• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : YULIA METTY BUDIATI NIM:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh : YULIA METTY BUDIATI NIM:"

Copied!
207
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (LINTAS MINAT)

SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 1 KALASAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

Oleh :

YULIA METTY BUDIATI NIM: 171334010

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA 2021

(2)

SKRIPSI

ii Oleh :

YULIA METTY BUDIATI NIM: 171334010

Telah disetujui oleh :

PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA DAN

LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (LINTAS MINAT)

SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 1 KALASAN

Pembimbing

Drs. FX. Muhadi, M.Pd. Tanggal: 24 Juni 2021

(3)

SKRIPSI

iii

PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA DAN

LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (LINTAS MINAT)

SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 1 KALASAN

Dipersiapkan dan ditulis oleh:

Yulia Metty Budiati NIM: 171334010

Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal 27 Juli 2021

dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Susunan Panitia Penguji

Nama Lengkap Tanda Tangan

Ketua : Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. ………..

Sekretaris : Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd. ………..

Anggota : Drs. FX. Muhadi, M.Pd. ………..

Anggota : Dr. S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. ………..

Anggota : Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si. ………...

Yogyakarta, 27 Juli 2021

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma

Dekan,

Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si.

(4)

iv

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini untuk : TUHAN YESUS KRISTUS

BAPAK ALEXANDER BUDI HARYANTO IBU THERESIA MUJI ASTUTI DAVID PRASETYO BUDI ARIANTO CAROLUS BOROMEUS DANI ANGGORO ALMAMATERKU UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(5)

v

MOTTO

“Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.”

(Amsal 16:3)

Teruslah bermimpi setinggi langit dan jangan lupa disertai usaha dan doa.

(6)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 27 Juli 2021 Penulis

Yulia Metty Budiati

(7)

vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Yulia Metty Budiati

Nomor Mahasiswa : 171334010

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

“Pengaruh Dukungan Orang Tua dan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Ekonomi (Lintas Minat) Siswa Kelas XI MIPA

di SMA Negeri 1 Kalasan”

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 27 Juli 2021 Yang menyatakan

Yulia Metty Budiati

(8)

ABSTRAK

viii

PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA DAN

LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (LINTAS MINAT)

SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 1 KALASAN

Yulia Metty Budiati

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2021

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui apakah ada: 1) pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA; 2) pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA.

Penelitian ini adalah penelitian ex post facto yang dilaksanakan pada bulan April 2021. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Kalasan yang berjumlah 144 orang. Sampel penelitian sebanyak 108 siswa diambil dengan teknik pengambilan sampel acak atau random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada pengaruh positif dukungan orang tua terhadap terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA. Dengan perolehan nilai sig. (1-tailed) = 0,067

> 0,05 dan nilai r hitung = 0,145; (2) tidak ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA. Dengan perolehan nilai sig. (1-tailed) = 0,065 > 0,05 dan nilai r hitung = 0,146.

Kata kunci : Prestasi Belajar Siswa, Dukungan Orang Tua, dan Lingkungan Sosial.

(9)

ABSTRACT

ix

THE INFLUENCES OF PARENT SUPPORTS AND

SOCIAL ENVIRONMENTS ON LEARNING ACHIEVEMENTS IN ECONOMIC SUBJECTS (CROSS-INTEREST) OF GRADE

XI STUDENTS OF MIPA CLASS AT SMA NEGERI 1 KALASAN

Yulia Metty Budiati

Sanata Dharma University Yogyakarta 2021

This study aimed to determine whether there were: 1) a positive influence of parental supports on students’ achievements in economics (cross-interest) subjects for high school students in Class XI MIPA and 2) a positive influence of the social environments on students’ achievement in economics subjects (cross interests) for high school students in Class XI MIPA.

This research was astudy of ex post facto which was conducted in April 2021. The population of this study were students of Class XI MIPA at SMA Negeri 1 Kalasan, totaling 144 people. The research samples that were 108 students were taken by a random sampling technique. The data were collected using questionnaires and documentation. The hypothesis was tested using the Spearman Rank correlation tests.

The results showed that: (1) there was no positive influence of parental support on learning achievements in economic subjects (cross interests) for high school students of Class XI MIPA, with the acquisition of sig. (1-tailed) = 0.067 >

and the value of r count = 0.145; and (2) there was no positive influence of the social environments on learning achievements in economic subjects (cross interests) for high school students of Class XI MIPA, with the acquisition of sig.

(1-tailed) = 0.065 > 0.05 and the value of r count = 0.146.

Keywords: Student Achievement, Parental Support, and Social Environment.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan rahmat serta hidayah-Nya, yang karena-Nya, peneliti diberikan kekuatan dan kesabaran untuk menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.

Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi. Penulis menyadari bahwa proses penyusunan skripsi ini mendapatkan masukan, kritik dan saran dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih yang sedalam- dalamnya kepada:

1. Bapak Dr. Y. Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;

2. Bapak Ignatius Bondan Suratno S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;

3. Bapak Drs. FX. Muhadi, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;

4. Bapak Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si., dan Bapak Dr. S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Penguji yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;

(11)

xi

5. Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan;

6. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kalasan yang telah memberikan peneliti kesempatan untuk mengambil penelitian ini di SMA Negeri 1 Kalasan;

7. Guru dan karyawan SMA Negeri 1 Kalasan yang membantu dan mendukung peneliti dalam melakukan observasi dan penelitian di sekolah;

8. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Kalasan yang telah berpartisipasi sebagai narasumber peneliti;

9. Tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah membantu kelancaran proses belajar selama ini;

10. Kedua orang tua saya Alexander Budi Haryanto dan Theresia Muji Astuti yang selalu memberikan doa dan dukungan setiap waktu serta mengorbankan semua waktu, tenaga, dan biaya untuk membesarkan saya sampai saat ini;

11. Kakak saya David Prasetyo Budi Arianto yang telah bekerja keras demi membiayai kuliah saya sampai saat ini dan memberikan dukungan untuk menyelesaikan skripsi;

12. Carolus Boromeus Dani Anggoro yang selalu mendukung dan menjadi pendengar setia di saat sedih serta selalu mendorong saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini;

13. Kepada Maria, Helen, dan Eva yang telah mengerjakan bersama dan memberikan dukungan dari proposal skripsi dalam kelompok payungan;

(12)

xii

14. Kepada sahabat-sahabat sejak masa SMP (Vina, Natalia, Ira, dan Agnes) yang selalu mendukung saya selam pengerjaan skripsi;

15. Semua teman dan sahabat saya di kampus, Iis, Cory, Yemi, Maria, dan Efa yang telah menemani selama masa perkuliahan saya;

16. Semua teman-teman PAK angkatan 2017.

Dan semua pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu per satu, yang telah membantu peneliti dalam pengerjaan skripsi penelitian ini.

Yogyakarta ,27 Juli 2021

Yulia Metty Budiati

(13)

xiii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

HALAMAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

ABSTRAK………...viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Batasan Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 6

F. Manfaat Penelitian ... 6

(14)

xiv

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN... 8

A. Kajian Teoretik ... 8

1. Pengertian Prestasi Belajar Ekonomi ... 8

a. Pengertian Prestasi Belajar ... 8

b. Pengertian Prestasi Belajar Ekonomi ... 10

c. Faktor - faktor yang mempengaruhi prestasi belajar ekonomi ... 11

2. Dukungan Orang Tua ... 12

a. Pengertian Dukungan Orang Tua ... 12

b. Jenis - jenis Dukungan Orang Tua ... 14

c. Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Anak ... 15

d. Hubungan Dukungan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar ... 17

3. Lingkungan Sosial ... 18

a. Pengertian Lingkungan Sosial ... 18

b. Ruang Lingkup Lingkungan Sosial ... 20

c. Peran Lingkungan Sosial Terhadap Siswa ... 23

d. Hubungan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar ... 27

B. Kajian Hasil Penelitian Yang Relevan ... 28

C. Kerangka Berpikir ... 30

D. Paradigma Penelitian ... 32

E. Hipotesis Penelitian ... 33

BAB III METODE PENELITIAN ... 34

A. Jenis Penelitian ... 34

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 34

C. Subjek dan Objek Penelitian ... 35

D. Populasi Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel ... 35

1. Populasi ... 35

(15)

xv

3. Teknik Penarikan Sampel ... 38

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran... 40

1. Jenis Variabel ... 40

2. Pengukuran ... 41

F. Teknik Pengumpulan Data ... 42

G. Teknik Pengujian Instrumen ... 48

H. Teknik Analisis Data ... 54

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 60

A. Deskripsi Data Penelitian ... 60

1. Deskripsi Responden ... 60

2. Deskripsi Variabel Penelitian ... 61

B. Pengujian Hipotesis ... 67

1. Uji Hipotesis Pertama ... 67

2. Uji Hipotesis Kedua ... 69

C. Pembahasan ... 71

1. Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar ... 71

2. Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar ... 74

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ... 79

A. Kesimpulan ... 79

B. Keterbatasan ... 80

C. Saran ... 81

DAFTAR PUSTAKA ... 83

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 88

(16)

xvi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Tabel Paradigma Penelitian ... 32

Tabel 3.1 Sebaran Populasi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kalasan..36

Tabel 3.2 Sebaran Sampel Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kalasan ... 37

Tabel 3.3 Tabel Skala Likert untuk Skor Kuesioner Dukungan Orang Tua ... 42

Tabel 3.4 Tabel Skala Likert untuk Skor Kuesioner Lingkungan Sosial ... 42

Tabel 3.5 Kisi – kisi Kuesioner Variabel Dukungan Orang Tua ... 46

Tabel 3.6 Kisi – kisi Kuesioner Variabel Lingkungan Sosial... 47

Tabel 3.7 Hasil Pengujian Validitas Variabel Dukungan Orang Tua ... 50

Tabel 3.8 Hasil Pengujian Validitas Variabel Lingkungan Sosial ... 51

Tabel 3.9 Hasil Pengujian Ulang Validitas Variabel Lingkungan Sosial ... 52

Tabel 3.10 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ... 54

Tabel 3.11 Kategori Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II ... 55

Tabel 3.12 Tabel Frekuensi Variabel Prestasi Belajar ... 55

Tabel 3.13 Tabel Frekuensi Variabel Dukungan Orang Tua ... 56

Tabel 3.14 Tabel Frekuensi Variabel Lingkungan Sosial... 56

Tabel 3.15 Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi ... 59

Tabel 4.1 Data Jumlah Siswa (Populasi) ... 60

Tabel 4.2 Data Jumlah Siswa (Sampel) ... 61

Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Analisis Deskriptif Statistika ... 62

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar ... 63

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Dukungan Orang Tua ... 65

(17)

xvii

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Lingkungan Sosial ... 66 Tabel 4.7 Hasil Uji Korelasi Spearman Rank Dukungan Orang Tua Terhadap

Prestasi Belajar ... 68 Tabel 4.8 Hasil Uji Korelasi Spearman Rank Lingkungan Sosial Terhadap

Prestasi Belajar ... 70

(18)

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian ... 89

Lampiran 2. Kuesioner Penelitian ... 91

Lampiran 3. Daftar Populasi ... 96

Lampiran 4. Output Sampel (SPSS) ... 101

Lampiran 5. Daftar Sampel ... 110

Lampiran 6. Hasil Penelitian ... 114

Lampiran 7. Nilai Rapor Siswa ... 147

Lampiran 8. Tabel R ... 151

Lampiran 9. Hasil Uji Validitas ... 154

Lampiran 10. Hasil Uji Reliabilitas ... 182

Lampiran 11. Deskripsi Data ... 184

Lampiran 12. Hasil Uji Korelasi ... 188

(19)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keunggulan sumber daya manusia sangat penting bagi semua wilayah di dunia. Kunci utama suatu negara dapat berhasil terletak pada keunggulan sumber daya manusia yang dimiliki negara tersebut. Suatu negara dapat menghasilkan sumber daya yang berkualitas dan professional apabila sumber daya manusianya dapat diatur dengan baik. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan praktek untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Semua penduduk di Indonesia wajib melaksanakan wajib belajar selama 9 tahun. Kondisi ini tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. Menurut UU No. 20 tahun 2003 (KEMENDIKBUD, 2003), “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.

Ekayani (2017:1) berpendapat bahwa, “pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pem- bawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan”. Kemudian menurut saya sendiri

(20)

2

pendidikan adalah suatu kegiatan di mana seseorang dapat menimba ilmu dan tempat untuk berinteraksi dengan banyak pihak untuk sampai pada cita-cita yang diharapkan. Tujuan Pendidikan tersebut adalah agar seorang siswa dapat memiliki pengetahuan yang luas dan menjadikan siswa menjadi terampil dan penuh karya.

Pencapaian yang diperoleh dari proses belajar yang dilaksanakan setiap individu sesuai dengan kemampuan maksimum berdasarkan pengukuran tertentu pengukuran tertentu dinamakan dengan prestasi belajar. Keberhasilan dalam proses pembelajaran biasanya ditentukan oleh prestasi belajar siswa. Setiap siswa memiliki perbedaan karakteristik yang menyebabkan adanya perbedaan prestasi belajar juga. Prestasi belajar yang dicapai masing-masing siswa berbeda-beda ada yang baik dan buruk.

Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa tergantung oleh beberapa faktor.

Faktor internal dan faktor eksternal merupakan 2 faktor yang diungkapkan oleh Slameto (Katrin, 2016:43) yang diduga berpengaruh terhadap prestasi belajar. Faktor internal yaitu datang dari diri siswa sendiri, faktor tersebut terdiri dari kecerdasan, faktor jasmaniah, atau faktor fisiologis, sikap, minat, bakat, dan motivasi. Di sisi lain terdapat faktor eksternal yang datang dari lingkungan di mana siswa tinggal dan bergaul. Faktor tersebut terdiri antara lain keadaan keluarga, keadaan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Selain itu faktor faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar merupakan faktor lain yang diduga dapat berpengaruh proses belajar mengajar menurut Syah

(21)

(Syarifuddin, 2011:124). Faktor pendekatan belajar antara lain terdiri dari gaya belajar, strategi pembelajaran dan media pembelajaran.

Pada umumnya seorang anak sudah dapat belajar dari bayi. Anak merekam setiap tingkah laku dan percakapan dari yang dilihat dan didengar. Sumber belajar anak pertama kali didapat dari keluarga, terutama dalam kondisi ini yang paling berpengaruh adalah orang tua.

Orang tua merupakan kunci keberhasilan seorang anak dalam belajar.

Kunci utama yang diduga dalam keberhasilan belajar siswa salah satunya adalah dukungan orang tua. Pada kenyataannya masih banyak orang tua siswa yang belum menyadari betapa pentingnya dukungan mereka untuk anak-anaknya dalam belajar. Banyak orang tua yang menyerahkan tanggung jawab keberhasilan anak dalam belajar kepada sekolah. Dukungan orang tua tersebut seperti, mendampingi anak saat belajar, memenuhi kebutuhan sekolah, menciptakan suasana yang nyaman di rumah, memberikan perhatian dan kasih sayang, memberikan motivasi, dan menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang bagus.

Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor eksternal lainnya yang diduga dapat berpengaruh dalam proses belajar anak. Lingkungan sosial terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah. Kegiatan anak sehari-hari tidak hanya dilakukan di sekolah saja, tetapi mereka perlu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar akan membawa dampak yang baik dan

(22)

4

juga buruk, oleh sebab itu keberhasilan anak dalam belajar juga ditentukan oleh lingkungan sosialnya.

Di masa pandemi seperti ini siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Kalasan melaksanakan proses pembelajaran secara daring/online.

Pembelajaran secara daring ini menyebabkan siswa lebih banyak lagi melakukan kegiatan di rumah ataupun di masyarakat sehingga siswa menjadi memiliki waktu yang banyak untuk berinteraksi dengan orang tua, keluarga, teman, maupun orang di sekitar. Hal ini membuat peneliti ingin mengetahui apakah dukungan orang tua dan lingkungan sosial tersebut dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa kelas XI MIPA.

Prestasi belajar menjadi acuan seseorang berhasil Dalam pendidikan. Prestasi belajar tersebut berupa nilai tes yang didapat setiap mata pelajaran di sekolah. Prestasi belajar digunakan untuk melihat sampai mana kemampuan seorang anak melalui proses belajar, guru juga menggunakan prestasi belajar tersebut dalam mengambil keputusan apakah seorang siswa tersebut dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Berdasarkan hasil jurnal penelitian terdahulu oleh Katrin (2016) yang penulis gunakan sebagai referensi menunjukkan bahwa “pada saat PPL, penulis melakukan ulangan harian di kelas XI IPS 2 dari 30 siswa 13 diantaranya belum mencapai KKM atau sebesar 33,33%. Sedangkan di kelas XI IPS 3, dari 30 siswa 13 diantaranya belum mencapai KKM atau sebesar 43,33%. Dari hasil ulangan tersebut maka dapat diambil

(23)

kesimpulan bahwa prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kalasan pada mata pelajaran ekonomi masih relatif rendah”. Salah satu faktor yang diduga menyebabkan perbedaan prestasi belajar adalah dukungan orang tua dan lingkungan sosial. Berdasarkan latar belakang ini, peneliti membuat skripsi yang berjudul “Pengaruh Dukungan Orang Tua dan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Lintas Minat) Siswa Kelas XI MIPA Di SMA Negeri 1 Kalasan”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, terdapat faktor-faktor yang diduga mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya sebagai berikut; 1) Motivasi belajar siswa, 2) Penggunaan media pembelajaran guru, 3) Strategi pembelajaran guru, 4) Gaya belajar siswa, 5) Dukungan orang tua, 6) Lingkungan sosial, 7) Kecerdasan emosional siswa, dan 8) Minat belajar siswa.

C. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini peneliti memiliki keterbatasan antara lain keterbatasan waktu, biaya, dan pengetahuan. Di samping itu, agar penelitian ini sesuai dengan sasaran dan tujuan yang diharapkan, maka faktor-faktor yang diduga mempengaruhi prestasi belajar dibatasi sebagai berikut:

1. Dukungan Orang Tua

(24)

6

2. Lingkungan Sosial

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah ada pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA ?

2. Apakah ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA ?

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada:

1. Pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA.

2. Pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

(25)

1. Manfaat Teoritis:

a. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh dukungan orang tua dan lingkungan sosial terhadap prestasi belajar.

b. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

2. Manfaat Praktis:

a. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa sehingga dapat menambah wawasan penulis.

b. Bagi Sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan tentang pengaruh lingkungan sosial dan dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.

Penelitian ini juga dapat digunakan dalam mengambil kebijakan sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah.

c. Bagi Lembaga Perguruan Tinggi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk melengkapi khazanah pustaka.

(26)

8

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kajian Teoretik

Pada bagian ini akan diuraikan kajian teori tentang prestasi belajar, dukungan orang tua, dan lingkungan sosial.

1. Prestasi Belajar Ekonomi

a. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi adalah sebuah pencapaian yang diperoleh dari dari kemampuan seseorang. Indrawati (2013:217) berpendapat bahwa,

“prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang dapat diciptakan, dilakukan dan menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individu maupun kelompok”. Pendapat lain menurut Ekayani (2017:2), “prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan dalam menghadapi semua aspek situasi kehidupan proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan”.

Menurut Syarifuddin (2011:116), “belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap pada seseorang akibat pengalaman atau latihan yang menyangkut aspek fisik maupun psikis, seperti dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak berpengetahuan menjadi tahu tentang sesuatu, dari tahu menjadi

(27)

lebih tahu, dari tidak memiliki keterampilan menjadi memiliki keterampilan dan sebagainya.

Pengertian belajar menurut Pane dan Dasopang (2017:335) adalah belajar menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang disadari atau disengaja, aktivitas ini menunjuk pada keaktifan seseorang dalam melakukan aspek mental yang memungkinkan terjadinya perubahan pada dirinya. Di sisi lain menurut Wandini & Sinaga (2018:3), “belajar pada hakikatnya adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman atau pengetahuan baru dan dengannya dapat terbentuk suatu perubahan diri individu baik dengan lingkungannya maupun dengan individu lainnya”. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar adalah usaha seseorang dalam mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru dan lebih dalam.

Pengertian prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh seseorang dalam belajar sesuai kapasitas (kemampuan, kecakapan, dan kesanggupan yang dimilikinya (Pratiwi N.K, 2015:81).

Kemudian menurut Syafi’i, Marfiyanto, & Rodiyah (2018:118),

“prestasi belajar adalah serangkaian dari kegiatan jiwa raga yang telah dilakukan oleh seseorang dari suatu hasil yang telah dicapai sebagai perubahan dari tingkah laku yang dilalui dengan pengalaman serta wawasan untuk bisa berinteraksi dengan

(28)

10

lingkungan yang menyangkut ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang telah dinyatakan dalam hasil akhir/rapor”.

Menurut Indrawati (2013:217), “prestasi belajar diartikan sebagai pencapaian hasil maksimal yang telah dicapai peserta didik menurut kemampuannya dalam penguasaan tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima, dikerjakan, dipelajari, dipahami dan diterapkan dalam jangka waktu tertentu, baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan yang diwujudkan dalam angka atau huruf sehingga dapat dibandingkan dengan satu kriteria”. Di sisi lain prestasi belajar adalah segala sesuatu yang dicapai di mana prestasi itu menunjang kecakapan seorang manusia. Dalam menentukan tingkat prestasi belajar anak sebagai tolak ukur adalah daya serap yang diperoleh peserta didik di dalam kelas terhadap setiap mata pelajaran (Reskia S., Herlina, &

Zulnuraini, 2014:86).

b. Pengertian Prestasi belajar Ekonomi

Bangun (2008:84) berpendapat bahwa, “prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai seseorang atau siswa berupa penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang diberikan oleh Guru atau Dosen dalam jangka waktu tertentu”. Kemudian mata pelajaran ekonomi sendiri diartikan sebagai salah satu mata pelajaran jurusan yang membina kemampuan siswa dalam merencanakan kegiatan ekonomi mikro

(29)

dan mengelola keuangan (Haryono, 2016:262). Pelajaran ekonomi yang dipelajari oleh siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Kalasan ini adalah pelajaran ekonomi (lintas minat). Di sisi lain menurut Haryono (2016:262), “prestasi belajar merupakan tolak ukur keberhasilan peserta didik dalam belajar mata pelajaran ekonomi, dapat dikatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil akhir yang dicapai oleh peserta didik setelah melakukan proses belajar Ekonomi”.

Berdasarkan dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian prestasi belajar adalah hasil kemampuan seseorang dalam belajar dengan nilai tes sebagai acuan yang berupa angka- angka, sedangkan prestasi belajar ekonomi adalah hasil kemampu- an seseorang dalam melaksanakan kegiatan belajar ekonomi dengan nilai tes sebagai acuan.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (Syafi'i, Marfiyanto, & Rodiyah, 2018:121), terdapat 2 faktor yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, yaitu:

1) Faktor internal

Faktor internal merupakan faktor yang berasal dalam diri seseorang, faktor ini dibagi menjadi:

a) Faktor jasmani meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh.

(30)

12

b) Faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, kemampuan, dan kesiapan.

c) Faktor kelelahan terdiri atas kelelahan dari dalam tubuh maupun dari jiwa.

2) Faktor eksternal merupakan faktor yang datang dari luar diri seseorang, faktor ini dibagi menjadi:

a) Faktor keluarga, terdiri dari gaya orang tua mendidik anak, hubungan antara anggota keluarga, situasi di dalam rumah, dan kondisi ekonomi.

b) Faktor sekolah, terdiri dari cara guru mengajar, kurikulum yang digunakan, hubungan antara guru dengan siswa, ketaatan di sekolah dalam pelajaran dan waktu sekolah, jam pelajaran standar, situasi gedung, dan gaya belajar.

c) Faktor masyarakat, terdiri dari kesibukan siswa dalam masyarakat, bermain sosial media, dan pengaruh dari teman dari siswa tersebut.

2. Dukungan Orang Tua

a. Pengertian Dukungan Orang Tua

Hidayat (2015:108) mengemukakan bahwa, “orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga”. Di sisi lain, orang tua

(31)

merupakan pembimbing dan pembina pertama dalam hidup anak terutama pendidikan (Sahputra & Hutasuhut, 2019:38).

Berdasarkan dari uraian di atas orang tua adalah pendidik yang utama. Seorang anak dilahirkan kemudian dapat berjalan, berbicara dan mengenal lingkungan sekitarnya berkat pendampingan orang tuanya. Siswa dapat berkembang tergantung dari cara orang tuanya mendidik siswa tersebut sedari kecil. Pada umumnya seorang anak dari bayi sudah dapat merekam setiap perkataan dan tindakan yang dilakukan orang lain yang di sekelilingnya. Pola asuh yang positif dari orang tua akan menghasilkan sesuatu yang positif pula bagi perkembangan anak.

Menurut Friedman (Fatimah, 2015), “dukungan orang tua adalah sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya, anggota orang tua memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan”. Dukungan orang tua adalah bantuan yang diberikan orang tua pada anak yang terdiri dari informasi atau nasehat yang dapat berbentuk verbal atau non verbal yang menyebabkan efek tindakan atau emosional yang menguntungkan bagi si penerima (Marliyah, Dewi, & Suyasa, 2014:7). Di sisi lain Prianto & Putri (2017:18) berpendapat bahwa, “dukungan orang tua yang dimaksud adalah empati, kepedulian, perhatian, penghargaan, bantuan langsung (uang/benda dan tindakan), dan

(32)

14

nasehat yang diterima oleh anak dalam hubungan yang dijalin akrab dengan orang tua, karena orang tua merupakan orang terdekat yang berperan penting dalam proses belajar anak”.

Orang tua dipandang sebagai orang yang bersifat selalu siap mendukung, memberikan pertolongan dan bantuan jika anak- anaknya membutuhkan bantuan. Dukungan orang tua sangat diperlukan untuk membentuk semangat siswa dalam belajar, karena siswa juga tidak 24 jam belajar di sekolah, guru juga sering memberikan tugas untuk siswa kerjakan di rumah. Orang tua selalu siap mendukung dan memberi pertolongan kepada anaknya.

Dengan demikian dapat dimpulkan bahwa, dukungan orang tua merupakan suatu tindakan dari orang tua yang dapat memotivasi dan mendorong anak berkembang menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.

b. Jenis-jenis Dukungan Orang Tua

Jenis-jenis dukungan orang tua menurut House dan Khan (Tan, Ismanto, & Babakal, 2013:2) sebagai berikut;

1) Dukungan Informasional

Fungsi dari orang tua yaitu sebagai Orang tua kolektor (pengumpul) dan disseminator (penyebar) informasi. Informasi yang disampaikan tentang bermacam-macam peristiwa.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengungkapkan atau menyelesaikan suatu masalah, menjelaskan tentang pemberian

(33)

saran, dan sugesti. pendapat, nasehat, petunjuk, saran, dan pemberian informasi dari orang tua merupakan beberapa aspek yang termasuk dalam dukungan ini.

2) Dukungan Penilaian

Orang tua sebagai orang yang dapat membimbing, memecahkan masalah, memberikan sumber dan mengesahkan gambaran orang tua dalam memberikan semangat, perhatian, penghargaan dan menengahi di dalam proses.

3) Dukungan instrumental

Orang tua termasuk sebagai sumber bantuan yang langsung dan nyata. Contoh dari bantuan yang dapat diberikan orang tua yaitu seperti pemenuhan makan, minum, tidur dan fasilitas lain yang menyangkut kebutuhan finansial.

4) Dukungan Emosional

Pada bagian dukungan emosional ini, orang tua yaitu sebagai tempat istirahat dan penyembuhan sekaligus tempat yang aman dan bahagia dalam membantu mengelola emosi. Aspek dukungan emosional antara lain berupa cinta, kepercayaan, perhatian, mendengarkan, dan didengarkan.

c. Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Anak

Sahputra dan Hutasuhut (2019:38) mengatakan bahwa,

“peran orang tua merupakan pembimbing dan pembina pertama dalam hidup anak terutama pendidikan”. Di sisi lain menurut

(34)

16

Lestari ('Aisyatinnaba' & Sutoyo, 2016:53) “peran orang tua adalah cara yang digunakan oleh orang tua berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak.

Peran orang tua dibagi menjadi peran ibu dan peran ayah”.

Berdasarkan Werdiningsih & Astarani (2012:83), “Ibu berperan sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga sehingga ibu harus menyadari untuk mengasuh anak secara baik dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak”. Kemudian menurut Marlina (2016:33-35) peran ibu terhadap anak adalah sebagai berikut:

1) Memastikan pasangan 2) Mengandung dan melahirkan 3) Merawat anaknya

4) Memberikan contoh/perbuatan yang teladan dalam mendidik serta membangun kepribadian anak yang baik

5) Membangun jiwa sosial, rasa tanggung jawab, ibu meletakkan diri sebagai penyaring dan juga teman

6) Memastikan jati diri anak dan mempertahankan hubungan yag baik dan memberikan nasihat saat anak akan mencari pasangan

Selanjutnya menurut Elia (2000:112), “peran seorang ayah adalah hidup dan bekerja pada perbatasan antara keluarga dan masyarakat, antara “dalam” dan “luar”, ayah juga memperkenalkan

(35)

dan membimbing anak-anaknya untuk mengarungi dunia luar atau kehidupan bermasyarakat”. Peran ayah dalam membimbing anak menurut Pakovits (Hidayati, Kaloeti, & Karyono, 2011:2) antara lain:

1) Selalu ikut serta dalam semua kegiatan anak 2) Menjaga komunikasi dengan anak

3) Memenuhi kebutuhan financial 4) Bermain bersama anak

Orang tua rela memberikan seluruh hidupnya untuk membahagiakan anak dan memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Orang tua pasti tidak mau anaknya hidup menderita. Berbagai macam cara akan dilakukan orang tua agar anaknya menjadi orang yang berhasil dan sukses. Pemberian dukungan/semangat kepada anak-anak terutama dalam belajar menjadi salah satu cara untuk sampai pada tujuan orang tua agar anak mereka berhasil dan sukses.

d. Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Prestasi Belajar

Dukungan orang tua memiliki hubungan yang erat dengan prestasi belajar siswa. Dukungan dari orang tua merupakan salah satu hal penting dalam menunjang keberhasilan anak dalam belajar. Dukungan penghargaan, dukungan emosional, dukungan instrumental dan dukungan informasi, ketiganya adalah beberapa dukungan yang dapat diberikan oleh orang tua kepada anak.

(36)

18

Berdasarkan peran dari orang tua yang sudah diuraikan di atas dapat dilihat secara umum bahwa orang tua sangat penting untuk berpartisipasi dalam membantu dan memberikan motivasi selama anak menyelesaikan pendidikannya, baik berupa bantuan materiil maupun non materiil. Menurut Pratiwi (2018:37) bimbingan atau contoh dari orang tua merupakan contoh terdekat dari anak- anaknya dalam membantu proses pendidikan anak. Prestasi belajar dapat berhasil atau optimal apabila adanya dorongan/dukungan dari orang tua terhadap siswa, baik berupa dukungan penghargaan, dukungan emosional, dukungan instrumental atau dukungan informasi. Bimbingan dan dukungan dari orang tua tersebut akan membuat anak tidak kehilangan arah dan sangat penting dalam perkembangan kepribadian anak, memberikan pendidikan yang terbaik, mengasuh dan mendidik anak, sehingga anak menjadi pribadi yang baik dan memiliki motivasi dalam belajar, sehingga hal ini diduga akan mempengaruhi keberhasilan prestasi belajar anak.

3. Lingkungan sosial

a. Pengertian Lingkungan Sosial

Sebelum masuk kepada pengertian lingkungan sosial, menurut Hidayat (2015:107), “lingkungan adalah semua yang tampak di sekeliling kita dan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkah laku kita”. Hal ini sejalan dengan

(37)

pengertian lingkungan menurut Pitoewas (2018:10), “lingkungan dapat dikatakan sebagai apa yang ada di sekitar manusia, apa saja yang dimaksud meliputi tempat dan keadaan di lingkungan individu”. Oktorina (2018:35) berpendapat bahwa, “lingkungan sosial itu sendiri yaitu segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia yang dapat memberikan pengaruh pada manusia tersebut, seperti yang terjadi antara sesama keluarga, teman sebaya, dan masyarakat”. Kemudian lingkungan sosial merupakan suatu tinjauan sosiologis berarti sorotan yang didasarkan pada hubungan antar manusia, hubungan antar kelompok serta hubungan antar manusia dengan kelompok, di dalam proses kehidupan bermasyarakat (Pitoewas, 2018:10),”.

Pernyataan di atas sesuai dengan pendapat Kurniawan &

Wustqa (2014:178), “lingkungan sosial melibatkan kondisi, keadaan dan interaksi antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Lingkungan sosial juga mencakup seluruh individu, kelompok, organisasi, dan sistem di mana seseorang berhubungan dengannya”. Kemudian hal ini sejalan dengan pendapat Tamara (2016:45) yang menyatakan bahwa, “lingkungan sosial adalah semua orang dan suasana tempat yang dapat mempengaruhi kita baik secara langsung maupun tidak langsung”.

Berdasarkan dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan sosial yaitu suatu tempat di mana seseorang

(38)

20

melangsungkan hidupnya dan berinteraksi dengan masyarakat, maka manusia juga dikatakan sebagai makhluk sosial yang artinya seorang manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan tentunya manusia membutuhkan pertolongan dari orang lain. Di dalam lingkungan sosial kita mengenal keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

Lingkungan sosial memberikan dampak dan pengaruh yang signifikan bagi pribadi seseorang manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan sosial adalah tempat di mana manusia dapat berkembang. Lingkungan sosial memberikan 2 pengaruh yang bertolak belakang yaitu positif dan negatif.

b. Ruang Lingkup Lingkungan Sosial

Menurut Umah (2019:22-28) lingkungan sosial dibagi menjadi 3 bagian yaitu;

1) Lingkungan Keluarga

Muslih (2016:42) mengemukakan bahwa, “lingkungan keluarga adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam kelompok sosial kecil tersebut, yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak yang mempunyai hubungan sosial karena adanya ikatan darah, perkawinan dan atau adopsi pendidikan yang pertama”. Seorang anak dididik dan dibimbing pertama kali di dalam keluarga. Lingkungan keluarga ini merupakan lingkungan yang paling penting.

(39)

Pendidikan yang diterima anak sebagian besar berasal dari keluarganya sendiri.

Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah kondisi keluarga baik dari keluarga inti atau keluarga di luar keluarga inti. Peran keluarga juga harus sangat diperhatikan demi tercapainya prestasi belajar anak yang maksimal. Aspek lingkungan keluarga yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa terdiri dari relasi sesama anggota keluarga, kondisi keluarga, kondisi finansial, dan budaya yang dianut keluarga.

2) Lingkungan Sekolah

Muslih (2016:43) mengatakan bahwa, “Lingkungan sekolah adalah lingkungan pendidikan utama yang kedua. Lingkungan sekolah merupakan salah satu institusi sosial yang mempengaruhi proses sosialisasi dan berfungsi mewariskan kebudayaan masyarakat kepada anak”. Di sisi lain lingkungan sekolah yaitu lingkungan sosial (guru & tenaga kependidikan, teman-teman sekolah & budaya sekolah) dan lingkungan non sosial (kurikulum, program dan sarana prasarana) dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan dukungan terhadap pembentukan jiwa kewirausahaan dan pengembangan potensi kewirausahaan peserta didik (Marini & Hamidah, 2014:200).

(40)

22

Lingkungan di sekolah ini juga memiliki peran dalam mempengaruhi proses belajar anak. Kemudian selain di rumah anak juga menghabiskan waktunya di sekolah untuk belajar.

Situasi lingkungan di sekolah yang positif akan sangat membantu dalam membuat kondisi belajar yang nyaman dan menyenangkan. Faktor lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain; teman sekolah, metode mengajar, metode pembelajaran, kedisiplinan di sekolah, keaktifan siswa di sekolah, dan kerajinan siswa.

3) Lingkungan Masyarakat

Rahayu & Wigna (2011:251) mengungkapkan bahwa

“lingkungan masyarakat adalah suatu kawasan tempat sekelompok manusia yang secara relatif mandiri, hidup bersama-sama, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.”.

Lingkungan masyarakat akan menciptakan pengaruh positif dan negatif bagi tumbuh kembang para siswa di masyarakat.

Jika seseorang anak memiliki teman sepergaulan yang giat dalam belajar, maka hal itu akan membuat anak ikut terdorong memiliki semangat dalam belajar pula begitu juga sebaliknya.

Lingkungan masyarakat juga memiliki peran dalam mempengaruhi prestasi belajar seorang anak. Lingkungan

(41)

masyarakat yang mencakup orang-orang terpelajar dengan cita- cita yang tinggi akan mendorong anak agar belajar dengan rajin agar cita-cita mereka dapat tercapai. Biasanya seorang anak merasa terdorong karena tidak mau kalah bersaing dengan anak-anak di lingkungan masyarakatnya.

c. Peran Lingkungan Sosial Terhadap Siswa

Aspek–aspek dari lingkungan sosial seperti lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki perannya masing- masing bagi prestasi belajar anak. Lingkungan sosial termasuk ke dalam faktor yang memiliki fungsi yang luas dalam dunia pendidikan. Menurut Soelaeman (Damayanti, 2011:41-42) fungsi keluarga yang berpengaruh terhadap prestasi belajar diantaranya;

1) Fungsi Edukasi

Di dalam fungsi ini keluarga memiliki fungsi dalam memberikan edukasi atau pendidikan bagi siswa. Keluarga memberikan pendampingan, pengarahan, serta dorongan agar siswa mencapai prestasi belajar yang maksimal. Edukasi dari keluarga juga penting dalam memilah informasi yang diterima anak dari lingkungan luar baik di masyarakat maupun sekolah.

2) Fungsi Sosialisasi

Fungsi keluarga juga sebagai sosialisasi. Arti dari fungsi sosialisasi ini adalah di mana keluarga berfungsi sebagai penghubung antara anak dengan norma-norma sosial dan

(42)

24

kehidupan sosial. Hal ini bertujuan agar seorang anak dapat menjadi masyarakat yang baik.

3) Fungsi Perlindungan atau proteksi

Keluarga berfungsi untuk melindungi anak. Khususnya dalam melindungi anak-anak dari pergaulan yang salah.

Semakin berkembangnya zaman perlindungan terhadap pergaulan anak harus semakin diperketat. Tugas dari keluarga melindungi anaknya daripada pengaruh yang negatif.

4) Fungsi perasaan atau fungsi afeksi

Maksud dari fungsi afeksi atau fungsi perasaan ini adalah keluarga bertugas untuk memberikan kasih sayang kepada anaknya. Disini keluarga harus menciptakan suasana keluarga yang harmonis agar anak merasakan ketenangan dan kebahagiaan di dalam keluarga. Kunci utama keberhasilan dalam pendidikan anak adalah semua tindakan, perbuatan dan ucapan dari keluarga.

5) Fungsi Religius

Fungsi ini termasuk dalam bidang keagamaan. Keluarga hendaknya sebagai yang pertama untuk mengenalkan Tuhan kepada anak. Hal ini dapat membuat anak taat pada agama sehingga anak pun dapat mengenal tindakan mana yang baik atau buruk.

6) Fungsi Ekonomis

(43)

Fungsi ekonomis dalam keluarga dimaksudkan agar keluarga dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana anak untuk belajar. Pemenuhan ekonomi berpengaruh pada perkem- bangan pendidikan anak. Pada kenyataannya keberhasilan seorang anak tidak semata-mata tergantung pada materi.

7) Fungsi Rekreasi

Keluarga memiliki tugas untuk memberikan hiburan kepada anak. Hal yang dapat dilakukan adalah mengajak anak untuk berekreasi contohnya rekreasi ke Taman Mini Indonesia Indah.

Di Taman Mini ini anak dapat berjalan-jalan serta dapat belajar dari museum-museum yang ada di tempat wisata tersebut.

Rekreasi juga akan menciptakan suasana yang menyenangkan.

8) Fungsi Biologis

Arti dari fungsi ini adalah pemenuhan kebutuhan biologis keluarga. Kebutuhan biologis tersebut seperti perlindungan fisik, kebutuhan gizi, makanan dan minuman. Seorang anak dengan fisik yang sehat akan sangat berpengaruh bagi proses belajar anak .

Menurut Wahyudi (Nadziroh, 2018:26) lingkungan sekolah memiliki peran dalam bidang pendidikan yaitu antara lain:

1) Fungsi Transmisi Kebudayaan, yang dibagi menjadi dua jenis.

Kategori dua transmisi tersebut antara lain:

a) Transmisi keterampilan dan pengetahuan

(44)

26

b) Transmisi nilai, norma, dan sikap.

2) Fungsi memilih dan mengajarkan Peranan Sosial 3) Fungsi Integrasi Sosial

4) Fungsi Inovasi Sosial

5) Fungsi Pengembangan Kepribadian Anak

Peran Lingkungan di masyarakat terhadap proses belajar anak antara lain:

1) Masyarakat sebagai pelaksana pendidikan, baik berupa lembaga maupun tidak dilembagakan seperti seperti sekolah terbuka, kursus tertulis, pendidikan melalui radio, dan televisi dan sebagainya.

2) Kelompok sosial dalam masyarakat memiliki peran dan fungsi edukatif baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti kursus penyegaran, penataran, lokakarya, seminar, konperensi ilmiah dan sebagainya. Kelompok sosial juga dapat mengembangkan kehidupan beragama seorang anak seperti melalui pesantren, pengajian, pendidikan agama di surau/langgar, biara, sekolah minggu dan sebagainya.

3) Masyarakat berfungsi menjadi acuan untuk belajar secara langsung maupun tidak langsung. Kehidupan di masyarakat memberikan pengalaman yang baru kepada anak yang tidak bisa didapat di lingkungan keluarga maupun sekolah. Hal ini membantu mengembangkan keterampilan dan keahlian anak

(45)

seperti melalui bengkel seni, teater, olahraga, lembaga pendidikan spiritual, seni bela diri, dan lainnya.

d. Hubungan Lingkungan Sosial dengan Prestasi Belajar

Menurut Purwati (2014:37) Lingkungan sosial di dalam kegiatan belajar mengajar merupakan lingkungan yang menekankan ada hubungan sosial dalam hal hubungan siswa dengan lingkungan kegiatan belajar mengajar. Para siswa memiliki hubungan dengan teman sebaya di rumah atau teman di sekolah, guru dan orang sekitar di sekolah, dengan keluarga, serta orang- orang di masyarakat sekitar. Hal ini dapat memunculkan dampak yang positif maupun negatif dalam aktivitas belajar serta prestasi belajar yang ingin diperoleh siswa. Lingkungan sosial yang baik akan menjadi sumber meningkatnya prestasi belajar. Akibat dorongan dari lingkungan sosial ini lah banyak siswa memperoleh niat dalam belajar, dengan demikian prestasi belajar mereka juga akan meningkat. Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpul- kan bahwa lingkungan sosial yang positif terhadap teman /guru/keluarga/masyarakat akan mendukung kenyamanan siswa dalam belajar. Prestasi belajar dapat berhasil atau optimal apabila ada interaksi positif yang tercipta di lingkungan sosial siswa, baik di rumah, sekolah, atau masyarakat. Lingkungan sosial akan menjadi acuan dalam belajar yang akan mempengaruhi proses belajar anak. Lingkungan sosial yang kurang berpendidikan akan

(46)

28

menjadikan individu menganggap pendidikan tidak penting, tidak mau sekolah dan belajar. Individu yang ingin belajar/semangat dalam belajar diduga akan meningkatkan prestasi belajar..

B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan

Pada bagian ini akan diuraikan hasil penelitian yang relevan sebelumnya sebagai berikut:

1. Penelitian Kurniawan & Urwatul (2014) yang berjudul “Pengaruh Perhatian Orang tua, Motivasi Belajar, dan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP” menunjukkan bahwa: “perhatian orang tua motivasi belajar, dan lingkungan sosial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP di Kota Mataram”. Hal ini ditunjukkan berdasarkan analisis data diperoleh nilai F hitung = 14,233 dengan nilai sig 0,000 > 0,05. Nilai t hitung dari perhatian orang tua sebesar 3,424 berdasarkan nilai sig 0,001 < 0,05 dan nilai t hitung

motivasi belajar yaitu 3,270 berdasarkan nilai sig 0,001 < 0,05.

Sedangkan lingkungan sosial tidak memberikan pengaruh terhadap lingkungan sosial yang ditunjukan dari nilai t hitung = -1,16 serta nilai sig 0,245 > 0,05.

2. Penelitian Hidayat (2015) yang berjudul “Pengaruh Kebiasaan Belajar, Lingkungan Belajar, dan Dukungan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pada Siswa Kelas XI IPS di Man Bangkalan” menunjukkan bahwa: kebiasaan belajar mendapat nilai t

(47)

hitung = 6,736 > t tabel = 1,661) berdasarkan nilai sig 0,000 < 0,05 dengan demikian terdapat pengaruh kebiasaan belajar yang signifikan terhadap prestasi belajar, lingkungan belajar mendapat nilai t hitung = 3,648 > t

tabel = 1,661) berdasarkan nilai sig 0,025 < 0,05 dengan demikian lingkungan belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dan dukungan orang tua memperoleh nilai t hitung = 4,364 > t tabel = 1,661) berdasarkan nilai sig 0,000 < 0,05 dengan demikian dukungan orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Dari pengujian hipotesis didapat nilai F hitung > F tabel = 29,658 > 2,70, berdasarkan nilai sig 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar, lingkungan belajar, dan dukungan orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestai belajar mata pelajaran Ekonomi pada siswa kelas XI IPS di Man Bangkalan.

3. Penelitian Ismawati (2009) yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas XI Jurusan IPS SMA PGRI 2 Kayen Tahun Ajaran 2008/2009”

menunjukkan bahwa: lingkungan belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan IPS SMA PGRI 2 Kayen tahun ajaran 2008/2009. Dengan hasil analisis regresi memperoleh nilai t hitung > t tabel (6,647 > 2,000) dan lingkungan sosial berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan IPS SMA PGRI 2 Kayen tahun ajaran 2008/2009. Dengan hasil analisis regresi memperoleh nilai t hitung > tabel (5,874 >2,000) pada taraf

(48)

30

signifikansi 5%. Selain itu lingkungan belajar dan lingkungan sosial berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan IPS SMA PGRI 2 Kayen tahun ajaran 2008/2009. Hal ditunjukkan dari hasil analisis uji F hitung > F tabel (51,069 > 3,15) pada taraf signifikasi 5%.

C. Kerangka Berpikir

Berdasarkan pada kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan, dapat dijelaskan pengaruh dukungan orang tua dan lingkungan sosial terhadap prestasi belajar siswa.

1. Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar.

Salah satu faktor yang diduga akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa yaitu dukungan orang tua. Kegiatan belajar siswa di rumah tidak terlepas dari peran orang tua. Orang tua memiliki peran memberikan bantuan kepada anak saat belajar di rumah, seperti mendampingi anak saat mengerjakan tugas sekolah, memberikan fasilitas yang memadai di rumah untuk belajar anak, memberikan makan dan minum yang cukup, serta memberikan motivasi dan dorongan untuk anak betapa pentingnya pendidikan. Segala bentuk perhatian dari orang tua ini memberikan kesan yang positif guna membantu perkembangan anak dalam belajar. Dengan demikian Bimbingan dan perhatian dari orang tua terhadap siswa akan membuat anak tidak kehilangan arah saat kebingungan menghadapi masalah terjadi di dalam pelajaran. Anak menjadi nyaman dalam belajar karena

(49)

fasilitas yang diberikan orang tua lengkap, semakin bersemangat dalam belajar, anak semakin memiliki motivasi untuk mencapai nilai yang baik dan tekun dalam belajar. Semakin besar dukungan orang tua yang diberikan terhadap anak dinilai dapat membantu meningkatkan prestasi belajar anak.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan, bahwa semakin tinggi dukungan orang tua maka prestasi belajar akan semakin tinggi, sebaliknya jika dukungan orang tua semakin rendah maka prestasi belajar akan semakin rendah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.

2. Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Prestasi Belajar Siswa.

Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang diduga dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Lingkungan masyarakat juga memiliki peranan yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, teman sebaya menjadi faktor yang utama. Pergaulan yang positif akan mendorong pola pikir anak menjadi positif pula, Oleh karena itu membangun lingkungan yang baik merupakan hal yang utama. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang baik akan menciptakan pengaruh yang positif serta mendorong anak supaya lebih giat dalam belajar, contohnya anak memiliki teman kelompok belajar bersama untuk berdiskusi dan bertukar pendapat, anak bertempat tinggal di lingkungan yang anak-anaknya bersekolah, anak memiliki

(50)

32

teman di sekolah serta anak tidak memiliki masalah apapun dengan orang-orang di sekitarnya.

Lingkungan sosial seperti interaksi siswa baik di sekolah, di rumah, atau di masyarakat yang baik/positif dinilai dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sebaliknya siswa yang memiliki lingkungan sosial yang tidak baik/negatif maka prestasi belajar siswa akan rendah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar siswa.

D. Paradigma Penelitian

Berdasarkan kerangka berpikir yang telah diuraikan, maka paradigma penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 2.1

Tabel paradigma Penelitian

Keterangan :

X1 : Dukungan Orang Tua Siswa X2 : Lingkungan sosial Siswa

Y : Prestasi Belajar mata pelajaran Ekonomi : Dukungan Orang tua mempengaruhi Prestasi

Belajar

: Lingkungan Sosial mempengaruhi Prestasi Belajar

X1

X2

Y

(51)

E Hipotesis Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada penelitian ini, maka perumusan hipotesis dapat diuraikan sebagai berikut:

Hipotesis 1

Ho1 = Tidak ada pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA

Ha1 =Ada pengaruh positif dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA

Hipotesis 2

Ho2 = Tidak ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi (lintas minat) siswa SMA kelas XI MIPA

Ha2 = Ada pengaruh positif lingkungan sosial terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa (lintas minat) SMA kelas XI MIPA

(52)

34

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian Ex-post Facto serta merupakan kategori penelitian deskriptif korelasi. Menurut Wayan Ardhana (Muhadi, 2014:71) berpendapat bahwa “penelitian Ex-post Facto merupakan penelitian di mana seorang peneliti tidak dimungkinkan untuk memanipulasi variabel bebas dan variabel terikat pada penelitiannya”.

Variabel bebas/independen pada penelitian ini yaitu dukungan orang tua dan lingkungan sosial yang mempengaruhiprestasi belajar siswa yang merupakan variabel terikat/dependen. Hal tersebut terjadi karena fakta nya sudah terjadi sebelum penelitian ini dilakukan. Menurut Sudjana, Nana, dan Ibrahim (Nugraheni, 2020) mengemukakan bahwa, “penelitian deskriptif korelasi adalah studi korelasi yang mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauh mana variasi variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa”.

Pada penelitian ini peneliti ingin mendeskripsikan ada atau tidaknya korelasi variabel dukungan orang tua dan lingkungan sosial siswa terhadap prestasi belajar siswa.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

(53)

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kalasan, Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021

C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Kalasan.

2. Objek Penelitian

Objek dari penelitian ini adalah prestasi belajar siswa, dukungan orang tua dan lingkungan sosial siswa.

D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel 1. Populasi

Sugiyono (Nugraheni, 2020:37) mengatakan bahwa, “populasi merupakan objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri Kalasan yang berjumlah 144 orang menjadi populasi dalam penelitian ini.

Sebaran populasi diuraikan ke dalam tabel berikut ini.

(54)

36

Tabel 3.1

Sebaran Populasi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kalasan

No. Kelas Jumlah

1. XI MIPA 1 36

2. XI MIPA 2 36

3. XI MIPA 3 36

4. XI MIPA 4 36

Total 144

2. Sampel

Agung (Nugraheni, 2020:37) berpendapat bahwa, “sampel adalah sebagian atau sebagai perwakilan dari populasi yang akan diteliti. Jika yang diteliti hanya sebagian dari populasi maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel”. “Krejciedan Morgan (1970) membuat daftar sebagai pedoman menentukan besarnya sampel: Penentuan besarnya sampel (SE=0,05)

𝑛 = 𝑋2. 𝑁. 𝑃(1 − 𝑃) (𝑁 − 1). 𝑑2+ 𝑋2𝜌(1 − 𝑃) Keterangan:

n = ukuran sampel N = ukuran populasi

X2 = nilai Chi kuadrat berdasarkan tabel Chi Kuadrat dengan dk=1 pada confidance level 0,95 atau alpha 0,05 sebesar 3,841 P = proporsi populasi (diasumsikan dalam 0,5 agar dapat memaksimalkan ukuran sampel)

d = tingkat akurasi (0,05)

Besarnya sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan memanfaatkan rumus dari “Krejciedan Morgan (1970) adalah sebagai berikut ;

(55)

𝑛 = 3,841.144.0,5(1 − 0,5)

(144 − 1). 0,052+ 3,841.0,5(1 − 0,05)

= 138,276

0.3575 + 0,96025

=104,276 1,31775

= 105

Dalam penelitian ini diambil minimal 105 sampel.

Perhitungan distribusi sampel setiap kelas:

Jumlah populasi = 144 siswa

Jumlah minimal margin error 5% terpenuhi = 105 siswa Jumlah siswa masing-masing kelas = 36

Perhitungan: (Jumlah minimal margin error 5% terpenuhi / jumlah populasi x100%) x jumlah siswa masing-masing kelas

= (105 / 144 x 100%) x 36

= 72,91% x 36

= 26,24 dibulatkan ke atas agar tidak melebihi margin error 5%

menjadi 27

Dari perhitungan di atas distribusi sampel masing-masing kelas adalah 27 siswa.

Tabel 3.2

Sebaran Sampel Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kalasan

No. Kelas Jumlah

1. XI MIPA 1 27

2. XI MIPA 2 27

3. XI MIPA 3 27

4. XI MIPA 4 27

Total 108

(56)

38

3. Teknik Penarikan Sampel

Teknik penarikan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini peneliti menggunakan random sampling dengan bantuan program SPSS. Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementary dari populasi mempunyai kesempatan yang sama dipilih sebagai sampel, lebih jelas nya sampel acak sederhana itu merupakan sampel kesempatan (probability sampling) sebagai hasil yang dapat dievaluasi secara objektif (Muhadi, 2014:36).

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam pengambilan random sampling menggunakan SPSS adalah sebagai berikut,

1) Buka program SPSS versi 25

2) Masukan / entry data di data view / copy data dari Microsoft excel ke data view (data responden yang sudah terkumpul melalui Google form dan diunduh dalam bentuk Microsoft Excel yang telah diurutkan sesuai nomor presensi siswa)

3) Lalu beralih ke sheet variable view

4) Pada baris pertama kolom nama diisi nomor absen, type diisi numeric, width diisi 8, decimals diisi 0, label diisi nomor urut, values diisi none, missing diisi none, columns diisi 8, align pilih center, dan measure pilih scale.

(57)

5) Pada baris ke 2 kolom nama diisi nama siswa, type diisi string, width diisi 15, label diisi nama siswa, values diisi none, missing diisi none, columns diisi 8, align pilih center, dan measure pilih nominal

6) Lalu kembali ke data view

7) Langkah pengujian dengan program SPSS

• Transform, Random Number Generator, centang Set Active Generator, pilih SPSS 12 Compatible, centang Set Starting Point, pilih random, OK

• Data, Select Casses,pilih random sample of cases, klik sample, karena kita sudah mengetahui jumlah sampel maka pilih Exactly, lalu tulis 83 cases from the first (banyaknya sampel), isi 105 cases (banyaknya populasi), Continue, OK

8) Lalu kembali ke data view, akan muncul kolom filter_$, untuk yang berisi angka 1 adalah sampel yang terpilih, sedangkan yang berisi angka 0 adalah sampel yang tidak terpilih.

9) Lalu langkah terakhir, kumpulkan sampel terpilih ke bagian atas

Data, Sort Cases, pindahkan 83 from the first 105 cases ke sebelah kanan, pilih descending, OK

Referensi

Dokumen terkait

Bila aplikasi pengendali komputer jarak jauh (pengganti mouse dan keyboard, serta navigasi presentasi) ditambahkan dengan fitur kolaboratif (pembagian / sharing file kepada

Daerah penelitian ditetapkan di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dengan alasan Kabupaten Deli Serdang memiliki luas lahan sawah

marginatus pada tanaman pepaya yang menyerang daun tidak berbeda nyata dengan yang menyerang buah, kecuali pada pengamatan pertama pada musim hujan. Begitu juga dengan

Surya (1975: 28) bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar

Data hasil kuesioner yang terkumpul selanjutnya dilakukan analisis untuk membahas masalah penelitian dan juga mengungkapkan pengaruh E-service quality terhadap

Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan pada tabel 5, maka dapat disimpulkan bahwa kejadian efek samping secara umum dari penggunaan kontrasepsi IUD yang dialami oleh ibu

Bali Tangi yang menerapkan strategi green marketing untuk meningkatkan keunggulan bersaing dan nilai (ekuitas) pada produk hijaunya harus memperhatikan persepsi

Pembinaan Khusus bagi Warga Binaan yang Terindikasi Gangguan Jiwa Hakikatnya Warga Binaan adalah sumber daya manusia yang harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi