✍Muhammad Rafeli Fakhlipi
Berbicara tentang "Raja", sebenarnya apa makna "Raja" itu sendiri? Raja menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) adalah penguasa tertinggi pada suatu kerajaan, begitu banyak kita mendengar tokoh-tokoh raja yang tersebar diseluruh dunia baik yang memiliki cakupan wilayah kerajaan yang luas maupun yang kecil, baik yang sudah tercatat dalam sejarah maupun kerajaan yang masih eksistensi sampai sekarang, pangkat ‘raja’ adalah sebuah nikmat namun juga menjadi ujian dari Allahﷻ tergantung bagaimana ia menggunakan kekuasaan-nya yang tidak sembarang orang bisa mendapatkannya.
Islam sudah memberikan 4 contoh tokoh yang mendapatkan gelar ‘raja penguasa dunia’
baik dari golongan beriman (mukmin) maupun dari golongan ingkar (kafir) yang bahkan kekuasaannya mencakup dari ujung timur sampai ujung barat bumi sesuai dalil yang shahih Riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, secara marfu’ (sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), ‘Raja bumi ada 4, dua mukmin dan dua kafir. Untuk dua raja mukmin, Dzulqarnain dan Sulaiman. Sedangkan 2 raja yang kafir: Namrudz dan Bukhtanshar. Dan bumi akan dikuasai seseorang dari ahli baitku’. (Disebutkan Ibnul Jauzi dalam al-Muntadzam fi at-Tarikh).
Nabi Sulaiman dan Dzulqarnain ( 2 Raja Mukmin )
Pertama, Raja Sulaiman bin Daud alaihimas shalatu was salam beliau seorang nabi sekaligus raja di kalangan Bani Israil. Nama beliau disebutkan 17 kali dalam al-Quran. Beliau disebut oleh Allahﷻ sebagai hamba terbaik dan rajin bersyukur, “Aku berikan kepada Daud seorang putra, Sulaiman. Beliau sebaik-baik hamba dan dia sangat taat.” (QS. Shad: 30)
Mengenai kehebatan Sulaiman tidaklah terhitung jumlah-nya adapun mengenai mukjizat yang beliau miliki, Banyak bisa kita temukan kisah-nya di Al-Qur’anul Karim salah satu-nya ia memiliki pasukan dari kalangan jin, manusia dan burung, serta bisa mengerti perkataan semut.
“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:
Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml: 17-18)
Kedua, Raja Dzulqarnain memiliki kisah yang sangat panjang serta disebutkan oleh Allahﷻ di akhir surat al-Kahfi. Kekuasaannya mencapai ujung timur dan barat bumi ini. Beliau adalah raja yang shalih lagi adil “Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain.
Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya” Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.” (QS. al-Kahfi: 83-84)
Beliau mengajak rakyatnya untuk masuk islam dan memerangi yang menolak islam. Beliau juga-lah yang Allahﷻ beri kekuatan dapat membangun tembok yang kuat lagi kokoh untuk dapat menghalangi Ya’juj dan Ma’juj dari membuat kerusakan dimuka bumi yang mendekati hari kiamat kelak Allahﷻ akan luluhkan tembok ini sebagai ujian bagi umat manusia Dzulqarnain berkata, “Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabbku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar”.[Al Kahfi/18 :98]
2 Kisah Tokoh Raja Mukmin (Nabi Sulaiman dan Dzulkarnain) diatas dapat menjadi Ibrah bagi kita Bagaimana Mereka Menjadi Suri Teladan serta menggunakan Kekuasaan yang telah Allahﷻ berikan kepada Mereka untuk kebaikan akhirat yaitu untuk menyeru Rakyat-nya kejalan kebaikan.
Namrudz dan Bukhtanshar ( 2 Raja Kafir )
Ketiga, Namrudz bin Kan’an adalah seorang raja kafir penguasa seluruh bumi dari ujung timur hingga ujung barat. Dia mengaku sebagai tuhan dan minta disembah. Pernah berdebat dengan Ibrahim tentang tuhan, dan dia kalah. Dialah yang diceritakan Allahﷻ dalam al-Qur’an,
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan:
“Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. al-Baqarah: 258)
Keempat, Raja Bukhtanshar yaitu seorang penguasa kafir yang menjajah Bani Israil. Ia menjadi salah satu penyebab tersebarnya Kaum Yahudi di berbagai daerah (Khususnya di Kota Madinah) menurut satu riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu “Bahwa ketika Bukhtanshar berkuasa, dan membantai Yahudi, banyak di kalangan Yahudi yang menyebar ke berbagai daerah. Mereka jumpai Muhammad telah dinyatakan dalam kitab mereka, dan beliau akan muncul di salah satu daerah di arab, yang wilayahnya banyak pohon kurmanya. Ketika mereka keluar dari Syam, mereka melewati semua daerah antara Syam hingga Yaman. Mereka mencari kota yang kriterianya seperti kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga mereka berhasil menemukannya. Lalu sebagian diantara mereka – bani Harun – ada yang singgah di Yatsrib. mereka meninggal dalam kondisi beriman kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memotivasi anak-anaknya untuk mengikuti beliau dan mengimani beliau ketika beliau sudah diutus. Namun anak keturunannya kafir kepada beliau. Bahkan tidak cukup hanya sebatas ingkar, mereka juga melakukan upaya pengkhianatan dan merusak perjanjian damai antara kaum muslimin dan Yahudi. Padaha Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan kebebasan kepada mereka untuk tidak masuk islam dan tinggal di Madinah.” (Fushul min Tarikh Madinah, hlm. 18)
Tidak hanya itu, ia juga Membunuh banyak kaum muslimin di kalangan bani Israil. Ulama Tabiin, Said bin Musayib mengatakan, Bukhtanshar menyerang Syam, membakar baitul Maqdis, dan membunuh mereka. Kemudian dia datang ke Damaskus dan membunuh ribuan umat islam di kalangan Bani Israil. (Tafsir Ibnu Katsir, 5/48)
Dari 4 Kisah Tokoh Raja diatas bisa kita ketahui bahwa ini adalah salah satu bukti keadilan Allahﷻ yang dapat memberikan kekuasaan kepada siapa-pun yang ia kehendaki baik itu dari kalangan mukmin maupun kafir.
Namun, semua nikmat tersebut termasuk didalamnya " Nikmat Kekuasaan " baik untuk semua raja, sultan, kaisar, presiden yang pernah hidup didunia, dan siapa-pun yang diberikan atasnya Gelar Kepemimpinan akan ditanyakan pertanggung jawaban-nya di hadapan Allahﷻ atas nikmat tersebut di akhirat kelak “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” (QS. At Takatsur: 8)
Lalu timbul pertanyaan penting, apakah kita termasuk hamba-hamba-nya yang bersyukur?
Pembuktian riil-nya adalah dengan menggunakan segala nikmatnya dijalan Allahﷻ, ataukah sebaliknya? Kita termasuk Hamba-nya yang kufur? Yaitu menggunakan semua nikmat yang Allah ﷻ berikan kepada jalan maksiat.
🌐Sumber Rujukan Tulisan :
・KonsultasiSyariah.com ( https://konsultasisyariah.com/28498-raja-dunia-ada-4.html )
・Muslim.or.id ( https://muslim.or.id/56180-bukti-kekuasaan-allah.html )
・Rumaysho.com ( https://rumaysho.com/14557-khutbah-jumat-mukjizat-sulaiman-dan-karamah- dimas-kanjeng.html )
・Almanhaj.or.id ( https://almanhaj.or.id/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html )