• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai populasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai populasi"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

39 BAB 3

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Dalam penelitian ini, digunakan tabulasi data sekunder berupa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai populasi penelitian. Sekarang ini, terdapat 9 sektor yang ada di BEI (Sumber: Bisnis Indonesia edisi Selasa, 9 April 2013). Namun, bentuk kegiatan usaha atas sampel pada penelitian ini bergerak di seluruh sektor di BEI, kecuali sektor perbankan, yaitu:

i.Sektor Pertanian

oSub Sektor Palawija/Tanaman Pangan oSub Sektor Perkebunan

oSub Sektor Perikanan oSub Sektor Lainnya ii. Sektor Pertambangan

oSub Sektor Pertambangan Batubara

oSub Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi oSub Sektor Pertambangan Logam dan Mineral Lainnya oSub Sektor Pertambangan Batu-Batuan

iii. Sektor Industri Dasar dan Kimia oSub Sektor Semen

oSub Sektor Keramik, Porselen dan Kaca oSub Sektor Logam dan Sejenisnya oSub Sektor Kimia

(2)

40 oSub Sektor Plastik dan Kemasan

oSub Sektor Pakan Ternak

oSub Sektor Kayu dan Pengolahannya oSub Sektor Pulp dan Kertas

iv. Sektor Aneka Industri

oSub Sektor Otomotif dan Komponennya oSub Sektor Tekstil dan Garmen

oSub Sektor Alas Kaki oSub Sektor Kabel oSub Sektor Elektronika oSub Sektor Lainnya

v. Sektor Industri Barang Konsumsi oSub Sektor Makanan dan Minuman oSub Sektor Rokok

oSub Sektor Farmasi

oSub Sektor Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga oSub Sektor Peralatan Rumah Tangga

vi. Sektor Properti dan Real Estate

oSub Sektor Properti dan Real Estate oSub Sektor Konstruksi Bangunan

vii. Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi oSub Sektor Energi

oSub Sektor Jalan Tol, Pelabuhan, Bandara dan Sejenisnya oSub Sektor Telekomunikasi

(3)

41 oSub Sektor Konstruksi Non Bangunan

viii. Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

oSub Sektor Perdagangan Besar Barang Produksi oSub Sektor Perdagangan Eceran

oSub Sektor Restoran

oSub Sektor Hotel dan Pariwisata

oSub Sektor Advertising, Printing dan Media oSub Sektor Kesehatan

oSub Sektor Jasa Komputer dan Perangkatnya oSub Sektor Perusahaan Investasi

oSub Sektor Lainnya.

3.2 Variabel Penelitian

3.2.1 Variabel Dependen

Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tarif Pajak Efektif (ETR). ETR perusahaan adalah perhitungan rasio antara beban pajak penghasilan kini (current tax expense) dengan laba sebelum pajak penghasilan (earning before income tax/EBIT) pada laporan keuangan komersial. ETR merupakan perhitungan tarif pajak yang berasal dari informasi keuangan yang dihasilkan perusahaan (laporan keuangan komersial).

3.2.2 Variabel Independen

Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tarif Pajak Wajib (STR), ukuran perusahaan (size), intensitas sediaan

(4)

42 (inventory intensity), intensitas modal (capital intensity) dan rasio hutang jangka panjang terhadap modal (leverage).

1. Tarif Pajak Wajib (STR) adalah tarif PPh yang tertera di dalam Undang-Undang PPh atau tarif pajak yang ditetapkan pemerintah dengan rasio antara beban pajak penghasilan kini (current tax expense) terhadap PKP (taxable income) pada laporan keuangan fiskal.

2. Ukuran perusahaan (size) merupakan suatu skala untuk menilai besar kecilnya suatu perusahaan. Perhitungan ukuran perusahaan dalam penelitian ini menggunakan natural logaritma (Ln) dari total aset perusahaan karena total aset merupakan dasar tolak ukur skala suatu perusahaan.

3. Intensitas sediaan (inventory intensity) adalah perhitungan rasio antara persediaan (inventory) terhadap total aset. Intensitas sediaan memberi gambaran akan jumlah persediaan perusahaan untuk beroperasi.

4. Intensitas modal (capital intensity) adalah perhitungan rasio antara fixed asset seperti peralatan, mesin dan berbagai property terhadap total aset, dimana rasio ini menggambarkan besar aset perusahaan yang diinvestasikan dalam bentuk aset tetap yang dibutuhkan perusahaan untuk beroperasi.

5. Rasio hutang jangka panjang terhadap modal (leverage) adalah perhitungan rasio antara hutang jangka panjang perusahaan (long term debt) terhadap total aset perusahaan. Leverage digunakan untuk melihat seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak luar/pihak ketiga.

(5)

43 3.3 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, dipilih jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memberikan gambaran mengenai masalah atau peristiwa secara mendalam atas penelitian yang diuji. Sedangkan penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2008:13) dapat diartikan sebagai penelitian yang menggunakan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dimana teknik pengambilan sampelnya dilakukan secara acak dan analisis bersifat statistik/kuantitatif untuk menguji hipotesis yang ada. Penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengungkapkan mengenai pengaruh diberlakukannya reformasi perpajakan terhadap jumlah pajak yang dibayar perusahaan di Indonesia dengan implikasi atas perhitungan ETR perusahaan.

Time horizon yang digunakan dalam penelitian ini adalah longitudinal (pooled data), yaitu data yang dikumpulkan terdiri atas lebih dari satu objek dengan kurun waktu lebih dari satu waktu tertentu (periode), yaitu 3 periode (tahun 2008 hingga tahun 2010).

Tabel 3.1 Tujuan dan Desain Penelitian

Tujuan Penelitian

Desain Penelitian

Jenis Penelitian Unit Analisis Time Horizon T-1 Deskriptif Kuantitatif ETR – STR (Tipe 1 dan 2) Longitudinal T-2 Deskriptif Kuantitatif Size – ETR (Tipe 1 dan 2) Longitudinal T-3 Deskriptif Kuantitatif

Inventory Intensity – ETR (Tipe 1 dan 2)

Longitudinal T-4 Deskriptif

Kuantitatif

Capital Intensity – ETR (Tipe 1 dan 2) Longitudinal T-5 Deskriptif Kuantitatif Leverage – ETR (Tipe 1 dan 2) Longitudinal

(6)

44 Keterangan:

T-1: Untuk mengetahui perbandingan antara ETR terhadap STR perusahaan go public pada tipe 1 dan tipe 2.

T-2: Untuk mengetahui pengaruh size terhadap ETR perusahaan go public pada tipe 1 dan tipe 2.

T-3: Untuk mengetahui pengaruh inventory intensity terhadap ETR perusahaan go public pada tipe 1 dan tipe 2.

T-4: Untuk mengetahui pengaruh capital intensity terhadap ETR perusahaan go public pada tipe 1 dan tipe 2.

T-5: Untuk mengetahui

pengaruh leverage terhadap ETR perusahaan go public pada tipe 1 dan tipe 2.

3.3.1 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data atau informasi yang diperoleh secara tidak langsung dari pihak yang bersangkutan tetapi didapatkan dari pihak ketiga. Sumber data penelitian ini diambil dari laporan keuangan dan/atau laporan tahunan (annual report) perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2008-2010. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan sumber data lain atau data penunjang yang berasal dari website seperti website BEI yaitu

www.idx.co.id serta website resmi masing-masing perusahaan.

3.3.2 Populasi

Di dalam pengumpulan dan menganalisa suatu data, langkah pertama yang sangat penting adalah menentukan populasi terlebih dahulu. Populasi

(7)

45 dibutuhkan sebagai sumber data dalam penelitian karena dari populasi tersebut akan diperoleh variabel-variabel yang merupakan permasalahan dalam penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini terdapat sebanyak 481 buah perusahaan di tahun 2010.

3.3.3 Metode Pengumpulan Data dan Sampel

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah library research yang merupakan data sekunder, dimana laporan keuangan tahunan diperoleh melalui website BEI yaitu www.idx.co.id. Sedangkan metode pengumpulan sampel dilakukan dengan cara purposive random sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu dan random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana setiap anggota populasi memiliki peluang atau kesempatan yang sama untuk terpilih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa purposive random sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak namun disertai dengan kriteria-kriteria tertentu.

Adapun sampel pada penelitian ini terdiri dari perusahaan yang memenuhi kriteria Gupta dan Newberry (1992), yaitu perusahaan harus membukukan laba sebelum pajak (tidak terdapat kerugian sebelum pajak), mencatat biaya pajak lancar selama 3 tahun observasi (2008-2010), dengan tujuan agar ETR dapat diinterpretasikan secara tepat. Selain itu, perusahaan yang bergerak di sektor perbankan juga dikeluarkan dari sampel penelitian ini. Dari hasil purposive random sampling, diperoleh sebanyak 161 data untuk masing-masing tahun observasi (2008-2010).

(8)

46 Langkah-langkah pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah:

Tabel 3.2 Kriteria Pemilihan Sampel

Kriteria Jumlah

Laporan Keuangan yang tercatat di BEI 481

Laporan Keuangan yang tidak tersedia atau tidak lengkap selama tahun 2008-2010

(56)

Laporan Keuangan dari sektor keuangan (98)

Perusahaan yang tidak memenuhi kriteria Gupta dan Newberry

(166)

Jumlah sampel penelitian 161

Tabel 3.3 Gambaran Sampel Penelitian

Sektor Jumlah Perusahaan

Pertanian 13

Pertambangan 10

Industri Dasar & Kimia 23

Aneka Industri 13

Industri Barang Konsumsi 22

Properti & Real Estate 28

Infrastruktur, Utilitas & Transportasi 7

Keuangan 0

Perdagangan, Jasa & Investasi 45

Total 161

Tabel 3.4 Gambaran Proses Eliminasi Sampel Penelitian

Keterangan Jumlah Tipe 1 Jumlah Tipe 2

Total Perusahaan 161

Total perusahaan masing-masing perusahaan

78 83

Data awal untuk 3 tahun penelitian 234 249 Eliminasi outliers dengan Uji

ZScore

(9) (7)

Eliminasi outliers dengan Uji Regression Studentized Residual

(10) (16)

Total data observasi 215 226

Dari Tabel 3.3 di atas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang menjadi sampel penelitian ini sebagian besar bergerak di sektor perdagangan,

(9)

47 jasa dan investasi, yaitu sebanyak 45 perusahaan dengan persentase sebesar 27,95%. Sedangkan sebagian kecil perusahaan bergerak di sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi dengan persentase hanya sebanyak 7 perusahaan dengan persentase sebesar 4,35%. Selain itu, dapat dilihat juga bahwa tidak terdapat perusahaan yang bergerak di sektor keuangan. Dengan jumlah perusahaan yang berjumlah sebanyak 161 perusahaan, maka total observasi selama 3 tahun (2008-2010) adalah sebanyak 483 data observasi.

3.3.4 Metode Analisis Data

Metode analisis data statistik deksriptif digunakan dalam penelitian ini. Sugiyono (2008:206) menjelaskan bahwa statistik deksriptif adalah statistik yang mendeskripsikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya untuk menganalisa data tersebut tanpa adanya indikasi untuk membuat kesimpulan yang berlaku secara umum.

Adapun pengujian dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali untuk masing-masing pengujian dengan berdasarkan pada perbedaan karakteristik perusahaan, yaitu tipe 1 – perusahaan yang memiliki ETR yang semakin mendekati STR atau bahkan telah melampaui STR secara positif (versi Gambar 2.4 ETR vs STR - Harapan Pemerintah Tipe 1) dan tipe 2 – perusahaan-perusahaan yang memiliki ETR yang semakin menjauhi STR secara negatif (versi Gambar 2.5 ETR vs STR - Harapan Perusahaan Tipe 2).

Kemudian, dalam menganalisis dan mengolah data, penelitian ini menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 16. Data yang telah diperoleh akan diuji ke dalam pengujian instrumen

(10)

48 berupa uji asumsi klasik (classical linier regression test) untuk memenuhi asumsi regresi yang valid agar dapat menjawab hipotesis penelitian.

Sebelum melanjutkan ke pengujian asumsi klasik, ada baiknya dilakukan proses penghapusan data outliers terlebih dahulu. Data outliers adalah data yang bersifat ekstrim yang berbeda dibandingkan dengan biasanya serta tidak menggambarkan karakteristik data tersebut. Pengeliminasian data outliers dapat dilakukan dengan pengujian Z Score (univariat) kemudian dilanjutkan dengan pengujian Regression Studentized Residual (multivariat).

3.3.4.1 Uji Z Score

Penggunaan uji Z Score adalah dengan cara mengkonversi nilai data penelitian ke dalam standard score atau Z Score untuk mengidentifikasikan univariate outliers. Batas nilai Z Score adalah pada range -3 dan +3, sehingga data dengan nilai Z Score di bawah -3 akan dieliminasi dari sampel penelitian. Begitu pula dengan data yang memiliki Z Score di atas +3, hal ini karena data dengan Z Score di bawah -3 dan di atas + 3 merupakan data outliers. Penghitungan dengan pengujian Z Score dilakukan dengan program SPSS versi 16.0.

3.3.4.2 Uji Regression Studentized Residual

Selanjutnya dilakukan pengujian multivariat dengan Regression Studentized Residual dengan menghasilkan sebuah kolom baru bernama SRE. Batas nilai SRE adalah -1,96 hingga +1,96, sehingga data dengan nilai SRE di bawah -1,96 akan dieliminasi dari sampel penelitian. Begitu pula dengan data yang memiliki angka SRE

(11)

49 di atas +1,96. Hal ini disebabkan data dengan SRE di bawah -1,96 dan di atas +1,96 akan mengacaukan hasil penelitian dan merupakan data outliers. Penghitungan dengan pengujian Regression Studentized Residual dilakukan dengan program SPSS versi 16.0.

3.3.4.3 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik untuk menguji kelayakan penggunaan model regresi dan kelayakan variabel independen. Tujuan pengujian asumsi klasik adalah agar dapat menghasilkan nilai parameter yang baik sehingga hasil penelitian dapat lebih diandalkan. Uji asumsi klasik yang akan dilakukan dalam penelitian ini berupa uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas dan uji heterokedastisitas untuk memastikan bahwa uji hipotesisnya kokoh (robust).

3.3.4.3.1 Uji Normalitas

Uji distribusi normal adalah uji untuk mengukur apakah data terdistribusi secara normal sehingga dapat digunakan dalam statistik inferensial (statistik parametris). Model regresi yang baik adalah regresi yang memiliki distribusi data normal atau yang mendekati normal. Analisis grafik (normal P-P plot) dapat digunakan untuk menguji normalitas model regresi. Dasar pengambilan keputusan mengenai normal tidaknya suatu regresi adalah:

• Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, atau grafik histogramnya menunjukkan pola

(12)

50 distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

• Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Selain itu, dilakukan juga pengujian menggunakan Kolgomorov-Smirnov Test, dengan membandingkan Asymptotic Significance dengan α = 5%. Dasar penarikan kesimpulan adalah data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Asymptotic Significance > 0,05 (Santoso, 2004:212).

3.3.4.3.2 Uji Autokorelasi

Autokorelasi dapat didefinisikan sebagai korelasi antara sejumlah penelitian dalam waktu yang berurutan. Ghozali (2009:99) menyatakan bahwa uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara data residu (error) pada periode tertentu dengan data residu pada periode sebelumnya dalam suatu model regresi linier.

Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Uji Durbin-Watson (D-W Test) dapat digunakan untuk menentukan ada tidaknya autokorelasi. Dasar pengambilan keputusan mengenai ada tidaknya autokorelasi adalah:

(13)

51

• Angka D-W di antara -2 sampai +2 berarti tidak terjadi autokorelasi; dan

• Angka D-W di atas +2 berarti terjadi autokorelasi negatif. Gambar 3.1 Peristiwa Autokorelasi

3.3.4.3.3 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas merupakan suatu keadaan dimana variabel independen mempunyai hubungan atau korelasi yang erat satu sama lain dalam persamaan regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terdapat variabel independen yang saling berhubungan satu sama lainnya. Variance Inflationary Factor (VIF) dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas. Batas tolerance value di atas 0,1 dan VIF adalah di bawah 10. Oleh karena itu, jika nilai tolerance value di bawah 0,1 atau VIF di atas 10 maka data dikatakan mengalami multikolinearitas.

3.3.4.3.4 Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menentukan apakah dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance (σ2)dari residual (selisih predicted value dengan nilai pengamatan sebenarnya) suatu pengamatan ke pengamatan lain. Disebut sebagai

(14)

52 homokedastisitas bila variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap. Dan sebaliknya disebut sebagai heterokedastisitas bila variance dan residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain berbeda. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi dengan residual-nya. Adapun dasar untuk menganalisis hal tersebut adalah:

• Jika ada pola tertentu yang pasti, maka telah terjadi heterokedastisitas.

• Jika tidak terdapat pola yang pasti dan variabel memiliki variance yang sama, maka tidak terjadi heterokedastisitas (homokedastisitas).

3.3.4.4 Uji Regresi Linier

Untuk mengetahui atau memprediksi perubahan yang terjadi pada variabel tertentu karena dipengaruhi oleh berubahnya variabel yang lain maka digunakan analisis regresi. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian regresi linier berganda. Sugiyono (2008:277) menyatakan bahwa analisis regresi berganda digunakan “bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya).” Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan syarat bahwa paling sedikit terdapat 2 buah variabel independen, maka analisis regresi ganda akan dapat dilakukan. Adapun persamaan regresi linier berganda pada penelitian ini adalah:

(15)

53 -Tipe 1:

-Tipe 2:

Keterangan:

• Variabel dependen:

TPE = tarif pajak efektif, yaitu tarif pajak yang sesungguhnya berlaku atas penghasilan Wajib Pajak yang diperoleh dari perhitungan rasio antara beban pajak penghasilan (income tax expense) dengan laba sebelum pajak penghasilan (earning before income tax).

• Variabel uji:

SIZE = natural log dari total asset.

LEV = leverage yaitu hutang jangka panjang dibagi dengan total aset.

CAPINT = capital intensity yaitu aset tetap bersih dibagi dengan total asset.

INVINT = inventory intensity yaitu sediaan dibagi dengan total aset.

ϵ = error term.

(16)

54 3.3.4.5 Uji F

Uji F digunakan untuk menguji variabel independen secara sama sehingga dapat diketahui pengaruhnya secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a) Jika nilai probabilitas Sig lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 (Sig ≥ 0,05), maka H0 tidak ditolak dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

b) Jika nilai probabilitas Sig lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas 0,05 (Sig ≤ 0,05), maka H0 ditolak dan Ha tidak ditolak, artinya signifikan.

3.3.4.6 Uji R2

Nilai R2 adalah suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan seberapa baik suatu model yang digunakan dapat menjelaskan variabel dependennya. Range nilai R2 adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yang semakin mendekati 1 atau 100% berarti bahwa model regresi tersebut semakin baik dalam menjelaskan variasi variabel tersebut. Lain halnya, nilai R2 yang semakin mendekati 0, maka semakin kecil pengaruh semua variabel independen terhadap nilai variabel dependen.

Gambar

Tabel 3.1 Tujuan dan Desain Penelitian
Tabel 3.4 Gambaran Proses Eliminasi Sampel Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Terminal Petikemas Surabaya harus bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat kerusakan, kekurangan, dan kehilangan petikemas serta barang muatan yang ada di dalamnya pada

Contoh bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan,

Pengembangan software atau dikenal juga sebagai software engineering menurut IEEE adalah aplikasi sistematik, disiplin, pendekatan kuantitatif untuk pengembangan,

Berdasarkan hasil survey lapangan, sebagian besar masyarakat yang menjual lahannya secara utuh dengan sistem jual dikarenakan beberapa faktor, antara lain nilai jual

Menyadari akan hal tersebut, SEAMEO RECFON berusaha untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan tepat sasaran disertai dengan pengukuran yang terukur baik dari sisi

Berdasarkan hasil penelitian sebagian perawat pelaksana masih berperilaku caring kurang baik, maka bagi manajemen keperawatan perlu meningkatkan kembali perilaku caring

Data dalam penelitian ini adalah berupa kutipan-kutipan atau kalimat- kalimat dan frasa, kata yang melukiskan (peristiwa) tentang watak tokoh utama dalam novel

Jenis- jenis jaringan pada tumbuhan antara lain: Jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, jaringan