A S A M dan KARBOHIDRAT
TIM DOSEN ANALISA FARMASI 2022
A S A M
Almawati Situmorang-kuali4 2
PENGGOLONGAN ASAM
Asam dibedakan menjadi 2 macam :
Asam organik
Asam anorganik ( H2SO4, HCl, HNO3 ) Sifat golongan asam :
Dapat membentuk garam dengan penambahan NaOH adan NaHCO3, sedangkan fenol hanya dengan
penambahan NaOH
Terbagi atas alifatis dan aromatis.
Bentuknya padat asam oksalat, asam sitrat, dll) cairan kental (asam laktat), cair (asam formiat)
3 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI PENGGOLONGAN
1. Merubah lakmus biru menjadi merah
2. Dengan Na
2S
2O
3→ H
2S
2O
3→ SO
2+ H
2O + S↓ kuning
3. Dengan NaHCO
3→ NaOH + CO
2( gas )
4 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI WARNA
1. Dengan FeCl3 → berwarna
2. Cuprifil → + untuk yang mempunyai banyak gugus -OH 3. DAB – HCl
4. Marquis 5. Fehling 6. Frohde
7. Umbelliferon, Cara : zat + resorsin + H2SO4 pekat → panaskan + air + NaOH → fluorescensi
8. KMnO4 + NaOH
5 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI KRISTAL
Aseton – air
Sublimasi
6 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Acetanilid
Kristal mengkilat, tidak berbau, tidak berwarna
TL 113 - 114°C
Kelarutan dalam air 1:0,5, spiritus 1:3,7, eter 1:2,5
Reaksi :
zat padat + H2SO4 pekat + K2Cr2O7 padat, aduk dengan batang pengaduk → ungu – ungu hijau
Aqua brom → warna hilang, berlebih → endapan putih
Reaksi indofenol :
Zat + HCl panaskan, dinginkan + air + Fenol + kaporit → ungu kotor + ammonia berlebih → biru
Sulimasi dan aseton - air
7 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam salisilat
Kristal jarum, tidak berbau, tidak berwarna
TL 158°C
Kelarutan dalam air 1: 550, spiritus 1:3, eter 1:2
Reaksi :
FeCl3 → ungu ( stabil dalam spirt )
Aqua brom → endapan putih
Esterifikasi : zat + metanol + H2SO4 pekat → panaskan, bau gandapura
Marquis : merah rosa
Reaksi SPICA : zat padat + HNO3 5% + NH4OH berlebih → kuning emas
Sublimasi dan aseton – air
8 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asetosal
Serbuk putih, fluorescensi ungu
TL 137°C
Kelarutan dalam air 1: 550, spiritus 1:3, eter 1:2
Reaksi :
FeCl3 → negatif, panaskan → ungu ( stabil dalam spirtus )
Marquis : merah darah
Frohde : segera ungu
Sublimasi dan aseton – air
9 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam pikrat
Kristal kuning, higroskopis, rasa pahit
TL 121,5 – 122,5°C
Kelarutan dalam air 1: 90, spiritus 1:1, eter 1:75
Reaksi :
Larutan dalam air + NH4OH dil + CuSO4 → hijau, gemerlap
Larutan dalam air + KCN → merah darah, KCN berlebih → mengendap
Larutan dalam alkohol + glukosa → merah darah
Sublimasi dan aseton – air
10 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam ascorbat
TL 191 – 194°C
Kelarutan dalam air 1: 3,5, spiritus 1:20
Reaksi :
Aqua iod → warna iod hilang
KMnO4 → warna hilang
Nessler → hijau merah → abu-abu
NaOH → merah ( tidak dalam campuran )
Larutan + HCl → biru hijau
FeNO3 → kuning orange
Sublimasi dan aseton – air
11 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam sitrat
Kristal tak berwarna, rasa asam
TL 100°C ( dg air kristal ), 153°C ( anhidrit )
Larut baik dalam air dan spiritus
Reaksi :
Zat + metanol → gerus, bau jeruk
Sublimasi dan aseton – air
12 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam oksalat
Kristal tak berwarna, tak berbau, rasa asam
Larut dalam air dan etanol
Reaksi :
Carletti : +
Sublimasi dan aseton – air
13 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam borat
Kristal tak berwarna, serbuk putih, tak berbau
Kelarutan dalam air 1: 400, spiritus 1:3
Reaksi :
Zat + kertas curcuma + HCl dil, keringkan → coklat merah, asapi dg amonia → biru kelabu
Zat + metanol + H
2SO
4pekat → nyala hijau
Sublimasi dan aseton – air
14 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam benzoat
Kristal tak berwarna, tak berbau
TL 121 – 122°C
Kelarutan dalam air 1: 400, spiritus 1:3
Reaksi :
Zat + etanol + H2SO4 pekat → panaskan, + air
→ bau etil benzoat
Zat + CaCO3 + H2O → saring, filtrat + FeCl3 → endapan kuning coklat
Sublimasi dan aseton – air
15 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam tartrat
Kristal putih – kuning. TL 170°C
Larut baik dalam air dan spiritus
Reaksi :
Reagen : Resorsin 2%, KBr 10%, Aqua 100%, H2SO4pkt 1%
Positif untuk asam tartrat, asam sitrat dan asam laktat
Cara : zat + air + reagen + H2SO4 pkt → panaskan w.b. biru + air → merah frambos
Asam tartrat → biru, + air → merah frambos
Asam sitrat sesudah 10’ hijau, + air → merah
Asam laktat sesudah 10’ biru, + air → merah
Sublimasi dan aseton – air
16 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam Suksinat
Kristal tak berwarna ataukekuningan, Bau minyak batu ambar
Sukar larut dalam air, TL184-190°C
Reaksi :
Larutan netral (dengan NH4OH ) + FeCl3 → ↓cokelat, larut dalam HCl
Dengan pyrolisa ( pemijaran ) : menimbulkan batuk-batuk
Dengan sinar biasa : kuning. Sinar UV : hijau muda
Kristal
Sublimasi dan aseton-air
zat+ Kristal Pb asetat → Kristal
Larutan zat + pDAB → merah
Reaksi umbelliferon :
Larutan zat + H2SO4 +resorcin , dinginkan, encerkan dengan air dan basakan dengan NH4OH
17 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam Mefenamat
Serbuk Kristal putih hingga kuning terang, Titik lebur : 230-231˚C
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, larut dalam etanol 1:185, larut dalam kloroform 1: 150, larut dalam eter 1: 80, larut dalam larutan alkali hidroksida
Reaksi :
Zat + FeCl3 → bintik jingga
Zat + H2SO4 → biru + HCl → warna hilang atau menjadi berwarna kuning pucat
Zat + HNO3 → hijau lumut sampai hijau kekuningan
Zat + pDAB HCl → tidak bereaksi
Zat + K4Fe(CN)6 → tidak bereaksi f. Reaksi lybermann ( nitrosa ) :
Pereaksi : Zat + HNO3 dan H2SO4→ warna biru
18 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
Asam folat
Serbuk kuning jingga, tidak berbau, tidak berasa
TL 121 – 122°C
Sukar larut dalam air
Reaksi :
Zat + H
2SO
4→ warna kuning hilang
Larutan dalam NaOH → fluorescensi hijau–
biru
Sublimasi dan aseton-air
19 Almawati Situmorang-kuali4
REAKSI MASING – MASING ZAT
UMBELLIFERON
20 Almawati Situmorang-kuali4
KARBOHIDRAT
Almawati Situmorang-kuali4 21
Almawati Situmorang-Kuali5 22
Karbohidrat merupakan senyawa polihidroksiketon atau polihidroksialdehid yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.
Karbohidrat sangatlah beragam sifatnya.
Salah satu perbedaan utama antara berbagai tipe karbohidrat adalah tipe molekulnya.
Berbagai senyawa yang termasuk karbohidrat
mempunyai berat molekul yang berbeda yaitu dari senyawa yang sederhana yang mempunyai berat molekul 90 hingga 50.000 bahkan lebih.
Berbagai senyawa tersebut digolongkan menjadi tiga golongan yaitu golongan monosakarida, disakarida dan polisakarida.
Karbohidrat adalah merupakan hasil kondensasi dari oksi aldehid atau oksi keton alifatis.
Berdasarkan dari asalnya :
1. Karbohidrat alam ( gula alam )
2. Karbohidrat sintetis ( gula buatan ) Penggolongan karbohidrat :
1. Monosakarida
2. Disakarida
3. Polisakarida
23 Almawati Situmorang-Kuali5
Almawati Situmorang-Kuali5 24
1. Monosakarida, karbohidrat yang sederhana, dalam arti
molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam
kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Contoh: glukosa, fruktosa, pentosa
2. Disakarida, Senyawa yang termasuk oligosakarida
mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekul monosakarida. Dua molekul monosakarida yang berikatan satu dengan yang lain, membentuk satu molekul disakarida.
Contoh: Sukrosa, Laktosa, maltosa
Almawati Situmorang-Kuali5 25
Urutan tingkat rasa manis pada beberapa mono dan disakarida
Almawati Situmorang-Kuali5 26
3. Polisakarida
Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida, Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida.
Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung
senyawa lain disebut heteropolisakarida.
Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak memiliki rasa manis dan tidak memiliki sifat mereduksi.
Contoh: Amilum, Glikogen, Dekstrin, Selulosa
Berdasarkan sifat inversinya :
1. Gula terbuka, terbagi lagi menjadi a. Monosa, dibagi lagi menjadi :
1) Aldosa terbagi lagi :
a) Aldopentosa, contohnya : arabinosa, xylosa, rhamnosa b) Aldohexosa, contohnya : glukosa, galaktosa, mannosa 2) Ketosa : ketohexosa, contohnya : fruktosa
b. Biosa :
1) Mereduksi fehling, contohnya : laktosa, maltosa 2) Tidak mereduksi fehling, contohnya : sakarosa c. Polisakarida, terbagi menjadi :
1) Larut dalam air, contohnya : amilum, dextrin, glikogen, inulin
2) Tidak larut dalam air, contohnya : selulosa
2. Gula tertutup, merupakan lendir tumbuhan, contohnya : gom arab, tragacant
27 Almawati Situmorang-Kuali5
REAKSI PENGGOLONGAN
1. Reaksi Molish untuk identifikasi gula alam
2. Reaksi Luff dan Fehling untuk identifikasi gula terbuka
3. Reaksi Barfoed untuk identifikasi monosa
4. Reaksi Riegler untuk identifikasi aldosa
Untuk gula terbuka reaksi Fehling positif, tapi reaksi Luff lebih baik.
Karbohidrat yang mereduksi Fehling dapat membentuk kristal dengan Fenil hidrazin
Gula tertutup diinversi dahulu dengan asam lalu reaksi monosa
28 Almawati Situmorang-Kuali5
REAKSI WARNA
Tugas : cari gunanya, komposisi reagensnya, cara melakukan dan reaksi dan hasil positifnya
29 Almawati Situmorang-Kuali5
1 Molish 6 Selliwanof
2 Luff 7 Tollens
3 Fehling 8 Bials
4 Barfoed 9 Biuret
5 Benedict 10 Iodine
REAKSI KRISTAL
Hidrazon/osazon
Cara : 100 mg gula + 200 mg fenilhidrazin HCl + 300 mg Na asetat kristal + 2 ml air → dipanaskan/dimasak di wb sampai
terjadi endapan, kemudian endapan diamati di bawah mikroskop.
Lakukan blangko
Prinsip: Reaksi ini dapat digunakan baik untuk larutan aldosa
maupun ketosa, yaitu dengan menambahkan larutan fenilhidrazin, lalu dipanaskan maka akan terbentuk kristal yangberwarna
berwarna kuning yang dinamakan hidrazon (osazon).
larutan dekstroksa ditambah dengan larutan 2-fenilhirazin akan dihasilkan dekstrosazon , 2H2O dan CO2).
30 Almawati Situmorang-Kuali5
Uji Molisch
Almawati Situmorang-Kuali5 31
Bahan Uji Hasil Uji
(+/-) warna
glukosa + Cincin Ungu
Fruktosa + Cincin Ungu
Sukrosa + Cincin Ungu
Laktosa + Cincin Ungu
Maltosa + Cincin Ungu
Pati + Cincin Ungu
Uji Benedict
Almawati Situmorang-Kuali5 32
Bahan Uji Hasil Uji
(+/-) warna Endapan
glukosa + Hijau -kuning Merah bata Fruktosa + Hijau -kuning Merah bata
Sukrosa - Biru -
Laktosa + Hijau -kuning Merah bata Maltosa + Hijau -kuning Merah bata
Pati - Biru -
Uji Barfoed
Almawati Situmorang-Kuali5 33
Bahan Uji Hasil Uji
(+/-) warna
glukosa + Biru Tua ( +++ )
Fruktosa + Biru Tua ( +++ )
Sukrosa + Biru Tua ( +++)
Laktosa + Biru Tua ( ++ )
Maltosa + Biru Muda ( ++ )
Pati + Biru Muda ( + )
Uji Seliwanoff
Almawati Situmorang-Kuali5 34
Bahan Uji Hasil Uji
(+/-) warna
glukosa - Tidak Berwarna
Fruktosa + Jingga
Sukrosa + Jingga
Laktosa + Jingga
Maltosa - Tidak Berwarna
Pati - Tidak Berwarna
Uji Fenilhidrazin
Almawati Situmorang-Kuali5 35
Bahan Uji Hasil Uji
(+/-) kekeruhan Banyaknya Endapan
glukosa + + ++++
Fruktosa + +++ ++++
Sukrosa + ++ +++
Laktosa + ++ ++
Maltosa + +++ +
Pati - +++ -
Ket ++++ Banyak endapan +++ keruh
+++ Endapan sedang ++ Kurang keruh ++ Sedikit endapan + Sedikit keruh
+ Endapan kurang - Tidak ada endapan
Uji Iodium
Almawati Situmorang-Kuali5 36
Bahan Uji Hasil Uji (+/-)
glukosa -
Fruktosa -
Sukrosa -
Laktosa -
Maltosa -
Pati +
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT
Amilum
Serbuk halus, putih, tidak berbau, tidak berasa
Sukar larut dalam air, larut dalam air panas
Molish → positif
Larutan kanji + aqua iod → biru
Miroskopis dalam air
Arabinosa
• Rasa manis
• Larut dalam air dan etanol 80%
• Reaksi umum terhadap pentosa :
reaksi Furfural-Schiff → merah
reaksi Bial → biru hijau
reaksi Tollens → merah ungu
• Luff → positif
• Molish → lama terjadi cincin ungu, dikocok → merah muda
37 Almawati Situmorang-Kuali5
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT
Dextrin
• Serbuk putih kekuningan
• Tidak higroskopis
• Mudah larut dalam air
• Molish → positif ( lemah )
• Luff → positif
• Barfoed → negatif
• Cuprifil → positif
• Dipanaskan dalam air → berbusa
• Zat + aqua iod → merah ungu / merah coklat
Miroskopis dalam air sama dengan amilum
38 Almawati Situmorang-Kuali5
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT Glukosa
• Kristal putih
• Larut dalam air
• Molish → positif
• Fehling → positif
• Luff → positif
• Barfoed → positif
• Pinnoff → ungu muda
• Riegler → merah
• Osazon → positif setelah 2 menit
Sacharosa / gula
• Kristal putih
• Larut dalam air
• Fehling → negatif
• Barfoed → negatif
• Osazon → negatif
• Mollish → positif ( rosa )
• Seliwanoff → positif
39 Almawati Situmorang-Kuali5
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT
Laktosa
• Molish → positif
• Fehling → positif
• Luff → positif
• Barfoed → positif ( lama )
• Osazon → positif
setelah 30 menit, amati di mikroskop
• Larutan zat + 5 ml
NH4OH → dipanaskan
→ merah
40 Almawati Situmorang-Kuali5
Glikogen
• Serbuk putih
• Larut dalam air
• Zat + iodium → coklat violet
• Zat + Pb-asetat → mengendap
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT
Perbedaan gom arab dan tragacant :
41 Almawati Situmorang-Kuali5
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT
Maltosa
• Molish → positif
• Fehling → positif
• Luff → positif
• Barfoed → negatif,
dimasak lama → positif
• Osazon → positif setelah 15 – 30 menit
42 Almawati Situmorang-Kuali5
Mannosa
• TL 195 - 200°C
• Riegler → positif
• Osazon → positif setelah 15 menit
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT
Perbedaan sakarin dan dulcin :
43 Almawati Situmorang-Kuali5
IDENTIFIKASI MASING – MASING ZAT
44 Almawati Situmorang-Kuali5
A. Metode Analisis Kualitatif Karbohidrat
1. Test Molish Prinsip:
Karbohidrat akan didehidrasi oleh asam sulfat pekat membentuk senyawa furfural atau turunannya.
Furfural dan turunannya akan berkondensasi dengan alfa- naftol (molish) membentuk cincin furfural yang berwarna ungu atau merah ungu pada bidang batas antara larutan karbohidrat dan H2SO4 pekat.
45
1. Test Molish…..
Uji Molisch dinamai sesuai penemunya yaitu
Hans Molisch, seorang ahli botani dari Australia.
Sampel yang diuji dicampur dengan reagent Molisch, yaitu α – naphthol yang terlarut dalam etanol
Setelah pencampuran atau homogenisasi ,
H
2SO
4pekat perlahan –lahan dituangkanmelalui dinding tabung reaksi agar tidak sampai
bercampur dengan larutan atau hanya membentuk lapisan.
46
47
Almawati Situmorang-Kuali5 48
[
Uji Luff adalah uji kimia kualitatif yang bertujuan menguji adanya gugus aldehid (-CHO). Komponen utama reagent Luff adalah CuO.
Uji ini dilakukan dengan menambahkan reagen luff pada sampel, kemudian dipanaskan. Reaksi positif pada uji Luff ditandai dengan adanya endapan merah.
Reaksi yang terjadi adalah:
Pada reaksi tersebut terjadi reduksi CuO menjadi Cu2O. Cu2O ini kemudian membentuk endapan merah bata.
Salah satu manfaat praktis uji luff adalah mengetahui adanya gula pereduksi atau aldosa (contohnya sukrosa), yang memiliki gugus aldehid.
2. Uji Luff
3. Metode Fehling
Prinsip dari metode fehling yaitu menggunakan gugus aldehid pada gula untuk mereduksi
senyawa Cu
2SO
4menjadi Cu
2O (endapan berwarna merah bata) setelah dipanaskan pada suasana basa (Benedict dan Fehling) atau asam (Barfoed) dengan ditambahkan agen
pengikat (chelating agent) seperti Na-sitrat dan K-Na-tatrat.
Reagent yang digunakan dalam pengujian ini adalah Fehling A (CuSO
4) dan Fehling B (NaOH dan K-Na tartrat).
49
3. Metode Fehling……….
Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus
aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam
karboksilat. Cu2O (endapan merah bata) yang terbentuk merupakan hasil sampingan dari reaksi pembentukan asam karboksilat.
Apabila digunakan larutan glukosayang lebih encer , endapan yang terjadi berwarna hijau kekuningan.
Reaksi yang terjadi adalah:
50
4. Test Barfoed
tes dilakukan untuk membedakan Monosakarida dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan
Prinsipnya berdasarka reduksi Cu2+ dalam suasana
asam lemah (CH3COOH) menjadi Cu+, menghasilkan endapan yang berwarna merah bata dari Cu2O.
Sampel monosakarida mempunyai waktu yang lebih cepat membentuk merah bata
51
4. Test Barfoed
tes dilakukan untuk membedakan Monosakarida dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan
Prinsipnya berdasarka reduksi Cu2+ dalam suasana
asam lemah (CH3COOH) menjadi Cu+, menghasilkan endapan yang berwarna merah bata dari Cu2O.
Sampel monosakarida mempunyai waktu yang lebih cepat membentuk merah bata
52
5. Test Benedict
uji ini untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa
Prinsip: Larutan CuSO
4dalam suasana alkali akan direduksi oleh gula yang mempunyai
gugus aldehid sehingga CuO atau kupri tereduksi menjadi Cu
2O yang berwarna merah bata (endapan).
53
54
6. Test Selliwanof
Prinsip: Perubahan fruktosa oleh HCl panas menjadi levulinat dan hidroksimetil furfural, selanjutnya
kondensasi hidroksimetil dengan resorsinol akaan
menghasilkan senyawa sukrosa yang mudah dihidrolisa menjadi glukosa akan member reaksi positif
berwarna oranye.
55
7. Metode Tollens
Prinsip: Tollen terdiri dari Ag2SO4 yang bila ada gula pereduksi Ag akan direduksi menjadi Ag+ yang akan membentuk cincin perak.
Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator / pengoksidasi lemah yang digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, - CHO menjadi asam karboksilat, -COOH.
Senyawa-senyawa yang mengandung gugus aldehid dapat dikenali melalui uji tollens. Contoh senyawa yang sering diuji adalah formalin, asetaldehid, dan glukosa.
Kelemahan dari reaksi Tollen adalah dia bukan cuma
bereaksi dengan gula pereduksi tetapi juga bereaksi dengan senyawa keton yang mempunyai gugus metil.
56
7. Metode Tollens….
Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3.
Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang
terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).
57
7. Metode Tollens….
Bermacam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens; yang penting larutan ini harus mengandung perak amoniakal.
Larutan kompleks perak beramoniak inilah yang dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi asam yang disertai dengan timbulnya cermin perak. Oleh sebab itu, larutan perak amoniakal ini sering ditulis secara sederhana
sebagai larutan Ag2O.
58
59
8. Uji Bials
60
9. Uji Bials
61
10. Uji Tollen
Almawati Situmorang-Kuali5 62
Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator / pengoksidasi lemah yang dapat digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, - CHO menjadi asam karboksilat, -COOH. Senyawa-senyawa yang mengandung gugus aldehid dapat dikenali melalui uji tollens.
Uji Tollen merupakan salah satu uji yang digunakan untuk
membedakan mana yang termasuk senyawa aldehid dan mana yang termasuk senyawa keton. Selain dengan menggunakan Uji Tollen
untuk membedakan senyawa aldehid dan keton dapat juga menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict.
Uji Tollen adalah, dimana ion kompleks perak ammonia mudah direduksi oleh aldehida menjadi logam perak. Perak hidroksida tidak larut dalam air, sehingga ion perak harus dikompleks oleh ammonia dalam suasana basa agar tetap larut. Persamaan untuk reaksi dapat ditulis
10. Uji Tollen
Almawati Situmorang-Kuali5 63
Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa
kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).
2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) → Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)
Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) →Ag(NH3)2NO3(aq) + 2NaOH(aq)
9. Biuret Test
Almawati Situmorang-Kuali5 64
Uji untuk mengetahui adanya ikatan peptida dari suatu sampel
Prosedur Kerja
a. Sebanyak 3 mL larutan protein ditambah 1 mL NaOH 10% Dan dikocok.
b. Ditambahkan 1-3 tetes larutan CuSO4 0.1%.
c. Diamati timbulnya warna
Ion Cu2+ akan membentuk ikatan
kompleks berwarna ungu dengan peptida
pada kondisi Alkali
Senyawa berwarna biru-violet
Almawati Situmorang-Kuali5 65
2. Test Moore Prinsip:
Uji Moore menggunakan NaOH (alkali) yang berfungsi
sebagai ion OH- yang akan berikatan dengan rantai aldehid yang membentuk aldol aldehid (aldehida dengan cabang gugus alkanol) yang berwarna kekuningan. Pemanasan bertujuan untuk membuka ikatan karbon dengan
hydrogen dan menggantikannya dengan gugus –OH.
66
9. Metode iodine
Prinsipnya uji iodium digunakan untuk medeteksi adanya pati ( suatu polisakarida).
Amilum atau pati akan menghasilkan warna biru. Hasil yang postif hanya pada penambahan air dan HCl dengan iodine. Iodin yang
ditambahkan berfungsi sebagai indikator suatu senyawa polisakarida.
Uji Iodin dalam percobaan dilakukan dengan 3 kondisi yaitu kondisi, netral,asam dan basa,yaitu pada masing-masing tabung ditambahkan 2 tetes air pada tabung I ( netral ), 2 tetes HCl pada tabung II ( asam ) dan 2 tetes NaOH pada tabung III (basa).
Kemudian ketiga tabung tersebut dipanaskan, setelah dipanaskan pada tabung I dengan kondisi netral diperoleh (+2 tetes air) tidak terjadi perubahan warna, dengan basa (+ 2 tetes NaOH) tidak
mengalami perubahan warna (warna tetap keruh) atau dengan kata lain tidak terbentuk ikatan koordinasi antara ion iodida pada heliks.
67
9. Metode iodine….
Hal ini disebabkan karena dengan basa I2 akan mengalami reaksi sebagai berikut:
3 I2 + 6 NaOH → 5 NaI + NaIO3 + 3 H2O
Sehingga pada larutan tidak terdapat I2 yang
menyebabkan tidak terjadinya ikatan koordinasi sehingga warna tetap keruh, sedangkan dengan kondisi asam (+ 2 tetes HCl) terjadi perubahan warna dari keruh menjadi bening.
Pada kondisi asam NaI dan NaIO3 diubah menjadi I2 kembali oleh asam klorida . Jadi pada kondisi asam-lah memberikan hasil uji terbaik. Dengan reaksi:
5 NaI + NaIO3 + 6 HCl → 3 I2 + 6 NaCl + 3 H2O
68
7. Metode Osazon
Prinsip: Reaksi ini dapat digunakan baik untuk larutan
aldosa maupun ketosa, yaitu dengan menambahkan larutan fenilhidrazin, lalu dipanaskan maka akan terbentuk kristal yangberwarna berwarna kuning yang dinamakan
hidrazon (osazon).
larutan dekstroksa ditambah dengan larutan 2-fenilhirazin akan dihasilkan dekstrosazon , 2H2O dan CO2).
69
TUGAS PRESENTASI SETELAH UTS
Almawati Situmorang-kuali4 70
BUAT PRESENTASI BERUPA POWER POINT, DENGAN MATERI
1. ANALISA KUANTITATIF /VOLUMETRI
2. TITRASI ASAM BASA
3. KOMPLEKSOMETRI
4. TITRASI BEBAS AIR
5. TITRASI REDOKS
6. NITRIMETRI
PANDUANNYA LIHAT PADA RPS MATA KULIAH ANFAR, TUGAS SAUDARA MEMBAHAS KAJIAN APA SAJA
Almawati Situmorang-kuali4 71
TERIMA
KASIH...!!!!