• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Celebrity Endorser (Agnes Monica) terhadap Intensi Pembelian Konsumen Produk Minyak Angin Aromatherapy Fresh Care di Universitas Kristen Maranatha Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Celebrity Endorser (Agnes Monica) terhadap Intensi Pembelian Konsumen Produk Minyak Angin Aromatherapy Fresh Care di Universitas Kristen Maranatha Bandung."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

v Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

One creative way of advertising is to use the endorser. Use celebrity endorser in advertising will make consumer feel interest to this product. Therefore, the purpose of this research is to determine and analyze the influence of celebrity endorser (Agnes Monica) of consumer interest in buying Product Fresh Care by measuring the credibility of Agnes Monica owned resources as the celebrity endorsers that are attractiveness, trustworthiness, and expertise. Research conducted by distributing questionnaires to 110 respondents consisting of students Faculty of Economics Maranatha Christian University. From research conducted there is a correlation between celebrity endorser with purchase intentions. It can be seen from the calculations by the simple regression method showed that the use celebrity endorser influencing purchase intentions interest of 37.9% and for the rest 62.1% influenced by other factors. Therefore, the authors try to give advice in the conduct of promotional activities through advertising. Other company such as product quality, product price, quality of costumer service, and continually innovate and creative in strategies that can still attract consumers and increasing interest in consumer purchasing intentions.

(2)

vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Salah satu cara kreatif dalam beriklan adalah dengan menggunakan celebrity

endorser. Menggunakan celebrity endorser dalam periklanan membuat konsumen merasa

tertarik terhadap produk ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh celebrity endorser (Agnes Monica) terhadap intensi pembelian konsumen pada produk Fresh Care dengan cara mengukur kredibilitas sumber yang dimiliki Agnes Monica sebagai celebrity endorser yaitu Attractiveness,

Trustworthiness dan Expertise. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner

terhadap 110 responden yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa terdapat pengaruh antara celebrity endorser terhadap intensi pembelian. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan dengan metode regresi sederhana yang menunjukan penggunaan celebrity endorser mempengaruhi sebesar 37.9% dan sisanya 62.1% dipengaruhi oleh faktor lain. Maka dari itu, penulis mencoba memberikan saran untuk melakukan kegiatan promosi lewat periklanan. Perusahaan juga perlu memperhatikan faktor-faktor lainnya seperti kualitas produk, harga produk, kualitas pelayanan, dan merancang strategi yang kreatif dan inovatif agar tetap menarik perhatian dan meningkatkan intensi pembelian.

(3)

vii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR………..iv

ABSTRACT ...….v

ABSTRAK………...vi

DAFTAR ISI ... ...vii

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Identifikasi Masalah ...5

1.3 Tujuan Penelitian ...6

(4)

viii Universitas Kristen Maranatha BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN,

(5)
(6)

x Universitas Kristen Maranatha BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan ...64

5.2 Saran ...66

DAFTAR PUSTAKA ...67

LAMPIRAN...70

(7)

xi Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

(8)

xii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel I Operasional Variabel ...30

Tabel II Profil Responden Berdasarkan Tanggapan ...41

Tabel III Profil Berdasarkan Usia ...42

Tabel IV Analisis Pernyataan Responden Terhadap Attractiveness ...44

Tabel V Analisis Pernyataan Responden Terhadap Trustworthiness ...46

Tabel VI Analisis Pernyataan Responden Terhadap Expertise ...49

Tabel VII Analisis Pernyataan Responden Mengenai Intensi Pembelian ...52

Tabel VIII Hasil Uji Validitas ...56

Tabel IX Hasil Uji Reliabilitas ...57

Tabel X Model Summary ...59

Tabel XI Anova ...59

(9)

xiii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A KUISIONER ...70

LAMPIRAN B UJI VALIDITAS ...72

LAMPIRAN C UJI RELIABILITAS ...79

LAMPIRAN D TABULASI ...83

(10)

BAB I PENDAHULUAN kompleks dan serba tidak pasti, bukan hanya menyediakan peluang tetapi juga tantangan yang dihadapi oleh perusahaan - perusahaan untuk selalu mendapatkan cara terbaik guna merebut dan mempertahankan pangsa pasar (Nurani dan Haryanto, 2011). Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik mendorong timbulnya laju persaingan di dalam dunia usaha (Haspari, 2008). Hal ini dapat kita lihat dengan semakin banyaknya perusahaan yang menghasilkan barang maupun jasa, yang menyebabkan persaingan dalam dunia usaha semakin ketat. Di dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat ini, perusahaan dituntut untuk lebih kreatif dalam menetapkan strategi yang tepat bagi perusahaan sehingga dapat menarik perhatian konsumen dan mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk mereka (Haspari, 2008). Perusahaan dapat memberikan informasi tentang produk tersebut (Nurani dan Haryanto, 2011). Pemberian informasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk program komunikasi pemasaran di antaranya : advertising, sales promotions, personal selling, public relations, dan direct

marketing (Kotler, 2005). Dari berbagai program komunikasi pemasaran tersebut,

advertising dirasakan merupakan salah satu cara yang paling umum digunakan

(11)

BAB I PENDAHULUAN

2

Universitas Kristen Maranatha Periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non-personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran (Kotler, 2005). Iklan digunakan untuk mengenalkan produk atau jasa yang ingin dipasarkan kepada pasar sasaran. Iklan yang disampaikan oleh perusahaan harus dapat diterima dengan baik oleh pihak penerima (receiver). Agar produk yang ditawarkan pemasar melalui media iklan memiliki daya tarik bagi calon konsumen untuk membeli, maka diperlukan dukungan tokoh terkenal ataupun bintang iklan sebagai penyampaian pesan dalam iklan. Bintang iklan (Celebrity endorser) yang merupakan tokoh (aktor, penghibur, atau atlet) yang dikenal masyarakat karena prestasinnya dan berperan sebagai orang yang berbicara tentang produk, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang menunjuk pada produk yang didukungnya (Shimp, 2003). Ohanian (1990) telah mengumpulkan beberapa literatur terdahulu, dan mengusulkan tiga komponen yang mempengaruhi kredibilitas selebritis sebagai endoser yaitu:

- Keahlian (expertise)

Keahlian secara luas dapat diartikan sebagai persepsi seseorang tentang pengetahuan yang dimilikinya, kemampuan atau pengalaman dan sehingga dengan demikian dianggap dapat menyediakan informasi yang akurat.

(12)

BAB I PENDAHULUAN

3

Universitas Kristen Maranatha Keterpercayaan mengarah kepada kepercayaan penonton (konsumen) terhadap kemampuan pembawa pesan dalam menyediakan informasi dengan cara yang tidak biasa dan dengan cara yang baik

- Ketertarikan (attractiveness)

Ketertarikan juga terkait dengan seberapa menarik secara fisik atau seberapa menyenangkan narasumber kepada atau konsumennya .Perusahaan harus memilih endorser yang cocok dan untuk menyampaikan pesan iklan yang diinginkan kepada target audiens, sehingga pesan tersebut sampai kepada konsumen. Melalui penggunaan

celebrity endorser, pemasar sekaligus dapat melakukan pembeda dengan produk

produk kompetitor yang ada di pasar. Basis pembedaan ini sangat penting, karena basis pembeda ini akan digunakan konsumen untuk memilih dan mendorong intensi pembelian konsumen dari berbagai macam produk yang ditawarkan produsen.

(13)

BAB I PENDAHULUAN

4

Universitas Kristen Maranatha PT. Ultra Sakti menggunakan artis multitalent Agnes Monica sebagai celebrity

endorser dalam iklan Fresh Care. Agnes Monica bergabung dengan PT. Ultra Sakti

pada tahun 2012. Agnes Monica yang sudah dikenal oleh masyarakat banyak membintangi sejumlah iklan, memulai karier industri hiburan sejak kecil. Agnes Monica kian bersinar ketika menginjak dewasa. Di era 1990-an, Agnes Monica adalah penyanyi cilik yang paling populer. Sambil bernyanyi, ia pun muncul pada beberapa program acara televisi anak sebagai pembawa acara atau presenter. Bagi Agnes Monica, bermusik saja tidak cukup. Ia pun membintangi sinetron yang makin melejitkan namanya. Saat itu, usianya masih remaja. Ketika dewasa, Agnes Monica berusaha mengejar mimpi besarnya, yaitu berkarier di pentas dunia internasional. Gebrakan internasional Agnes Monica ketika ia terpilih sebagai salah satu pembaca acara karpet merah pada American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat. Untuk mewujudkan karier internasionalnya, Agnes Monica menggarap album internasionalnya di London dan Los Angeles di bawah label Sony/ATV Music Publishing. Ia juga pernah berduet dengan penyanyi Amerika Michael Bolton untuk kompilasi albumnya. Tidak hanya mengandalkan popularitas semata, Agnes Monica menunjukkan kalau ia memang berbakat dan mampu eksis dalam dunia hiburan. Simak saja beberapa pretasi membanggakan Agnes Monica. Ia pernah menyabet penghargaan “Favorite Actress

pada Panasonic Awards 2001 dan 2002, “Populer Actress” pada SCTV Awards 2002, 7

(14)

BAB I PENDAHULUAN

5

Universitas Kristen Maranatha

Singer” dan “The Best Fashion in Social Media” pada The Shorty Vox Populi Award

2012, dan sederet prestasi lainnya. Bagi Agnes Monica, penghargaan bukanlah yang utama. Yang utama adalah karya yang berkualitas. Sebagai public figure, ia pun dipercaya sebagai duta MTV Exit, sebuah konser musik dalam misi memerangi perdagangan manusia. Dengan popularitas dan segudang prestasi, tentu Agnes Monica sangat menarik bagi para pengiklan. Agnes Monica pernah membintangi beberapa iklan, di antaranya: iklan Tri, iklan LG, iklan So Klin, iklan Chitato, iklan Tolak Angin, iklan Fresh Care, iklan Clear, iklan Zinc, iklan Logo Jeans, iklan CSL Blueberry, dan lainnya.

Melihat adanya fenomena yang menarik tersebut, maka diputuskan untuk melakukan sebuah penelitian mengenai PENGARUH CELEBRITY ENDORSER (AGNES MONICA) TERHADAP INTENSI PEMBELIAN KONSUMEN

PRODUK MINYAK ANGIN AROMATHERAPY FRESH CARE DI

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG”

1.2 Identifikasi Masalah

1. Apakah celebrity endorser berpengaruh terhadap intensi pembelian konsumen produk Minyak Angin Aromatherapy Fresh Care di Universitas Kristen Maranatha?

(15)

BAB I PENDAHULUAN

6

Universitas Kristen Maranatha 1. Untuk mengetahui apakah celebrity endorser berpengaruh terhadap intensi pembelian konsumen produk Minyak Angin Aromatherapy Fresh Care di Universitas Kristen Maranatha.

1.4 Kegunaan Penelitian

 Kontribusi Untuk Akademisi

- Menambah ilmu pengetahuan dalam bidang pemasaran

- Sebagai bahan masukan untuk mengevaluasi sejauh mana kurikulum yang telah disampaikan mampu memenuhi tuntutan perkembangan perekonomian khususnya dalam dunia pemasaran saat ini.

- Dapat dijadikan sebagai tambahan referensi bagi jurusan dalam proses belajar mengajar

 Kontribusi Untuk pihak lain

 Diharapkan dapat berguna sebagai bahan referensi dan sebagai bahan perbandingan

(16)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

64 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Setelah melakukan penelitian dan menganalisis data-data hasil penelitian maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Nilai Sig. (α) pada attractiveness sebesar 0.228. Dengan demikian dapat

ditarik kesimpulan bahwa attractiveness tidak berpengaruh terhadap intensi pembelian konsumen produk Fresh Care di Universitas Kristen Maranatha Bandung. Hal ini mempunyai arti bahwa Agnes Monica tidak memiliki daya tarik untuk mempengaruhi intensi pembelian konsumen produk Fresh Care. Dalam hal penampilan kurang terlihat menarik, berkelas, cantik, elegan dan seksi terhadap konsumennya, sehingga konsumen tidak terpengaruh oleh daya tarik yang dipancarkan Agnes Monica pada iklan Fresh Care.

2. Nilai Sig. (α) pada trustworthiness sebesar 0.012. Dengan demikian dapat

(17)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

65

Universitas Kristen Maranatha 3. Nilai Sig. (α) pada expertise sebesar 0.003. Dengan demikian dapat ditarik

kesimpulan bahwa expertise berpengaruh terhadap intensi pembelian konsumen produk Fresh Care di Universitas Kristen Maranatha Bandung. Hal ini mempunyai arti bahwa Agnes Monica memiliki keahlian, pengalaman, dan pengetahuan yang memadai tentang produk Fresh Care sehingga dapat mempengaruhi intensi pembelian konsumennya.

(18)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

66

Universitas Kristen Maranatha 5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan serta analisis yang telah dilakukan, saran yang disampaikan untuk penggunaan celebrity endorser (Agnes Monica) dalam produk minyak angin aromaterapi Fresh Care dalam usaha mempengaruhi intensi pembelian konsumen :

Perusahaan harus memperhatikan penampilan seorang celebrity endorser dengan

penampilan yang menarik, maka daya tarik dapat terpancarkan dari seorang model iklan, juga dapat menciptakan kesan yang baik pada produknya.

Perusahaan harus memperhatikan sisi unik yang terdapat dalam seorang celebrity

endorser sehingga dapat menciptakan iklan yang kreatif, unik dan berkesan di

(19)

67 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Ajeng, Peni, Hapsari., (2008) Analisis Perbandingan Penggunaan Celebrity Endorser Dan Typical-Person Endorser Iklan Televisi Dan Hubungannya Dengan Brand

Image Produk, Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol.IX, No.1, Maret 2008.

Bansal, H. S., Taylor S. F., and St. James, Y. (2005). “Migrating to New

Service Providers: Toward a Unifying Framework of Consumers' Switching Behaviors”.

Journal of the Academy of Marketing Science, 33 (1): 96-115.

Duncan, T. (2005) . Principles of Advertising & IMC, Second Edition, Bab 15, Mc. Graw Hill.Inc.

Fandy Tjiptono (2008) Strategi Pemasaran. Edisi ke tiga, penerbit Andi Yogyakarta.

Fandy Tjiptono (2004). Marketing Scale. Penerbit : ANDI , Yogyakarta.

Hair, Joseph et all (1998). Mulitivariate Data Analysis. New Jersey : Prentice Hall.

Jogiyanto. H.M. (2004). Metode Penelitian Bisnis : Salah Kaprah dan Pengalaman

Pengalaman. BBFE. Yogyakarta.

(20)

68 Universitas Kristen Maranatha Kotler, Philip. (2005). “Manajemen Pemasaran” . Edisi Milenium, Jilid Kedua.

PT. Prenhalindo.

Kotler dan Keller, (2009). “Manajemen Pemasaran”. Edisi 13, Jilid kedua.

Kotler, Philip & Keller Kevin L (2006). Marketing Management 12 Edition. Prentice Hall.

Morissan, M.A. (2010). Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jakarta : Kencana Prenada Media Group , Juli 2011.

Nazir, (2000). Metode Penelitian. 4th Ed. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Nurani, Eka S., dan Haryanto, Jony O. (2011) “PENGARUH CELEBRITY ENDORSER,

BRAND ASSOCIATION, BRAND PERSONALITY DAN PRODUCT

CHARACTERISTICS DALAM MENCIPTAKAN INTENSI PEMBELIAN (Studi

pada Iklan Kuku Bima Ener-G Rosa Versi Chris John), Journal of Business

Strategy and Execution, 2(2) hal 104-125.

Ohanian, R. (1990) , “Construction and Validation of a scale to Measure Celebrity

Endorsers” PerceivedExpertise,Trustworthiness, and Attractiveness” , Journal

of Advertising, Vol. 19, No.3,pp.39-52.

Peter J. Paul, Olson, Jerry C (2000). Consumer Behavior : Perilaku konsumen dan

(21)

69 Universitas Kristen Maranatha Rangkuti, Freddy (2004).The power of brand, Jakarta. PT.Gramedia Putaka Utama.

Schultz, Don E., & Kitchen, P. J. (2000). Communication Globally: An Integrated

Marketing Approach. McGraw Hill. New York.

Shimp, A Terrence (2003). “Periklanan dan Promosi”, Erlangga : Jakarta

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Suliyanto, (2005). Metode Riset Bisnis . C.V Andi Offset. Yogyakarta.

Swastha, Basu dan Handoko, T. Hani. (2002). Manajemen Pemasaran : Analisa

Referensi

Dokumen terkait

deformasi Gunung Merapi yang terekam pada pengamatan dalam rentang waktu 27 Februari. sampai dengan 30

Dengan adanya Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Pada SMK Tunas Muda Karanganyar, kebutuhan akan nilai raport yang telah terkomputerisasi dapat membantu dalam

Sampel data hasil keluaran FFT yang akan dijadikan data input untuk proses training diambil data sampel pertama pada percobaan yang ke-3 dari sampel halitosis dan

a) Agar individu dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain. b) Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab. c) Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam

First, the students used six self-regulated learning strategies such as planning and managing time, organizing listening practice, rehearsing listening, coding

Berdasarkan uraian masalah pada latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu bagaimana korelasi status gizi dan stres dengan dismenore pada

Thus, the author decided to design a book character education as a medium concrete to help teachers and children in conveying and understanding the values of character

Berdasarkan uraian pada latar belakang maka masalah yang terjadi dapat diidentifikasikan sebagai berikut: Studi pendahuluan yang telah dilakukan di Dusun Gesing