• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

D. Keuntungan Bagi PT Galaksi Dunia Halal

Global Islamic Economy Report (2015-2016) dikutip dalam situs resmi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menunjukan pasar produk syariah atau produk halal di dunia bernilai lebih dari US$ 1 Ttriliun.

Pasar terbesar pada produk makanan dan minuman, diproyeksikan mencapai US$ 1,13 Triliun, pasar produk fashion mencapai US$ 230 Milyar, pasar farmasi bernilai US$ 75 Milyar, sedangkan kosmetik mencapai US$ 54 Milyar. Selain itu pasar tourism dan perbankan juga memiliki potensi untuk dikembangkan, Indonesia memiliki daya saing dibanding industri sejenis di luar negeri dalam memproduksi produk halal karena didukung oleh pasar yang besar di tanah air. Dunia halal dinilai dapat meraih pasar tersebut dan menjadi salah satu e-commerce halal terbesar di indonesia dalam beberapa bulan kedepan.

Ruang lingkup bisnis peluang industri syariah di Indonesia sangat besar yakni antara lain adanya 350 Universitas Islam, 100 ribu Pondok Pesantren, 150 Rumah Sakit Islam, Rp. 217 Triliun bagi dana zakat, Rp. 7

59

Triliun dana wakaf, Rp. 80 Triliun dana haji, serta Rp. 200 Trilun dari sektor dunia halal. Dimana ruang lingkup bisnis duni halal

1. KPR atau property syariah

Merupakan salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mendapatan segala kebutuhan yang berkaitan dengan perumahan dengan akad syariah.48 Perbedaan dengan KPR konvensional di lihat dalam akad yang ditawarkan oleh, dan juga KPR syariah tidak menerapkan sistem bunga bank dalam perhitungan angsuran dengan penggunaan akad bagi hasil (kerjasama). Juga untuk KPR syariah ini dapat menguntungkan nasabah, dan pada saat nasabah bermaksud melunasi angsuran pembayaran sebelum periode kontrak berakhir maka Lembaga Keungan Syariah tidak akan mengenakan pinalty pada pembiayaan KPR atau property syariah.49

2. Kredit mobil dan motor lainnya

Pencapaian laba atau profit yang maksimal dapat dilakukan dengan meningkatkan penjualan produk usaha yang biasanya dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatan penjualan melalui penerapan sistem jualan kredit tau angsuran dimana dengan adanya kebijjakan dari perusahaan hal ini akan dapat memudahkan pihak konsumen dalam mendapatkan barang atau produk yang diinginkannya.50 Pada masa saat ini transaksi kredit atau angsuran dikenal dalam Lembaga Keuangan Syariah sebagai pembiayaan murabahah, yang mana pembiayaan ini dimaksudkan untuk membantu nasabah yang kekurangan dana membeli objek jual beli, dalam penerapannya pun berbeda dengan masa klasik yang sekarang dikenal adalah murabahah lil amir bil syira, dimana

48 Muhammad Rizki Hidayah, Kholil Nawawi, Yusud Arif, Analisis Implementasi Akad Istishna Pembiayaan Rumah (Studi Kasus Developer Property Syariah Bogor), Jurnal Ekonomi Islam, vol 9, no 1, Universitas Ibn Khaldun, 2018, h. 3

49 Adrian Sutedi, Perbankan Syariah, Tinjauan Beberapa Segi Hukum, (Jakarta: PT Ghalia Indonesia, 2009), h. 95

50 Hasbudin Nur, Pengaruh Uang Muka dan Lama Angsuran Terhadap Volume Penjualan Motor Yamaha Pada CV Citra Selaras Raha, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UHO, 2013

60

nasabah yang membeli barangnya bukan pihak lembaga keuangan syariah, akan tetapi dengan pembelian barang yang sudah disepakati pada awal akad tersebut.:

3. Daging dan ayam

Kedua makanan ini sangat berperan dalam kebutuhan manusia sehari-hari, yang berati tingkat pembeliannya signifikan terutama dihari-hari besar dan acara-besar. Akan tetapi penjualan daging dan ayam harus dikelola sebaik mungkin, jangan sampai terjadinya kelangkaan yang berimbas pada naiknya harga, karena berasal dari perbuatan penimbunan, kartel, dan monopoli. Karena kedua hal ini termasuk potensi dalam menaikan bisnis syariah maka mulai dari perawatan, penyembelihan, pengemasan, tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah.

4. Wisata halal dan travel

Merupakan suatu produk pelengkap dan tidak menghilangkan jenis pariwisata konvensional. Gerakan baru dalam pengembangan pariwisata indonesia yang menjunjung tinggi budaya dan nila-nilai keislaman tanpa menghilangkan keunikan dari orisinalitas daerah.51 Trendnya wisata halal tercipta pula di Indonesia, yang memang sebagai pasar mayoritas muslim, pertumubuhan wisata halal indonesia pada 2018 mencapai 42 % bukan merupakan jumlah yang fantastis, akan tetapi tetap dijadikan perbaikan dari tiap tahunnya, disebutkan jumlah wisatawan muslim ke indonesia tahun 2018 sekitar 3.416.686 dan masih tertinggal oleh negara Malaysia yang berjumlah 6,435,763, dan Turki 6.158.944, hal ini merupakan dorongan bukan keputusasaan untuk mencapai wisata halal yang mendunia.52

51 Aan Jaelani, Industri Wisata Halal di Indonesia: Potensi dan Prospek, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Syekh Nurjati Cifrebon, 2017, h. 5

52 Industri Wisata Halal Indonesia Tertinggal dari Malaysia, liputan6.com, diakses pada 28 Desember 2019

61 5. Crowdfunding syariah

Konsep crowfunding syariah yang akan diterapkan di Indonesia pada dasarnya harus berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam bertransaksi sesuai syariah ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu, transaksi ekonomi dalam islam berdasarkan pada perputaran roda ekonomi sektor rill, bukan transaksi yang dilarang, dan dilaksanakan sesuai syariat islam. Ditujukan untuk pengembangan produk perbankan syariah dari perspektif syariah compliance. Untuk contoh crowfunding syariah yang sudah memiliki SOP untuk mengembangkan produk bank syariah yaitu produk wakaf hasanah yang dimiliki BNI Syariah.53

6. Komunitas pedagang syariah (UMKM)

Merupakan sektor usaha yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat indonesia. Usaha mikro umumnya memiliki karakteristik yang hampir sama, beberapa tempat diantaranya memiliki tingkat penghasilan yang rendah, tidak dikelola dengan baik, bahkan terdapat beberapa kasus yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar kelompok usaha mikro kecil seperti gizi, pendidikan, kesehatan, perumhan dan lain-lain. Usaha mikro kecil umumnya merupakan bagian dari kegiatan keluarga, tidak mempunyai badan hukum, mempergunakan teknologi sederhana, memanfaatkan sumber daya lokal dan tidak secara resmi diakui sebagai sektor ekonomi yang berperan penting dalam perekonomian nasional sehingga sering disebut dengan sektor informal, underground economy atau extra legal sector.54

7. Komunitas muslim Indonesia

Tersebarnya islam di indonesia mewujudkan satu komunitas tersendiri yang mayoritas merupakan satu perjalanan yang sangat panjang, proses terjadinya komunitas muslim tersebut melalui banyak

53 Muthiah Azzahra Rosyid, Ro’fah Setyowati, Islamiyati, Crowdfunding Syariah Untuk Pengembangan Produk Perbankan Syariah dari Perspektif Shariah Compliance, vol 6, no 4, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, 2017, h. 9

54 Isnaini Harahap, Analisis Dampak Penerapan Perbankan Syariah Terhadap Sektor UMKM di Sumatera Utara, Fakultas Ekonomi, (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2016) h.

72

62

etnis dengan berbagai jalur, umumnya ters’ebar didaerah pesisir dan langsung berhubungan langsung dengan kegiatan pasar dan perdagangan.

Komunitas muslim merupakan sekelompok manusia yang kehidupannya, konsepsinya, situasi, sistem, nilai dan keseluruhan pertimbangannya bersumber pada metode islam.55

8. B2B syariah (sekolah, pesantren, rumah sakit, yayasan, badan amil, dan lain lain)

Bisnis ke bisnis adalah bentuk transaksi antar bisnis, seperti yang melibatkan produsen dan grosir, atau grosir dan pengecer. B2B merupakan bisnis yang dilakuakan antara perusahaan, bukan antara perusahaan dan konsumen individu. Transaksi bisnis ke bisnis adalah suatu yang umum dalam rantai pemapasokan barang yang khas, karena perusahaan membeli komponen dan produk seperti bahan baku untuk digunakan dalam proses manufaktur produk. Jadi kemudian dapat dijual kepada individu melalui transaksi bisnis ke konsumen.

9. Umrah dan haji

Merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh duniahalal.com dan banyak berbagai paket yang ditawarkan di dalamnya seperti umroh + city tour ke beberapa negara. Dunia halal menyediakan cicilan untuk paket-paket yang disediakan dimulai dari 3 kali/bulan, 6 kali/bulan, 9 kali/bulan, sampai 12 kali/bulan. Selanjutnya, dunia halal juga bekerja sama dengan beberapa travel umroh seperti Grasindo Travel, Paksi Tours and Travel, dan Asbihu Tour and Travel.

10. Donasi (zakat, infaq, qurban dan lain-lain)

Merupakan salah satu program dunia halal yang bertujuan untuk membantu korban-korban bencana alam yang bergerak sebagai program filantropi.

BAB IV

55 Ahmad Zainuri, Keberagaman Komunitas Muslim dan Islam Keindonesiaan, Vol.16, No.1, (Medina-Te: Uin Raden Fatah Palembang, 2017) h. 2

63

KESESUAIAN SYARIAH MARKETPLACE DUNIA HALAL.COM A. Kesesuaian Syariah (Fatwa Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000)

Transakasi pada duniahalal.com jual beli dilakukan dalam cara pemesanan, Jual beli pesanan dalam fiqih islam disebut As-Salam, maka dari itu yang membedakan pada jual beli lainnya dilihat dari media yang digunakan, dalam transaksi jual beli di duniahalal.com penjual dan pembeli tidak bertemu langsung dengan cara bertatap muka melainkan berkomunikasi menggunakan internet dalam sebuah aplikasi yang disediakan duniahalal.com. jika melihat dalam era global ini maka segala sesuatu akan didapatkan dengan cara yang mudah, konsumen sudah tidak harus lagi pergi keluar untuk membeli suatu barang yang di inginkan, karena hampir seluruh kebutuhan tersedia pada jual beli secara online.

Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Salam menimbang bahwa jual beli barang dengan cara pemesanan dan pembayaran harga lebih dahulu dengan syarat-syarat tertentu, disebut dengan salam. Dengan demikian fatwa ini digunakan sebagai landasan hukum bisnis online secara syariah. Kemiripan dalam hal jual beli pesanan, yakni objek jual beli dapat diberikan kemudian, dengan pembayaran di awal sesuai dengan spesifikasi barang yang disepakati dalam akad. Fatwa menjelaskan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam pengaplikasian jual beli pesanan.

1. Ketentuan Tentang Pembayaran

Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang, barang, atau manfaat. Dalam pemesanan di duniahalal.com pembayaran dapat dilakukaan dengan metode transfer, uang elektronik, dan virtual account. Perkembangan teknologi dan komunikasi pada saat ini memang tidak terhindarkan bagi dunia bisnis, hal ini pun di manfaatkan berbagai kalangan pebisnis dalam pelayanan belanja berbasis online. Beragamnya pembayaran merupakan upaya dalam menunjang pelayanan bisnis online sekaligus mendukung dengan perkembangan berbagai model pembayaran

64

yang semakin canggih. Sebagaimana ketentuan pertama dalam Fatwa Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Salam prihal alat bayar harus memenuhi kriteria seperti jumlah atau harga barang yang jelas.

Duniahalal.com tidak berbeda dengan marketplace pada umumnya dari segi penawaran harga, yang memang dari setiap produk sudah tertera pula harganya, yang berati pembelian di duniahalal.com menjadikan konsumen memiliki hak pilih untuk membeli ataupun tidak, apabila diputuskannya pembelian maka hal itu memang sudah di kehendaki oleh pembeli. Metode belanja online diketahui dengan pemberlakuan ongkos kirim kecuali market place menyediakan cash off delivery (COD) maka tidak dikenakan biaya pengiriman. Maka untuk jumlah pembayaran pada duniahalal.com harga barang + ongkos pengiriman, yang sudah secara otomatis jumlah pembayaran sesuai dengan alamat yang dituju, karena semakin jauh alamat yang dituju dapat dimungkinkan ongkos pengirimannya tidak sedikit.

Bentuk pembayarannya berdasarkan dengan metode yang diterapkan maka duniahalal.com menerima pembayaran dalam bentuk uang dan uang elektronik, keabsahan mengenai uang elektronik telah disebutkan dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia Nomor 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang uang elektronik syariah. Berdasarkan fatwa tersebut uang elektronik merupakan alat pembayaran yang didalamnya terdapat:

a. Diterbitkan atas dasar jumlah nominal uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit

b. Jumlah nominal uang yang disimpan secara elektronik dalam suatu media yang teregistrasi

c. Jumlah nominal uang elektronik yang dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan dan

d. Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut.

65

Penggunaan dan pelaksanaan uang elektronik ini harus terhindar dari transakasi yang ribawi, gharar, maysir, tadlis, risywah, dan israf serta transaksi atas objek yang haram atau maksiat. Hanya saja di awal pertama kali penulis mengunjungi duniahalal.com masih banyak yang kurang sesuai dengan syariah, masih adanya produk dengan tidak berlabelkan halal serta pembayaran melalui bank konvensional sehingga bagi penulis duniahalal.com belum sepenuhnya menerapkan prinsip syariah dalam objek jual beli, dan pembayaran. Pada kesempatan berikutnya penulis berkunjung secara langsung dan disambut baik oleh pihak PT Galaksi Dunia Halal dan diberikan beberapa informasi mengenai profil dari Duniahalal.com dengan pernyataan bahwa pihak PT Galaksi Dunia Halal sedang melakukan perubahan menajemen untuk saat ini dan vendor sedang diberhentikan sementara. Bagi penulis hal ini merupakan hal yang baik karena Duniahalal.com berusaha menerapkan prinsip syariah secara keseluruhan dalam marketplaace ini. Oleh karena itu, ketentuan mengenai alat bayar mengenai jumlah dan bentuknya, baik berupa jumlah uang dan bentuk uangnya telah sesuai syariah dengan kenyataan yang ada di Duniahalal.com.

2. Pembayaran Harus Dilakukan Pada Saat Kontrak Disepakati

Mekanisme penjualan online ialah pembeli membuka aplikasi marketplace kemudian memilih produk yang diinginkan, produk disertakan dengan harganya sehingga pembeli pun mengetahuinya disaat itu pula, apabila sudah menyetujui untuk melakukan pada pembayaran maka akad sudah dimulai, karena pembeli telah menyanggupi segala hal termasuk ongkos kirim, metode pembayarannya, serta kebijakan lainnya dengan pembayaran di awal dan produk diserahkan kemudian sesuai dengan waktu yang ditentukan. Tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh marketplace duniahalal.com setelah pembeli menghendaki pembelian suatu objek di duniahalal.com maka pembeli telah menyetujui pembelian suatu barang yang telah dipesan. Penulis berpendapat hal ini sesuai karena semuanya telah jelas dengan kriteria kebijakan yang berati pembeli ada hak

66

memilih untuk meneruskan pembelian atau tidak sehingga unsur pemaksaan tidak diberlakukan.

3. Pembayaran Tidak Boleh Dalam Bentuk Pembebasan Utang

Setiap pemesanan di duniahalal.com barang yang dibeli akan langsung dibayarkan oleh pemesan barang yang telah dipesannya, hal ini juga sebenarnya sebagai antisipasi atau perlindungan marketplace untuk terhindar dari gagal bayar. Bagaimanapun bisnis online ini tidak hanya seputar pembeli saja, masih ada pihak-pihak yang bersangkutan, seperti penjual dan marketplace bagi penulis ini merupakan suatu tindakan pencegahan untuk penyelarasan jalannya aktivitas belanja online.

4. Ketentuan Tentang Barang

a. Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang

Hal ini dimaksudkan bahwa suatu objek jual beli online ini dapat dijabarkan ciri-cirinya, sehingga dalam hal ini spesifikasi objek jual dapat jelas dan juga menghindari hal-hal gharar, maysir, dan riba.

Duniahalal.com memperkenalkan marketplace yang cukup lengkap dalam penawaran produk-produknya, dan pengelompokan produk dinilai lebih memudahkan konsumen dalam pencarian barang yang dibutuhkannya. Berikut tampilan produk yang ditawarkan oleh Duniahalal.com, dimana kategori ini dapat ditemukan diawal beranda pada aplikasi/website Duniahalal.com:

67

Gambar 4.1. Kategori Produk (Sumber: capture screenshot)

Bagi penulis maksud dari dapat diakui sebagai hutang ialah suatu barang atau produk ketika telah jelas kriterianya maka menjadi kewajiban Duniahalal.com untuk menghantarkan barang yang sudah diperjanjikan pada saat akad jual beli berlangsung. Menjadikan pembelian barang tidak diperkenankan dalam bentuk hutang, hal ini sebagai hak bagi konsumen untuk mendapatkan produk yang dipesan.

b. Harus Dapat Dijelaskan Spesifikasinya

Duniahalal.com dalam pengiklanan barang yang dijual berusaha memberi penjelasan dan keterangan barang yang akan dijual dengn baik jujur serta apa adanya, dengan demikian Duniahalal.com sudah menjalankan aturan yang semestinya diberlakukan dalam E-Commerce bisnis halal.

68

Gambar 4.2. Definisi Produk (Sumber: capture screenshot)

Unsur penipuan dan ketidakjujuran sangatlah tidak dibenarkan dalam islam. pernyataan ini sesuai dengan hadist Nabi yang melarang untuk melakukan penipuan atau larangan lainnya yang sesuai dengan hadist yang telah dicantumkan pada bab 2.

c. Penyerahannya Dilakukan Kemudian

Ketentuan ini menjadi penjelas bahwa akad salam dan jual beli online dikatakan selaras. Karena pada saat terjadinya pembelian produk, selanjutnya dilakukan pembayaran produk, dan produk dapat diperoleh sesuai dengan waktu yang terdapat dalam aplikasi marketplacenya, sebenarnya Duniahalal.com tidaklah jauh berbeda pada marketplace lainnya hanya untuk produk halal memang bisa didapatkan pada Duniahalal.com ini, yang berati sesuai dengan keadaan yang terjadi.

69

Gambar 4.3. Detail Pemesanan (Sumber: capture screenshot)

d. Waktu dan Tempat Penyerahan Barang Harus Ditetapkan Berdasarkan Kesepakatan

Ketentuan ini dapat dilakukan oleh pemilik aplikasi marketplace dalam hal ini Duniahalal.com yakni pengisian data alamat yang akan dituju oleh pengirim yang diperuntukan bagi pembeli dapat dikatakan sistem ini adalah delivery/pengiriman paket melalui jasa kurir. Berbeda pada Cash Off Delivery/ penyerahan barang secara bertatap muka, sistem ini mengharuskan pembeli bertemu dengan seseorang dari pihak marketplace.

70

Gambar 4.4. Halaman Alamat Pengiriman (Sumber: capture screenshot)

e. Pembeli Tidak Boleh Menjual Barang Sebelum Menerimanya

Ketika telah memberikan informasi tujuan alamat, maka pihak pengirim akan mengirimkan sesuai dengan arahan alamat yang disertakan pada saat akad, dengan demikian pembeli tidak boleh mengalihkan objek jual beli, karena hal ini dapat mengacaukan sistem penjualan dalam suatu marketplace.

f. Tidak Boleh Menukar Barang, Kecuali dengan Barang Sejenis Sesuai Kesepakatan

Barang yang telah dipesan tidak dapat di tukar dengan barang lain tetapi dapat ditukar jika barang rusak atau cacat dengan barang serupa.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dari gharar karena belum tentu barang yang berbeda ditukarkan dengan harga yang sama

5. Ketentuan tentang Salam Paralel

71

Dibolehkan melakukan salam paralel dengan syarat, akad kedua terpisah dari, dan tidak berkaitan dengan akad pertama. Dalam pembelian di duniahalal.com maka pembayaran dapat di gabungkan menjadi satu, tetapi terpisah dalam penjumlahan produk. Oleh karena itu, disetiap pembelian barang yang berbeda maka transaksi pula melakukan penjumlahan secara dipisah dan pada saat pembayaran dapat dibayarkan pada kedua barang tersebut.

Gambar 4.5. Produk Pesanan (Sumber: capture screenshot)

6. Penyelesaian Perselisihan

Fatwa menjelaskan peselisihan diantara kedua belah pihak, maka persoalannya diselesaikan melalui Badan Arbitrase Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Terdapat perbedaan instansi dalam fatwa yang ditunjuk dalam penyelesaian permaslahan adalah Basyarnas sedang dalam Surat Perjanjian Market Place tercantum dalam pasal 14 huruf c penyelesaian dengan jalan musyawarah tidak tercapai,

72

maka dimintakan penyelesaian kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

B. Hubungan Hukum antara Penyedia Market Place dengan Penjual dan

Dokumen terkait