• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYEMPURNAAN DAN UJI COBA REAKTOR GELASI MULTITETES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENYEMPURNAAN DAN UJI COBA REAKTOR GELASI MULTITETES"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENYEMPURNAAN DAN UJI COBA REAKTOR GELASI

MULTITETES

Supardjono Mudjiman, Triyono dan Darmanto

Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan-BATAN-Yogyakarta Jl Babarsari Nomor 21, Kotak pos 6101 Ykbb 55281

e-mail : [email protected]

ABSTRAK

PENYEMPURNAAN DAN UJI COBA REAKTOR GELASI MULTI TETES. Telah dilakukan penyempurnaan dan uji coba reaktor gelasi multi tetes. Penyempurnaan meliputi perbaikan-perbaikan kran-kran yang terbuat dari kaca yang masih bocor diganti dengan kran-kran dari stainless steel dan penambahan sambungan ekspansi untuk mengurangi tegangan (stress). Untuk mengurangi tegangan sambungan dibuat dengan sambungan yang elastis yaitu dengan memasang slang. Perangkat pompa peristaltik telah dimodifikasi dari roller 4 menjadi 7 supaya aliran sol stabil. Jarum penetes dilengkapi dengan gelembung untuk menjaga tekanan dari pompa peristaltik sehingga aliran cukup stabil. Dari modifikasi faktor keselamatan pekerja akan lebih baik. Hasil uji coba reaktor dengan memvariasi ukuran nomer jarum penetes nomer 3 dan 5 ukuran diameter gel yang dihasilkan sekitar 2,02-2,60 mm. Pada ukuran no. 3 didapat diameter gel 2,02-2,19 mm. Perlu percobaan lebih lanjut untuk mencari kondisi optimum yaitu dengan memvariasi ukuran nozzle, mengatur kecepatan alir nozzle, ataupun dengan mengatur viskositas umpan sol agar diperoleh hasil yang optimal. Reaktor gelasi dapat berfungsi dengan baik.

Kata Kunci : Reaktor gelasi multitetes, penyempurnaan, keselamatan dan fungsi.

ABSTRACT

IMPROVEMENT AND TESTING OF MULTI DROPS REACTOR GELATION. Improvementsand test ofreactorgelation multi drops have been made. Refinements include improvements valve made of glasses that is still leaking replaced with stainlesssteel valve and the addition ofexpansion jointsto reducestress. Toreduce the stressconnection is made with an elasticconnection is by installing ahose. The peristalticpumphas been modified from 4 to 7 roller so thatthe flow of sol is stable. The nozzle wasequipped with a bubble to keep thepressure of the peristalticpump so that the flowis quitestable. From the factor modification the safety of workers will be better. The trial results by varying the size of number ofnozzle 3 and 5 diameter gel produced about 2.02 to 2.60 mm. In size number 3 gained 2.02 to 2.19 mm diameter gel. Needfurther trials to findtheoptimum conditions by varying the size of the nozzle, set thenozzleflow rate, orby adjustingthe viscosity of the solin order to obtainfeedbackoptimal results. Thefunction of gelation reactoris properly.

Keyword : Multi drops gelation reactor, improvement, safety and funcion.

PENDAHULUAN

eaktor HTR (High Temperature Reactor) adalah merupakan reaktor masa depan hal ini disebabkan karena dapat menghasilkan listrik juga dapat menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk industri. Hal yang lain yaitu reaktor HTR juga dapat dibangun dalam modul yang kecil.

Bahan bakar reaktor HTR berupa kernel UO2 yang

saat ini dikembangkan di PTAPB BATAN atau mixed yang dilapisi dengan pirokarbon (PyC) dan silika karbida (SiC). Bahan pelapis dapat biso ataupun triso. Untuk pelapisan buffer digunakan C2H2, PyC digunakan C2H6 pada suhu sekitar

(2)

1300oC sedangan lapisan SiC menggunakan CH3SiCl3 pada suhu sekitar 1550

o

C[1].

Persyaratan reaktor masa depan antara lain[2,3,4] : harus ekonomis, mempunyai keselamatan yang tinggi, limbah yang ditimbulkan sedikit dan dapat mengikuti proliferasi. Konsep pelapisan tersebut untuk mengungkung produk fisi pada saat proses irradiasi di reaktor.

Pembuatan bahan bakar kernel UO2 melalui

tahapan-tahapan yaitu, proses pelarutan U3O8,

pemurnian/ekstraksi, pengkondisian umpan pembuatan sol, pembuatan sol untuk proses gelasi, gelasi, aging, pencucian, pengeringan gel uranium, kalsinasi, reduksi, sintering, pelapisan dan molding. Proses pembuatan umpan sol yaitu dengan mencampur ADUN (Acid Deficient Uranyl Nitrate), parafin, larutan PVAc (Polyvinyl Alcohol) dan THFA dengan komposisi tertentu dan mempunyai kekentalan tertentu agar dapat dibuat gel yang baik[5,6]. Pada proses penetesan digunakan pompa peristaltik yang lubang jarumnya digetarkan dengan vibrator pada frequensi dan amplitudo tertentu agar didapatkan bentuk gel yang ideal.

Pada tahun 2009 telah dibuat dan di instal alat unit gelasi dan masih ada kebocoran/kekurangan dan akan disempurnakan pada tahun 2010 dan pada tahun 2011 akan dipasang SIK. Pada tahun 2011 telah dilakukan penyempurnaan dan uji fungsi alat gelasi. Pengamatan dilakukan pada reaktor gelasi yang telah dilengkapi alat SIK untuk mengetahui apakah SIK sudah berfungsi dan hasil proses gelasi apakah sudah memenuhi spek yang diharapkan atau belum. Pembuatan gel

Pembuatan gel dilakukan dalam kolom gelasi dengan meneteskan larutan sol dalam ammonium hidroksida sehingga terjadi gel ammonium di uranat (ADU). Penetesan menggunakan pompa penumatik (persitaltik) diumpankan ke nozzle pada bagian atas kolom, di mana vibrator menggetarkan nozzle dari umpan sol. Butiran halus jatuh melalui udara mencapai bentuk bola sebagai akibat dari tegangan permukaan. Tetesan yang berbentuk bola kemudian melewati atmosfer gas ammonia yang kontak langsung dengan tetesan dan berreaksi kimia dengan uranil nitrat pada permukaan tetesan. Uranil nitrat yang mengendap sebagai ADU di lapisan luar dalam tetesan, membentuk film pelindung. Film ini memungkinkan untuk mempertahankan bentuk tetesan bulat sehingga tidak terjadi deformasi. Reaksi pembentukan gel uranium dalam reaktor gelasi sebagai berikut[3] :

2 UO2(NO3)1.5(OH)0.5 (aq) + 2 NH4OH (aq) → (NH4)2U2O7 (s) + NH4NO3 (aq) + H2O.

Setelah penetesan selesai, gel yang masih basah dipindah ke tangki penuaan/aging dan dipanaskan sekitar 80 °C. Pada proses penuaan inti kristal mulai tumbuh menjadi ADU sampai reaksinya sempurna.

Tujuan dari penyempurnaan adalah dari hasil kontruksi dan proses pada tahun sebelumnya masih ada kekurangsempurnaan, antara lain kran yang terbuat dari gelas masih ada kebocoran dan resiko untuk pecah sangat besar karena sering terkena beban mekanik. Untuk mengatasi hal tersebut maka kran-kran sambungan diganti dengan kran yang terbuat dari stainless steel. Untuk mengurangi tegangan dipasang sambungan dipasang sambungan ekspansi. Untuk mengurangi pulsasi dari pompa peristaltik dimodifikasi dari roller yang semula jumlahnya 4 menjadi 7 roller dan dipasang sambungan yang bergondok.

TATA KERJA

Bahan dan Peralatan

Bahan yang digunakan adala larutan sol uranium (campuran uranil nitrat, span, paraffin/THFA dan PVA dengan komposisi tertentu). media gelasi NH4OH 7 N, media aging

NH4OH 7 N dan media pencuci iso propil alcohol,

ABM, NH4OH encer.

Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat reaktor gelasi yang terdiri dari : Reaktor gelasi, pengumpan multitetes, pompa peristaltik, vibrator, nozzle dan penampung gel Cara Kerja

Menghidupkan panel utama, blower penyedot gas ammonia. Memasukkan media ammonia 7 N dalam reaktor gelasi dengan pompa ammonia sampai pada posisi overflow / luapan dan memasukan umpan sol dalam tangki pengumpan. Kemudian menghidupkan vibrator dan diatur frekwensi dan ampitudo sesuai dengan yang diiginkan serta menghidupkan pompa peristaltik dan atur kecepatan alir sol. Gel yang terbentuk dalam dalam reaktor gelasi diamati. Gel yang terbentuk dipindahkan ke tangki penampung untuk proses penuaan (aging) dan pencucian gel. Gel terbentuk diamati bentuk fisiknya dan diukur diameternya.

HASIL DAN PEMBAHASAN.

Modifikasi dan penyempurnaan yang telah dilakukan yaitu dengan modifikasi jumlah roller pada pompa peristaltik dari 4 roller yang menjadi 7 roller dapat dilihat pada Gambar 1. Penambahan roller tersebut mengurangi pulsasi dari pompa peristaltik. Penambahan gondok pada saluran

(3)

dimaksudkan untuk mengurangan pulsasi, sehingga aliran sol akan lebih stabil. Gondok tersebut dapat dilihat dalam Gambar 3. Pada proses pengoperasian reaktor gelasi kran yang terbuat dari gelas sering mendapatkan beban mekanik yaitu diputar untuk mengeluarkan gel uranium hasil gelasi, sehingga berresiko untuk pecah dan bocor. Dengan pengantian kran dari stainless steel diharapkan resiko untuk pecah dan bocor dapat teratasi. Hal ini dapat dilihat dalam Gambar 4. Faktor keselamatan untuk pekerja dan lingkungan menjadi lebih baik setelah dilakukan penyempurnaan.

Gambar 1. Pompa peristaltik dengan roller 7 buah hasil modifikasi

Gambar 2. Alat penetes sol yang terdiri 4 nozzle

Gambar 3. Saluran umpan yang dibuat dengan bergondok

Gambar 4. Penggantian kran dari SS untuk mengurangi kebocoran

Data-data percobaan dengan mengubah ukuran nomer nozlle dan ditambahkan gondok pada saluran umpan disajikan dalam Tabel 1, Gambar 7 dan 8.

Gambar 5. Tetesan gel ADU dengan empat buat nozle

(4)

Gambar 7. Gel uranium dgel antara 2,02-2,19 mm

(ukuran nozzle no. 3)

Gambar 8. Gel uranium dgel antara 2,16-2,55 mm

(ukuran nozzle no. 5)

Dari Tabel 1 dengan merubah nomer ukuran nozzle dengan 3 dan 5 ternyata perbedaannya tidak begitu signifikan. Hal ini mungkin disebabkan ketidak tahuan berapa besarnya viskositas dari sol, karena untuk pembuatan sol kedapat ulangannya sangat susah. Beberapa pustaka menyebutkan besarnya viskositas berpengaruh pada pembuatan gel karena mempengaruhi kecepatan alir sol pada proses penetesan. Hal-hal yang berpengaruh dalam pembuatan gel dan sangat berkaitan dengan variabel viskositas sol, kecepatan alir dan vibrasi. Viskositas sol dipengaruhi oleh komposisi dari uranil nitrat, PVA, THFA serta kadar uranium dalam uranil nitrat.

Dari hasil percobaan diameter gel uranium yang didapat belum seragam dan sebagian besar dari pengamatan secara visual kebulatan sudah seragam hanya ukuran diameter yang masih besar. Reaktor gelasi multitetes dapat berfungsi dengan baik.

Tabel 1. Pengaruh ukuran no. Nozle terhadap diameter gel pada umpan sol (40 ml) kadar UN = 571,2 gramU/L, keasaman = 1,26 N, pH = 1,8, jumlah PVA = 3,6 gram, THFA 1,5 ml.

No

Nozle

Skala Pompa Peristaltik

Diameter gel (mm)

Keterangan hasil gel Ukuran Keterangan Ukuran Rata-rata

1 5 Bergondok 0,5 2,60

2,20 2,46 2,50 2,32

2,42 Diameter gel terlalu besar Kebulatan kurang bagus Dengan aging goyang Tanpa vibrator 2 3 Bergondok 0,5 2,19 2,02 2,18 2,15 2,16 2,14 Kebulatan bagus Diameter gel seragam Dengan aging goyang Dengan vibrator 3 3 Bergondok 0,5 2,38 2,55 2,49 2,66 2,16

2,45 Diameter gel terlalu besar Kebulatan bagus

Dengan aging goyang Dengan vibrator 4 5 Bergondok 0,5 2,30 2,33 2,24 2,32 2,35

2,31 Diameter gel terlalu besar Tanpa aging goyang Dengan vibrator

(5)

Dari hasil modifikasi dan uji coba dapat disimpulkan, dengan mengganti sambungan memakai sambungan elastis dan kran dari SS, faktor keselamatan pekerja akan lebih baik karena resiko pecah dan bocor dapat diatasi. Dengan merubah jumlah roller pada pompa peristaltik dari 4 menjadi 7 dan menambahkan gondok pulsasi dari pompa peristaltik maka aliran sol menjadi stabil. Dari hasil uji coba didapatkan gel yang didapat belum optimal, gel yang dihasilkan masih mempunyai diameter diatas 2,2 mm. Hasil yang memenuhi persyaratan diameter gel antara 1,8-2,2 mm, diperoleh pada proses gelasi ukuran nozzle nomer 3, didapat diameter gel 2,02-2,19 mm. Perlu percobaan lebih lanjut yaitu dengan memvariasi ukuran nozzle, mengatur kecepatan alir nozzle, ataupun dengan mengatur viskositas umpan sol agar diperoleh hasil yang optimal. Dari proses yang dilakukan reaktor gelasi berfungsi dengan baik. UCAPAN TERIMAKASIH

Ucapan terimakasih ditujukan terutama kepada, Kustanti N., VB. Suwondo, A.Md., Rr. Endang Nawangsih, A.Md., Rohyanto, Bambang Pratikno dan Dyah Yuli Triyani yang telah membantu penelitian dan berdiskusi.

DAFTAR PUSTAKA

1. V.N. VAIDYA, “Sol-gel process for ceramic nuclear fuels”, BARC, Newsletter.

2. BILLOT P., BARBIER D., “Very High Temperature Reactor (VHTR) The French Atomic Energy Commission (CEA) R&D Program”, 2nd

International Tropical Meeting on HIGH TEMPERATURE TECHNOLOGY, Beijing CHINA, September 22-24, 2004. 3. SENOR DJ et all., “A New Innovative Sperical

Cermet Nuclear Fuel Element to Achieve an Ultra Long Core Life for use in Grid Apropriated LWRs.”, Prepared for the US Department of Energy under Contract DE-AC05-76RL01830, December 2007.

4. WANG J., BALLINGER R.G., DIECKER J.T., “Design Optimization and Analysis of Coated Particles Fuel Using Advanced Fuel Performance Modeling Techniques”, 2nd International Tropical Meeting on HIGH TEMPERATURE TECHNOLOGY, Beijing CHINA, September 22-24, 2004.

5. KENDALL J.M., BULLOCK R.E., “Advanced Coated Particle Fuel Options”, 2nd

International Tropical Meeting on HIGH TEMPERATURE TECHNOLOGY, Beijing CHINA, September 22-24, 2004.

6. ANNELEEN MÜLLER, “Establishment of the technology to manufacture uranium Dioxide

kernels for PBMR fuels”, Proceedings HTR2006: 3rd International Topical Meeting on High Temperature Reactor Technology October 1-4, 2006, Johannesburg, South Africa.

7. KARL VERFONDERN, HEINZ NABIELEK and JAMES M. KENDALL, “Coated Particle Fuel For High Temperature Gas Cooled Reactors” NUCLEAR ENGINEERING AND TECHNOLOGY, VOL.39 NO.5 OCTOBER 2007

TANYA JAWAB

Tundjung Indrati Y. (PTAPB)

 Mohon nomer nozzle dikonversikan dalam

ukuran nominal

 Sertakan gambar teknis sistem nozzle. Dari data- tersebut dapat ditelusuri data/fenomena mekanika fluidanya.

Supardjono Mudjiman

Untuk nomer nozzle 3, diameter ukuran nozzle 0,6 mm. Untuk nomer nozzle 5, diameter ukuran nozzle 0,7 mm. Terima kasih atas sarannya.

Atok Suhartanto (PTAPB)

 Berapa ukuran diameter jarum suntik? Ujung jarum suntik dibuat tumpul atau runcing? Sebaiknya pesan secara khusus. Terima kasih. Supardjono Mudjiman

Ukuran diameter jarum suntik tidak diketahui, karena tidak mempunyai alat ukurnya. Ujung jarum suntik tumpul. Terima kasih sarannya. Daya Agung

 Bagaimana pengaruh material bahan gelas dengan bahan SS terhadap larutan proses? Supardjono Mudjiman

Bahan gelas dan SS tahan terhadap korosi., untuk SS dipilih tipe SS 304.

MV. Purwani (PTAPB)

 Perbedaan peralatan yang lama dan baru, berapa ukuran kernel yang diinginkan?

Supardjono Mudjiman Perbedaan peralatan:

Kran sistem gelasi diganti bahannya dari SS. Pompa peristaltik 4 roller menjadi 7 roller. Tangki penampung gel diganti tangki

dengan pengeluaran dari samping.

Sambungan antara kolom gelasi diganti sambungan elastis.

Gambar

Gambar  1.  Pompa  peristaltik  dengan  roller  7  buah  hasil modifikasi
Tabel  1.  Pengaruh  ukuran  no.  Nozle  terhadap  diameter  gel  pada  umpan  sol  (40  ml)  kadar  UN  =  571,2  gramU/L, keasaman = 1,26 N, pH = 1,8, jumlah PVA = 3,6 gram, THFA 1,5 ml

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,