• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPh Badan. Dosen Hj. Jeni Susyanti, SE, MM,BKP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PPh Badan. Dosen Hj. Jeni Susyanti, SE, MM,BKP"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Dosen Hj. Jeni Susyanti, SE, MM ,BKP

PPh Badan

(2)

MEKANISME/SIKLUS PENYELESAIAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN DALAM BADAN USAHA SELAMA SATU TAHUN

Penyetoran pajak yg terkait dengan transaksi usaha dg melalui pembuatan e billing untuk : penyetoran PPh 21, 22, 23, 25, 26, PPN & PPnBM, PBB,

BPHTB, Pajak Daerah

Pelaporan pajak yg terkait dengan transaksi, dengan media SPM PPh 21, SPM PPh

22, SPM PPh 23, SPM PPN &

PPnBM

Harus dilaksanakan oleh WP setiap bulan/masa dlm satu

tahun pajak

Dicatat dalam buku Jurnal

Diposting ke

Buku Besar

Buku Pembantu

Rekonsiliasi ke LK Fiskal

(Koreksi Fiskal) Laporan

Keuangan Fiskal PPh Terutang;

PPh Ps 28A/29 SPT Tahunan

PPh Badan/OP

Identifikasi;Penghitungan;

dptg/diput & atau memtg/

memungut pajak-pajak yg terkait dg transaksi usaha

(Bukti) Transaksi usaha dalam

satu tahun pajak 20XX

Neraca Saldo/Lajur

Laporan Keuangan Komersial

(3)

WP

Pemotong/

Pemungut PPh

Terpotong/Terpungut PPh oleh pihak lain

Membayar sendiri PPh pd tahun berjalan PPh pasal 4 (2)/Final PPh pasal 21/26 PPh pasal 22 PPh pasal 23/26

Setiap Bulan

Setorkan; e billing

Laporkan;

media SPT Masa/ e SPT

PPh pasal 4 (2)/Final PPh pasal 21

PPh pasal 22 PPh pasal 23 PPh pasal 24

Penghitungan PPh akhir tahun

Lap. Keu (Fiskal)

Pajak Kini (PPh Terutang) PPh pasal 25

STP PPh 25

Dikreditkan

PPh KB/LB/Nihil PPh 29/28A/Nihil PKP Penjual BKP/JKP

PPN Keluaran

PKP Pembeli BKP/JKP PPN Masukan

PPN KB/LB/Nihil Setiap Bulan

PBB & BPHTB BM

Pajak2 Daerah Pajak2

Lain

SPT Tahunan PPh Badan/ E Filling

(4)

SUBJEK PAJAK

SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI

SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI

Orang Pribadi Badan

BUT

Non BUT

Seluruh penghasilan, kecuali yg ditetapkan bkn

sbg objek pajak

• Penghasilan dari kegiatan BUT dan harta yang

dimiliki/dikuasai.

• Penghasilan kantor pusat dr kegiatan yg sejenis dg BUT.

• Penghasilan (pasive income) Kantor Pusat sepanjang ada hubungan efektif dg BUT.

Penghasilan yang diperoleh dari Indonesia

Pasal 5(1) Pasal 4

Pasal 2(2)

Pasal 2(3)

Pasal 2(4)

OBJEK PAJAK

Warisan yang belum terbagi

Orang Pribadi

Badan

Bagian 3 halaman 76

(5)

Kantor perwakilan negara asing;

Organisasi-organisasi internasional dengan syarat:

a. Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut; dan b. Tidak menjalankan usaha/kegiatan lain untuk

memperoleh penghasilan dari Indonesia

selain memberikan pinjaman kepada pemerintah

yang dananya berasal dari iuran para anggota;

(6)

Setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima/ diperoleh perusahaan selama satu tahun pembukuan baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi/menambah kekayaan dengan nama dan dalam bentuk apapun

Penghasilan

(7)

Bantuan/sumbangan yg memenuhi persyaratan tertentu

Harta, termasuk setoran tunai sebagai pengganti saham/ penyertaan modal

Penghasilan dari

modal yang

ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang

tertentu

Iuran yang

diterima/diperoleh dana pensiun yang disahkan Menkeu

Selanjutnya…

(8)

Natura/kenikmatan sebagai penggantian/imbalan pekerjaan/jasa,

kecuali dari bukan WP, WP yang dikenakan pajak secara final, atau WP

yang menggunakan norma penghitungan khusus.

Dividen/bagian laba yang diterima/diperoleh PT, koperasi,

BUMN/D, dengan syarat:

1. dividen berasal dari R/E; dan 2. bagi PT, BUMN/D, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen minimal 25%.

(9)

Bunga Deposito/Tabungan;

Penjualan Saham di Bursa Efek Indonesia;

Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan;

Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan;

Bunga atau Diskonto Obligasi yang Diperdagangkan di Bursa Efek;

dan lain-lainnya.

9

(10)

BIAYA UTK MENDAPATKAN, MENAGIH, DAN MEMELIHARA PENGHASILAN, termasuk :

✓ Biaya langsung/tdk langsung usaha;

✓ Penyusutan harta berwujud;

✓ Amortisasi hak dan biaya lain yg mempunyai masa manfaat >

1 tahun;

✓ Iuran ke dana pensiun yg telah disahkan Menkeu;

✓ Kerugian penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan untuk memperoleh penghasilan;

✓ Kerugian selisih kurs mata uang asing;

✓ Biaya R& D di Indonesia;

✓ Biaya beasiswa, magang, dan pelatihan;

selanjutnya…

(11)

BIAYA UTK MENDAPATKAN, MENAGIH, DAN MEMELIHARA PENGHASILAN, termasuk :

✓piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih yg

memenuhi persyaratan kumulatif yg telah ditetapkan;

✓Sumbangan bencana nasional;

✓Sumbangan R & D di Indonesia;

✓Biaya pembangunan infrastruktur sosial;

✓Sumbangan fasilitas pendidikan; dan

✓Sumbangan pembinaan olahraga.

(12)

Metode

Kelompok I-IV Bangunan

▪Garis lurus; atau

▪Saldo menurun

Garis lurus

Penggunaan metode harus taat azas

(13)

KELOMPOK HARTA

MASA MANFAAT

TARIF GARIS LURUS

TARIF SALDO MENURUN BUKAN

BANGUNAN:

Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV

BANGUNAN:

Permanen

Non Permanen

4 tahun 8 tahun 16 tahun 20 tahun

20 tahun 10 tahun

25 % 12,5 % 6,25 %

5 %

5 % 10 %

50 % 25 % 12,5 %

10 %

(14)

KELOMPOK HARTA

MASA MANFAAT

TARIF GARIS LURUS

TARIF SALDO MENURUN

Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV

4 tahun 8 tahun 16 tahun 20 tahun

25 % 12,5 % 6,25 %

5 %

50 % 25 % 12,5 %

10 %

(15)

PENYUSUTAN AMORTISASI 1. Penyusutan dimulai pada

bulan dilakukannya pengeluaran;

1. Amortisasi dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran.

2. Untuk harta yang masih dalam proses pengerjaan, penyusutan dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tesebut.

Penyusutan pada tahun pertama dihitung secara pro-rata.

2. Pengeluaran untuk biaya

pendirian dan biaya

perluasan modal suatu

perusahaan dibebankan

pada tahun terjadinya

pengeluaran/diamortisasi

sesuai dengan ketentuan

yg berlaku.

(16)

PENYUSUTAN AMORTISASI

3. Dengan persetujuan Dirjen Pajak, penyusutan dapat dilakukan pada bulan digunakannya harta

tersebut untuk

mendapatkan, menagih,

dan memelihara

penghasilan atau pada

bulan harta tersebut

mulai menghasilkan

(17)

No. Jenis-jenis Biaya

1. Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun, seperti dividen;

2. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;

3. Pembentukan atau pemupukan dana cadangan,

kecuali bagi:

bank, leasing dgn hak opsi, badan usaha penyalur kredit, perusahaan pembiayaan konsumen, perusahaan anjak piutang, asuransi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Lembaga Penjamin Simpanan, usaha pertambangan, usaha kehutanan, dan usaha pengolahan limbah industri;

4. Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham/pihak yang memiliki hubungan istimewa;

BUKAN BIAYA

Selanjutnya…

(18)

No. Jenis-jenis Biaya

5. Penggantian/imbalan sehubungan dengan pekerjaan/jasa dalam bentuk natura dan kenikmatan,

kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian/imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan peraturan Menkeu;

6. Harta yang dihibahkan, bantuan/sumbangan (

kecuali sumbangan tertentu yang diperbolehkan

), dan warisan yang bukan merupakan Objek Pajak, termasuk zakat;

7. Pajak Penghasilan;

8. Biaya yang dibebankan/untuk kepentingan pribadi wajib pajak/

orang yang menjadi tanggungannya;

9. Sanksi administrasi serta sanksi pidana yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan.

BUKAN BIAYA

Selanjutnya…

(19)

19

No. Jenis-jenis Biaya

10. Pajak Masukan atas Perolehan BKP/JKP yang tidak dapat dikreditkan;

11. Biaya-biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan dengan kriteria: a) bukan merupakan obyek pajak;

b) pengenaan pajaknya bersifat final; c) pengenaan pajaknya berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dan Norma Penghitungan Khusus.

12. Kerugian dari harta atau utang yang tidak dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan Obyek Pajak;

13. PPh yang ditanggung pemberi kerja, kecuali PPh Pasal 26 sepanjang PPh tersebut ditambahkan sebagai dasar penghitungan untuk pemotongan PPh Pasal 26 tersebut

BUKAN BIAYA

(20)

20

Kerugian dapat dikompensasikan dengan

Penghasilan Kena Pajak tahun pajak berikutnya secara berturut-turut sampai dengan 5 tahun;

❑ Kerugian yang diakibatkan karena penghasilan yg telah dikenakan pajak final, tidak dapat

dikompensasikan.

KOMPENSASI KERUGIAN

(21)

TARIF PPh BADAN

• Mulai 01 Januari 2009 berubah menjadi:

PKP Tarif Pajak

- 28%

Untuk keperluan penerapan tarif, jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP)

dibulatkan ke bawah dalam ribuan rupiah penuh.

Penurunan tarif:

Mulai tahun pajak 2010, tarif diturunkan menjadi 25%;

Perseroan Terbuka yang min. 40% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan di BEI dan memenuhi persyaratan tertentu lainnya berdasarkan Peraturan Pemerintah, dapat memperoleh pengurangan tarif sebesar 5%;

WP badan dalam negeri dengan peredaran bruto hingga Rp50 Milyar diberikan pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto hingga Rp4,8 Milyar.

(22)
(23)

23

- DILAKUKAN SETIAP BULAN, ATAU

- MASA LAIN YANG DITETAPKAN OLEH MENTERI KEUANGAN

MERUPAKAN ANGSURAN PAJAK YANG BOLEH DIKREDITKAN TERHADAP PPh YANG TERUTANG UNTUK TAHUN PAJAK YBS KECUALI PEMBAYARAN PPh YANG BERSIFAT FINAL

- PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK OLEH PIHAK LAIN (PPh Psl 22,23,24)

- PEMBAYARAN OLEH WAJIB PAJAK SENDIRI (PPh Pasal 25)

PELUNASAN PPh DALAM TAHUN BERJALAN

(PPh PASAL 25)

(24)

12 (DUA BELAS) ATAU BANYAKNYA BULAN DALAM BAGIAN TAHUN PAJAK

BESAR ANGSURAN PPh PASAL 25 SETIAP BULAN

DIKURANGI

PPh YANG DIPOTONG ATAU DIPUNGUT:

PPh PSL 21 PPh PSL 22 PPh PSL 23

PPh YANG

TERUTANG ATAU DIBAYAR DI LUAR NEGERI YANG BOLEH

DIKREDITKAN (PPh PSL 24)

DIBAGI

SAMA DENGAN PPh TERUTANG MENURUT SPT TAHUNAN PPh THN PAJAK YG LALU

ANGSURAN PAJAK DALAM TAHUN BERJALAN

(PPh PASAL 25)

(25)

PASAL 22

PASAL 23

PASAL 24

PPh ATAS IMPOR DAN PENJUALAN KE ATAU PEMBELIAN DARI PIHAK-PIHAK TERTENTU

PPh ATAS DIVIDEN, BUNGA, ROYALTI, SEWA, HADIAH DAN PENGHARGAAN YG

DITERIMA/DIPEROLEH WP DALAM NEGERI SERTA IMBALAN JASA YG DITERIMA WP BADAN DALAM NEGERI

PAJAK YG DIBAYAR/TERUTANG ATAS PENGHASILAN DARI LUAR NEGERI

PASAL 25 PASAL 26

AYAT (5)

PPh YG DIBAYAR SENDIRI OLEH WAJIB PAJAK PPh PASAL 26 YANG TIDAK BERSIFAT FINAL YG

DIKENAKAN TERHADAP WP LUAR NEGERI PAJAK YANG TERUTANG DIKURANGI DENGAN

KREDIT PAJAK TAHUN YANG BERSANGKUTAN

KREDIT PAJAK BAGI WP BADAN

(26)

Pasal 24

WAJIB PAJAK BADAN

Laporan Laba / Rugi

Penghasilan xxx

Biaya (xxx)

Laba xxx

Koreksi Fiskal xxx

Penghasilan Kena Pajak xxx Kompensasi kerugian (xxx)

Pajak Terutang xxx

Pajak dibayar dimuka (xxx) Pajak yang harus dibayar xxx

Pasal 23

Pasal 6

Pasal 22, 23, 24, 25

Pasal 26

Pasal 23

Pasal 4

Pembayaran dari Luar Negeri

Pembayaran ke Luar Negeri

Luar Negeri Indonesia

Pasal 9

Pasal 17

Pasal 29

Pasal 6

(27)

FORMULIR 1771 (Rupiah/US$)

Surat yang digunakan Wajib Pajak untuk melaporkan penghitungan

dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban,

menurut ketentuan peraturan

perundang-undangan perpajakan.

(28)

• Benar

• Lengkap

• Jelas

• Tepat waktu

• Tepat jumlah

• Tepat informasi

• Tepat prosedur

(29)

1. Omzet di SPT PPh Badan = SPT masa PPN/ Fak Kel;

2. Biaya pegawai … SPT PPh Badan = SPT PPh Psl. 21… masa Des;

3. Kredit pajak dgn penghasilan yg dilaporkan;

4. Biaya yg menjadi objek pajak dgn SPT masa terkait;

5. Kesesuaian bukti potong PPh final dgn

penghasilan yg menjadi objek PPh Final;

(30)

• Penyesuaian lampiran SPT dgn laporan audit;

• Pengelompokan penghasilan dan biaya;

• Koreksi fiskal yg dilakukan.

(31)

https://p2kibshop.com/produk/perpajakan- untuk-akademisi-dan-pelaku-usaha/

https://tokopedia.link/U893iV6e1ab Baca literatur bagian 10

halaman 283

Referensi

Dokumen terkait

meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya : Penghitungan PPh Pasal 21 didasarkan pada jumlah penghasilan yang sebenarnya diterima atau diperoleh dalam bagian tahun pajak

Tujuan penelitian dan penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan motif batik khas Bali yang mempunyai bentuk unik dan karakteristik sehingga dapat mencerminkan

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian

Pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun harus dibebankan sebagai biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara

Ketentuan yang mengatur perizinan obyek dan daya tarik wisata alam yang telah ditetapkan oleh pemerintah Daerah sebelum berlakunya Peraturan Daerah ini dinyatakan

%uatu bentuk gulungan dimana salah satu kopling dari selang tersebut berada didalam+ditengah-tengah gulungan dan kopling !ang ditengah tadi digunakan untuk

Yang berperan sebagai dokter melakukan kegiatan: menjelaskan mengenai pemeriksaan fisis yang akan dilakukan, mempersiapkan pasien sebelum pemeriksaan fisis,

Supervisor pengawasan proses produksi antara lain bertanggung jawab dalam pemeriksaan line clearance, dan pengawasan dalam kegiatan produksi untuk memastikan