.000 T3 +3.10
0
+3.100
S3 4.100 + 5.000 + 500 + 1.500 = 3.000 + 8.100
T4 + 2.000 +2.000
S4 4.100 + 2.000 + 5.000 + 500 + 1.500 = 3.000 + 10.100
T5 - 200 - 200
S5 3.900 + 2.000 + 5.000 + 500 + 1.500 = 3.000 + 9.900
T6 - 4.000 - 100 - 200 - 4.300
UD Berkah
Persamaan Dasar Akuntansi (Metode Perpetual) Untuk Peripde : ………..
Perhatikan perbedaan pencatatan transaksi 3, 4, dan 6.
Dalam metode periodik pada transaksi 3 dan 4 Barang Dagang tidak dikurangi, tetapi baru dikurangi pada transaksi 6 dikurangi sebesar Rp 4.000,00 yang diperoleh dari perhitungan :
Persediaan awal Rp 2.000,00 Pembelian Rp 3.000,00
Persediaan akhir (Rp 1.000,00) (+) Harga Pokok Penjualan Rp 4.000,00
G. Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi 1) Meringkas Transaksi dalam Laporan Keuangan
Laporan Keuangan merupakan produk akhir dari kegiatan akuntansi yang terdiri dari : Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Modal. Dalam proses penyusunannya biasanya diawali dengan menyusun Laporan Laba Rugi, lalu Laporan Perubahan Modal, dan kemudian baru Neraca. Prosesnya dilakukan demikian karena Laba atau Rugi akan mempengaruhi Modal Akhir, dan Modal Akhir berpengaruh terhadap Pasiva di Neraca. Langkah-langkah penyusunannya sebagai berikut :
2) Menyusun Laporan Laba Rugi :
Buat judul laporan terdiri dari Nama Perusahaan, Nama Laporan, dan periode laporan;
Inventarisir seluruh transaksi yang mempengaruhi modal (yang menambah dan mengurangi modal);
Pisahkan transaksi yang menambah dan mengurangi modal yang berhubungan dengan pemilik (penyetoran modal dan pengambilan pribadi);
Jumlahkan nilai transaksi yang menambah modal yang bukan berasal dari pemilik dan dilaporkan sebagai “Pendapatan”;
Jumlahkan nilai transaksi yang mengurangi modal yang bukan berasal dari pemilik dan laporkan sebagai “Beban”;
Selisihkan Pendapatan dengan Beban untuk memperoleh saldo Laba atau Rugi. Terjadi saldo Laba jika Pendapatan > Beban, dan terjadi saldo Rugi jika Pendapatan < Beban.
3) Menyusun Laporan Perubahan Modal :
Buat judul laporan seperti halnya judul Laporan Laba Rugi;
Laporkan setoran awal/investasi awal pemilik sebagai “Modal Awal”;
Laporkan Laba atau Rugi yang dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi;
Laba setelah dikurangi pengambilan pribadi, atau rugi setelah ditambah pengambilan pribadi dijumlahkan dengan modal awal untuk memperoleh Modal Aklhir;
4) Menyusun Neraca :
Buat judul laporan seperti halnya judul Laporan Laba Rugi, tetapi perlu diingat ada perbedaan sifat waktu laporan antara Laporan Laba Rugi dengan Neraca, yaitu Laba Rugi menggambarkan Pendapatan dan Beban “selama suatu periode”, sedangan Neraca menggambarkan posisi harta, hutang dan modal pada saat tertentu saja. Artinya Laba Rugi berada di antara 2 titik periode, sedangkan neraca hanya berada pada 1 titik periode;
Laporkan Aktiva di sisi kiri (debet) neraca jika neraca disusun dalam bentuk T account mulai dengan aktiva lancar dan kemudian aktiva tidak lancar, atau laporkan aktiva pada urutan pertama (paling atas) dengan klasifikasi yang sama jika neraca disusun dalam bentuk Laporan;
Laporkan Hutang di sisi kanan (kredit) neraca dimulai dengan hutang lancar dilanjutkan dengan hutang jangka panjang, jika neraca disusun dalam bentuk T account, dan dilaporkan pada urutan kedua dengan klasifikasi yang sama jika neraca disusun dalam bentuk Laporan;
Laporkan Modal/Ekuitas di sisi kanan (kredit) neraca dimulai dengan komponen modal yang paling kekal dan diteruskan dengan pos-pos modal yang kurang kekal, jika neraca disusun dalam bentuk T account, dan dilaporkan pada urutan ketigaa dengan klasifikasi yang sama jika neraca disusun dalam bentuk Laporan;
Salon Ani
Persamaan Dasar Akuntansi Untuk Periode : ……….. Harta/Aktiva
= Hutang + Modal Ani T/S Kas Piutang Sewa di
muka
Perleng-
Kapan Peralatan
T1 1.000 1.000
T2 - 100 100
S2 900 +100 = 1.000
T3 - 200 + 600 + 400
S3 700 + 100 + 600 = 400 + 1.000
T4 + 450 +450
S4 700 +450 +100 +600 = 850 + 1.000
T5 +500 +500
S5 700 + 500 + 450 + 100 + 100 = 850 + 1.500
T6 +700 +700
S6 1.400 +500 + 450 + 100 + 600 = 850 + 2.200 T7 + 300 - 300
S7 1.700 + 200 + 450 + 100 + 600 = 850 + 2.200
T8 - 650 - 650
S8 1.050 + 200 + 450 + 100 + 600 = 200 + 2.200
T9 - 200 - 200
S9 850 + 200 + 450 + 100 + 600 = 200 + 2.000
T10 - 100 - 10 - 110
S10 750 + 200 + 450 + 90 + 600 = 200 + 1.890
T11 - 150 - 50 -60 - 260
Laporan Keuangan Perusahaan Jasa
Salon Ani Laporan Laba Rugi
Untuk Periode Yang Berakhir ……….
Keterangan Debet Kredit
Penadatan Jasa Salon (transaksi 5 & 6) Rp 1.100,00 Pendapatan Lain-Lain (transaksi 6) Rp 100,00
Jumlah Pendapatan Rp 1.200,00
Beban Usaha : Pengambilan pribadi/prive (transaksi 10) (Rp 110,00) Tambahan investasi Rp - Jumlah Aktiva Lancar Rp1.290,00 Peralatan Rp 600,00 Akumulasi Penyusutan (Rp 60,00) Jumlah Aktiva Tetap Rp 540,00
Total Aktiva Rp1.830,00 Total Kewajiban & Modal
UD Berkah
Persamaan Dasar Akuntansi (Metode Periodik) Untuk Periode : ………..
Untuk Periode yang berakhir …………
UD Berkah
Lapor Perubahan Modal
Untuk Periode yang berakhir ………….
Keterangan Jumlah (RP) Keterangan Jumlah (RP)
Jumlah Beban Usaha
(500,00) Jumlah Aktiva Lancar
7.300,00 Laba Bersih
Usaha
500,00 Peralatan 1.500,00 Akumulasi
Penyusutan
(200,00) Hal-hal Di Luar
Usaha
Jumlah Aktiva Tetap
1.300,00
Total Aktiva 8.600,00
Pendapatan Lain-lain
100,00
Beban Lain-lain (0,00 ) Passiva Laba di Luar
Usaha
100,00 Hutang Dagang 3.000,00 Modal Ibu Ani 5.600,00 Laba Bersih Seb.
Pajak
600,00 Total Kewajib & Modal
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Unsur yang laporan keuangan adalah : Necara, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas, dan Catatan-catatan Atas Laporan Keuangan;
Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan untuk menggambarkan nilai kekayaan suatu perusahaan pada satu sisi, dan menggambarkan sumber/asal usul dari kekakayaan tersebut pada sisi lain;
Persamaan dasar akuntansi digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu transaksi terhadap posisi keuangan (harta, hutang dan modal) perusahaan dan merupakan konsep dasar untuk penyusunan neraca;
Harta adalah kekayaan perusahaan berwujud maupun tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang;
Hutang adalah kewjiban untuk mebayar sejumlah uang di masa yang akan datang;
Modal/Ekuitas adalah hak milik dari pemilik atas kekayaan perusahaan yang jumlahnya sebesar selisih antara jumlah seluruh nilai harta perusahaan dikurangi jumlah seluruh nilaui hutang hutang perusahaan;
Persamaan dasar akuntansi dirumuskan dengan : Harta = Hutang + Modal;
Pencatatan transaki keuangan ke dalam persamaan dasar akuntansi baik pada perusahaan jasa maupun perusahaan dagang menggunakan prinsip dasar yang sama;
Perlakuan khusus diperlukan untuk mencatat mutasi barang dagang ke dalam persamaan dasar akuntansi pada perusahaan dagang;
Pencatatan mutasi barang dagang pada perusahaan dagang dapat dilakukan dengan metode periodik, dapat pula dilakukan dengan metode perpetual.
Ringkasan informasi yang dilaporkan dalam laporan keuangan meliputi :
dalam neraca dilaporan secara ringkas mmengenai harta, hutang dan modal perusahaan pada saat tertentu
dalam laporan laba rugi dilaporkan secara ringkas mengenai pendapatan, beban dan saldo laba atau rugi yang dialami perusahaan selama periode tertentu;
dalam laporan perubahan modal dilaporkan secara ringkas mengenai modal dan hal-hal yang mempengaruhi modal selama periode tertentu;
Dalam proses penyusunannya, penyusunan laporan keuangan dimulai dari Laporan Laba Rugi, kemudian Laporan Perubahan Modal, kemudian baru disusun Neraca..
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Afief Mohamad Ishak, 2004, Komputer Akuntansi Mengolah Data Akuntansi dengan DacEasy Accounting 4 dan MYOB Accounting 10, Rahayu Media Pustaka, Jakarta.
Hendi Sumantri, Drs. 1994 Dasar-dasar Akuntansi SMK, Armico, Bandung. Ikatan Akuntan Indonesia, 1996, Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Percetakan
Negara, Jakarta.
Depdiknas, Kurikulum SMK Edisi 2004; Jakarta
Mardiasmo, Prof, Dr, MBA, Ak, 2004, Perajakan Edisi Revisi, Andi, Yogyakarta Moelyati, Dra, dkk. 2002 Siklus Akuntansi, Yudhistira, Jakarta.
Muhamad Gade, 1998, Akuntansi Pemerintahan Edisi 2000, LPFEUI, Jakarta Mulyadi, 1997 Akuntansi Manajemen, STIE YPKN, Yogyakarta
Niswonger and Fess, 1969, Accounting Principles, 10th ed. South-Western Publishing Co, Cincinnati, Ohio
SR, Sumarso, 1990, Akuntansi Suatu Pengantar, Rineka Cipta, Jakarta. Depdiknas, Standar Kompetensi Nasional (SKN) 2004, Jakarta