• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 51

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA ANALISA SISTEM PEMBERIAN KREDIT TERHADAP RENTABILITAS

PD. BPR NTB KANTOR CABANG LENANGGUAR TAHUN 2012

Oleh : Ika Fitriyani

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis system pemberian kredit terhadap rentabilitas PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah kredit disalurkan dan rentabilitas PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar selama tahun 2012 dalam bentuk data runtut waktu bulanan. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara dokumentasi, yaitu pengumpulan data dengan menyalin atau mencatat data sekunder yang berupa laporan tahunan serta gambaran umum PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar. Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier dengan satu variabel bebas yaitu Regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kredit yang disalurkan PD BPR NTB Cabang Lenangguar selama tahun 2012, secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap rentabilitas PD BPR NTB Cabang Lenangguar. Kredit PD BPR NTB Cabang Lenangguar mempunyai kemampuan menjelaskan variasi rentabilitas PD BPR NTB Cabang Lenangguar sebesar 85,8 persen, dan 14,2 persen dijelaskan oleh variabel lainnya diluar model penelitian. Kata Kunci : Kredit dan Rentabilitas

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pelaksanaan program pembangunan nasional selama ini tetap bertumpu pada Trilogi pembangunan, yaitu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Untuk itu Bank Indonesia sebagai otoritas moneter berperan aktif dalam mendukung terciptanya iklim berusaha yang kondusif terhadap peningkatan investasi, melalui pengendalian laju inflasi, nilai tukar rupiah yang realistis, kondisi neraca pembayaran yang mantap serta berupaya mempengaruhi perkembangan suku bunga dalam batas-batas yang wajar agar mendorong kegiatan investasi yang efisien.

Dalam sistem perekonomian sekarang ini, perbankan memang bukan merupakan satu-satunya sumber permodalan utama bagi investasi nasional. Tetapi bagi Indonesia, perbankan merupakan sumber permodalan utama dan peranan itu masih relatif besar dan diandalkan dibandingkan dengan pasar modal dan sumber-sumber permodalan lainnya. Bagi bank, kredit merupakan sumber utama penghasilan, sekaligus sumber resiko operasi bisnis terbesar. Sebagian dana operasional bank diputarkan dalam kredit, maka kredit akan mempunyai suatu kedudukan yang istimewa. Dan dapat dianggap

(2)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 52

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA “Kredit” sebagai salah satu sumber dana yang penting dari setiap jenis kegiatan usaha dan dapat diibaratkan sebagai darah bagi makhluk hidup. ( Siswanto Sutojo, 1995, 15 )

Kegiatan-kegiatan ekonomi pada tahapan awal pasti memerlukan modal, baik itu modal kerja atau keterampilan. Modal yang berasal dari pinjaman biasanya dapat diperoleh dari lembaga-lembaga keuangan atau lembaga non keuangan yang memiliki izin operasi untuk melakukan kegiatan dalam bidang keuangan. Salah satu lembaga keuangan yang dapat memberikan pinjaman adalah bank. Bank menurut Ikatan Akuntan Indonesia (SAK, 2007:31) adalah “lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran”. Sedangkan menurut Ahman (2004:107) mengatakan bahwa “pada dasarnya yang dimaksud dengan bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkannya kepada masyarakat yang kekurangan dana”. bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat. Kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat ini bisa dalam bentuk tabungan, deposito, giro, dan lain-lain. Sedangkan dalam kegiatan penyaluran dana kepada masyarakat bisa dalam bentuk investasi atau kredit. Keberhasilan atau kesehatan bank dalam upaya mewujudkan operasi perusahaan yang efisien dalam menghasilkan laba tidak hanya dapat dilihat dari besar kecilnya jumlah laba yang diperoleh, tetapi dapat dilihat dari rentabilitasnya. Rentabilitas menunjukkan tingkat kemampuan suatu perusahaan dengan aset atau modal sendiri yang dimilikinya yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan keuntungan.

Keberadaan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) NTB di Kecamatan Lenangguar sebagai bagian dari perusahaan daerah yang bergerak dalam pelayanan jasa keuangan tentunya akan sangat membantu usaha mikro, kecil dan menengah karena kegiatan usaha PD BPR terutama ditujukan untuk melayani usaha-usaha mikro-kecil dan masyarakat di pedesaan. Jumlah kredit yang diberikan merupakan salah satu indikator dalam meningkatkan rentabilitas PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar, maka semakin banyak jumlah kredit yang diberikan semakin tinggi pula rentabilitas PD BPR NTB cabang Lenangguar. Hal ini dapat pula menunjukan bahwa pada saat jumlah kredit yang diberikan tinggi maka rentabilitas yang diperoleh PD BPR NTB cabang Lenangguar melalui pendapatan bunga pun akan tinggi, dimana semakin efektif dan efisien pengalokasian dalam kredit yang diberikan tersebut maka tingkat rentabilitas akan semakin baik.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti mengambil judul tentang pengaruh pemberian kredit terhadap rentabilitas pada PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar. Kecamatan Lenangguar dipilih sebagai lokasi penelitian dikarenakan Lenangguaran yaitu PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar adalah satu-satunya perusahaan daerah yang bergerak disektor keuangan yang melayani masyarakat pedesaan dengan cakupan wilayah pedesaan terpencil bagian selatan Kabupaten Sumbawa. Adapun judul penelitian ini adalah Pengaruh Pemberian Kredit terhadap Rentabilitas Perusahaan Daerah Bank Perkredita Rakyat Nusa Tenggara Barat (PD BPR NTB) Kantor Cabang Lenangguar Tahun 2012.

(3)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 53

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA 1.2. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh system pemberian kredit terhadap rentabilitas PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar tahun 2012.

II. TINJAUAN PUSTAKA 1.1. Penelitian Sebelumnya

Penelitian yang dilakukan oleh Sundarwanti, (2012). tentang Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Rentabilitas Bank Pada Pt. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Sukabumi. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif. Hasil dari penelitian dapat ditarik kesimpulan yaitu jumlah kredit pensiun berpengaruh terhadap perkembangan rentabilitas pada BTPN Cabang Sukabumi. Penelitian Roaeda, (2012) tentang Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan rumus korelasi. Pengaruh pemberian kredit terhadap rentabilitas ekonomi yang terjadi pada PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk terlihat dari perhitungan yang menggunakan koefisien korelasi dan determinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perhitungan pengujian hipotesis dengan menggunakan korelasi product moment untuk tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,125 untuk pemberian kredit dengan tingkat rentabilitas ekonomi. Dari nilai koefisien korelasi tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan antara pemberian kredit pengaruhnya tidak signifikan terhadap rentabilitas ekonomi.

Sedangkan penelitian Sarwanto, (2011) Melakukan penelitian tentang Pengaruh Pegawasan Pemberian Kredit terhadap Rentabilitas Ekonomi pada PT. BPR Swadana Tridharma. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi (r) diperoleh sebesar 0.84 r>0 artinya telah terjadi hubungan yang positif, yaitu semakin besar nilai kredit maka semakin besar nilai rentabilitas ekonomi. Dengan koefisien determinasi (Kd) = 0.71 yang artinya rentabilitas ekonomi dipengaruhi oleh jumlah kredit sebesar 71%, sedangkan sisanya sebesar 29% dipengaruhi oleh faktor-faktor selain jumlah kredit. Hasil pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa t hitung > t tabel yaitu 2.68 > 2.35, maka Ho ditolak atau Ha diterima, ini berarti bahwa hubungan antara variabel x dan y signifikan, yang artinya terdapat hubungan antara jumlah kredit dan rentabilitas ekonomi yang positif.

1.2. Landasan Teori 1.2.1. Perkreditan

Pengertian kredit itu sendiri mempunyai dimensi yang beraneka ragam, dimulai dari arti “kredit” yang berasal dari bahasa Yunani “credere” yang berarti “kepercayaan” karena itu dasar kredit adalah kepercayaan. Dengan demikian seseorang memperoleh kredit pada dasarnya adalah memperoleh kepercayaan. Kredit dalam bahasa latin adalah “creditum” yang berarti kepercayaan akan kebenaran, dalam praktek sehari-hari pengertian ini selanjutnya berkembang lebih luas lagi antara lain: (Teguh Pudjo Muljono, 1989: 9)

1. Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan ditangguhkan pada suatu jangka waktu yang disepakati.

(4)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 54

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA 2. Sedangkan pengertian yang lebih mapan untuk kegiatan perbankan di Indonesia, yaitu menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1998 dalam pasal 1; kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit didasarkan atas kepercayaan, sehingga dengan demikian pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan. Ini berarti bahwa suatu lembaga kredit baru akan memberikan kredit jika ia betul-betul yakin bahwa si penerima kredit akan mengembalikan pinjaman yang diterimanya sesuai dengan jangka waktu dan syarat-syarat yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Tanpa keyakinan tersebut, suatu lembaga kredit tidak akan meneruskan simpanan masyarakat yang diterimanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur yang terdapat dalam kredit adalah: (Thomas Suyatno dkk,1995, 14)

1. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikannya baik dalam bentuk uang, barang, atau jasa akan benar-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

2. Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang. Dalam unsur waktu ini, terkandung pengertian nilai agio dari uang yang ada sekarang lebih tinggi nilainya dari uang yang akan datang.

3. Degree of risk, yaitu suatu tingkat resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontrasepsi yang akan diterimanya kemudian hari. Semakin lama kredit diberikan semakin tinggi pula tingkat resikonya, karena sejauh kemampuan manusia untuk menerobos hari depan itu, maka selalu terdapat unsur resiko inilah maka timbullah jaminan dalam pemberian kredit.

4. Prestasi, atau objek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang, tetapi juga dapat bentuk barang dan jasa. Namun karena kehidupan modern sekarang ini didasarkan kepada uang, maka transaksi-transaksi kredit yang menyangkut uanglah yang sering kita jumpai dalam praktek perkreditan.

2.2.2. Penggolongan Kredit

Keberadaan kredit menurut Sinungan (1991: 17) dapat digolongkan menurut beberapa klafikasi, antara lain:

a) Menurut jangka waktunya

Menurut jangka waktunya kredit dapat digolongkan ke dalam beberapa klasifikasi, antara lain:

1. Kredit JangkaPendek (Short-termloan) yaitu kredit yang jangka waktu pengembaliannya kurang dari satu tahun. Kredit jangka pendek dapat di urutkan dalam tiga kelompok, antara lain : (1) Kredit dagang (trade credit) antar perusahaan, (2) Pinjaman dari suatu perusahaan dagang, (3) Surat dagang

2. Kredit jangka menengah (Medium-termloan) yaitu kredit yang jangka waktu pengembaliannya satu sampai dengan tiga tahun. kredit ini dapat digunakan

(5)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 55

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA untuk menambah modal kerja, Kredit jangka menengah dapat pula dalam bentuk kredit investasi

3. Kredit jangka panjang (Long-termloan) yaitu kredit yang jangka waktu pengembaliannya melebihi tiga tahun. Misalnya kredit investasi untuk membiayai suatu proyek dan perluasan usaha.

b) Menurut jaminannya

Menurut jaminannya kredit dapat diklasifikasikan menjadi:

1. Kredit dengan jaminan (Secured Loan) yaitu kredit yang disertai penyerahan barang jaminan oleh nasabah. Jenis barang jaminan tersebut sangat tergantung pada jenis kredit yang diberikan.

2. Kredit tanpa jaminan (Unsecured Loan) yaitu kredit yang tidak disertai penyerahan barang jaminan dari nasabah. Jenis kredit ini tidak menggunakan jaminan dalam bentuk fisik, tetapi dalam bentuk bonafiditas dan prospek usaha nasabah yang bersangkutan. Pemberian kredit tanpa jaminan ini dilakukan sepanjang prinsip-prinsip penilaian kredit lainnya telah terpenuhi menurut analisis kredit.

c) Menurut tujuannya

Menurut tujuannya kredit dapat diklasifikasikan menjadi:

1. Kredit Komersial (Commercial Loan) yaitu kredit yang diberikan untuk memperlancar kegiatan usaha nasabah di bidang perdagangan.

2. Kredit Konsumtif (Consumer Loan) yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan debitur yang bersifat konsumtif.

3. Kredit Produktif (ProductiveLoan) yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan dalam rangka membiayai kebutuhan modal kerja debitur sehingga dapat meemperlancar produksi.

d) Menurut penggunaannya.

Menurut penggunaannya kredit dapat digolongkan menjadi:

1. Kredit modal kerja yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan untuk menambah modal kerja debitur, meliputi modal kerja untuk tujuan komersial, industri, kontraktor bangunan dan lain-lain.

2. Kredit investasi yaitu kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada perusahaan untuk digunakan dalam melakukan investasi melalui pembelian barang-barang modal.

2.2.3. Manfaat Perkreditan

Ada berbagai pihak yang berkepentingan secara langsung dan secara tidak langsung terhadap fasilitas perkreditan yang dipasarkan oleh bank. Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan langsung sudah tentu pihak bank dan calon debitur itu sendiri, karena kedua belah pihak inilah yang pertama-tama akan menerima manfaat dari perkreditan itu secara langsung. Sedangkan pihak pemerintah dalam hal ini penguasa moneter dan masyarakat luas juga akan menerima atau merasakan manfaat perkreditan itu secara tidak langsung. Atas dasar pemikiran ini maka manfaat perkreditan itu sendiri

(6)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 56

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA akan dapat ditinjau dari masing-masing pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkreditan itu sendiri. (Teguh Pudjo Muljono, 1989: 53)

1. Relatif mudah diperoleh kalau memang usahanya betul-betul fleksibel.

2. Biaya untuk memperoleh kredit dapat diperkirakan dengan tepat hingga memudahkan para pengusaha dalam menyusun rencana kerjanya untuk masa-masa yang akan datang.

3. Terdapat berbagai jenis kredit, berbagai bentuk penawaran modal hingga dapat dipilih modal yang paling cocok untuk kebutuhan modal perusahaan yang bersangkutan.

4. Dengan memperoleh kredit dari Bank, debitur sekaligus juga akan memperoleh berbagai manfaat yaitu:

- fasilitas perbankan yang lebih murah dalam transfer, clearing, pembukaan L/C import, bank garansi dan lain-lain.

- Bank juga menyediakan fasilitas-fasilitas konsultasi pasar, manajemen, keuangan, teknis, yuridis (dengan gratis) pula kepada debiturnya.

5. Rahasia keuangan debitur akan lebih terlindung karena adanya ketentuan mengenai Rahasia Bank dalam Undang-Undang Pokok Perbankan.

6. Dengan fasilitas kredit memungkinkan para debitur untuk memperluas dan mengembangkan usahanya dengan lebih leluasa.

Sedangkan manfaat perkreditan ditinjau berdasarkan kepentingan perbankan adalah :

1. Memperoleh pendapatan bunga kredit yaitu selisih antara bunga kredit yang diterimanya dari para debitur, dikurangi dengan biaya untuk memperoleh dana dari masyarakat dan dikurangi lagi dengan biaya-biaya overhead dalam mengelola kredit tersebut.

2. Untuk menjaga solvabillitas usahanya.

3. Dengan memberikan kredit akan membantu memasarkan jasa-jasa perbankan lainnya.

4. Pemberian kredit akan memungkinkan perbankan untuk mendidik para stafnya untuk mengenal kegiatan-kegiatan industri yang lain secara mendetail.

Kepentingan pemerintah terhadap kegiatan perkreditan dapatlah diuraikan sebagai berikut : ( Teguh Pudjo Muljono, 1989, 61 )

1. Perkreditan dapat digunakan sebagai alat untuk memacu pertumbuhan ekonomi baik secara umum maupun untuk pertumbuhan sektor-sektor ekonomi tertentu.

2. Sebagai alat untuk mengendalikan kegiatan moneter.

3. Perkreditan sebagai alat untuk menciptakan lapangan usaha atau kegiatan.

4. Pemberian kredit sebagai alat peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat. 5. Perkreditan sebagai sumber pendapatan Negara dan masih banyak manfaat lainnya.

2.2.4. Konsep Rentabilitas

Rentabilitas ialah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dalam periode tertentu (Riyanto,2008:35). Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, dan umumnya dirumuskan sebagai :

(7)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 57

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA

Dimana L adalah jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu dan M adalah modal atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan ada bermacam-macam dan tergantung pada laba dan aktiva apa yang akan diperbandingkan.

Ada dua macam rentabilitas yang digunakan untuk mengukur rentabilitas suatu perusahaan, yaitu:

a) Rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas ekonomi ialah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Oleh karena pengertian rentabilitas sering dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal didalam suatu perusahaan, maka rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan laba. Rentabilitas Ekonomi dapat dihitung dengan menggunakan rumus ( Riyanto, 2008:36) :

Tinggi rendahnya ROI dapat dipengaruhi oleh:

(1) Profit Margin

Propit margin ialah perbandingan antara laba usaha dengan penjualan bersih, dimana perbandingan tersebut dinyatakan dalam persentase (Riyanto, 2008:37).

Profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan tingkat pendapatan, dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa perhitungan profit margin dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan pendapatan yang diterima.

(2) Turnover of Operating Asset

Tingkat perputaran aktiva usaha yaitu kecepetan berputarnya operating asset dalam suatu periode tertentu. Perputaran tersebut dapat ditentukan dengan membagi total pendapatan dengan total rata-rata aktiva usaha. Rumus yang digunakan (Riyanto, 2008:37):

b) Rentabilitas Modal Sendiri

Rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak. Atau dengan kata lain dapatlah dikatakan

(8)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 58

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA bahwa rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan (Riyanto,2008:44). Laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan atau income tax. Sedangkan modal yang diperhitungkan hanyalah modal sendiri yang bekerja didalam perusahaan (Riyanto, 2008:44).

III. METODELOGI PENELITIAN

3.1. Data Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. (Sugiyono, 2001) Oleh karena itu penelitian ini mengkaji pengaruh pemberian kredit terhadap rentabilitas PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar tahun 2012. Data ini bersumber dari data sekunder yang berupa data tentang laporan tahunan serta gambaran umum PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar tahun 2012.

3.2. Klasifikasi Variabel

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi atas dua (2) klasifikasi sebagai berikut :

1. Variabel terikat, yaitu variabel yang dipengaruhi oleh satu atau lebih variabel lainnya. Dalam penelitian ini variabel terikat adalah rentabilitas PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguan selama 12 bulan pada tahun 2012

2. Variabel bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel bebas dimaksud adalah jumlah kredit yang disalurkan PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar setiap bulan selama 12 bulan pada tahun 2012.

3.3. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel adalah penjelasan tehnis variabel penelitian yang digunakan. Adapun definisi operasional variabel penelitian adalah sebagai berikut : 1. Rentabilitas adalah perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang

PD`BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar selama 12 bulan pada tahun 2012

2. Kredit adalah jumlah pinjaman yang disalurkan kepada nasabah oleh PD BPR NTB Kantor Cabang Lenangguar selama 12 bulan pada tahun 2012

3.4. Teknik Analisis

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier dengan satu variabel bebas yaitu Regresi linier sederhana. Analisis ini digunakan untuk menggambarkan pengaruh antara suatu variabel terikat dengan satu variabel bebas. Adapun prosedur analisisnya yang dilakukan adalah meliputi uji parsial dan uji

(9)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 59

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA koefisien determinasi. Uji f-statistik tidak dilakukan karena variabel bebas dalam model regresi hanya satu variabel. Model regresi dengan satu variabel bebas dalam penelitian ini diformulasi sebagai berikut (Gujarati, 2003: 202):

Yi = b0 + b1Xi + ui

Dimana:

Yi = Rentabilitas (%).

bo = Konstanta atau Intercept.

b1 = Koefisien Regresi.

Xi = Kredit (Rp)

ui = faktor gangguan.

IV. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Analisis

Berikut disajikan hasil analisis regresi linier sederhana yang digunakan dalam penelitian ini: Hasil Regresi Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3,1659 5,3497 59,174 .000 Kredit 3,3267 4281309,320 .926 7,768 .000

Sumber : Lampiran (data diolah)

Persamaan hasil regresi sebagai berikut :

Rent = 3,1659 + 3,3267 + ui

Untuk mengetahui hasil persamaan regresi tersebut dapat diterima sacara statistic atau tidak, selanjutnya dilakukan uji t-statistik dan uji koefisien determinasi.

4.1.1. Uji t-statistik

Dari hasil regresi diperoleh nilai t-hitung sebesar 7,768. Nilai t-tabel diperoleh dari n - k = 12 - 2 = 1,812 pada derajat kepercayaan 5% uji satu sisi. Ini artinya nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel (7,768 > 1,812) yang berarti bahwa variabel bebas kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap rentabilitas. Adapun kriteria pengujian variabel bebas kredit terhadap rentabilitas dapat dillihat di bawah ini

1,812 7,768

Daerah penerimaan

(10)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 60

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA 4.1.2. Uji Koefisien Determinasi (R-Square)

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .926a .858 .844 9.01027E7

Sumber : Lampiran (data diolah)

Pada tabel diatas, diperoleh nilai koefisien determinasi (r-square) sebesar 0,858. Nilai koefisien ini memberi arti bahwa kemampuan variabel bebas kredit menjelaskan variabel terikat rentabilitas adalah sebesar 85,8%, sedangkan sisanya sebesar 14,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian seperti solvabilitas,likwiditas,tingkat suku bunga pinjaman,keadaan pegawai serta sarana dan prasarana kantor cabang PD.BPR NTB Cabang Lenangguar.

4.2. Interpretasi Hasil Regresi

Nilai konstanta sebesar 3.1659 menunjukkan bahwa jika variabel kredit mengalami perubahan yang positif, maka variabel rentabilitas akan mengalami perubahan yang tetap sebesar 3.16 persen,- dengan asumsi faktor lainnya tetap. Nilai koefisien variabel bebas kredit sebesar 3.326, ini artinya jika variabel bebas kredit mengalami perubahan positif sebesar Rp.1,-, maka variabel terikat rentabilitas mengalami perubahan yang positif sebesar 3.32 persen,- dan sebaliknya dengan asumsi faktor lainnya tetap. Hasil ini menginterpretasikan bahwa peningkatan jumlah kredit yang dilakukan akan berdampak positif terhadap peningkatan rentabilitas PD BPR NTB Cabang Lenanguar.

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan sebelumnya maka dapat ditulis beberapa kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut Kredit PD BPR NTB Cabang Lenangguar mempunyai kemampuan menjelaskan variasi rentabilitas PD BPR NTB Cabang Lenangguar sebesar 85,8 persen, dan 14,2 persen dijelaskan oleh variabel lainnya diluar model penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel kredit merupakan faktor yang cukup dominan mempengaruhi rentabilitas PD BPR NTB Cabang Lenangguar.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat ditulis saran sebagai berikut : Diharapkan kepada PD BPR NTB Cabang Lenangguar dapat melakukan penerapan manajemen perkreditan untuk mengoptimalkan kinerjanya serta untuk memaksimalkan profit atas sektor perkreditannya. Melakukan efisiensi guna meningkatkan rentabilitas.

(11)

Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 4 Nomor 7, Desember 2014 61

Pusat Riset Ekonomi dan Pembangunan FE. UNSA DAFTAR PUSTAKA

Ahman, Eeng. 2004. Ekonomi Untuk Smu Kelas II. Grafindo Media Pratama, Bandung. Arikunto, Suharsimi. 1995. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta, Jakarta.

Djarwanto. 2001. Mengenal Beberapa Uji Statistik Dalam Penelitian, Edisi Kedua. Liberty, Yogyakarta.

Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometrika Dasar. Erlangga, Jakarta.

Hasibuan, Malayu S.P. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi. PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2007. Perbankan Indonesia.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun1992 tentang Perbankan. Sinar Grafika, Jakarta.

Riyanto, Bambang. 2008. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. BPFE, Yogyakarta. Roaeda, Ida. 2012. Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada

PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk.

Sarwanto. 2011. Pengaruh Pegawasan Pemberian Kredit terhadap Rentabilitas Ekonomi pada PT. BPR Swadana Tridharma.

Sinungan, Muchdarsyah. 1993. Dasar-Dasar dan Teknik Management Kredit. Bumi Aksara, Jakarta.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung.

Sundarwanti, Sinta. 2012. Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Rentabilitas Bank Pada Pt. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Sukabumi.

Referensi

Dokumen terkait

Sumber: Data yang diolah,2021 Dari hasil uji data diatas diperoleh nilai signifikansi untuk pengaruh Kepercayaan dan Persepsi Harga secara simultan terhadap

Pertumbuhan usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Pekalongan saat ini masih perlu untuk ditingkatkan, Oleh karena itu perlu suatu cara atau metode tertentu untuk

Laba bersih berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI periode 2012-2015 dengan diperoleh koefisien regresi untuk

Penggunaan utang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas modal yang digunakan, sehingga perusahaan harus bisa menggunakan kewajiban tersebut

Berdasarkan Data diolah, maka disarankan kredit banklebih menguntungkan dalam pemilihan alternatif pembiayaan dalam pengadaan aktiva tetap, yang bisa dilihat dari

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diharapkan lebih efisien dalam menggunakan aktiva untuk menghasilkan penjualan, karena hasil analisis rasio aktivitas

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memiliki EVA positif selama 5 tahun nilai karena NOPAT lebih besar dari biaya modal yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan EVA>

Cara untuk menilai profitabilitas suatu perusahaan bermacam-macam tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan di perbandingkan satu dengan yang lainnya, dengan adanya