Informasi Dokumen
- Penulis:
- Ika Farida Ulfah
- Pengajar:
- Fitria Nuryani
- Sekolah: Universitas Muhammadiyah Ponorogo
- Mata Pelajaran: Akuntansi
- Topik: Akuntansi Untuk UMKM
- Tipe: buku ajar
- Tahun: 2016
- Kota: Surakarta
Ringkasan Dokumen
I. USAHA MASYARAKAT KECIL DAN MENENGAH (UMKM)
Bagian ini membahas definisi dan karakteristik UMKM, yang merupakan bagian penting dari perekonomian Indonesia. UMKM didefinisikan berdasarkan jumlah tenaga kerja dan kekayaan bersih, serta perbedaan mendasar antara UMKM dan perusahaan besar. Pemahaman tentang UMKM penting bagi mahasiswa akuntansi untuk memahami konteks di mana akuntansi diterapkan dalam dunia nyata. Selain itu, pengetahuan ini juga membantu dalam merancang sistem akuntansi yang sesuai untuk berbagai jenis usaha.
1.1 DEFINISI UMKM
UMKM adalah usaha yang didirikan oleh masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha, dengan kriteria tertentu berdasarkan jumlah tenaga kerja dan kekayaan bersih. Penjelasan ini memberikan gambaran tentang pentingnya UMKM dalam perekonomian dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
1.2 PERBEDAAN UMKM DENGAN PERUSAHAAN BESAR
Perbedaan utama antara UMKM dan perusahaan besar terletak pada aset, omset, dan jumlah karyawan. UMKM memiliki batasan yang lebih rendah dalam hal aset dan omset, serta sering dikelola oleh pemiliknya sendiri, yang mempengaruhi struktur organisasi dan kemampuan untuk mendapatkan modal. Pemahaman ini penting bagi mahasiswa untuk merancang strategi akuntansi yang sesuai.
II. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP)
SAK ETAP adalah standar akuntansi yang dirancang untuk entitas tanpa akuntabilitas publik yang signifikan. Ini memberikan panduan yang lebih sederhana dibandingkan dengan PSAK, sehingga lebih mudah diimplementasikan oleh UMKM. Pemahaman tentang SAK ETAP sangat penting bagi mahasiswa akuntansi agar mereka dapat membantu UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai.
2.1 PENGERTIAN SAK ETAP
SAK ETAP mengacu pada IFRS untuk UKM dan menyederhanakan pengakuan serta pengukuran laporan keuangan. Ini bertujuan untuk memudahkan pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang dapat diaudit dan digunakan untuk mendapatkan modal. Memahami SAK ETAP adalah kunci bagi mahasiswa untuk memberikan dukungan yang tepat kepada UMKM.
2.2 PERBEDAAN ANTARA PSAK DENGAN SAK ETAP
Perbedaan antara PSAK dan SAK ETAP terletak pada penyajian laporan keuangan, pengungkapan, dan kebijakan akuntansi. SAK ETAP lebih sederhana dan tidak mengatur beberapa hal yang ada di PSAK, sehingga lebih sesuai untuk UMKM. Pemahaman tentang perbedaan ini membantu mahasiswa dalam menerapkan standar yang tepat untuk klien UMKM.
III. AKUNTANSI UNTUK UMKM
Bagian ini menjelaskan definisi akuntansi dan siklus akuntansi yang harus dipahami oleh pelaku UMKM. Akuntansi adalah proses yang penting untuk memberikan informasi keuangan yang akurat, yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan bisnis. Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan ini dalam praktik akuntansi yang baik.
3.1 DEFINISI AKUNTANSI
Akuntansi dilihat dari fungsi dan kegunaannya sebagai aktivitas yang memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan ekonomi. Ini penting untuk pengambilan keputusan yang efektif dalam bisnis, terutama bagi UMKM yang sering kali tidak memiliki akses ke informasi keuangan yang memadai.
3.2 SIKLUS AKUNTANSI
Siklus akuntansi meliputi pencatatan transaksi, penjurnalan, pemostingan ke buku besar, penyusunan neraca saldo, dan penyusunan laporan keuangan. Memahami siklus ini adalah fundamental bagi mahasiswa untuk dapat melakukan pencatatan yang benar dan menghasilkan laporan yang akurat.
IV. AKUN/PERKIRAAN
Akun atau perkiraan digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan. Pemahaman tentang akun sangat penting untuk pengelolaan keuangan yang baik di UMKM. Mahasiswa perlu memahami aturan pencatatan dan saldo normal untuk dapat mengelola akun dengan efektif.
4.1 PENGERTIAN AKUN/PERKIRAAN
Akun adalah media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan serta pengurangan dari setiap unsur laporan keuangan. Memahami akun membantu mahasiswa dalam melakukan pencatatan yang tepat dan memudahkan analisis laporan keuangan.
4.2 ATURAN PENCATATAN
Aturan pencatatan meliputi pendebetan dan pengkreditan, yang tidak selalu berarti penambahan atau pengurangan. Mahasiswa harus memahami aturan ini untuk dapat mencatat transaksi dengan benar dan menghasilkan laporan yang akurat.
V. JURNAL
Jurnal adalah catatan sistematis dari transaksi keuangan. Memahami jurnal dan fungsinya sangat penting bagi mahasiswa akuntansi untuk mencatat transaksi secara kronologis dan akurat, yang merupakan langkah awal dalam siklus akuntansi.
5.1 PENGERTIAN JURNAL
Jurnal mencatat semua transaksi keuangan berdasarkan bukti transaksi. Ini adalah langkah pertama dalam siklus akuntansi yang harus dipahami oleh mahasiswa agar dapat mencatat transaksi dengan benar.
5.2 FUNGSI JURNAL
Fungsi jurnal meliputi analisis transaksi, pencatatan, dan penyimpanan catatan historis. Mahasiswa perlu memahami fungsi ini untuk dapat menggunakan jurnal secara efektif dalam praktek akuntansi.
VI. BUKU BESAR
Buku besar berisi semua akun yang terdapat dalam laporan keuangan. Pemahaman tentang buku besar sangat penting bagi mahasiswa untuk memastikan bahwa semua transaksi tercatat dengan baik dan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
6.1 PENGERTIAN BUKU BESAR
Buku besar mencatat semua perubahan yang terjadi pada masing-masing akun. Memahami buku besar adalah langkah penting bagi mahasiswa untuk memastikan bahwa laporan keuangan akurat dan dapat diandalkan.
6.2 BENTUK BUKU BESAR
Bentuk buku besar yang umum digunakan adalah bentuk T. Mahasiswa harus mampu menggunakan format ini untuk mencatat transaksi dengan benar dan efisien.
VII. NERACA SALDO
Neraca saldo adalah daftar yang berisi saldo semua akun dari buku besar. Memahami neraca saldo membantu mahasiswa untuk memastikan bahwa pencatatan keuangan akurat dan seimbang, yang merupakan langkah penting sebelum menyusun laporan keuangan.
7.1 PENGERTIAN NERACA SALDO
Neraca saldo disusun untuk memastikan bahwa total debet sama dengan total kredit. Memahami konsep ini penting bagi mahasiswa untuk memastikan akurasi laporan keuangan.
7.2 FUNGSI NERACA SALDO
Fungsi neraca saldo adalah untuk memverifikasi keseimbangan buku besar. Mahasiswa perlu memahami fungsi ini untuk dapat melakukan pemeriksaan yang tepat terhadap catatan keuangan.
VIII. PENCATATAN BEBAN DAN PENDAPATAN
Pencatatan beban dan pendapatan adalah aspek penting dalam akuntansi. Memahami cara mencatat beban dan pendapatan membantu mahasiswa dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan standar akuntansi.
8.1 PENCATATAN PEMBAYARAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA
Pencatatan beban dibayar dimuka melibatkan dua pendekatan: pendekatan harta dan pendekatan beban. Mahasiswa harus memahami kedua pendekatan ini untuk dapat menerapkan pencatatan yang tepat.
8.2 PENCATATAN PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Pendapatan diterima di muka juga memiliki dua pendekatan pencatatan. Memahami cara mencatat pendapatan diterima di muka penting bagi mahasiswa untuk akuntansi yang tepat.
IX. JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal penyesuaian penting untuk memastikan bahwa saldo akun mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Mahasiswa perlu memahami cara membuat jurnal penyesuaian untuk menyajikan laporan keuangan yang akurat.
9.1 PENGERTIAN JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal penyesuaian digunakan untuk menyesuaikan saldo akun sebelum laporan keuangan disusun. Memahami ini penting bagi mahasiswa untuk memastikan laporan keuangan akurat.
9.2 AKUN YANG HARUS DISESUAIKAN
Akun yang perlu disesuaikan termasuk beban yang masih harus dibayar dan pendapatan yang diterima di muka. Mahasiswa harus memahami akun ini untuk melakukan penyesuaian yang tepat.
X. NERACA LAJUR
Neraca lajur adalah alat bantu untuk menyusun laporan keuangan. Memahami cara menyusun neraca lajur membantu mahasiswa dalam merangkum data keuangan untuk laporan yang lebih kompleks.
10.1 PENGERTIAN NERACA LAJUR
Neraca lajur digunakan untuk memudahkan penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan. Mahasiswa perlu memahami cara menggunakan neraca lajur untuk efisiensi dalam akuntansi.
10.2 BENTUK NERACA LAJUR
Neraca lajur biasanya terdiri dari kolom-kolom untuk neraca saldo dan penyesuaian. Memahami format ini penting bagi mahasiswa untuk menyusun laporan keuangan dengan benar.
XI. LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan menyajikan informasi penting tentang kinerja keuangan suatu entitas. Mahasiswa perlu memahami berbagai jenis laporan keuangan untuk dapat membantu UMKM dalam menyusun laporan yang sesuai.
11.1 TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Mahasiswa harus memahami tujuan ini untuk menyusun laporan yang relevan.
11.2 JENIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca. Memahami jenis laporan ini penting bagi mahasiswa untuk menyajikan informasi keuangan yang tepat.
Referensi Dokumen
- Akuntansi Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia ( A., Erhans dan Junaedi Yusuf )
- Membuat Laporan Keuangan Gampang ( Ariefiansyah, Ryan dan Miyogi Margi utami )
- Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan ( Darsono dan Ashari )
- Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan ( Horne, Van, James C., dan John M. Wachowicz Jr. )
- Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ( Ikatan Akuntan Indonesia )