17 BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan di lahan kelapa sawit Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP). Waktu penelitian selama 3 bulan, dari April – Juni 2020.
3.2 Desain Penelitian
3.2.1 Susunan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Non Faktorial dengan perlakuan uji konsentrasi alelopati ekstrak daun sembung rambat (Mikania michrantha) yaitu:
M0 : Tanpa aplikasi ekstrak daun sembung rambat (kontrol).
M1 : Ekstrak daun sembung rambat 10%.
M2 : Ekstrak daun sembung rambat 15%
M3 : Ekstrak daun sembung rambat 20%
M4 : Ekstrak daun sembung rambat 25%
M5 : Ekstrak daun sembung rambat 30%
3.2.2 Rancangan Penelitian
Jumlah taraf : 6 taraf
Jumlah ulangan : 4 ulangan
Jumlah sampel/plot : 5 sampel (polybag)
Jumlah plot : 24 plot
Jumlah unit keseluruhan : 120 gulma Cynodon dactylon
18
Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang digunakan sebagai berikut:
Yij= μ + αi + βj + ɛij i= 1,2,3,4,5,6 , j=1,2,3,4 Dimana :
Yij = Hasil pengamatan dari faktor pemberian ekstrak daun sambung Rambat (Mikania micrantha) pada taraf ke-j dan ulangan ke-i
μ = Rataan umum
αi = Pengaruh ulangan ke-i
βj = Pengaruh konsentrasi ekstrak daun sambung rambat (Mikania micrantha) pada taraf ke-j
ɛij = Pengaruh galat pemberian ekstrak daun sambung rambat (Mikania micrantha) pada taraf ke-j ulangan ke-i
3.3 Bahan dan Peralatan Penelitian
Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah etanol 96%, daun sembung rambat (Mikania michrantha), Rumput Grinting (Cynodon dactylon), air dan tanah yang telah diayak. Alat yang digunakan adalah, polibeg ukuran 10 cm x 15 cm, botol, blander, cangkul, meteran, ember, gelas ukur.
3.4 Tahapan Penelitian 3.4.1 Persiapan Areal
Areal penelitian dilaksanakan di lahan Kampus STIP-AP Medan. Langkah awal dalam persiapan areal adalah :
a. Membersihkan lahan agar bersih dan terbebas dari gulma yang tumbuh di sekitaran lahan, dan untuk mempermudah melakukan pengukuran membentuk setiap plot tanam.
b. Kemudian, membuat plot-plot tanam dengan tali plastik dengan ukuran 50 cm x 50 cm dan jarak dari plot 1 ke plot sebelahnya 40 cm.
19
3.4.2 Persiapan dan Pembuatan media tanam
Media Tanam terdiri dari tanah topsoil yang sudah di ayak, tanah di masukkan ke dalam polibeg dengan ukuran 10 x 15 cm. Lalu di diamkan selama 3 hari agar tanah di dalam polibeg dapat menyatu dan padat.
3.4.3 Perkecambahan gulma
Rumput grinting (Cynodon dactylon) sebanyak 5 biji disemaikan kedalam 1 polibeg, 1 plot terdapat 5 polibag, pada penelitian terdapat 24 plot sehingga 24 x 5 = 120 polibag. Kemudian dilakukan penyiraman 2 x sehari yaitu pada pagi dan sore hari hingga tanah basah. Kemudian biarkan gulma tumbuh.
Setelah seminggu pilih salah satu gulma yang benar-benar baik pertumbuhannya.
3.5 Tahapan pembuatan ekstrak daun sembung rambat 3.5.1 Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun sembung rambat (Mikania micrantha) yang diambil dari daerah lahan jl. Amal luhur Medan Sumatera utara.
3.5.2 Prosedur kerja
Prosedur kerja meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, dan pembuatan ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha).
3.5.3 Pembuatan simplisia
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tumbuhan daun sembung rambat (Mikania micrantha) yang masih segar. Tumbuhan daun sembung rambat (Mikania micrantha) dicuci dan dibersikan dengan air keran yang mengalir, kemudian diangin-anginkan hingga daun mongering tanpa terkena sinar matahari langsung, kemudian di maserasi selama ± 3-5 hari.
20
3.5.4 Pembuatan bioherbisida ekstrak daun daun sembung rambat dengan cara maserasi
sebanyak 10 kg daun sembung rambat yang telah dibersikan dimaserasi dengan cara memasukan simplisia (1 kg) kedalam sebuah bejana (botol kimia) tuangankan 7 liter etanol 96% dan ditutup dibiarkan selama 3 x 24 jam, terlindungin dari cahaya matahari sambil diaduk sesekali, disaring, hingga diperoleh filtrat sebanyak 3.250 ml (maserasi 1), ampas kembali di maserasi dengan dilakukan penimbangan terlebih dahulu berat ampas 1.340 gr dimaserasi dengan 3 liter larutan etanol 96% didiamkan selama 3 x 24 jam terlindungi dari cahaya matahari sambil diaduk sesekali, kemudian disaring dan diperoleh filtrate sebanyak 3.770 ml (maserasi 2). Total dari keseluruhan maserasi yang di dapat sebanyak 7,02 liter. Filtrate yang diperoleh kemudian diuapkan dengan rotary evaporator tekanan rendah pada suhu ± 500C, hingga didapat ekstrak cair, selanjutnya ekstrak cair daun sembung rambat (Mikania micrantha) diuapkan di atas waterbath sehingga didapat hasil ekstrak kental daun sembung rambat (Mikania micrantha) (Ditjen POM, 1979).
3.5.5 Aplikasi bioherbisida
Aplikasi bioherbisida dilakukan sekali dengan volume 1 polibag 10 ml. Alat yang digunakan adalah gelas ukur. Dengan konsentrasi yang digunakan 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Pembuatan larutan ekstrak dilakukan dengan memasukan 180 ml air dan ditambahkan dengan 20 gr/ml larutan induk sehingga didapat konsentrasi 10%. 30 gr/ml larutan induk dan ditambahkan 170 ml air sehingga didapat konsentrasi 15%. 40 gr/ml larutan induk dan ditambahkan 160 ml air sehingga didapat konsentrasi 20%. 50 gr/ml larutan induk dan ditambahkan 150 ml air dan didapat konsentrasi 25%. 60 gr/ml larutan induk dan ditambahkan 140 ml air sehingga didapat konsentrasi 30%.
Aplikasi menggunakan gelas ukur 10 ml. Waktu aplikasi penyiraman pada pagi hari pukul 07.00 sampai 09.00 WIB.
21 3.6 Pengamatan dan Indikator
a. Pengamatan
Pengamatan pertumbuhan gulma Cynodon dactylon 5, 10, dan 15 hari setelah aplikasi (HSA).
b. Indikator
Parameter pertumbuhan gulma yang di amati meliputi : 1. Tinggi gulma
Di ukur dengan cara membuat standar mulai pengukuran dengan menggunakan tusuk gigi yang di tusukan kedalam tanah dan disisakan 1 cm dari permukaan tanah. Kemudian gulma di ukur mulai dari ujung tusuk gigi hingga ke ujung gulma tertinggi. Pengukuran dilakukan 3 kali yaitu hari ke 5, 10, dan 15 hari setelah aplikasi ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha).
2. Panjang akar
Dilakukan pada hari ke 15 setelah aplikasi ekstrak daun sembung rambat. Akar dibersikan dari tanah yang menempel diakar dengan cara merobek polybag dari samping untuk melepaskan gulma dari polybag kemudian gulma beserta tanah yang menempel di rendam di ember yang berisi air agar proses pemisahan tidak mematahkan akar pada gulma. Kemudian akar gulma di ukur mulai dari pangkal hingga ujung akar yang terpanjang.
3. Berat basah
Penimbangan berat basah dilakukan setelah selesai dari proses pengukuran panjang akar. Penimbangan gulma meliputi akar, batang, dan daun. Kemudian gulma ditimbang menggunakan timbangan digital.
4. Berat kering
Setelah selesai menimbang berat basah, gulma dimasukan kedalam amplop kecil yang diberi beberapa lubang disetiap sisinya dan diberi identitas konsentrasi dan ulangan yang dilakukan, kemudian di masukan ke dalam oven selama 1x 24 jam dengan suhu 800C. Setelah
22
kadar air sudah hilang atau gulma dalam keadaan kering kemudian gulma dikeluarkan dari dalam amplop dan di timbang menggunakan timbangan digital.
3.7 Bagan dan Alur Penelitian
Mulai Persiapan Areal Persiapan dan
Pembuatan Media Tanam
Perkecambahan Gulma Pemeliharaan
Gulma Pembuatan
Herbisida Ekstrak Daun
Sembung
Aplikasi Bioherbisida
Sembung
Pengamatan Pengolahan
Data
Laporan Penelitian Selesai
23 3.8 Jadwal Penelitian
No. Jenis Kegiatan
Bulan
April Mei Juni Juli Agustus 1 Persiapan Areal
2
Persiapan dan Pembuatan Media Tanam
3 Perkecambahan Gulma
4 Pembuatan Bioherbisida 5 Seleksi gulma
6 Aplikasi Biohebisida 7 Pengamatan 8 Analisa data
9
Penyusunan Laporan Penelitian 10 Seminar hasil
24 3.9 Layout Penelitian
U1 U2 U3 U4
M0
M1
M2
M3
M4
M5
U1M0 U2M5 U3M4 U4M3
U1M2 U2M3 U3M0 U4M4
U1M1 U2M1 U3M5 U4M2
U1M4 U2M2 U3M1 U4M5
U1M5 U2M4 U3M3 U4M0
U1M3 U2M0 U3M2 U4M1