• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISCLOSURE INDEX LAPORAN TAHUNAN 2004 EMITEN DI BEJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DISCLOSURE INDEX LAPORAN TAHUNAN 2004 EMITEN DI BEJ"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DISCLOSURE INDEX LAPORAN TAHUNAN 2004 EMITEN DI BEJ

Lingga Fitriani

Dharma Tintri Ediraras Sudarsono

Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma [email protected]

[email protected]

ABSTRAK

Studi empiris ini bertujuan untuk menganalisa disclosure index (DI) laporan tahunan periode 2004 emiten di BEJ. Unit analisa adalah laporan tahunan 335 emiten di BEJ, yang dikelompokkan menjadi sector rill dan manufaktur, serta BUMN dan non BUMN. Data dianalisa secara deskriptif kualitatif dan verifikatif dengan uji T dua sample independent.. Hasil analisa menunjukkan sebagai berikut: 1) DI laporan tahunan periode 2004 perusahaan yang terdaftar di BEJ rata-rata sebesar 0,50378; 2) DI laporan tahunan periode 2004 emiten sektor manufaktur rata-rata sebesar 0,48426, sedangkan DI laporan tahunan periode 2004 emiten sektor riil rata-rata sebesar 0,52204; 3) DI laporan tahunan 2004 emiten BUMN rata-rata sebesar 0,63364, sedangkan DI laporan tahunan periode 2004 emiten non-BUMN rata-rata adalah sebesar 0,49949. Selanjutnya, hasil analisa verifikatif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan DI laporan tahunan periode 2004 antara emiten sektor manufaktur dengan sektor riil, demikian juga terdapat perbedaan DI laporan tahunan periode 2004 antara emiten BUMN dengan emiten non-BUMN.

Kata Kunci: Disclosure Item, disclosure index, laporan tahunan, emiten.

PENDAHULUAN

Informasi bagi pasar modal bagaikan suplemen. Tanpa informasi, aktivitas pasar modal lesu, pucat pasi dan tanpa tenaga. Karenanya sedikit apapun informasi, baik berhubungan langsung dengan harga saham maupun tidak, akan sangat menentukan ketepatan keputusan investasi. Untuk memenuhi kebutuhan informasi ini, sumbernya bisa bersumber dari mana saja, bisa berupa data, opini, dan peristiwa. Informasi berupa laporan tahunan juga merupakan sumber informasi bagi investor walaupun bukan sumber yang utama karena belum mencukupi kebutuhan informasi (Djoko Susanto, 1992)

Tahun 2004 merupakan tahun yang semula dikhawatirkan rawan kerusuhan ternyata berlangsung aman. Begitu pula kondisi ekonomi yang diperkirakan carut-marut akibat pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden langsung, justru berangsur membaik. Sehingga pasar pun berharap dengan terpilihnya pemerintah baru maka kondisi perekonomian pun dapat menuju kearah yang lebih baik. Berdasarkan evaluasi akhir tahun, ekonomi Indonesia tahun 2004 tumbuh lebih dari prediksi awal, sekitar lima persen. Perkiraan beberapa ekonom sebelumnya 4,5 persen. Pasar modal mencatat perkembangan menggembirakan di luar dugaan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEJ melaju sampai 44,56 persen, pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Ditutupnya indeks di posisi 1.000,23 pada akhir tahun 2004 di luar prediksi pasar. Pasalnya, pada akhir tahun 2003, indeks masih berkutat di posisi 691,90. Pendek kata, kondisi ekonomi yang membaik pada tahun 2004 telah menimbulkan kegairahan baru di kalangan investor dan dunia usaha (www.sinarharapan.co.id, 2005).

Selain itu tahun 2004 merupakan tahun ke-3 diselenggarakannya Annual Report Award (ARA). Ara merupakan sarana bagi emiten di BEJ untuk memperoleh masukan dari berbagai kalangan tentang seberapa baik laporan tahunan yang disajikan. Emiten di BEJ memiliki kewajiban untuk mempublikasikan laporan tahunan yang memuat informasi yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bapepam-LK.

Berdasarkan uraian tersebut, studi empiris ini dilakukan dengan tujuan untuk :

1. Menganalisa disclosure item yang disajikan dalam laporan tahunan periode 2004 oleh emiten di BEJ.

2. Mengetahui besarnya disclosure index

laporan tahunan periode 2004 emiten di BEJ.

3. Menganalisa perbedaan disclosure index

laporan tahunan 2004 antara emiten sektor manufaktur denganemiten sektor riil doi BEJ.

(2)

4. Menganalisa perbedaan disclosure index

laporan tahunan 2004 antara emiten BUMN dengan emiten non-BUMN di BEJ.

KAJIAN PUSTAKA

Disclosure adalah pengungkapan atau penjelasan, pemberian informasi oleh perusahaan, baik yang positif maupun yang negatif, yang mungkin berpengaruh atas suatu keputusan investasi. (Ahmad Antoni K. Muda, 2003, hal 113 )

Berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor : KEP-134/BL/2006 tentang kewajiban penyampaian laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik yang dituangkan pada Peraturan Nomor X.K.6 adalah:

1. Kewajiban penyampaian laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik

2. Bentuk dan isi laporan tahunan (terdapat 33 item).

METODE PENELITIAN

Unit analisis adalah disclosure index laporan tahunan periode 2004 dari 335 Emiten di BEJ. Data sekunder berupa laporan tahunan dikumpulkan dari studi lapangan langsung di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang

bertempat digedung BEJ lantai 1 dan download

melalui internet.

Data dinalisa secara : 1) Deskriptif kualitatif dan 2) Verifikatif Uji–t dua sampel independent dengan bantuan perangkat lunak SPSS Versi 13 dan Microsoft Excell.

Hipotesis yang akan diuji adalah:

Ho1: Tidak Terdapat perbedaan disclosure index yang signifikan pada laporan tahunan periode 2004 antara perusahaan sektor manufaktur dengan riil.

Ho2: Tidak terdapat perbedaan disclosure index yang signifikan pada laporan tahunan periode 2004 antara perusahaan BUMN dengan non-BUMN yang terdaftar di BEJ.

HASIL PENELITIAN

Disclosure Item dan Disclosure Index

Pada Table 1. diketahui bahwa disclosure item

dalam laporan tahunan emiten yang mendapatkan perhatian paling besar adalah laporan keuangan (100%), hampir semua emiten mengungkapkannya. Sedangkan item tentang penelitian dan pengembangan (Litbang) merupakan item yang paling sedikit diungkap oleh emiten, yaitu hanya sebesar 5,74%.

Tabel 1

Rata-rata Disclosure Index (DI) Pada Setiap Item

No Item of Disclosure %

1 Ikhtisar data keuangan penting 99.40

2 Informasi harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan 66.47

3

Laporan dewan komisaris mengenai penilaian terhadap kinerja direksi

mengenai pengelolaan perusahaan 68.28

4

Laporan dewan komisaris mengenai pandangan atas prospek usaha

perusahaan yang disusun oleh direksi 26.28

5 Laporan direksi mengenai kinerja perusahaan 78.55

6 Laporan direksi mengenai gambaran tentang prospek usaha 41.39

7

Laporan direksi mengenai penerapan tata kelola perusahaan yang telah

dilaksanakan oleh perusahaan 24.17

8 Nama dan alamat perusahaan 94.26

9 Riwayat singkat perusahaan 84.59

10

Bidang dan kegiatan usaha perusahaan meliputi jenis produk dan atau

jasa yang dihasilkan 67.37

11 Struktur organisasi dalam bentuk bagan 25.98

12 Visi dan misi perusahaan 47.13

13 Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota dewan komisaris 75.53

14 Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota direksi 74.62

Disclosure Indeks LaporanTahunan….

(3)

Tabel 1

Rata-rata Disclosure Index (DI) Pada Setiap Item

No Item of Disclosure %

15

Jumlah karyawan dan deskripsi pengembangan kompetensinya (misalnya:

aspek pendidikan dan pelatihan karyawan yang telah dan akan dilakukan) 23.56 16 Uraian tentang nama pemegang saham dan persentase kepemilikannya 56.19

17

Nama anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, persentase kepemilikan

saham, bidang usaha, dan status operasi perusahaan tersebut 25.98

18

Kronologis pencatatan saham dan perubahan jumlah saham dari awal pencatatan hingga akhir tahun buku serta nama Bursa Efek dimana saham

perusahaan dicatatkan 25.68

19 Nama dan alamat lembaga dan atau profesi penunjang pasar modal 24.77

20

Penghargaan dan sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala

nasional maupun internasional 22.36

21

Nama dan alamat anak perusahaan dan atau kantor cabang atau kantor

perwakilan 36.25

22 Tinjauan operasi per segmen usaha 48.94

23

Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara kinerja

keuangan tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya 55.59

24 Prospek usaha dari perusahaan 36.86

25

Aspek pemasaran atas produk dan jasa perusahaan, antara lain: strategi

pemasaran dan pangsa pasar 23.26

26 Kebijakan dividen dan tanggal serta jumlah dividen 31.42

27 Tata kelola perusahaan (Corporate Governance) 43.81

28 Tanggung jawab direksi atas laporan keuangan 59.21

29 Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit 100

30 Tanda tangan anggota direksi dan anggota dewan komisaris 86.40

31 Informasi tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan 23.26

32 Ringkasan statistik keuangan untuk 3 – 5 tahun 60.12

33 Informasi tentang penelitian dan pengembangan 5.74

Sumber: Data diolah, 2007

Tabel 2 menunjukkan bahwa besarnya DI laporan tahunan 2004 emiten di BEJ memiliki index terkecil sebesar 0,242 yaitu TOTO. Index terbesar 0,848 yaitu DNET. Sedangkan rata-rata DI secara keseluruhan sebesar 0,50378.

Verifikatif Hipotesis dengan Uji T Dua Sampel Independent

Deskriptif Kualitatif

Tabel 2, Descriptive Statistics

331

.242

.848

.50378

.131584

331

INDEX

Valid N (listwise)

(4)

Tabel 3. Group Statistics

160 .48426 .124865 .009871 171 .52204 .135402 .010354 SEKTOR MANUFAKTUR RIIL INDEX N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Tabel 4. Independent Samples Test

1.006 .317 -2.634 329 .009 -.037785 .014345 -.066003 -.009566 -2.641 328.933 .009 -.037785 .014306 -.065927 -.009642 Equal variances assumed Equal variances not assumed INDEX F Sig.

Levene's Test for Equality of Variances

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error

Difference Lower Upper 95% Confidence

Interval of the Difference t-test for Equality of Means

Berdasarkan tabel 4 maka Ho ditolak, terbukti bahwa terdapat perbedaan disclosure index yang signifikan pada laporan tahunan 2004 emiten sektor manufaktur dengan emiten sektor riil di BEJ.

Berdasarkan tabel 6 maka Ho ditolak, terbukti bahwa terdapat perbedaan disclosure index yang signifikan pada laporan tahunan 2004 emiten BUMN dengan emiten non-BUMN di BEJ.

Tabel 5. Group Statistics

11 .63364 .086331 .026030 320 .49949 .129355 .007231 KEPEMILIKAN BUMN NON-BUMN INDEX N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Tabel 6. Independent Samples Test

2.031 .155 3.411 329 .001 .134143 .039331 .056771 .211515 4.965 11.601 .000 .134143 .027016 .075055 .193230 Equal variances assumed Equal variances not assumed INDEX F Sig. Levene's Test for Equality of Variances

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error

Difference Lower Upper 95% Confidence

Interval of the Difference t-test for Equality of Means

Hasil penelitian konsisten dengan penelitian dari Djoko Susanto (1992).

PENUTUP

Beberapa kesimpulan dari hasil analisa adalah sebagai berikut:

1. Item laporan tahunan 2004 yang banyak diungkap oleh emiten di BEJ adalah Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit, Ikhtisar data keuangan penting, Nama dan alamat perusahaan, Tanda tangan anggota direksi dan anggota dewan,

dan Riwayat singkat perusahaan. Sedangkan item laporan tahunan 2004 yang sedikit diungkap oleh emiten di BEJ adalah Informasi tentang Litbang, Penghargaan dan sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional maupun internasional, Aspek pemasaran atas produk dan jasa perusahaan, antara lain: strategi pemasaran dan pangsa pasar, Informasi tentang tanggung jawab social dan lingkungan, serta Jumlah karyawan dan deskripsi pengembangan kompetensinya 23,56% dari keseluruhan perusahaan.

Disclosure Indeks LaporanTahunan….

(5)

2.

imum

3.

ada sektor manufaktur di

4. D

aripada emiten non-BUMN di BEJ.

re m yang sifatnya volunteer (Bukan item yang wajib d

DAFTA PUSTAKA

da, 2003 Kamus Lengkap

Ekonomi. Jakarta: Gita Media Press.

of t

Stanis

Data raha Ilmu.

Perat

Laporan Tahunan Bagi

http:// DI laporan tahunan 2004 dari 335 emiten di

BEJ, menunjukkan bahwa Index min

adalah 0,242 yaitu emiten TOTO, DI maximum adalah 0,848 yaitu emiten DNET; rata-rata emiten menyajikan 50% informasi yang wajib diungkap sesuai ketentuan BAPEPAM LK.

DI laporan tahunan 2004 emiten sektor riil lebih baik darip

BEJ.

I laporan tahunan 2004 emiten BUMN lebih baik d

Penelitian lanjutan memuat disclosu ite

iungkap sesuai ketentuan BAPEPAM LK), dan data time series / cross sectional.

R

Ahmad Antoni K. Mu

Djoko Susanto, 1992. An Empirical Investigation he Extent of Corporate Disclosure in

Annual Reports of Companies Listed on the Jakarta Stock Exchange (Publikasi No.17). Jakarta: Tim Koordinasi Pengembangan Akuntansi.

laus S. Uyanto, 2006. Pedoman Analisis Dengan SPSS. Yogyakarta: G

Triton Prawira Budi, 2006. SPSS 13.0 Terapan: Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

uran Nomor X.K.6 : Kewajiban Penyampaian

Emiten atau Perusahaan Publik. Bapepam, 2006. 202.155.2.90/corporateactions/new_info_js x/jenis_informasi/01_laporan_keuangan http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi _pm/peraturan_pm/index.html http://www.jsx.co.id/MainMenu/Emiten/IssuerPro fileFinancialReport/tabit http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/keuanga n/2005/0124/keu_html http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha_Milik_ Negara

Gambar

Tabel 4. Independent Samples Test

Referensi

Dokumen terkait

adanya gula pereduksi dalam sampel disakarida maltosa hasil dari hirolisis substrat pati oleh enzim amilase yang di ekstrak dari biji kacang hijau yang direndam selama 12 jam.. Reagen

Karya khususnya kegiatan Pengembangan Permukiman yang masih.. RPIJM Bidang Cipta Karya | 2018 – 2022.. DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BIAK

Adapun untuk Pedoman Penanganan Korban Traô king Kementerian Sosial Tahun 2010 yang merupakan standar pelayanan terbaik, ternyata belum semua staf juga memilikinya,

A significant correlations between zinc levels, hemoglobin level and socio-economic status with the STM scores were observed (p<0.05), whereas nutritional status was

Dari hasil dan pembahasan 8 variabel bebas yang mempengaruhi dalam pemilihan sekolah lanjutan tingkat atas menggunakan regresi logistik multinomial didapatkan 5

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2003 tentang Tata Cara dan Persyaratan Permohonan Penyelidikan atas Pengamanan Industri

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan derajat self-efficacy saat mengerjakan tugas akhir melalui konseling kelompok dengan pendekatan CBT pada mahasiswa Teknik

[r]