• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di Indonesia permasalahan gizi mempunyai dampak yang serius bagi kualitas sumber daya manusia (SDM). Contoh permasalahan gizi yang masih banyak terjadi di masyarakat yaitu stunting. Menurut kemenkes tahun 2016 dalam (Nurbaiti, Suharno,

& Desy Dwi Cahyani, 2019) stunting adalah kondisi tidak ada kesesuaian tinggi badan anak dengan umurnya, hal ini bisa terjadi karena kekurangan gizi kronik sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Indonesia sehat merupakan salah satu program dari Kemenkes dalam upaya pembangunan nasional terutama di bidang kesehatan. Kemenkes terfokus pada penurunan prevalensi balita pendek sebagai upaya pembangunan kesehatan dalam peningkatan status gizi di Indonesia.

Prevalensi balita stunting yang terjadi di dunia pada tahun 2017 sebanyak 151 juta (22%), Indonesia menduduki urutan ke-3 di kawasan Asia Tenggara sebanyak (36,4%) (WHO, 2018). Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018, di Indonesia angka stunting mencapai 12.780 jiwa (42,6 %), sedangkan WHO sendiri mempunyai batasan untuk angka stunting yaitu < 20% (Kemenkes RI, 2018). Pada tahun 2019 pemerintah Indonesia mempunyai target penurunan angka stunting pada anak dibawah dua tahun (baduta) yaitu 28%. Namun, di tahun 2018 prevalensi stunting pada anak dibawah dua tahun masih 30,8% dimana Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat ketujuh terbanyak yang mengalami kejadian stunting. Hasil dari PSG tahun 2018 angka kejadian stunting di Jawa Timur sebanyak 26,7% dengan kategori pendek dan sangat pendek (Nurbaiti, Suharno, & Desy Dwi Cahyani, 2019). Sementara itu, data jumlah stunting di Kota Malang pada tahun 2019 yaitu dengan jumlah persentase stunting sebanyak 16,5% (Dinkes Kota Malang, 2019).

(2)

Penyebab terjadinya stunting karena tidak tercukupinya gizi kronis di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menyebabkan perkembangan anak mengalami gangguan. Periode emas 1000 hpk tidak bisa digantikan karena kebutuhan gizi pada anak harus tercukupi agar perilaku dan otak anak dapat berkembang optimal dan normal (Trihono, et al., 2015). Disaat seorang ibu pada waktu remajanya kekurangan nutrisi, bahkan dimasa kehamilan, dan laktasi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting harus dicegah lebih awal dengan cara lebih memperhatikan kesehatan saat remaja terutama calon ibu. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memastikan calon ibu sudah siap dalam menghadapi 1000 hpk (Kemenkes RI, 2016). Remaja putri yang mengalami anemia mengakibatkan terjadinya masalah pada kesehatan seperti penyakit tidak menular, produktivitas, dan masalah kesuburan. Remaja putri yang mengalami anemia mempunyai risiko menjadi wanita usia subur yang anemia selanjutnya menjadi ibu hamil anemia. Hal tersebut kemungkinan berakibat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan stunting.

Remaja putri yang mengalami anemia disebabkan gaya hidup yang kurang sehat. Dari Riskesdas menunjukan pada tahun 2018, sekitar 65% remaja tidak sarapan, 97%

kurang mengkonsumsi sayur dan buah, kurang aktivitas fisik dan mengkonsumsi gula, garam serta lemak yang berlebihan. Dari data tersebut maka diperlukan kecukupan gizi pada remaja putri agar saat dia dewasa dan mengandung tidak mengalami kekurangan gizi. Jadi, remaja putri harus mempunyai asupan gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini dapat membantu remaja putri agar mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal (Dewi, 2014). Pola makan adalah salah satu penyebab yang bisa mempengaruhi status gizi. Pola makan yang baik dan benar berpedoman pada Gizi Seimbang yaitu mengkonsumsi makanan sehari-hari dengan kandungan zat gizi yang sesuai dengan keperluan seseorang atau sekelompok umur.

Setiap mengkonsumsi makanan perlu memperhatikan prinsip 4 pilar yaitu anekaragam pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal (Kemenkes RI, 2014). Sedangkan remaja putri masih banyak yang tidak memperhatikan 4 pilar tersebut. Dapat dilihat dari hasil mini riset yang kami lakukan yaitu 75,7 % remaja putri jarang makan 3 kali sehari;

(3)

64,9% jarang sarapan dan 5,4% tidak pernah sarapan; 78,4% jarang berolahraga dan 10,8% tidak pernah berolahraga; 62,2% selalu tidur larut malam; 64,9% jarang mengkonsumsi buah-buahan; 54,1% jarang mengkonsumsi sayuran bahkan 8,1% tidak pernah mengkonsumsi sayuran; 45,9% selalu mengkonsumsi makanan siap saji; dan 32,4% selalu mengkonsumsi kopi.

Maka dari itu perlunya edukasi mengenai pencegahan stunting lebih awal dengan cara memperbaiki status gizi pada remaja putri karena pengetahuan seseorang dapat mempengaruhi perilakunya dalam sehari-hari. Edukasi dapat dilakukan dengan promosi kesehatan. Salah satu cara mewujudkan promosi kesehatan yaitu dengan Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Iklan layanan masyarakat bertujuan untuk memberikan informasi, mempengaruhi khalayak untuk orientasi sosial. Keuntungan sosial dari iklan layanan masyarakat yaitu munculnya kesadaran sikap, wawasan dan perubahan perilaku masyarakat terhadap informasi yang diiklankan. Keuntungan bagi Lembaga yang memasang iklan yaitu agar mendapatkan citra baik dari masyarakat atau stakeholders yang mendengarnya (Mukaromah, Yanuarsari, & Pertiwi, 2017). Jadi, diharapkan pesan yang kreatif dari iklan layanan masyarakat ini dapat mempersuasi target secara lebih tepat dan cepat (Nisa, 2015). Agar produksi iklan layanan masyarakat ini dapat berjalan maka dibentuknya tim produksi, yang mana terdiri dari 3 peran yaitu sutradara, Director of Photography dan editor. Pada pembuatan iklan layanan masyarakat ini penulis berperan sebagai DOP, maka penulis mempunyai tanggung jawab penuh dalam proses pra produksi dan produksi, karena DOP merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas visual yang dihasilkan dalam karya sinematografi. Dalam proses pra produksi DOP bertugas mengasilkan visual sesuai dengan konsep yang sudah di buat, yaitu dengan pembuatan storyboard yang berisi pergerakan kamera, ukuran gambar dan sudut pandang kamera. Dalam proses produksi DOP bertanggung jawab atas visual yang sudah dibuat pada storyboard dan memastikan setiap shot sesuai dengan yang ada di storyboard.

Dalam produksi pembuatan iklan layanan masyarakat ini, tentu saja ada beberapa hal yang membuat peran DOP menjadi cukup penting, hal itu menimbulkan pertanyaan “bagaimana peran DOP dalam produksi iklan layanan masyarakat

(4)

“Kampanye Cegah Stunting Pada Remaja Putri Dengan Tagline “Hari Ini Untuk Masa Depan”?”

B. Tujuan

Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menjabarkan peran DOP dalam produksi Iklan layanan masyarakat ini.

C. Manfaat 1. Untuk Penulis

Memenuhi syarat nilai tugas akhir karya Iklan Layanan Masyarakat.

2. Untuk Institusi Pendidikan

Diharapkan tugas akhir karya ini bisa dijadikan referensi untuk mahasiswa lain yang ingin membuat Iklan Layanan Masyarakat.

3. Untuk Masyarakat

● Dapat mengetahui proses pembuatan Iklan Layanan Masyarakat.

● Iklan ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat khususnya remaja putri dapat mengerti akan pentingnya kecukupan gizi. Sehingga terciptanya generasi muda yang sehat untuk mempersiapkan kelahiran generasi baru yang sehat pula.

D. Tinjauan Pustaka

Ada beberapa tinjauan pustaka dalam laporan akhir ini, antara lain:

D. 1 Iklan Layanan Masyarakat D. 1. 1 Iklan

Dalam kehidupan milenial seperti saat ini, media audio visual menjadi salah satu cara efisien untuk mengirimkan informasi kepada khalayak banyak. Sebuah video bisa menjadi media yang baik untuk dapat diterima pesannya kepada masyarakat umum. Iklan adalah contoh dari penggunaan video atau audio visual untuk menyebarkan informasi. Perusahaan memanfaatkan iklan sebagai salah satu teknik

(5)

promosi yang paling umum untuk mempromosikan produk mereka. Iklan merupakan komunikasi tidak langsung yang berisi informasi terkait keutamaan dan manfaat suatu produk yang sudah diatur sehingga menciptakan sensasi yang menyenangkan lalu membujuk seseorang untuk membelinya (Hastuti, 2013). Iklan menjadi salah satu cara komunikasi jarak jauh atau komunikasi yang mencakup khalayak banyak. Menjelaskan produk menjadi salah satu kerja sebuah iklan, oleh karena itu iklan menjadi sebuah cara promosi yang memiliki target dan memiliki teknik tertentu agar dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Iklan bukan hanya tentang menjelaskan produk, seperti Iklan Komersial yang mempromosikan produk agar nilai jualnya meningkat, tetapi Iklan bisa dijadikan sebagai cara mengedukasi yaitu dengan menggunakan Iklan Layanan Masyarakat (ILM).

D.1.2 Iklan Layanan Masyarakat

Pada kehidupan ini masyarakat juga membutuhkan sebuah informasi yang mengedukasi agar apa yang dilakukan kedepannya bisa menjadi lebih baik, yaitu dengan media seperti Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Menurut Pujianto, iklan layanan masyarakat adalah iklan yang digunakan untuk menyebarkan informasi, mempersuasi, atau mendidik khalayak dengan tujuan kemaslahatan masyarakat daripada keuntungan finansial (Pujianto, 2013). Manfaat sosial meliputi pengembangan pengetahuan baru, kesadaran sikap, dan perubahan perilaku dalam menanggapi masalah yang dinyatakan, yang semuanya sangat penting untuk kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan (Nisa, 2015). Iklan Layanan Masyarakat, menurut Kamus Istilah Iklan Indonesia, adalah sejenis iklan yang diproduksi oleh pemerintah, organisasi, atau lembaga komersial atau non-komersial untuk mencapai tujuan sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat (Rudianto, Aji, Nurdini, & Fadilah, 2018). Dalam hal ini Iklan Layanan Masyarakat menjadi sebuah media atau cara untuk merubah pemikiran penontonnya agar teredukasi dengan tujuan utama merubah perilaku penontonnya menjadi lebih baik sesuai dengan pesan-pesan yang disampaikan.

(6)

Iklan Layanan Masyarakat adalah media untuk melakukan Komunikasi Massa dengan cara membuat video Audio Visual yang berisi pesan-pesan edukasi yang bertujuan merubah perilaku. Target dari Iklan Layanan Masyarakat juga berbeda-beda dari setiap pembuat Iklan tersebut, tetapi target yang dituju di harapkan dapat tersampaikan dengan jelas oleh masyarakat atau khalayak banyak. Iklan Layanan Masyarakat dapat di publish di media internet seperti Youtube, Instagram, Facebook dan lainnya sesuai dengan target utama yang dituju dari setiap Iklan Layanan Masyarakat tersebut. Iklan Layanan Masyarakat dapat dikatakan berhasil apabila penonton Iklan Layanan Masyarakat bisa merubah perspektifnya sesuai dengan pesan- pesan yang ada dan mendapat perhatian khalayak. Kekuatan iklan dapat diukur dengan cara dilihat dari jumlah keterbacaan, tingkat pemahaman audiens, dan potensi iklan untuk memengaruhi perilaku. Jadi, jika suatu iklan dengan rating audiens yang tinggi maka semakin efektif pula iklan tersebut (Durianto, Sugiarto, Widjaja, & Supratikno, 2010).

Iklan Layanan Masyarakat digunakan di negara-negara industri untuk mengatasi masalah seperti mengubah perilaku masyarakat atau mengubah cita-cita.

Upaya untuk mengorganisir solidaritas komunal dalam menanggapi kesulitan yang mereka hadapi, khususnya situasi yang dapat membahayakan kohesi komunitas dan kehidupan pada umumnya. Iklan Layanan Masyarakat (ILM) ini juga efektif untuk meningkatkan kesadaran, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap masalah yang sedang dipasarkan. Biro Iklan Intervista adalah yang pertama di Indonesia yang menggunakan iklan layanan masyarakat. Intervisa membuat iklan layanan masyarakat pada tahun 1968 untuk mengatasi masalah petasan (Rhenald, 2007).

D. 1. 3 Tahapan Produksi ILM

Dalam buku Konsep dan Aplikasi Manajemen Periklanan (Rhenald, 1995), tahapan produksi iklan layanan masyarakat tidak berbeda dengan iklan biasa. Ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan, yaitu:

(7)

• Mengidentifikasi Masalah

Sebelum membuat iklan layanan masyarakat, hal yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi masalah, pemilihan dan analisa kelompok target, menganalisa kebutuhan, suasana sosiologis dan psikologis. Selain itu hal yang perlu dilakukan yaitu melihat bahasa, jalan pikirannya, maupun simbol yang berkaitan dengan masalah yang akan diangkat.

• Tentukan Tujuan

Menentukan tujuan khusus iklan mengenai apa yang diharapkan.

Tujuan menyangkut penambahan jumlah yang dilayani hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap program khusus.

• Tentukan Tema

Tema iklan adalah topik utama atau selling points yang hendak dicapai oleh iklan. Suatu tema iklan harus berfokus pada topik atau dimensi program yang sangat penting. Penulisan pasar sering diperlukan untuk mengidentifikasi topik atau dimensi tersebut.

• Menentukan Anggaran

Menentukan anggaran iklan yang diperlukan untuk suatu kampanye selama periode tertentu

• Perencanaan Media

Perencanaan media harus meliputi beberapa hal seperti identifikasi media yang ada dan tersedia, memilih media yang sesuai dan dapat digunakan, lalu menentukan waktu dan frekuensi penyiaran.

D. 2 Director of Photography

Seorang Director of photography bertanggung jawab atas seluruh aspek visual dalam produksi sebuah film. Mencakup Interpretasi visual pada skenario, pemilihan jenis kamera, pemilihan lensa, pemilihan jenis filter yang akan digunakan di depan lensa atau di depan lampu, pemilihan lampu dan jenis lampu yang sesuai dengan konsep sutradara dan cerita dalam skenario. Seorang DOP/Director of photography juga memutuskan pergerakan kamera, membuat konsep visual, membuat floor plan

(8)

nuntuk keefisienan pengambilan gambar. Artinya seorang DOP Director of photography adalah orang yang bertanggung jawab baik secara teknis maupun tidak teknis pada semua aspek visual dalam film (Effendy, 2014).

DOP bertanggung jawab atas segala aspek visual dalam sebuah karya sinematografi, pada iklan layanan masyarakat yang berjudul Kampanye Cegah Stunting pada Remaja Putri, DOP menggunakan pergerakan kamera, ukuran gambar, sudut pengambilan gambar yang sudah dibuat dalam konsep.

D. 2.1 Pergerakan Kamera 1. Still

Still adalah kamera yang tidak bergerak (tetap, diam atau stay).

D. 2. 2 Ukuran Gambar 1. Close up

Adalah teknik pengambilan gambar dari ujung kepala hingga bahu.

2. Medium Shot

Adalah pengambilan gambar yang dilakukan dari batas kepala hingga lutut.

3. Long Shot

Adalah pengambilan gambar yang diambil secara luas menunjukan objek dan latar.

D. 2. 3 Sudut Pengambilan Gambar 1. Eye Level

Adalah sudut pengambilan gambar yang sejajar dengan subjek.

2. High Angle.

Adalah sudut pengambilan gambar yang diambil dari sudut lebih tinggi dari subjek.

D. 3 Remaja Putri

D. 3. 1 Definisi Remaja Putri

Remaja putri adalah individu yang mengalami pertumbuhan seperti muncul ciri-ciri seks sekunder dan primer, tercapainya fertilitas dan perubahan emosional,

(9)

fisiologi serta psikologi. Pertumbuhan yang terjadi saat mereka berpindah dari masa anak-anak ke masa dewasa. Perubahan fisiologi ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi seperti menstruasi (Rohan & Siyoto, 2013). Remaja putri merupakan individu dengan usia 15 tahun sampai dengan 23 tahun. Masa remaja juga dapat dikatakan masa perubahan yang mencakup perubahan sikap dan fisik (Pratiwi, 2012).

D.3.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja Putri

Perkembangan remaja putri berdasarkan Hurlock (Hurlock, 2012) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Perubahan Tubuh Saat Masa Puber a. Perubahan Ukuran Tubuh

Perubahan fisik primer ketika masa puber yaitu perubahan ukuran tubuh (tinggi dan berat badan). Anak perempuan umumnya mengalami rata-rata peningkatan per tahun (tahun sebelum haid) yaitu sebesar 3 inci, namun peningkatan ini mampu juga mencapai 5 sampai 6 inci. Dua tahun sebelum haid terjadi peningkatan rata-rata yaitu 2,5 inci. Jadi total peningkatan selama dua tahun sebelum haid yaitu 5,5 inci dan setelah haid terjadi tingkat pertumbuhan akan mengalami penurunan sampai kira-kira 1 inci dalam setahun dan berhenti saat berusia sekitar 18 tahun. Penambahan berat badan anak perempuan + dalam 1 tahun yakni rata-rata sekitar 10 Kg.

b. Perubahan Proporsi Tubuh

Sebelum mengalami puber terjadi perubahan proporsi tubuh pada daerah tertentu terlampau kecil, sedangkan saat sudah mulai puber perubahan proporsi tubuh menjadi lebih besar sebab kematangan terjadi lebih cepat dari daerah tubuh lain. Contohnya badan yang kurus mulai mengalami pelebaran di bagian pinggul dan bahu.

2. Akibat Perubahan Remaja Putri Pada Masa Puber b. Akibat terhadap keadaan fisik

Perubahan pertumbuhan yang pesat sering disertai dengan kelesuan, kelelahan, dan gejala buruk yang lain. Biasanya mengalami permasalahan

(10)

pencernaan dan nafsu makan yang kurang baik. Anak prapuber juga mengalami gangguan perubahan kelenjar yang mengakibatkan terganggunya fungsi pencernaan. Pada masa ini sering mengalami anemia karena disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk sehingga mengakibatkan semakin bertambahnya kelesuan dan kelelahan.

c. Akibat pada sikap dan perilaku

Anak perempuan mengalami pubertas lebih dini daripada anak laki-laki, mereka menunjukkan indikator perilaku yang mengganggu lebih awal. Perilaku perempuan lebih cepat stabil daripada perilaku laki-laki, dan mereka melanjutkan perilaku pra-pubertas mereka.

D. 4 Stunting

Stunting adalah suatu keadaan dimana status gizi seseorang ditentukan oleh z- score tinggi badan (TB) untuk usia (U) sebesar <-2 SD. Indeks TB/U adalah pengukuran antropometrik yang mengukur riwayat status gizi dan dikaitkan dengan faktor lingkungan dan sosial ekonomi. Status gizi pendek dan sangat pendek ditetapkan dengan SK Menteri Kesehatan berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) yang disamakan dengan kata stunting (pendek) dan tinggi badan menurut umur (TB/U). stunting parah (sangat pendek).

Dampak defisit nutrisi pada tinggi badan dapat diamati dalam kurun waktu yang lama (Senbanjo, Oshikoya, Oddusanya, & Njokanma, 2011). Menurut The World Organization (2018) mengklaim bahwa pada tahun 2017 sebesar 151 juta (22%) balita di dunia mengalami stunting, Indonesia sendiri menempati urutan ketiga di kawasan Asia Tenggara sebanyak (36,4%). Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), Indonesia mencapai angka stunting sebanyak 12.780 jiwa (42,6 %). Dari data tersebut dapat diketahui bahwa agka stunting di Indonesia masih tergolong besar, sedangkan WHO sudah menetapkan batasan untuk angka stunting yaitu < 20% saja (Kemenkes RI, 2018).

(11)

Stunting yaitu gejala kekurangan gizi kronis yang dikarenakan kurangnya interaksi antara berbagai faktor risiko yang telah berlangsung setidaknya selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (Hpk) (World Health Organization, Unicef, Unsaid, 2015).

Tindakan pencegahan harus dimulai pada usia muda, dengan fokus pada kesehatan remaja terutama wanita hamil. Karena stunting bukan hanya masalah bagi anak-anak yang tidak cukup makan. Stunting harus dicegah mulai dengan memastikan ibu hamil sudah siap menghadapi 1000 hpk. Stunting berdampak pada perkembangan anak yang berlangsung hingga mencapai usia dewasa. Anak stunting memiliki peluang kematian lebih tinggi dibandingkan anak yang tumbuh normal, perkembangan fisik dan mentalnya lambat, kemampuan kognitif dan psikososialnya buruk, serta berisiko mengalami obesitas dan penyakit tidak menular termasuk hipertensi dan diabetes saat dewasa (Kemenkes RI, 2016). Program pencegahan stunting dimaksudkan untuk melibatkan seluruh masyarakat, namun istilah stunting serta faktor risiko dan konsekuensinya belum dipahami secara umum.

E. REVIEW KARYA SEJENIS

E. 1 PENERAPAN TEKNIK BLOCKING CAMERA DALAM PEMBUATAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT ANAK JALANAN BELAJAR

Tugas akhir ini disusun oleh Ririn Erni Yulia Tutik, Hestiasari Rante dan Setiawarhana sebagai syarat kelulusan tugas akhir prodi Jurusan Telekomunikasi.

Perbedaan dari iklan layanan masyarakat ini dengan karya kami selaku pembuat karya adalah terletak dari output yang dihasilkan. Pada tugas karya ini penulis berfokuskan kepada teknik Blocking camera.

Iklan layanan masyarakat ini menggunakan teknik Blocking Camera yang ditujukan agar dapat mempersingkat waktu dalam produksi berlangsung. Penulis menggunakan teknik over shoulder shot dan subjective shot pada setiap adegan dalam iklan layanan masyarakat ini.

(12)

E. 2 Referensi E. 2. 1 Teknik

Dalam produksi iklan layanan masyarakat ini penulis sebagai DOP menggunakan teknik Blocking camera dengan tipe teknik Over shoulder shot yaitu tipe pengambilan gambar dari sisi belakang pundak talent untuk menampilkan visual talent sedang berinteraksi dengan talent lain dan Objective shot yaitu memiliki pesan psikologis yang menampilkan visual dari objek atau talent itu sendiri sehingga penonton dapat menikmati visual yang diberikan.

Iklan dari perusahaan asuransi MetLife tayang pada awal tahun 2015 di Hongkong yang berjudul My dad’s Story – Dream For my Child menjadi salah satu referensi bagi penulis untuk menerapkan shot dari teknik Blocking Camera over shoulder

Gambar 1 Referensi Teknik

Dalam shot ini terlihat menggunakan teknik over shoulder yang dapat menampilkan intraksi 2 talent dengan kamera yang berada pada bahu salah satu talent.

Iklan ini berjudul Break-Up yang dipublish oleh UN Environment Progamme pada tahun 2018. Iklan ini bercerita tentang seorang perempuan yang ingin bangkit dari kebiasaan buruknya menggunakan plastik dan akhirnya ia berhasil. Dalam iklan ini, penulis sebagai DOP menjadikan referensi shot.

(13)

Gambar 2 Referensi Shot

Shot ini menjadi referensi bagi penulis untuk menunjukan seseorang yang sedang menonton tv, karena shot ini terlihat simple dengan hanya membutuhkan pencahayaan yang tepat dari arah depan talent.

Salah satu iklan motivasi dari thailand ini bercerita tentang seorang ibu dan anak yang terus mencoba menanam tauge yang berkualitas untuk dijual kembali.

Gambar 3 Referensi Shot

Dalam iklan ini penulis sebagai DOP mengambil referensi shot membaca buku, shot ini diambil dari high angle dan terlihat sedikit bagian kepala dari talent anak dan tangan dari talent ibu, hal ini menggambarkan seorang ibu dan anak yang sedang membaca buku bersama.

(14)

F. Metode Produksi F.1 Pra Produksi

Pra produksi adalah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan pada proses produksi yaitu, antara lain:

F.1.1 Penelitian

Penelitian yang kami lakukan adalah pada pra produksi iklan layanan masyarakat menggunakan pendekatan survey. Jenis penelitian ini kuantitatif dan dalam mengevaluasi data memakai statistik deskriptif. Statistik deskriptif yaitu untuk mengevaluasi data dengan meringkas atau mengkarakterisasi data yang ada, tanpa membuat kesimpulan untuk populasi yang lebih luas. Penelitian kuantitatif melibatkan pengumpulan data dalam bentuk angka dan menganalisisnya menggunakan statistik (Sugiyono, 2018). Adapun teknik yang digunakan yaitu:

• Kuesioner

Kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data dimana responden diberikan serangkaian pertanyaan tertulis untuk dijawab, yang bisa diberikan secara langsung, melalui surat, atau melalui internet. Kuesioner tertutup dan terbuka adalah dua jenis kuesioner. Kuesioner yang dipakai adalah kuesioner tertutup, yaitu kuesioner yang telah diisi sebelumnya dengan jawaban, sehingga responden dapat dengan mudah memilih dan menanggapi.

• Sumber Data Sekunder

Sumber data yang digunakan untuk menulis laporan akhir iklan layanan masyarakat ini diperoleh melalui pendataan yang berisikan tentang pravelensi stunting di Kota Malang. Pendataan tersebut telah dicatat oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Malang pada tahun 2020.

Hasil Analisa dari data yang sudah dikumpulkan oleh penulis remaja putri masih banyak yang tidak memperhatikan prinsip 4 pilar yaitu anekaragam pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan secara teratur. Dapat disimpulkan dari hasil mini riset yang penulis lakukan adalah remaja putri banyak yang tidak memperhatikan pola makan, pola tidur, olahraga yang teratur serta asupan yang

(15)

harus diperhatikan seperti sayuran-sayuran dan mengurangi konsumsi makanan siap saji maupun kopi. Terlampir pada Lampiran 1.

F.1.2 Menentukan tema dan ide cerita

Dalam menentukan tema ataupun ide cerita, hal pertama yang penulis lakukan adalah mengidentifikasi kebiasaan masyarakat atau perubahan nilai-nilai yang terjadi terhadap masalah yang dihadapi yakni kondisi yang dapat mengancam keselarasan dan kehidupan secara umum. Kemudian penulis melakukan riset ke Dinas Kesehatan Kota Malang untuk melihat dan memperoleh data mengenai kesehatan masyarakat yang banyak terjadi dan menjadi masalah di masyarakat di Kota Malang. Berdasarkan data yang ditemukan menunjukan bahwa masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat yaitu banyaknya angka kejadian stunting yang terjadi di Kota Malang dan remaja putri masih tidak peduli akan pentingnya kecukupan gizi yang akan mengakibatkan stunting pada anak nantinya. Jadi, penulis tertarik untuk membuat Iklan Layanan Masyarakat dengan tema “Peran Penting Remaja Putri dalam Mencegah Stunting”.

F.1.3 Menulis naskah cerita

Sebelum memulai penulisan naskah cerita penulis terlebih dahulu melakukan mini riset dengan menyebarkan kuesioner kepada remaja putri yang berusia 15 - 23 tahun yang berada di Malang. Setelah mendapatkan data dari hasil mini riset kemudian penulis menyimpulkan bahwa remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang pentingnya keseimbangan gizi, tetapi remaja putri masih banyak yang belum mengaplikasikan pengetahuan tentang keseimbangan gizi dalam kesehariannya. Selanjutnya penulis mencari referensi video Iklan Layanan Masyarakat melalui media YouTube dan mencari jurnal yang sesuai dengan tema Iklan Layanan Masyarakat yang akan dibuat. Kemudian penulis menggabungkan hasil dari diskusi kelompok untuk penulisan naskah cerita.

(16)

F.1.4 Target Audiens

Dengan sampel target audiens peneliti yaitu target remaja putri berumur 15-23 tahun target audiens direkomendasikan dari pihak klien, geografis yang dituju yaitu masyarakat kota Malang karena klien sendiri berlokasi di Kota Malang dan Iklan Layanan Masyarakat ini dipublikasikan diakun sosial media klien, psikografis yang disasar yaitu remaja putri sering menggunakan sosial media karena Iklan Layanan Masyarakat ini dipublikasikan disosial media khususnya Youtube dan Instagram.

F.1.5 Single Minded Proposition

“Hari ini Untuk Masa Depan”

F.1.6 Media

Gambar 4 Logo Instagram

Gambar 5 Logo Youtube F.1.7 Mandatories

Gambar 6 Logo Universitas Muhammadiyah Malang

(17)

Gambar 7 Logo Dinas Kesehatan Kota Malang

Gambar 8 Logo Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

F.1.8 Storyboard

Naskah cerita yang telah dibuat dikembangkan dengan sketsa kasar yang menjadi komponen dari visualisasi media utama dan pendukung. Storyboard dibuat dengan menggambar sketsa sesuai adegan yang sudah ditentukan di dalam naskah cerita. Dalam menggambar storyboard ini juga memperhatikan sudut pengambilan gambar oleh kamera. Kemudian ditambahkan keterangan dalam setiap adegan.

ditambahkan juga penjelasan mengenai sudut, pergerakan, dan tipe pengambilan gambar.

F.1.9 Observasi lokasi syuting

Observasi lokasi syuting dilakukan pada bulan Juli 2021, sesuai dengan konsep dan storyboard yang sudah dibuat.

F.1.10 Alat dan bahan

Alat dan bahan yang digunakan, yaitu:

(18)

Tabel 1 Alat dan Bahan

F.1.11 Budgeting

Pembuatan Iklan Layanan Masyarakat dengan biaya mandiri. Total budget yang dikeluarkan berkisar Rp. 2.093.000,-.

F.1.12 Penjadwalan

Tabel 2 Timeline No. Jenis

Pekerjaan

April Mei Juni Juli Agustus September Oktober

1 Menentukan Isu

2. Revisi Isu 3. Riset 4. Treatment 5. Shooting 6. Editing

7. Laporan Akhir 8. Presentasi

No. Item Jumlah

1. Kamera Sony A7 ii 2

2. Lensa 85mm 1

3. Lensa 24mm 1

4. Baterai NPFW 50 4

5. Zhiyun Crane Plus 1

6 Tripod 2

7. Portable Led 120 1

8. Reflector 1

9. Monitor Lut 7S 1

10. Clip on Saramoni Wireless 1

11. Baterai Alkaline 1

12. Spidol 1

13. Clapper 1

(19)

F. 2 Produksi

Setelah melewati tahap Pra Produksi, pembuatan Iklan Layanan Masyarakat akhirnya melakukan Produksi yang bertujuan untuk mengambil gambar dan audio yang sesuai dengan storyboard dan konsep yang sudah di buat di tahap Pra Produksi.

Produksi dilakukan disaat semua persiapan di konsep saat Pra Produksi sudah dikerjakan dengan matang, dengan lokasi yang sudah ditentukan, alat dan bahan yang akan dipakai, dan talent yang sesuai dengan konsep yang di buat. Tahap Produksi ini dikerjakan oleh Cameramen, Soundman, Gaffer, dan tentunya Sutradara yang ikut mendampingi pada tahap Produksi agar pengambilan gambar dan audio tetap pada konsep yang sudah ditentukan sejak awal.

F. 3 Pasca Produksi

Setelah melewati proses pra produksi maupun produksi yang begitu panjang, pada fase ini tim DOP dan sutradara membantu editor untuk menyusun gambar yang telah di take saat produksi dan menyusunnya di software editing yang dimana tahap ini merupakan finishing yang harus sangat diperhatikan dalam sebuah karya agar menghasilkan output yang sesuai dengan apa yang dituju.

Dalam fase ini teknikal editing terdiri banyak komponen seperti visual yang harus sesuai dengan alur cerita dari sutradara, colouring yang mendukung suasana, font yang cocok akan visual yang ditampilkan maupun audio yang mendukung suasana cerita. Kesemua aspek ini harus bersatu padu dalam pasca produksi hingga menghasilkan karya yang diinginkan. Dalam prakteknya sutradara tetap mengawasi editor dalam menyusun scene yang telah dihasilkan DOP dimana poin dalam sebuah karya ini harus sesuai output yang diinginkan. Iklan Layanan Masyarakat ini merupakan suatu karya audio visual yang memiliki beberapa tujuan yaitu menambahkan informasi, mengubah persepsi maupun perilaku. Sehingga tahapan tertinggi dalam suatu karya yaitu mengubah perilaku yang dimana karya tersebut jelas harus menyadarkan audiens tentang betapa pentingnya isu ini untuk diangkat dalam sebuah karya Iklan Layanan Masyarakat.

Gambar

Gambar 1 Referensi Teknik
Gambar 2 Referensi Shot
Gambar 4 Logo Instagram
Gambar 7 Logo Dinas Kesehatan Kota Malang
+2

Referensi

Dokumen terkait

[r]

- SAHAM SEBAGAIMANA DIMAKSUD HARUS DIMILIKI OLEH PALING SEDIKIT 300 PIHAK &amp; MASING2 PIHAK HANYA BOLEH MEMILIKI SAHAM KURANG DARI 5% DARI SAHAM DISETOR SERTA HARUS DIPENUHI

Sehingga dapat dilihat hasil penilaian rata – rata yang dicapai nilai dari kegiatan kondisi awal 64,77 dan pada silkus pertama nilai rata – rata yang dicapai 65,45

terlibat melakukan transaksi tidak harus bertemu atau berhadapan secara langsung. Bisa saja para pihak yang telah melakukan transaksi tersebut berada pada tempat atau.

Untuk mengevaluasi kinerja suatu simpang bersinyal dapat dilakukan dengan memperhitungkan kapasitas (C) pada tiap pendekatan dengan seperti persamaan 1, arus

[r]

Wawancara dilakukan dengan hakim Pengadilan Agama Bogor yang memutuskan perkara nomor 583/Pdt.G/2012/PA.Bgr terkait pertimbangan hukum hakim mengenai batalnya

[r]