Kerangka teori adalah kemampuan seorang peneliti dalam mengaplikasikan pola berpikirnya dalam menyusun secara sistematis teori-teori yang mendukung permasalahan penelitian.
Teori berguna menjadi titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalah. Dalam sebuah tulisan ilmiah kerangka teori adalah hal yang sangat penting, karena dalam kerangka teori tersebut akan dimuat teori-teori yang relevan dalam menjelaskan masalah yang sedang diteliti. Kemudian kerangka teori ini digunakan sebagai landasan teori atau dasar pemikiran dalam penelitian yang dilakukan.9 Teori yang sesuai dengan penelitian ini, terkait teori-teori hukum Islam dalam penerapan hukum tersebut di Indonesia.
Teori yang pertama, yaitu teori pemikiran strukturalistik. Pendekatan struktural menekankan transformasi dalam tatanan sosial dan politik agar bercorak Islami, sedangkan pendekatan kultural menekankan transformasi dalam perilaku sosial agar bercorak Islami. Namun, hubungan timbal balik antara keduanya amatlah sinergis. Pendekatan struktural menyertakan pendekatan politik, lobi, atau melalui sosialisasi ide-ide Islami, kemudian menjadi masukan dalam proses pembuatan kebijakan hukum. Amin Rais merupakan tokoh yang mendukung pendekatan struktural, berpendapat bahwa transmormasi nilai-nilai Islam melalui kegiatan dakwah harus mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Kegiatan dakwah harus dilaksanakan secara simultan dengan gerakan-gerakan lain dalam berbagai bidang kehidupan yang ditujukan untuk merubah status quo. Dengan kata lain, kegiatan-kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmiah, harus menjadi sarana untuk merealisasikan nilai-nilai Islam.10
Berdasarkan teori strukturalistik di atas, dapat dikatakan bahwa transformasi dari berbagai aspek kehidupan menjadi Islami merupakan hal yang baik untuk
9 Diakses dari http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-kerangka-teori-definisi.html pada 11 Februari 2019
10 A. Rahmat Rosyadi dan H.M. Rais Ahmad, Formalisasi Syariat Islam dalam Prespektif Tata Hukum Indonesia, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2006), h.27
12
diterapkan baik dari kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ilmiah. Salah satu kegiatan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia ialah kegiatan ekonomi. Banyak warga yang melakukan kegiatan ekonomi seperti melakukan perdagangan. Dengan kegiatan perdagangan tersebut dapat melakukan trasnsformasi hukum Islam pada transaksi yang dilakukan oleh pelaku usaha.
Teori eksistensi dikemukakan oleh H. Ichtijanto S.A., dosen pengajar mata kuliah Kapita Selekta Hukum Islam dan Sejarah Hukum Islam pada Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia. Ia berpendapat, bahwa teori eksistensi dalam kaitannya dengan hukum Islam adalah teori yang menerangkan tentang adanya hukum Islam di dalam hukum nasional. Teori ini mengungkapkan, bentuk eksistensi hukum Islam sebagai salah satu sumber hukum nasoional ialah sebagai berikut: 1. merupakan bagian integral dari hukum nasional Indonesia; 2. keberadaan, kemandirian, kekuatan, dan kewibaanya diakui oleh hukum nasional serta diberi status sebagai hukum nasional; 3. norma-norma hukum Islam (agama) berfungsi sebagai penyaring bahan-bahan hukum nasional Indonesia; 4. sebagai bahan utama dan unsur utama hukum nasional Indonesia.11
Berdasarkan teori eksistensi di atas, keberadaan hukum Islam pada hukum nasional menjadi sumber penting dalam tatanan hukum nasional. Hukum Islam memang sudah diakui oleh masyarakat Indonesia, seperti hukum Islam yang dituangkan dalam fatwa. Hukum Islam yang dibahas dalam fatwa seperti hukum akad dalam transaksi, baik dalam jual beli, pembiayaan, jaminan, gadai, dan hukum lainnya. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian mengenai transaksi jual beli di internet (e-commerce) pada situs belanja online DuniaHalal.com yang merupakan situs e-commerce pertama di Indonesia berbasis halal dibentuk oleh PT. Galaksi Dunia Halal. Sudah semestinya, dalam transaksi jual-beli yang dilakukan pada situs tersebut sesuai dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, dalam mekanisme yang diterapkan harus sesuai dengan prespektif syariah.
2. Kerangka Konseptual
11 A. Rahmat Rosyadi dan H.M. Rais Ahmad, Formalisasi Syariat Islam dalam Perpektif Tata Hukum Indonesia, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2006), h. 87
13
Kerangka konseptual penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainya dari masalah yang ingin diteliti.
Kerangka konseptual diharapkan akan memberikan gambaran dan mengarahkan asumsi mengenai variabel-variabel yang akan diteliti. Kerangka konseptual memberikan petunjuk kepada peneliti di dalam merumuskan masalah penelitian. Peneliti akan menggunakan kerangka konseptual yang telah disusun untuk menentukan pertanyaan-pertanyaan mana yang harus dijawab oleh penelitian dan bagaimana prosedur empiris yang digunakan sebagai alat untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan tersebut.12
Oleh karena itu, penulis membuat gambaran mengenai hal yang akan diteliti dengan menggunakan kerangka konseptual yang disusun seperti berikut ini:
12 Diakses dari https://yogipoltek.wordpress.com/2013/05/23/kerangka-konseptual/ pada 11 Februari 2018
14 Tabel 1.1 G. Metode Penelitian
Penelitian (research) berarti pencarian kembali, yaitu pencarian terhadap pengetahuan yang benar (ilmiah) dan hasil dari pencarian tersebut digunakan untuk menjawab permasalahan tertentu.13 Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang terencana dilakukan dengan metode ilmiah bertujuan untuk mendapatkan data baru guna membuktikan kebenaran ataupun ketidakbenaran dari suatu gejala atau hipotesa yang ada.14
Inti daripada metode dalam setiap penelitian hukum adalah menguraikan tentang tata cara bagaimana suatu penelitian hukum itu harus dilakukan. Di sini peneliti menentukan metode apa yang akan diterapkan, tipe penelitian yang dilakukan, metode populasi dan sampling, bagaimana pengumpulan data akan dilakukan serta analisis yang dipergunakan. Seorang peneliti sebelum melakukan penelitian dituntut umtuk menguasai dan dapat menerapkan metodologi penelitian hukum dengan baik.15
Agar penelitian ini memiliki metode yang sesuai dalam penelitian yang akan dilakukan. Oleh karena itu, pada bab ini akan membahas mengenai metode penelitian hukum yang digunakan, yaitu:
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan empiris artinya bersifat nyata dalam arti usaha mendekati masalah yang diteliti dengan sifat hukum yang nyata atau sesuai dengan kenyataan yang hidup dalam masyarakat. Jadi
13 Amirudin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h.19
14 Bambang Waluyo, Penelitian Hukum Dalam Praktek, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), h.2
15 Bambang Waluyo, Penelitian Hukum Dalam Praktek, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), h.17
15
penelitian dengan pendekatan empiris harus dilakukan di lapangan, dengan menggunakan metode dan teknik penelitian lapangan. Peneliti harus mengadakan kunjungan kepada masyarakat dan berkomunikasi dengan para anggota masyarakat. Dari data-data yang dikumpulkan di lapangan, maka dapat diketahui apakah hukum yang diatur di dalam perundangan atau teori-teori yang diuraikan dalam kepustakan hukum, benar-benar berlaku dalam kenyataan, ataukah belum berlaku, tidak berlaku, terjadi penyimpangan, telah berubah dan sebagainya.16
Pendekatan empiris digunakan agar penulis mendapatkan dan memperoleh data secara langsung dari masyarakat ataupun dari pihak yang bersangkutan dalam penelitian ini. Hasil pengamatan langsung yang dilakukan penulis akan di analisis melalui prespektif hukum syariah baik dari segi lembaga, akad, transaksi pembayaran dan hal lain yang terkait dengan penelitian yang penulis lakukan.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian memaparkan corak penelitian yang akan dipakai, dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, atau untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain dalam masyarakat.17 Maksudnya adalah terutama untuk mempertegas hipotesa-hipotesa, agar dapat membantu di dalam memperkuat teori-teori lama, atau di dalam kerangka menyusun teori-teori baru.18
Penelitian deskriptif terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana mestinya. Sehingga, penelitian deskriptif hanya merupakan penyingkapan fakta. Penelitian ini akan memaparkan hasil yang didapat di lapangan. Hasil tersebut, kemudian dianalisis dengan melakukan
16 Diakses dari http://lisanofrianti.blogspot.co.id/2010/10/pendekatan-empiris.html pada 10 Februari 2018
17 Amirudin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h.25
18 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI-Pers, 2008), h. 10
16
kajian kepustakaan untuk membuat kesimpulan dari hasil penelitian. Sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui suatu masalah dan keadaan sebenarnya pada penelitian ini.
Untuk memperkuat penelitian deskriptif maka diperlukan penggunaan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi.19
19 Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 347
17 3. Sumber Data
Berdasarkan sumbernya, data dapat dibedakan menjadi data primer dan sekunder. Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya. Dalam hal ini, peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Sedangkan data sekunder adalah informasi yang telah dikumpulkan pihak lain. Dalam hal ini, peneliti tidak langsung memperoleh data dari sumbernya, peneliti bertindak sebagai pemakai data. Data sekunder dibagi menjadi dua kelompok menurut sumbernya, yaitu data internal yang tersedia di tempat penelitian dilakukan dan data eksternal yang merupakan data perolehan dari pihak luar.20
Sumber data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder:
1. Sumber data primer yaitu sumber data yang diambil dari hasil observasi yang penulis lakukan. Hasil observasi dari wawancara dengan pengurus di PT. Galaksi Dunia Halal yang bertanggung jawab terhadap situs berbelanja online DuniaHalal.com.
2. Data sekunder yaitu data yang digunakan sebagai informasi terkait dengan penelitian yang penulis lakukan. Data sekunder yang dimaksud meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum sekunder.
Bahan hukum primer berupa undang-undang, fatwa, dan aturan terkait, diantaranya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2019 tentang Implementasi Jaminan Produk Halal Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa
20 Hermawan Wasito, Pengantar Metodelogi Penelitian Buku Panduan Mahasiswa, (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 1993), h. 69
18
Halal, Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Jual Beli Salam. Bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal penelitian, dan artikel yang berkaitan dengan tema permasalahan.
Sementara bahan hukum tersier berupa kamus dan bahan-bahan dari internet yang berguna untuk menjelaskan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.
4. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam penelitian. Data yang terkumpuk akan digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan.21 Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:
a. Studi pustaka adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Dalam hal ini melakukan teknik pengumpulan data dengan memanfaatkan buku, jurnal, artikel, literatur, studi terdahulu guna mendapatkan landasaan teori mengenai permasalahan yang akan penulis teliti.
b. Studi lapangan (Field Research) adalah pengumpulan data secara langsung ke lapangan. Studi ini dilakukan agar penulis mendapatkan data yang akurat guna mendapatkan data primer yang menjadi teknik pengumpulan data utama dalam hasil penelitian. Studi lapangan ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pengurus PT. Galaksi Dunia Halal mengenai mekanisme dari sistem jual beli online di situs DuniaHalal.com. Selain itu penulis melakukan observasi dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, dengan cara menjadi pembeli pada situs belanja online DuniaHalal.com.
c. Studi dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dokumen untuk mendapatkan data atau informasi yang
21 Hermawan Wasito, Pengantar Metodelogi Penelitian Buku Panduan Mahasiswa, (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 1993), h. 69
19
berhubungan dengan masalah yang diteliti. Studi mengumpulkan sejumlah dokumen yang diperlukan sebagai bahan data informasi sesuai dengan masalah penelitian, seperti peta, data statistik, jumlah dan nama pegawai, data siswa, data penduduk; grafik, gambar, surat-surat, foto, akte, dan sebagainya.
d. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Dalam penelitian ini penulis menggunakan triangulasi teknik, yang berarti penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan dari data sumber yang sama.22 Dalam hal ini, penulis menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Selanjutnya data yang didapatkan, akan digabungkan menjadi suatu hasil untuk penelitian tentang permasalahan dalam penelitian ini.
5. Teknik Pengelolaan Data
Pengelolaan data adalah kegiatan merapikan data hasil pengumpulan data di lapangan sehingga siap dipakai untuk dianalisis.23 Teknik pengelolaan data yang penulis gunakan yaitu:
a. Cheking Data
Pada langkah ini, peneliti mengecek ulang data yang sudah didapatkan dari hasil lapangan yang lakukan, apakah datanya lengkap atau belum, kemudian melakukan penyeleksian data sehingga mendapatkan data yang relevan untuk digunakan dalam analisis. Hasil dari checking ini berupa pembetulan kesalahan, jika terjadi kesalahan data maka akan kembali melakukan observasi ke lapangan.
b. Editing Data
Harus melakukan pengeditan data yang telah didapatkan sebelumnya, dengan cara membaca kembali dan memperbaiki data jika terjadi kesalahan pada
22 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 241
23 Bambang Waluyo, Penelitian Hukum dalam Praktek, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), h.72
20
hasil penelitian. Jika terdapat hasil yang kurang jelas, maka perlu adanya kesempurnaan penulisan untuk memperjelas serta menghilangkan keraguan terhadap data penelitian.
c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification).
Peneliti berusaha menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan mencari makna setiap gejala yang diperoleh dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang mungkin ada, alur kausalitas dari fenomena, dan proposisi.
6. Metode Analisis Data
Bogdan dan taylor, mereka menjelaskan bahwa analisis data adalah proses yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa analisis data adalah telaah terhadap data-data yang sudah diperoleh kemudian membandingkannya dengan teori-teori yang ada.24
Data yang sudah diperoleh dalam penelitian ini secara konkrit akan dihubungkan dengan teori yang ada. Sehingga data tersebut bisa disimpulkan sesuai dengan pembahasan masalah dalam penelitian ini. Penelitian ini juga dapat dianggap sudah sesuai antara data hasil penelitian dengan teori yang digunakan dan dapat dikatakan sebagai hasil yang konkrit.
7. Metode Penulisan Skripsi
Dalam penyusunan penelitian ini, penulis menggunakan dan mengacu pada metode penulisan Buku Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 2017.
24 Diakses dari http://metode360.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-metode-analisis-data.html pada 11 Februari 2018
21 H. Sistematika Penulisan
Penulisan proposal skripsi ini disusun secara sistematis menjadi lima bab yang terdiri dari atas beberapa sub bab sesuai dengan pembahasan dan materi yang diteliti dengan rincian sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, review studi terdahulu, kerangka teori dan konseptual, metode penelitian, dan sistematika penulisan.