41
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TERHADAP KEMISKINAN DI KALIMANTAN BARAT
Muhamad Paizal
1*, Sahrul
2, U. Sulia Sukmawati
31 Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
2 Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
3 Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Email: [email protected]
ABSTRACT
Indonesia is a developing country, and poverty is an issue that is the focus of consideration. The issue of needs can be seen from the components that influence it. These elements combine sluggish economic development, a low human development index, and rising unemployment. Accordingly, this investigation is expected to determine the impact of the aforementioned factors. This study uses a quantitative methodology with an elucidation approach. The source of data in this test is secondary data, the data used in this test is data from 2017 – 2020. This assessment plans to determine the effect of the human development index in West Kalimantan on poverty levels using time series data. The results of the estimation analysis show that the HDI variable has a negative and significant effect on the level of poor people in West Kalimantan, HDI affects Poverty by 18.6%, the HDI variable shows a significant value of 0.001 and is smaller than 0.05, therefore Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that HDI affects the poverty rate in West Kalimantan throughout 2017 – 2020.
Article History
Received : 19 July 2021 Accepted : 04 November 2021 Published : November 2021
Keywords
Human development Index, proverty
Publisher :
Program Studi Ekonomi Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Pekalongan Jl. Pahlawan No. 52, Rowolaku, Kab. Pekalongan, Indonesia
Website : http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jief/issue/current
42
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 PENDAHULUANPembangunan adalah pola kemajuan menuju ke arah yang lebih baik dan ekonomis dalam mencapai tujuan memahami budaya Indonesia yang adil, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam keadaan negara kesatuan Republik Indonesia. Kemajuan harus difasilitasi sehingga setiap tahap semakin dekat dengan tujuan. Isu besar yang dilirik oleh banyak Negara berkembang atau non-industri termasuk Indonesia adalah kemiskinan atau jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskin(Alhudhori 2017).
Substansi pembenahan pembangunan nasional terletak pada pembentukan kembali cara pandang dan pola pikir hidup. Hal ini terkait dengan perlunya mengubah sikap mental seluruh insan Indonesia untuk menciptakan pembangunan nasional, karena pembangunan nasional selalu mengandung hal-hal baru (Garnella, Wahid, Yulindawati 2020).
Kemiskinan adalah masalah dalam pembangunan. Kemiskinan sampai sekarang, terlihat jelas sebagai ketidak mampuan dalam ekonomi, tetapi juga kegagalan untuk memenuhi hak-hak dasar dan perlakuan khusus bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalankan eksistensi kedaulatan. Umumnya hak-hak esensial mencakup pemenuhan kebutuhan akan makanan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, air bersih, tanah, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan keputusan untuk berpartisipasi dalam sosial politik. Ada banyak dampak buruk yang ditimbulkan oleh kemiskinan, selain berkembangnya berbagai masalah sosial, kemiskinan juga dapat mempengaruhi kemajuan ekonomi suatu negara. Kemiskinan yang tinggi akan membuat anggaran yang besar untuk mendapatkan pembangunan ekonomi, sehingga secara tidak langsung akan menghambat jalannya perekonomian. Masyarakat miskin memiliki daya beli yang rendah sehingga efek multiplier kecil lalu menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak bisa tumbuh cepat (Utami 2020).
Kemiskinan merupakan suatu kondisi di mana seorang individu atau keluarga tidak dapat beradaptasi dengan masalah yang signifikan. Indonesia adalah negara yang sarat dengan paradoks, bangsa ini adalah bangsa yang subur dan memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun sebagian besar penduduknya tergolong miskin. Pada dasarnya, kemajuan pembangunan adalah kemajuan kegiatan dengan memanfaatkan semua potensi sebagai modal besar yang kokoh dan layak melalui rencana pemanfaatan untuk bekerja pada peningkatan kesejahteraannya. Perluasan direncanakan untuk membangun pendapatan yang tidak dapat dipisahkan dari pencapaian pembangunan ekonomi dan yang dicapai dengan memperkirakan tingkat pembangunan ekonomi di suatu domain (Aludhori 2017).
Timbulnya kemiskinan antara lain disebabkan oleh keterbelakangan manusia dan sumber daya alam. Produktivitas sumber daya alam sangat bergantung pada batas produktif manusia. Jika banyak orang miskin dan tidak cukup terdidik, itu akan menyebabkan tidak adanya keterampilan, pengetahuan, dan kewirausahaan yang kemudian akan menyebabkan sumber daya alam yang tersedia tidak berkembang, dibiarkan, atau bahkan disalahgunakan.
Faktor lain yang kemiskinan adalah kekurangan SDM. Dengan asumsi individu tidak memiliki kapasitas, mereka tidak akan mendapatkan pemasukan/pendapatan yang menyebabkan daya beli mereka berkurang sehingga mereka terjebak ke dalam lingkaran kemiskinan. Ini akan mempengaruhi pembangunan ekonomi di suatu daerah dan suatu negara (Prasentyoningrum, Sukmawati 2018).
43
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 Kehadiran individu yang miskin di suatu tempat tidak akan membawa perbaikan pada suatu daerah sehingga harus digentaskan. Pengentasan kemiskinan telah menjadi ujian besar yang dalam pembangunan, karena pembangunan tidak terletak pada pendapatan yang didapat oleh suatu daerah, tetapi pada upaya pemenuhan kebutuhan individu itu sendiri (Meriyanti 2015). Kemiskinan digambarkan sebagai kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup atau kebutuhan dasar minimum, terutama sandang, pangan, papan, dan kesehatan (Segoro, Pou 2016).Pembangunan dalam perspektif yang saat ini sedang dilakukan adalah pembangunan terkait ekonomi yang diantisipasi oleh pembangunan manusia dilihat dari tingkat kualitas kehidupan manusia di setiap negara. Pembangunan manusia adalah salah satu upaya yang dapat diperoleh untuk mendapatkan kemajuan di berbagai bidang. Salah satu tolok ukur yang digunakan dalam melihat gagasan kehidupan manusia adalah IPM (Mirza 2011). IPM juga digunakan untuk mengelompokkan apakah suatu negara diakui sebagai negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang. Ini adalah tolok ukur untuk memutuskan pengaruh kebijakan ekonomi di suatu Negara (Ningrum 2017).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah penanda yang digunakan untuk melihat pencapaian dalam pergantian pembangunan manusia. Pointer ini dapat mempengaruhi produktivitas lingkungan, IPM rendah maka kemampuan lingkungan juga menjadi rendah.
Rendahnya efisiensi kerja masyawarah lokal akan menambah kuantitas masyarakat yang tidak mampu dan miskin(Wati dan Sadjiarto).
IPM adalah salah satu penanda untuk menentukan pertumbuhan peningkatan ekonomi yang mempengaruhi tingkat fisik dan non-fisik masyarakat, terutama kesehatan, kesejahteraan, tingkat sekolah dan indikator ekonomi. Dengan demikian, manusia adalah kekayaan pure negara. Ekspansi nyata dan tidak nyata dalam SDM menunjukkan peningkatan batas fundamental masyarakat. Pembangunan ekonomi dan peningkatan manusia saling terkait dan menambah satu sama lain. Tingkat kemajuan manusia yang signifikan sangat menentukan kemampuan daerah tersebut untuk mengasimilasi dan menyaring sumber-sumber pembangunan ekonomi, terlepas dari apakah itu dikaitkan dengan teknologi, inovasi maupun lembaga sebagai teknik penting untuk mencapai pembangunan ekonomi(Putri 2019).
IPM mengukur pencapaian peningkatan manusia berdasarkan jumlah bagian dari komponen kualitas individu. IPM diselesaikan berdasarkan data yang dapat menggambarkan angka harapan hidup, rata – rata lama sekoalah, dan daya beli masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok (Segoro, Pou 2016).
IPM memiliki beberapa manfaat sebagai fitur dari ekonomi, yaitu penanda penting untuk mengukur pencapaian dengan tujuan akhir membangun kualitas manusia, dapat menentukan posisi dan tingkat pembangunan suatu daerah atau Negara. Bagi Indonesia IPM merupakan data penting karena tidak terlepas dari sejauh mana pelaksanaan kinerja pemerintah. Keterkaitan antara IPM dengan pembangunan juga merupakan tolak ukur dimana pembangunan merupakan perubahan dari kondisi tertentu ke kondisi yang lebih baik.
Mengenai kesejahteraan sosial, pembangunan menyiratkan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap perubahan yang menuju kondisi yang lebih baik dapat diartikan sebagai semacam pembangunan (Garnella, Wahid, Yulindawati 2020).
44
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 Kemiskinan merupakan salah satu penanda yang dipengaruhi oleh IPM. yang mirip dengan teori kemiskinan absolut, di mana orang lain yang tidak bisa mendapatkan sumber daya yang memadai untuk mengatasi masalah-masalah penting, orang-orang hidup di bawah gaji pokok. Apabila garis kemiskinan semakin meluas dan rakyat tidak dapat mengatasi masalah mereka, maka akan terbentuk lingkaran yang tidak berkesudahan, dimana akan terlihat upah yang rendah sehingga menyebabkan permintaan akan berkurang dan diikuti oleh pengurangan dalam usaha yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat produktivitas daerah setempat.Berkurangnya pemasukkan membuat individu tidak mampu mendapatkan pendidikan sehingga terciptanya masyarakat yang tidak terampil dan terketinggalan(Hasibuan 2020).
IPM Kalimantan Barat pada tahun menunjukan pada angka 67,66 dan berada di urutan ke lima terbawah sedikit lebih baik dari Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur sedangkan tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat menunjuukan tren menurun dan pada tahun 2020 sebesar 7, 17% dan berada di urutan ke Sembilan dari 34 provinsi hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengetahui apakah benar IPM berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. IPM ini akan dikaji hungungannya dengan tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat dengan melihat signifikasinya. Selanjutnya, investigasi ini akan mengkaji apa arti IPM bagi angka kemiskinan di Kabupaten Sambas periode 2017 - 2020.
Beberapa penelitian mengenai IPM terhadap tingkat kemiskinan masih menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Penelitian Edfrida (2019) menyimpulkan bahwa secara parsial IPM bepengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Timur maupun di Kalimantan Barat. Berbeda halnya dengan Penelitian Suslawati (2017) yang menyatakan bahwa IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Berdasarkan argumen di atas maka perlu dilakukan penelitian mengenai “Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Kemiskinan di Kalimantan Barat”.
METODE
Teori pembangunan baru menyoroti tugas penting pemerintah khususnya dalam memperluas IPM dan kecenderungan kerja inovatif untuk menciptakan produktivitas kerja manusia. faktanya, dengan menempatkan masyarakat ke pelatihan/pendidikan akan benar- benar meningkatkan kualitas SDM yang dirujuk dengan memperluas informasi dan kemampuan seseorang. Semakin tinggi tingkat sekolah individu, informasi dan penguasaan/kemampuan akan meningkat, sehingga mendorong peningkatan efektivitas kerja. Perusahaan akan mendapatkan hasil yang lebih dengan merekrut tenaga kerja dengan produktivitas tinggi, sehingga perusahaan juga akan memberikan remunerasi yang lebih besar kepada orang-orang yang bersangkutan. Di bidang-bidang yang kasual seperti agribisnis, bekerja dengan kapasitas dan kemampuan masyarakat sangat perlu untuk meningkatkan hasil pedesaan, mengingat para pekerja yang cakap dapat bekerja dengan lebih menguntungkan. Pada akhirnya, seseorang yang memiliki produktivitas tinggi akan membangun kesejahteraan, yang ditunjukkan dengan kenaikan pemasukan/pendapatan dan konsumsi. Rendahnya produktivitas masyarakat miskin dapat disebabkan dari perolehan pendidikan yang rendah (Franciari 2012).
Pembangunan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari penurunan kemiskinan.
Kebutuhan akan pendidikan dan kesehatan akan lebih berharga bagi orang miskin daripada orang tidak miskin, dengan alasan bahwa bagi orang miskin aset utamanya adalah tenaga
45
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 mereka. Kehadiran fasilitas sekolah dan kesehatan yang murah akan sangat membantu dengan memperluas peningkatan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan pemasukan/pendapatan. Tingkat pendidikan dan kesehatam dapat mempengaruhi kemiskinan.Peningkatan fasilitas kesehatan oleh pemerintah dapat menangani kesejahteraan secara keseluruhan, dan anak-anak dapat pergi ke kelas dan mendapatkan pendidikan yang bagus.
Tingkat pendidikan memberi pekerja kemampuan dan informasi di sepanjang garis ini dapat memajukan produktivitas dan pendapatan/pemasukkan yang meningkat. Hal ini membuat peningkatan dalam pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya akan menurunkan tingkat kemiskinan(Franciari 2012). Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis pada penelitian ini adalah bahwa indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan.
Teknik penelitian yang digunakan yaitu teknik kuantitatif dengan pendekatan elucidation. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memutuskan dampak indeks pembangunan manusia di Kabupaten Sambas terhadap Tingkat Penduduk miskin dengan menggunakan data time series. Data yang digunakan dalam pengujian ini adalah informasi dari tahun 2011 – 2020.
Sumber data dalam pengujian ini adalah data sekunder yang dimuat di dalam website Badan Pusat statistic (BPS) Nasional, Provinsi Kalimatan Barat, Kabupaten Sambas berupa informasi Tingkat Penduduk miskin sebagai variabel dependen dan indeks pembangunan manusia sebagai variabel indenpenden.
Analisis data yang digunakan dengan metode regersi linier sederhana dengan bantuan aplikasi, software yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah IBM SPSS statistik 23 untuk mengolah informasi dan mengukur variabel yang dependen pada variabel indenpendedn yang telah dirujuk. Model data regersi yang digunakan dalam investigasi ini adalah sebagai berikut: Y adalah Tingkat Penduduk miskin di Kabupaten Sambas Tahun 2011 - 2020 (persentase), X adalah indek pembangunan manusia 2011 - 2020 (poin). Dimana H0 : IPM tidak mempengaruhi tingkat penduduk miskin, Ha : IPM berpengaruh terhadap tingkat penduduk miskin. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Adjusted R-square, dan Uji-t.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
IPM Kalimantan Barat Per Kabupaten/Kota
Grafik 1. IPM Kalimantan Barat per Kabupaten/kota 2017 – 2020 Sumber:kalbar.bps.go.id
46
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 Berdasarkan perhitungan IPM tahun 2020, rata – rata IPM Kalimantan Barat menunjukkan pencapaian pada angka 67,66 poin, angka ini meningkat pada tahun sebelumnya.Kilas balik dalam kurun waktu 4 tahun, pada tahun 2017 IPM Kalimantan barat sebesar 66,26 dan meninggkat setiap tahun. Poin IPM Kalimantan Barat jauh di bawah IPM keseluruhan Indonesia yakni 71.94, artinya rekor angka IPM Kalimantan Barat bukanlah yang terbaik di Indonesia, jika diamati secara spesifik Kalimantan Barat berada di urutan kelima terbawah sedikit lebih baik dari Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Capaian IPM Kalimantan Barat tersebut merupakan penggambaran agregat dari capaian kinerja kabupaten/kota. Kontribusi terbesar disumbangkan oleh Kota Pontianak pada tahun 2017 sebesar 77.93 meningkat setiap tahun dan pada tahun 2020 mencapai pada angka 79. 44 diatas pencapaian IPM keseluruhan Indonesia. Sedangkan yang terendah ialah Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2017 sebesar 61. 52 dan tahun 2020 pada angka 62.68 jauh di bawah rata – rata IPM Kalimatan Barat.
Pembangunan manusia di Kalimantan Barat terus mengalami peningkatan selama periode 2017 – 2020, pada tahun 2017 – 2019 rata – rata peningkatan IPM sebesar 0,71 dan pada tahun 2020 peninggatannya sangat sedikit yakni sebesar 0,01. Menskipun selama periode tersebut IPM Kalimantan Barat menunjukkan kemajuan yang positif, status pembangunan manusia masih terkatogori sedang di Kalimantan Barat. Hal ini harus dipandang serius oleh pemerintah agar dapat mengubah status pembangunan manusia di Kalimantan Barat yang sebelumnya terkategori sedang menjadi terkategori tinggi.
Kemiskinan Kalimantan barat per kabupaten/kota
Grafik 2. Kemiskinan Kalimantan Barat per Kabupaten/kota 2017 - 2020 Sumber: kalbar.bps.go.id
Merujuk pada data BPS Kalimantan barat melalui website resminya, persentase kemiskinan di Kalimantan barat tahun 2020 sebesar 7.17 %. 4 tahun lalu, yakni tahun 2017 persentase kemiskinan dijj Kalimantan sambas berada pada angka 7.88 %, dan menunjukkan tren menurun dengan angka sebesar 0.71%, tetapi jika dibandingkan dengan keseluruhan Indonesia yakni sebesar 7.63 % capaian persentase ini menunjukkan persentase Kalimantan Barat lebih rendah dari keseluruhan Indonesia.
47
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 Dari empat belas (14) kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat, sepanjang tahun 2017 – 2020 tercatat tujuh (7) kabupaten/kota dengan persentase penduduk miskin berada di bawah persentase penduduk miskin rata – rata Kalimantan Barat yakni kabupaten Bengkayang, kabupaten Mempawah, kabupaten Sanggau, kabupaten Sekadau, kabupaten Kubu Raya, kota Pontianak dan kota Singkawang. Sedangkan tujuh (7) lainnya masih berada di atas rata – rata persentase penduduk miskin Kalimantan Barat, yaitu kabupaten Sambas, kabupaten Landak, kabupaten Ketapang, kabupaten Sintang, kabupaten Kapuas Hulu, kabupaten Melawi dan kabupaten Kayong Utara.Di Kalimantan barat, kabupaten melawi merupakan kabupaten dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Kalimantan barat, dan kabupaten kubu raya merupakan kabupaten dengan persentase penduduk miskin terendah yakni 4.42%.
Koefisien determinasi
Untuk melihat seberapa besar pengaruh IPM terhadap kemiskinan dapat dilihat dengan koefisien determinasi
Tabel 1. Koefisien determinasi
Nilai R Square sebesar 0.186 artinya tingkat kemiskinan dipengaruhi oleh IPM sebesar 18,6% dan sisanya sebesar 81,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.
Uji hipotesis t
Tabel 2. Koefisien
Berdasarkan data tabel di atas nilai signifikasi variabel IPM sebesar 0.001, karena nilai signifikan 0.001 ˂ 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan/atau Ha diterima, artinya IPM berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat.
Persamaan Regresi
= 27.743 – 0.297 x
48
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 Dari persamaan regresi di atas diperoleh angka konstan sebesar 27. 743, dapat diartikan bahwa apabila terjadi peningkatan IPM sebesar 0 maka tingkat kemiskinan sebesar 27. 743.ketika terjadi peningkatan IPM sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0.297, karena koefisien regresinya negatif. Artinya jika IPM meningkat 0.297 maka tingkat kemiskinan akan menurun sebesar 0.297.
Pembahasan
Hasil estimasi analisis menunjukkan bahwa variabel IPM berpengaruh negatif dan berpengaruh nyata terhadap tingkat penduduk miskin di Kalimantan barat. Adjusted R Square sebesar 0.172 berarti keragaman tingkat kemiskinan dapat dijelaskan oleh IPM sebesar 17,2 % dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Nilai R Square sebesar 0.186 artinya tingkat kemiskinan dipengaruhi oleh IPM sebesar 18,6% dan sisanya sebesar 81,4%
dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Berdasarkan data tabel di atas nilai signifikasi variabel IPM sebesar 0.001, karena nilai signifikan 0.001 ˂ 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan/atau Ha diterima, artinya IPM berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. ketika terjadi peningkatan IPM sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0.297, karena koefisien regresinya negatif. Artinya jika IPM meningkat 0.297 maka tingkat kemiskinan akan menurun sebesar 0.297. Hasil estimasi analisis menunjukkan bahwa variabel IPM berpengaruh negatif dan signifikan berpengaruh terhadap tingkat penduduk miskin di Kabupaten Sambas. Hasil ini sesuai dengan gagasan dasar pembangunan ekonomi Islam, SDM juga merupakan fokus penting selain tauhid, tazkiah an- nafs, dan peranan pemerintah. Manusia adalah makhluk pembangunan yang merupakan tatanan besar dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan. Artinya adalah untuk melakukan pembangunan. Tolak ukur manusia yang berkualitas bisa dari manifestasi dan karya manusia itu sendiri dengan tujuan agar kualitas manusia harus diperhatikan demi substansi dan kemajuan bangsa (Prasentyoningrum, Sukmawati 2018).
Dalam perspektif Islam, pembangunan manusia (Islamic Human Development Index/I-HDI) mengukur tingkat kesejahteraan manusia dalam pemenuhan kebutuhan dasar (maslahah) sehingga individu dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. . Sebagaimana diungkapkan oleh Al-Syatibi, kemaslahatan mendasar bagi manusia terdiri dari lima hal, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dari kelima hal tersebut merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi agar manusia dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Jika salah satu kebutuhan dasar tidak terpenuhi secara tidak konsisten, hidup juga tidak sepenuhnya terpuaskan. Inilah penanda kemajuan manusia dalam Islam (Febrizal 2020). Dalam metode pembangunan baru dimana dalam metode pembangunan baru digarisbawahi pentingnya tugas otoritas public/
pemerintah, khususnya dalam memperluas peningkatan sumber daya manusia.
Kemajuan manusia tidak terlepas dari penurunan kemiskinan. Kepentingan dalam
pendidikan dan kesehatan akan lebih penting bagi masyarakat miskin daripada non-
miskin, mengingat fakta bahwa bagi masyarakat miskin sumber daya fundamental
mereka adalah tenaga kerja. Kehadiran fasilitas pendidikan dan kesehatan yang
sederhana akan sangat membantu meningkatkan efisiensi dan dengan demikian
meningkatkan pendapatan (Budhijana 2019)
.49
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 SIMPULANDari penelitian yang diarahkan untuk mengkaji faktor bebas IPM pada variabel terikat tingkat penduduk miskin di Kalimantan Barat tahun 2017 - 2020, menunjukkan bahwa IPM memiliki hubungan negatif dan berpengaru terhadap penduduk yang miskin dengan pengaruh sebesar 18. 6% dimana setiap terjadi peningkatan IPM sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0.297. Meskipun IPM berpengaruh cukup rendah terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Barat, nyatanya salah satu sumber yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat adalah indeks pembangunan manusia.
Indeks pembangunan (IPM) adalah lompatan maju dalam mengevaluasi pembangunan manusia.
Indeks pembangunan manusia merupakan salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah yang erat kaitannya dengan kondisi kemiskinan di daerah tersebut.
SARAN
Beberapa hal yang dapat disarankan oleh penulis dalam pemeriksaan ini antara lain adalah dengan penelitian tambahan yang dapat diandalkan dan mampun untuk dapat mengungkap, menambah, dan melengkapi apa saja hal-hal yang mempengaruhi tingkat kemiskinan, khususnya di Kalimantan Barat.
DAFTAR PUSTAKA
Alhudhori, M. (2017). “Pengaruh Ipm, Pdrb Dan Jumlah Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin Di Provinsi Jambi.” Ekonomis : Journal Of Economics And Business 1(1):113. Doi:
10.33087/Ekonomis.V1i1.12.
Arnani, M. (2021). "Angka Kemiskinan Indonesia Naik, Ini Data Per Provinsi" Retrieved From Kompas.Com: Https://Www.Kompas.Com/Tren/Read/2021/02/18/110300865/Angka- Kemiskinan-Indonesia-Naik-Ini-Data-Per-Provinsi
Budhijana, R. B. (2019). “Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Index Pembangunan Manusia (Ipm) Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2000-2017.”
5(1):9.
BPS. (2021). Retrieved From Bps.Go.Id: Https://Www.Bps.Go.Id/Subject/23/Kemiskinan-Dan- Ketimpangan.Html
--- .(2021). Retrieved From Bps.Go.Id: Https://Www.Bps.Go.Id/Subject/26/Indeks- Pembangunan-Manusia.Html
--- .(2021). Retrieved From Bps.Go.Id: Https://Kalbar.Bps.Go.Id/Subject/26/Indeks- Pembangunan-Manusia.Html
--- .(2021). Retrieved From
Kalbar.Bps.Go.Id:Https://Kalbar.Bps.Go.Id/Subject/23/Kemiskinan.Html
50
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 Edfrida, U. M. (2019). “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Timur Dan Kalimantan Barat.” 7(4):1.Estrada, A. A. E., dan Wenagama I. W. (2020). “Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia Dan Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan.” 29.
Febrizal. W. (2020). Pengaruh Islamic Human Development Index Dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Skripsi Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Program Studi Ekonomi Syariah Jambi.
Franciari, P. S. (2012). Analisis Hubungan Ipm, Kapasitas Fiskal, Dan Korupsi Terhadap Kemiskinan Di Indonesia (Studi Kasus 38 Kabupaten/Kota Di Indonesia Tahun 2008 Dan 2010). Skripsi Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.
Garnella, R., Wahid, N. A., Yulindawati. (2020). “Pengaruh Pertumbuhan Ekonom, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dan Kemiskinan Terhadap Tingkat Penggangguran Terbuka Di Provinsi Aceh.”1(1):15.
Hasibuan, L. S., Rujiman, Sukardi. 2020. “Analisis Determinan Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Di Indonesia.” 5(2):8.
Heriyansyah, R. D., Nuraini, I., dan Kusuma, H. (2018). “Analisis Pengaruh Jumlah Industry Dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Di Kabupaten/Kota Provinsi Banten Tahun 2012 – 2016.”2(3):63
Laode, M., Engka D. S. M., dan Sumual J. I.. (2020). “Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan Dan Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Sulawesi Utara (2015-2018).” 20(02):10.
Meriyanti, N. K. (2015). “Pengaruh Program Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Pengentasan Kemiskinan Di Kecamatan Buleleng Tahun 2011 – 2014.”5(1):10
Mirza, D. S. (2011). “Pengaruh Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Dan Belanja Modal Terhadap IPM Jawa Tengah.”4(2):12
Ningrum, S. S. (2017). “Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Indeks Pembangunan Manusia, Dan Upah Minimum Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Di Indonesia Tahun 2011 – 2015.”15(2):9.
Ningsih, F. A. S., And Syechalad M. N. (2016). “Analisis Pengaruh Pengangguran Dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Kemiskinan Di Aceh.” 10.
Prasetyoningrum, A. K., Dan Sukmawati, U. S. (2018). “Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Indonesia.”6(2):24.
Safuridar dan Putri, N. I. (2019). “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Aceh Bagian Timur.” 3(1):13.
51
JIEF – Journal of Islamic Economics and Finance Volume 1 Number 2, 2021 Sayifullah, dan Gandasari T. R. (2016). “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Banten.” Jurnal Ekonomi-Qu 6(2). Doi:10.35448/Jequ.V6i2.4345.
Segoro, W., Dan Pou, M. A. (2016). “Analisis Pengaruh Produk Domestic Regional Bruto (PDRB), Inflasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2009 – 2012.”6(1):7
Subandi. (2019). Ekonomi Pembangunan.(Edisi 5). Bandung: Alfabeta.
Suripto, Subayil, L. (2020). “Pengaruh Tingkat Pendidkan, Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi Dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Kemiskinan Di D.I.Yogyakarta Priode 2010- 2017.” 1(2):17.
Suslamawati, E. (2017). "Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Kalimantan Barat Tahun 2010 - 2014."5(3):1.
Utami, F. P. (2020). “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusi (IPM), Kemiskinan, Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Aceh.”4 (2):13.
Wati, E., dan Sadjiarto A. (2019). “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Kemiskinan.” 5. (https://ejournal.uksw.edu).
Zakaria, R.. (2021). “Pengaruh Tingkat Jumlah Penduduk, Pengangguran, Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi Dan Belanja Modal Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010-2016.” 19. (https://dspace.uii.ac.id).