• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. ANALISA PENGGANTIAN. Secara umum sangat sulit untuk menentukan atau- pun memutuskan apakah peralatan berat yang dimiliki

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "V. ANALISA PENGGANTIAN. Secara umum sangat sulit untuk menentukan atau- pun memutuskan apakah peralatan berat yang dimiliki"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

48

V. ANALISA PENG G A N T I A N

1. UMUM

Secara umum sangat sulit untuk m enentukan atau- pun m emutuskan apakah p e r a latan berat yang dimiliki perlu diperta h a n k a n atau diganti dengan p e r a latan baru yang lebih modern. Dalam hal ini tentunya harus memi- liki suatu al a s a n - a l a s a n maupun p e rtimbangan- p e r t i mbangan yang tepat dan dapat di p e r t a n g g u n g jawab- k a n .

Hal yang pent i n g raenyangkut sebuah p e r a l a t a n berat adalah yang b e r h u b u n g a n dengan umur p e r a l a t a n tersebut, baik itu raenyangkut p e r a latan berat yang sekarang dipakai maupun untuk p en g g a n t i a n yang akan datang k e s e m u a n y a b er h u b u n g a n dengan mas a l a h umur p eng g a n t i a n untuk p e r alatan yang ada sekarang dan juga m as a l a h umur ekonomis untuk pe r a l a t a n berat p e n g g a n t i n y a .

Untuk masa kini dimana teknologi makin maju saja, jika pada saat sekarang ini dibeli sebuah p e r a latan berat maka dip e r k i r a k a n untuk suatu jangka waktu tertentu akan muncul pe r a l a t a n baru yang lebih

(2)

49

baik, kai'ena model-model yang lama tersebut diperbaiki baik itu dalam p r o d u k t i v i t a s n y a maupun modelnya. Oleh karena itu peralatan berat yang lama akan k eh i l a n g a n daya saingnya, ini dapat m en y e b a b k a n b er ku r a n g n y a p e n d a p a t a n .

2. ALASAN UNTUK P E N G G A N T I A N

Umumnya tidak semua p e r a l at a n yang kondisi fisiknya sudah tua dijual atau diganti oleh pemilik.

Sering kali, p e r a latan baru diperoleh untuk m e l akukan tugas dari peralatan yang ada, karena p e r alatan yang ada d i p indahkan untuk p e k e rjaan lain. Di s a m p i n g itu banyak peralatan dijual oleh pemilik dan d i g u nakan oleh pemilik lainnya sebelum menjadi besi tua, sehingga sulit d itentukan pada kondisi mana suatu p e r a l a t a n diganti. M e skipun demikian bia s a n y a suatu p e r a latan diganti karena alasan tertentu.

Adapun alasan untuk p en g g a n t i a n adalah sebagai b erikut :

1. Menuru n n y a kondisi fisik :

P e r alatan yang ada sekarang tidak dapat dipakai, kare n a p e m akaian atau k e jadian yang tak terduga sehingga tidak akan m e n y u m b a n g k a n fungsinya lebih lama lagi kecuali kalau diperbaiki keseluruhan.

*')

DeGarmo, E.P., e t . al. 1984. E n gi n e e r i n g Economy, New York : Macmillan

(3)

50

2, Kapasitas produksi tidak cukup :

Peralatan yang ada tidak mempunyai k a p a ­ sitas yang cukup untuk meirjenuhi arus permintaan atau tuntutan yang diharapkan.

3. K e u sangan (obsolescence) : Ada dua type yaitu :

(a) fungsionil dan (b) ekonomis

K e u sangan fungsionil adalah turunnya hasil (produksi) dari p e r a latan sehingga m engurangi keuntungan. Sebagai misal, pasaran mengingin- kan hasil yang lebih berm u t u dari pada permi n t a a n sebelumnya.

Keusangan ekonomis adalah akibat dari pada adanya p e r a latan baru yang dapat berp r o d u k s i dengan b iaya rendah dari pada yang didapat dengan p e r a l a t a n lama.

Setelah dibahas ala s a n - a l a s a n p en g g a n t i a n ter- sebut diatas, ada faktor- f a k t o r biaya yang ada kaitan- nya dengan alasan p e n g g a n t i a n tersebut dan perlu diper- timbangkan dalam analisa penggantian.

3. FAK T O R - F A K T O R BIAYA DAN FAKTOR LAINNYA YANG D I P E R T IM BA NG KA N D ALAM ANA L I S A P E N G G A N T I A N

Faktor- f a k t o r biaya yang ada k a i t a n n y a dengan alasan peng g a n t i a n adalah sebagai berikut :

(4)

51

1. Menur u n n y a kondisi fisik peralatan

M enur u n n y a kondisi fisik suatu p e r a latan dapat d isebabkan p e m akaian melebihi k e m a m p u a n yang telah diteta p k a n oleh pabrik, cara pem e l i h a r a a n yang tidak sesuai dengan pedornan yang d itentukan oleh pabrik dan sebagainya, hal ini akan roengakibatkan ken a i k a n biaya berikut ini :

Biaya Perbaikan Biaya Peme l i h a r a a n Biaya Turun Mesin Biaya Roda

Biaya Suku Cadang

Sehingga akan m e m p e ngaruhi analisa penggantian.

2. Kapasitas produksi tidak cukup

Kapasitas produksi tidak cukup dapat d i s e b a b k a n karena p e r a l a t a n yang ada kecil, kondisi fisik- nya menurun dan sebagainya, apabila k e ad a a n ini d i b i arkan terus b er l a n g s u n g maka akan m e n g alami banyak waktu menga n g g u r (masa sepi), karena tidak dapat memenuhi permi n t a a n pemakai, s e h i ­ ngga m en i m b u l k a n biaya yang disebut sebagai biaya masa sepi. Biaya ini perlu dip e r t i m b a n g kan dalam analisa penggantian.

3. K e u s angan (obsolescence)

Karena m u n c u l n y a pe r a l a t a n yang lebih modern baik m e ngenai m odelnya maup u n produk t i v i t a s - nya, maka p e r alatan yang lama tidak mampu meme-

(5)

52

nuhi permintaan, hal ini akan roengakibatkan adanya biaya keusangan.

Disarnping faktor-faktor biaya ada f a ktor-faktor lain yang tidak ada k a i t a n n y a dengan alasan penggan- tian, namun perlu diper t i m b a n g k a n dalam analisa peng- gantian yaitu sebagai berikut :

1. Penanaman modal

Faktor penanaman modal me r u p a k a n biaya pada saat analisa pengg a n t i a n dilakukan.

2. P enyusutan

Faktor penyus u t a n me r u p a k a n penda p a t a n bukan uang tunai yang m engurangi pajak penghasil- a n , d i p er ti m b a n g k a n selama umur p e r alatan pada saat analisa p en g g a n t i a n d i l akukan belum melampaui umur (masa) penyusutan.

3. Nilai sisa m engurangi p e m b e l i a n kembali

Faktor ini merupakan suatu p e n d a p a t a n bila p e r alatan dijual, sehingga dapat mengurangi biaya pe m b e l i a n alat baru.

4. Pajak dan asuransi

Faktor ini m e r upakan biaya tahunan yang dibayar oleh pemilik peralatan.

(6)

4. ANALISA

4.1. Meicde

Dalarrj tugas akhir ini dlgunakan metode yang disebut Gra d i e n G e o m etrik ke suatu waktu yang tak ter- batas yaitu m e mp ro y e k s i k a n p e r k iraan biaya k es e l u r u h a n untuk masa m e n datang dan juga p e ng ga nt ia n - p e n g g a n t i a n - nya di masa me n d a t a n g sampai ke suatu waktu yang tak terbatas, kem u d i a n mengh i t u n g kembali ke nilai seka- rang. Model ini m e mp er k i r a k a n semua k ategori biaya dari p e r alatan yang ada saat ini d itambah semua biaya pe r a l a t a n pengganti di masa yang akan datang, kem u d i a n dideretkan pada suatu n i l ai-nilai sampai didapat biaya k esel u r u h a n yang minimum.

Dalam m e ng g u n a k a n metode ini akan d i s esuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia dan akan lebih jelas dalam contoh perhitungan.

4.2 Model-Geoipetrik

Model g e o m etrik adalah suatu gradien geometrik yang d i g u nakan untuk m em pe r k i r a k a n ke n a i k a n biay a - b i a y a p e ng ga nt ia n- pe ng ga nt ia n di masa yang akan datang.

Collier, C. A., and Jacques, D. E., 1984. Optimum Equipment Life By Minimum L ife-Cycle Cost, Journal of C o n s t ruction E n g ineering and Management, Vol. 110.

ASCE.

(7)

Yang d i maksud Gra d i e n Geometrik di sini adalah satu seri pernbayaran-perrjbayaran pada akhir tahun dengan setiap kenaikan pemba y a r a n yang d itetapkan oleh persen- tasi (%). Karena k e s e d e r h a n a a n n y a , k e m udahan dalam

\

p e m a k aiannya dan kem a m p u a n n y a yang cukup baik dalam menirukan k el ak u a n yang sebenarnya, tipe grad i e n ini sesuai untuk mengh i t u n g kenaikan biaya yang d isebabkan karena infIasi dan k e m a j u a n - t e k n o l o g i . Model ini f l e ­ xible untuk uk u r a n - u k u r a n kenaikan yang berbeda dari setiap kategori biaya, atau dengan ukuran k e naikan yang sama untuk semua kategori biaya. Selain untuk m e n g h i t u n g biaya k e se l u r u h a n k a rena infIasi, gradien geometrik dapat juga menghi t u n g respons jangka pendek dari biaya yang d isebabkan karena p e r a latan yang sudah t u a . Banyak pe r a l a t a n yang semakin tua semakin bertam- bah biayanya. Hal ini dapat dinya t a k a n dengan jelas dalam deretan geometrik dengan p e r s a m a a n umum sebagai b erikut :

n-1

dimana

Y = C (1 + r)

Y = pe r k i r a a n biaya pada tahun ke n

C = biaya pert a m a yang dibay a r k a n pada akhir tahun dari p e m b a y a r a n jangka p a nj a n g di dalam deretan g e o m e t r i k yang p em ba y a r a n n y a

n-1

b erubah sampai ke C (1 + r) dengan setiap p e m b a y a r a n yang ke n didalam deretan i t u .

(8)

55

r = tingkat kenaikan biaya n = periode waktu (dalaro tahun)

4.3. Sradien.Arj-tipaiik

Gradient geometrik tidak selalu m e r u pakan p ilihan yang terbaik untuk m e n g h i t un g k ec e nd e r u n g a n kategori suatu biaya di masa yang akan datang apabila p e r a latan semakin t u a . Karena alasan bahwa m eskipun biaya p en go p e r a s i a n suatu p e r a latan per jam dapat naik secara geometrik tetapi jumlah jam p e ng o p e r a s i a n per tahun turun secara geometrik. Dalam hal ini gradien aritmatik dapat d i p e r gunakan untuk menghitung respon jangka pendek dari biaya yaitu ken a i k a n yang tetap dari biaya tahunan yang terjadi pada akhir tahun ke 2.

4.4 Per6am&s»_Biaya

Dalam mas a l a h p e n g g a n t i a n selalu ada p e r a latan yang ada sekarang (yang akan diganti) dan p e r alatan baru ( p e n g g a n t i ) . S e l anjutnya untuk singkatnya p e r a l a t ­ an yang dimiliki sekarang akan disebut sebagai

"Defender" dan p e r a l a t a n p en g g a n t i n y a disebut sebagai

" C h a l l e n g e r " .

(9)

56

Metode geometrik memer l u k a n satu seri p e r s amaan untuk perkiraan dari setiap kom p o n e n biaya dari biaya k e seluruhan pada defender yang ada dan challenger.

Ada dua persamaan dasar yaitu :

1. Satu seri persamaan k omponen biaya untuk d e fender yang ada.

2. Satu seri p e r s amaan yang ekivalen untuk chall e n g e r pertama dan semua chall e n g e r b er i k u t n y a sampai ke suatu waktu yang tak t e r b a t a s .

Jumlah dari kedua seri p er sa m a a n ini menu n j u k k a n biaya total dari sisa k e b e r a d a a n d e fender d i tambah biaya kese l u r u h a n dari setiap p e r alatan pada satu seri chall e n g e r yang d i p e r k i r a k a n . Jadi biaya k e se l u r u h a n telah dihitung dan model itu sudah lengkap.

P e r s a m a a n - pe rs am aa n ini terdiri dari dua varia- bel yang tidak diketahui :

1. Sisa umur, N dari defender.

2. P e r k iraan umur, L dari setiap chall e n g e r b e r i k u t n y a .

Kedua variabel ini d i e u b s t i t u s i k a n ke dalam seri-seri pe r s a m a a n biaya k e se l u r u h a n saat ini, sehingga didapa t k a n biaya yang minimum.

(10)

4.5.L a n g k a r l a n g k a . A n a l P e n g g a n t i a D

)K)

1. Meng a n a l i e a Data Biaya Sebeluirmya 2. M e n d a p a t k a n Seri Persamaan Defender 3. Mend a p a t k a n Seri P e r samaan C hallenger

4. Men j u m l a h k a n Semua P e r s amaan Nilai Sekarang 5. Mengh i t u n g Nilai Optimum Dari A n a l i s a .Biaya

4.5.1. M en g a n a l i s a Data Biaya Sebelumnya.

Untuk roengetahui pola k e n a i k k a n atau p e n urunan dari eetiap k ategori biaya, maka data biaya yang p e rnah terjadi s ebelumnya (historis) dianalisa. K emudian dibuat suatu kurva biaya dan umur peralatan, dan apabi- la biaya berubah dalam jumlah yang tetap setiap tahun- nya, maka suatu p e rs am a a n gradien aritmatik tahunan ditambah biaya tahunan yang akan d ip e r g u n a k a n untuk pola kenaikan biaya tersebut yaitu :

P = A ( P/A, i, n ) .... (4.5.1) P = G ( P / G , i , n ) ... (4.6.7) dimana ;

P = nilai sekarang dari b i a ya-biaya

A = biaya tahunan yang sama yang dibaya r k a n pada akhir setiap periode n.

*)

Collier, C. A., and Jacques, D. E., 1984. Optimum Equipment Life By Min i m u m Life-Cycle Cost, Journal of C o ns t r u c t i o n Engin e e r i n g and Management, Vol. 110.

ASCE.

(11)

P.H

G = gradien k enaikan seri-seri pemba y a r a n dengan jumlah yang sarna (G), dengan g r a ­ dien p e m b a y a r a n yang pertama terjadi pada akhir periode ke 2 dan pemba y a r a n yang terakhir yang terjadi di akhir periode ke n .

i = suku bunga

Dan apabila biaya berubah dengan p ersentasi yang yang tetap sesuai dengan kenaikan secara geometrik maka untuk pola kenaikan biaya tersebut dip e r g u n a k a n :

P = C ( P/A, w, n ) untuk r < i (4.7.3A) dimana ;

P = nilai sekarang dari biaya

C = p e m b a y a r a n yang pertama dari deretan g e o m e ­ trik

r = persen t a s i ke n a i k a n tahunan i = suku bunga

w = besaran yang tergantung dari nilai r dan i Jadi p e r s amaan biaya pembela d i p e roleh setelah diketahui pola kenaikannya.

)K) 4.5.2. M e n d a p a t k a n Seri P e r samaan Defender.

Setelah data biaya sebelumnya dianaliea, hubungan antara biaya dan umur p e r a l a t a n didapat, maka

Collier, C. A., and Jacques, D. E., 1984.. Optimum Equipment Life By Min i m u m Life-Cycle Cost, Journal of Con s t r u c t i o n E n g i n e e r i n g and Management, Vol. 110.

ASCE.

(12)

59

seri persamaan nilai sekarang defender dapat d i k e m b a n g k a n .

Seri p e r s amaan defender adalah sebagai berikut : 1. Biaya Penanaraan Modal.

Semua p e n g e l u a ra n- pe ng el ua ra n biaya dan peng h a s i l a n sebelumnya dianggap sebagai sunk cost, sehingga biaya p e n a naman modal yang d i p e r h i t u n g k a n untuk d e fender adalah nilai netto p e n jualan p e r a latan menurut pasar saat ini yaitu :

PI = PNSV - (PNSV - PDBV) X Tx dimana :

PI = nilai biaya p e n a naman d e fender saat ini.

PNSV = nilai sisa netto d e fender saat ini (Present Net Salvage Value), setelah semua biay a - b i a y a p e n j ualan terba- yar, kecuali pajak p e m i likan kembali.

PDBV = nilai buku p enyusutan dari d efender saat ini(Present d e p reciated book v a l u e ) . Di- hitung berd a s a r k a n tabel 5-1 P enyusutan Tx = tarif pajak peng h a s i l a n

Dalarn batas masa penyusutan, nilai PNSV p.ada umumnya lebih dari pada PDBV, kecuali terjadi hal-hal yang m en g ak i b a t k a n k e r u s a k ka n berat.

Apabila PDBV > PNSV, PI = PNSV - (PNSV-PDBV)xTx tetap berlaku.

(13)

60

2. Penyu s u t a n Defender.

P e n y u s u t a n m e r upakan suatu p er h i t u n g a n aliran bukan uang tunai adalah dugaan tahunan dari peng h a s i l a n yang mei’upakan k e u n t u n g a n pajak.

Penyu s u t a n yang berlaku di Indonesia adalah 25%

per tahunnya, untuk umur p e r a l a t a n yang lebih dari 4 tahun dan tidak lebih dari 8 tahun.

P e r s amaan penyus u t a n didapat sebagai berikut : Untuk masa p enyusutan DL = 5 , maka :

1. Jika DA > 5 , maka P2 = 0 2. Jika N = 0 , maka P2 = 0 3. Jika DA = 4

N >/ 1

4. Jika DA = 3

N = 1

5. Jika DA = 3

N >/ 2

6. Jika DA = 2

N = 1

7. Jika DA = 2

N = 2

8. Jika DA = 2

N 3

maka P2 = 0.08 (P/F, i, 1) x CN X TX

maka P2 = 0.10 (P/F, i, 1) x CN x TX

maka P 2 = [ 0 . 1 0 ( P / F ,i ,1)+0 . 08 x ( P/F,1,2 )] x CN X TX

maka P2 = 0.14 (P/F, 1, 1) x CN X TX

maka P 2 = [ 0 . 1 4 ( P / F ,i ,1) + 0 . 1 0 (P/F,i,2)] X CN X TX

maka P 2 = [0.14(P / F ,i ,1) + 0 . 1 0 ( P/F, i, 2) + 0.08 (P/F,i,3)] X CN X TX

(14)

61

9. Jika DA = 1 N = 1

10. Jika DA = 1

N = 2

11. Jika DA = 1

N = 3

maka P 2 = 0 .19(P / F ,i ,1) CN x TX

iriaka P2 = [ 0 . 19 (P/F , i , 1)+0 . 14 x (P/F,i,2)] X CN X TX

maka P 2 = [ 0 .1 9 ( P / F , i , 1) + 0.14 (P/F, i. 2)] + 0.10 (P/F,i,3)] X CN X TX 12. Jika DA = 1

N 4

, maka P 2 = [ 0 . 1 9 ( P / F ,i ,1) + 0.14 (P/F, i, 2) + 0.10 (P/F, i. 3)] + 0.08 (P/F,i,4)] X CN X TX dimana :

P2 = nilai p en g h a s i l a n p enyusutan saat ini CN = harga beli baru defender (Cost New) DL = masa penyu s u t a n (Depreciation Life) DA = umur defender (defender Age)

N = sisa umur defender

3. Nilai sisa m e n g u r a n g i p e mb el i a n kembali.

Pada saat chall e n g e r m e n g g a n ti ka n defender, defender akan dijual dengan nilai pasar saat itu (nilai sisa) untuk tahun ,itu dan p e n g h a s i l ­ an untuk pemilik akan didapat. Apabila hanya penjualan defender tersebut di atas nilai buku penyu s u t a n suatu pajak p e m ilikan kembali akan dipungut atas k e l ebihan p e n y u s u t a n yang sebe- lumnya telah dikr e d i t k a n dalam tarip pajak

(15)

62

penghasilan. Maka hasil bersih setelah pajak menjadi :

FNAT = FNSV - (FNSV - FDBV) x Tx dimana :

FNAT = Hasil netto setelah pajak (Future TSIet After Taxes)

FNSV = Nilai sisa netto yanga akan datang (Fu­

ture Net Salvage Value) dari defender setelah b ia y a - b i a y a penjualan, tetapi sebelum pajak pe m i l i k a n kembali.

FDBV = Nilai buku penyus u t a n yang akan datang (Future D ep r e c i a t e d Book Value) dari d efender pada waktu penjualan.

Nilai sisa netto yang akan datang bia s a n y a lebih tinggi dari Nilai buku p e n y u s u ta n yang akan datang, terutarna bila me s i n n y a dipeli h a r a dengan baik dan b e n a r . Nilai sisa netto yang akan datang untuk setiap p e ra la t a n b e rb e d a - b e d a t ergantung dari p a sarnya dan p ra kt ek - p r a k t e k p e ng o p e r a s i a n dari setiap p e m i l i k n y a , tetapi dapat d i taksir dari suatu e x t rapolasi atau ramalan data pasa r a n pe n j u a l a n kembali yang a d a , Nilai sisa netto yang akan datang dihitung b erd a s a r k a n harga pe n j u a l a n netto saat ini (Present Net Sales Price) d i k a likan dengan suatu ukuran penurunan.

N FNSV = PNSP X (1 + R3)

(16)

63

dimana :

PNSP = Harga penjualan netto saat ini (Present Net Sales Price)

R3 = Ukuran p e n u runan nilai sisa defender N = Umur sisa defender

Untuk penyueutan menurut peraturan yang berlaku di Indonesia nilai buku p enyueutan (F D B V ) dida- pat dari tabel 5-1 Penyusutan.

Apabila DA>DL, maka FDBV = 0

Nilai FDBV juga tergantung dari umur sisa N Apabila DA + N > D L , maka FDBV = 0

Misalnya : DL = 5 DA = 3

, maka FDBV = 0.1 x CN N = 1

Nilai sisa netto yang akan datang didapat seba- gai berikut ;

P3 = [FNSV - (FNSV-FDBV) x Tx] (P/F, i, N) dimana :

P3 = Nilai sisa netto saat ini dari defender setelah pajak

4. Biaya P e r baikan

Biaya p e r baikan dapat d i taksir dari data biaya p e r b aikan dalam bentuk grafik. B i asanya biaya pe r baikan sesuai dengan biaya tahunan yang sama ditambah dengan gradien aritmatik.

P e r s amaan Biaya Pe r b a i k a n didapat sebagai b e r i ­ kut :

P4 = REPA ( P/A, i, N ) + REPG ( P/G, i. N )

(17)

64

dimana ;

P4 = nilai sekarang dari biaya perbaikan defender

REPA = biaya p e r b aikan tahunan (annual repairs c o s t )

REPG = kenaikan tahunan biaya pe r b a i k a n yang sama untuk tiap tahun terjadi mulai akhir tahun ke dua dari sekarang (Re­

pair Cost Gradient) 5. Biaya Roda

Dapat ditaksir seperti biaya perbaikan.

P e r s amaan biaya roda didapat sebagai berikut ; P5 = TIRA ( P/A, i, N ) + TIRG ( P/G , i , N ) dimana :

P5 = nilai sekarang dari biaya roda defender TIRA = biaya roda tahunan (Annual Tire Cost) TIRG = ke n a i k a n tahunan biaya roda yang sama

untuk tiap tahun terjadi mulai akhir tahun kedua dari sekarang (Tire Cost G r a d i e n t )

6. Biaya Masa Sepi (Down Time Cost)

Biaya masa sepi b iasanya m e r u pakan suatu garis yang cenderung lurus dan n a i k , menu n j u k k a n biaya tahunan yang sama ditambah dengan g r a ­ dient aritmatik.

Pe r samaan biaya masa sepi didapat sebagai b e r i ­ kut :

P6 = DNTA (P/A, i, N) + DNTG ( P/G , i, N )

(18)

65

dimana :

P6 = nilai sekarang dari biaya masa sepi defender

DNTA = biaya masa sepi tahunan (Annual Down Time Cost)

DNTG = K enaikan tahunan biaya masa sepi yang sama untuk tiap tahun terjadi mulai akhir tahun kedua dari sekarang

(Down Time Cost Gradient) Biaya K e u s a n g a n (Obsolescence)

Ketika p e r a latan yang lebih baru dan lebih p r o d uktif muncul di pasaran, p e r a latan yang ada sekarang k e h i l a n g a n k e t ajaman daya saingnnya.

Oleh karena itu p e r alatan tersebut mengalami k e rugian dan k erugian ini adalah suatu biaya yang dia n g g a p sebagai biaya k e u s angan yang biasanya meruap a k a n suatu grafik yang cenderung lurus dan naik, m e n u n j uk ka n suatu satu seri tahunan ditambah g radient aritmatik.

P e r samaan biaya k e u s a n g a n didapat sebagai berikut :

P7 = OBSA ( P/A. i, N ) + OBSG ( P/G, i, N ) dimana :

P7 = nilai sekarang dari biaya k e u s angan defender

OBSA =. Biaya k e u sangan tahunan (Annual O b s o lescence Cost)

(19)

66

OBSG = K e naikan tahunan biaya k e u s angan yang sama untuk tiap tahun terjadi" mulai akhir tahun ke dua dari sekarang (Ob­

solescence Gradient)

8. Biaya P e me l i h a r a a n (Maintenance Cost)

Biaya peme l i h a r a a n bi a s a n y a m e r u pakan suatu grafik yang cenderung naik dan bukan m e r upakan suatu garis l u r u s , menu n j u k k a n suatu pe r s a m a a n g radient g e o m e t r i k .

P e r samaan biaya pem e l i h a r a a n didapat sebagai berikut :

P8 = MANC ( P/C, W. N )

1 + i untuk R8 < i maka W8 = --- -- 1

1 + R8

dimana :

P8 = nilai sekarang dari b i ay a - b i a y a p e m e l i ­ haraan defender

MANC = biaya pemelihara-an d efender untuk tahun pertama yang dibay a r k a n pada akhir tahun pertama dari sekarang

R8 = ukuran k e naikan geometrik biaya p e m e l i ­ haraan untuk defender

W8 = besa r a n yang t ergantung dari R8 dan. i yang digunakan di dalam p e r s amaan g r a ­ dient geometrik

(20)

67

9. Biaya Suku Cadang (Accesories Cost)

Biaya suku cadang sama dengan biaya pemeliha- raan merupakan gradient geometrik.

Persamaan biaya suku cadang sebagai berikut : P9 3 ACEC ( P/C , W9, N )

1 + i

untuk R9 < i maka W6 = --- -- 1 1 + R9 dimana :

P9 = nilai sekarang dari biaya suku cadang defender

ACEC = biaya suku cadang d e fender untuk tahun pertama, yang d ib a y a r k a n pada akhir tahun pertama dari sekarang

R9 = ukuran k enaikan geometrik biaya suku cadang untuk defender

W9 = besaran yang t ergantung dari R9 dan i yang d i g u nakan di dalam pe r s a m a a n g r a ­ dient geometrik

10. Pajak dan Asuransi

Grafik dari biaya tahunan untuk pajak k e kayaan dan asuransi k e kayaan tahunan adalah geometrik, karena itu nilai sekarang dapat d i t unjukkan dengan balk oleh sebuah gradien geometrik.

Pajak dan asuransi dapat d ipisahkan bila ukuran kenaikan R berbeda dan dihitung dengan p e r s a ­ maan yang terpisah.

(21)

68

Persamaan pajak dan asuransi didapat sebagai berikut :

PIO = TINC ( P/C, WIO, N )

1 + i

untuk RIO < i maka W 10 = --- -- 1 1 + R7

dimana :

PIO = nilai sekarang dari pajak dan asuransi tahunan defender

TINC = b iaya pajak dan asuransi d e fender untuk tahun pertama yang dibay a r k a n pada akhir tahun pertama dari sekarang

RIO = ukuran penurunan geometrik biaya pajak dan asuransi untuk defender

WIO = besaran yang t ergantung dari RIO dan i yang digunakan di dalam p e r s a m a a n g r a ­ dient geometrik

11. Biaya Turun Mesin (Overhaul Cost)

Turun mesin b i asanya terjadi secara berkala dengan p e r k i r aa n- pe rk i ra an yang mendekati ke- n y a t a a n .

Dalam menet a p k a n biaya turun mesin ada dua pemikiran : yang pertama m e n y a t a k a n bahwa apa- bila turun mesin terjadi k a t a k a n l a h setiap 4 tahun sekali, tetapi mesin dijual pada akhir tahun ke 3, maka tidak akan ada b iaya pemerik- saan yang ditangung oleh pemilik. Yang kedua menya t a k a n bahwa biaya yang dipe r k i r a k a n untuk

(22)

69

turun mesin akan m engurangi nilai p e n j ualan kernbali dari mesin t e r e e b u t . Oleh karena itu apabila mesin dijual pada akhir tahun ke 3 pemilik sebenarnya m embayar biaya turun mesin itu dengan mengurangi harga penjualan. Pemi- kiran kedua ini sukar diter a p k a n karena biaya turun mesin yang d iharapkan m engurangi nilai p e n j ualan sedang infIasi m e n a i k k a n n y a . Oleh karena itu p e m ikiran p er t a m a l a h yang dipakai, dengan menaruh biaya turun mesin sepenuhnya pada akhir tahun ke 4 (tahun turun mesin itu) dan biaya tahu n - t a h u n lainnya sama dengan nol.

Nilai sekarang dari turun mesin adalah nol apabila umu r n y a kurang dari 4 tahun, tapi nilai sekarang P = b iaya turun mesin (P/F, i, 4) bila umurnya 4 - 7 tahun. Karena p endekatan ini

lebih mudah maka ini akan digunakan,

Persamaan biaya turun mesin didapat sebagai berikut :

Pll = OHLA ( P/F , i, N8 ) dimana :

Pll = nilai sekarang dari biaya turun mesin defender

OHLA = biaya turun mesin pada tahun turun mesin N8 - tahun dari saat ini sampai turun m esin

b e r i k u t n y a

(23)

4.5.3. M en d a p a t k a n Seri P e r samaan C hallenger

Ada dua langka untuk m e ng e m b a n g k a n seri p e r s amaan c hallenger yaitu :

1. P e n g e mbangan p e r samaan untuk chall e n g e r yang pertama

Dalam langkah ini p e r s a m a a n - pe rs am aa n untuk challenger yang pertama didapat dengan cara yang sama seperti untuk defender.

Karena challenger yang pertama belum didapat sampai akhir tahun umur defender, p e r samaan p e r samaan chall e n g e r harue dike m b a l i k a n ke masa sekarang. Oleh karena itu setiap p e r samaan c hallenger harus d i k a likan dengan suatu faktor (P/F, i, N) untuk suatu periode waktu yang seimbang dengan sisa umur d efender N, dalam mencapai nilai sekarang pada problem waktu nol.

2. Pen g e m b a n g a n p er sa m aa n- p e r s a m a a n untuk semua challenger dimasa yang akan datang

Dalam langkah ini p e r s a m a an -p er sa ma an yang d i k e m bangkan langkah 1 di p r o y e k s i k a n sampai ke suatu waktu yang tak t e r b a t a s .

Kedua langkah tersebut di atas di k o m b i n a s i k a n untuk m e m p e r o l e h satu seri p e r s a m a an -p er s am aa n yang tidak terhingga dari c hallenger di masa

*)

Collier, C. A., and Jacques, D. E., 1984. Optimum Equipment Life By Min i m u m L ife-Cycle Cost, Journal of Cons t r u c t i o n Engi n e e r i n g and Management, Vol. 110.

ASCE.

70

(24)

71

yang akan d a t a n g . Dalam hal ini dipakai persa- maan untuk satu seri geometris yang tidak ter- batas yaitu :

P = C ( P/C, W, N )

1 + i untuk r < i ---> W = --- -- 1

1 + r untuk N ---- > c/-> , maka

C p z : ---

(1+r) W 1 + IE

W = --- -- 1 1 + EE

L

IE = ( 1 + i ) - 1 L

RE ^ ( 1 + i ) - 1 dimana :

IE = suku bunga efektif diga b u n g k a n pada setiap periode L

RE = ukuran infIasi efektif diga b u n g k a n pada setiap periode L

W = besaran yang t ergantung dari R dan i yang d i g unakan dalam p e r s a m a a n geome- trik

P e r s a m a a n Challe n g e r : 1. B iaya P e na n a m a n Modal

PCI = CCN (F/P,i,L) (P/C,We, oo ) (P/F,i,N)

(25)

72

2. Penyusutan

PC2 = CCN X Tx (F/P,i,L) ( P / C . W e , ( P / F , i , N ) IJntuk DL = 5

A p a b i l a L = l . m a k a P C 2 = C C N x Tx 0.25 (F / P ,i ,0) (P/C.We, (P/F,i,N) Apabila L = 2,maka PC2=CCN x Tx [0.25 (F/P,i,l)

+ 0.19 ( F/P, i, 0 )]

(P/C,We,CO) (P/F,i.N) Apabila L = 3,maka PC2=CCN x Tx [0.25 (F/P,i,2)

+ 0.19 ( F/ P, i , 1) + 0.14 (F/P, i, 0)] (P/C,We,CO) (P/F,i,N)

Apabila L = 4.maka PC2=CCN x Tx [0.25 (F/P,i,3) + 0.19 (F/P,i,2) + 0.14

(F/P,i,l)+0.10(F/P,i,0)]

(P/C.We,CO) (P/F.i,N) Apabila L > 5,maka PC2=CCN x Tx [0.25 ( F/P,1,4)

+ 0.19 (F/P,i,3) + 0.14 (F / P , i , 2 ) +0.10(F/P,i,l)+

0.08(F/P,i,0)](P/C,We,c^) (P/F,i,N)

3. Nilai sisa m en g u r a n g i P e mb el i a n kembali

L L

PCS = [CCN X (1+CR3) - {CCN x (1+CR3) - FDBV} x Tx] (P/C,We, CO) (P/F,i,N)

FDBV didapat dari tabel 5-1 P en y u s u t a n

(26)

73

4. Biaya P e r b aikan

PC4 = CRPA (F/A,i,L) + C R P G (F / G ,i ,L ) (P / C ,W e , ) (P/F, i, N)

5. Biaya Roda

PC5 = CTRA (F/A,i,L) + C T R G (F / G ,i ,L ) (P / C ,W e , c,) (P/F, i, N)

6. Biaya Masa Sepi

PC6 = CDTA (F/A,i,L) + C D T G (F / G ,i ,L ) (P / C ,W e , co) (P/F, i, N)

7. Biaya K e u sangan

PC7 COBA (F/A,i.L) + COBG (F / G , i ,L) (P/C ,W e , co ) (P/F, i, N)

8. Biaya P em e l i h a r a a n

PCS = CMNC (P/C,CW8,L) (F/P,i,L) (P/C,We, (P/F, i, N)

9. Biaya Alat-alat

PC9 = CACC (P/C.CW9.L) (F/P,i,L) (P/C,We, co ) (P/F, i, N)

10. Pajak dan Asuransi

PCIO = CTNC (P/C,CW10,L) (F/P,i,L) (P/C,We, (P/F, i, N)

11. Biaya Turun Mesin

PCll = COHA (P/C, We, c/^ ) [ P/F, i, (N + Lll)]

dimana ;

PCI = biaya penanaman modal c hallenger CCN = harga baru c hallenger

We = besaran yang t ergantung dari R dan i yang d i g u nakan dalam p e r s amaan geometrik

(27)

74

FC2 = peng h a s i l a n penyu s u t a n challenger PCS = nilai sisa netto saat ini c hallenger CR3 = ukuran penurunan nilai sisa chall e n g e r PC4 = nilai sekarang biaya perbaikan c hallenger CRPA= biaya p e r b aikan tahunan challenger

CRPG= kenaikan tahunan biaya perbaikan yang sarna untuk tiap tahun terjadi rnulai akhir tahun kedua, c hallenger

PC5 = nilai sekarang biaya roda c hallenger CTRA= biaya roda tahunan challenger

CTRG= kenaikan tahunan biaya roda yang sarna untuk tiap tahun terjadi mulai akhir tahun kedua, challenger

PC6 = nilai sekarang biaya masa sepi chall e n g e r CDTA= biaya masa sepi tahunan c hallenger

CDTG= k e naikan tahunan biaya masa sepi yang sarna untuk tiap tahun terjadi mulai akhir tahun kedua, c hallenger

PC7 = nilai sekarang biaya k e u s a n g a n challe n g e r COBA= biaya ke u s a n g a n tahunan c hallenger

COBG= k enaikan tahunan biaya k e u s a n g a n yang sama tiap tahun terjadi mulai akhir tahun kedua, c hallenger

PCS = nilai sekarang biaya p em e l i h a r a a n c h a l ­ lenger

CMNC= biaya p e me l i h a r a a n c h a l l e n g e r untuk tahun pertama yang dibaya r k a n pada akhir tahun pertama

(28)

7 b

CW8 = besaran yang tergantung dari R8 dan i yang digunakan didalam persamaan gradient geometrik

PC9 = nilai sekarang biaya alat-alat challe n g e r CACC= biaya alat-alat c hallenger untuk tahun

pertama yang dibay a r k a n pada akhir tahun pertama

CW9 = besa r a n yang t ergantung dari R9 dan i yang digunakan didalam pe r s a m a a n g radient geometrik

PC10:= nilai sekarang biaya pajak dan asuransi c hallenger

CTNC= biaya pajak dan asuransi challe n g e r untuk tahun pertama yang d ibayarkan pada akhir tahun pertama

CW10= besaran yang tergantung dari RIO dan i yang digunakan di dalam persamaan g r a ­ dient geometrik

PC11= nilai sekarang biaya turun mesin c hallenger

Lll = tahun sampai turun mesin c hallenger

4.5.4. M en ju m l a h k a n Semua Pe r s a m a a n Nilai Sekarang.

Nilai sekarang dari semua kategori biaya yang didapat diju m l a h k a n untuk mencapai nilai total sekarang dari biay a - b i a y a daur k e h i dupan sebuah defender dengan sisa umur N, d i tambah satu seri tak terhingga dari

(29)

76

challenger, dengan urnur L untuk set lap challenger.

K a te g o r i - k a t e g o r i biaya itu yang menu n j u k k a n pengelu- a ran - p e n g e l u a r a n dugaan untuk pajak d i k a likan dengan suatu faktor (1 - Tarif pajak) untuk mencapai nilai- nilai setelah pajak yang efektif.

Jumlah semua persamaan biaya untuk pembela :

PTD = P1-P2-P3 + (1 + T x ) ( P4+P5+P6+P7+P8+P9+P 10+P11) dimana :

PTD = nilai total sekarang setelah pajak dari b l a ya-baiya modal dan pen g o p e r a s i a n d e ­ fender

Untuk k e k o n s is te ns ia n semua b i a y a - b ia ya baik untuk defender maupun untuk c hallenger d ianggap sebagai nilai positif, sedang semua p em a s u k k a n dimasu k k a n sebagai n e g a t i f .

Jumlah semua persamaan biaya untuk challe n g e r ;

PTC = P C 1 +PC2+PC3 + (1-Tx) (PC4+PC5+PC6+PC7+PC8+

PC9+PC10+PC11) dimana ;

PTC = nilai total sekarang setelah pajak dari b i a y a - b i a y a modal dan p e n g o pe r as ia n suatu seri tak terhingga c hallenger

Jumlah total p e r s a m a an -p er sa ma an d e fender dan c hallenger •.

PTT - PTD + PTC

(30)

77

dimana ;

PTT = nilai total sekarang setelah pajak dari defender ditairibah suatu seri tak terhingga c hallenger

4.5.5. Mengh i t u n g Nilai Optimum Anal i s a Penggantian.

Sebagai langkah final dengan rnemasukkan nilai- nilai variabel umur challe n g e r , L dan sisa umur d e f e n ­ der N, ke dalam p e r samaan nilai total sekarang, sampai strategi p e n g g a n t i a n yang maksimurn (biaya minimum) didapat. Dalam hal ini pende k a t a n yang baik adalah dengan menent u k a n kehidupan ekonomi yang optimal dari c hallenger L, dan kemudian m e n g g u n ak an nilai L ini untuk m e n e n t u k a n eisa umur def e n d e r N. Untuk perhi- tungan nilai optimum analisa p en g g a n t i a n ini, dipakai satu paket program komputer, disamping memud a h k a n juga m empe r c e p a t p e k e r j a a n perhitungan.

Mengenai pola ke n a i k a n atau p e n ur u n a n biaya yang sudah d ijelaskan diatas tidak harus demikian, terga n t u n g dari kondisi atau data yang didapat dan akan lebih jelas pada contoh yang akan d i s ajikan kemudian. Sedangkan teori yang sudah dijelaskah- t e r d ahulu tetap digunakan.

(31)

78

5. TINJAUAN P E R S A M A A N P E R S AMAAN D EFENDER DAN CHALLENGER BILA TERJADI DEVALUASI

Devaluasi adalah turunnya nilai mata uang terhadap mata uang lain yang dipakai sebagai standard (umumnya U.S. dollar) dan kapan terjad i n y a tidak dapat diduga sebelumnya, sehingga apabila faktor devaluasi diperhi- tungkan dalam analisa ekonomi d i l akukan secara perki- raan saja.

Dengan adanya devaluasi ^ rnaka terjadi k e naikan harga bar a n g - b a r a n g dipasaran dan jasa yang akan mem- pengaruhi analisa p e n ggantian dalam tugas akhir ini, sehingga dalam hal ini tinjauan p e r s a m a an -p er sa m aa n d e ­ fender dan challe n g e r perlu d ip e r t i m b a n g k a n sebagai berikut :

Pe r samaan Def e n d e r : 1. Biaya P e n a naman Modal

Pi = PNSV - (PNSV - PDBV) X TX (tetap) 2. Penyusutan

P2 = tetap

3. Nilai Sisa m engurangi P e mb el i a n Kembali

P3 = F N S V( l+ DR ) -[ FN 3V (l +D R) -F D B V ]x TX (P/F,i,N) 4. Biaya Perbaikan

P4 = REPA [ (P/A,i,ND)+(l+DR)(DV) { P / A ,i ,(N - N D )}

(P/F,i,ND) ] + REPG [(P/G,i,ND)+(l+DR)(DV) {P/G,i,(N-ND)} (P/F,i,ND)]

(32)

79

5. Biaya Roda

P5 = TIRA [(P/A,i,ND)+(l+DR)(DV) { P / A ,i ,(N - N D )}

(P/F,1.ND) ] + TIRA [(P/G,i.ND)+(l+DR)(DV) {P/G,i,(N-ND)} (P/F.i.ND)]

6. Biaya M a s a-masa Sepi

P6 = DNTA [(P/A,i,ND)+(l+DR)(DV) { P / A ,i ,(N - N D )}

(P/F,i.ND) ] + DNTA [(P / G ,i ,M D ) + ( 1 + D R )(D V ) {P/G.i.(N-ND)} (P/F,i,ND)]

7. Biaya Keusangan

P7 = OBSA [ (P/A,i,ND)+(1+DR)(DV) { P / A ,i .(N - N D )}

(P/F,i,ND) ] + OBSA [(P / G ,i ,N D )+(1 + D R )(D V ) {P/G,i,(N-ND)} (P/F,i,ND)]

8. Biaya Peme l i h a r a a n

P8 = MANC[(P/C,W,ND) + (1 + D R )(D V ){ P / C ,W ,(N - N D )}

(P/F,i,ND)]

9. Biaya Alat-alat

P9 = ACEC[(P/C,W,ND) + (1 + D R )(D V ){ P / C ,W ,(N - N D )}

(P/F,i,ND)]

10. Pajak dan Asuransi

P10= TINC[(P/C,W,ND) + (1+DR)(DV){P/C,W,(N-ND)}

(P/F,i,ND)]

11. Biaya Turun Mesin

Pll = OHLA (1+DR) (P/F,i,Nll) dimana ;

DR = deval u a t i o n rate

DV = faktor terjadi tidaknya devaluasi DV = 0 , tidak terjadi devaluasi DV = 1 , terjadi devaluasi

(33)

80

ND = tahun devaluasi dari analisa peng g a n t i a n N = sisa umur defender

Persamaan C h a l l e n g e r :

Semua pe r s a m a a n chall e n g e r d i k a likan dengan faktor ( 1+DR ).

Untuk mernperoleh nilai akhir, langka s e l anjutnya sarna seperti bab V.4.5.4 dan bab V.4.5.5

Gambar

Grafik  dari  biaya  tahunan  untuk  pajak  k e kayaan  dan  asuransi  k e kayaan  tahunan  adalah  geometrik,  karena  itu  nilai  sekarang  dapat  d i t unjukkan  dengan  balk  oleh  sebuah  gradien  geometrik.

Referensi

Dokumen terkait

Dari pendapat mengenai jenis kinerja diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja aparatur pemerintah adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh pegawai atau kelompok pegawai

Mengingat permasalahan di atas maka sangatlah perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat inap non obstetri dan

Pada tahun 2012, Perseroan melakukan aktivitas lindung nilai arus kas atas beberapa instrumen liabilitas yang ada di Perseroan yaitu Obligasi Rupiah senilai Rp 2 triliun dan

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kondisi operasi pembuatan sol-gel yaitu konsentrasi silika dalam sol terhadap diameter pori lapisan sol gel silika

Proses destilasi dapat dilakukan pada interval suhu sekitar 160 -180 0 C dengan tekanan sekitar 0,1-2 mmHg tergantung alkohol lemak yang digunakan yaitu semakin panjang rantai

Sedangkan menurut pandangan Dzun Nun al-Misri sabar berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, tetap tenang ketika mendapat

Aktivitas industri di Kecamatan Kebakkramat yang menghasilkan limbah cair pada umumnya mengalirkan air limbahnya ke aliran sungai, yang kemudian menyebabkan

Pemanfaatan teknologi yang dulunya sangat terbatas , kini telah memasuki kedalam kategori strategis, pengaruhnya pada kelangsungan usaha tidak dapat dipungkiri