• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT MAS MURNI INDONESIA, Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT MAS MURNI INDONESIA, Tbk AND SUBSIDIARIES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT MAS MURNI INDONESIA, Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT MAS MURNI INDONESIA, Tbk AND SUBSIDIARIES"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

PT MAS MURNI INDONESIA, Tbk AND SUBSIDIARIES

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN / CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011, 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2011, 2010 AND 1 JANUARY 2010

DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENT

Laporan Auditor Independen Independent Auditors Report

Halaman /Page

Neraca / Balance Sheets 2.a - 2.b

Laporan Laba Rugi Komprehensif/ Statements Of Comprehensive Income 3

Laporan Perubahan Ekuitas / Statements Of Changes In Equity 4

Laporan Arus Kas / Statements of Cash Flow 5

Catatan Atas Laporan Keuangan / Notes To Financial Statements 6 - 39

(2)
(3)
(4)
(5)

Catatan/ 2011 2010 2009

Note (Rp) (Rp) (Rp)

A S E T ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 02.d, 03 3.485.834.750 3.560.988.816 1.769.502.803 Cash and cash equivalents

Piutang usaha 02.e, 04 Accounts receivable:

Pihak yang berelasi 0 40.000.000 43.916.810 Related parties

Pihak ketiga - setelah dikurangi Third parties - net of provision

penyisihan piutang ragu-ragu sebesar for doubtful accounts of

Rp 487.811.925 pada tahun 2011 Rp 487.811.925 in 2011 and

dan Rp 881.702.688 pada tahun 2010 3.297.519.987 2.134.883.661 1.662.168.901 Rp 881.702.688 in 2010

Piutang lain-lain 02.e, 05 Other receivable

Pihak yang berelasi 0 0 4.598.522.220 Related parties

Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan Third parties - net of provision for

piutang ragu-ragu sebesar Rp 1.123.738.921 5.633.618.761 5.045.831.494 348.142.548 doubtful accounts of Rp 1.123.738.921

Persediaan 02.g, 06 972.048.377 1.263.103.963 1.214.972.526 Inventories

Pajak dibayar dimuka 18.a 187.775.910 224.501.732 283.681.116 Prepaid tax

Biaya dibayar dimuka 07 17.471.634.294 14.841.008.603 861.856.480 Prepaid expenses

Uang muka pembelian 08 393.673.145 95.097.978 16.933.045.544 Purchase advance

Jumlah Aset Lancar 31.442.105.224 27.205.416.247 27.715.808.948 Total Current Assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Piutang lain-lain 09 10.647.569.992 10.236.079.694 9.781.858.969 Other receivables

Investasi pada entitas asosiasi 10 973.500.000 973.500.000 973.500.000 Investments in associates

Properti Investasi 02.h,11, 31.b, 33 49.927.700.000 49.927.700.000 49.140.000.000 Investments Properties

Aset tetap - setelah dikurangi Fixed assets - net of accumulated

akumulasi penyusutan sebesar Rp 32.635.649.388 depreciation of Rp 32.635.649.388

pada tahun 2011 dan Rp 23.444.065.194 in 2011 and Rp Rp 23.444.065.194

tahun 2010. 02.i, 12 352.922.732.260 341.339.427.745 307.220.393.829 in 2010

Aset dalam rangka kerjasama operasi 02.j, 13, 31.a 223.165.000.000 223.165.000.000 223.165.000.000 Assets in joint operation

Aktiva Lain-lain 0 172.265.945 0 Others asset

Jumlah Aset tidak Lancar 637.636.502.252 625.813.973.384 590.280.752.798 Total Non-Current Assets

JUMLAH ASET 669.078.607.476 653.019.389.631 617.996.561.746 TOTAL ASSETS

Lihat catatan atas laporan keuangan merupakan bagian See notes to the financial statements are

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. an integral part of these financial statements

(6)

Catatan/ 2011 2010 2009

Note (Rp) (Rp) (Rp)

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES

Utang Bank 14, 19 6.626.044.626 8.086.187.958 5.907.884.086 Bank's loan

Utang usaha - Pihak ketiga 15 3.292.655.102 3.217.410.047 3.883.258.930 Accounts payable - Third parties

Utang lain-lain Other's payables

Pihak ketiga 919.128.969 931.089.296 859.919.592 Third parties

Pendapatan diterima dimuka 16 1.526.042.518 1.624.421.892 1.290.286.496 Unearned revenues

Beban yang masih harus dibayar 17 1.548.953.505 658.446.455 1.525.910.048 Accrued expenses

Utang pajak 18.b 5.384.331.819 5.879.311.321 4.741.021.451 Taxes payable

Bagian utang bank yang jatuh tempo Current maturity portion

dalam satu tahun 19 11.014.240.910 6.074.930.663 677.226.921 of long term bank loan

Jumlah kewajiban lancar 30.311.397.449 26.471.797.632 18.885.507.524 Total Current Liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG Non Current Liabilities

Liabilitas pajak tangguhan 02.o, 18.d 13.827.842.471 12.993.569.761 12.157.616.287 Deffered tax liabilities

Utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian Long-term bank loan net of current

yang jatuh tempo dalam waktu setahun 19 34.960.655.736 25.487.302.176 3.245.131.057 maturity portion within one year

Liabilitas manfaat karyawan 02.l, 20 3.363.865.374 3.016.344.466 2.751.152.903 Employee benefit liabilities

Jumlah kewajiban tidak lancar 52.152.363.581 41.497.216.403 18.153.900.247 Total Non-Current Liabilities

EKUITAS EQUITY

Modal saham - nilai nominal seri A Rp 240,- per saham, Capital stock - nominal value serie A Rp 240,- per share,

seri B Rp 96,- per saham dan seri C Rp 72,- per serie B Rp 96,- per share and serie C Rp 72,-

saham pada tahun 2011 dan 2010 per share in 2011 and 2010

Modal dasar 7.656.250.000 saham Authorized capital 7.656.250.000 shares are

terdiri dari: seri A, 406.250.000 saham; as follows: serie A, 406.250.000 shares;

seri B, 6.000.000.000 saham; dan serie B, 6.000.000.000 shares; and

seri C, 1.250.000.000 saham pada serie C, 1.250.000.000 shares

tahun 2011 dan 2010. in 2011 and 2010

Modal ditempatkan dan disetor penuh pada tahun 2011 Issued and fully paid up capital in 2011 and 2010

dan 2010 sebanyak 2.313.239.903 saham terdiri dari: 2.313.239.903 shares are as follows:

seri A, pada tahun 2011 dan 2010 sebanyak serie A, in 2011 and 2010 amounted

170.637.500 saham; seri B, pada tahun 2011 dan 2010 170.637.500 shares serie B, in 2011 and 2010

sebanyak 2.136.602.830 saham dan seri C, pada tahun amounted 2.136.602.830 shares and; serie C

2011 dan 2010 sebanyak 6.000.000 saham 21 246.498.871.680 246.498.871.680 192.998.023.680 in 2011 and 2010 amounted 6.000.000 shares

Agio saham 57.288.228.350 57.288.228.350 57.288.228.350 Additional paid-in capital

Modal disetor lainnya 21 270.720.021.000 270.720.021.000 324.220.869.000 Paid in capital - other

Saldo Laba 9.101.942.811 7.543.254.566 6.450.032.945 Retained Earning

Kepentingan non pengendali 22 3.005.782.605 3.000.000.000 0 Non-controlling interests

Jumlah Ekuitas 586.614.846.446 585.050.375.596 580.957.153.975 Total Equity

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 669.078.607.476 653.019.389.631 617.996.561.746 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

(7)

31 DESEMBER 2011 DAN 2010 DECEMBER 31, 2011 AND 2010

Catatan/ 2011 2010

Note (Rp) (Rp)

Pendapatan Bersih 02.n, 23 72.583.334.711 58.915.619.696 Hotel Revenue

Beban Departementalisasi 02.n, 24 ( 32.550.661.034) ( 25.232.069.590)

Laba Kotor 30 40.032.673.677 33.683.550.106 Gross Profit

BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES

02.n, 25 ( 25.567.662.643) ( 24.187.103.542) Hotel operating expense

02.n, 26 ( 5.749.379.241) ( 5.192.585.302) Owner's operating expense

Jumlah beban usaha ( 31.317.041.884) ( 29.379.688.844) Total Operating Expenses

Laba Usaha 8.715.631.793 4.303.861.262 Income From Operations

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN 02.n, 27 OTHER INCOME (EXPENSES)

Pendapatan lain-lain 878.098.802 743.134.474 Other income

Beban lain-lain ( 7.188.685.285) ( 3.117.820.641) Other expense

Jumlah beban lain-lain ( 6.310.586.483) ( 2.374.686.167) Total Other expense

Laba bersih sebelum pajak Penghasilan 2.405.045.310 1.929.175.095 Net Profit Before Corporate Income Tax

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK CORPORATE INCOME BENEFIT (EXPENSES)

Beban pajak 02.o, 18.c.d.e ( 840.574.460) ( 835.953.474) Income tax expense

Laba/(Rugi) BERSIH 1.564.470.850 1.093.221.621 Net Income

Pendapatan komprehensif lain Others Comprehensive Income

Keuntungan/(Kerugian) aktuaria 0 0 Gains / (Losses) actuarial

Total laba komprehensif tahun berjalan 1.564.470.850 1.093.221.621 Total comprehensive income current year

Laba yang dapat diatribusikan kepada : Profit attributable to:

Pemilik entitas induk 1.558.688.245 0 Owners of the parent entity

Kepentingan non pengendali 5.782.605 0 Non-controlling interests

1.564.470.850 0

Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada : Total of comprehensive income attributable to:

Pemilik entitas induk Owners of the parent entity

Kepentingan pengendali 0 0 controlling interests

Kepentingan non pengendali 0 0 Non-controlling interests

0 0

Laba Bersih Setelah Pajak Penghasilan 1.564.470.850 1.093.221.621 Net Profit After Corporate Income Tax

Laba Bersih Per Saham Dasar 0,67 0,54 Basic Profit Per Share

Hotel Departemental Cost

Beban usaha pemilik Beban usaha hotel

(8)

PTMASMURNIINDONESIA,TbkDANENTITASANAKPTMASMURNIINDONESIA,TbkANDSUBSID LAPORANPERUBAHANEKUITASKONSOLIDASIANSTATEMENTSOFCHANGESINEQUITYCONSOLI UNTUKTAHUNYANGBERAKHIRPADATANGGAL-TANGGALFORTHEYEARS 31DESEMBER2011DAN2010DECEMBER31,2011AN ModaldasarDidistribusikan ditempatkandankepadakepentingan disetorpenuh/Modaldisetornonpengendali/Jumlahekuitas/ Authorized,Agiosaham/lainnya/AttributabletoTotal issuedandfullyAdditionalOtherpaidSaldolaba/non-controllingstockholders' paidcapitalpaidincapitalincapitalAccumulatedprofitinterests*)equity (Rp)(Rp)(Rp)(Rp)(Rp)(Rp) Saldoper31Desember2009192.998.023.68057.288.228.350324.220.869.0006.450.032.9450580.957.153.975BalanceasofDecember3 KonversisahamdariobligasiConversionofsharesfro konversiseriII53.500.848.000053.500.848.000)(000SeriesIIco AsetbersihentitasanakyangtidakNetassetsofsubsidiariesthat diatribusikanpadaperusahaan00003.000.000.0003.000.000.000attributabletotheco Lababersihtahun20100001.093.221.62101.093.221.621 Saldoper31Desember2010246.498.871.68057.288.228.350270.720.021.0007.543.254.5663.000.000.000585.050.375.596 Lababersihtahun20110001.558.688.2455.782.6051.564.470.850NetPr Saldoper31Desember2011246.498.871.68057.288.228.350270.720.021.0009.101.942.8113.005.782.605586.614.846.446BalanceasofDecember3 LihatcatatanataslaporankeuanganmerupakanbagianSeenotestothefinancialstatem yangtidakterpisahkandarilaporankeuangan.anintegralpartofthesefinancialstat NetPr BalanceasofDecember3

Didistribusikankepadapemilikentitasinduk/Attributabletoownersoftheparent

(9)

31 DESEMBER 2011 DAN 2010 DECEMBER 31, 2011 AND 2010

2011 2010

(Rp) (Rp)

ARUS KAS DARI AKIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITES

Penerimaan kas dari penjualan dan Cash receipts from sales and

piutang usaha 70.817.610.774 59.951.655.239 accounts receivable

Pembayaran utang dan uang muka ( 33.308.879.100) ( 29.147.191.750) Payments of payable

Pendapatan bunga 75.431.081 66.562.295 Interest income

Pembayaran beban operasional ( 32.018.071.251) ( 21.993.472.970) Payments of operational expenses

Penerimaan lainnya ( 361.793.432) 676.572.179 Other cash receipts

Arus kas bersih diperoleh dari Net cash flow provided by

aktivitas operasi 5.204.298.071 9.554.124.993 operating activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES

Pembelian aset tetap ( 11.736.589.675) ( 33.756.796.345) Acquisitions of fixed assets

Penjualan aset tetap 230.000.000 Dispossal on fixed asset

Penambahan aset lain-lain 164.190.945 ( 959.965.945) Addition in other assets

Arus kas bersih diperoleh dari Net cash flow provided

untuk aktivitas investasi ( 11.572.398.730) ( 34.486.762.290) investing activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES

Pembayaran utang lain-lain ( 848.602.215) 71.169.704 Payment of other payables

Pembayaran bunga ( 5.810.971.667) ( 3.165.225.126) Payment of interest

Penerimaan pinjaman 12.952.520.475 29.818.178.732 Receiving of loans

Arus kas bersih diperoleh dari Net cash flow provided

aktivitas pendanaan 6.292.946.593 26.724.123.310 financing activities

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH NET INCREASE (DECREASE) IN CASH

KAS DAN SETARA KAS ( 75.154.066) 1.791.486.013 CASH AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS AT BEGINNING OF PERIOD

AWAL PERIODE 3.560.988.816 1.769.502.803 CASH AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS AT THE END OF PERIOD

AKHIR PERIODE 3.485.834.750 3.560.988.816 CASH AND CASH EQUIVALENTS

Aktivitas Signifikan yang tidak mempunyai arus kas Significant activities not affecting cash flows

Investasi pada PT Grahamediatama Megacom 0 16.800.000.000 Investment in PT Grahamediatama Megacom

Lihat catatan atas laporan keuangan merupakan bagian See notes to the financial statements are

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. an integral part of these financial statements

(10)

01. U M U M 01. GENERAL

Pendirian dan Informasi Umum The Company’s Establishment and General Information PT. Mas Murni Indonesia, Tbk ("Perusahaan") didirikan

pada tanggal 27 Juli 1970 berdasarkan akta Notaris Nyoo Sioe Liep, S.H. No. 22. Pada awal berdirinya, Perusahaan bernama PT Mas Murni, yang telah berubah menjadi PT Rantai Mas Murni dengan akta dari notaris yang sama No.

14 tanggal 11 September 1971. Nama Perusahaan berubah menjadi PT Mas Murni Indonesia berdasarkan akta No. 17 tanggal 21 Oktober 1971 dari notaris yang sama. Akta pendirian dan perubahan nama Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/192/7 tanggal 6 November 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 5 Tambahan No. 40 tanggal 1 Januari 1973.

PT Mas Murni Indonesia,Tbk (the "Company") was established on July 27, 1970 based on the notarial deed No.

22 of Nyoo Sioe Liep, S.H. The Company was formerly named as PT Mas Murni, which was changed to PT Rantai Mas Murni based on the notarial deed No. 14 dated September 11, 1971 by the same notary. The Company's name changed to be PT Mas Murni Indonesia based on notarial deed No. 17 dated October 21, 1971 of the same notary. The deed of establishment and the change in the Company's name were approved by Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its decision letter No. J.A.

5/192/7 dated November 6, 1971 and was published in the State Gazette No. 5, Supplement No. 40 dated January 1, 1973.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, dengan akta notaris Shinta Ameliawaty S.H., No. 149 tanggal 27 Desember 2004 dalam RUPSLB yang menyetujui utang Perusahaan untuk dikonversi menjadi obligasi konversi dengan mengikuti peraturan Bapepam No. IX D.4 tgl. 14 Agustus 1998; peningkatan Modal Dasar Perusahaan dari Rp 728.000.000.000 menjadi Rp 913.000.000.000; sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk melakukan konversi utang, Perusahaan menerbitkan saham seri B dari portepel dan melakukan penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sesuai dengan peraturan Bapepam No. IX D.4;

serta pelepasan Hak dan/atau menjadikan jaminan utang, bekerjasama, memberikan dan/atau membatalkan opsi kepada pihak lain atas sebagian harta kekayaan Perusahaan guna mendapatkan pembiayaan baru untuk keperluan pembayaran utang Perusahaan, kelanjutan proyek Crystal Garden, pengembangan dan perluasan usaha lainnya serta hal-hal lainnya yang mendukung kegiatan Perusahaan. Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. 086666 HT.01.04 Th 2005 tanggal 31 Maret 2005.

The Company's Articles of Association had been amended several times. The amendment was based on notarial deed No.149 dated December 27, 2004, of Shinta Ameliawaty, S.H., in RUPSLB that supported Company's payable to be converted as conversion bonds following Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) rule No. IX D.4 dated August 14,1998; the increase in the Company's authorized stock from Rp 728.000.000.000 to Rp 913.000.000.000;

According to the Company's plan to convert the debt, the Company wiil issue B series share and increase the Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) rule IX D.4; and the release of rights and/or set up the loan collateral, joint operation, provide and/or cancel option to other party as part of the Company's properties in order to obtain new funding to pay off the Company's liabilities, continue Crystal Garden project, develop and expand other businesses and other matters that support the Company's activities. The changes of the Articles of Association have been approved by Minister of Justice and Human Right No. 086666 HT.01.04 Th 2005, dated March 31, 2005.

Berdasarkan akta notaris No. 149 tanggal 27 Desember 2004 oleh Notaris Shinta Ameliawaty, S.H., di Surabaya, Perusahaan telah meningkatkan modal disetornya sebesar Rp 67.000.000.000 karena adanya persetujuan konversi utang obligasi menjadi saham Perusahaan (lihat catatan 21).

Accordance to the notarial deed No. 149 dated December 27, 2004 by Shinta Ameliawaty, S.H., notary in Surabaya, the Company had increased its share capital amounted to Rp 67.000.000.000 as result of debt to equity agreement (see note 21).

Pada tahun 2010, sesuai dengan perubahan anggaran dasar Perusahaan berdasarkan Akta No. 38 tanggal 21 Juni 2010 oleh Notaris Siti Nurul Yuliani,SH.,M.Kn Notaris di Sidoarjo tentang perubahan modal ditempatkan dan disetor serta susunan pemegang saham. Atas perubahan tersebut telah dicatatkan di Sistem Administrasi Badan Hukum Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat nomor AHU- AH.01.10.20940 tanggal 16 Agustus 2010.

In 2010, in accordance with amendments to the Company's Deed. 38 dated June 21, 2010 by Notary Siti Nurul Yuliani, SH., M.Kn Notary in Sidoarjo about changes in the issued and paid up capital and shareholding structure. Above changes were listed in the Legal System Administration Ministry of Law and Human Rights Republic of Indonesia in accordance with the letter number AHU-AH.01.10.20940 dated August 16, 2010.

Perusahaan adalah pemilik dan pengelola Garden Palace Hotel, Surabaya serta pemilik Crystal Garden, sebuah blok apartemen dan shopping center yang saat ini dalam status kerjasama operasi dengan PT Anugerah Mitra Lestari.

The Company is the owner and operator of Garden Palace Hotel, Surabaya, and the owner of Crystal Garden, an apartment block and shopping center which is under joint operation with PT Anugerah Mitra Lestari.

Perusahaan berkedudukan di Surabaya, dengan kantor

pusat terletak di Jalan Yos Sudarso 11 Surabaya. The Company is located in Surabaya, the main office is located at Jl. Yos Sudarso no. 11 Surabaya.

(11)

Penawaran Umum Efek Perusahaan General emission of the company’s shares Pada tanggal 4 Januari 1994, Perusahaan memperoleh

surat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan suratnya No. S- 02/PM/1993 untuk melakukan Penawaran Umum atas 15.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Sejak tanggal 9 Pebruari 1994 saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

On January 4, 1994, the Company obtained the effective confirmation letter from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM) in its letter No. S- 02/PM/1993 for the Company's offer of 15,000,000 shares to the public. Since February 9, 1994, these shares had been listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX).

Dewan Komisaris dan Direksi

Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:

Board of Commissioners and Director

The composition of the Board of Commissioners and Directors of the Company for the years ended December 31, 2011 and 2010 are as follows:

Dewan Komisaris : Board of Commissioners :

Presiden Komisaris Sinta Ladya Santoso President Commissioner

Komisaris Ir. Umaryadi Reksodidjojo Commissioner

Komisaris Soedarsono Notoprajitno Commissioner

Dewan Direksi : Board of Directors :

Presiden Direktur Djaja Santoso President Director

Direktur Surya Atmadinata Director

Direktur Ir. Peterjanto Suharjono, M.M. Director

Komite Audit Committee Audit

Ketua Ir. Umaryadi Reksodidjojo Chief

Anggota Yosep Igit Prasetyo Budi Member

Anggota Astrid Candra Member

Jumlah Remunerasi yang dibayarkan kepada anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp 1.755.000.000.

The Remuneration paid to the Boards of Commissioners and Directors for the year ended December 31,2011 and December 31, 2010 amounted to Rp 1.755.000.000 respectively.

Jumlah karyawan perusahaan rata-rata adalah 416 orang

dan 462 orang masing-masing pada tahun 2011 dan 2010. The company has an average of 416 and 462 employees in 2011 and 2010.

02. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING 02. BASIS OF PREPARATION OF THE FINANCIAL STATEMENTS

a. Pernyataan kepatuhan a. Statement of compliance

Laporan keuangan untuk tahun berakhir 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang

“Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan perubahannya, Keputusan Ketua Bapepam-LK No.

KEP-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010.

The financial statements for the years ended 31 December 2011, 2010 and January 1, 2010 are prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards as issued by the Indonesian Institute of Accountants and the Bapepam-LK Regulation No. VIII.G.7 regarding “Financial Statements Presentation Guidelines” as included in the Appendix of the Decision Decree of the Chairman of Bapepam No.

KEP-06/PM/2000 dated 13 March 2000 and its amendment, the Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 dated 30 December 2010.

b. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian b. Basis of preparation of the consolidated financial statements

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk akun-akun tertentu disajikan dengan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi akun-akun yang bersangkutan. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disajikan

The consolidated financial statements have been prepared based on historical cost, except for certain accounts which are measured on the basis described in the related accounting policies. The financial statements have been prepared on accrual basis, except for the statements of cash flows. The consolidated statements of cash flows is presented using direct method, in

(12)

dengan menggunakan metode langsung, sesuai dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-06/PM/2000 tertanggal 13 Maret 2000, dengan mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah (Rp).

accordance to the decision letter of the Capital Market Supervisory Board No. Kep-06/PM/2000 dated March 13, 2000, by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.

Currency used in the preparation of these consolidated financial statements is Rupiah (IDR).

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang berlaku efektif pada tahun 2011

Statements of Financial Accounting Standard (“PSAK”) and Interpretations of Financial Accounting Standards (“ISAK”) which effective in 2011

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan penerapan standar akuntansi dan interpretasi baru/revisi yang berlaku efektif pada tahun 2011. Perubahan kebijakan akuntansi tersebut telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.

Penerapan standar dan interpretasi baru/revisi berikut, yang relevan dengan operasi Perusahaan dan Entitas Anak dan menimbulkan dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian, terdiri dari:

PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan

PSAK No. 1 menetapkan persyaratan untuk penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Laporan utama yang baru, yaitu Laporan Laba Rugi Komprehensif, telah disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian ini. Perusahaan dan Entitas Anak telah memilih untuk menyajikan seluruh pos penghasilan dan beban dalam bentuk satu laporan (laporan laba rugi komprehensif).

Sesuai dengan PSAK No. 1, Perusahaan dan Entitas Anak telah mereklasifikasi kepentingan non pengendali pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 3.000.000.000 sebagai bagian dari ekuitas. Oleh karena itu, laporan posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2010 dan tanggal 1 Januari 2010 telah disajikan kembali.

PSAK No. 2 (Revisi 2009): Laporan Arus Kas Perusahaan juga menerapkan PSAK No. 2 (Revisi 2009) tentang Laporan Arus Kas dimana hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian.

Karena perubahan pada kebijakan akuntansi hanya mempengaruhi aspek pengungkapan, maka tidak ada dampak terhadap laba per saham.

Companies and Subsidiary Companies perform application and interpretation of new accounting standards / revisions that became effective in 2011.

Changes in accounting policy has been made as required, in accordance with the transitional provisions in the respective standards and interpretations.

Standard implementation and interpretation of new / revised the following, relevant to the operation of the Son and of the Company and entities have an impact on the consolidated financial statements, consisting of:

SFAS No. 1 Presentation of Financial Statements PSAK No. 1 sets overall requirements for the presentation of financial statements.

A new primary statement, the Statement of Comprehensive Income, has been presented in these consolidated financial statements. The Group has elected to present all items of income and expense in two statements (profit and loss account and statement of comprehensive income).

In accordance with PSAK No. 1, the Group has reclassified non-controlling interests as at 31 December 2010 of Rp 3.000.000.000 as part of equity. Accordingly, the consolidated statements of financial position of the Company and subsidiary as at 31 December 2010 and 1 January 2010 have been restated.

SFAS No.2 (Revised 2009): Statement of Cash Flows The Company is also implementing SFAS. 2 (Revised 2009) on a cash flow statement in which it does not have a significant influence of related disclosures in the consolidated financial statements.

Due to a change in accounting policy affects only aspect of the disclosure, there is no impact on earnings per share

Prinsip-prinsip konsolidasian The principles of consolidated Sejak Tanggal 1 Januari 2011

Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan entitas anak menerapkan secara retrospektif PSAK No. 4 (Revisi 2009), “Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri”, kecuali beberapa hal berikut yang diterapkan secara prospektif:

Since the date January 1, 2011

Effective on January 1, 2011, the Company and its subsidiary were retrospectively implementing SFAS. 4 (Revised 2009), "Consolidated Financial Statements and Separate Financial Statements", except the following points are applied prospectively:

(13)

i. rugi entitas anak yang menyebabkan saldo defisit bagi kepentingan non pengendali (“KNP”);

ii. kehilangan pengendalian pada entitas anak;

iii. perubahan kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian;

iv. hak suara potensial dalam menentukan keberadaan pengendalian; dan

v. konsolidasian atas entitas anak yang memiliki pembatasan jangka panjang.

PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk, dan akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan.

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Perusahaan dan entitas anak, kecuali dinyatakan lain.

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan entitas anak, dimana Perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung, memiliki lebih dari 50% kepemilikan saham. Semua saldo dan transaksi antar Perusahaan yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi Perusahaan dan entitas anak sebagai satu kesatuan usaha.

"Entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas. Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada kepentingan non pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non pengendali mempunyai saldo defisit. Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan dan entitas anak:

 menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;

 menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non pengendali;

 menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;

 mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;

 mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;

 mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif; dan

 mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai laba komprehensif ke laporan laba rugi komprehensif, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba

i. Loss of a subsidiary that causes a deficit balance for the non-controlling interests ("NCI");

ii. loss control of the subsidiary

iii. the change of ownership in subsidiary that do not result in loss of control;

iv. potential voting rights in determining the existence of control; and

v. the consolidated of subsidiary has long-term restrictions

SFAS No. 4 (Revised 2009) regulate the preparation and presentation of consolidated financial statements for a group of entities that are in control of holding company, and accounting for investments in subsidiary, jointly controlled entities and associates when an entity separate financial statements are presented as additional information.

The accounting policies used in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the Company and its subsidiary, unless otherwise stated.

The consolidated financial statements include the financial statements of subsidiary, which the Company either directly or indirectly, has more than 50%

ownership stake. All inter-company balances and transactions are material, including gains or unrealized losses, if any, have been eliminated to reflect the financial position and results of operations of the Company and its subsidiary as one business entity.

Subsidiary entities are consolidated in full from the date of acquisition, the date the Company acquired control, until the date the holding entity loss control. Control is presumed to exist when the Company owns directly or indirectly through subsidiary, more than half the power of sound entities. Loss that is not owned subsidiary fully attributable to non controlling interests even if this results in non-controlling interests having a deficit balance. If you loss control on a child entity, then the Company and its subsidiary:

 ceased recognition of assets (including any goodwill) and liabilities subsidiary;

 ceased recognition of the carrying amount of any non-controlling interests;

 ceased recognition of accumulated translation differences, which are recorded in equity, if any;

 recognize the fair value of payments received;

 recognize each of the remaining investments at fair value;

 recognizes any resulting difference as a gain or loss in the comprehensive income statement, and

 reclassify the stem above the previously recognized as components of comprehensive income to report comprehensive income, or transferred directly to retained earnings

(14)

Setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan pengujian penurunan nilai, apakah terdapat bukti obyektif bahwa investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas mengalami penurunan nilai.

Kepentingan non pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Sebelum Tanggal 1 Januari 2011

Proporsi bagian kepemilikan pemegang saham minoritas atas aset neto dan laba atau rugi neto entitas anak konsolidasian sebelumnya disajikan sebagai

"Hak Minoritas atas Aset Neto Entitas Anak yang Dikonsolidasi" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan sebagai "Hak Minoritas atas Laba (Rugi) Neto Entitas Anak yang Dikonsolidasi" dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Kerugian yang menjadi bagian pemegang saham minoritas pada suatu entitas anak dapat melebihi bagiannya dalam modal disetor. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas, dibebankan pada Perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas, kecuali apabila pemegang saham minoritas memiliki kepentingan jangka panjang lainnya pada entitas anak tersebut atau terdapat liabilitas yang mengikat untuk menutupi kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi liabilitasnya. Apabila pada tahun selanjutnya entitas anak melaporkan laba, maka laba tersebut terlebih dahulu dialokasikan kepada Perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas sampai seluruh bagian kerugian pemegang saham minoritas yang di bebankan pada Perusahaan dapat dipulihkan.

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Dalam laporan keuangan ini, istilah pihak berelasi sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7 (Revisi 2010),

“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilaksanakan dengan ataupun tidak dilaksanakan dengan syarat serta kondisi normal yang sama untuk pihak yang bukan berelasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

PSAK No. 7: Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Dalam laporan keuangan ini, istilah pihak berelasi sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7 (Revisi 2010),

“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

Jenis transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilaksanakan dengan ataupun tidak

At the end of each reporting period, Group assesses for impairment whether there is objective evidence that an investment in associates and jointly controlled entities is impaired

Non-controlling interest reflects part of the profit or loss and net assets of subsidiary that can not be attributed directly or indirectly to the Company, each of which is presented in the consolidated comprehensive income statement and in equity in the consolidated statement of financial position, apart from the which can be attributed to the owner of the parent entity.

Before the date January 1, 2011

The proportion of minority shareholders' ownership of net assets and net gains or losses previously consolidated subsidiariy are presented as "Minority Interest in Net Assets of Consolidated Entities Child" in the consolidated statement of financial position and the

"Minority Interest in Net Income (Loss) Net subsidiary consolidated "in the consolidated comprehensive income statement.

Losses applicable to the minority shareholders in a subsidiary may exceed that part of the paid-up capital.

Excess and further losses are part of minority shareholders, are charged to the Company's majority shareholder, unless the minority shareholder has other long-term interests of subsidiary is or there is a binding liability to cover these losses and the minority shareholders are able to meet liabilities. If the next subsidiary reported a profit, then the profit be allocated to the Company's majority shareholder until all the disadvantage of minority shareholders are in charge on the Company can be restored.

The Company make transactions with affiliated parties.

In this report, the term relates in accordance with the provisions of Statement of Financial Accounting Standards No. 7 (Revised 2010), "Disclosure of the affiliated parties".

Types of transactions and balances with affiliated parties, either-executed or not executed with the terms and conditions similar to normal non-party relationships, disclosed in the notes to financial statements.

SFAS No. 7: Disclosure of the Parties relate

The company transactions with affiliated parties. In this report, the term relates in accordance with the provisions of Statement of Financial Accounting Standards No. 7 (Revised 2010), "Disclosure of the affiliated parties”

Types of transactions and balances with affiliated parties, either-executed or not executed with the terms

(15)

dilaksanakan dengan syarat serta kondisi normal yang sama untuk pihak yang bukan berelasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Sejak tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan mengungkapkan jumlah kompensasi yang dibayarkan oleh Perusahaan kepada karyawan kunci sebagaimana yang disyaratkan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

Kompensasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan Perusahaan mencakup imbalan kerja jangka pendek, imbalan pasca kerja, imbalan kerja jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan kontrak kerja dan pembayaran berbasis saham.

and conditions similar to normal non affiliated parties, disclosed in the notes to financial statements.

Since the date of January 1, 2011, The Company disclose the amount of compensation paid by the Company to key employees as required under SFAS No. 7 (Revised 2010), "Disclosure of the parties relate to". Compensation disclosed in the Company's financial statements include short-term employee benefits, post- employment benefits, other long-term employee benefits, termination benefits and share-based payments.

c. Penjabaran dalam Mata Uang Asing c. Foreign currency translation Transaksi dalam mata uang asing di]abarkan ke dalam

mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.

Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing di]abarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari pen]abaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui di dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Kurs utama yang digunakan, berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia, adalah sebagai berikut (dalam satuan Rupiah):

Foreign currency transactions are translated into Rupiah using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions.

Foreign currency monetary assets and liabilities are translated into Rupiah at the rates of exchange prevailing at end of the reporting period. Foreign exchange gains and losses resulting from the settlement of foreign currency transactions and from the translation of monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are recognised in the consolidated profit and loss account.

The main exchange rates used, based on the middle rate issued by Bank Indonesia, was as follows (in Rupiah):

2011 2010

Dolar Amerika Serikat (“USD”) 9.068 8,991 United States Dollars (“USD”) Aset keuangan Entitas terdiri dari kas dan setara kas,

investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain- lain. Liabilitas keuangan Entitas terdiri dari utang usaha, utang lain-lain dan uang jaminan.

Entitas telah menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006)

“Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”

dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan:

Pengakuan dan Pengukuran” efektif tanggal 1 Januari 2010. Dalam rangka penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006), Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan.

i) Klasifikasi

Sejak tanggal 1 Januari 2010, pada saat pengakuan awal, Entitas mengelompokkan seluruh aset keuangannya sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Entitas tidak memiliki investasi saham yang dikelompokkan sebagai aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo.

Seluruh liabilitas keuangan Entitas dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

The entity’s financial assets consist of cash and cash equivalents, short-term investment, account receivables, other receivables. The Company’s financial liabilities consist of account payables, other payables, and security deposits.

The entity’s adopted SFAS No. 50 (2006 Revision)

“Financial Instruments: Presentation and Disclosures”

and SFAS No. 55 (2006 Revision) “Financial Instruments: Recognition and Measurement” with effect from 1 January 2010. In order to apply IAS 50 (Revised 2006) and IAS 55 (Revised 2006), the company classifies financial instruments in the form of financial assets and financial liabilities.

i) Classification

Starting 1 January 2010, at initial recognition, the Company classifies all of its financial assets (except derivative held for risk management and investment in shares) as loans and receivables.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.

The entity’s do not have stock investments that are classified as financial assets held to maturity.

Overall liability classified as an entity financial liability measured at amortized cost.

(16)

ii) Pengakuan

Entitas pada awalnya mengakui aset keuangan dan liabilitas keuangan pada tanggal perolehan.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau liabilitas keuangan Entitas diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya.

Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, sedangkan aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo yang tidak memiliki harga kuotasi dicatat pada biaya perolehan.

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

iii) Penghentian pengakuan

Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluwarsa, atau Entitas mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Entitas secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Entitas diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah.

Entitas menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

iv) Saling hapus

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Entitas memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.

v) Pengukuran biaya perolehan diamortisasi

Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai

ii) Recognition

The entities initially recognizes financial assets and financial liabilities on the date of origination.

On the date initial recognition financial assets or financial liabilities at fair values plus transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial assets or issuance of financial liabilities.

The subsequent measurement of financial assets and financial liabilities depends on their classification.

Subsequent to initial recognition, loans granted and receivables are recorded at amortized cost using the effective interest method, while financial assets held to maturity without price quotations are recorded at cost.

Subsequent to initial recognition, financial liabilities are recorded at amortized cost using the effective interest method.

iii) Derecognition

The entities derecognizes a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when the Company transfers the rights to receive the contractual cash flows on the financial asset in a transaction in which substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset are transferred. Any interest in transferred financial assets that is created or retained by the Company is recognized as a separate asset or liability

The entities derecognizes a financial liability when its contractual obligations are discharged or cancelled or expired.

iv) Offsetting

Financial assets and financial liabilities and net worth offset presented in the statement of financial position if, and only if, the entity has a legally enforceable right to offset the recognized amounts and intends to settle net or to realize the assets and settle liabilities simultaneously.

Revenues and expenses are recorded net only if permitted by accounting standards.

v) Amortized cost measurement

The amortized cost of a financial asset or financial liability is the amount at which the financial asset or liability is measured at initial recognition, minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between the initial amount recognized and the maturity amount, minus any

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini akan diteliti pula gejala- gejala antara setiap faktor pada model evaluasi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan di antara setiap faktor yang

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah LKS pada materi hukum- hukum dasar kimia berbasis KPS yang dikembangkan sesuai dengan rancangan produk dimana hasil va- lidasi

Berdasarkan proses validasi ahli ter- hadap aspek kesesuaian isi LKS dengan model problem solving diperoleh hasil validasi yaitu validator menyatakan sangat setuju LKS

“Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan dan Industri yang Terdaftar di BEI”..

Ibu hamil yang jarak kelahiran dengan anak terkecil kurang dari 2 tahun. Kesehatan fisik dan rahim ibu masih butuh cukup istirahat. Ada kemungkinan ibu masih menyusui. Selain itu

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi sistem manajemen pengolahan data sanitasi kelompok kerja air mineral penyehatan lingkungan pada Badan Perencanaan

Makna komunikasi tatap muka antar pribadi ini dilihat dari aspek pemahaman, dialog dalam bentuk bimbingan dengan pimpinan komunitas atau propinsial, melalui kegiatan bersama

Segala puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi