• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI BISNIS E-COMMERCE DALAM PERSPEKTIF SYARIAH PADA PT GALAKSI DUNIA HALAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IMPLEMENTASI BISNIS E-COMMERCE DALAM PERSPEKTIF SYARIAH PADA PT GALAKSI DUNIA HALAL"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI BISNIS E-COMMERCE DALAM PERSPEKTIF SYARIAH PADA PT GALAKSI DUNIA HALAL

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Hukum untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Hukum (SH)

Oleh

Ragil Nobiansyah 11150490000084

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1441 H/2020 M

(2)

ii

IMPLEMENTASI BISNIS E-COMMERCE DALAM PERSEPKTIF SYARIAH PADA PT GALAKSI DUNIA HALAL

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Hukum untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Hukum (S.H)

Oleh:

RAGIL NOBIANSYAH 1115049000084

Pembimbing 1 Pembimbing II

Dr. Muh Fudhail Rahman, M.A Ahmad Bahtiar M.Hum NIP. 197508102009121001 NIP. 197601182009121002

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA 1441 H/ 2020

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v ABSTRAK

Ragil Nobiansyah. NIM 11150490000084. IMPLEMENTASI BISNIS E- COMMERCE DALAM PERSPEKTIF SYARIAH PADA PT GALAKSI DUNIA HALAL Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1441 H/2020 M.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian prinsip syariah dalam transaksi elektronik di marketplace Duniahalal.com dalam naungan PT Galaksi Dunia Halal. Prihal pelaksanaan kinerja Dunihalal.com, metode jual beli, produk yang ditawarkan, hubungan hukum antara Duniahalal.com, penjual, dan pembeli.

Merujuk pada Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Implementasi Jaminan Produk Halal, Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Salam, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal.

Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan hukum empiris normatif, melalui sumber data primer dan data sekuder serta teknik pengumpulan data berupa studi lapangan dan studi dokumentasi.

Dalam penelitian ini dapat disimpulkan penerapan prinsip syariah dalam marketplace Dunihalal.com PT Galaksi Dunia Halal belum sepenuhnya syariah masih ditemukan beberapa produk yang tidak bersertifikasi halal, dimana kesiapan dari marketplace ini belum tercipta untuk menerapakan prinsip syariah secara keseluruhan misalnya produk dan lembaga keuangan yang masih menggunakan lembaga keuangan konvensional. Akan tetapi perlu di apresiasi untuk PT Galaksi Dunia Halal Dunihalal.com sedang berupaya untuk perubahan manajemen, dan suatu pembelajaran dibutuhkannya kepastian hukum untuk pengaturan e-commerce marketplace syariah ini untuk mendukung pengembangan dan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.

Kata Kunci : PT Galaksi Dunia Halal, Duniahalal.com, Market Place, E-Commerce Kesesuaian Syariah

Dosen Pembimbing I : Dr. Muh Fudhail Rahman, Lc., M.A.

Dosen Pembimbing II : Ahmad Bahtiar, M.Hum Daftar Pustaka : 1985 - 2018

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Asyhaduallaa ilaaha ilallah, wa asyhadu anna muhammadarrasulullah, Hanya kepada Allah swt saya menghamba, dan hanya Nabi Muhammad saw sebagai manusia paling sempurna untuk diteladani. Segala nikmat dan petunjuk yang telah diberikan-Nya, mengantarkan saya untuk menyelesaikan salah satu kewajiban sebagai mahasiswa dengan menyelesaikan skripsi ini dengan judul:

Dengan penuh kesadaran, penulis mengakui bahwa tulisan ini belum tentu dapat diselesaikan tanpa adanya dukungan dan bantuan serta kontribusi dari berbagai pihak. Maka dari itu, melalui kata pengantar ini penulis sampaikan terima kasih kepada:

1. Dr. Ahmad Tholabi, M.A., selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. AM. Hasan Ali, M.A., dan Abdurrauf, Lc., MA., selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Mohamad Mujibur Rohman, M.A. selaku Dosen Pembimbing Akademik 4. Dr. Muh. Fudhail Rahman, Lc., M.A. dan Ahmad Bahtiar, M.Hum para

Dosen Pembimbing yang telah ikhlas menyempatkan waktu ditengah kesibukannya untuk memberikan petunjuk dalam mengerjakan dan menyelesaikan skripsi ini.

5. Seluruh Dosen Pengajar yang telah memberikan ilmu serta teladan secara baik, ikhlas, dan penuh kasih sayang dengan dedikasi tinggi.

6. PT Galaksi Dunia Halal/ Duniahalal.com, terkhusus kepada Bapak Kevin yang telah meluangkan waktu dan membantu dalam memberikan informasi data untuk merampungkan skripsi ini.

7. Keluarga penuh kasih sayang, Papah (Niung Hs), Mamah (Hanisa Safira), Nenek (Juriah Intan), Kakak (Nadya Syafitri), dan Abang (Rinal Hafiz) yang tak henti mendukung dengan memberikan doa dan memerhatikan perkembangan penulis semenjak lahir hingga waktu yang tidak ditentukan.

(7)

vii

8. Teman-teman Hukum Ekonomi Syariah FSH UIN Jakarta yang telah memberikan banyak momen indah untuk diingat dan disyukuri.

9. Abang-abang dan Kakak-kakak yang selalu memberikan motivasi untuk penulis agar lebih semangat untuk menulis Aziz Barianto, Muhammad Ammar Wibowo, Bakrie Ahmad Fa’ada, Richad Indra Cahya, Ahmad Fauzan Khairy, Faa Izah, Amalia Karim Seknun. Semoga kita terus dipertemukan di waktu yang baik untuk membuat hal yang lebih baik lagi.

10. Teman seperjuangan, Ika Rakhmawati, Radi Fitrah, Muhammad Iqbal, Imron Yusuf, Rifka Anistiani, Adib Iskandar dan masih banyak lainnya yang telah menjadi penyemangat pada masa kuliah.

11. Yang selalu hadir untuk penulis disaat sulit maupun mudah, Syifa Conita.

Dan terima kasih untuk pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Kalian adalah pahlawan yang dihadirkan Allah swt bagi penulis di setiap waktu. Allah swt-lah yang akan memberikan balasan atas kebaikan yang kalian berikan.

Diiringi kalimat Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, walaupun penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena terbatasnya pengalaman dan pengetahuan penulis, namun penulis berharap skripsi ini dapat menjadi manfaat yang menghadirkan kebaikan bagi penulis dan bagi para pembaca.

Terima kasih.

Jakarta, 3 Juni 2020

Penulis

(8)

viii DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ... ii

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN ... iii

LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 5

D. Tujuan Penelitian ... 6

E. Manfaat Penelitian... 6

F. Kajian (review) Studi Terdahulu ... 7

G. Kerangka Teori dan Konseptual ... 11

1. Kerangka Teori ... 11

2. Kerangka Konseptual ... 13

H. Metode Penelitian ... 14

I. Sistematika Penulisan ... 21

BAB II TINJAUAN TEORI ... 23

A. E-Commerce ... 23

1. Defenisi E-Commerce & E-Commerce Syariah ... 23

2. Jenis-Jenis Transaksi E-Commerce ... 27

3. Karakteristik E-Commerce ... 28

4. Konsep E-Commerce Syariah ... 30

5. Prinsip Syariah dalam E-Commerce ... 31

(9)

ix

B. Prinsip Syariah Dalam E-Commerce ... 31

C. Tinjauan Hukum Mengenai E-Commerce Syariah ... 32

D. Sertifikasi Halal ... 36

BAB III GAMBARAN PT GALAKSI DUNIA HALAL ... 40

A. Sejarah dan Tujuan ... 40

B. Ketentuan Layanan Fasilitas ... 42

C. Sistem Operasional, Mekanisme, dan Alur Transaksi Situs Belanja Duniahalal.com ... 43

D. Keuntungan Bagi PT Galaksi Dunia Halal dari Situs Belanja Duniahalal.com ... 58

BAB IV KESESUAIAN SYARIAH MARKETPLACE DUNIAHALAL.COM ... 63

A. Kesesuaian Syariah (Fatwa Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000) ... 63

B. Hubungan Hukum antara Peyedia Marketplace dengan Penjual dan Pembeli Berdasarkan Perspektif Syariah ... 72

C. Implementasi Kesesuaian Syariah dalam Marketplace Duniahalal.com ... 77

BAB V PENUTUP ... 80

A. Kesimpulan ... 80

B. Saran ... 81

DAFTAR PUSTAKA ... 83

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 88

(10)

x

DAFTAR TABEL

1.1 Teori Konseptual ... 14 3.1 Struktur Organisasi Duniahalal.com ... 42 4.1 Hubunga posisi antara Market Place, Penjual, dan Pembeli ... 80

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

3.1 Download Dunia Halal di Playstore ... 43

3.2 Halaman Awal Aplikasi ... 44

3.3 Tahap Registrasi ... 45

3.4 Pilihan Registrasi ... 45

3.5 Beranda ... 46

3.6 Beranda ... 53

3.7 Kategori Produk Herbal ... 53

3.8 Detail Produk ... 54

3.9 Pengisian Alamat ... 55

3.10 Produk Pesanan ... 55

3.11 Metode Pembayaran Transfer Bank ... 56

3.12 Metode Pembayaran Payment Point ... 56

3.13 Metode Pembayaran OVO Payment ... 57

3.14 Metode Pembayaran Virtual Account ... 57

3.15 Metode Pembayaran Cicilan Duha Syariah ... 58

4.1 Kategori Produk ... 74

4.2 Defenisi Produk ... 75

4.3 Detail Pemesanan ... 76

4.4 Halaman Alamat Pengiriman ... 77

4.5 Produk Pesanan ... 78

4.6 Produk Berlabelkan Halal ... 86

4.7 Produk Tidak Berlabelkan Halal ... 86

(12)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Teknologi merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia saat ini, karena banyak kemudahan yang bisa diakses dengan berkembangnya teknologi. Indonesia kini sudah menapaki era revolusi industri 4.0, dengan ditandainya pemanfaatan teknologi digital yang mendorong otomasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Pola perdagangan pada saat ini juga telah mengalami perubahan yang signifikan dengan perkembangan teknologi dan informasi sehingga banyak pelaku bisnis yang melakukan inovasi dalam usaha yang telah ditekuni.

Perdagangan atau pertukaran dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai proses transaksi yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing pihak.

Perdagangan seperti ini dapat mendatangkan keuntungan kepada kedua belah pihak, atau dengan kata lain perdagangan meningkatkan utility (kegunaan) bagi pihak- pihak yang terlibat.1 Perdagangan memiliki keterikatan yang erat dengan pemasaran, dengan pemasaran para pelaku usaha melakukan suatu proses untuk mendapatkan hal yang diinginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan melakukan pertukaran produk yang bernilai dengan pihak lain. Dalam hal menawarkan suatu produk, pelaku bisnis melakukan inovasi dengan memanfaatkan peranan teknologi yang ada.

Peranan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi telah menempatkan pada posisi yang amat strategis karena mengahadirkan dunia tanpa batas, jarak, ruang, dan waktu yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan efisiensi. Teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah dimanfaatkan dalam kehidupan sosial masyarakat dan telah memasuki berbagai sektor kehidupan baik sektor pemerintah, sektor bisnis, sektor perbankan, sektor pendidikan, sektor kesehatan, dan sektor kehidupan pribadi.2

1 Jusmaliani, Bisnis Berbasis Syariah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.1

2 Siswanto Surnaso, Hukum Informasi dan Transaksi Elektronik Studi Kasus: Prita Mulyasari, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h.39

(13)

2

Bidang perekonomian, merupakan salah satu bidang yang mendapat manfaat langsung dari adanya internet. Hal tersebut dapat dilihat dari persaingan bisnis yang terjadi. Banyak pelaku bisnis yang melakukan inovasi untuk perkembangan usahanya dengan memanfaatkan internet. Para pelaku bisnis melakukan proses pemasaran dan penjualan serta perdagangan dengan menggunakan media online.

Transaksi jual beli melalui media internet biasa dikenal dengan istilah e- commerce. Hal ini diatur dalam UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Sistem jual beli secara online dapat dilakukan dengan jarak berjauhan menggunakan media elektronik sebagai perantara. Sistem jual beli online seperti ini tentunya sangat memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi jual beli.3 Meskipun demikian, seorang Muslim dalam melakukan interaksi bsnis dengan pola perdagangan apapun harus mengacu pada sumber-sumber hukum islam yaitu Al-Qur’an dan hadist, dalam Qur’an Surat An-Nissa ayat 29 menjelaskan “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu” (Q.S An-Nissa (4): 29).

Saat ini, transaksi jual beli melalui media internet (e-commerce) banyak dilakukan oleh pelaku bisnis di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Salah satu pelaku bisnis yang melakukan transaksi jual beli melalui media internet (e- commerce) yaitu PT. Galaksi Dunia Halal. Perusahaan tersebut memiliki website yaitu www.duniahalal.com, perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis melalui media internet (e-commerce) halal.

Dalam kurun waktu satu dasawarsa ini, Indonesia menjadi lahan subur bagi bisnis perdagangan elektronik atau biasa dikenal e-commerce. Melansir data yang berasal dari sensus ekonomi 2016 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), industri e-commerce di Indonesia tumbuh sekitar 17 persen dengan total sekitar 26,2

3 Friska Muthi Wulandari, “Jual Beli Online yang Aman dan Syar’i (Studi terhadap Pandangan Pelaku Bisnis Online di Kalangan Mahasiswa dan Alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga”, Az Zarqa’, 7, 2 (Desember, 2015), h.202

(14)

3

juta usaha.4 Oleh karena itu, pihak PT Galaksi Dunia Halal menghadirkan Duniahalal.com, e-commerce marketplace berbasis halal pertama di Indonesia yang menyediakan berbagai produk halal.5 PT Galaksi Dunia Halal didirikan pada Januari 2017 oleh tim yang telah berpengalaman di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Duniahalal.com merupakan e-commerce marketplace berbasis halal pertama di Indonesia yang menyediakan berbagai produk halal.6

PT Galaksi Dunia Halal melakukan kegiatan bisnis perdagangan elektronik atau biasa dikenal e-commerce dengan prinsip halal. Hal itu dilakukan untuk memudahkan para masyarakat muslim mendapatkan kebutuhannya melalui situs belanja online. Produk yang dijualpun beragam, mulai dari busana muslim, makanan dan minuman, produk herbal, elektronik, kebutuhan ibu dan anak, rumah tangga, lukisan, kaligrafi, wisata halal, haji dan umrah hingga otomotif. Pihak Dunia Halal juga akan memberdayakan usaha kecil menengah yang fokus pada penjualan produk halal.7 Selain itu, Dunia Halal juga menyediakan beragam kebutuhan ibadah muslim, antara lain perlengkapan ibadah hingga wisata halal, termasuk di antaranya paket Umroh dan Haji Plus. Selain itu, ada pula layanan pembelian pulsa, listrik, PDAM, BPJS, dan transaksi Payment Point Online Bank (PPOB) dan lainnya.8

Bahwasannya regulasi terutama terkait marketplace belum ada yang secara spesifik mengeluarkannya, karena regulasinya masih pada tahap perencanaan, dan jika melirik pada Undang-Undang Perseroan Terbatas juga belum ada penjelasan tentang PT syariah dalam UU tersebut, menandakan bahwasannya regulasi belum lengkap terkait bisnis online ini. Selain itu, transaksi jual beli yang dilakukan juga harus sesuai dengan prinsip syariah yang ada. Baik dari segi produk, akad, transaksi pembayaran, dan lainnya harus sesuai dengan prinsip syariah. Perlu adanya kajian

4 Diakses dari https://www.hidayatullah.com/berita/ekonomi- syariah/read/2017/09/09/123267/laman-ini-dinilai-e-commerce-berbasis-halal-pertama-di-

indonesia.html pada 29 Januari 2019

5 Diakses dari http://www.tribunnews.com/techno/2017/09/06/e-commerce-marketplace- duniahalalcom-tawarkan-barang-fashion-otomotif-hingga-paket-umroh pada 1 Februari 2019

6 Diakses dari http://www.mirajnews.com/2017/09/ndang-sutisna-perkembangan-usaha- berbasis-daring-alami-pertumbuhan.html pada 1 Februari 2019

7 Diakses dari http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/09/06/ovuuki380-bisnis- ecommerce-mulai-bidik-pasar-halal-di-tanah-air pada 1 Februari 2019

8 Diakses dari https://www.viva.co.id/digital/startup/954461-muslim-tanah-air-bisa-belanja- serba-halal-di-e-commerce-ini pada 1 Februari 2019

(15)

4

syariah yang dilihat dari pelaksanaan pada transaksi jual beli melalui media internet (e-commerce) secara halal, apakah dalam segi akad, transaksi pembayaran dan hubungan hukum antara para pihak yang terlibat sudah sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, perlu juga diketahui lembaga apa yang berwenang untuk memberikan lebel halal pada transaksi jual beli melalui media internet (e-commerce) dan ketentuan apa yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha yang melakukan transaksi jual beli melalui media internet (e-commerce) untuk mendapatkan label halal di Indonesia.

Pada tanggal 08 November 2019 Penulis melakukan transaksi dengan membeli salah satu produk makeup yakni Menow-Pro foundation, yang diketahui dari produk tersebut belum berlabelkan halal. Dengan demikian terdapat kemungkinan Duniahalal.com masih menjual produk lain yang tidak berlabelkan halal. Hal ini membuat pertanyaan bagi penulis ingin mengetahui lebih jauh bagaimana cara kerja transaksi yang ada di situs Duniahalal.com dalam hal ini dinaungi oleh PT Galaksi Dunia Halal yang mana mengklaim dirinya sebagai marketplace pertama yang berbasis halal. Akan tetapi ada salah satu produk yang tidak berlabelkan halal.

Dari permasalahan yang sudah dijelaskan, terdapat hal yang menarik bagi penulis untuk meneliti mengenai E-COMMERCE Syariah. Untuk itu maka penulis mengangkat judul: “IMPLEMENTASI BISNIS E-COMMERCE DALAM PERSEPKTIF SYARIAH PADA PT. GALAKSI DUNIA HALAL”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

1. Apa saja kategori produk yang ditawarkan pada situs belanja online di DuniaHalal.com?

2. Bagaimana mekanisme belanja di Duniahalal.com?

3. Apakah PT. Galaksi Dunia Halal melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan syariah dalam hal pembayaran pada transaksi jual beli online di DuniaHalal.com?

(16)

5

4. Bagaimana persyaratan produk-produk yang dapat di tawarkan melalui Duniahalal/com?

5. Bagaimana langkah Dunihalal.com dalam menyikapi lahirnya Undang Undang Nomor 33 Tahun 2014?

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dilakukan untuk menghindari adanya kemungkinan tumpang-tindih dengan masalah lain di luar wilayah tema penelitian. Untuk mempermudah pembahasan dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah yang akan dibahas sehingga pembahasan dalam penelitian ini tidak meluas dan lebih jelas serta terarah. Di sini penulis hanya akan membahas mengenai implementasi bisnis e-commerce dalam prespektif syariah pada PT. Galaksi Dunia Halal. Pembahasannya mencakup ketentuan apa saja yang harus dipenuhi bagi pelaku usaha e-commerce untuk mendapatkan standarisasi syariah, lembaga yang berhak memberikan sertifikasi halal pada pelaku usaha e-commerce, akad yang digunakan, sistem pembayaran pada situs belanja online DuniaHalal.com, serta bagaimana hubungan hukum antara para pihak yang terlibat sesuai dengan prespektif syariah. Penulis melaksanakan penelitian di PT. Galaksi Dunia Halal pada awal bulan November 2019 sampai akhir februari 2020.

2. Perumusan Masalah

a. Bagaimana Hubungan Hukum antara Penyedia market place dengan penjual, pembeli di PT Galaksi Dunia Halal apakah dapat dikorelasikan dengan jual beli dengan prinsip syariah?

b. Apakah metode Pembayaran dalam Transaksi di PT Galaksi Dunia Halal sudah sesuai dengan Ketentuan Syariah?

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

(17)

6 a. Tujuan Umum

Secara umum, tujuan penelitian atas beberapa permasalahan yang telah dipaparkan di atas untuk mengetahui dan memahami prespektif syariah terhadap implementasi bisnis e-commerce pada PT.

Galaksi Dunia Halal.

b. Tujuan Khusus

Secara khusus, tujuan penelitian atas beberapa permasalahan yang telah dipaparkan di atas untuk:

1) Mengetahui ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan bisnis e-commerce yang menerapkan prinsip syariah dan menggaungkan marketplace pertama di Indonesia berbasis halal.

2) Mengetahui hubungan hukum antara penyedia market place dengan penjual dan antara penjual dengan pembeli berdasarkan prespektif syariah.

3) Mengetahui sistem pembayaran yang diterapkan serta akad yang digunakan pada transaksi jual beli online di DuniaHalal.com.

2. Manfaat Penelitian

Pada permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat. Terdapat dua hal yang dapat memberikan manfaat dari penilitian ini, yaitu manfaat secara teoritis dan praktis.

a. Manfaat Teoretis

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat serta pembelajaran kepada para pihak yang akan melakukan penelitian pada bidang Hukum Ekonomi Syariah terkait implementasi bisnis e-commerce ditinjau dari prespektif syariah sebagai sumber data penelitian yang akan dilakukan dalam karya ilmiah.

b. Manfaat Praktis

Penelitian ini, secara praktis diharapkan bisa memberikan manfaat bagi penulis guna menambah wawasan dan pengetahuan mengenai implementasi bisnis e-commerce ditinjau dari prespektif syariah. Selain

(18)

7

itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang berbelanja online lewat situs berbelanja yang sesuai dengan prinsip syariah. Serta dapat menjadi inovasi baru pada para pelaku usaha bisnis untuk melakukan bisnis e-commerce dengan menggunakan prespektif syariah, sehingga bisa memberikan kontribusi positif bagi kelangsungan hidup umat muslim dalam memperoleh barang yang halal.

E. Kajian (riview) Studi Terdahulu

Terdapat beberapa penelitian yang membahas mengenai bisnis e-commerce oleh para akademisi. Agar penelitian yang dilakukan penulis mengenai bisnis e- commerce tidak sama dengan penelitian sebelumnya, maka penulis mencari data serta memahami penelitian yang sudah ada. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya kesamaan dengan penelitian sebelumnya dan penulis akan menyertakan beberapa hasil penelitian terdahulu sebagai pembanding mengenai penelitian yang akan penulis bahas. Adapun penelitian terdahulu sebagai berikut:

“Perjanjian E-Commerce Ditinjau dari Hukum Positif dan Hukum Islam”

Faridho Qodli Zaka, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, 2014. Menjelaskan Sistem perjanjian e-commerce dilihat dari hukum perdata di Indonesia dalam buku III KUHPerdata tentang perikatan mengatur mengenai jual beli bahwa jual beli terjadi karena adanya kesepakatan dari para pihak yang diwujudkan pada suatu perjanjian sebagai dasar perikatan antara para pihak. Sedangkan dalam Islam, perjanjian e-commerce dinamakan dengan as-salam dengan kata lain pembelian barang yang pembayarannya di muka dan barangnya diserahkan kemudian hari. Jual beli as- salam sebagai transaksi atas sesuatu yang masih berada dalam tanggungan dengan kriteria-kriteria dan diserahkan kemudian dengan pembayaran harga di tempat kontrak.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian tersebut adalah pada penelitian ini hubungan hukum antara para pihak yang terlibat dalam suatu perjanjian jual beli barang tidak dilihat dari aspek hukum positif, melainkan melihat hubungan hukum antara para pihak yang terlibat pada jual beli ini dari aspek hukum Islam. Selain itu,

(19)

8

hubungan hukum di sini bukan hanya dilihat antara kedua belah pihak yaitu pihak penjual dan pembeli barang. Akan tetapi, dilihat dari tiga pihak yang berpengaruh dalam transaksi jual beli pada implementasi bisnis e-commerce. Ketiga pihak yang terlibat yaitu antara penyedia market place dengan penjual dan antara penjual dengan pembeli. Maka, penelitian ini membahas mengenai, perjanjian dan hubungan hukum para pihak-pihak yang terlibat seperti telah disebutkan sebelumnya.

“Analisis Penerapan Bisnis Berbasis Syari’ah pada Wirausaha Muslim (Study Pada Wirausaha Muslim di Perumahan Kaliwungu Indah-Kendal)” Dyas Nur Fajrina, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Walisungo Semarang, 2015 menyatakan bahwa Penerapan bisnis yang dilakukan oleh para wirausaha muslim di Perumahan Kaliwungu Indah-Kendal telah melakukan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Dapat dikatakan bahwa para wirausaha muslim tersebut telah melakukan kegiatan jual beli barang dengan tetap memakai aturan yang diperbolehkan maupun yang dilarang oleh ajaran agama.

Kegiatan ini menjadikan warga menjadi lebih baik dalam mendalami ilmu agama.

Hal tersebut juga dapat dilihat dalam kegiatan bisnisnya. Selain itu, para pengusaha tersebut melaksanakan ajaran Islam dalam melakukan transaksi jual beli. Dimana para pelaku bisnis tidak melakukan monopoli, tidak melakukan praktek mal bisnis seperti gharar, penipuan, riba’, ikhtikar dan mengurangi timbangan. Selain itu, produk yang diperjual-belikan halal, jujur dalam transaksi jual beli, bertanggungjawab pada setiap produk yang diperjualbelikan serta tetap taqwa dan menjaga ibadah dalam melakukan bisnis.

Penelitian ini terfokus pada penerapan bisnis yang dilakukan wirausaha muslim di Perumahan Kaliwungu Indah-Kendal sebagai objek penelitian ini. Serta penelitian ini, melihat bagaimana para wirausaha muslim tersebut menerapkan prinsip syariah pada usaha yang dilakukan. Sedangkan, penulis melakukan penelitian dengan memfokuskan pada aspek apa saja yang harus dipenuhi oleh pelaku bisnis e-commerce yang ada di Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi halal dan objek penelitian ini difokuskan pada PT. Galaksi Dunia Halal.

“Kontrak Perdagangan Melalui Internet (Electronic Commerce) Ditinjau Dari Hukum Perjanjian” Wahyu Hanggoro Suseno, Mahasiswa Fakultas Hukum

(20)

9

Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2008 menjabarkan Kontrak dalam perdagangan melalui internet (e-commerce) belum diatur di dalam Buku III KUHPerdata, pengaturan terhadap kontrak dalam ecommerce dapat digunakan aturan yang berlaku secara umum. Kontrak dalam e-commerce mengikat dan berlaku bagi para pihaknya ketika kontrak tersebut disepakati oleh kedua belah pihak Selain itu kontrak dalam e-commerce juga telah memenuhi asas-asas dalam perjanjian sehingga dengan adanya pemenuhan terhadap syarat sahnya perjanjian menurut KUHPerdata dan asas-asas perjanjian maka Kontrak dalam e-commerce adalah sah dan dapat dikenakan aturan KUHPerdata sebagai pengaturnya.

Sedangan penelitian yang penulis bahas tentang hubungan hukum para pihak yang terlibat dalam perdagangan melalui internet (e-commerce) pada prespektif syariah.

“Implementasi E-Commerce Sebagai Media Penjualan Online (Studi Kasus pada Toko Pastbrik Kota Malang)” Shabur Miftah Maulana, dkk, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, 2015 menyebutkan Implementasi e- commerce sebagai media penjualan online dilakukan oleh para pelaku usaha yang ingin melakukan perkembangan pada bisnis yang dijalankan. Untuk melakukan peluang bisnis melalui online terdapat penawaran website e-commerce tidak hanya yang berbayar (premium). Terdapat pula, penawaran website yang tidak berbayar juga tersedia secara gratis di Internet. Peluang akan website yang tidak berbayar ini rupanya belum diketahui oleh para pelaku bisnis dalam mengembangkan usahanya.

Salah satu website e-commerce tidak berbayar tersebut adalah Opencart. Sistem penjualan yang dilakukan pada toko pastbrik kota malang masih menggunakan cara yang dinilai kurang efektif. Oleh karena itu, implementasi e-commerce dengan menggunakan software opencart pada toko Pastbrik akan dapat membantu mengurangi biaya yang dikeluarkan serta dapat menyampaikan informasi secara detail mengenai produk maupun harga spesial yang diberikan kepada konsumen secara online dan memudahkan proses transaksi tanpa harus datang ke toko secara langsung sehingga dapat bersaing dengan toko yang sejenis dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

(21)

10

Penelitian ini terfokus pada implementasi e-commerce dengan menggunakan software opencart yang merupakan website e-commerce tidak berbayar. Selian itu membahas mengenai keuntungan, kemudahan serta kendala yang dihadapi oleh toko Pastbrik pada penggunaan software opencart pada transaksi jual beli. Dimana toko Pastbrik merupakan objek dari penelitian ini. Sedangkan, penulis melakukan penelitian dengan memfokuskan implementasi bisnis e-commerce berdasarkan dengan prespektif syariah. Dimana membahas mengenai bisnis e-commerce yang berbasis halal tersebut ditinjau dari lembaga yang berwenang dalam memberikan sertifkasi halal pada bisnis e-commerce. Objek dalam penelitian yang akan dibahas oleh penulis yaitu pada PT. Galaksi Dunia Halal yang telah menjalankan bisnis e- commerce halal dalam situs berbelanja online DuniaHalal.com.

“Sistem Transaksi E-Commerce dalam Perspektif KUH Perdata dan Hukum Islam” Sugeng Santoso, Pondok Modern Darul Hikmah Tulungagung, 2016 menjelaskan Dalam perspektif hukum Islam, fiqh memandang bahwa transaksi bisnis di dunia maya (e-commerce) diperbolehkan karena mashlahah. Transaksi ini pada dasarnya hampir sama dengan transaksi al-salam, baik dalam hal pembayaran dan penyerahan atau pengiriman barang. Transaksi melalui media maya (cyberspace) atau e-commerce diperbolehkan menurut Islam selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti kezhaliman, penipuan, kecurangan, mengandung riba, perkara yang diharamkan dan yang sejenisnya serta memenuhi rukun dan syarat jual beli. Perspektif hukum perdata, transaksi e- commerce dikatakan sah bila memenuhi beberapa syarat. Sebagaimana dikatakan dalam pasal 1320 yaitu adanya kesepakatan, kecakapan, nilai yang dipertukarkan, dan suatu obyek yang halal.

Berdasarkan beberapa studi terdahulu yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yaitu pada objek penelitian. Objek penelitian yang penulis teliti pada PT. Galaksi Dunia Halal yaitu perusahaan pertama yang menerapkan transaksi jual beli melalui media internet (e-commerce) secara halal.

Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian mengenai prespektif syariah terhadap implementasi bisnis e-commerce halal pada DuniaHalal.com.

(22)

11 F. Kerangka Teori dan Konseptual

1. Kerangka Teori

Kerangka teori adalah kemampuan seorang peneliti dalam mengaplikasikan pola berpikirnya dalam menyusun secara sistematis teori-teori yang mendukung permasalahan penelitian.

Teori berguna menjadi titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalah. Dalam sebuah tulisan ilmiah kerangka teori adalah hal yang sangat penting, karena dalam kerangka teori tersebut akan dimuat teori- teori yang relevan dalam menjelaskan masalah yang sedang diteliti. Kemudian kerangka teori ini digunakan sebagai landasan teori atau dasar pemikiran dalam penelitian yang dilakukan.9 Teori yang sesuai dengan penelitian ini, terkait teori-teori hukum Islam dalam penerapan hukum tersebut di Indonesia.

Teori yang pertama, yaitu teori pemikiran strukturalistik. Pendekatan struktural menekankan transformasi dalam tatanan sosial dan politik agar bercorak Islami, sedangkan pendekatan kultural menekankan transformasi dalam perilaku sosial agar bercorak Islami. Namun, hubungan timbal balik antara keduanya amatlah sinergis. Pendekatan struktural menyertakan pendekatan politik, lobi, atau melalui sosialisasi ide-ide Islami, kemudian menjadi masukan dalam proses pembuatan kebijakan hukum. Amin Rais merupakan tokoh yang mendukung pendekatan struktural, berpendapat bahwa transmormasi nilai-nilai Islam melalui kegiatan dakwah harus mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Kegiatan dakwah harus dilaksanakan secara simultan dengan gerakan-gerakan lain dalam berbagai bidang kehidupan yang ditujukan untuk merubah status quo. Dengan kata lain, kegiatan-kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmiah, harus menjadi sarana untuk merealisasikan nilai-nilai Islam.10

Berdasarkan teori strukturalistik di atas, dapat dikatakan bahwa transformasi dari berbagai aspek kehidupan menjadi Islami merupakan hal yang baik untuk

9 Diakses dari http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-kerangka-teori-definisi.html pada 11 Februari 2019

10 A. Rahmat Rosyadi dan H.M. Rais Ahmad, Formalisasi Syariat Islam dalam Prespektif Tata Hukum Indonesia, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2006), h.27

(23)

12

diterapkan baik dari kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ilmiah. Salah satu kegiatan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia ialah kegiatan ekonomi. Banyak warga yang melakukan kegiatan ekonomi seperti melakukan perdagangan. Dengan kegiatan perdagangan tersebut dapat melakukan trasnsformasi hukum Islam pada transaksi yang dilakukan oleh pelaku usaha.

Teori eksistensi dikemukakan oleh H. Ichtijanto S.A., dosen pengajar mata kuliah Kapita Selekta Hukum Islam dan Sejarah Hukum Islam pada Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia. Ia berpendapat, bahwa teori eksistensi dalam kaitannya dengan hukum Islam adalah teori yang menerangkan tentang adanya hukum Islam di dalam hukum nasional. Teori ini mengungkapkan, bentuk eksistensi hukum Islam sebagai salah satu sumber hukum nasoional ialah sebagai berikut: 1. merupakan bagian integral dari hukum nasional Indonesia; 2. keberadaan, kemandirian, kekuatan, dan kewibaanya diakui oleh hukum nasional serta diberi status sebagai hukum nasional; 3. norma-norma hukum Islam (agama) berfungsi sebagai penyaring bahan-bahan hukum nasional Indonesia; 4. sebagai bahan utama dan unsur utama hukum nasional Indonesia.11

Berdasarkan teori eksistensi di atas, keberadaan hukum Islam pada hukum nasional menjadi sumber penting dalam tatanan hukum nasional. Hukum Islam memang sudah diakui oleh masyarakat Indonesia, seperti hukum Islam yang dituangkan dalam fatwa. Hukum Islam yang dibahas dalam fatwa seperti hukum akad dalam transaksi, baik dalam jual beli, pembiayaan, jaminan, gadai, dan hukum lainnya. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian mengenai transaksi jual beli di internet (e-commerce) pada situs belanja online DuniaHalal.com yang merupakan situs e-commerce pertama di Indonesia berbasis halal dibentuk oleh PT. Galaksi Dunia Halal. Sudah semestinya, dalam transaksi jual-beli yang dilakukan pada situs tersebut sesuai dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, dalam mekanisme yang diterapkan harus sesuai dengan prespektif syariah.

2. Kerangka Konseptual

11 A. Rahmat Rosyadi dan H.M. Rais Ahmad, Formalisasi Syariat Islam dalam Perpektif Tata Hukum Indonesia, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2006), h. 87

(24)

13

Kerangka konseptual penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainya dari masalah yang ingin diteliti.

Kerangka konseptual diharapkan akan memberikan gambaran dan mengarahkan asumsi mengenai variabel-variabel yang akan diteliti. Kerangka konseptual memberikan petunjuk kepada peneliti di dalam merumuskan masalah penelitian. Peneliti akan menggunakan kerangka konseptual yang telah disusun untuk menentukan pertanyaan-pertanyaan mana yang harus dijawab oleh penelitian dan bagaimana prosedur empiris yang digunakan sebagai alat untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan tersebut.12

Oleh karena itu, penulis membuat gambaran mengenai hal yang akan diteliti dengan menggunakan kerangka konseptual yang disusun seperti berikut ini:

12 Diakses dari https://yogipoltek.wordpress.com/2013/05/23/kerangka-konseptual/ pada 11 Februari 2018

PT. Galaksi Dunia Halal

E-Commerce Halal DuniaHalal.com

Ketentuan Standarisasi

Halal

Akad Sistem

Pembayaran

Hubungan Hukum

Prespektif Syariah

Tidak Sesuai Sesuai

BPJPH

(25)

14 Tabel 1.1 G. Metode Penelitian

Penelitian (research) berarti pencarian kembali, yaitu pencarian terhadap pengetahuan yang benar (ilmiah) dan hasil dari pencarian tersebut digunakan untuk menjawab permasalahan tertentu.13 Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang terencana dilakukan dengan metode ilmiah bertujuan untuk mendapatkan data baru guna membuktikan kebenaran ataupun ketidakbenaran dari suatu gejala atau hipotesa yang ada.14

Inti daripada metode dalam setiap penelitian hukum adalah menguraikan tentang tata cara bagaimana suatu penelitian hukum itu harus dilakukan. Di sini peneliti menentukan metode apa yang akan diterapkan, tipe penelitian yang dilakukan, metode populasi dan sampling, bagaimana pengumpulan data akan dilakukan serta analisis yang dipergunakan. Seorang peneliti sebelum melakukan penelitian dituntut umtuk menguasai dan dapat menerapkan metodologi penelitian hukum dengan baik.15

Agar penelitian ini memiliki metode yang sesuai dalam penelitian yang akan dilakukan. Oleh karena itu, pada bab ini akan membahas mengenai metode penelitian hukum yang digunakan, yaitu:

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan empiris artinya bersifat nyata dalam arti usaha mendekati masalah yang diteliti dengan sifat hukum yang nyata atau sesuai dengan kenyataan yang hidup dalam masyarakat. Jadi

13 Amirudin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h.19

14 Bambang Waluyo, Penelitian Hukum Dalam Praktek, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), h.2

15 Bambang Waluyo, Penelitian Hukum Dalam Praktek, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), h.17

(26)

15

penelitian dengan pendekatan empiris harus dilakukan di lapangan, dengan menggunakan metode dan teknik penelitian lapangan. Peneliti harus mengadakan kunjungan kepada masyarakat dan berkomunikasi dengan para anggota masyarakat. Dari data-data yang dikumpulkan di lapangan, maka dapat diketahui apakah hukum yang diatur di dalam perundangan atau teori-teori yang diuraikan dalam kepustakan hukum, benar-benar berlaku dalam kenyataan, ataukah belum berlaku, tidak berlaku, terjadi penyimpangan, telah berubah dan sebagainya.16

Pendekatan empiris digunakan agar penulis mendapatkan dan memperoleh data secara langsung dari masyarakat ataupun dari pihak yang bersangkutan dalam penelitian ini. Hasil pengamatan langsung yang dilakukan penulis akan di analisis melalui prespektif hukum syariah baik dari segi lembaga, akad, transaksi pembayaran dan hal lain yang terkait dengan penelitian yang penulis lakukan.

2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian memaparkan corak penelitian yang akan dipakai, dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, atau untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain dalam masyarakat.17 Maksudnya adalah terutama untuk mempertegas hipotesa-hipotesa, agar dapat membantu di dalam memperkuat teori-teori lama, atau di dalam kerangka menyusun teori-teori baru.18

Penelitian deskriptif terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana mestinya. Sehingga, penelitian deskriptif hanya merupakan penyingkapan fakta. Penelitian ini akan memaparkan hasil yang didapat di lapangan. Hasil tersebut, kemudian dianalisis dengan melakukan

16 Diakses dari http://lisanofrianti.blogspot.co.id/2010/10/pendekatan-empiris.html pada 10 Februari 2018

17 Amirudin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h.25

18 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI-Pers, 2008), h. 10

(27)

16

kajian kepustakaan untuk membuat kesimpulan dari hasil penelitian. Sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui suatu masalah dan keadaan sebenarnya pada penelitian ini.

Untuk memperkuat penelitian deskriptif maka diperlukan penggunaan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi.19

19 Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 347

(28)

17 3. Sumber Data

Berdasarkan sumbernya, data dapat dibedakan menjadi data primer dan sekunder. Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya. Dalam hal ini, peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Sedangkan data sekunder adalah informasi yang telah dikumpulkan pihak lain. Dalam hal ini, peneliti tidak langsung memperoleh data dari sumbernya, peneliti bertindak sebagai pemakai data. Data sekunder dibagi menjadi dua kelompok menurut sumbernya, yaitu data internal yang tersedia di tempat penelitian dilakukan dan data eksternal yang merupakan data perolehan dari pihak luar.20

Sumber data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder:

1. Sumber data primer yaitu sumber data yang diambil dari hasil observasi yang penulis lakukan. Hasil observasi dari wawancara dengan pengurus di PT. Galaksi Dunia Halal yang bertanggung jawab terhadap situs berbelanja online DuniaHalal.com.

2. Data sekunder yaitu data yang digunakan sebagai informasi terkait dengan penelitian yang penulis lakukan. Data sekunder yang dimaksud meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum sekunder.

Bahan hukum primer berupa undang-undang, fatwa, dan aturan terkait, diantaranya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Implementasi Jaminan Produk Halal Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa

20 Hermawan Wasito, Pengantar Metodelogi Penelitian Buku Panduan Mahasiswa, (Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, 1993), h. 69

(29)

18

Halal, Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Jual Beli Salam. Bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal penelitian, dan artikel yang berkaitan dengan tema permasalahan.

Sementara bahan hukum tersier berupa kamus dan bahan-bahan dari internet yang berguna untuk menjelaskan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.

4. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam penelitian. Data yang terkumpuk akan digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan.21 Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:

a. Studi pustaka adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Dalam hal ini melakukan teknik pengumpulan data dengan memanfaatkan buku, jurnal, artikel, literatur, studi terdahulu guna mendapatkan landasaan teori mengenai permasalahan yang akan penulis teliti.

b. Studi lapangan (Field Research) adalah pengumpulan data secara langsung ke lapangan. Studi ini dilakukan agar penulis mendapatkan data yang akurat guna mendapatkan data primer yang menjadi teknik pengumpulan data utama dalam hasil penelitian. Studi lapangan ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pengurus PT. Galaksi Dunia Halal mengenai mekanisme dari sistem jual beli online di situs DuniaHalal.com. Selain itu penulis melakukan observasi dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, dengan cara menjadi pembeli pada situs belanja online DuniaHalal.com.

c. Studi dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dokumen untuk mendapatkan data atau informasi yang

21 Hermawan Wasito, Pengantar Metodelogi Penelitian Buku Panduan Mahasiswa, (Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, 1993), h. 69

(30)

19

berhubungan dengan masalah yang diteliti. Studi mengumpulkan sejumlah dokumen yang diperlukan sebagai bahan data informasi sesuai dengan masalah penelitian, seperti peta, data statistik, jumlah dan nama pegawai, data siswa, data penduduk; grafik, gambar, surat-surat, foto, akte, dan sebagainya.

d. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Dalam penelitian ini penulis menggunakan triangulasi teknik, yang berarti penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan dari data sumber yang sama.22 Dalam hal ini, penulis menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Selanjutnya data yang didapatkan, akan digabungkan menjadi suatu hasil untuk penelitian tentang permasalahan dalam penelitian ini.

5. Teknik Pengelolaan Data

Pengelolaan data adalah kegiatan merapikan data hasil pengumpulan data di lapangan sehingga siap dipakai untuk dianalisis.23 Teknik pengelolaan data yang penulis gunakan yaitu:

a. Cheking Data

Pada langkah ini, peneliti mengecek ulang data yang sudah didapatkan dari hasil lapangan yang lakukan, apakah datanya lengkap atau belum, kemudian melakukan penyeleksian data sehingga mendapatkan data yang relevan untuk digunakan dalam analisis. Hasil dari checking ini berupa pembetulan kesalahan, jika terjadi kesalahan data maka akan kembali melakukan observasi ke lapangan.

b. Editing Data

Harus melakukan pengeditan data yang telah didapatkan sebelumnya, dengan cara membaca kembali dan memperbaiki data jika terjadi kesalahan pada

22 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 241

23 Bambang Waluyo, Penelitian Hukum dalam Praktek, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), h.72

(31)

20

hasil penelitian. Jika terdapat hasil yang kurang jelas, maka perlu adanya kesempurnaan penulisan untuk memperjelas serta menghilangkan keraguan terhadap data penelitian.

c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification).

Peneliti berusaha menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan mencari makna setiap gejala yang diperoleh dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang mungkin ada, alur kausalitas dari fenomena, dan proposisi.

6. Metode Analisis Data

Bogdan dan taylor, mereka menjelaskan bahwa analisis data adalah proses yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa analisis data adalah telaah terhadap data-data yang sudah diperoleh kemudian membandingkannya dengan teori-teori yang ada.24

Data yang sudah diperoleh dalam penelitian ini secara konkrit akan dihubungkan dengan teori yang ada. Sehingga data tersebut bisa disimpulkan sesuai dengan pembahasan masalah dalam penelitian ini. Penelitian ini juga dapat dianggap sudah sesuai antara data hasil penelitian dengan teori yang digunakan dan dapat dikatakan sebagai hasil yang konkrit.

7. Metode Penulisan Skripsi

Dalam penyusunan penelitian ini, penulis menggunakan dan mengacu pada metode penulisan Buku Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 2017.

24 Diakses dari http://metode360.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-metode-analisis-data.html pada 11 Februari 2018

(32)

21 H. Sistematika Penulisan

Penulisan proposal skripsi ini disusun secara sistematis menjadi lima bab yang terdiri dari atas beberapa sub bab sesuai dengan pembahasan dan materi yang diteliti dengan rincian sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, review studi terdahulu, kerangka teori dan konseptual, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

Pembahasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan konsep bisnis e-commerce, hukum konsep bisnis e-commerce halal dari sudut pandang para ulama, menyangkut definisi bisnis e- commerce, manfaat berbelanja online pada bisnis e- commerce yang menerapkan prinsip syariah, perbedaan berbelanja online pada bisnis e-commerce yang menerapkan prinsip syariah dengan bisnis e-commerce yang tidak menerapkan prinsip syariah, prinsip syariah umum yang boleh digunakan dalam akad muamalah, dan akad-akad yang boleh digunakan dalam bisnis e-commerce yang menerapkan prinsip syariah.

BAB III GAMBARAN TENTANG PERUSAHAAN PT. GALAKSI

DUNIA HALAL YANG MENERAPKAN BISNIS E- COMMERCE HALAL DUNIAHALAL.COM

Pembahasan terhadap objek penelitian, menyangkut sejarah dan tujuan dibentuknya bisnis e-commerce berbasis halal pada situs berbelanja online DuniaHalal.com, ketentuan layanan fasilitas pada situs berbelanja online DuniaHalal.com, sistem operasional, mekanisme, alur transaksi yang diterapkan, keuntungan yang di dapat oleh PT.

(33)

22

Galaksi Dunia Halal dari situs berbelanja online DuniaHalal.com.

BAB IV ANALISIS KESUSUAIAN SYARIAH PADA

PELAKSANAAN BISNIS E-COMMERCE HALAL DUNIAHALAL.COM

Penjelasan secara rinci dari hasil temuan lapangan untuk kemudian diidentifikasi kesesuaian implementasi bisnis e- commerce berbasis halal pada situs berbelanja online DuniaHalal.com terhadap kesesuaian syariah, yaitu analisis terkait lembaga yang berwenang memberikan sertifikasi halal pada bisnis e-commerce berbasis halal, analisis hubungan hukum antara penyedia market place dengan penjual dan antara penjual dengan pembeli berdasarkan prespektif syariah, analisis akad yang digunakan dalam transaksi jual beli online di situs belanja DuniaHalal.com, analisis transaksi dan mekanisme dalam sistem pembayaran yang diterapkan pada situs belanja online DuniaHalal.com.

BAB V PENUTUP

Bab ini merupakan bab akhir dari penulisan skripsi, oleh karena itu di dalam bab ini akan dituliskan kesimpulan dari hasil penelitian yang penulis dapatkan serta beberapa saran yang dianggap penting dan perlu.

(34)

23 BAB II

TINJAUAN TEORETIS A. E-Commerce

1. Defenisi E-Commerce & E-Commerce Syariah

E-Commerce merupakan bagian dari Electronic Business, atau E- Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission). Secara umum E-Commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan barang atau jasa dengan menggunakan media elektronik. Media elektronik yang dibicarakan untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang. E-Commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer, yaitu internet. Menurut Julian Ding bahwa E-Commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-Commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.25

Gary Culter dan John Buddemeir mengatakan E-Commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai metode tambahan bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.26

Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapat David Baum, meyebutkan bahwa E-Commerce merupakan suatu perangkat teknologi yang dinamis, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan

25 Kumparan, “Pengertian E-Commerce menurut para ahli”, dari http://www.kumpulanpengertian.com/2015/04/pengertian-e-ommerce-menurutparaahli.html?m=1, diakses pada tanggal 21 Desember 2019

26 Dyaherwiyanti, “E-commerce dan E-business”, dari https://dyaherwiyanti-wordpress- com.cdn.ampproject.org, diakses pada tanggal 21 Desember 2019

(35)

24

perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.27

Loudon menjelaskan E-Commerce ialah suatu mekanisme transaksi antara pembeli dan penjual dalam membeli dan menjual berbagai barang secara digital dari perusahaan satu ke perusahaan yang lain dengan menjadikan komputer sebagai prantara transaksi bisnis yang dilakukan.

E-Commerce merupakan proses pembelian, penjual, atau pertukaran barang, jasa dan informasi melalui jaringan komputer termasuk internet.

Artinya mekanisme E-Commerce ini sama halnya dengan transaksi jual beli biasa, perbedaannya hanya pertemuan transaksinya jika transaksi biasa dilakukan secara langsung dan jika E-Commerce transaksi secara tidak langsung dan terhubung melalui internet.

Pihak pihak yang terkait dalam transaksi E-Commerce sebagai berikut:28 Penjual atau merchant atau pengusaha yang menawarkan sebuah produk melalui internet sebagai pelaku usaha, pembeli atau konsumen yaitu setap orang yang tidak dilarang oleh undang-undang, melakukan transaksi jual beli produk yang ditawarkan oleh penjual/pelaku usaha/merchant, bank sebagai pihak penyalur dana dari pembeli atau konsumen kepada penjual atau pelaku usaha/merchant, provider sebagai penyedia jasa layanan akses internet.

E-Commerce dari segi konsep dasarnya sebagai transaksi perdagangan antara penjual dan pembeli dengan penggunaan media digital yang berfokus pada internet. Prosesnya terdiri atas pemesanan barang, pembayaran transaksi, hingga pengiriman barang dikomunikasikan secara online.29 Keberadaan e-commerce memiliki

27 Onno W Purbo, Mengenal E-Commere, (Jakarta: PT Elex Media Komputindo,2000), h. 2.

28 Edmon Makarim, Kompilasi Hukum Telematika, (Jakarta: PT. Gravindo Persada, 2000), h. 65.

29 Marhamah, Sarip Hidayatulloh, Ari Irawan, “Sistem E-Commerce B2C Pada PT. Harahap Sentosa Nusantara”, Jakarta Pusat, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurnal Sistem Informasi, 2016, h. 161.

(36)

25

nilai tambah sendiri di bidang perdagangan, dengan pemanfaatan teknologi internet proses transaksi jual beli dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. E-Commerce terdiri dari dua segmen yaitu business to business e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha) dan business to consumer e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha dengan konsumen).

Budi Raharjo menilai “Indonesia memiliki kompetensi dalam pengembangan e-commerce atau jual beli melalui elektronik ini.

Munculnya aplikasi yang memudahkan kegiatan ekonomi ini semakin menjadi pendorong dari sistem e-commerce ini dapat berkembang dan memberikan dampak baik dalam aktifitas perekonomian di Indonesia. E- commerce dimaknai sebagai perdagangan, maka hal ini pun masuk dalam istilah muamalat, muamalat merupakan penamaan dalam islam terkait jual beli, dengan memaknainya tukar menukar barang atau jasa atau sesuatu yang memberi manfaat dengan tata cara yang ditentukan.30 Akad merupakan suatu hal yang sangat terpenting prihal bisnis islam. Bisnis dalam islam dikenal dengan transaksi yang bersifat fisik, adanya benda yang ditransaksikan, menghadirkan barang langsung pada saat transaksi atau benda yang dipesan, dengan syarat harus dinyatakan secara jelas ketentuan dan sifat benda secara spesifik, baik pada waktu sekarang maupun di waktu yang akan datang.31

Jual beli pesanan dalam fikih islam disebut As-Salam. Untuk sebutannya berbeda diantara penduduk hijaz dan penduduk iraq, penduduk hijaz memanggilnya dengan as-salam sedangkan penduduk Iraq menyebutnya sebagai as-salaf. Keduanyan memiluki persamaan arti, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika membicarakan bay’salam, beliau menggunakan kata as-salaf disamping as-salam. As-

30 Rodame Monitorir Napitupulu, “Pandangan Islam Terhadap Jual Beli Online”, At-Tijaroh, vol 1, no 2, IAIN Padangsidimpuan, 2015, h. 124

31 Munir Salim, “Jual Beli Secara Online Menurut Pandangan Hukum Islam”, vol 6. No. 2, UIN Alauddin Makassar Fakultas Syariah dan Hukum, Ad-Daulah, 2017, h. 373.

(37)

26

salam didefenisikan oleh ulama fikih ialah menjual suatu barang yang penyerahannya ditunda, atau menjual suatu barang yang ciri-cirinya jelas dengan pembayaran modal di awal, sedangkan barangnya diserahkan kemudian. Al-Bahuti menjelaskan defenisi as-salam adalah sebagai transaksi atas sesuatu yang masih berada dalam tanggungan dengan kriteria-kriteria tertentu dan diserahkan kemudian dengan pembayaran harga di tempat kontrak atau jual beli yang ditangguhkan dengan harga yang disegerakan.32

Berdasarkan perjalanan sejarahnya bai’ as-salam lebih awal hadir dibandingan dengan istilah e-commerce, karena e-commerce kehadirannya sebagai akibat pesatnya kemajuan teknologi dan informasi abad 21. Berdasarkan normatif-yuridis bai’ as-salam berasal dari jual beli yang dicontohkan oleh masyarakat awal islam serta menjadi landasan salah satu praktik fiqih jual beli yang terlegitimasi selama berabad-abad oleh umat islam. Pengakuan keseluruhan ulama fiqih transaksi as-salam menjadi parameter yang cukup baku untuk mengevaluasikan transaksi yang sama yang muncul belakangan. Karena transaksi as-salam ini termasuk produk fiqih pada masa lalu, membuatnya menjadi model transaksi klasik hukum islam yang akan menjadi pembanding dan penganalisa transaksi e-commerce ini. Dengan demikian e-commerce berdasarkan bisnis syariah yang dimaksud ialah jual beli salam sebagai jual beli pesanan dengan pembayaran di awal dan objek jual belinya diserahkan kemudian, dengan ciri-ciri spesifikasi barang harus jelas, melalui media elektronik sebagai penghubung antara penjual dan pembeli.

Perbedaan spesifik diantara e-commerce dan bai’ as-salam ini memang secara jelas berbeda sumber hukum pengambilannya.

Khususnya pada model penawaran, pembayaran, serta pengiriman dan penerimaan. Bukan secara mutlak menyatakan dalam islam bahwa e-

32 Haris Faulidi, Transaksi Bisnis E-Commerce, (Yogyakarta: Magistra Insani, 2004), h. 92.

(38)

27

commerce ini tidak sah. Kecuali e-commerce mengandung menentang prinsip dan nilai ajaran islam di bidang muamalah dalam hal ini terdiri dari, unsur maisir (judi/gambling), gharar (penipuan), riba dan produk atau jasa yang ditawarkan diharamkan oleh islam. As-salam harus mewujudkan hal-hal sebagai berikut:33

1. Adanya unsur yang sejalan dengan upaya merealisasikan kemaslahatan perekonomian (Maslahah al-Iqtishadiyah)

2. Sebagai rukhsah (dispensasi atau sesuatu yang meringankan) bagi manusia

3. Memberikan kemudahan bagi manusia 2. Jenis-Jenis Transaksi E-Commerce

Di dalam E-Commerce Syariah terdapat beberapa jenis-jenis di dalamnya, diantaranya ialah:

a) Bussines to Bussines (B2B): Bussines to Bussines (B2B) adalah sebagai sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis.34 b) Bussines to Cunsumer (B2C): Bussines to Cunsumer (B2C) adalah

trasaksi ritel dengan pembeli individual.35

c) Consumer to Consumer (C2C): Consumer to Consumer (C2C) adalah transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Juga seorang individu yang mengiklankan produk barang atau jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang.

33 Azhar Muttaqin, Transaksi E-Commerce Dalam Tinjauan Hukum Jual Beli Islam, vol vi, Fakultas Agama Islam UMM, Ulumuddin, 2010, h. 463.

34 Onno W Purbo, Mengenal E-Commere, (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2000), h.

2.

35Munir Fuady, Pengantar Hukum Bisnis, menata bisnis modern di era global, (Bandung: PT.

Citra Aditya, 2005), h. 408.

(39)

28

d) Consumer to Bussines (C2B): Consumer to Bussines (C2B) adalah individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi.

e) Non-Bussines Electronic Commerce: Non-Bussines Electronic Commerce meliputi kegiatan non bisnis seperti kegiatan lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, keagamaan dan lain-lain.

f) Intrabussines (organizational) Electronic Commerce: kegiatan ini meliputi semua aktivitas internal organisasi melalui internet untuk melakukan pertukaran barang, jasa, dan informasi, menjual produk perusahaan kepada karyawan, dan lain-lain.

3. Karakteristik E-Commerce Syariah

Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi E-Commerce memiliki berapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu:

1. Transaksi tanpa batas: sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya keluar negeri. Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara online

Transaksi anonim: para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu samaa lainnya.

Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.

(40)

29

Produk digital dan non digital: produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.

Produk barang tak berwujud: banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce dengan menawarkan barang tak berwujud seperti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

Implementasi e-commerce pada dunia industri penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik.

Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.

4. Konsep E-Commerce Syariah

E-Commerce merupakan perjanjan melalui online contract yang pada prinsipnya sama dengan perjanjian pada umumnya. Pembeda hanya dilihat pada media dalam membuat perjanjian tersebut. Walaupun dalam

Gambar

Tabel 3.1 Struktur Organsasi Duniahalal.com
Gambar 3.1. Download Dunia Halal di Playstore (Sumber: capture screenshot)
Gambar 3.2. Halaman Awal Aplikasi (Sumber: capture screenshot)
Gambar 3.3. Tahap Registrasi (Sumber: capture screenshot)
+7

Referensi

Dokumen terkait