• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI BERTAHAN PEDAGANG BATU CINCIN PASAR RAYA KOTA PADANG JURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STRATEGI BERTAHAN PEDAGANG BATU CINCIN PASAR RAYA KOTA PADANG JURNAL"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI BERTAHAN PEDAGANG BATU CINCIN PASAR RAYA KOTA PADANG

JURNAL

MUHAMMAD ZULFIKAR 10070230

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2014

(2)

STRATEGI BERTAHAN PEDAGANG BATU CINCIN PASAR RAYA KOTA PADANG

Oleh:

Muhammad Zulfikar1 Elvawati, M.Si 2Drs. Nilda Elfemi, M.Si3 Program Studi Pendidikan Sosiologi

STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

The number of traders who are in the stone ring Pasar Raya Padang precisely along Jalan Nusantara Building Gang in 2012 amounted to as many as 50 traders stone ring. Traders who trade stone ring along Jalan Nusantara Building Gang must maintain its business with the competition along with other traders. The competition among the merchants of accessories which are goods produced by factories that sell items such as rings, necklaces, bracelets and other accessories. Competition with fellow traders stone ring also occur where there is a stone ring merchants are also selling counterfeit goods or print a stone that is not a natural rock but the rock is made of glass and the like are also good. The purpose of this study is to describe how the coping strategies of traders stone ring Pasar Raya Padang. The theory that I use in this study is the theory of social action with the type of instrumental rational action. An action can only be said of social action where such action is done by considering the behavior of others and oriented to the behavior of others. This study used qualitative methods, while this type of research is descriptive. The informants were taken by purposive sampling with six people informant.

Technique data collection by observation, direct interviews and documentation. Models and Data Analysis using Milles and Huberman. The results of this study are survival strategies merchant stone ring 1). Lobbying, visitors or prospective buyers who come to the stall or where he traded, 2). prices offered to consumers is relatively low, 3). Models and new types of goods, and 4). The use of machine tools. Four strategies were used by the merchant stone ring in Pasar Raya Padang in maintaining its business, the four strategies proven effective with the presence of a ring of stone merchant, which is still located along Jalan Gang Nuantara Building is still able to survive.

Keywords: strategies, and Traders

1 Mahasiswa Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

2 Pembimbing 1 dan Dosen Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

3 Pembimbing 2 dan Dosen Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

(3)

PENDAHULUAN

Menurut Damsar (2005:5) pasar sebagai fenomena sosial yang kompleks dengan berbagai macam perangkatnya.

Pasar dapat dipandang dari sudut yang beragam misalnya pasar merupakan suatu struktur yang padat dengan jaringan sosial atau yang penuh dengan konflik dan persaingan. Pasar terdiri dari individu dan organisasi yang tertarik dan bersedia membeli produk tertentu untuk mendapatkan manfaat yang akan memuaskan kebutuhan atau keinginan tertentu, dan yang memiliiki sumber daya, waktu, dan uang untuk terlibat dalam transaksi (Boyd, 1997:10).

Damsar berpendapat (2005:106-107) aktor pasar retail Indonesia terdiri dari pedagang, pembeli, dan organisator pasar.

Pedagang retail adalah pedagang yang menjual produk langsung kepada konsumen, di Indonesia pedagang retail dapat dibagi tiga yaitu (1). Pedagang retail besar adalah perusahaan pasar swalayan yang tidak hanya yang memiliki jaringan Nasional seperti Matahari, Ramayana, Gelael, dan Pasar Raya tetapi juga jaringan global seperti Saibu, Sogo, Makro, (2). Pedagang retail menengah adalah merupakan pedagang pasar swalayan kuat mandiri pada suatu lokasi, terutama Ibu Kota Propinsi. (3).

Pedagang retail kecil adalah pedagang jenis terdiri dari mulai dari pedagang di toko di Pasar Tradisional maupun pusat pertokoan di bawah Dinas pasar sampai pedagang kaki lima yang kadang saling berhadapan (bersebelahan) lokasinya dengan pusat perdagangan retail besar dan menengah. Pedagang retail kecil terdiri dari tiga sub tipe, (a). Pedagang profesional yaitu pedagang yang menggangap aktifitas pendapatan dari hasil perdagangan merupakan sumber utama dan satu-satunya bagi ekonomi keluarga. (b). Pedagang semi profesional adalah pedagang yang mengakui aktifitasnya untuk memperoleh uang tetapi pendapatan dari hasil perdagangan

merupakan sumber tambahan bagi ekonomi keluarga. (c). Pedagang substensi, merupakan pedagang yang menjual produk atau barang dari hasil aktifitas substensi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga (Damsar, 2005:108). Berdasarkan tipe pedagang tersebut, di wilayah Sumatera Barat khususnya Kota Padang tepatnya di Pasar Raya Padang terdapat beberapa pedagang batu cincin yang berdagang di Pasar Raya, dari defenisi pasar tersebut maka pedagang batu cincin yang berada di sepanjang Jalan Gang Nusantara Building termasuk ke dalam pedagang retail kecil dengan tipe pedagang profesional. Kegiatan pedagang batu cincin tersebut merupakan mata pencaharian utama untuk keluarga dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.

Adapun kegiatan yang dilakukan seperti menjual batu-batu alam yang bisa dijadikan sebagai bahan pokok cincin, menjual sarang cincin atau lebih sering disebut dengan ikek cincin dengan berbagai bahan seperti perak.

Perak ini pun memiliki berbagai jenis, dan masih banyak lagi. Sementara pada aspek jasa pedagang batu cincin menyediakan jasanya untuk melayani masyarakat yang perlu seperti mengasah batu cincin, memasang sarang cincin, membentuk pola-pola batu sesuai yang diinginkan konsumen.

Dengan meningkatnya pedagang batu cincin tentu juga terjadi peningkatan persaingan diantara para pedagang batu cincin. Ditambah dengan adanya para pedagang lain yang berprofesi sebagai pedagang asesoris yang berdagang di sekitar Jalan Gang Nusantara Building yang menjual asesoris seperti cincin, kalung, dan pedagang asesoris yang menjual barang tiruan dengan harga yang relatif murah dengan bentuk barang yang dijual hampir sama dengan barang yang dihasilkan oleh pedagang batu cincin.

(4)

Persaingan tersebut juga terjadi diantara sesama pedagang batu cincin yang juga menjual batu cetakan atau batu cincin tiruan, dengan bertambah banyaknya para pedagang-pedagang asesoris tersebut memaksa para pedagang batu cincin untuk memiliki berbagai macam strategi untuk mempertahankan usahanya.

Berangkat dari latar belakang masalah maka tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi bertahan pedagang batu cincin Pasar Raya Kota Padang.

BAHAN DAN METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif metode yang biasanya dimanfatkan adalah wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang berusaha mengungkapkan dan memahami realitas yang ada di lapangan sesuai dengan kondisi real di lapangan.

Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2012:4) menyatakan bahwa penelitian kualitatif diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan deskriptif berupa kata-kata baik berupa tulisan maupun tidak tertulis yang dapat diamati dan diarahkan pada latar belakang secara individu dan holistik.

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif, yang menggambarkan secara mendalam, faktual dan akurat tentang latar pengamatan, tindakan dan pembicaraan Bogdan dan Taylor (Moleong, 2012:4).

Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan studi dokumentasi. Teknik dan pengolahan data dilakukan dengan model interaktif dari Milles dan Heberman mengungkapkan bahwa aktivitas analisis data dilakukan secara terus-menerus sampai data tersebut

tuntas dan akhirnya jenuh (Sugiono.

2001: 337).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pedagang batu cincin dalam penelitian ini adalah pedagang batu cincin yang berada di Pasar Raya Padang tepatnya di sepanjang Jalan Gang Nusantara Building, yang menjual batu cincin, sarang cincin, menerima jasa mengasah batu cincin, dan lain-lain.

Menjual dan megasah batu cincin merupakan kegiatan utama yang dilakukan oleh pedagang batu cincin.

Bahan baku di dapatkan dari dalam dan luar Kota Padang, seperti batu alam yang merupakan bahan utama bisa di dapatkan oleh pedagang batu cincin di daerah Solok, Solok Selatan, Damasraya, Pesisir Selatan.

Harga batu tersebut bermacam- macam seperti yang diungkapkan oleh satu informan mengatakan bahwa batu- batu tersebut bermacam-macam harga misalnya batu suliki perkilo gram nya adalah seharga Rp. 200.000,00, sedangkan batu lumut bisa mencapai 2 juta rupiah per kilo gram nya apabila batu tersebut berkualitas bagus.

Pedagang batu cincin yang menjadi informan penelitian ini memiliki usia yang berbeda-beda. Usia informan yang paling muda adalah Bapak Ivan dengan usia 23 tahun dan usia informan yang tertua adalah Bapak Johar dengan usia 72 tahun. Berdasarkan perbedaan usia informan tersebut jika dirata-ratakan dari 6 orang informan tersebut adalah 39 tahun, usia 39 tahun masih merupakan usia yang tergolong produktif bagi seseorang dalam berusaha dan bekerja.

Dari 6 orang pedagang batu cincin yang peneliti jadikan sebagai informan tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

Pendidikan dari informan yang terendah yaitu Bapak Johar dengan tingkatan pendidikan SD dan tingkatan pendidikan tertinggi adalah Bapak Doni, Bapak

(5)

Ivan, Bapak Adi dan Bapak Kidir dengan tingkatan pendidkan SMA sederajat. Dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda tersebut para pedagang batu cincin memiliki cara atau strategi yang berbeda-beda pula dalam mempertahankan usaha serta melayani para pengunjung dan konsumen mereka.

Pedagang batu cincin yang ada di Pasar Raya Kota Padang tersebut memiliki pengalaman berdagang yang berbeda- beda.

Seperti Bapak Johar sudah berprofesi sebagai pedagang batu cincin di Pasar Raya Padang selama 16 tahun.

Sebagai seseorang yang sudah bekerja sebagai pedagang batu cincin selama 16 tahun Bapak Johar tentunya sudah memiliki pengalaman yang baik. Bapak Johar pun sudah memiliki pelanggan yang banyak karena Bapak Johar termasuk salah satu pedagang batu cincin yang tergolong tua dan terlama menekuni usaha sebagai pedagang batu cincin di Pasar Raya Kota Padang.

Sementara 5 orang informan lainnya rata-rata telah berdagang sebagai pedagang batu cincin selama kurang lebih 5 tahun.

Kondisi lingkungan sekitar tempat berdagang pedagang batu cincin tempat mereka berdagang dibahu Jalan Gang Nusantara Building sering menimbulkan kemacetan yang disebabkan oleh pembeli memarkirkan kendaraan di jalan yang merupakan tempat lewatnya jalur angkot jurusan Pasar Raya-Teluk Bayur dan kendaraan lainya. selain itu sempitnya kendaraan disebabkan kendaraan yang memuat barang dari toko-toko yang ada disekitranya. Jalan tersebut adalah tempat lewatnya angkot Pasar Raya–

Teluk Bayur.

Keberadaan pedagang batu cincin di jalan Gang Nusantara Building tersebut sudah ada sejak lama yaitu kurang lebih 35 tahun yang lalu sehingga setiap pedagang batu cincin yang akan berdagang sudah mengetahui

tempat tersebut Karena tempat tersebut sudah menjadi tempat pedagang batu cincin di Pasar Raya Padang.

Strategi Bertahan Pedagang Batu Cincin Pasar Raya Kota Padang 1. Inovasi Model dan Batu Cincin

Yang Baru

Memproduksi model dan jenis barang yang baru merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh pedagang batu cincin dalam mempertahankan usahanya, strategi yang dimaksud yaitu dengan cara mengikuti kemauan dan kebutuhan pasar yang dibutuhkan oleh konsumen atau masyarakat.

Model sarang cincin yang dihasilkan oleh pedagang batu cincin bermacam-macam ada sarang cincin yang terbuat dari perak murni dan dikrum sehingga terlihat sangat mengkilat, ada juga sarang cincin yang menggunakan pernak-pernik emas, kaca, permata yang terbuat dari kaca dan batu alam yang juga terlihat mewah.

Berbagai macam model tersebutlah yang dijual oleh pedagang batu cincin kepada masyarakat yang hobi dengan batu cincin tadi. Masyarakat yang gemar dengan batu cincin juga bisa melakukan pemesanan model sarang cincin kepada pedagang batu tergantung dari permintaan konsumen maka pedagang batu cincin tadi akan mengerjakanya.

Sedangkan jenis barang disini yaitu barang-barang yang dijual harus barang yang sedang tren massa kini.

2. Menggunakan Peralatan Terbaru Menggunakan alat mesin merupakan cara dan strategi yang dilakukan oleh pedagang batu cincin demi mempertahankan usahanya, penggunaan mesin gerinda tersebut ditujukan agar hasil kerja yang dilakukan oleh pedagang batu cincin tersebut lebih maksimal, efektif, dan efesien. observasi, wawancara dan

(6)

penelitian secara langsung yang peneliti lakukan di Pasar Raya Padang ternyata masih ada beberapa pedagang batu cincin yang masih mengunkan alat manual yaitu alat yang terbuat dari jari- jari roda sepeda.

3. Melobi Calon Pembeli

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia lobi yaitu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain (Alwi, 2001:679). Lobi dalam konteks bisnis adalah upaya melakukan pemasaran atau penjualan dalam melakukan pendekatan kepada calon pembeli, baik perorangan maupun instansi. Dalam lobi bisnis ini biasanya dikemukakan, maksud, tujuan, dan penjelasan produk. Melobi merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pedagang batu cincin demi mendapatkan konsumen, bentuk lobi yang dilakukan oleh pedagang batu cincin tersebut yaitu berusaha meyakinkan calon pembeli yang datang ke lapak tempat ia berdagang dengan cara meyakinkan bahwa barang yang ia jual tersebut memiliki kualitas dan jenis yang bagus serta memiliki nilai yang tinggi.

4. Menurunkan Harga

Harga yang ditawarkan kepada konsumen berbeda-beda sesuai dengan batu yang dijual dan nilai yang dianggap pantas untuk batu tersebut. Pada dasarnya batu tersebut tidak mempunyai standar harga. Penjualan batu cincin tergantung pada proses transaksi dan negoisasi yang dilakukan antara pedagang dan pembeli saja. Sebagai contoh batu yang berjenis lumut akan sedikit mahal jika dibandingkan dengan batu yang berjenis limau manis hal ini dikarenakan batu tersebut dianggap jauh lebih bagus dan memiliki kualitas yang lebih bagus jika dibandingkan dari batu limau manis. Oleh karena itu harga batu cincin yang diperjual belikan oleh

pedagang batu cincin tersebut tidak akan pernah tetap seperti halnya barang mewah seperti emas karena batu tersebut tidak memiliki standar harga yang ditetapkan oleh pedagang.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis Pasar Raya Kota Padang Kelurahan Belakang Pondok Kecamatan Padang Selatan, maka dapat disimpulkan :Strategi bertahan pedagang batu cincin Pasar Raya Kota Padang adalah:

(a) Memproduksi Model dan Jenis

Barang Yang Baru.

(b) Penggunaan Alat Mesin.

(c) Melobi.

(d) Menurunkan Harga.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku

Ali, Hasyami. 1987. Sosiologi Ekonomi By Smelser. Jakarta: Bahana Aksa Alwi, Hasan. 2001. Kamus Besar

Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.

Jakarta: Balai Pustaka

Boyd, dkk. 1997. Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global. Jakarta: Erlangga Damsar. 2005. Sosiologi pasar.

Laboratorium sosiologi FISIP Unand

Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2001. Metode penelitian pendidikan,pendekatan

kuantitatif, Kualitatif dan R &

S. Bandung: Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui seperti apa proses sosialisasi politik yang dilaksana- kan Partai Keadilan Kesejahteraan (PKS) pada pemilihan umum legislatif

Teater masa kini atau bentuk pemanggungan masa kini merupakan transformasi masa lalu dengan masa masa kini dengan memberi ruang bagi sejenis rancangan baru. Elemen-elemen

Belitan rotor pada generator sinkron biasanya terbuat dari kawat yang halus dan diisolasi untuk tegangan yang rendah pada rotor silinder, belitan rotor ditempatkan pada alur rotor

Beberapa penelitian terdahulu juga telah mengkaji pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KUA terkait perkawinan, seperti penelitian yang dilakukan Rezky Putri Utami

Apabila solusi awal tidak mungkin diambil, maka sistem akan melanjutkan dengan pengolahan data, yakni mencoba mengambil pengetahuan dari data latihan yang telah

a) Lambang Negara digunakan pada Naskah Dinas sebagai tanda pengenal atau identifikasi yang bersifat tetap dan resmi. b) Lambang Negara digunakan pada Naskah Dinas

Rasanya perlu kita menggali lebih banyak nilai-nilai dan filosofi budaya bangsa kita sebagai dasar merancang program pembelajaran, agar cara belajar dan proses

untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan selanjutnya sesuai dengan arahan direksi teknis, konsultan pengawas maupun pengawas lapangan dan untuk mendapatkan