• Tidak ada hasil yang ditemukan

A S A M dan KARBOHIDRAT TIM DOSEN ANALISA FARMASI 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "A S A M dan KARBOHIDRAT TIM DOSEN ANALISA FARMASI 2022"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

A S A M dan KARBOHIDRAT

TIM DOSEN ANALISA FARMASI 2022

(2)

A S A M

Almawati Situmorang-kuali4 2

(3)

PENGGOLONGAN ASAM

Asam dibedakan menjadi 2 macam :

Asam organik

Asam anorganik ( H2SO4, HCl, HNO3 ) Sifat golongan asam :

Dapat membentuk garam dengan penambahan NaOH adan NaHCO3, sedangkan fenol hanya dengan

penambahan NaOH

Terbagi atas alifatis dan aromatis.

Bentuknya padat asam oksalat, asam sitrat, dll) cairan kental (asam laktat), cair (asam formiat)

3 Almawati Situmorang-kuali4

(4)

REAKSI PENGGOLONGAN

1. Merubah lakmus biru menjadi merah

2. Dengan Na

2

S

2

O

3

→ H

2

S

2

O

3

→ SO

2

+ H

2

O + S↓ kuning

3. Dengan NaHCO

3

→ NaOH + CO

2

( gas )

4 Almawati Situmorang-kuali4

(5)

REAKSI WARNA

1. Dengan FeCl3 berwarna

2. Cuprifil → + untuk yang mempunyai banyak gugus -OH 3. DAB – HCl

4. Marquis 5. Fehling 6. Frohde

7. Umbelliferon, Cara : zat + resorsin + H2SO4 pekat → panaskan + air + NaOH → fluorescensi

8. KMnO4 + NaOH

5 Almawati Situmorang-kuali4

(6)

REAKSI KRISTAL

 Aseton – air

 Sublimasi

6 Almawati Situmorang-kuali4

(7)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Acetanilid

Kristal mengkilat, tidak berbau, tidak berwarna

TL 113 - 114°C

Kelarutan dalam air 1:0,5, spiritus 1:3,7, eter 1:2,5

Reaksi :

zat padat + H2SO4 pekat + K2Cr2O7 padat, aduk dengan batang pengaduk → ungu – ungu hijau

Aqua brom → warna hilang, berlebih → endapan putih

Reaksi indofenol :

Zat + HCl panaskan, dinginkan + air + Fenol + kaporit → ungu kotor + ammonia berlebih → biru

Sulimasi dan aseton - air

7 Almawati Situmorang-kuali4

(8)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam salisilat

Kristal jarum, tidak berbau, tidak berwarna

TL 158°C

Kelarutan dalam air 1: 550, spiritus 1:3, eter 1:2

Reaksi :

FeCl3 ungu ( stabil dalam spirt )

Aqua brom → endapan putih

Esterifikasi : zat + metanol + H2SO4 pekat → panaskan, bau gandapura

Marquis : merah rosa

Reaksi SPICA : zat padat + HNO3 5% + NH4OH berlebih → kuning emas

Sublimasi dan aseton – air

8 Almawati Situmorang-kuali4

(9)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asetosal

Serbuk putih, fluorescensi ungu

TL 137°C

Kelarutan dalam air 1: 550, spiritus 1:3, eter 1:2

Reaksi :

FeCl3 → negatif, panaskan → ungu ( stabil dalam spirtus )

Marquis : merah darah

Frohde : segera ungu

Sublimasi dan aseton – air

9 Almawati Situmorang-kuali4

(10)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam pikrat

Kristal kuning, higroskopis, rasa pahit

TL 121,5 – 122,5°C

Kelarutan dalam air 1: 90, spiritus 1:1, eter 1:75

Reaksi :

Larutan dalam air + NH4OH dil + CuSO4 hijau, gemerlap

Larutan dalam air + KCN → merah darah, KCN berlebih → mengendap

Larutan dalam alkohol + glukosa → merah darah

Sublimasi dan aseton – air

10 Almawati Situmorang-kuali4

(11)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam ascorbat

TL 191 – 194°C

Kelarutan dalam air 1: 3,5, spiritus 1:20

Reaksi :

Aqua iod → warna iod hilang

KMnO4 warna hilang

Nessler → hijau merah → abu-abu

NaOH → merah ( tidak dalam campuran )

Larutan + HCl → biru hijau

FeNO3 kuning orange

Sublimasi dan aseton – air

11 Almawati Situmorang-kuali4

(12)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam sitrat

Kristal tak berwarna, rasa asam

TL 100°C ( dg air kristal ), 153°C ( anhidrit )

Larut baik dalam air dan spiritus

Reaksi :

Zat + metanol → gerus, bau jeruk

Sublimasi dan aseton – air

12 Almawati Situmorang-kuali4

(13)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam oksalat

Kristal tak berwarna, tak berbau, rasa asam

Larut dalam air dan etanol

Reaksi :

Carletti : +

Sublimasi dan aseton – air

13 Almawati Situmorang-kuali4

(14)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam borat

Kristal tak berwarna, serbuk putih, tak berbau

Kelarutan dalam air 1: 400, spiritus 1:3

Reaksi :

Zat + kertas curcuma + HCl dil, keringkan → coklat merah, asapi dg amonia → biru kelabu

Zat + metanol + H

2

SO

4

pekat → nyala hijau

Sublimasi dan aseton – air

14 Almawati Situmorang-kuali4

(15)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam benzoat

Kristal tak berwarna, tak berbau

TL 121 – 122°C

Kelarutan dalam air 1: 400, spiritus 1:3

Reaksi :

Zat + etanol + H2SO4 pekat → panaskan, + air

→ bau etil benzoat

Zat + CaCO3 + H2O → saring, filtrat + FeCl3 → endapan kuning coklat

Sublimasi dan aseton – air

15 Almawati Situmorang-kuali4

(16)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam tartrat

Kristal putih – kuning. TL 170°C

Larut baik dalam air dan spiritus

Reaksi :

Reagen : Resorsin 2%, KBr 10%, Aqua 100%, H2SO4pkt 1%

Positif untuk asam tartrat, asam sitrat dan asam laktat

Cara : zat + air + reagen + H2SO4 pkt → panaskan w.b. biru + air → merah frambos

Asam tartrat → biru, + air → merah frambos

Asam sitrat sesudah 10’ hijau, + air → merah

Asam laktat sesudah 10’ biru, + air → merah

Sublimasi dan aseton – air

16 Almawati Situmorang-kuali4

(17)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam Suksinat

Kristal tak berwarna ataukekuningan, Bau minyak batu ambar

Sukar larut dalam air, TL184-190°C

Reaksi :

Larutan netral (dengan NH4OH ) + FeCl3 → ↓cokelat, larut dalam HCl

Dengan pyrolisa ( pemijaran ) : menimbulkan batuk-batuk

Dengan sinar biasa : kuning. Sinar UV : hijau muda

Kristal

Sublimasi dan aseton-air

zat+ Kristal Pb asetat → Kristal

Larutan zat + pDAB → merah

Reaksi umbelliferon :

Larutan zat + H2SO4 +resorcin , dinginkan, encerkan dengan air dan basakan dengan NH4OH

17 Almawati Situmorang-kuali4

(18)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam Mefenamat

Serbuk Kristal putih hingga kuning terang, Titik lebur : 230-231˚C

Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, larut dalam etanol 1:185, larut dalam kloroform 1: 150, larut dalam eter 1: 80, larut dalam larutan alkali hidroksida

Reaksi :

Zat + FeCl3 bintik jingga

Zat + H2SO4 biru + HCl → warna hilang atau menjadi berwarna kuning pucat

Zat + HNO3 hijau lumut sampai hijau kekuningan

Zat + pDAB HCl → tidak bereaksi

Zat + K4Fe(CN)6 tidak bereaksi f. Reaksi lybermann ( nitrosa ) :

Pereaksi : Zat + HNO3 dan H2SO4 warna biru

18 Almawati Situmorang-kuali4

(19)

REAKSI MASING – MASING ZAT

Asam folat

Serbuk kuning jingga, tidak berbau, tidak berasa

TL 121 – 122°C

Sukar larut dalam air

Reaksi :

Zat + H

2

SO

4

→ warna kuning hilang

Larutan dalam NaOH → fluorescensi hijau–

biru

Sublimasi dan aseton-air

19 Almawati Situmorang-kuali4

(20)

REAKSI MASING – MASING ZAT

UMBELLIFERON

20 Almawati Situmorang-kuali4

(21)

KARBOHIDRAT

Almawati Situmorang-kuali4 21

(22)

Almawati Situmorang-Kuali5 22

Karbohidrat merupakan senyawa polihidroksiketon atau polihidroksialdehid yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.

Karbohidrat sangatlah beragam sifatnya.

Salah satu perbedaan utama antara berbagai tipe karbohidrat adalah tipe molekulnya.

Berbagai senyawa yang termasuk karbohidrat

mempunyai berat molekul yang berbeda yaitu dari senyawa yang sederhana yang mempunyai berat molekul 90 hingga 50.000 bahkan lebih.

Berbagai senyawa tersebut digolongkan menjadi tiga golongan yaitu golongan monosakarida, disakarida dan polisakarida.

(23)

Karbohidrat adalah merupakan hasil kondensasi dari oksi aldehid atau oksi keton alifatis.

Berdasarkan dari asalnya :

1. Karbohidrat alam ( gula alam )

2. Karbohidrat sintetis ( gula buatan ) Penggolongan karbohidrat :

1. Monosakarida

2. Disakarida

3. Polisakarida

23 Almawati Situmorang-Kuali5

(24)

Almawati Situmorang-Kuali5 24

1. Monosakarida, karbohidrat yang sederhana, dalam arti

molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam

kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Contoh: glukosa, fruktosa, pentosa

2. Disakarida, Senyawa yang termasuk oligosakarida

mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekul monosakarida. Dua molekul monosakarida yang berikatan satu dengan yang lain, membentuk satu molekul disakarida.

Contoh: Sukrosa, Laktosa, maltosa

(25)

Almawati Situmorang-Kuali5 25

Urutan tingkat rasa manis pada beberapa mono dan disakarida

(26)

Almawati Situmorang-Kuali5 26

3. Polisakarida

Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida, Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida.

Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung

senyawa lain disebut heteropolisakarida.

Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak memiliki rasa manis dan tidak memiliki sifat mereduksi.

Contoh: Amilum, Glikogen, Dekstrin, Selulosa

(27)

Berdasarkan sifat inversinya :

1. Gula terbuka, terbagi lagi menjadi a. Monosa, dibagi lagi menjadi :

1) Aldosa terbagi lagi :

a) Aldopentosa, contohnya : arabinosa, xylosa, rhamnosa b) Aldohexosa, contohnya : glukosa, galaktosa, mannosa 2) Ketosa : ketohexosa, contohnya : fruktosa

b. Biosa :

1) Mereduksi fehling, contohnya : laktosa, maltosa 2) Tidak mereduksi fehling, contohnya : sakarosa c. Polisakarida, terbagi menjadi :

1) Larut dalam air, contohnya : amilum, dextrin, glikogen, inulin

2) Tidak larut dalam air, contohnya : selulosa

2. Gula tertutup, merupakan lendir tumbuhan, contohnya : gom arab, tragacant

27 Almawati Situmorang-Kuali5

(28)

REAKSI PENGGOLONGAN

1. Reaksi Molish untuk identifikasi gula alam

2. Reaksi Luff dan Fehling untuk identifikasi gula terbuka

3. Reaksi Barfoed untuk identifikasi monosa

4. Reaksi Riegler untuk identifikasi aldosa

Untuk gula terbuka reaksi Fehling positif, tapi reaksi Luff lebih baik.

Karbohidrat yang mereduksi Fehling dapat membentuk kristal dengan Fenil hidrazin

Gula tertutup diinversi dahulu dengan asam lalu reaksi monosa

28 Almawati Situmorang-Kuali5

(29)

REAKSI WARNA

Tugas : cari gunanya, komposisi reagensnya, cara melakukan dan reaksi dan hasil positifnya

29 Almawati Situmorang-Kuali5

1 Molish 6 Selliwanof

2 Luff 7 Tollens

3 Fehling 8 Bials

4 Barfoed 9 Biuret

5 Benedict 10 Iodine

(30)

REAKSI KRISTAL

Hidrazon/osazon

Cara : 100 mg gula + 200 mg fenilhidrazin HCl + 300 mg Na asetat kristal + 2 ml air → dipanaskan/dimasak di wb sampai

terjadi endapan, kemudian endapan diamati di bawah mikroskop.

Lakukan blangko

Prinsip: Reaksi ini dapat digunakan baik untuk larutan aldosa

maupun ketosa, yaitu dengan menambahkan larutan fenilhidrazin, lalu dipanaskan maka akan terbentuk kristal yangberwarna

berwarna kuning yang dinamakan hidrazon (osazon).

larutan dekstroksa ditambah dengan larutan 2-fenilhirazin akan dihasilkan dekstrosazon , 2H2O dan CO2).

30 Almawati Situmorang-Kuali5

(31)

Uji Molisch

Almawati Situmorang-Kuali5 31

Bahan Uji Hasil Uji

(+/-) warna

glukosa + Cincin Ungu

Fruktosa + Cincin Ungu

Sukrosa + Cincin Ungu

Laktosa + Cincin Ungu

Maltosa + Cincin Ungu

Pati + Cincin Ungu

(32)

Uji Benedict

Almawati Situmorang-Kuali5 32

Bahan Uji Hasil Uji

(+/-) warna Endapan

glukosa + Hijau -kuning Merah bata Fruktosa + Hijau -kuning Merah bata

Sukrosa - Biru -

Laktosa + Hijau -kuning Merah bata Maltosa + Hijau -kuning Merah bata

Pati - Biru -

(33)

Uji Barfoed

Almawati Situmorang-Kuali5 33

Bahan Uji Hasil Uji

(+/-) warna

glukosa + Biru Tua ( +++ )

Fruktosa + Biru Tua ( +++ )

Sukrosa + Biru Tua ( +++)

Laktosa + Biru Tua ( ++ )

Maltosa + Biru Muda ( ++ )

Pati + Biru Muda ( + )

(34)

Uji Seliwanoff

Almawati Situmorang-Kuali5 34

Bahan Uji Hasil Uji

(+/-) warna

glukosa - Tidak Berwarna

Fruktosa + Jingga

Sukrosa + Jingga

Laktosa + Jingga

Maltosa - Tidak Berwarna

Pati - Tidak Berwarna

(35)

Uji Fenilhidrazin

Almawati Situmorang-Kuali5 35

Bahan Uji Hasil Uji

(+/-) kekeruhan Banyaknya Endapan

glukosa + + ++++

Fruktosa + +++ ++++

Sukrosa + ++ +++

Laktosa + ++ ++

Maltosa + +++ +

Pati - +++ -

Ket ++++ Banyak endapan +++ keruh

+++ Endapan sedang ++ Kurang keruh ++ Sedikit endapan + Sedikit keruh

+ Endapan kurang - Tidak ada endapan

(36)

Uji Iodium

Almawati Situmorang-Kuali5 36

Bahan Uji Hasil Uji (+/-)

glukosa -

Fruktosa -

Sukrosa -

Laktosa -

Maltosa -

Pati +

(37)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT

Amilum

Serbuk halus, putih, tidak berbau, tidak berasa

Sukar larut dalam air, larut dalam air panas

Molish → positif

Larutan kanji + aqua iod → biru

Miroskopis dalam air

Arabinosa

Rasa manis

Larut dalam air dan etanol 80%

Reaksi umum terhadap pentosa :

reaksi Furfural-Schiff → merah

reaksi Bial → biru hijau

reaksi Tollens → merah ungu

Luff → positif

Molish → lama terjadi cincin ungu, dikocok → merah muda

37 Almawati Situmorang-Kuali5

(38)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT

Dextrin

Serbuk putih kekuningan

Tidak higroskopis

Mudah larut dalam air

Molish → positif ( lemah )

Luff → positif

Barfoed → negatif

Cuprifil → positif

Dipanaskan dalam air → berbusa

Zat + aqua iod → merah ungu / merah coklat

Miroskopis dalam air sama dengan amilum

38 Almawati Situmorang-Kuali5

(39)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT Glukosa

Kristal putih

Larut dalam air

Molish → positif

Fehling → positif

Luff → positif

Barfoed → positif

Pinnoff → ungu muda

Riegler → merah

Osazon → positif setelah 2 menit

Sacharosa / gula

Kristal putih

Larut dalam air

Fehling → negatif

Barfoed → negatif

Osazon → negatif

Mollish → positif ( rosa )

Seliwanoff → positif

39 Almawati Situmorang-Kuali5

(40)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT

Laktosa

Molish → positif

Fehling → positif

Luff → positif

Barfoed → positif ( lama )

Osazon → positif

setelah 30 menit, amati di mikroskop

Larutan zat + 5 ml

NH4OH → dipanaskan

→ merah

40 Almawati Situmorang-Kuali5

Glikogen

• Serbuk putih

• Larut dalam air

• Zat + iodium → coklat violet

• Zat + Pb-asetat → mengendap

(41)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT

Perbedaan gom arab dan tragacant :

41 Almawati Situmorang-Kuali5

(42)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT

Maltosa

Molish → positif

Fehling → positif

Luff → positif

Barfoed → negatif,

dimasak lama → positif

Osazon → positif setelah 15 – 30 menit

42 Almawati Situmorang-Kuali5

Mannosa

TL 195 - 200°C

Riegler → positif

Osazon → positif setelah 15 menit

(43)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT

Perbedaan sakarin dan dulcin :

43 Almawati Situmorang-Kuali5

(44)

IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT

44 Almawati Situmorang-Kuali5

(45)

A. Metode Analisis Kualitatif Karbohidrat

1. Test Molish Prinsip:

Karbohidrat akan didehidrasi oleh asam sulfat pekat membentuk senyawa furfural atau turunannya.

Furfural dan turunannya akan berkondensasi dengan alfa- naftol (molish) membentuk cincin furfural yang berwarna ungu atau merah ungu pada bidang batas antara larutan karbohidrat dan H2SO4 pekat.

45

(46)

1. Test Molish…..

Uji Molisch dinamai sesuai penemunya yaitu

Hans Molisch, seorang ahli botani dari Australia.

Sampel yang diuji dicampur dengan reagent Molisch, yaitu α – naphthol yang terlarut dalam etanol

Setelah pencampuran atau homogenisasi ,

H

2

SO

4

pekat perlahan –lahan dituangkanmelalui dinding tabung reaksi agar tidak sampai

bercampur dengan larutan atau hanya membentuk lapisan.

46

(47)

47

(48)

Almawati Situmorang-Kuali5 48

[

Uji Luff adalah uji kimia kualitatif yang bertujuan menguji adanya gugus aldehid (-CHO). Komponen utama reagent Luff adalah CuO.

Uji ini dilakukan dengan menambahkan reagen luff pada sampel, kemudian dipanaskan. Reaksi positif pada uji Luff ditandai dengan adanya endapan merah.

Reaksi yang terjadi adalah:

Pada reaksi tersebut terjadi reduksi CuO menjadi Cu2O. Cu2O ini kemudian membentuk endapan merah bata.

Salah satu manfaat praktis uji luff adalah mengetahui adanya gula pereduksi atau aldosa (contohnya sukrosa), yang memiliki gugus aldehid.

2. Uji Luff

(49)

3. Metode Fehling

Prinsip dari metode fehling yaitu menggunakan gugus aldehid pada gula untuk mereduksi

senyawa Cu

2

SO

4

menjadi Cu

2

O (endapan berwarna merah bata) setelah dipanaskan pada suasana basa (Benedict dan Fehling) atau asam (Barfoed) dengan ditambahkan agen

pengikat (chelating agent) seperti Na-sitrat dan K-Na-tatrat.

Reagent yang digunakan dalam pengujian ini adalah Fehling A (CuSO

4

) dan Fehling B (NaOH dan K-Na tartrat).

49

(50)

3. Metode Fehling……….

Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus

aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam

karboksilat. Cu2O (endapan merah bata) yang terbentuk merupakan hasil sampingan dari reaksi pembentukan asam karboksilat.

Apabila digunakan larutan glukosayang lebih encer , endapan yang terjadi berwarna hijau kekuningan.

Reaksi yang terjadi adalah:

50

(51)

4. Test Barfoed

tes dilakukan untuk membedakan Monosakarida dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan

Prinsipnya berdasarka reduksi Cu2+ dalam suasana

asam lemah (CH3COOH) menjadi Cu+, menghasilkan endapan yang berwarna merah bata dari Cu2O.

Sampel monosakarida mempunyai waktu yang lebih cepat membentuk merah bata

51

(52)

4. Test Barfoed

tes dilakukan untuk membedakan Monosakarida dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan

Prinsipnya berdasarka reduksi Cu2+ dalam suasana

asam lemah (CH3COOH) menjadi Cu+, menghasilkan endapan yang berwarna merah bata dari Cu2O.

Sampel monosakarida mempunyai waktu yang lebih cepat membentuk merah bata

52

(53)

5. Test Benedict

uji ini untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa

Prinsip: Larutan CuSO

4

dalam suasana alkali akan direduksi oleh gula yang mempunyai

gugus aldehid sehingga CuO atau kupri tereduksi menjadi Cu

2

O yang berwarna merah bata (endapan).

53

(54)

54

(55)

6. Test Selliwanof

Prinsip: Perubahan fruktosa oleh HCl panas menjadi levulinat dan hidroksimetil furfural, selanjutnya

kondensasi hidroksimetil dengan resorsinol akaan

menghasilkan senyawa sukrosa yang mudah dihidrolisa menjadi glukosa akan member reaksi positif

berwarna oranye.

55

(56)

7. Metode Tollens

Prinsip: Tollen terdiri dari Ag2SO4 yang bila ada gula pereduksi Ag akan direduksi menjadi Ag+ yang akan membentuk cincin perak.

Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator / pengoksidasi lemah yang digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, - CHO menjadi asam karboksilat, -COOH.

Senyawa-senyawa yang mengandung gugus aldehid dapat dikenali melalui uji tollens. Contoh senyawa yang sering diuji adalah formalin, asetaldehid, dan glukosa.

Kelemahan dari reaksi Tollen adalah dia bukan cuma

bereaksi dengan gula pereduksi tetapi juga bereaksi dengan senyawa keton yang mempunyai gugus metil.

56

(57)

7. Metode Tollens….

Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3.

Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang

terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).

57

(58)

7. Metode Tollens….

Bermacam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens; yang penting larutan ini harus mengandung perak amoniakal.

Larutan kompleks perak beramoniak inilah yang dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi asam yang disertai dengan timbulnya cermin perak. Oleh sebab itu, larutan perak amoniakal ini sering ditulis secara sederhana

sebagai larutan Ag2O.

58

(59)

59

(60)

8. Uji Bials

60

(61)

9. Uji Bials

61

(62)

10. Uji Tollen

Almawati Situmorang-Kuali5 62

Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator / pengoksidasi lemah yang dapat digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, - CHO menjadi asam karboksilat, -COOH. Senyawa-senyawa yang mengandung gugus aldehid dapat dikenali melalui uji tollens.

Uji Tollen merupakan salah satu uji yang digunakan untuk

membedakan mana yang termasuk senyawa aldehid dan mana yang termasuk senyawa keton. Selain dengan menggunakan Uji Tollen

untuk membedakan senyawa aldehid dan keton dapat juga menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict.

Uji Tollen adalah, dimana ion kompleks perak ammonia mudah direduksi oleh aldehida menjadi logam perak. Perak hidroksida tidak larut dalam air, sehingga ion perak harus dikompleks oleh ammonia dalam suasana basa agar tetap larut. Persamaan untuk reaksi dapat ditulis

(63)

10. Uji Tollen

Almawati Situmorang-Kuali5 63

Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa

kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).

2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) → Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)

Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) →Ag(NH3)2NO3(aq) + 2NaOH(aq)

(64)

9. Biuret Test

Almawati Situmorang-Kuali5 64

Uji untuk mengetahui adanya ikatan peptida dari suatu sampel

Prosedur Kerja

a. Sebanyak 3 mL larutan protein ditambah 1 mL NaOH 10% Dan dikocok.

b. Ditambahkan 1-3 tetes larutan CuSO4 0.1%.

c. Diamati timbulnya warna

Ion Cu2+ akan membentuk ikatan

kompleks berwarna ungu dengan peptida

pada kondisi Alkali

(65)

Senyawa berwarna biru-violet

Almawati Situmorang-Kuali5 65

(66)

2. Test Moore Prinsip:

Uji Moore menggunakan NaOH (alkali) yang berfungsi

sebagai ion OH- yang akan berikatan dengan rantai aldehid yang membentuk aldol aldehid (aldehida dengan cabang gugus alkanol) yang berwarna kekuningan. Pemanasan bertujuan untuk membuka ikatan karbon dengan

hydrogen dan menggantikannya dengan gugus –OH.

66

(67)

9. Metode iodine

Prinsipnya uji iodium digunakan untuk medeteksi adanya pati ( suatu polisakarida).

Amilum atau pati akan menghasilkan warna biru. Hasil yang postif hanya pada penambahan air dan HCl dengan iodine. Iodin yang

ditambahkan berfungsi sebagai indikator suatu senyawa polisakarida.

Uji Iodin dalam percobaan dilakukan dengan 3 kondisi yaitu kondisi, netral,asam dan basa,yaitu pada masing-masing tabung ditambahkan 2 tetes air pada tabung I ( netral ), 2 tetes HCl pada tabung II ( asam ) dan 2 tetes NaOH pada tabung III (basa).

Kemudian ketiga tabung tersebut dipanaskan, setelah dipanaskan pada tabung I dengan kondisi netral diperoleh (+2 tetes air) tidak terjadi perubahan warna, dengan basa (+ 2 tetes NaOH) tidak

mengalami perubahan warna (warna tetap keruh) atau dengan kata lain tidak terbentuk ikatan koordinasi antara ion iodida pada heliks.

67

(68)

9. Metode iodine….

Hal ini disebabkan karena dengan basa I2 akan mengalami reaksi sebagai berikut:

3 I2 + 6 NaOH → 5 NaI + NaIO3 + 3 H2O

Sehingga pada larutan tidak terdapat I2 yang

menyebabkan tidak terjadinya ikatan koordinasi sehingga warna tetap keruh, sedangkan dengan kondisi asam (+ 2 tetes HCl) terjadi perubahan warna dari keruh menjadi bening.

Pada kondisi asam NaI dan NaIO3 diubah menjadi I2 kembali oleh asam klorida . Jadi pada kondisi asam-lah memberikan hasil uji terbaik. Dengan reaksi:

5 NaI + NaIO3 + 6 HCl → 3 I2 + 6 NaCl + 3 H2O

68

(69)

7. Metode Osazon

Prinsip: Reaksi ini dapat digunakan baik untuk larutan

aldosa maupun ketosa, yaitu dengan menambahkan larutan fenilhidrazin, lalu dipanaskan maka akan terbentuk kristal yangberwarna berwarna kuning yang dinamakan

hidrazon (osazon).

larutan dekstroksa ditambah dengan larutan 2-fenilhirazin akan dihasilkan dekstrosazon , 2H2O dan CO2).

69

(70)

TUGAS PRESENTASI SETELAH UTS

Almawati Situmorang-kuali4 70

BUAT PRESENTASI BERUPA POWER POINT, DENGAN MATERI

1. ANALISA KUANTITATIF /VOLUMETRI

2. TITRASI ASAM BASA

3. KOMPLEKSOMETRI

4. TITRASI BEBAS AIR

5. TITRASI REDOKS

6. NITRIMETRI

PANDUANNYA LIHAT PADA RPS MATA KULIAH ANFAR, TUGAS SAUDARA MEMBAHAS KAJIAN APA SAJA

(71)

Almawati Situmorang-kuali4 71

TERIMA

KASIH...!!!!

Referensi

Dokumen terkait

Pengelolaan dan pengembangan wakaf tanah milik dalam Islam; apabila wakaf tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap; maka sebagai pengelola dan pengembangnya

8) menggunakan uang retensi atau dalam hal diperjanjikan adanya jaminan atas mutu hasil pekerjaan, menyita dan mencairkan jaminan untuk membiayai pemeliharaan hasil akhir

Bentuk dan Penerapan Inovasi Pelayanan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan penanaman Modal (BPTPM) Kota Makassar.. Ada beberapa yang

Transaksi leasing dalam bentuk sale and lease back ini pada prisipnya adalah pihak lessee sengaja menjual barang modalnya kepada lessor untuk kemudian dilakukan kontrak sewa

Sebagai bahan informasi dan peningkatan dalam pembinaan kepada puskesmas terhadap kualitas pelayanan kesehatan terutama kepatuhan bidan dalam memberikan informed consent

Bila  kita  mengurut  mundur  pada  tahun  60‐an,  saat  itu  payang,  dogol  dan  bagan   tancap    masih  menggunakan    bahan    jaring    yang    terbuat 

40 copyright @ 2012 | Iboy Shapiro | priaidamansejati.com Ada beberapa pria, mungkin tidak banyak, yang berpacaran dengan wanita dengan body bukan typenya, dan pria ini juga

Untuk mengetahui dampak pendapatan dan akses pada pelayanan kesehatan pada angka harapan hidup, diperlukan data yang melibatkan ketiga peubah tersebut, yaitu pendapatan, indeks