• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan pada dirinya. Sejak siswa berada di pendidikan SD, mereka dapat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. kemampuan pada dirinya. Sejak siswa berada di pendidikan SD, mereka dapat"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bagi tahap awal anak adalah sebagai siswa harus meningkatakan kemampuan pada dirinya. Sejak siswa berada di pendidikan SD, mereka dapat memiliki kebiasaan yang telah siswa lakukan di kemudian hari. Guru berperan sangat penting untuk menanamkan keterampilan baik seorang siswa.

Keterampilan baik itu contohnya adalah berbahasa yang baik dan benar, dengan itu merupakan modal terpenting bagi manusia yaitu bahasa. (Susanto, 2013)

Alat komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan maksud yang ingin disampaikan yaitu bahasa. Untuk itu bahasa sangat penting dalam aktivitas manusia. Manusia dalam kesehariannya membutuhkan sosialisasi kepada semua orang hal itu tidak terlepas dari berkomunikasi. Selain itu Bahasa untuk menghadapi kemajuan dari semua bidang, dalam bangsa Indonesia perlu memposisikan dirinya menjadi bangsa yang membudayakan membaca dan menulis. meningkatkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar dalam bentuk tulisan maupun lisan sangat penting di dunia pendidikan terutama dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang diarahkan kepada peserta didik. Dalam hal ini upaya pengembangan harus dilakukan. Pengembangan dimulai dari sekolah dasar dengan melalui pendidikan formal terlebih dahulu.

Jenjang sekolah berfungsi sebagai pusat budaya dan pembudayaan baca tulis (Zulea, 2012).

(2)

2

Jenjang pendidikan dasar memilki pembelajaran menulis yang dapat dibedakan menjadi dua tahap, yaitu menulis awal (Kelas I – II SD) serta menulis lanjut terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pertama (kelas III dan IV SD) dan tahap kedua (kelas VI (SD) sampai IX (SMP) (Susanto, 2013). jenjang pendidikan memiliki beberapa tahapan yang harus diketahui. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di tingkat sekolah dasar terdapat pembelajaran yang harus ada aspek menulis karangan sederhana seperti menjabarkan ide pokok cerita menjadi sebuah karangan sederhanamenceritakan pengalaman pribadi siswa, menulis narasi dan lain sebagainya.

Beberapa ide dan gagasan yang siswa harus tuangkan dalam kegiatan menulis karangan sederhana sehingga dapat terbentuk sebuah rangkaian karangan sederhana yang siswa pernah alami sehingga siswa dapat menceritakan hasil dari pengalamannya kedalam sebuah tulisan. Untuk itu siswa harus banyak memiliki banyak pemahaman kata, sehingga untuk menuangkan ide sebuah tulisan sangat mudah sehingga terbentuknya sebuah karangan sederhana. Hal tersebut juga harus didukung dengan pengetahuan siswa yang cukup banyak dimilikinya serta mengenai tanda baca dan ejaan yang benar.

Beberapa manfaat yang ada kegiatan menulis, kegiatan membaca adalah salah satunya agar argumen tersampaikan, dalam hal ini adalah salah satu alasan mengapa kemampuan menulis selalu ditingkatkan kepada siswa. Dalam pendidikan yang lebih lanjut peserta didik akan menjumpai sebuah analisis

(3)

3

dengan tujuan menyampaikan pikiran kedalam rangkaian karangan. Ide wawasan serta pemikiran yang akan dirangkai ke dalam tulisan adalah bukan perkara yang mudah, belum juga kosa kata yang dimiliki tidak terlalu banyak.

Untuk itu siswa harus memperkaya kata dengan cara rajin membaca. Maka dari itu guru harus menyiapkan beberapa strategi agar siswa lebih tertarik untuk membaca sehingga menulis adalah hal yang mudah bagi mereka. Penerapan media gambar seri contohnya jika guru menrapkan media tersebut dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kretaifitas guru dalam mengajar karena media gambar seri ini mudah dipahami oleh siswa dalam belajar. Media ini adalah salah satu cara yang mudah dalam meningkatkan pengetahuan siswa serta dapat menarik keterampilan menulis karangan sederhana dengan cara bekerja sama bersama kelompok dan belajar dapat lebih cepat dipahami.

(Hasmira, 2018)

Banyak penelitian terdahulu yang hampir sama dengan penelitian ini ditemukannya kekurangan hasil analisis penerapan ejaan ditemukan penggunaan kata yang kurang tepat dan kesalahan penulisan kata depan, dan penulisan kata tentang kejelasan makna atau isinya. Selain itu dari penelitian terdahulu lainnya terdapat kekurangan dari hasil yang diperoleh dari hasil rubrik analisis kemampuan menulis dilihat dari beberapa aspek yang kurang dalam menentukan sudut pandang, latar, alur serta tema.

Berdasarkan wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di SDN girimoyo 02 Malang pada tepatnya saat peneliti melakukan kegiatan pada magang 3, peneliti mengamati pada proses pembelajaran yaitu mengarang

(4)

4

cerita terlihat siswa sangat rajin dan tekun, sehingga menjadikan sebuah ketertarikan peneliti untuk mewawancari salah satu wali kelas V. Guru wali kelas V sebagai informan dari wali kelas V menuturkan bahwa peran mata pelajaran Bahasa Indonesia pada proses Pembelajaran tematik kurikulum 2013 adalah salah satunya siswa dapat menuangkan ide, gagasan serta pesan dalam bentuk penulisan karena sering di lakukan saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini manfaat menulis sangatlah banyak, maka dari itu dalam kemampuan menulis harus dikembangkan sejak pendidikan dasar karena untuk mengungkapkan pemikiran, atau pesan yang akan disampaikan kepada pembaca dalam bahasa agar dalam keterampilan menulis semua yang dirangkai akan terlihat jelas serta benar. Strategi yang dapat dimiliki adalah salah satunya membuat anak memiliki kenyamanan serta menumbuhkan keterampilan membaca secara tidak langsung anak akan memiliki banyak kosa kata yang dimiliki. Dengan itu anak akan lebih mudah menyalurkan pikirannya kedalam sebuah rangkaian tulisan. kebahasaan anak dapat ditumbuhkan dengan kegiatan membaca.

Penelitian ini memiliki kreiteria penilaian dalam menulis karangan sederhana yang perlu diperhatikan. Untuk itu menulis menjadi sorotan yang sangat penting untuk menulis karangan sederhana sehingga siswa akan memiliki keterampilan menulis yang baik dan pembaca merasa paham dalam membaca hasil tulisan.dalam pembelajaran bahasa Indonesia peneliti ingin mengetahui kegiatan menulis karangan sederhana serta kualitas siswa dalam menulis, hal ini dilakukan agar peneliti mengetahui bagaimana perkembangan

(5)

5

kemampuan menulis juga kualitas menulis yang dimiliki siswa dikelas V SDN Girimoyo 02 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan serta kualitas siswa kelas V dalam menulis karangan sederhana terkait proses pembelajaran yang berlangsung.

Berdasarkan kesimpulan yang telah peneliti paparkan dalam latar belakang ini, sehingga peneliti mengajukan judul “Analisis Kemampuan Menulis Karangan Sederhana Siswa Kelas V Di SDN Girimoyo 02 Malang”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas V di SDN

Girimoyo 02 Malang?

2. Bagaimana problematika dalam menulis karangan sederhana kelas V di SDN Girimoyo 02 Malang?

C. Tujuan Penelitian:

1. Untuk mendeskripsikan kemampuan menulis karangan sederhana siswa di kelas V di SDN Girimoyo 02 Malang.

2. Untuk mendeskripsikan problematika dalam menulis karangan sederhana di kelas V di SDN Girimoyo 02 Malang/

D. Manfaat Penelitian 1. Secara Teori

a. Semua orang dapat membaca sebagai keperluan yang sama dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas V di SDN Girimoyo 02 Malang

(6)

6

b. Semua orang dapat memiliki wawasan atau pengetahuan banyak yang berkaitan dengan kegiatan siswa kelas V di SDN Girimoyo 02 Malang.

2. Secara Praktis a. Bagi Sekolah

Seluruh warga sekolah dapat mengambil informasi yang baik dari penelitian siswa kelas V di SDN Girimoyo 02 Malang.

b. Bagi Guru

Sebagai langkah kemajuan yang lebih baik lagi bagi siswa kelas V di SDN Girimoyo 02 Malang.

c. Bagi Siswa

Agar memiliki motivasi dan dapat sebagai tinjauan untuk meningkatkan kegiatan menulis di SDN Girimoyo 02 Malang.

d. Bagi Peneliti

Agar peneliti dapat memiliki ide yang luas serta wawasan yang lebih banyak di bidang bahsa Indonesia.

E. Batasan Penelitian

Penelitian ini perlu adanya pembatasan masalah agar pembahasan dalam penelitian ini lebih terarah dan terfokuskan. Hal ini juga agar mempermudah pembaca dalam memahami penelitian ini dengan jelas. Peneliti membahas tentang kemampuan menulis karangan sederhana untuk siswa kelas V SD.

Batasan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Variabel Independen (bebas) adalah kemampuan menulis yang digunakan dalam karangan sederhana kelas V SD.

(7)

7

2. Sample yang dijadikan objek penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 40 siswa laki-laki maupun perempuan

3. Lokasi penelitian di SDN Girimoyo 02 Malang, Kecamatan Karang ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur

4. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan catatan di lapangan.

F. Definisi Operasional 1. Kemampuan

Kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan seseorang individu dalam menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. (Lestari, 2014)

2. Menulis

Menulis adalah suatu kegiatan komunikasi penyampaian pesan atau informasi secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Aktivitas menulis ada beberapa unsur yaitu penulis sebagai penyampai pesan, isi tulisan, saluran atau media dan pembaca.

3. Kerangka karangan

Menurut anwar 2011: 14 karangan sederhana diperoleh dari suatu kata, kata-kata yang terbentuk kemudian dirangkai menjadi sebuah kalimat. Kalimat disuusn menjadi sebuah paragraf dan akhirnya paragraf-paragraf tersebut mewujudkan sebuah karangan sederhana. Karangan sederhana dalah proses mengorganisasikan ide atau gagasan seseorang secara tertulis dalam bentuk karangan sederhana yang terdiri atas beberapa kalimat.

(8)

8

Referensi

Dokumen terkait

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA DI SDMELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING..

Kepada seluruh peserta Pengadaan Jasa Konsultansi yang merasa keberatan atas ditetapkannya pemenang tersebut di atas, dapat mengajukan sanggahan secara online kepada Pokja

Jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara aktif dari dalam paru melalui kontraksi otot ekspirasi, setelah ekspirasi biasa disebut volume cadangan ekspirasi ( expiratory

Angka 1 mengenai Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan, angka 9 mengenai Honorarium Kegiatan Seminar/ Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/ Focus Group Discussion / Kegiatan

media/buku gambar untuk dikreasi sedemikian rupa. Penyelenggarakan bimbingan belajar Biologi bagi anak-anak SD dan SMP di Dusun Keruk IV dengan materi sebagai berikut..

Dalam masalah ini dapat diketahui bahwa pekerjaan ini pertama memilih 1 dosen dari 50 dalam pekerjaan ini dapat dilakukan dalam 50 cara, serta pekerjaan berikutnya adalah memilih

Informasi yang disajikan dalam Rencana Kinerja Tahunan 2009 adalah pada indikator kinerja utama ( key performance indicator ) UGM yang ditetapkan dalam Arah dan Kebijakan Umum

PROFIL REPRESENTASI MENTAL SISWA KETIKA MEMBACA GAMBAR REPRESENTASI KONVENSI DAN ISOMORFISME SPASIAL PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA.. Universitas Pendidikan