1.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Koperasi syariah adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip syariah koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi syariah memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Koperasi dalam syariah islam adalah lembaga usaha yang dinilai cocok untuk memberdayakan rakyat kecil. Koperasi Syariah Baitul Muttaqin sudah berdiri sejak tahun 2008 yang diketuai oleh Bp. Ir. H. Djamhari Muchtar. Koperasi Syariah Baitul Muttaqin ini berada pada daerah kopo Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Dalam kegiatannya, koperasi tidak hanya bergera dibidang jasa, misalnya simpan pinjam. Koperasi juga bergerak di bidang produksi, misalnya pertanian, perternakan, dan lain sebagainya. Koperasi juga bergerak di bidang penjualan barang dagang. Usaha-usaha tersebut diharapkan mampu tumbuh dan berkembang sehingga mampu menjamin kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dalam struktur organisasi koperasi, pelaksanaan usaha sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen (manajer dan karyawan).
Koperasi Syariah Baitul Muttaqin memiliki penanggung jawab masing-masing untuk setiap bagiannya. Koperasi Syariah Baitul Muttaqin memiliki 260 anggota yang menabung dan setiap tahunnya akan ada anggota yang mengundurkan diri maupun masuk menjadi anggota baru. Koperasi Syariah Baitul Muttaqin menangani proses penjualan barang dagang setiap harinya yang dilakukan secara manual dengan menuliskan jumlah barang ke nota lalu memberikan nota tersebut untuk anggota atau pembeli dan satu nota lagi untuk disimpan dan dijadikan arsip untuk pembuatan laporan yang akan ditunjukkan kepada ketua.
Koperasi Syariah Baitul Muttaqin menginginkan sistem informasi yang dapat terintegrasi dengan bidang-bidang lainnya, dan juga dapat membuat laporan secara
otomatis agar mempercepat pekerjaan sehari-hari. Koperasi Syariah Baitul Muttaqin memiliki kesulitan dalam proses pengecekkan persediaan, proses pembayaran melalui saldo tabungan, proses pembayaran kredit dan juga dalam proses stock opname setiap bulannya. Sehingga dibutuhkannya sistem informasi yang dapat membantu pegawai dalam proses tersebut.
Dikarenakan Koperasi tersebut masih menggunakan proses secara manual, maka saat manajer akan melakukan pembelian pun memiliki hambatan. Hambatan yang dimaksud dikarenakan manajer diharuskan mencatat ulang persediaan yang ada dan tidak ada, dan mencatat ulang kembali barang apa saja yang akan dibeli.
Dalam pembayaran kredit, anggota diharuskan membayar cicilan pembelian selambat-lambatnya satu bulan (30 hari) dari tanggal pembelian namun, hanya anggota sajalah yang dapat melakukan pembayaran kredit tersebut dengan membayar terlebih dahulu ataupun tidak membayar sama sekali. Anggota juga dapat membayar pembelian tersebut menggunakan saldo sukarela mereka sehingga dapat mempermudah dalam pembayaran.
Untuk proses pembuatan laporan pun manajer diharuskan mengecek ulang satu per-satu barang yang ada dan mengecek daftar pembelian dan penjualan setiap harinya. Dengan proses tersebut dalam pembuatan laporan pun menjadi lebih memakan waktu yang cukup lama. Dengan dibuatnya sistem informasi tersebut penulis berharap dapat mempermudah segala proses yang terkait pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin, dan ketua dapat mengecek setiap laporan dimanapun dengan mudah tanpa perlu datang pada Koperasi tersebut.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah pada proyek akhir adalah sebagai berikut.
a. Bagaimana membuat proses pencatatan penjualan, pembelian, dan persediaan barang yang saling terintegrasi dan terkomputerisasi?
b. Bagaimana cara menghasilkan kartu stock, jurnal umum, dan buku besar pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin?
c. Bagaimana cara menghasilkan laporan pembelian, laporan penjualan dan laporan laba rugi penjualan pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin?
d. Bagaimana cara menghasilkan grafik penjualan tiap bulan pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin?
1.3
Tujuan
Tujuan yang ingin didapatkan dari pengerjan proyek akhir ini adalah sebagai berikut. a. Membuat aplikasi pencatatan transaksi penjualan, pembelian, dan persediaan
barang yang saling terintegrasi dan terkomputerisasi.
b. Menghasilkan kartu stock, jurnal umum, dan buku besar pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin.
c. Menghasilkan laporan pembelian, laporan penjualan, dan laporan laba rugi pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin.
d. Menghasilkan grafik penjualan tiap bulan pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin.
1.4
Batasan Masalah
Batasan masalah dari proyek akhir ini adalah sebagai berikut. a. Aplikasi tidak menangani ongkos kirim.
b. Aplikasi tidak menangani retur penjualan. c. Aplikasi tidak menangani tabungan.
d. Aplikasi hanya menangani pembelian secara tunai. e. Aplikasi hanya menangani retur pembelian secara tunai.
1.5
Definisi Operasional
Definisi operasional dari pembuatan proyek akhir ini adalah sebagai berikut. a. Aplikasi
Aplikasi berbasis web adalah software yang berfungsi untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang tersimpan dalam suatu web server. Untuk mengakses informasi dari suatu situs web, kita perlu melakukan
instalasi aplikasi web browser yang beredar saat ini adalah Mozilla Firefox, Google Chrome, dan lain-lain.
b. Persediaan
Persediaan barang dagang atau sering disebut sebagai persediaan terdiri dari barang-barang yang disediakan untuk dijual kepada pelanggan.
c. Penjualan
Penjualan adalah suatu transaksi dimana ada pengeluaran barang atau jasa dari penjual untuk pelanggan.
d. Pembelian
Pembelian adalah suatu transaksi dimana ada pemasukan barang atau jasa dari penjual kepada gudang.
e. Piutang Dagang
Piutang dagang adalah klaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang dari pembeli, atau dapat diartikan juga sebagai janji pembeli untuk membayar jumlah terutang atas jasa dan barang yang dijual.
f. Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntasi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
g. Hypertext Prepocessor (PHP)
PHP adalah salah satu bahasa pemograman skrip yang dirancang untuk membangun aplikasi web.
1.6
Metode Pengerjaan
Metode pengembangan yang digunakan dalam pembuatan Aplikasi Pengelolaan Persediaan pada Koperasi Syariah ini adalah metode berbasis terstruktur Software Development Life Cycle dengan model waterfall. Secara garis besar metode waterfall mempunyai langkah-langkah, yaitu analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung [1].
Sistem Rekayasa Informasi
Analisis Desain Pengkodean Pengujian
Gambar 1-1 Model Prototype
Berikut penjelasan dari tahapan model waterfall. a. Penganalisisan Kebutuhan Program
Penganalisisan kebutuhan merupakan tahap pertama dalam pembuatan aplikasi ini. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data untuk kebutuhan pembangunan aplikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara secara langsung kepada penanggung jawab bagian toko pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin.
b. Perancangan Desain Program
Pada tahap ini dilakukan perancangan aplikasi untuk diimplementasikan menjadi desain teknik. Perancangan aplikasi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. 1) Perancangan basis data
Perancangan basis data pada aplikasi yang akan dibuat menggunakan Entitiy Relationship Diagram.
2) Perancangan aplikasi
Perancangan proses aplikasi yang akan dibuat menggunakan flowchart dan Data Flow Diagram, sedangkan untuk mendesain tampilan aplikasi menggunakan software Balsamics Mockup.
c. Penulisan Kode Program
Pada tahap ini dilakukan penerjemahan dari desain model ke dalam aplikasi yang siap untuk digunakan oleh penanggung jawab berbagai bidang pada Koperasi Syariah Baitul Muttaqin. Aplikasi yang akan dibuat adalah aplikasi berbasis web dengan
menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Prepocessor dan Database Management System dengan menggunakan MySQL.
d. Pengujian Program
Pada tahap ini dilakukan kegiatan mengevaluasi fungsionalitas aplikasi berbasis web untuk pengelolaan persediaan, yang diikutsertakan dengan mengelola pembelian dan penjualan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan fungsionalitas berjalan berdasarkan kebutuhan dan menghasilkan keluaran yang diharapkan.
e. Penerapan Program dan Pemeliharaan 1) Penginstalasian
Pada tahap ini melibatkan penyusunan aplikasi untuk instalasi dan penggunaan di lokasi pengguna, yaitu penanggungjawab Koperasi Syariah Baitul Muttaqin. Pengiriman aplikasi dilakukan melalui internet atau melalui metode yang manual, yaitu menggunakan flashdisk dan hardisk. Adanya revisi dalam aplikasi yang dibuat akan dilakukan pada tahap selanjutnya.
2) Pemeliharaan
Tahap pemeliharaan merupakan tahap akhir setelah melakukan proses instalasi aplikasi. Pada tahap ini dilakukan untuk memodifikasi aplikasi dan mengubah data atau meningkatkan kinerja dari aplikasi. Modifikasi yang muncul karena perubahan permintaan, keluhan dari pengguna atau adanya kesalahan yang ditemukan saat menggunakan aplikasi secara langsung
1.7
Jadwal Pengerjaan
Berikut adalah jadwal pengerjaan tugas akhir ini.
Tabel 1-1 Jadwal Pengerjaan