BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan perusahaan untuk periode 2011 – 2013 pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI yang telah diaudit oleh akuntan publik, serta laporan keberlanjutan perusahaan (sustainibility report). Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri laporan tahunan dan atau informasi sosial perusahaan yang terpilih menjadi sampel.
B. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau lebih variabel bebas (independent vriabel) terhadap variabel terikat (dependent variable). Metode ini untuk melihat pengaruh keberadaan komite audit, ukuran dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional dan kinerja keuangan terhadap return saham.
C. Definisi dan Operasional Variabel
Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel Dependen
Definisi variabel terikat (dependent variable) adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variable independen (Indriantoro, 2002).
a. Return Saham (Cummulative Abnormal Return)
Return adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atau suatu investasi yang dilakukan (Ang, 1997). Abnormal return merupakan perbedaan antara aktual return dengan ekspektasi return dihitung dengan menggunakan market adjusted model (Jogiyanto, 2010).
Aktual return saham yang diperoleh dengan mencari selisih antara harga saham penutupan harian dikurangi harga saham hari sebelumnya kemudian dibagi dengan haga saham hari berikutnya. Selanjutnya expected return dihitung dengan menggunakan market adjusted model. Dalam model ini expected return merupakan return saham yang diukur dengan menggunakan IHSG, yaitu selisih antara IHSG pada hari tertentu dikurangi IHSG hari sebelumnya dibagi IHSG hari sebelumnya. Rumus untuk menghitun return adalah (Jogiyanto,2010): Rit = = ARit = Rit - Rmt Keterangan :
ARit : Abnormal return perusahaan i pada hari ke-t
Rit : Return harian perusahaan i pada hari ke-t
Rmt : Return indeks pasar pada hari ke-t
IHSIt : Indeks harga saham individual perusahaan i pada waktu t
IHSIt-1 : Indeks harga saham individual perusahaan i pada waktu t-1
IHSGt : Indeks harga saham gabungan pada waktu t
Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return realisasi merupakan return yang telah terjadi, dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Retun historis ini berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi dan resiko dimasa mendatang (Ang, 1997). Konsep risk and return mempunyai peranan yang sangat besar dimana perilaku investor seringkali didasarkan pada konsep ini.
Perhitungan CAR (Cummulative Abnormal Return) untuk masing-masing perusahaan merupakan akumulasi dari rata-rata abnormal return selama tiga tahun (1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2013) dengan menggunakan rumus
CARit = ∑
Keterangan CARit : Cummulative abnormal return
Abnormal return merupakan selisih antara tingkat keuntungan sebenarnya (actual return) dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) menurut Dyaksa (2006).
2. Variabel Independen
Definisi variabel independen (variable bebas) adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain (Nur dan Bambang, 2002). a. Good Corporate Governance
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah Good Corporate Governance yang terdiri dari ukuran dewan komisaris independen, kepemilikan institusional dan ukuran komite audit.
Komisaris Independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi dengan direksi, anggota dewan komisaris lainya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata demi kepentingan perusahaan (Komite Nasional Corporate Governance, 2004). Komisaris independen diukur berdasarkan jumlah komisaris independen yang terdapat di dalam perusahaan.
DKI : Ukuran Dewan Komisaris Independen 2) Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional adalah jumlah kepemilikan saham yang dimiliki oleh institusi.
3) Ukuran Komite Audit
Ukuran komite audit diukur berdasarkan ukuran (jumlah) komite audit pada sebuah perusahaan.
b. Kinerja Keuangan Perusahaan
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah kinerja keuangan yang terdiri dari ROA, Leverage dan Size.
DKI =
KA = Jumlah komite audit KI =
1) ROA (Return On Asset)
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut (Linawati,2006):
ROA =
2) Leverage
Leverage adalah penggunaan sumber dana yang dimiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari suatu beban tetapnya, sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham serta dapat menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Leverage juga dapat diartikan sebagai perbandingan natara dana yang berasal dari pemilik dengan dana yang berasal dari kreditur (Agus Sartono, 2001) :
Leverage =
3) Size
Size atau ukuran perusahaan merupakan proksi kebalikan dari informasi asymmetric. Variabel ini diukur dengan menggunakan logaritma natural asset. Penggunakan transformasi logaritma adalah untuk menyamakan dugaan bahwa perusahaan kecil juga dipengaruhi oleh efek size (Aulia, 2006). Dalam hal ini size biasanya muncul sebagai variable penjelas dan digunakannya log asset sebab perusahaan sampel dalam penelitian ini memiliki jumlah asset yang bervariasi karena perbedaan ukuran perusahaan. Sebagaimana dirumuskan: Size = Ln (Aset)
D. Operasional Variabel
Tabel 3.1
Sumber: Beberapa jurnal dan skripsi terdahulu E. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui penelusuran data sekunder dengan kepustakaan manual. Data yang digunakan dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Dokumentasi merupakan proses perolehan dokumen dengan mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen dan data-data yang diperlukan. Dokumen tersebut adalah laporan keuangan tahunan, data yang tersedia di ICMD dan Bursa Efek Indonesia.
F. Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011 – tahun 2013. Adapun berbagai sumber data dalam penulisan skripsi ini yaitu sumber buku, jurnal dan penelitian terdahulu.
Variabel Rumusan Skala
Pengukuran Variabel Dependen (Y)
CAR
CARit = ∑ Rasio Variabel Independen (X)
Keberadaan Komite Audit % Keberadaan komite audit Rasio Dewan Komisaris Independen % Dewan Komisaris Independen Rasio Kepemilikan Institusional % Kepemilikan Institusional Rasio
ROA ROA =
Rasio
Leverage Leverage = Rasio
Dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria yaitu 44 perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan tahunannya secara periodik dari tahun 2011 – tahun 2013. Sedangkan Cummulative Abnormal Return didapatkan dari catatan saham perusahaan dan IHSG selama tahun 2011 – tahun 2013. Data didapat dari e-paper
www.kontan.co.id.
G. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi
Jumlah populasi dari penelitian ini adalah 44 perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI.
2. Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dimana peneliti memilih sampel secara tidak acak dengan memilih sampel yang memenuhi kriteria tertentu. Kriteria sampel dari penelitian ini adalah:
a. Perusahaan properti yang terdaftar di BEI selama periode 2011-2013
b. Perusahaan properti yang mempublikasikan laporan keuangan berturut-turut selama periode penelitian 2011-2013
c. Perusahaan yang mencantumkan GCG (Keberadaan komite audit, ukuran komisaris independen, kepemilikan institusi) dalam laporan keuangan periode 2011 - 2013
d. Perusahaan yang perdagangannya sahamnya aktif (rata-rata frekuensi perdangan diatas 500 kali perhari).
Tabel 3.2 - Hasil Pemilihan Sampel No Keterangan Jumlah Emiten 1 Jumlah Populasi 44 2
Perusahaan properti dan real estate yang mempublikasikan laporan keuangan berturut-turut selama periode penelitian 2011-2013
44
3
Perusahaan yang mencantumkan GCG (keberadaan komite audit, ukuran komisaris independen, kepemilikan institusi) dalam laporan keuangan periode 2011 - 2013
44
4 Perusahaan yang sahamnya aktif dengan frekuensi perdagangan rata-rata per hari < 500 kali
-16
Jumlah Perusahaan Sampel 18
Tabel 3.3 - Nama Perusahaan Sampel
No Kode Emiten Nama Perusahaan Sampel
1 APLN Agung Podomoro Land Tbk 2 ASRI Alam Sutra Realty Tbk 3 BCIP Bumi Citra Permai Tbk 4 BKSL Sentul City Tbk
5 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 6 COWL Cowell Development Tbk 7 CTRA Ciputra Development Tbk 8 CTRP Ciputra Property Tbk 9 CTRS Ciputra Surya Tbk 10 JRPT Jaya Real Property Tbk
11 KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk 12 LCGP Eureka Prima Jakarta Tbk 13 LPCK Lippo Cikarang Tbk
14 LPKR Lippo Karawaci Tbk 15 MDLN Moderland Realty Ltd. Tbk 16 PWON Pakuwon Jati Tbk
17 SCBD Danayasa Arthatama Tbk 18 SMRA Sumarecon Agung Tbk
H. Teknik Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data purposive sampling, dimana data yang diambil adalah data yang mewakili dari kriteria sampel yang telah dibuat. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah data penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data ini dilakukan untuk memperoleh data sekunder sebagai subjek penelitian, selain itu peneliti juga memperoleh data dari literatur, berupa text book, jurnal ekonomi dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian
1. Metode Analisis Data
Metode analisis yang akan dilakukan adalah metode analisis statistik deskriptif dan uji asumsi klasik. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui dispersi dan distribusi data, sedangkan uji asumsi klasik dilakukan untuk menguji kelayakan model regresi yang selanjutnya digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
a. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif akan memberikan gambaran atau deskripsi tentang suatu data yang dilihat melalui nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maximum, minimum, sum range, kurtosis, dan skewnewss (Ghozali, 2009). Skewness mengukur kemencengan dari data dan kurtosis mengukur puncak dari
distribusi data. Data yang terdistribusi secara normal mempunyai nilai skewness dan kurtosis mendekati nol (Ghozali, 2009).
b. Uji Asumsi Klasik
Pengujian regresi linier berganda dapat dilakukan setelah model dari penelitian ini memenuhi syarat-syarat yaitu lolos dari asumsi klasik. Syarat-syarat yang harus dipenuhui antara lain adalah data tersebut harus terdistribusikan secara normal, tidak terdapat multikolonieritas, dan heterokedastisitas. Sehingga sebelum pengujian regresi linier berganda dilakukan perlu terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari:
1) Uji Normalitas
Tujuan dari uji normalitas adalah menguji apakah variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal dalam model regresi. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov Smirnov. Kolmogorov Smirnov adalah pengujian normalitas yang banyak dipakai, terutama setelah adanya banyak program statistik yang beredar. Kelebihan dari uji ini adalah sederhana dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi di antara satu pengamat dengan pengamat yang lain, yang sering terjadi pada uji normalitas dengan menggunakan grafik.
Konsep dasar dari uji normalitas Kolmogorov Smirnov adalah dengan membandingkan distribusi data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi normal baku. Distribusi normal baku adalah data yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk Z-Score dan diasumsikan normal. Jadi sebenarnya uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara data yang
diuji normalitasnya dengan data normal baku. Seperti pada uji beda biasa, jika signifikansi di bawah 0.05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan, dan jika signifikansi di atas 0.05 maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan. Penerapan pada uji Kolmogorov Smirnov adalah bahwa jika signifikansi di bawah 0.05 berarti data yang akan diuji mempunyai perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak normal.
2) Uji Multikolonieritas
Tujuan dari uji multikolonieritas adalah untuk menguji apakah ada korelasi antar variabel bebas dalam model regresi (Iman, 2011). Dalam suatu model regresi yang baik seharusnya tidak terdapat korelasi diantara variable independen. Jika terdapat korelasi maka terdapat problem multikolinearitas. Untuk mendeteksi adanya multikolinieritas di dalam regresi dapat dilihat dari tolerance value dan nilai variance inflation factor (VIF).
Model regresi yang bebas multikolinieritas adalah yang mempunyai nilai toleransi diatas 0,10 dan VIF dibawah 10 (Ghozali, 2006). Apabila nilai toleransi di bawah 0,10 dan VIF diatas 10 maka terjadi gangguan multikolinieritas pada penelitian tersebut.
3) Uji Heteroskedastisitas
Tujuan uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain dalam model regresi.
4) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ada korelasi atara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terdapat
korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Penelitian ini menggunakan uji Durbin-Watson untuk mendeteksi masalah autokorelasi. c. Uji Kesesuaian Model
1) Uji F (F-Test)
Uji F-test dilakukan untuk menguji hipotesis koefisien (slope) regresi secara bersamaan. Cara pengujiannya sama dengan regresi sederhana ataupun regresi secara bersamaan. Cara pengujiannya sama pada regresi sederhana atupun regresi majemuk dengan menggunakan Tabel ANOVA (Ghozali, 2009). Uji kesesuaian model pada dasarnya menunjukan apakah semua variable independen yang dimaksud dalam penelitian mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variable dependen (Imam, 2011).
2) Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada dasarnya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 (nol) dan 1 (satu). Jika nilai R2 kecil menunjukkan bahwa variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Jika nilai mendekati satu menunjukkan bahwa variabel-variabel independen memberikan hampir
semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independen.
d. Uji Hipotesis
Menurut Ghozali (2006) ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fit nya. Secara statistik, setidaknya ini dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai statistik F dan nilai statistik t. Perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H₀ ditolak). Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah dimana H₀ diterima.
1) Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik T)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen secara sendiri-sendiri mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Dengan kata lain, untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen dapat menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen secara nyata.
Uji t dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variable pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0.05 (α = 5%). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan), yang berarti secara individual variable independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable independen. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan), berarti secara
individu variable independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable dependen.
2) Analisis Regresi Linear Berganda
Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0.05 (ghozali, 2005).
CAR = β0+β1ROA+β2KA+β3DKI+β4KI+β5Lev+β6 Lev + e
Keterangan:
CAR = Cummulative Abnormal Return β0 =Konstanta
β1 – β6 =Koefisien regresi
ROA = Variabel independen ROA
KA = Variabel independensi keberadaan komite audit DKI = Variabel independensi ukuran komisaris independen KI = Variabel independensi kepemilikan institusional Lev = Variabel independen leverage