• Tidak ada hasil yang ditemukan

PILIHAN KODE PADA MASYARAKAT JAWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PILIHAN KODE PADA MASYARAKAT JAWA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PILIHAN KODE PADA MASYARAKAT JAWA

(Studi Kasus di Wilayah eks-Keresidenan Surakarta)

DISERTASI

Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai Gelar Doktor

Program Studi Linguistik

Minat Utama Pengajaran Bahasa

oleh:

DASIH WIRYASTUTI

NIM: T 1202001

PASCASARJANA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Alhamdulillah peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas curahan inayah, hidayah dan ridlo-Nya semata peneliti dapat menyelesaikan disertasi dengan judul “Pilihan Kode pada Masyarakat Jawa (Studi Kasus di Wilayah eks-Keresidenan Surakarta”.

Fenomena menarik yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya keprihatinan pilihan kode bahasa pada Masyarakat Jawa di eks-Karesidenan Surakarta dengan sampel wilayah penelitian Surakarta, Boyolali dan Wonogiri.

Disertasi berjudul “Pilihan Kode pada Masyarakat Jawa (Studi Kasus di Wilayah Karesidenan Surakarta)” disusun untuk mempertahankan gelar doktor di bidang Linguistik Program Studi Pengajaran Bahasa, Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Dengan segala keterbatasan peneliti, disertasi ini dapat direncanakan, dilaksanakan dan diselesaikan atas bantuan dan kerja sama berbagai pihak. Untuk itu sepantasnyalah peneliti menyampaikan terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. selaku Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah berkenan memberi izin dan peluang kepada peneliti untuk meniti ilmu di Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Prof. Dr. M. Furqon Hidayahtullah, M.Pd. selaku Direktur Pascasarjana

Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada peneliti untuk mengikuti studi dan menyelesaikan disertasi ini dengan keterbatasan waktu Peneliti.

3. Prof. Dr. Djatmika, M.A. selaku Ketua Program Studi Linguistik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan kesempatan, arahan, dan segala kemudahan kepada peneliti untuk dapat menyelesaikan disertasi ini.

(6)

vi

serta motivasi kepada peneliti untuk dapat menyelesaikan disertasi ini sesuai batas waktu yang ditentukan.

5. Dr. Dwi Purnanto, M.Hum. selaku Ko-Promotor yang dengan penuh perhatian secara periodik mengingatkan kepada peneliti agar secara rutin menulis dan memantau kemajuan proses disertasi ini. Bahkan dengan keterbatasan waktu Beliau, senantiasa mengoreksi serta memberi masukan-masukan secara bersemuka atau melalui telephone, dan tidak segan meminjami referensi terkait yang sulit ditemukan peneliti.

6. Dr. Sri Marmanto, M.Hum. selaku Ko-Promotor dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan perhatian membimbing, mengoreksi secara teliti detail dan memberi masukan-masukan atau saran kepada peneliti. Bahkan ketika peneliti membutuhkan buku atau referensi beliau meminjamkan buku sehingga terwujudnya disertasi ini.

7. Dr. Wakit Abdullah, M.Hum. selaku Tim penguji Seminar Hasil Penelitian Disertasi, Tim Penguji Ujian Kelayakan Naskah Diserstasi ini, dan Tim Penguji Ujian Tertutup yang dengan ikhlas dan terbuka menyediakan waktu kepada peneliti untuk konsultasi, memberikan saran dan masukan objektif kepada peneliti sehingga disertasi ini menjadi runtut dan mudah untuk dipahami pembaca.

8. Prof. Dr. Markhamah, M.Hum. selaku Tim Penguji Ujian Kelayakan Naskah Diserstasi ini, dan Tim Penguji Ujian Tertutup atas saran-saran dan masukan yang runtut dan detail sehingga disertasi ini dapat menjadi lebih sempurna. 9. Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd. selaku akademikus dan rekan yang telah

membangkitkan motivasi ketika peneliti dalam keputusasaan untuk tetap semangat melanjutkan studi dan menyelesaikan disertasi ini. Secara periodik beliau mengingatkan dan memantau kemajuan proses penyelesaian disertasi ini.

(7)

vii

11. Anak-anakku tersayang Avin Wimar Budyastomo, S.Kom. M.Kom., Bertus Wimar Budyastomo, dan Candra Wimar Budyastomo, S.St. Pel. yang dengan tulus serta kasih mendampingi peneliti memperoleh data tidak peduli sampai larut malam. Juga menantu dan cucu-cucu yang senantiasa memberi semangat dan inspirasi untuk menyelesaikan disertasi ini.

10. Semua pihak yang telah membantu, mendampingi dan memfasilitasi peneliti ketika mencari data di lapangan maupun proses penulisan, sehingga peneliti dapat menyelesaikan disertasi ini.

Ibarat tiada gading yang tak retak. Peneliti menyadari disertasi ini masih jauh dari sempuna. Untuk itu, peneliti mengharapkan koreksi, masukan-masukan serta saran dari semua pihak yang berkesempatan membaca disertasi ini untuk kesempurnaannya.

Surakarta, 22 Juni 2017

(8)

viii ABSTRAK

Dasih Wiryastuti, T.1202001 Pilihan Kode pada Masyarakat Jawa (Studi Kasus di Wilayah eks-Keresidenan Surakarta). Promotor: Prof. Dr. H. Sumarlam, M.S. Ko-Promotor: 1. Dr. Dwi Purnanto, M.Hum. 2. Dr. Sri Marmanto, M.Hum. Disertasi: Program Studi Linguistik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kode, wujud kode, fungsi

kode, dan faktor penyebab munculnya kode pada masyarakat tutur Jawa di eks-Keresidenan Surakarta, dengan daerah kajian Surakarta, Boyolali, dan

wonogiri.

Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori masyarakat tutur yang dikemukakan oleh Fishman (1972), kontak bahasa oleh Weinreich (1974) komponen tutur oleh Dell Hymes (1974), kode dikemukakan oleh Wardhaugh (1986), alih kode serta campur kode oleh Hudson (1996) dan Unggah-ungguh Bahasa Jawa oleh Sasangka (2010).

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan Sosiolinguistik. Metode observasi dan wawancara merupakan metode yang digunakan dalam penyediaan data. Data penelitian ini berupa tuturan masyarakat eks-Keresidenan Surakarta di dalamnya mengandung unsur campur kode dan alih kode. Ada usaha pemertahanan ataupun justru ada pergeseran. Dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif dalam menganalisis data, diperoleh hasil penelitian berupa variasi kode bahasa, wujud kode, fungsi masing-masing kode, serta faktor penyebab munculnya kode. Jenis kode yang ditemukan pada ranah keluarga Jawa (KJ) di wilayah eks-Keresidenan Surakarta adalah kode BJ, BI, dan BA dengan faktor-faktor penentu (1) ranah, (2) peserta tutur, dan (3) norma.

Pada RK di wilayah desa, digunakan kode BJ kecuali KJ tua Wonogiri bervariasi BJ dan Campur kode BI. KJ di wilayah kota memilih kode BJ, BI, BIG, campur kode BJ+ BI dengan dasar BJ atau BI. Kode BJ yang digunakan sebagian besar berwujud Ng-lugu dan Ng-alus hanya sebagian kecil menggunakan kode BJ

Kr-lugu maupun Kr-alus. Kode BJ berwujud Ng-lugu berfungsi untuk: (1) memperlancar komunikasi dan (2) keakrapan. Penyebab munculnya kode BJ

Ng- lugu: (1) kebiasaan, (2) anak tidak dididik, dan dibiasakan menggunakan kode BJ Kr-, (3) lingkungan menggunakan kode BJ Ng-lugu, dan (4) anak mengalami kesulitan menerapkan Kr-. Kode BJ berwujud Ng-alus berfungsi untuk: (1) menghormati orang tua dan (2) kepantasan tutur. Sebab munculnya kode Ng-alus (1) menghormati orang tua/lebih tua dan (2) kehadiran O3. Kode BJ berwujud Kr-lugu berfungsi (1) menghormati orang tua/lebih tua dan (2) kepantasan tutur. Faktor penyebab munculnya kode BJ Kr- (1) tatakrama anak kepada orang tua dan (2) menghormati orang tua. Kode BI berwujud kode bahasa informal. Fungsi kode BI untuk: (1) kelancaran komunikasi, dan (2) kesiapan anak komunikasi di luar.) Sebab munculnya kode BI (1) mudah, (2) keakraban, (3) di sekolah menggunakan kode BI.

(9)

ix

dipotret dari kegiatan kemasyarakatan bersifat formal dan informal. Pada situasi formal di wilayah desa sebagian besar menggunakan kode BJ, dan BAR sedangkan di kota sebagian besar menggunakan kode BI, BJ dan BAR. Khusus Karang Taruna menggunakan kode BI dan BAR. Kode BI berwujud BI baku berfungsi pemersatu sebab dapat memperhubungkan penutur bebagai dialek. Kode BJ bewujud Kr-alus berfungsi untuk menyatakan tingkat keresmian sebab konteks tutur terjadi pada situasi formal. Penggunaan kode BAR berfungsi: (1) memberi salam, dan (2) menunjukkan pembicara religius. Sebab digunakan kode BAR sebagian besar warga negara Indonesia beragama Islam. Pada situasi informal MJ desa maupun MJ kota menggunakan kode BJ. Kode BJ berwujud Ng-lugu dan Kr-alus. Kode BJ Ng-lugu befungsi untuk: (1) keakraban dan (2) kelancaran komunikasi sebab relasi antar anggota akrab dan umur sebaya. Kode BJ Kr-alus berfungsi untuk menghormati mitra tutur yang lebih tua sebab adanya perbedaan umur dan status sosial.

(10)

x ABSTRACT

Dasih Wiryastuti, T.1202001 Coding in Javanese (Case Study in Ex-Recidency of Surakarta). Promotor: Prof. Dr. Sumarlam, M. S. Copromotor: 1. Dr. Dwi Purnanto, M.Hum. 2. Dr. Sri Marmanto, M.Hum. Disertation: Program Linguistics Post Graduate Sebelas Maret University Surakarta.

This research aims to describe the code type, code form, code function, and the causes of the code in the Java community in ex Surakarta Region, with the research area of Surakarta, Boyoali, and Wonogiri.

Theories which are used in this research are theory of speech community proposed by Fisheman (1972), language contact by Weinreich (1974), speech component Dell Hymes (1974), code proposed by Wardhaugh (1986), code switching and code mixing by Hudson (1996) and Unggah-ungguh Bahasa Jawa by Sasangka (2010).

This research was a field research with an approach of Sociolinguistics. Observation and interview were methods used in data gathering technique. Data of the research were in the form of the speech community ex-Recidency of Surakarta which contains code switching and code mixing. There was an effort the maintaining the language or even a language shift.

By using Qualitative descriptive method in analyzing the data, result was gained in a form of code variation, code form, code function, and the cause of the code used. Code variation found in the Javanese family (JF) in Ex-Recidency of Surakarta were Indonesian, Javanese, Arabic, and English code which determine factor of (1) scope, (2) speech member, and (3) norm. There were code switching and code mixing.

For JF in rural area it was Javanese code except for old JF in Wonogiri

was varied from Indonesian code to code mixing. JF in urban area’s choice of

(11)

xi

The code variety in Javanese Community (JC) in Ex-Recidency of Surakarta was captured from the community formal and informal activities. In formal situation, in the rural area, most of them used Javanese and Arabic code, while in the urban area, most of the people used Indonesian, Javanese and Arabic code. For youth organization (Karang Taruna), they used Indonesian and Arabic code. Indonesian code in a form of formal language was functioned as unifier as it could be used as connector among various dialects. Javanese code in a form of Kr-alus was functioned to show the formality level due to the speech context was in a formal situation. The use of Arabic code was functioned to: (1) greet and (2) show religious conversation. The cause of the use of Arabic code was due to most of Indonesian people were Muslims. In informal situation, JC in both rural and urban area used Javanese code. The Javanese code was in a form of Ng-lugu and Kr-alus. Javanese code of Ng-lugu was functioned as: (1) intimacy and (2) communication facilitator due to the relation of the member were intimate and coeval. Javanese code Kr-alus was functioned to respect the conversation partner who is older due to the difference of age and social status.

(12)

xii

2. Sosiolinguistik (Sociolinguistics) . ... 15

3. Masyarakat (Community) dan Masyarakat Tutur ... 21

a. Masyarakat (Community) ... 21

b. Masyarakat Tutur (Speech Community) ... 24

4. Ranah (Domain) Penggunaan Bahasa ... 25

5. Kedwibahasaan/Bilingualisme ... 26

6. Diglosia ... 28

7. Hubungan Bilingualisme dan Diglosia ... 29

a. Diglosia dan Bilingualisme ... 30

b. Bilingualisme tanpa Diglosia ... 30

c. Diglosia tanpa Bilingualisme ... 30

(13)

xiii

8. Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa ... 31

a. Pergeseran Bahasa ... 31

b. Pemertahanan Bahasa ... 33

9. Ragam Bahasa dan Bahasa Baku ... 33

a. Ragam Bahasa... 33

b. Bahasa Baku ... 34

10. Tingkat Tutur (Speech Level) dan Tingkat Tutur Bahasa Jawa ... 35

a. Tingkat Tutur (Speech Level) ... 35

b. Tingkat Tutur Bahasa Jawa ... 36

B. Kajian Pustaka ... 43

1. Kajian Tingkat Tutur Bahasa Jawa ... 43

2. Bahasa Jawa Krama ... 47

3. Kajian Sosiolinguistik ... 52

4. Kajian Bahasa dalam Situasi Diglosik ... 53

C. Kerangka Berpikir ... 54

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN ... 56

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 56

1. Tempat Penelitian ... 56

2. Waktu Penelitian ... 59

B. Bentuk dan Strategi Penelitian ... 60

(14)

xiv

1) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Surakarta ... 163

2) Wujud Kode yang Digunakan oleh KJ Tua pinggiran Kota di Surakarta ... 167

3) Wujud Kode yang Digunakan oleh KJ Muda Kota di Surakarta ... 168

b. Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM ... 191

1) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Surakarta ... 191

2) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Boyolali ... 200

3) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Wonogiri ... 207

3. Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK dan RM ... 216

a. Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK ... 216

1) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Surakarta ... 216

2) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Boyolali ... 218

3) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Wonogiri ... 219

b. Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM ... 222

1) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Surakarta ... 222

(15)

xv

1) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di

Wonogiri ... 227

1. Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK dan RM ... 230

a. Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK ... 231

1) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Surakarta ... 231

2) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Boyolali ... 233

3) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Wonogiri ... 235

b. Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM ... 238

1) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Surakarta ... 238

2) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Boyolali ... 242

3) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Wonogiri ... 245

1) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Surakarta ... 269

2) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Boyolali ... 281

(16)

xvi

b. Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM ... 304

1) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Surakarta ... 304

2) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Boyolali ... 313

3) Wujud Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Wonogiri ... 321

1. Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK dan RM ... 338

a. Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK ... 338

1) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Surakarta ... 338

2) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Boyolali ... 342

3) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Wonogiri ... 345

b. Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM ... 347

1) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Surakarta ... 347

2) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Boyolali ... 350

3) Fungsi Masing-masing Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Wonogiri ... 354

2. Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK dan RM ... 358

a. Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK ... 358

1) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Surakarta ... 358

2) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Boyolali ... 363

3) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK di Wonogiri ... 365

b. Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM ... 368

1) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Surakarta ... 368

(17)

xvii

1) Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM

di Wonogiri ... 376

BAB V: PENUTUP ... 380

A. Simpulan ... 380

B. Implikasi ... 382

C. Saran ... 383

(18)

xviii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Ciri Pembeda Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan ... 23

Tabel 2.2 : Hubungan Bilingualisme dan Diglosia ... 30

Tabel 2.3 : Afiks Ngoko dan Afiks Krama ... 39

Tabel 2.4 : Sufiks Ngoko dan Padanannya dalam Bentuk Krama ... 40

Tabel 2.5 : Afiks Gabungan Ngoko dan Padanannya dalam Bentuk Krama ... 40

Tabel 2.6 : Oposisi Krama-Ngoko ... 42

Tabel 4.7 : Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RK... 238

Tabel 4.8 : Faktor Penyebab Munculnya Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM .. 249

Tabel 4.9 : Pilihan Kode yang Digunakan oleh KJ Muda Desa/Pinggiran Kota, dan KJ Tua Desa Pinggiran Kota ... 329

Tabel 4.10 : Pilihan Kode yang Digunakan oleh KJ Muda Kotadan KJ Tua Kota ... 331

Tabel 4.11 : Perbandingan Pilihan Kode yang Digunakan oleh KJ Muda Desa/ Pinggiran Kota, dan KJ Muda Kota ... 333

Tabel 4.12 : Perbandingan Pilihan Kode yang Digunakan oleh KJ Tua Desa, dan KJ Tua Kota ... 334

(19)

xix

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 : Bentuk Unggah-Ungguh Bahasa Jawa ... 47

Bagan 2.2 : Kerangka Berpikir ... 56

Bagan 3.1 : Proses Triangulasi Sumber ... 76

(20)

xx

PKK : Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga

(21)

xxi LAMPIRAN

Lampiran 1. : Pilihan Kode pada Ranah Keluarga di Surakarta...1

Lampiran 2 . : Pilihan Kode pada Ranah Keluarga di Boyolali...22

Lampiran 3. : Pilihan Kode pada Ranah Keluarga di Wonogiri...42

Lampiran 4. : Pilihan Kode pada Ranah Keluarga di Surakarta...61

Lampiran 5. : Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Boyolali...85

Lampiran 6. : Kode yang Digunakan oleh MJ pada RM di Wonogiri...110

Lampiran 7. : Tabel Pilihan Kode pada Ranah Keluarga di Surakarta...137

Lampiran 8. : Tabel Pilihan Kode pada Ranah Keluarga di Boyolali...141

Lampiran 9. : Tabel Pilihan Kode pada Ranah Keluarga di Wonogiri...145

Referensi

Dokumen terkait

Alkhamdulillahirabbil’alamin , penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala , yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, inayah, dan

Puji syukur Alhamdulillah senantiasa penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat, Hidayah serta Karunia- Nya, sehingga penulis

Alhamdulillah, puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan segala rahmat, hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah serta inayah-inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah serta inayah-inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya

Alhamdulillah, puji syukur peneliti panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik, hidayah dan Inayah-Nya, melalui ilmu-Nya yang Maha Luas dan tak