• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tubuh manusia memerlukan asupan nutrisi yang cukup dan baik untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Asupan nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan makanan yang manusia konsumsi setiap hari. Asupan nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan makanan yang manusia konsumsi setiap hari. Maka dari itu sangatlah penting manusia mempunyai kebiasaan makan yang baik agar nutrisi dalam tubuh manusia bisa terpenuhi (Wahyu et al., 2015). Jika manusia berhasil memenuhi kebutuhan nutrisi ini dengan baik, tubuh menjadi lebih sehat dan segar namun jika tidak, tubuh manusia akan mengalami gangguan kesehatan pada tubuh contohnya pada bagian pencernaan.

Salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami oleh manusia adalah gastritis. Gastritis atau yang biasanya lebih sering disebut dengan penyakit maag merupakan keradangan yang terdapat pada daerah lambung dan jika dibiarkan akan sangat menganggu aktivitas dan akan berakibat fatal (Sumbara, 2020).

Angka kejadian gastritis tergolong cukup tinggi di kalangan masyarakat.

World Health Organization (WHO) mencatat sekitar 1,8 hingga 2,1 dari jumlah penduduk setiap tahunnya yang mengalami insiden gastritis, di Inggris (22%), China (31%), Jepang (14,5%), Kanada (35%), dan Perancis (29,5%). Rizkiana &

Tanuwijaya (2021) menyebutkan dalam penelitiannya bahwa angka di berbagai wilayah Indonesia cukup tinggi sebesar 40,8% adalah sekitar 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa. Beberapa wilayah tersebut diantaranya adalah, Surabaya (31,2%), Denpasar (46%) dan Medan (91,6%). Bahkan pada tahun 2016 Kalimantan Timur menjadi provinsi ke-4 tertinggi untuk kasus pasien gastritis di Indonesia (Amalia et al., 2020). Dari data diatas sudah bisa disimpulkan bahwa gastritis memiliki presentase yang cukup tinggi di Indonesia yang dialami oleh berbagai kalangan yang juga disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya kebiasaan makan dan pengetahuan.

(2)

Umumnya gratitis bisa menyerang semua orang dengan berbagai usia, namun berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh Shalahuddin &

Rosidin (2018) menyebutkan bahwa sebagian besar pasien gastritis dialami oleh remaja. Didalam studi tersebut, beliau juga menyebutkan banyak penyebab mengapa sebagian besar remaja mengalami insiden gastritis salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan menkonsumsi makanan yang beresiko, kurang nutrisi atau tidak sengaja/sengaja untuk tidak makan sehinga pola makan menjadi tidak teratur.

Gastritis juga sering dianggap sebagai penyakit yang ringan, padahal hal ini akan berakibat sangat fatal jika terus dibiarkan. Kebiasaan memakan makanan asam, pedas, berlemak tinggi, berbumbu banyak, dan bergas akan menyebabkan asam lambung meningkat. Meningkatnya asam lambung menyebabkan gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga tidak heran sebagian besar penderita gastritis akan mengalami rasa nyeri berlebihan dibagian lambung jika asam lambung meningkat. Gesekan akan lebih terasa jika lambung dibiarkan dalam keadaan kosong (Arikah; Muniroh, 2015).

Dalam salah satu penelitian dari Rizkiana & Tanuwijaya (2021) menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya gastritis adalah pengetahuan dan kebiasaan makan. Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, sedangkan kebiasaan makan yang diambil dari dua kata berbeda yakni kebiasaan yang artinya suatu perilaku yang dilakukan berulang-ulang dan makan yang merupakan salah satu sebab makhluk hidup untuk tetap bertahan hidup.

Menurut Lestari et al., (2016) terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pendidikan. Pengetahuan bisa dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang manusia tempuh. Beliau juga menyebutkan bahwa Pendidikan bisa mempengaruhi sejauh mana pengetahuan yang seseorang. Selain pendidikan, pengalaman adalah salah satu hal yang bisa mempengaruhi pengetahuan seseorang.

Pengetahuan memiliki peran penting terhadap seseorang dalam melakukan tindakan atau sesuatu. Apapun yang dilakukan oleh seseorang dipengaruhi oleh

(3)

seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki. Hal ini berkaitan dengan gastritis, jika seseorang mempunyai pengetahuan tentang penyakit gastritis, mereka akan menghindari tindakan yang menyebabkan penyakit gastritis. Dengan hal ini bisa dibuktikan bahwa pengetahuan adalah salah satu faktor seseorang melakukan suatu tindakan (Rosiani et al., 2020)

Dalam penelitian terbarunya, Eka (2020) menjelaskan bahwa hasil penelitian terbarunya mendapatkan 90% dari pengidap gastritis pada remaja dialami oleh remaja putri. Ini dikarenakan mereka yang takut akan gemuk sehingga menjalankan diet yang sangat berlebihan dan tubuh tidak memiliki asupan nutrisi yang cukup untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab gastritis. Lain dari itu, Saufika (2012) menyebutkan dalam penelitiannya bahwa beberapa remaja putri sangat menyukai makanan yang tidak memiliki nutrisi yang seimbang, makanan berlemak, pedas, asam dan memiliki minat yang rendah akan buah-buahan dan sayuran. Kebiasaan itulah yang menjadi salah satu penyebab gastritis.

Hasil penelitian nantinya dapat dijadikan sebagai sumber belajar siswa kelas X SMK Kesehatan Bagian II dengan materi bidang keahlian kesehatan yang sesuai dengan Permendikbud no.37 Tahun 2018 yang mengacu pada KD 3.7 yaitu menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dalam kaitannya dengan nutrisi, bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem pencernaan.

Berdasarkan penjelasan yang tertera diatas maka peneliti memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan pengetahuan dan kebiasaan makan terhadap gastritis pada remaja putri sebagai sumber belajar biologi di SMA Negeri 1 Kuaro Kabupaten Paser Kalimantan Timur”

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah ada hubungan pengetahuan terhadap gastritis pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kuaro tahun 2021?

2. Apakah ada hubungan kebiasaan makan terhadap gastritis pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kuaro tahun 2021?

(4)

3. Bagaimana hasil penelitian hubungan pengetahuan dan kebiasaan makan terhadap gastritis pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kuaro tahun 2021 sebagai sumber belajar biologi?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri terhadap gastritis pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kuaro tahun 2021.

2. Menganalisis hubungan kebiasaan makan terhadap gastritis pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kuaro tahun 2021.

3. Menganalisis hasil penelitian dari hubungan pengetahuan dan kebiasaan makan terhadap gastritis pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kuaro tahun 202 yang digunakan sebagai sumber belajar biologi.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka peneliti memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Secara teoritis

Peneliti berharap agar penelitian ini dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan sebagai bahan perkembangan ilmu pengetahuan dibidang biologi kesehatan khususnya dibidang pendidikan biologi.

2. Secara praktis a) Bagi Peneliti

Sebagai sarana pembelajaran melakukan penelitian ilmiah sekaligus mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat selama perkuliahan dan semoga penelitian ini bermanfaat bagi peneliti selanjutnya.

b) Bagi Remaja

Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan masukan, wacana dan pembelajaran bagi remaja putri agar mereka dapat mengetahui mengenai pentingnya kebiasaan makan dan memiliki informasi yang benar mengenai kebiasaan makan dengan kejadian gastritis.

(5)

c) Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai bahan informasi untuk peneliti lain yang berkaitan dengan kejadian gastritis pada remaja putri dan bahan pustaka dalam rangka menambah informasi tentang biologi kesehatan khususnya gastritis pada remaja putri.

1.5 Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan

Asumsi dan keterbatasan penelitian dan pengembangan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X, XI, dan XII di SMA Negeri 1 Kuaro.

2. Penelitian ini berfokus hanya pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kuaro.

1.6 Definisi Operasional

Definisi Istilah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengetahuan: Pengetahuan dalam bahasa inggris bermakna “knowledge”

yang berarti kenyataan dan kondisi memiliki informasi yang sedang dipelajari (Rusuli & Daud, 2015).

2. Kebiasaan makan: Gaya hidup individu untuk memilih makanan atau pangan untuk yang diperoleh secara berulang-ulang. Kebiasaan makan itu bisa menjadi reaksi terhadap pengaruh fisiologis (Saufika, 2012).

3. Remaja: Remaja atau yang biasanya disebut dengan adolesen yang merupakan fase peralihan dari anak anak menjadi dewasa. Perubahan yang signifikan banyak sekali terjadi pada tahap ini diantaranya adalah perubahan hormonal, fisik, psikologis, sosial maupun mental. (Diananda, 2018).

4. Gastritis: Sakit maag atau secara medis disebut gastritis adalah peradangan (pembengkakan) yang terjadi di mukosa lambung. Pola makan yang tidak teratur, frekuensi makan, jenis dan jumlah makanan merupakan sekian dari banyaknya faktor terjadinya penyakit gastritis. (Wahyu, Duwi; Supono;

Hidayah, 2015)

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN PENGETAHUAN, KEBIASAAN MEMBACA NUTRITION FACTS DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DENGAN STATUS GIZI LEBIH REMAJA PENGUNJUNG SUDIN PUSAR JAKSEL UPN Veteran

DOP bertanggung jawab atas segala aspek visual dalam sebuah karya sinematografi, pada iklan layanan masyarakat yang berjudul Kampanye Cegah Stunting pada

Wijayanti (2016) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa terdapat beberapa perubahan yang dapat memicu munculnya stres pada keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami

Menurut informasi dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana untuk Gunung Merapi yang memiliki siklus erupsi 4 tahun, menyebutkan bahwa ada kemungkinan

Di Indonesia hasil Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKKRI) 2012 mengungkapkan beberapa perilaku berpacaran remaja yang belum menikah, antara lain: remaja

7 Menyempurnakan dan menambahkan pendapat dari penelitian sebelumnya mengenai mekanisme pelaksanaan retaliasi, Freddy J.P (2012) dalam penelitiannya mengenai perdebatan

Sehubungan dengan permasalahan dan identifikasi masalah tersebut, maka rumusan dalam penelitian ini yaitu “Adakah Hubungan Yang Signifikan Antara Body Image Citra Tubuh Pada Remaja

Remaja yang berasal dari kondisi kemiskinan memiliki kualitas hidup yang kurang memadai dan memiliki lingkungan rumah yang merugikan yang dapat memengaruhi perkembangan dan kesehatan