• Tidak ada hasil yang ditemukan

03 Teknik Akuntansi Sektor Publik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "03 Teknik Akuntansi Sektor Publik"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RMK AKUNTANSI

PEMERINTAHAN

PERTEMUAN IV

K E L A S A S T A R

U N I V E R S I T A S H A S N U D D I N

DANAR SUTOPO SIDIG

(2)

TEKNIK-TEKNIK AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

A. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)

Akuntansi anggaran (budgetary accounting) adalah praktik akuntansi pada organisasi sektor publik yang berupa penyamaan format dan penyandingan laporan hasil operasi dengan anggarannya. Tujuan penggunaan akuntansi anggaran ini adalah untuk menekankan peranan anggaran dalam siklus perencanaan, pengendalian, dan pertanggungjawaban.

Beragamnya jasa yang diberikan oleh organisasi-organisasi sektor publik berimplikasi pada beragamnya format anggaran yang disusunnya. Oleh karena itu, timbul kesulitan untuk mengkomparasikan praktik akuntansi anggaran dari tiap-tiap lini jasa tersebut. Namun, lebih dari itu, keseragaman penerapan akuntansi anggaran pada organisasi-organisasi yang memberikan jasa yang sama pun susah diwujudkan. Hal tersebut disebabkan oleh dua hal, yaitu level agregasi serta komparasi antara anggaran dan realisasi.

Adanya perbedaan level agregasi menyebabkan suatu entitas menyajikan laporan keuangannya secara detail dan entitas lain menyajikan laporan keuangannya secara global. Penyajian secara detail akan memberikan informasi yang lebih lengkap. Namun, laporan keuangan akan menjadi sangat kompleks. Sementara itu, penyajian secara global akan menjadikan laporan keuangan menjadi sederhana. Namun, informasi yang terkandung dalam laporan tersebut menjadi sangat terbatas.

Masalah kedua dalam akuntansi penganggaran adalah terkait komparasi item-item dalam anggaran dengan item-item dalam laporan realisasinya untuk kemudian ditentukan perbedaan di antara keduanya. Sebuah institusi bisa jadi melaporkan dan menjelaskan setiap detail perbedaan rencana dan realisasi dari setiap item. Namun, bukan tidak mungkin bagi institusi yang lain hanya menyajikan perbedaan antara total anggaran dengan total realisasinya. Opsi pertama bisa jadi akan memberikan banyak informasi, tetapi biaya dan kompleksitas pekerjaan akan semakin tinggi. Di sisi lain, opsi kedua mudah untuk dilaksanakan, tetapi informasi yang disampaikan menjadi sangat terbatas.

Solusi atas permasalah kedua adalah dengan tetap menghitung perbedaan tiap item dalam anggaran. Namun, hanya penjelasan hanya diberikan terhadap item-item tertentu yang signifikan.

B. Akuntansi Kas (Cash Accounting)

(3)

Satu hal yang penting untuk ditekankan adalah bahwa laporan arus kas berbeda dari sekadar laporan arus kas masuk dan keluar yang dihasilkan teknik akuntansi kas ini. Laporan arus kas merupakan penyajian ulang dari informasi yang tidak dapat disajikan dalam laporan laba rugi dan neraca sistem akrual.

Keuntungan dari teknik akuntansi kas adalah bahwa (1) teknik akuntansi ini mampu untuk menyajikan informasi-informasi yang esensial, (2) bersifat paling objektif di antara alternatif lain, dan (3) dapat diimplementasikan dengan biaya yang murah karena tidak membuhtuhkan keahlian yang tinggi dalam hal administratif maupun pengelolaan akuntansinya. Namun, di sisi lain, teknik ini juga memiliki kelemahan-kelemahan, yaitu (1) tidak memisahkan informasi pendapatan dan modal serta (2) tidak dapat mencerminkan biaya aktual dalam suatu periode akuntansi tertentu.

Pencatatan yang hanya berfokus pada pencatatan kas masuk dan kas keluar tidak mampu membedakan kas masuk yang bersumber dari pendapatan, pinjaman, atau bahkan penjualan aset negara. Laporan operasional suatu institusi bisa jadi terlihat bagus dalam jangka pendek karena terjadi penjualan aset negara. Tentu saja jika hal tersebut tidak jelaskan secara memadai maka akan menimbulkan informasi yang menyesatkan. Informasi yang menyesatkan sebagai akibat dari tidak memadainya penjelasan atas penjualan aset pun tidak dapat dihindari dalam sistem akuntansi akrual. Namun, paling tidak dengan adanya neraca, indikasi penjualan aset negara dapat diamati secara mudah.

Di samping itu, pencatatan beban yang hanya didasarkan pada kas keluar juga tidak mampu menginformasikan biaya aktual yang terjadi dalam periode tahun tertentu. Hal ini akan menjadi fatal misalnya ketika sebuah institusi menyadari bahwa akan terjadi kelebihan belanja. Dengan pencatatan belanja berbasis kas, institusi tersebut bisa saja menunda pembayaran kasnya sampai periode tahun berikutnya sehingga kelebihan belanja tersebut tidak akan tercermin pada periode tahun berjalan. Hal semacam ini tentu akan mengganggu anggaran tahun berikutnya. Oleh karena itu, penerapan teknik akuntansi kas ini kurang mampu menciptakan pengelolaan keuangan yang ekonomis, efisien, dan efektif.

C. Akuntansi Akrual (Accrual Accounting)

Akuntansi akrual adalah akuntansi yang menganut pengakuan pendapatan pada saat dihasilkan dan beban pada saat terjadinya, tanpa memperhatikan terjadinya peneriman/pengeluaran kas. Jadi, transaksi dicatat ketika faktur diterbitkan atau diterima. GASB memperkenalkan sebuah konsep akuntansi sektor publik yang bukan merupakan basis kas, tetapi bukan juga basis akrual sebagaimana diterapkan di sektor swasta. Perbedaan tersebut diperkenalkan dengan adanya fokus pengukuran dan basis akuntansi.

(4)

keuangan suatu entitas, misalnya sumber daya keuangan/ekonomi. Sumber daya keuangan/ekonomi adalah kas, klaim atas kas (piutang pajak), klaim atas barang dan jasa (beban dibayar di muka) yang diperoleh dan dikendalikan sebagai akibat dari transaksi di masa lalu. Sedangkan basis akuntansi bertujuan untuk menjadi pedoman dalam menentukan kapan efek dari suatu peristiwa atau transaksi harus dilporkan dalam laporan keuangan. Dengan menganut konsep fokus pengukuran ini maka institusi sektor publik dapat menerapkan prinsip ‘aliran sumber daya

keuangan’ dalam rangka menyusun laporan keuangan dengan menggunakan teknik

akrual.

Kelebihan dari teknik akuntansi akrual antara lain (1) pendapatan diakui pada saat dihasilkan dan beban diakui pada saat terjadinya sehingga bukan terbatas pada ukuran kas masuk dan kas keluar, (2) teknik akuntansi akrual menghasilkan sebuah figur laba (income) yang dengan mengoreksi efek inflasi dapat digunakan sebagai ukuran kinerja, (3) teknik akuntansi akrual menghasilkan sebuah ukuran bagi modal sehingga definisi pendapatan bisa dibatasi sebagai aliran masuk sumber daya yang bukan berasal dari penjualan modal/aset dan definisi beban bisa dibatasi sebagai aliran keluar sumber daya yang bukan berasal dari akuisisi modal/aset. Adapun kelemahan dari teknik akuntansi akrual adalah (1) penerapan akuntansi akrual memperbesar ruang subjektivitas dalam pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi subjektivitas tersebut dapat dibatasi dengan adanya audit terhadap laporan keuangan historis, (2) relevansi akuntansi akrual, yaitu ketika terjadi inflasi yang signifikan maka komparasi figur laba tidak bisa dijadikan sebagai ukuran yang valid bagi kinerja, (3) dibandingkan dengan teknik akuntansi kas, akuntansi akrual memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi sehingga lebih mahal untuk diimplementasikan, serta (4) timbulnya masalah terkait dengan pengendalian keuangan, yaitu ketika penyerapan anggaran belum tercapai, entitas akan melakukan pemesanan yang diikuti dengan penerimaan barang beserta faktur pembelian yang menjadi dasar pencatatan beban.

D. Akuntansi Komitmen (Commitment Accounting)

Dengan teknik akuntansi komitmen, transaksi diakui ketika organisasi telah berkomitmen untuk melaksanakan transaksi tersebut, yaitu dalam bentuk melakukan pemesanan. Berikut adalah pencatatan transaksi menggunakan teknik akuntansi komitmen.

Pencatatan pemesanan kertas seharga Rp5.000.000,00

Kertas Rp5.000.000

Pesanan-Kertas Rp5.000.000 Transaksi penerimaa pesanan dengan asumsi tidak terjadi perubahan harga

Pesanan-Kertas Rp5.000.000

(5)

Transaksi penerimaan pesanan dengan asumsi terjadi perubahan harga sehingga total pesanan menjadi bernilai Rp5.500.000

Pesanan-Kertas Rp5.000.000 Kertas Rp500.000

Kas Rp5.500.000 Tujuan utama dari akuntansi komitmen adalah untuk melakukan pengendalian anggaran. Dengan penggunaan akuntansi komitmen maka akan dapat diketahui proporsi anggaran yang belum terikat pada komitmen tertentu. Dengan demikan, kelebihan komitmen atas anggaran yang tersedia dapat dicegah.

Pengikatan anggaran pada komitmen tertentu juga tidak berimbas pada pendapatan sebagaimana beban yang disajikan dalam laporan operasional. Namun, untuk menghindari pengaburan informasi antara beban dan pesanan mungkin saja dilakukan. Untuk itu, dalam rangka menghindari pengaburan pesanan sebagai beban pada periode berjalan, pada akhir tahun dilakukan jurnal sebagai berikut. Transaksi penutupan pesanan yang telah diterbitkan, tetapi belum terealisasi Pesanan-xxx xxx

Pesanan-yyy xxx

Beban xxx xxx Beban yyy xxx Dengan jurnal tersebut maka tidak ada beban yang belum terjadi (akrual) atau belum dibayar (kas), tetapi diperhitungkan sebagai realisasi tahun berjalan. Untuk selanjutnya, pada awal periode selanjutnya dilakukan jurnal pembalik untuk memunculkan kembali pesanan-pesanan tersebut.

E. Akuntansi Dana (Fund Accounting)

Teknik akuntansi dana metode akuntansi yang menyusun pelaporan dengan berbasis pada dana-dana, bukan organisasi secara keseluruhan. Motif dilaksanakanannya metode ini adalah untuk mengakomodasi kondisi sumber daya ekonomi pada akuntansi pemerintah yang penggunaannya seringkali dibatasi dengan ketat. Sumber daya tertentu sering kali telah ditentukan penggunaannya secara spesifik sehingga tidak dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang lain. Setiap dana yang ada mempertanggungjawabkan pendapatan dan belanja yang spesifik. Oleh karenanya, setiap dana tersebut akan menghasilkan laporan operasional dan neraca secara terpisah. Namun, seringkali terdapat transaksi di antara dana-dana tersebut. Berikut ini adalah contoh jurnal untuk transaksi yang terjadi antara Dana Umum dengan Dana Pendapatan dari Perumahan.

Dana Umum mentransfer kas Rp9.000.000.000 ke Dana Pendapatan Perumahan Kontribusi kepada Dana Pendapatan Prmhan Rp9.000.000.000

(6)

Dana Pendapatan Perumahan menerima transfer kas dari Dana Umum Kas-Dana Pendapatan Perumahan Rp9.000.000.000

Kontribusi dari Dana Umum Rp9.000.000.000 Dalam hal buku kas untuk beberapa dana digabung dalam satu buku maka jurnalnya menjadi

Kontribusi Kepada Dana Pendapatan Prmhn Rp9.000.000.000

Kontribusi dari Dana Umum Rp9.000.000.000 Kritik yang populer bagi teknik akuntansi dana adalah masalah biaya yang tinggi dalam implementasinya. Hal ini terutama karena setiap dana harus mencatat akun yang terpisah dan menghasilkan laporan yang terpisah. Biaya akan menjadi mahal untuk penyusunan fisik laporan tersebut. Di samping itu biaya lain yang harus ditanggung adalah berupa biaya pelatihan untuk dapat memahami, mengimplemantasikan, dan menginterpretasikan akuntansi dana karena memiliki pendekatan yang berbeda secara signifikan dari akuntansi sektor swasta.

Referensi

Dokumen terkait

Stabilitas penjualan, struktur aktiva, leverage operasi , tingkat pertumbuhan dan tingkat profitabilitas secara simultan berpengaruh positif terhadap struktur modal pada

Dalam penulisan tugas akhir ini masalah dibatasi pada antrian di bagian Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap (TPPRI) dan pelayanan di ruang perawatan Instalasi Rawat Inap A dan B

Serta kesimpulan dari penulisan tugas akhir ini adalah Dengan sistem aplikasi ini dapat mengembangkan sistem informasi berbasis teknologi informasi yang dapat membantu Hotel

Hasil uji F yang ditampilkan dalam tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah 70,817 dengan tingkat signifikansi 0.000 yang lebih kecil dari 0,05 dengan

With sufficiently large datasets with labeled training examples, the Deep Neural Networks are able to train the connection weights so that there is no loss of intelligence and the

Dengan meningkatkan kualitas pelayanan khususnya tentang kegunaan buku KIA dan pemahaman untuk memanfaatkan buku KIA, maka kepemilikan buku KIA dapat mempengaruhi

Bahwa benar, Terdakwa selaku Pakumrem 173 / PVB tidak pernah berusaha untuk mengecek bukti surat-surat tanah tersebut yang ada di Subdenzibang Korem 173 / PVB,

[r]