MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI BALAI BENIH IKAN (BBI) RAPPOA
KABUPATEN BANTAENG
TUGAS AKHIR
OLEH PRATIWI KAHAR
1622010380
JURUSAN BUDIDAYA PERIKANAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2019
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar keserjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau yang pernah ditulis diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka
Pangkep, Juni 2019 Yang menyatakan,
Pratiwi Kahar
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini sesuai yang diharapkan. Tidak lupa penulis ucapkan salam dan shalawat kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari alam yang gelap menuju alam yang terang benderang seperti sekarang ini.
Dalam menyelesaikan tugas akhir ini, penulis tidak terlepas bantuan dari beberapa pihak secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada orang yang turut mendukung penyelesaian penulisan tugas akhir ini antara lain:
1. Terima kasih kepada kedua orang tua, saudara dan keluarga yang telah memberikan doa dan dukungan, baik spiritual maupun material.
2. Ibu Hasniar, M.P dan Ibu Suryati, S.Pi., M.Si selaku pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan dan bantuan kepada penulis selama penyusunan tugas akhir berlangsung.
3. Bapak Ardiansyah, S.Pi., M.Biotech. St., Ph.D selaku Ketua Jurusan Budidaya Perikanan
4. Bapak Dr. Ir. H. Darmawan, M.P selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
5. Teman-teman seperjuangan di lokasi PKMP serta rekan-rekan seperjuangan yang tidak dapat penulis sebut satu persatu.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari kata kesempurnaan dan masih banyak terdapat kekurangan sehingga
diharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk menyempurnakan tugas akhir ini.
Pangkep, Juni 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PERNYATAAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tujuan dan Manfaat ... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Klasifikasi dan Morfologi IkanNila ... 3
2.2. Morfologi Ikan Nila ... 3
2.3. Habitat Ikan Nila... 5
2.4. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila ... 5
2.5. Pakan dan Kebiasaan Makan ... 6
2.6. Pakan Tambahan Ikan Nila ... 7
BAB III METODOLOGI 3.1. Waktu dan Tempat ... 10
3.2. Alat dan Bahan ... 10
3.3. Metode Pengumpulan Data... 11
3.4. Metode Pelaksanaan ... 11
3.4.1. Penebaran Benih ... 12
3.4.2. Penimbangan Pakan ... 12
3.4.3. Pemberian Pakan ... 13
3.4.4. Pengambilan Sampel Ikan ... 13
3.5. Parameter yang Diamati dan Analisa Data 3.5.1. Parameter yang Diamati ... 13
3.5.2. Analisa Data ... 13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Manajemen Pemberian Pakan... 16
4.2 Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Nila……… 17
4.3 Pertumbuhan Ikan Nila ... 19
4.4. FCR (feed conversion ratio) ... 20
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 21
5.2. Saran ... 21 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 3.1. Alat Praktikum yang Digunakan ... 10
Tabel 3.2. Bahan Praktikum yang Digunakan ... 11
Tabel 5.1. Hasil Perhitungan Jumlah Pakan ... 15
Tabel 5.2. Hasil Perhitungan Tingkat Kelangsungan Hidup... 17
Tabel 5.3. Pertumbuhan Ikan Nila ... 19
Tabel 5.4. Hasil Perhitungan FCR ... 20
DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 2.1. Morfologi Ikan Nila ... 4
DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Lampiran 1. Proses Pemberian Pakan Ikan Nila ... 24 Lampiran 2. Perhitungan Nilai FCR dan Tingkat Kelangsungan Hidup . ... 25 Lampiran 3. Program Pemberian Pakan Pembesaran Ikan Nila ... 26
ABSTRAK
PRATIWI KAHAR , 1622010380, Manajemen Pemberian Pakan Pada Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Balai Benih ikan (BBI) Rappoa Kabupaten Bantaeng, Dibimbing oleh Hasniar dan Suryati
Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi menyebabkan ikan nila sangat mudah menyebar ke seluruh dunia. Ikan nila banyak disukai karena dagingnya enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah, mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomis tinggi, dan mudah toleran dalam keadaan suhu apapun. Namun total produksi untuk ikan nila masih tergolong rendah, dan khusus di Indonesia untuk meningkatkan produksi makaperlu dilakukan budidaya untuk ikan nila.
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini untuk menambah dan mengembangkan ilmu pengetahun tenang budidaya terutama pada komoditas ikan nila sedangkan kegunannya adalah menjadi sumber referensi bagi siapapun yang ingin menggeluti usaha kegiatan budidaya ikan nila terkhusus kepada penulis sendiri.
Hasil yang di dapatkan dari pengalaman krja praktek mahasiswa (PKPM) dengan jumlah ikan yang di tebar pada awal pemeliharaan sebanyak 975 ekor dengan berat rata-rata awal 49gr/ekor, meningkat menjadiberat rata-rata akhir 132gr/ekor dan tingkat kelansungan hidupnya 96%, pakan yang di habiskan 132kg dan FCR 1,7.
Dalam pemeliharaan ikan nila juga pengelolaan pakan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bagi ikan nila.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Salah satu jenis ikan yang sangat banyak dibudidayakan saat ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan Nila berasal dari perairan tawar di Afrika.
Perkembangan selanjutnya ikan nila meluas dan banyak dibudidayakan di berbagai negara, seperti Thailand, Vietnam, maupun Indonesia (Rukmana, 1997).
Ikan nila terkenal sebagai ikan yang tahan terhadap perubahan lingkungan hidup.
Ikan nila bersifat euryhaline yang dapat hidup dilingkungan air tawar, payau, dan laut (Suyanto, 2005). Perkembangan budidaya ikan nila sering ditemui diperairan tawar seperti di kolam, waduk, sungaia, maupun danau.
Minat pasar untuk ikan nila masih sangat lebar,mulai dari nila yang ukuran bibit sampai nila yang dikategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih mungkin dimasuki. Karena termasuk ikan konsumsi, ikan nila memiliki harga yang cukup terjangkau pasar. Ikan nila dapat dipasarkan melalui pasar dalam negeri dan pasar luar negeri.
Meskipun ikan nila merupakan komoditas yang mudah dibudidayakan ada beberapa faktor alam yang dapat menghambat keberhasilan usaha untuk mendapatkan hasil produksi ikan nila yang setinggi-tingginya yakni dengan penyediaan makanan alami secara berkesinambungan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan budidaya adalah pakan.
Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat menunjang kegiatan usaha budidaya perikanan,sehingga pakan yang tersedia harus memadai dan memenuhi kebutuhan ikan. Pada budidaya ikan 60%-70% biaya produksi digunakan untuk biaya pakan (Afrianto dan Liviawaty, 2005). Peningkatan
efisiensi pakan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi sangat dibutuhkan dalam rangka menekan biaya produksi. Di era globalisasi ini bahan pakan ikan yang semakin mahal mempengaruhi harga pakan pada umumnya. Banyak bahan pakan yang harus didapat dari impor. Oleh karena itu segi biaya pakan merupakan faktor yang paling tinggi pengeluarannya.Selain biaya pakan,kebutuhan nutrisi dari ikan harus diperhatikan.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menambah pengetahuan,keterampilan dan tenaga kerja dalam manajemen pemberian pakan pada budidaya ikan nila. Manfaat dari penyusunan tugas akhir ini adalah sebagai bahan informasi dan peningkatan keterampilan mahasiwa tentang teknik pemberian pakan ikan nila.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila
Menurut Saanin (1984), taksonomi ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai berikut :
Filum :Chordata Subfilum :Vertebrata Kelas : Osteichtyes Subkelas : Acanthoptherigii Ordo : Percomorphy Subordo : Percoidea Famili : Cichlidae Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis niloticus
Menurut Anonimus (2010), adapun anatomi dari ikan nila adalah sebagai berikut :
1. Sistem penutup tubuh (kulit) : sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir.
2. Sistem otot (urat daging) : penggerak tubuh, sirip-sirip, insang.
2.2 Morfologi Ikan Nila
Ikan nila dapat dimorfologikan berdasarkan bentuk fisiologis yaitu memiliki bentuh tubuh bulat pipih, punggung agak tinggi, badan, sirip ekor dan dan sirip punggung terdapat garis lurus memanjang. Ikan ini memiliki lima buah sirip yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anal dan sirip ekor. Dengan
adanya sirip tersebut sangat membantu pergerakan ikan nila semakin cepat di perairan air tawar.
Selain itu, tanda lainnya yang dapat dilihat dari ikan nila adalah memiliki warna tubuh hitam dan agak keputihan. Bagian tubuh insang berwarna putih, sedangkan ikan lokal memiliki warna kekuningan. Sisik ikan nila memiliki ukuran besar, kasar dan tersusun dengan rapi. Bagian kepala pada ikan ini memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan dengan mulut yang berada pada bagian ujung kepalaserta memiliki mata yang besar. Morfologi ikan nila dapat dilihat dari Gambar 1.
Gambar 1. Morfologi Ikan Nila
Ikan nila memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan. Ikan ini hidup di perairan tawar seperti kolam, sawah, sungai, danau, waduk, situ dan genangan air lainnya. Nila juga masih dapat tumbuh di perairan payau pada salinitas 10-20 permil. Ikan ini dapat tumbuh dengan baik pada suhu 25-30oC dan
operculumm m
Mata
Mulut Linear literalis
Sisik
pada masa berpijah membutuhkan suhu 22-27oC. pH optimum untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan ikan nila adalah 7-8 (Ellisma 2013).
2.3 Habitat Ikan Nila
Ikan nila mempunyai habitat di perairan tawar, seperti sungai, danau, waduk dan rawa. Tetapi karena toleransinya yang tinggi terhadap salinitas, maka ikan dapat hidup dan berkembangbiak di perairan payau dan laut. Salinitas yang disukai antara 0-35 ppt. Ikan nila yang masih kecil lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dibanding dengan ikan yang sudah besar (Suyanto, 2004).
Menurut Penggabean (2009), kualitas air yang sesuai dengan habitat ikan nila adalah pH optimal antara 7-8, suhu optimal antara 25-30oC, dan salinitas 0-35 ppt, amoniak antara 0-2,4 ppm, dan DO berkisar antara 3-5 ppm.
2.4 Pertumbuhan Ikan Nila
Pertumbuhan merupakan suatu perubahan bentuk akibat pertambahan panjang, berat dan volume dalam periode tertentu secara individual. Pertumbuhan yaitu pertambahan jumlah sel-sel secara mitosis yang pada akhirnya menyebabkan perubahan ukuran jaringan. Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi umur, keturunan, jenis kelamin, sedangkan faktor eksternalnya seperti suhu, makanan, penyakit, mediabudidaya dan lain-lain.
Ikan nila cepat tanggap terhadap pemeliharaan intensif, terutama faktor pemberian pakan dalam jumlah memadai dan kualitasnya tinggi. Disamping itu, sifat biologis ikan nila jantan tumbuh lebih cepat daripada ikan nila betina, pertumbuhan ikan nila jantan rata-rata 2,1 gram/hari, sedangkan pertumbuhan ikan nila betina 1,8 gram/hari. Ikan nila jantan yang dipelihara secara tunggal kelamin atau monoseks lebih cepat tumbuh besar daripada ikan nila yang
dipelihara secara campuran (jantan dan betina). Perbedaan sifat pertumbuhan ikan nila jantan dan nila betina diduga karena faktor tingkah laku dalam perkembangbiakan. Ikan nila jantan lebih cepat dewasa (matang kelamin) daripada ikan nila betina. Oleh karena itu, nila jantan memiliki kecepatan tumbuh lebih tinggi dibandingkan ikan nila betina (Rukmana, 2004)
2.5 Pakan dan Kebiasaan Makan Ikan Nila
Ikan nila memakan makanan alami berupa plankton, perifiton dan tumbuhan-tumbuhan lunak seperti hydrilla, ganggang sutera dan klekap. Oleh karena itu, ikan nila digolongkan ke dalam Omnivora (pemakan segala). Untuk budidaya, ikan nila tumbuh lebih cepat hanya dengan pakan yang mengandung protein sebanyak 20-25%.
Dari penelitian lebih lanjut kebiasaan makan ikan nila berbeda sesuai tingkat usianya. Benih-benih ikan nila ternyata lebih suka mengkomsumsi zooplankton, seperti rototaria, copepoda dan cladocera. Ikan nila ternyata tidak hanya mengkomsumsi jenis makanan alami tetapi ikan nila juga memakan jenis makanan tambahan yang biasa diberikan, seperti dedak halus, tepung bungkil kacang, ampas kelapa dan sebagainya. Kebiasaan lain ikan nila dewasa memiliki kemampuan mengumpulkan makanan diperairan dengan bantuan mucus (lendir) dalam mulut, makanan tersebut membentuk gumpalan partikel sehingga tidak mudah keluar (Kordi, 1997).
Ikan nila aktif mencari makan pada siang hari. Pakan yang disukai oleh ikan nila adalah pakan ikan yang banyak mengandung protein terutama dari pakan buatan yang berupa pelet.
2.5 Pakan Tambahan Ikan Nila
Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan terhadap pakan tambahan. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup yang dibuat dengan formulasi tertentu berdasarkan pertimbangan kebutuhan nutrisi organisme yang di budidaya, sumber dan kualitas bahan baku, serta memiliki standar mutu tinggi.
Beberapa hal penting perlu diperhatikan selama pemberian pakan pada hewan budidaya, antara lain ;
1. Pakan berkualitas merupakan hasil formulasi dengan menyediakan nutrisi sesuai dengan kebutuhan organisme yang akan dipelihara, di produksi dengan kualitas baik dimana nutrisi yang ada dapat tercerna secara maksimal.
2. Menggunakan pakan yang memiliki aroma, gizi tinggi, serta size atau ukuran yang sesuai dengan hewan yang dipelihara.
3. Mempertahankan kualitas pakan melalui penyimpanan dan penanganan yg baik dan benar.
4. Memberikan pakan padadengan jumlah dan frekuensi yang tepat sesuai dengan jumlah dan ukuran populasi.
5. Mendistribusikan pakan secaramerata pada media budidaya (tambak, kolam dan sebagainya) sehingga semua ikan mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pakan.
6. Melakukan pengaturan pakan berdasarkan kualitas air dan nafsu makan ikan (Nur, 2011)
Hafes (2000) menyatakan bahwa penyusunan formulasi pakan terutama memperhatikan perhitungan nilai kandungan protein karena zat gizi ini merupakan komponen utama untuk pertumbuhan ikan.
a. Protein
Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan, baik untuk pertumbuhan maupun untuk menghasilkan tenaga. Protein nabati (asal tumbuh-tumbuhan), lebih sulit dicernakan daripada protein hewani (asal hewan), hal ini disebabkan karena protein nabati terbungkus dalam dinding selulosa yang memang sukar dicerna. Pada umumnya, ikan membutuhkan protein lebih banyak daripada hewan-hewan ternak di darat (unggas dan mamalia). Selain itu, jenis dan umur ikan juga berpengaruh pada kebutuhan protrin. Ikan karnivora membutuhkan protein yang lebih banyak daripada ikan herbivora, sedangkan ikan omnivora berada diantara keduanya. Pada umumnya ikan membutuhkan protein sekitar 20- 60%. Protein nabati biasanya miskin metionin, dan itu dapat disuplai oleh tepung ikan yang kaya metionin(Hafes, 2000).
b. Lemak
Nilai gizi lemak di pengaruhi oleh kandungan asam lemakes ensialnya yaitu asam-asam lemak tak jenuh atau PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) antara lain asam oleat, asam linolenat dan asam linolenat. Asam lemak esensial ini banyak terdapat di tepung kepala ikan,cumi-cumi. Kandungan lemak sangat dipengaruhi oleh faktor ukuran ikan, kondisi lingkungan dan dan adanya sumber tenaga lain. Kebutuhan ikan akan lemak bervariasi antara 4-18% (Hafes, 2000).
c. Karbohidrat
Karbohidrat atau hidrat arang atau zat pati, berasal dari bahan baku nabati.
Kadar karbohidrat dalam pakan ikan, dapat berkisar antara 10-50%. Kemampuan ikan untuk memanfaatkan karbohidrat ini tergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan enzim pemecah karbohidrat(amilase). Ikan karnivora biasanya membutuhkan karbohidrat sekitar 12%, sedangkan untuk omnivora kadar karbohidratnya dapat mencapai 50% (Hafes,2000)
d. Vitamin
Vitamin adalah bahan anorganik yang butuhkam oleh ikan untuk pembentukan jaringan tubuh, proses metabolisma dan mempertahankan keseimbangan osmotis. Mineral yang penting untuk pembentukan tulang, gigi dan sisik adalah kalsium,fosfer, fluorine, magnesium,besi, tembaga, kobalt,natrium,kalium,klor,boron,alumunium, seng dan arsen. Makanan alami biasanya telah cukup mengandung mineral, bahkan beberapa dapat diserap langsung dari dalam air. Namun pada umumnya,mineral-mineral itu didapatkan dari makanan. Oleh karena itu, beberapa macam mineral yang penting perlu kita tambahkan pada proses pembuatan pekan (Hafes, 2000).
III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Tugas akhir ini disusun berdasarkan hasil kegiatan Pengalaman Kerja Praktik Mahasiswa (PKPM) yang dilaksanakan pada bulan Januari Bulan April 2019 di Balai Benih lkan (BBI) Rappoa Kabupaten Bantaeng.
3.2 Alat dan Bahan a. Alat
Alat yang digunakan selama kegiatan pemeliharaan dapat dilihat pada Tabel 3.1. dan Tabel 3.2.
Tabel 3.1. Alat yang digunakan selama kegiatan pemeliharaan ikan nila.
No Alat Kegunaan
1 2
3 4 5
6 7 8
9 10
Horiba Electroda Ember
Timbangan duduk Styrofoam
Seser
Penggaris/mistar Baskom sortir Hapa
Kolam ATK
Pengukuran kualitas air, Suhu, DO dan pH Tempat benih, ikan yang disampling, pakan, dan tempat pencairan pupuk
Menimbang ikan dan pakan Tempat ikan setelah panen
Memindahkan benih dan mengangkat kotoran pada kolam ikan
Mengukur panjang ikan
Pemisahan benih sesuai ukuran
Penampungan ikan sebelum penebaran dan setelah panen
Wadah pemeliharaan ikan Mencatat hasil pengukuran
b. Bahan
Bahan yang digunakan selama kegiatan pemeliharaan ikan nila dapat dilihat pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2. Bahan yang digunakan selama pemeliharaan ikan nila.
No. Bahan Kegunaan
1 2 3
Ikan Nila
Pakan H1-PRO VITE 781 Air kolam
Organisme yang dibudidayakan Makanan ikan
Media hidup ikan
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang di gunkan dalam penyusunan tugak akhir ini adalah metode observasi dan partisipatif aktif yakni turun langsung ke lapangan pada kegiatan pembesaran ikan nila dan terlibat langsung pada kegiatan manajemen pemberian pakan buatan pembesaran ikan nila.
1. Data Primer
Data primer dapat diperoleh dengan cara mengamati, menghitung atau mengukur secara langsung pada saat melakukan rangkain-kegiatan di lapangan manajemen pemberian pakan buatan pembesaran ikan nila.
2. Data Sekunder
Data sekunder di perolehdegancarapenelusuran literature danpustaka yang relevandeganjudultugas akhirsebagaipenunjangdari data primer.
3.4 Metode Pelaksanaan 3.4.1 Penebaran
Penebaran ikan dilakukan pada saat suhu lingkungan rendah yaitu pagi atau sore hari untuk menghindari terjadinya stress pada ikan yang akan ditebar di kolam pemeliharaan. Benih yang akan ditebar terleih dahulu diambil secara acak sebanyak 100 ekor untuk di timbang, tujuannya yaitu untuk mengetahui rata-rata benih, biomassa dan dosis pakan yang di butuhkan. Metode pengumpulan data
yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah metode observasi dan partisipatif aktif yakni turun langsung ke lapangan pada kegiatan pembesaran ikan nila dan terlibat langsung pada kegiatan manajemen pemberian pakan buatan pembesaran ikan nila.
3.4.2 Penimbangan Pakan
Pakan yang ditimbang harus berdasarkan jumlah pakan yang telah ditentukan sebelumnya. Penimbangan pakan dilakukan dengan menggunakan alat timbangan digital.
3.4.3 Pemberian Pakan
Pemberian pakan adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi agar ikan dapat tumbuh secara optimal. Pakan yang diberikan berupa jenis pelet dengan kadar protein 31-33% dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari.
3.4.4 Pengambilan Sampel Ikan
Pengambilan sampel ikan dilakukan pada saat suhu lingkungan rendah yaitu pagi atau sore hari. Dalam proses pengambilan sampel ikan dibutuhkan pakan ikan, seser, dan ember. Pakan ikan ditebar disatu titik guna mengumpulkan ikan agar memudahkan proses penangkapan ikan. Ikan diambil secara acak sebanyak 100 ekor kemudian ditimbang untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan selanjutnya serta pengukuran panjang rata-rata ikan untuk mengetahui pertumbuhan panjang ikan yang dipelihara. Pengambilan data sampel dilakukan sekali seminggu selama masa pemeliharaan.
3.5 Parameter yang Diamati dan Analisa Data 3.5.1 Parameter yang Diamati
Pertumbuhan
Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan ukuran baik bobot maupun panjang dalam satu periode tertentu. Untuk mengetahui pertumbuhan ikan pada saat pemeliharaan yaitu dengan cara melakukan sampling yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan berat dan ukuran tubuh.
Feed Convertion Ratio (FCR)
Menurut Effendy (2004), Feed Convertion Ratio adalah suatu ukuran yang menyatakan ratio jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg ikan kultur. Semakin besar nilai FCR, semakin banyak pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg ikan.
Efesiensi Pakan
Efesiensi pakan merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menggambarkan jumlah pakan yang dapat dimanfaatkan ikan dan lebih jauh lagi menunjukkan kualitas pakan (NRC, 1977).
3.5.2 Analisa Data
Data yang diamati dan diambil dalam kegiatan pemberian pakan ikan nila adalah :
Jumlah Pakan
Menurut Haliman dan Adijaya (2005), jumlah pakan yang akan diberikan dihitung dengan menggunakan rumus:
F = W x N x Fr Keterangan :
F : pakan harian W : bobot rata-rata ikan
N : jumlah ikan hidup
Fr : persentase ransum harian/biomassa Tingkat Kelangsungan Hidup/Survival Rate (SR)
Menurut effendi (1979)tingkat kelangsungan hidup dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
SR = (Nt/No) x 100%
Keterangan :
SR : Tingkat kelangsungan hidup (%)
Nt : Jumlah ikan yang hidup pada akhir pemeliharaan (ekor) No : Jumlah ikan pada awal pemeliharaan (ekor)
Konversi Pakan
Menurut Kusriani, Widjanarko, dan Rohmawati (2012), konversi pakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
FCR = 𝐹
𝑊𝑡−𝑊0
Keterangan
F : Jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan (kg) Wo : Berat total ikan saat awal penebaran (kg)
Wt : Berat total ikan saat panen (kg) Laju Pertumbuhan (SGR)
Menurut effendi (1979) laju pertumbuhan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
SGR= Wt-Wo
Keterangan
Wo : Berat total ikan saat awal pemeliharaan Wt : Berat total ikan di akhir pemeliharaan