Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 123/PERPUS/UG/2020
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : Anita Sugianto, ST
Nomor Penulis : 090929
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Jln Raya srengseng sawah Gg. O
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FTI/ID/PENELITIAN/123/2020
Judul Penelitian : PENERAPAN SYSTEM APPLICATION AND PRODUCT (SAP) DALAM PENGELOLAAN PENYEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK BETON
Tanggal Penyerahan : 19 / 08 / 2020
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
Dicetak pada: 19/08/2020 10:13:51 AM, IP:202.125.95.27 Halaman 1/1
PENERAPAN SYSTEM APPLICATION AND PRODUCT (SAP) DALAM PENGELOLAAN PENYEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK BETON
Anita
Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100, Depok 16424, Jawa Barat
[email protected] Abstrak
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan Gedung, jembatan, jalan dan lainnya. Holcim Beton menyediakan produk beton dengan beragam komposisi campuran semen berkualitas, serta pasir pilihan dan agregat dengan tingkat kebersihan dan ukuran yang prima serta air dan abahan campuran lainnya, sehingga menghasilkan produk dengan daya bentuk dan kerja maksimal sesuai kebutuhan. Kegiatan produksi akan berjalan dengan baik apabila bahan baku yang dibutuhkan dapat terpenuhi pada saat yang tepat. Tinggi rendahnya persediaan akan bahan baku dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Hal yang demikian menjadikan pentingnya ketersediaan bahan baku yang tepat bagi perusahaan. Secara umum, pengelolaan persediaan bahan baku yang terjadi di PT Holcim dengan produk beton ini dinilai sudah baik, sebab perusahaan telah menggunakan system yang telah terintegrasi dengan baik, yakni System Application and Product (SAP). Artinya setiap pengguna yang memiliki akun dapat menggunakan system ini sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan hasil yang diperoleh dapat dilihat oleh keseluruhan pengguna akun atau pekerja. SAP merupakan software best practice yang telah teruji keberhasilannya sehingga dapat melakukan pengolahan data perusahaan secara real time. SAP merupakan metode yang direkomendasikan dalam implementasi Enterprise Resource Planning (ERP).
Kata Kunci: SAP, ERP, Holcim, Beton dan Bahan baku.
Abstract
Concrete is a construction material that has been commonly used for buildings, bridges, roads and others. Holcim Beton provides concrete products with various compositions of quality cement mixes, selected sand and aggregates with the best cleanliness and size, as well as water and other mixed materials, resulting in products with maximum formability and workability as needed. Production activities will run well if the required raw materials can be met at the right time. The high and low inventory of raw materials can cause losses for the company. This makes it important to provide the right raw materials for the company. In general, the management of raw material inventory at PT Holcim with this concrete product is considered good, because the company has used a well-integrated system, namely System Application and Product (SAP). This means that every user who has an account can use this system according to the work done and the results obtained can be seen by all account users or workers. SAP is a best practice software that has proven its success so that it can process company data in real time. SAP is the recommended method for implementing Enterprise Resource Planning (ERP).
Key Words: SAP, ERP, Holcim, Concrete and Raw materials.
PENDAHULUAN
Menurut Kompas.com (29/06/2020, 14:04 WIB) bahwa Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan teknologi pra-cetak dan mendorong pemanfaatannya, khususnya dalam pembangunan rumah susun (rusun). Bukan itu saja, Pemerintah ke depan juga akan mengarahkan pengembangan hunian vertikal agar memanfaatkan teknologi beton pracetak dalam konstruksinya.
Gambar 1. Ilustrasi Rusunawa (Kementrian PUPR) (Kompas.com, 2020)
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan Gedung, jembatan, jalan, dan lainnya. Beton ini merupakan satu kesatuan yang homogen. Beton ini didapatkan dengan cara mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil) atau jenis agregat lain dan air, dengan semen Portland atau semen hidrolik yang lain, terkadang dengan bahan tambahan (aditif) yang bersifat kimiawi ataupun fisikal pada perbandingan tertentu, sampai menjadi satu kesatuan yang homogen.
Holcim Beton menyediakan produk beton dengan beragam komposisi campuran semen berkualitas, serta pasir pilihan dan aggregate dengan tingkat kebersihan dan ukuran yang prima, serta air dan bahan campuran lainnya, sehingga menghasilkan produk dengan daya bentuk dan kerja maksimal sesuai kebutuhan.
Persediaan bahan baku memegang peranan penting dalam menunjang kelancaran kegiatan produksi sebagai faktor dalam penentuan harga jual produk serta keuntungan bagi perusahaan. Kegiatan produksi akan berjalan dengan baik apabila bahan baku yang dibutuhkan dapat terpenuhi pada saat yang tepat. Bahan baku yang terpenuhi dapat menjamin adanya kelancaran kegiatan produksi, namun hendaknya pemenuhan akan kesediaan bahan baku tersebut perlu dikendalikan dengan baik, agar tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Tingginya persediaan akan bahan baku dapat menyebabkan perusahaan perlu menambah biaya penyimpanan, pemeliharaan, guang serta memungkinkan terjadinya penurunan kualitas dari bahan tersebut. Namun rendahnya persediaan akan bahan baku juga dapat menimbulkan kurang terpenuhinya kebutuhan pelanggan hingga berkurangnya kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan SAP dalam pengelolaan persediaan bahan baku produk beton.
Wandy (2019), dalam penelitiannya yang bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan baku di PT. Plastik Karawang Flexindo. Hasil yang didapat menunjukkan
bahwa perusahaan memiliki safety stock dalam pengelolaan pengendalian bahan baku. Titik pemesanan Kembali perusahaan sebesar 20 ton. Pengendalian bahan baku dilakukan dengan cara melakukan pemesanan bahan baku pada saat bahan baku yang tersedia di Gudang sudah mulai menipis.
Khalil, dkk (2018) mengemukakan dalam permasalahan yang ditimbulkan akibat pengadaan terpisah berupa pengelolaan data, pengelolaan dokumen serta pencatatan transaksi menjadi tidak terpusat. Permasalahan dapat diselesaikan menggunakan sistem terintegrasi dengan konsep ERP. Melihat peningkatan jumlah proyek setiap tahunnya serta kebutuhan integrasi antara setiap bagian perusahaan, rancangan menggunakan SAP activate dapat dijadikan solusi dalam melakukan perancangan system ERP pada proses pengadaan menggunakan SAP modul purchasing (MM-PUR) di PT. XYZ.
Berdasarkan penelitian Pratama, Dwi dkk (2016) dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi SAP ERP modul Plant Maintenance dapat dikonfigurasikan sesuai dengan kebutuhan PT. Len Industri (Persero) menggunakan metode ASAP (Accelerate SAP) yang memungkinan pengembang untuk banyak melakukan interaksi kepada stakeholder sehingga dapat melakukan perbaikan secara terus menerus. Aplikasi ini dapat terintegrasi dengan bagian lain yang terkait sehingga terjadi penghematan waktu dalam setiap proses lintas bagian. Salah satu integrasi yang terjadi yaitu pada bagian perencanaan dan pengendalian produksi akan terintegrasi terkait pemberian informasi status ketersediaan mesin dan pengadaan spare part serta operator pemeliharaan eksternal.
Penelitian sebelumnya berfungsi untuk Analisa dan memperkaya pembahasan penelitian serta membedakannya dengan penelitian yang sedang dilakukan. Dalam penelitian ini disertakan tiga jurnal penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan konsep persediaan bahan baku dan system ERP. Berdasarkan uraian diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Penerapan System Application and Product (SAP) dalam Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Produk Beton”.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di PT. Holcim Indonesia Tbk Narogong Plant, Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya adalah pendekatan kualitatif dengan cara melakukan wawancara, observasi langsung dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah produk beton.
Gambar 1. Diagram alir metodologi penelitian (Olah data, 2020)
HASIL DAN PEMBAHASAN
PT. Holcim Indonesia, Tbk.
Juni tahun 2000 Holcim Ltd. Sebuah perusahaan semen yang berpusat di Switzerlan melakukan penawaran resmi terhadap saham PT. Semen Cibinong. Pada tanggal 1 Januari 2006 pergantian nama dari PT. Semen Cibinong menjadi PT Holcim Indonesia Tbk. Perubahan nama ini dikarenakan bahwa perseroan berkeinginan untuk memberitahukan bahwa perseroan adalah bagian dari grup Internasional yaitu Holcim Ltd. dengan disertai perubahan logo perusahaan.
Visi perusahaan adalah melalui produksi dan penjualan semen, beton jadi dan agregat serta pengembangan sumber daya manusia, akan menghasilkan keuntungan maksimum yang berkelanjutan kepada para pemegang saham dengan tetap memberikan perhatian penuh kepada semua pihak yang berkepentingan.
Adapun misi dari perusahaan adalah menjadikan perusahaan Indonesia yang memiliki kinerja terbaik dan terpandang di industri serta menjadi salah satu perusahaan terbaik dalam
grup Holcim, membangun Holcim Indonesia menjadi perusahaan yang memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Lokasi kantor pusat PT Holcim Indonesia Tbk. berada di Talavera Office Park, Jalan Letjen TB Simatupang No. 22-26 Jakarta 12430. Sedangkan lokasi pabrik berada di Jalan Raya Narogong Km. 7, Cileungsi, Bogor Provinsi Jawa Barat 16820. Pemilihan lokasi pabrik dilakukan karena beberapa faktor seperti faktor bahan baku, bahan bakar, air, transportasi, tenaga kerja serta lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa persediaan bahan baku cukup, mudah mendapatkan sumber tenaga listrik, mudah mendapatkan tenaga kerja, dekat dengan daerah pemasaran, persediaan sumber air yang cukup, bahan baku serta bahan tambahan lainnya dapat didatangkan dari tempat lain seperti gipsum dan bahan bakar serta letak Pelabuhan yang tidak terlalu jauh dari pabrik sehingga memudahkan dalam ekspor barang serta untuk memasukkan alat berat pada saat pembangunan pabrik.
Gambar 2. Logo PT Holcim Indonesia Tbk.
(Sumber: PT Holcim Indonesia Tbk, 2020)
Produk Beton
PT. Holcim Indonesia Tbk. memiliki beberapa produk dan layanan. Holcim beton adalah satu produk dari perusahaan yang menyediakan produk beton dngan beragam komposisi campuran semen berkualitas, serta pasir pilihan dan agregat dengan tingkat kebersihan dan ukuran yang prima serta air dan bahan campuran lainnya, sehingga menghasilkan produk dengan daya bentuk dan kerja maksimal sesuai kebutuhan.
Pembuatan beton secara umum adalah sederhana, yakni dengan proses persiapan material sesuai kebutuhan untuk kemudian dicampur sesuai dengan komposisi yang digunakan.
Umumnya sebelum beton ini diproduksi dalam jumlah yang besar, dilakukan uji coba terlebih dahulu. Proses ini kemudian yang menunjukkan beton yang akan digunakan nantinya sesuai kebutuhan konsumen.
Proses yang terjadi dilakukan dengan bantuan command panel yakni alat bantu yang digunakan sebagai pengatur dengan didukung oleh sebuah system, yakni System Application Product (SAP). Tabel 1. menunjukkan hasil dari salah satu pengujian beton berupa data Bill of Material (BOM).
Gambar 3. Produk Beton PT Holcim Indonesia Tbk.
(Sumber: PT Holcim Indonesia Tbk, 2020)
Produk beton termasuk dalam klasifikasi berdasarkan pesanan (make to order), sehingga data BOM yang diperoleh dapat beragam sesuai dengan keinginan konsumen. Perolehan isi yang didapat dari data BOM ini berupa kode material, nama material, kuantitas serta satuan unit material. Isi BOM tersebut menunjukkan besar sejumlah material yang akan dijadikan sebagai patokan dalam proses produksi beton secara nyata. Pemisalan dengan kode material 110000000578, nama material silica sand, kuantitas sebesar 282 dengan satuan unit adalah kg.
Menyatakan dalam pembuatan produksi beton ini membutuhkan pasir dengan kuantitas sebanyak 282 kg. Hal ini juga dimaksudkan untuk material lainnya sebagai bahan baku utama maupun bahan baku tambahan.
Tabel 1. Data BOM Produksi Beton (Sumber: PT. Holcim Beton, 2020)
Penyediaan Bahan Baku
Persediaan bahan baku menggambarkan mengenai alur yang terjadi dalam penyediaan bahan baku. Alur ini diawali dari data peramalan produksi bagi perusahaan hingga pada material tiba di setiap batching plant.
Tidak
Ya Peramalan
Data Ketersediaan Material
Pemesanan Rutin
Menunggu Proses Release Purchase Requistion (PR)
Release?
Data Purchase Order (PO) Membuat Purchase
Requistion (PR)
Terjadi Kesalahan
Gambar 4. Skema Permintaan Material (Sumber: PT. Holcim Beton, 2020)
Penerapan SAP dalam Pengelolaan Persediaan Bahan Baku
System Application and Product (SAP) adalah salah satu sistem yang digunakan bagi perusahaan sebagai data yang sifatnya terintegrasi dan dapat digunakan oleh pengguna lainnya.
Berikut tampilan awal dalam penggunaan SAP.
Gambar 5. Tampilan Menu Awal SAP (Olah data, 2020)
Kode yang digunakan adalah mb52. Kode ini digunakan untuk melihat kode material yang didapat di batching plant. Gambar ini menunjukkan pemilihan kode dalam menu SAP.
Gambar 6. Pemilihan Menu MB52 pada SAP (Olah data, 2020)
Tampilan gambar (a) muncul berdasarkan kode mb52. Data yang dimasukkan berupa kode plant area untuk mengetahui material yang dicari. Tampilan akan menunjukkan kode material, nama material serta nama plant area. Terlihat pada gambar (b) untuk material split 10- 20 pada batching plant Narogong memiliki kode material 110000000546. Kode material telah diketahui, tahap selanjutnya adalah pembuatan Purchase Requistion (PR).
Gambar 7. (a) Input data; (b) List data material dalam menu mb52 (Olah data, 2020)
Gambar (a) berikut menunjukkan pemilihan kode dalam menu SAP. Kode yang digunakan adalah md03. Kode ini digunakan dalam pembuatan PR. Tampilan gambar (b) menunjukkan menu kode md03. Data yang dimasukkan berupa kode material, kode plant area serta pilih tanda pada display result before they are saved untuk kemudian digunakan sebagai pembuatan PR.
Gambar 8. (a) Pemilihan menu md03; (b) Input Data dalam Menu MD03 (Olah data, 2020)
Gambar berikut menunjukkan data PR. Terlihat pada gambar ini menunjukkan nomor PR yakni 2100058649. Tahap selanjutnya adalah mengubah kuantitas serta harga dari material tersebut sesuai dengan kebutuhan plant area. Terlebih dahulu dilakukan penentuan besar density dari material tersebut menggunakan kode SAP mm03.
Gambar 9. Data PR dalam Menu MD03 (Olah data, 2020)
Kode mm03 digunakan untuk mengetahui density material yang digunakan sebagai konversi satuan material. Tahapan selanjutnya adalah memilih kode MRP 1, kemudian pilih units of measure. Tampilan menunjukkan adanya perolehan data density dari material senilai 1.4.
Gambar 10. (a) Pemilihan Units of Measure; (b) Hasil penentuan nilai Densitas Material (Olah data, 2020)
Berikutnya mengubah data yang digunakan dalam pembuatan PR seperti kuantitas beserta harga material. Kode yang digunakan adalah me52. Data yang diubah berubah data kuantitas, satuan material, delivery date, kode plant beserta harga material. Perihal harga material, dapat diubah dengan melakukan klik double pada kuantitas material.
Tabel 2. Data Purchase Requistion (Olah data, 2020)
Tabel diatas menunjukkan contoh data lainnya mengenai data PR. Hal ini menunjukkan terdapat sejumlah material yang segera dilakukan oleh bagian MM untuk kemudian data tersebut dilakukan permintaan ke bagian Manager untuk di release agar material segera bisa dipesan dan dikirim ke plant area.
Langkah berikutnya membuat data STO dengan menggunakan kode me21n. STO adalah data pemesanan material namun teruntuk vendor internal. Kode lainnya yang digunakan adalah md04. Kode ini digunakan untuk melakukan pengecekan mengenai data PO.
Gambar 11. Data PO dalam Menu MD04 (Olah data, 2020)
Tampilan akan menunjukkan data PO. Seperti pada gambar 11 menunjukkan nomor PO yakni 9500007397. Dapat diketahui sejumlah data yang digunakan dalam pembuatan MRP seperti gambar berikut.
Gambar 12. Additional Data for MRP Element (Olah data, 2020)
Gambar 12 menunjukkan pemilihan untuk mengetahui sejumlah data yang dibutuhkan dalam elemen MRP. Terdapat sejumlah material, dengan harga satuan, terdapat delivery date, serta terdapat pula nama vendor.
Tabel 3. Data Purchase Order (Olah data, 2020)
Tabel 3 menunjukkan contoh data lainnya mengenai data PO. Hal ini menunjukkan terdapat sejumlah material yang segera dilakukan oleh bagian MM untuk kemudian dibuat PR, agar terjadi pemenuhan kebutuhan material di batching plant tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa System Application and Product (SAP) bisa diterapkan dalam pengelolaan penyediaan bahan baku produk beton. Penyediaan bahan baku yang terjadi di PT Holcim dilakukan dengan beberapa proses. Dimulai dari proses permintaan material yang diawali dari data peramalan, data ketersediaan material, pemesanan rutin, pembuatan purchase requisition (PR), release purchase requistion (PR) serta data Purchase order (PO). Hasil yang diperoleh dari sistem ini dinilai baik sebab sistem ini sudah terintegrasi, artinya pengguna yang memiliki akun dapat menggunakan sistem ini sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan hasil yang diperoleh dapat dilihat oleh keseluruhan pengguna akun atau pekerja. Saran yang diberikan kepada perusahaan mengenai penentuan data peramalan. Diharapkan dengan data peramalan yang semakin akuran dengan data aktual dapat menjadikan penyediaan akan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi bagi perusahaan dapat lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Kusuma, Hendra. “Manajemen Produksi: Perencanaan dan Pengendalian Produksi”.
Penerbit Andi. Yogyakarta. 2009.
[2] Apriyani, N. dkk. “Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku dengan Metode Economic Order Quantity dan Kanban pada PT. Adyawinsa Stamping Industries”.
OPSI-Jurnal Optimasi Sistem Industri. Volume 10. Nomor 2. Desember 2017.
[3] Wandy, G. G. dkk. “Pengendalian Persediaan Bahan Baku PT. Plastik Flexindo Karawang”. Jurnal Administrasi Kantor. Volume 7. Nomor 1. Juno 2019.
[4] Haming, M. dkk. “Manajemen Produksi Modern”. Bumi Aksara. Jakarta. 2017.
[5] Martono. “Manajemen Logistik”. PT. Gramedia Pustaka Utama anggota IKAPI. Pp 83- 109. 2018.
[6] Tampubolon. “Manajemen Operasi dan Rantai Pemasok Edisi Revisi”. Mitra Wacana Media. Jakarta. 2018.
[7] Http://lulu.gunadarma.ac.id/ Downloads/ files/ 12535/ System + Application + and + Product + (SAP) + .pdf. 2014
[8] Qibran One, Khalil. Dkk. “Perancangan Sistem Enterprise Resource Planning Modul Purchasing (MM-PUR) Menggunakan Aplikasi SAP dengan Metode SAP Activate di PT. XYZ”. E-proceeding of Engineering. Vol. 5, No. 2 Agustus 2018. ISSN: 2355-9365.
[9] Bashirudin, Ilham. Dkk. “Implementasi ERP dalam Pembuatan Report Demografi Organisasi (Studi Kasus PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.)”. Teknoin Vol. 23 No. 3 September 2017: 241-252.
[10] Pratama, Dwi. dkk. “Penerapan Sistem Informasi Berbasis Enterprise Resource Planning Menggunakan SAP Modul Plant Maintenance di PT. Len Industri”. Open Access journal of Information Systems (OAJIS). Jurnal Sisfo Vol 6. No. 1 tahun 2016.
[11] https://properti.kompas.com/read/2020/06/29/140425921/pemerintah-dorong- penerapan - teknologi-beton-pra-cetak-untuk-rusun?page=all