• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

3.1. Sejarah berdirinya Perusahaan

PT. GREAT GOLDEN STAR didirikan di Indonesia pada tahun 1976 berdasarkan akte Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, Sarjana Hukum, Nomor 7, tertanggal 3 Mei 1976, dengan perubahan-perubahannya dan yang terakhir dengan akte No. 48, tertanggal 20 Mei 1985, yang dibuat dihadapan Notaris R. Sekarsono, Sarjana Hukum.

Akte pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat No. Y.A. 5/357/20 tertanggal 26 Juli 197 6 dan telah dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 25 Nopember 1977 No.

94, tambahan No. 727.

Perusahaan memulai kegiatan usahanya dalam bidang pertekstilan dengan mendirikan pabrik perajutan pada pertengahan tahun 1977.

Dalam rangka integrasi ke arah hilir, maka pada tahun 1980 perusahaan telah mendirikan pabrik pencelupan

(dyeing) dan pabrik finishing, dan kemudian pada tahun 1984 usaha Perusahaan diperluas lagi dengan didirikannya pabrik pembuatan pakaian jadi.

Pada saat ini PT. GREAT GOLDEN STAR telah mempekerjakan lebih dari 3000 karyawan.

45

(2)

46

Kantor pusat PT. GREAT GOLDEN STAR berada di jalan Sawah Lio 11/22-24 Jakarta Barat dan kantor cabang di jalan K.H. Hasyim Ashari No. 1 Jakarta Pusat.

PT. GREAT GOLDEN STAR menjadi perusahaan umum pada bulan Oktober 1990 sesuai dengan ijin emisi BAPEPAM No.

SI-133/SHM/MK. 10/1990.

3.2. Struktur Organisasi

Untuk pelaksanaan tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian di dalam perusahaan, maka disusun struktur organisasi sebagai berikut :

Dewan Komisaris

- Presiden Komisaris : Chung Pei Na - Komisaris : 1. Wahono

2. Soebijakto Prawira Soebrata 3. dr. Ben Mboi MPH

4. Bambang Teguh Pambudi 5. Liauw Joen Tjauw

Direksi

- Presiden Direktur : Piso Malim

- Direktur Keuangan : Hennie Kurniati Tanet - Direktur Umum : Herman Mulia

- Direktur Produksi : H. Janwar - Direktur Pemasaran : Liauw Sin Fa

(3)

Disamping itu dalam rangka memperkuat kegiatan pemasaran, perusahaan mempekerjakan tenaga asing sebagai General Manager yakni A.P. Strijk.

(4)

STRUKTUR ORGANISASI P T . GREAT GOLDEN STAR

DIREKTUR PEMA.SARAN

MANAJER GARMENT BIDANG LOKAL

KARYAWAN

RUPS

DEWAN KOMISARIS

PRESIDEN DIREKTUR

DIREKTUR KEUANGAN DAN ADMINISTRASI

DIREKTUR PRODUKSI

I

MANAJER I MANAJER I MANAJER MANAJER • I M A N A J E R | | EKSPOR IMPOR I AKUNTANSI I KEUANGAN I INVESTASI I KNITTING I AGENT TRADING!

DIREKTUR UMUM

MANAJER DYEING/

FINISHING

MANAJER

GARMENT

I

MANAJER h I MANAJER k PERSONALIA! PENELITIAN ( I HUMAS/

PENGEMBANGANI HUKUM

KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I KARYAWAN I

sumber : Annual Report PT. Great Golden Star

(5)

3.3. Kepengurusan 3.3.1. Direksi

1. Perusahaan diurus oleh suatu Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris.

2. Masa jabatan Direksi adalah 3 (tiga) tahun.

3. Direksi terdiri dari sedikitnya 3 (tiga) orang anggota, dengan susunan sebagai berikut :

a. Seorang Direktur Utama;

b. 2 (dua) orang Direktur atau lebih.

4. Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

5. Para anggota Direksi diangkat untuk jangka waktu sejak ditutupnya Rapat Umum Para Pemegang Saham yang ketiga berikutnya dan setelah masa jabatan mereka berakhir mereka dapat segera diangkat kembali.

6. Rapat Umum Pemegang Saham dapat memberhentikan seorang anggota Direksi setiap waktu sebelum masa jabatannya berakhir.

7. Seorang anggota Direksi boleh mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis kepada perusahaan mengenai niatnya itu sedikitnya 30

(tiga puluh) hari sebelumnya dan kepada anggota Direksi yang mengundurkan diri sebagaimana tersebut di atas tetap dapat dimintakan kembali pertanggung

jawabannya sebagai anggota Direksi sejak peng-

(6)

50

angkatannya yang bersangkutan hingga surat pengunduran dirinya diterima.

8. Rapat Umum Para Pemegang Saham dapat mengangkat orang lain untuk mengisi jabatan seorang anggota Direksi yang diberhentikan dari jabatannya.

9. Masa jabatan anggota Direksi dengan sendirinya berakhir, apabila anggota Direksi tersebut :

- dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan pengadilan;

- diberhentikan;

- mengundurkan diri;

- dilarang menjadi anggota Direksi karena ketentuan undang-undang atau peraturan lain yang berlaku;

- meninggal dunia.

10. Para anggota Direksi dapat diberi gaji dan atau uang jasa yang jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Dewan Komisaris.

11. Bilamana jabatan seorang anggora Direksi lowong, dalam waktu 3 (tiga) bulan harus diadakan Rapat Umum Para Pemegang Saham untuk mengisi lowongan tersebut.

12. Yang dapat diangkat menjadi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris hanyalah Warga Negara Indonesia.

(7)

3.2. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris ditugaskan untuk mengawasi pengurusan perusahaan oleh Direksi.

Masa Jabatan Dewan Komisaris adalah 4 (empat) tahun.

Dewan Komisaris terdiri dari sedikitnya 3 (tiga) orang anggota, dengan susunan sebagai berikut :

a. 1 (satu) orang Komisaris Utama;

b. 2 (dua) orang Komisaris atau lebih.

Dua orang anggota Dewan Komisaris (satu diantaranya Komisaris Utama) bertindak untuk dan atas nama Dewan Komisaris.

Para anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Para Pemegang Saham.

Para anggota Dewan Komisaris diangkat untuk jangka waktu sejak ditutupnya Rapat Umum Para Pemegang Saham dimana mereka diangkat dan berakhir pada saat ditutupnya Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang kedua berikutnya dan setelah masa jabatan mereka berakhir mereka dapat diangkat kembali.

Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diberhentikan pada setiap waktu meskipun masa jabatannya belum berakhir oleh Rapat Umum Para Pemegang Saham.

Rapat Umum Para Pemegang Saham dapat mengangkat orang lain untuk mengisi jabatan seorang anggota Dewan Komisaris yang diberhentikan dari jabatannya dan Rapat Umum Para Pemegang Saham dapat mengangkat

(8)

52

seseorang sebagai anggota Dewan Komisaris untuk mengisi suatu lowongan.

9. Seorang anggota Dewan Komisaris dapat mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis kepada perusahaan mengenai niatnya itu sedikitnya 30 (tiga puluh) hari sebelumnya dan kepada anggota Dewan Komisaris yang mengundurkan diri sebagaimana tersebut di atas tetap dapat dimintakan kembali pertanggung jawabannya sebagai anggota Direksi sejak penggangkatannya yang bersangkutan hingga surat pengunduran dirinya diterima.

lO.Masa jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir, apabila anggota Direksi tersebut :

- dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampuan berdasarkan suatu keputusan pengadilan;

- diberhentikan;

- mengundurkan diri;

- dilarang menjadi anggota Direksi karena ketentuan undang-undang atau peraturan lain yang berlaku;

- meninggal dunia.

11. Para anggota Dewan Komisaris dapat menerima uang jasa atau honorarium sebagaimana yang ditetapkan oleh Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham.

12. Bilamana jabatan seorang anggora Dewan Komisaris lowong, maka Rapat Umum Para pemegang Saham harus

(9)

dipanggil dalam waktu 6 (enam) bulan sesudah terjadinya lowongan tersebut, untuk mengisi lowongan tersebut.

13. Yang dapat diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris hanyalah Warga Negara Indonesia.

3.3.3. Rapat Umum Para Pemegang Saham

1. Rapat Umum Para Pemegang Saham dipimpin oleh Direktur Utama.

2. Rapat Umum Para Pemegang Saham mengangkat dan memberhentikan para anggota Dewan Komisaris dan para

anggota Direksi.

3. Rapat Umum Para Pemegang Saham diadakan di tempat kedudukan perusahaan, dan atau tempat lain di dalam wilayah Republik Indonesia.

4. Rapat Umum Para Pemegang Saham adalah sah apabila dihadiri oleh para pemegang saham dan atau kuasa mereka yang sah, yang mewakili sedikit-dikitnya lebih dari 50% dari seluruh saham-saham perusahaan yang telah ditempatkan, dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila disetujui oleh lebih dari 50%

dari para pemegang saham yang hadir.

5. Keputusan-keputusan para pemegang saham yang tidak diambil dalam Rapat Umum Para Pemegang Saham juga mengikat apabila dibuat secara tertulis dan disetujui

dan ditandatangani oleh para pemegang saham yang

(10)

54

mewakili semua saham yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.

6. Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham h a m s diadakan tiap tahun sekali, selambat-lambatnya dalam bulan Juli tiap-tiap tahun.

3.3.4. Direktur Pemasaran

Bertanggung jawab kepada Presiden Direktur dan bertindak sebagai pimpinan dari beberapa departemen yang mengelola bidang pemasaran, yaitu kepada manajer garment bidang lokal dan manajer ekspor-impor agent trading.

3.3.5. Direktur Keuangan dan Administrasi

Bertanggung jawab kepada Presiden Direktur dan bertindak sebagai pimpinan dari beberapa departemen yang mengelola bidang keuangan, yaitu kepada manajer

akuntansi, manajer keuangan, dan manajer investasi.

3.3.6. Direktur Produksi

Bertanggung jawab kepada Presiden Direktur dan bertindak sebagai pimpinan dari beberapa departemen yang melakukan kegiatan produksi, yaitu kepada manajer

knitting, manajer dyeing/finishing, dan manajer garment.

(11)

3.3.7. Direktur Umum

Bertanggung jawab kepada Presiden Direktur dan bertindak sebagai pimpinan dari beberapa departemen yang melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat umum, yaitu kepada manajer personalia, manajer penelitian dan pengembangan, dan manajer humas/hukum.

3.4. Maksud Dan Tujuan Perusahaan

PT. GREAT GOLDEN STAR didirikan dengan maksud dan tujuan untuk :

- Mengadakan usaha dalam bidang perajutan dan pencelupan yang menuju pada proses pembuatan, mulai dari benang menjadi kain.

- Mengadakan usaha dalam bidang konpeksi.

- Mengadakan usaha dalam bidang perdagangan umum diantaranya impor, ekspor, inter-insulair (antar pulau) dan lokal.

- Mengadakan usaha dalam bidang pemborongan (kontraktor) untuk segala macam pekerjaan termasuk diantaranya perencanaan dan pelaksanaan, pengangkutan, perbeng-

kelan, distributor, leveransir dan pertambangan.

- Mengadakan usaha dalam bidang pertanian, perkebunan, perhutanan, perkayuan, peternakan, perikanan dan pertambangan.

(12)

56

3.5. Kegiatan Usaha 3.5.1. Produksi

Produksi perusahaan terdiri dari : 1. Departemen Knitting

Menghasilkan berbagai jenis kain rajut, antara lain : - T/C Interlock 28G, 24G, 20G Solid maupun Yarndye - CVC Interlock 28G, 24G, 20G Solid maupun Yarndye - Cotton Interlock 28G, 24G, 20G Solid maupun Yarndye - T/C Single Jersey 28G, 24G, 20G Solid maupun Yarndye - CVC Single Jersey 28G, 24G, 20G Solid maupun Yarndye - T/C Fleece/french-terry

- CVC Fleece/french-terry

Kapasitas produksinya adalah sebagai berikut : Interlock + 9 ton/hari

Single Jersey + 10 ton/hari Fleece + 1 ton/hari

Total + 20 ton/hari atau 600 ton/bulan 2. Departement Dyeing/Finishing

Menghasilkan aneka warna untuk T/C, CVC, Cotton jenis Interlock, Jersey dan Fleece french terry dengan kapasitas produksi + 600 ton kain per bulan.

3. Departement Garment Menghasilkan :

- T-Shirt dan Polo Shirt (TC, CVC dan Cotton)

(13)

- Sweet Shirt, jogging Shirt dan Jacket (T/C, CVC, Fleece/French Terry)

- Drees, Cardian, Jumpsuit, Romper, (TC Jersey, Interlock)

- Shirt, Pants dan Short (TC Jersey, Interlock)

3.5.2. Proses Produksi

Proses produksi perusahaan meliputi benang diproses melalui unit knitting menjadi kain gray, kemudian kain gray diproses melalui unit dyeing & finishing menjadi kain warna. Seterusnya kain warna tersebut diproses melalui unit garment menjadi pakaian jadi yang siap untuk di ekspor. Dengan rencana memproduksi sendiri benang melalui pabrik pemintalan, maka sebagai industri terpadu perincian proses produksi perusahaan adalah sebagai berikut :

(14)

58

KAPAS

MESIN SETTING

U T T M AKtr?

MESIN COUSTIC

' r

MESIN SCOURING

MESIN BELAH

' r

FINISHING

CONWINDER

KAIN GRAY

MESIN RAPID

DRYER

KAIN WARNA

FVQvrw D n f V T K T r GOSOK

MESIN RAJUT

MESIN INSPEKSI

MESIN WINCE

CENTRI- FUGAL

CUTTING

JAHIT

PAKAIAN JADI

Bahan baku utama yang dipergunakan oleh perusahaan adalah benang. Pada saat ini bahan baku benang 50%

diperoleh dari dalam negeri dan 50% sisanya di impor dari RRC, Taiwan dan Hongkong. Pembelian bahan baku benang dari dalam negeri dilakukan berdasarkan kredit jangka pendek 70 hari, sedangkan pembelian impor dilakukan berdasarkan L/C.

Untuk menjamin kelancaran proses produksi, perusahaan telah menjaga kontinuitas bahan baku dengan cara :

(15)

- Tiap bulan sebelum pelaksanaan ekspor bahan baku harus tersedia.

- Untuk mencegah pesanan tiba-tiba dari importir, perusahaan selalu mengadakan stock bahan baku untuk jenis benang atau kain tertentu.

Untuk menjaga mutu hasil produksi, perusahaan telah menggunakan sistem "On Line Quality Control" yang pada prinsipnya adalah mendeteksi setiap penyimpangan secara dini selama proses produksi, misalnya melalui mesin inspeksi pada Departemen Knitting, melalui laboratorium dan uji coba warna secara komputerisasi pada Departemen Dyeing dan Finishing dan melalui unit-unit potong, jahit serta hasil produksi pada Departemen Garment. Dengan demikian mutu hasil produksi yang dihasilkan akan dapat terjamin.

3.5.3. Pemasaran

Tujuan utama penjualan garment sebanyak 90% adalah untuk diekspor ke luar negeri, sedangkan sisanya untuk dijual lokal. Ekspor ditentukan bukan hanya oleh order ekspor, melainkan juga dengan pemasaran sendiri.

Dalam memasarkan garment, perusahaan menganut sistem penunjukkan Agen di luar negeri dan sistem penjualan

langsung ke calon pembeli. Beberapa Departemen Store di luar negeri menjadi pelanggan tetap dari hasil ekspor

(16)

60

perusahaan. Para pembeli hasil ekspor perusahaan tersebar di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Hongkong, dan Singapura.

3.5.4. Tenaga Kerja

Sejalan perkembangan perusahaan dan peningkatan kapasitas produksi, maka perusahaan mempekerjakan sejumlah 3.381 karyawan. Perusahaan memiliki 2 orang asing dengan keahlian, pengalaman dan profesionalisme yang tinggi dalam industri tekstil.

Pengembangan sumber daya manusia dilakukan terus menerus melalui latihan teknik dan manajemen, yang diselenggarakan di dalam maupun di luar perusahaan. Untuk tingkat manajer yang ada di perusahaan, pendidikan karyawan terdiri dari sarjana/sarjana muda/SLTA, sedangkan untuk tingkat lainnya pendidikan karyawan terdiri dari SLTA/SLTP/SD.

Untuk mendukung kelancaran operasi maupun peme- liharaan mesin-mesin, maka perusahaan secara berkala memberikan pengarahan kepada karyawan bagian produksi di

bawah pengawasan tenaga-tenaga ahli dari Taiwan, sehingga mesin-mesin tersebut dapat berfungsi pada tingkat

produktivitas dan efisiensi yang tinggi.

Untuk kesejahteraan karyawan perusahaan menyediakan fasilitas-fasilitas berupa astek, kesehatan, asrama karyawan, kesenian, dan sarana olah raga.

Referensi

Dokumen terkait

Persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan laporan keuangan berarti bahwa Rapat Umum Pemegang Saham telah memberikan pembebasan kepada anggota Dewan Komisaris

Rapat Umum Pemegang Saham (yang mewakili pemegang saham), dewan direksi, dewan komisaris, para karyawan dan struktur kepemilikan perusahaan merupakan organ kunci dalam

6) Hubungan keuangan dan hubungan keluarga anggota Direksi dengan anggota Direksi lain, anggota Dewan Komisaris, anggota Dewan Pengawas Syariah, dan/atau pemegang saham

Komisaris Independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi dengan direksi, anggota dewan komisaris lainya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari

Anggota Dewan Komisaris dapat diberhentikan oleh pemegang saham melalui RUPS dalam hal anggota Dewan Komisaris tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, mengajukan pengunduran

Direktur Keuangan bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan Rapat Umum Pemegang Saham melalui Dewan Komisaris... Direktur Sumber

Sebagai informasi, Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2014, telah memutuskan untuk mengangkat Dewan Komisaris dengan komposisi anggota

–Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, masing-masing untuk jangka waktu 5 lima tahun, terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham