• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROBLEMATIKA KABUPATEN BOJONEGORO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PROBLEMATIKA KABUPATEN BOJONEGORO"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

68

BAB III

PROBLEMATIKA KABUPATEN BOJONEGORO

Daerah Bojonegoro dapat dikatakan sebagai daerah yang memiliki banyak permasalahan baik dalam kemiskinan perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat. Permasalahan yang tak kian usai ini disebabkan karena beberapa faktor yang menyebabkan Bojonegoro menjadi salah satu daerah termiskin di Jawa Timur, salah satunya yaitu kondisi dilema daerah Bojonegoro . kondisi dilema yang dimaksudkan dimana Bojonegoro tidak memiliki akses usaha yang memadai untuk keluar dari zona kemiskinan daerah. Kondisi geografis Bojonegoro yang kurang mendukung menyebabkan kerap kali usaha yang dijalankan seperti pertanian menjadi gagal karena hal tersebut.

Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang berada di provinsi Jawa Timur yang letaknya berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah. Letak daerah Bojonegoro ini berada di barat dari Ibu kota provinsi Jawa Timur yaitu Surabaya, yang mana jauhnya perjalanan kurang lebih berjarak 110 Km atau memakan waktu dua jam perjalanan. Bojonegoro memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.453.880, 85 dengan besar wilayah yaitu mencapai 235.000 Ha, dimana sebagian besar daerah ini merupakan daerah pertanian dan hutan jati.

Tidak heran apabila hampir sebagian masyarakat Bojonegoro yaitu sekitar 80%

85

Demografi Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro http://www.

bojonegorokab.go.id/demografi di akses pada (25/5/2018 09.45)

(2)

69

penduduk memenuhi kebutuhan mereka dengan bertani. Diketahui hampir kurang lebih 78ribu Ha atau 30% dari total luasnya lahan wilayah Bojonegoro digarap untuk lahan pertanian, sedangkan untuk lahan hutan jati sendiri yaitu sebesar 44%

dari total luas lahan Bojonegoro. 86

Potensi pertanian dan hutan jati yang dimiliki Bojonegoro lantas tidak saja memberikan kesejahteraan terhadap masyarakatnya. Nyatanya, kawasan hutan jati milik daerah ini telah dikuasai negara, namun hal ini belum juga dapat mendorong perekonomian daerah ini sepenuhnya untuk dapat keluar dari salah satu daerah termiskin di provinsi Jawa Timur. Selain itu, Bojonegoro juga memiliki problem alamiah, dimana apabila musim hujan Bojonegoro akan dilanda banjir karena letak geografisnya yang berada di dekat provinsi Jawa Tengah sehingga daerah ini mendapatkan kiriman banjir dari Bengawan Solo. Pada saat musim kemarau tiba, daerah ini pun akan dilanda kekeringan, dan ketidak stabilan kondisi tanahnya menyebabkan problem geologi. Oleh sebab itu, kondisi daerah ini menjadi salah satu yang menjadi masalah internal terhadap perekonomian Bojonero.

3.1 Kondisi Perekonomian dan Kemiskinan Kabupaten Bojonegoro Berdasarkan data yang penulis dapatkan pada proses penelitian, Kabupaten Bojonegoro ini pada dasarnya telah dikenal dengan daerah yang memiliki tingkat kemiskinan yang luar biasa. Kemiskinan ini disebabkan karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal sendiri yaitu dikarenakan letak

86

Wawancara Penulis dengan Kasubag Energi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup

Bagian Sumber daya Alam Sekretariat Kabupaten Bojonegoro, Dadang Aris, Bojonegoro , 16

Agustus 2018

(3)

70

geografis wilayah Bojonegoro yang tidak menguntungkan dimana Bojonegoro berada tepat di perbatasan Jawa Tengah yaitu Solo. Disaat musim hujan Bojonegoro akan mendapati kiriman banjir dari Solo, dan pada saat musim kemarau akan terciptanya kegersangan sehingga akan menyebabkan adanya permasalahan pada geology, sehingga menyebabkan padanya permasalahan eksternal yaitu kegagalan panen oleh para petani yang menjadi mayoritas pekerjaan masyarakat setempat. Selain faktor geografis, berikut beberapa masalah utama yang masih terjadi di Bojonegoro berdasarkan data penelitian. 87

Pertama yaitu masalah kemiskinan, kabupaten Bojonegoro sendiri pernah tercatat dalam 10 besar daerah termiskin di Provinsi Jawa Timur. Kemiskiran ini kerap terjadi karena jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dan rentan jatuh ke bawah garis kemiskinan. Berikut tabel Kemiskinan Bojonegoro 2008-2013

Tabel 3.1 Indeks Kemiskinan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2008-2013 88

Kemiskinan Indeks Kemiskinan Kabupaten Bojonegoro 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Garis Kemiskinan

(Rp) 149846 192476 211213 230397 246454 263439

Penduduk Miskin

(000 jiwa) 292.71 262.04 227.20 212.86 203.30 196

Penduduk Miskin

(%) 23.87 21.27 18.78 17.47 16.60 15.95

Sumber BPS Bojonegoro

87

Wawancara Penulis dengan Kasubag Energi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup Bagian Sumber daya Alam Sekretariat Kabupaten Bojonegoro, Dadang Aris, Bojonegoro , 16 Agustus 2018

88

Indeks Kemiskinan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2008-2013,BPS Bojonegoro,

https://bojonegorokab.bps.go.id/subject/23/kemiskinan.html#subjekViewTab3 diakses pada

(24/03/19 15.52 WIB)

(4)

71

Berdasarkan data BPS terbaru pada tahun 2015, penduduk miskin adalah penduduk yang hanya memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan berada di garis kemiskinan, dimana garis kemiskinan ini dilihat dari jumlah Garis kemiskinan Makanan seperti tidak terpenuhinya kebutuhan makanan (padi, ikan, telur, daging, sayuran dll) dan Non Makanan yaitu kebutuhan sandang, kesehatan dan pendidikan. Tabel diatas menunjukkan hingga pada akhir 2013 terdapat 196.000 jiwa yang masih memiliki kapasitas pengeluaran hanya 263.439 yang berarti masih berada di bawah garis kemiskinan. Hingga berdasarkan data terbaru, pada 2014 jumlah penduduk miskin yaitu sebanyak 190.090 orang dan 2015 naik menjadi 192.099 orang. 89 Pada tahun 2016 presentase kemiskinan turun menjadi 14,6% dengan total penduduk miskin 180.099 dengan kapasitas pengeluaran sebanyak Rp.295.250. 90

Masalah Kedua pengangguran, kurangnya lapangan kerja tentu menjadi salah satu akibat meningkatnya pengangguran disuatu daerah. Selain itu kurangnya informasi mengenai peluang pekerjaan serta kurangnya kompetensi atau skill dari masyarakat yang tidak sesuai dengan pasar kerja sehingga mengakibatkan kurangnya kecocokan dalam lapangan pekerjaan.

89

Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, BPS, https://jatim.bps.go.id/statictable/2018/01/30/754/jumlah-penduduk-miskin-menurut-kabupaten- kota-di-provinsi-jawa-timur-tahun-2012---2017.html diakses pada (27/03/19 20.09WIB)

90

Jumlah Presentase Penduduk Miskin, P1, P2 dan Garis Kemiskinan Menurut Kabupaten/kota,

Tahun 2016, BPS,

https://jatim.bps.go.id/statictable/download.html?nrbvfeve=NjA1&sdfs=ldjfdifsdjkfahi&zxcv=L2J

hY2tlbmQ%3D&xzmn=aHR0cHM6Ly9qYXRpbS5icHMuZ28uaWQvc3RhdGljdGFibGUvMjAx

Ny8wNy8xOS82MDUvanVtbGFoLWRhbi1wZXJzZW50YXNlLXBlbmR1ZHVrLW1pc2tpbi0tc

DEtLXAyLWRhbi1nYXJpcy1rZW1pc2tpbmFuLW1lbnVydXQta2FidXBhdGVuLWtvdGEtLXR

haHVuLTIwMTYuaHRtbA%3D%3D&twoadfnoarfeauf=MjAxOS0wMy0yOCAwNDozMDo0N

w%3D%3D diakses pada (27/03/19 18.47 WIB)

(5)

72

Masalah ketiga yaitu masalah pelayanan pendidikan, hal ini terjadi karena kurangnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sekolah-sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam membantu mengelola dan membangun pendidikan daerah juga menjadi salah satu pemicu masalah ini. Keempat yaitu masalah pelayanan masyarakat, masalah ini ditandai dengan kurang meratanya sarana dan prasarana kesehatan , kualitas yang tidak memadai serta kurang menerapkan hidup sehat dan bersih oleh masyarakat setempat. Selain itu, kondisi ekonomi yang rendah memberikan dampak terhadap rendahnya pelayanan kesehatan sehingga masyarakat kurang mendapatkan akses kesehatan.

Masalah kelima yaitu mengenai pengelolaan Sumber Daya Alam dan lingkungan hidup, dengan kekayaan SDA baik yang dapat di perbaharui maupun tidak, yang dimiliki daerah ini tentu memberikan kekhawatiran akan tingginya perusakkan terhadap lingkungan, kurangnya ketegasan dari penegak hukum lingkungan menjadikan hal tersebut menjadi suatu masalah dalam hal ini. Masalah terakhir atau keenam yaitu masih belum optimal baik kuantitas dan kualitas infrastruktur, maslah ini meliputi transportasi, ketenagalistrikan, energi, telekomunikasi, sumberdaya air, serta perumahan, pelayanan air minum, dan penyehatan lingkungan.

Berkurangnya kualitas dan pelayanan serta tertundanya pembangunan

infrastruktur baru dapat menghambat laju pembangunan daerah. Rehabilitasi dan

pembangunan kembali berbagai infrastruktur yang rusak, serta peningkatan

kapasitas dan fasilitas baru akan menyerap biaya yang sangat besar sehingga tidak

(6)

73

dapat dipikul oleh pemerintah sendiri. Faktor-faktor inilah yang menjadi penyebab kemiskinan, hingga Kabupaten Bojonegoro masuk dalam kategori termiskin di Provinsi Jawa Timur. Berikut peneliti paparkan data statistik mengenai presentase kemiskinan di Jawa Timur.

Tabel 3.2 Presentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2008-2016

91

Kabupaten/Kota 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Kabupaten

01. Pacitan 21,17 19,01 19,50 18,10 17,23 16,66 16,18 16,68 15,49

02. Ponorogo 16,62 14,63 13,22 12,30 11,72 11,87 11,53 11,91 11,75

03. Trenggalek 20,64 18,27 15,98 14,90 14,16 13,50 13,10 13,39 13,24

04. Tulungagung 12,41 10,60 10,64 9,90 9,37 9,03 8,75 8,57 8,23

05. Blitar 14,53 13,19 12,14 11,30 10,71 10,53 10,22 9,97 9,88

06. Kediri 18,85 17,05 15,52 14,40 13,67 13,17 12,77 12,91 12,72

07. Malang 15,08 13,57 12,54 11,70 11,01 11,44 11,07 11,53 11,49

08. Lumajang 18,17 15,83 13,98 13,00 12,36 12,09 11,75 11,52 11,22

09. Jember 17,74 15,43 13,27 12,40 11,77 11,63 11,28 11,22 10,97

10. Banyuwangi 13,91 12,16 11,25 10,50 9,94 9,57 9,29 9,17 8,79

11. Bondowoso 22,23 20,18 17,89 16,70 15,76 15,23 14,76 14,96 15,00

12. Situbondo 18,02 15,99 16,23 15,10 14,30 13,59 13,15 13,63 13,34

13. Probolinggo 30,13 27,69 25,22 23,50 22,15 21,12 20,44 20,82 20,98

14. Pasuruan 18,04 15,58 13,18 12,30 11,54 11,22 10,86 10,72 10,57

15. Sidoarjo 8,35 6,91 7,45 7,00 6,42 6,69 6,40 6,44 6,39

16. Mojokerto 14,61 13,24 12,23 11,40 10,67 10,94 10,56 10,57 10,61

17. Jombang 16,46 14,46 13,84 12,90 12,19 11,12 10,80 10,79 10,70

18. Nganjuk 19,77 17,22 14,91 13,90 13,17 13,55 13,14 12,69 12,25

19. Madiun 18,50 16,97 15,45 14,40 13,66 12,40 12,04 12,54 12,69

20. Magetan 15,67 13,97 12,95 12,00 11,46 12,14 11,80 11,35 11,03

21. Ngawi 20,86 19,01 18,26 16,70 15,94 15,38 14,88 15,61 15,27

22. Bojonegoro 23,87 21,27 18,78 17,50 16,60 15,95 15,48 15,71 14,60

23. Tuban 25,84 23,01 20,19 18,80 17,78 17,16 16,64 17,08 17,14

24. Lamongan 22,51 20,47 18,70 17,40 16,64 16,12 15,68 15,38 14,89

91

Presentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten Kota di Jawa Timur Tahun 2002-2016 , BPS,

https://pasuruankab.bps.go.id/statictable/2017/10/27/242/persentase-penduduk-miskin-menurut-

kabupaten-kota-di-jawa-timur-tahun-2002-2016.html diakses pada (25/03/19 12.44 WIB)

(7)

74

25. Gresik 21,43 19,14 16,42 15,30 14,30 13,89 13,41 13,63 13,19

26. Bangkalan 32,70 30,45 28,12 26,20 24,62 23,14 22,38 22,57 21,41

27. Sampang 34,53 31,94 32,47 30,20 27,88 26,97 25,80 25,69 24,11

28. Pamekasan 26,32 24,32 22,48 20,90 19,54 18,45 17,74 17,41 16,70

29. Sumenep 29,46 26,89 24,61 23,10 21,88 21,13 20,49 20,20 20,09

Kota

71. Kota Kediri 11,71 10,41 9,31 8,60 8,11 8,20 7,95 8,51 8,40

72. Kota Blitar 9,34 7,56 7,63 7,10 6,73 7,39 7,15 7,29 7,18

73. Kota Malang 7,22 5,58 5,90 5,50 5,19 4,85 4,80 4,60 4,33

74. Kota

Probolinggo 23,29 21,06 19,03 17,70 18,33 17,35 8,37 8,17 7,97

75. Kota Pasuruan 11,20 9,34 9,00 8,40 7,88 7,57 7,34 7,47 7,62

76. Kota

Mojokerto 8,88 7,19 7,42 6,90 6,46 6,63 6,42 6,16 5,73

77. Kota Madiun 6,69 5,93 6,11 5,70 5,35 5,00 4,86 4,89 5,16

78. Kota Surabaya 8,23 6,72 7,07 6,60 6,23 5,97 5,79 5,82 5,63

79. Kota Batu 6,18 4,81 5,11 4,70 4,45 4,75 4,59 4,71 4,48

Jawa Timur 18,19 16,22 14,87 13,80 13,08 12,73 12,28 12,34 12,05

Sumber : BPS Lumajang

Pada tahun pada tahun 2008-2015 Kabupaten Bojonegoro masih menduduki kota termiskin di Provinsi Jawa Timur. Kemiskinan Bojonegoro mencapai 15,71% pada tahun 2015. Diketahui adanya peningkatan kemiskinan dari tahun sebelumnya yaitu pada 2014 sebesar 15,48%. 92 Menurut direktur Bojonegoro Institut, peningkatan presentasi kemiskinan Bojonegoro disebabkan karena adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada akhir tahun 2014, sehingga secara langsung kenaikan BBM tersebut juga berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa. Meskipun pada tahun 2015 Presiden kembali menurunkan harga BBM, namun penurunan tersebut tidak pula diikuti oleh penurunan harga barang dan jasa. 93

92

Vera Astati, Bojonegoro Menduduki Peringkat 8 Termiskin Se-Jawa Timur, https://beritabojonegoro.com/read/9028-bojonegoro-menduduki-peringkat-8-termiskin-se-jawa- timur.html diakses pada (20/10/2017, 19.30 WIB)

93

Ibid

(8)

75

Penyebab lainnya dari kemiskinan tersebut yaitu, karena adanya amuk massa atau demonstrasi yang dilakukan oleh para pekerja lokal di perusahaan minyak dan gas, para pekerja yang merasa di perlakukan secara tidak adil oleh pihak kantor melakukan aksi tersebut, karena hal ini pihak perusahaan melakukan pemutusan kontrak tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Diketahui bahwa proyek yang dikerjakan oleh Sub-Kontraktor ExxonMobil, yakni PT. Tripatra Samsung sudah hampir selesai, sekitar 96 persen. Apabila proyek ini telah rampung 100% maka seiring berakhirnya proyek sudah tentu akan ada sekitar 800 pekerja yang akan kehilangan pekerjaan. 94 Hal ini tentu sangat mempengaruhi naiknya tingkat pengangguran dan akan memicu peningkatan kemiskinan , meskipun para mantan pekerja mendapatnya dana pesangon dari perusahaan, namun dana tersebut tentunya tidak akan bertahan lama karena habis untuk kebutuhan sehari-hari. 95 Berikut data tingkat pengangguran menurut Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur.

Tabel 3.3 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Kabupaten/Kota Di Jawa Timur Tahun 2008-2015 (%)

96

Kabupaten/Kota 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Kabupaten

01. Pacitan

3,10

1,32

0,87

2,70

1,16

0,99

1,08

0,97

02. Ponorogo

3,73

3,45

3,83

4,37

3,26

3,25

3,66

3,68

03. Trenggalek

3,73

3,91

2,15

3,18

3,14

4,04

4,20

2,46

94

Kerusuhan Pekerja Blok Cepu dan Psikologi Massa, Bojonegoro Institute, http://bi.or.id/kerusuhan-pekerja-blok-cepu-dan-psikologi-massa/ diakses pada (20/10/2017, 19.30 WIB)

95

Vera Astati, Op.,Cit.

96

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2002-

2015, BPS, https://lumajangkab.bps.go.id/statictable/2016/06/21/95/tingkat-pengangguran-

terbuka-tpt-menurut-kabupaten-kota-di-jawa-timur-tahun-2005-2015-persen-.html di akses pada

(24/03/19 12.54 WIB)

(9)

76

04. Tulungagung

3,99

4,54

3,50

3,58

3,18

2,71

2,42

3,95

05. Blitar

4,26

3,00

2,24

3,61

2,86

3,64

3,08

2,79

06. Kediri

7,79

5,10

3,75

4,54

4,16

4,65

4,91

5,02

07. Malang

6,22

6,35

4,49

4,63

3,79

5,17

4,83

4,95

08. Lumajang

4,33

2,24

3,17 2,70 4,70

2,01 2,83 2,60

09. Jember

4,48

4,42

2,71

3,95

3,91

3,94

4,64

4,77

10. Banyuwangi

5,62

4,05

3,92

3,71

3,40

4,65

7,17

2,55

11. Bondowoso

2,93

2,88

1,59

2,84

3,75

2,04

3,72

1,75

12. Situbondo

3,89

2,28

3,13

4,74

3,31

3,01

4,15

3,57

13. Probolinggo

3,46

2,60

2,02

3,20

1,98

3,30

1,47

2,51

14. Pasuruan

6,72

5,03

3,49

4,83

6,43

4,34

4,43

6,41

15. Sidoarjo

11,91 10,19

8,35

4,75

5,21

4,12

3,88

6,30

16. Mojokerto

7,04

5,54

4,84

4,31

3,42

3,16

3,81

4,05

17. Jombang

5,78

6,19

5,27

4,24

6,69

5,59

4,39

6,11

18. Nganjuk

6,06

3,98

3,64

4,73

4,22

4,73

3,93

2,10

19. Madiun

8,44

6,04

5,55

3,37

4,16

4,63

3,38

6,99

20. Magetan

4,37

3,82

2,41

3,16

3,86

2,96

4,28

6,05

21. Ngawi

8,18

4,49

4,80

4,06

3,05

4,97

5,61

3,99

22. Bojonegoro

5,93

4,52

3,29

4,18

3,51

5,81

3,21

5,01

23. Tuban

5,74

4,22

2,86

4,15

4,25

4,30

3,63

3,03

24. Lamongan

6,30

4,92

3,62

4,40

4,98

4,93

4,30

4,10

25. Gresik

7,50

7,01

7,70

4,36

6,72

4,55

5,06

5,67

26. Bangkalan

7,26

5,01

5,79

3,91

5,32

6,78

5,68

5,00

27. Sampang

3,46

1,70

1,77

3,91

1,78

4,68

2,22

2,51

28. Pamekasan

3,42

2,18

3,53

2,89

2,30

2,17

2,14

4,26

29. Sumenep

3,92

2,27

1,89

3,71

1,19

2,56

1,01

2,07

Kota

71. Kota Kediri

11,27

8,32

7,39

4,93

7,85

7,92

7,66

8,46

72. Kota Blitar

6,97

8,47

6,66

4,20

3,55

6,17

5,71

3,80

73. Kota Malang

11,14 10,44

8,68

5,19

7,68

7,73

7,22

7,28 74. Kota Probolinggo

9,93

8,53

6,85

4,66

5,12

4,48

5,16

4,01

75. Kota Pasuruan

10,72

7,57

7,23

4,92

4,34

5,41

6,09

5,57

(10)

77

76. Kota Mojokerto

12,12

9,30

7,52

5,86

7,32

5,73

4,42

4,88

77. Kota Madiun

12,72 11,27

9,52

5,15

6,71

6,57

6,93

5,10

78. Kota Surabaya

11,84

8,63

6,84

5,15

5,07

5,32

5,82

7,01

79. Kota Batu

8,95

6,88

5,55

4,57

3,41

2,30

2,43

4,29

Jawa Timur

6,42

5,08

4,25

4,16

4,12

4,30

4,19

4,47 Sumber : BPS Lumajang

Pada tabel diatas terlihat adanya peningkatan pengangguran di Kabupaten Bojonegoro dari tahun 2014 ke 2015, dimana 2014 tingkat pengangguran yaitu sebanyak 3,21% dan pada tahun 2015 naik menjadi 5,01. Kenaikan presentase pengangguran ini dikarenakan seperti permasalahan yang telah peneliti jelaskan sebelumnya yaitu karena habisnya masa kontrak kerja sesuai karena proyek yang telah rampung. Untuk menanggulangi peningkatan pengangguran ini pemerintah mengajukan profil-profil mantan pekerja ini kepada para pengusaha, dan hal ini membawa hasil . Pemerintah mendapatkan permintaan tenaga kerja oleh beberapa perusahaan seperti PT. Sritex Solo, PT. Edgarmindo Klaten yang meminta 100 tenaga kerja, PT BMI Lamongan, PT Saufong dan PT Gelora Jaya pabrik rokok, usaha pemerintah ini untuk menanggulangi permasalahan lapangan kerja oleh masyarakat Bojonegoro. 97 Berdasarkan data terbaru, pada tahun 2016 pengangguran di Bojonegoro meningkat 1,2% sebanyak 23.320. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya lulusan SMK/SMA yang belum mendapatkan pekerjaan . 98

97

Ikhsan Fauzi,Selama 2015 Ada 19000 Pengangguran di Bojonegoro dan Bertambah, http://surabaya.tribunnews.com/2015/12/29/selama-2015-ada-19000-pengangguran-di-

bojonegoro-dan-bertambah-lagi diakses pada (24/03/19 14.17 WIB)

98

Yudi Handoyo, Angka Pengangguran di Bojonegoro Meningkat,

https://m.kumparan.com/amp/beritabojonegoro/angka-pengangguran-di-bojonegoro-meningkat

diakses pada (27/03/19 20.20 WIB)

(11)

78

Berdasarkan data permasalahan-permasalahan diatas tentu memberikan tanda tanya besar kepada pemerintah untuk bagaimana bisa menyelesaikan masalah-masalah daerah tersebut sehingga akan terciptanya kesejahteraan pada masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan kabupaten Bojonegoro. Untuk itu pemerintah merencanakan pembangunan Bojonegoro melalui RPJMD guna untuk membentuk suatu target pemerintah daerah dalam fokus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu strategi pemerintah yaitu dengan Kekayaan alam yang dimiliki Bojonegoro salah satunya yaitu minyak dan gas merupakan cara pemerintah untuk perlahan dapat menyelesaikan masalah tersebut.

3.2 Tantangan Pembangunan dan Kebijakan Pemerintah

Kemiskinan yang dialami Bojonegoro tentu memberikan motivasi terhadap pemerintah-pemerintah daerah Bojonegoro selanjutnya untuk selalu bijak dalam menentukan rencana pembangunan daerah guna mempercepat pertumbuhan perekonomian dan permasalahan-permasalahan daerah sehingga masyarakat daerah dapat menikmati kesejahteraan sebagaimana mestinya. Untuk menentukan rencana pembangunan tersebut, pemerintah pusat mewajibkan pemerintah daerah untuk menyusun RPJMD. RPJMD atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah merupakan suatu bentuk dari target pemerintah daerah dalam fokus peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tercantum dalam visi dan misi pemerintah daerah. Berikut beberapa masalah utama yang masih kerap terjadi di Bojonegoro 99 :

99

Wawancara Penulis dengan Kasubid Pengembangan Ekonomi, Koperasi dan Kepariwisataan

BAPPEDA Kabupaten Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, Bojonegoro , RPJMD 2013-2018 Bab I

16 Agustus 2018.

(12)

79

1. Masalah kemiskinan, kabupaten Bojonegoro sendiri pernah tercatat dalam 10 besar daerah termiskin di Provinsi Jawa Timur.

2. Masalah pengangguran, kurangnya lapangan kerja tentu menjadi salah satu akibat meningkatnya pengangguran disuatu daerah.

3. Masalah pelayanan pendidikan, hal ini terjadi karena kurangnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sekolah-sekolah di Kabupaten Bojonegoro..

4. Masalah pelayanan masyarakat, masalah ini ditandai dengan kurang meratanya sarana dan prasarana kesehatan , kualitas yang tidak memadai serta kurang menerapkan hidup sehat dan bersih oleh masyarakat setempat.

5. Masalah pengelolaan Sumber Daya Alam dan lingkungan hidup, dengan kekayaan SDA baik yang dapat di perbaharui maupun tidak, yang dimiliki daerah ini tentu memberikan kekhawatiran akan tingginya perusakkan terhadap lingkungan, kurangnya ketegasan dari penegak hukum lingkungan menjadikan hal tersebut menjadi suatu masalah dalam hal ini.

6. Masalah masih belum optimal baik kuantitas dan kualitas infrastruktur, maslah ini meliputi transportasi, ketenagalistrikan, energi, telekomunikasi, sumberdaya air, serta perumahan, pelayanan air minum, dan penyehatan lingkungan.

(13)

80

Pemerintah Bojonegoro yang terpilih selaku Bupati dan wakil Bupati (Bapak Suyoto dan Setyo Hartono) menjabarkan visi dan misi dalam RPJMD ini . Dimana rancangan pembangunan ini dirangkup dalam dokumen RPJMD tahun 2013-2018 yang telah dijabarkan dari berbagai target, tujuan dan strategi pembangunan daerah. Pemerintah kemudian akan mendukung RPJMD ini dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan memberikan program yang dapat membangun daerah tersebut. Pemerintah juga akan memberikan kerangka- kerangka regulasi dan pendanaan dengan rencana-rencana kerja. Hal ini sebagai bentuk janji politik pemerintah daerah dalam menyelesaikan problematik yang terjadi disekitaran masyarakat serta mencapai peningkatan pertumbuhan pembangunan daerah. 100

Bupati daerah Bojonegoro menyusun RPJMD 2013-2018 ini didasari dengan suatu tujuan utama dimana pemerintah ingin mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development). Maksud dari tujuan pemerintah ini agar sumber daya alam yang dimiliki oleh Bojonegoro dapat dimanfaatkan secara bijak dan efisien agar SDA bojonegoro dapat memenuhi keberlangsungan kehidupan masyarakat dengan baik hingga tidak akan ada krisis sumber daya alam di generasi selanjutnya. 101 Penyusunan RPJMD 2013-2018 oleh pemerintah Bojonegoro dibuat untuk mencapai tujuan dan sasaran yang di targetkan

100

Wawancara Penulis dengan Kasubid Pengembangan Ekonomi, Koperasi dan Kepariwisataan BAPPEDA Kabupaten Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, Bojonegoro , RPJMD 2013-2018 Bab I 16 Agustus 2018

101

Ibid, hal 4

(14)

81

pemerintah dalam pembangunan daerah dengan mengarahkan kebijakan dan strategi sebagai rumusan perencanaan untuk mencapai target pemerintah.

Arahan kebijakan pemerintah dalam RPJMD, kedepan difokuskan pada pencapaian strategi dan sasaran dalam pembangunan dan penyelesaian masalah selama lima tahun kedepan. Oleh karena itu, pemerintah membuat pelaksanaan acuan pembangunan pada lima tahapan pembangunan yang masing-masing tahapan akan diwujudkan setiap tahun. Pembentukan tahapan-tahapan ini ditujukan agar sasaran pembangunan akan lebih fokus pada tema pembangunan setiap tahunnya. Tema pembangunan sesuai dengan isu strategis untuk masing- masing tahun pelaksanaan RPJMD adalah sebagai berikut:

1. Tahun Pertama

Penguatan dasar pembangunan ekonomi dengan menciptakan SDM yang berdaya saing dan pengembangan pelayanan publik;

2. Tahun Kedua

Peningkatan pembangunan ekonomi dengan peningkatan infrastruktur wilayah yang berkelanjutan;

3. Tahun Ketiga

Pengembangan produktivitas masyarakat dengan meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan

4. Tahun Keempat

Peningkatan daya saing ekonomi dengan fasilitasi industri dan

perdagangan untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat

5. Tahun Kelima

(15)

82

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Penguatan Layanan Pendidikan, Kesehatan Dan Insfrastruktur Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Wong Jonegoro Lebih Sehat, Cerdas, Produktif dan Bahagia. 102

Pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah akan ditetapkan sesuai dengan tahapan-tahapan diatas. Pemerintah Bojonegoro sendiri memiliki beberapa bidang yang di prioritaskan dalam upaya pembangunan melalui pencapaian visi dan misi RPJMD Bojonegoro. Prioritas tersebut yaitu pada bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, reformasi birokrasi, dan pelayanan publik. Bidang-bidang tersebut di prioritaskan berdasarkan tujuan utama dalam RPJMD yaitu mensejahterahkan masyarakat daerah.

Masyarakat Bojonegoro sendiri memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap kesejahteraan yang terutama melalui penghasilan dari kekayaan SDAnya tersebut.

Masuknya perusahaan investor salah satunya ExxonMobil untuk mengelola minyak dan gas di Bojonegoro Blok Cepu, perlahan mulai memberikan peningkatan terhadap perekonomian melalui kontribusi keberadaanya, pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya melalui keuntungan pemerintah dalam peningkatan pendapatan daerah dan program CSR merupakan bentuk kontribusi ExxonMobil dalam mendorong perekonomian daerah .

102

Wawancara Penulis dengan Kasubag Energi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup

Bagian Sumber daya Alam Sekretariat Kabupaten Bojonegoro, Dadang Aris, Bojonegoro , 16

Agustus 2018

(16)

83 3.3 ExxonMobil di Kabupaten Bojonegoro

ExxonMobil merupakan salah satu perusahaan FDI asal Amerika yang menjadi operator pengelolaan Minyak Bumi di Bojonegoro, dimana diketahui daerah ini memiliki kekayaan SDA berupa adanya sumber minyak dan gas bumi.

Sebelum masuknya ExxonMobil di Bojonegoro, terdapat sejarah yang cukup panjang di Blok cepu mengenai peralihan dan pergantian blok cepu. Mulai pada tahun 1950 yaitu masuknya Shell Indonesia, kemudian pada tahun 1960-an PN Permigan, Lemigas pada tahun 1965, selanjutnya Pertamina masuk pada tahun 1980, tahun 1990-an dmasuk Humpuss Patra Gas (HPG) dan Technical Assistance (TAC) Pertamina, yang kemudian pada Tahun 1995 sebesar 49% saham yang dimiliki oleh HDG dibeli oleh Ampolex Ltd yang di akuisisi oleh MEPA (Mobil Energy and Petroleum Australia) dan dilanjutkan pada perusahaan MOI (Mobil Oil Indonesia), dimana perusahaan ini akhirnya mengambil keputusan dengan Exxon untuk membentuk ExxonMobil Corp pada 1 Desember 1998. Jadi secara otomatis saham yang di miliki oleh HDG menjadi milik ExxonMobil 103

Pada tahun-tahun selanjutnya, perusahaan MOI menemukan beberapa cadangan migas di lapangan Banyu Urip, dimana potensi cadangan Blok Cepu itu diperkirakan mencapai 1.200 MMBOE dan cadangan gas bumi mencapai 6 TCF.

Hingga pada akhirnya lapangan Banyu Urip blok Cepu ini di kuasai oleh Pertamina dan ExxonMobil dengan masing-masing saham sebesar 45% dan milik pemerintah yaitu 10%. ExxonMobil melakukan penandatanganan dan menjadi Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) pada tahun 2005 dan baru memulai

103

Banyu Urip Oil Field, ExxonMobil https://www.exxonmobil.co.id/en-id/energy/oil/oil-banyu-

urip/oil-banyu-urip-article diakses pada (24/03/19 08.30 WIB)

(17)

84

operasi pada akhir tahun 2008 dengan kapasitas produksi awal yaitu 20.000 barel per hari (bph) pada tahun 2009. Diketahui, bagian daerah Bojonegoro memiliki cadangan pasti minyak Indonesia yaitu kira-kira 20% sehingga hal inilah yang menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu kawasan eksplorasi dan eksploitasi migas.

Di Indonesia sendiri ExxonMobil mulai membuka kantor pemasarannya sejak tahun 1898 yang kemudian mulai menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) di Provinsi Aceh pada tahun 1968 dengan berinvestasi sebesar lebih dari 19 Miliar Dolar AS. Setelah beberapa tahun berinvestasi di Aceh, perusahaan ini kembali menemukan cadangan minyak dengan jumlah yang besar yaitu sebanyak 450 juta barel di lapangan minyak Blok Cepu, Banyu Urip pada tahun 2001.

Kemudian pada tahun 2005 perusahaan ini telah melakukan penandatanganan KKS untuk blok cepu yang kemudian ExxonMobil Indonesia telah ditetapkan sebagai operator. Pada tahun selanjutnya ExxonMobil memenuhi Fasilitas Produksi Awal (Early Processing Facility/EPF) untuk memulai pengoperasian pertambangan minyak ExxonMobil di Banyu Urip. Berikut peta lokasi wilayah operasi ExxonMobil di Indonesia :

Gambar 3.4 Peta Wilayah Operasi ExxonMobil di Indonesia

104

104

Eko Setiadi, Mengamankan Cadangan Migas Nasional, https://news.detik.com/kolom/d-

4065632/mengamankan-cadangan-migas-nasional diakses pada (04/7/18 11.20 WIB)

(18)

85 Sumber : News Detik.com

Gambar diatas merupakan peta dari wilayah pengoperasian perusahaan Asing Minyak dan gas di Indonesia dan salah satunya yaitu ExxonMobil.

ExxonMobil sendiri tersebar di 7 wilayah di Indonesia, yaitu di Sumatra Utara terdapat ExxonMobil Blok B dan ExxonMobil offshore. ExxonMobl yang terletak di Aceh yaitu blok B dan Offshore memproduksi LNG (Liquefied Natural Gas) atas gas alam cair. Namun pada taun 2015 kedua aset ExxonMobil yang berada di Aceh ini telah berpindah tangan kepada PT.Pertamina. ExxonMobil menjual 100% aset perusahaan yang berada di Aceh kepada PT.Pertamina dimana hal ini menandakan 30% saham ExxonMobil sudah diterjual oleh Pertamna. Penjualan aset ini diketahui akibat kontroversi yang terjadi antara pihak ExxonMobil Aceh dan masyarakat sekitar. 105

105

Havid Vebri, Pengalihan Aset ExxonMobil di AcehSesuai Prosedur,

https://industri.kontan.co.id/news/pengalihan-aset-exxonmobil-di-aceh-sesuai-prosedur diakses

pada (24/03/19 09.00 WIB)

(19)

86

Eksplorasi selanjutnya yaitu Gas Metana Batubara (CBM/Coal Bed Methane) berada di bagian Bontang kalimantan timur. 106 Adapun di daerah Surumana (Sulawesi Tengah) dan Lapangan Gunting di Jawa Timur, terdapat wilayah eksplorasi minyak dan gas, namun eksplorasi ini tidak berjalan dengan baik karena adanya masalah sosial dan ketiadaan hasil produksi sehingga pada sekitar tahun 2015 ExxonMobil telah mengembalikan blok Gunting dan Suramana kepada pemerintah dan membayar Rp.560 Miliar. 107

Wilayah eksplorasi minyak dan gas selanjutnya yaiu Cendrawasih di Irian Jaya, namun pada tahun 2013 ExxonMobil melepas kepemilikan blok Cenderawasih ini yaitu sebesar 49% yang kemudian akan dikelola oleh Participating Interest yang ada di blok Cendrawasih yaitu Niko Resources. 108 Terakhir yaitu di Wilayah Bojonegoro. Di wilayah ini sendiri Kontrak Kerja Sama (KKS) ditandatangani pada 17 September 2005. 109 Berikut letak wilayah kerja KKKS di Bojonegoro.

Hingga berdasarkan informasi terakhir, pada Desember 2015 ExxonMobil Cepu Limited telah mengumumkan bahwa produksi minyak dari proyek Banyu Urip telah meningkat secara bertahap dan kini produksi minyak telah mencapai lebih dari 130.000 barrel minyak perhari. Selama operasi proyek, perusahaan ini

106

Azis Husaini, PTBA dan ExxonMobil serius garap blok CBM, https://industri.kontan.co.id/news/ptba-dan-exxonmobil-serius-garap-blok-cbm diakses pada (24/03/19 10.41 WIB)

107

Anggita Rezky, Kembalikan Blok Migas, ExxonMobil Klaim Sudah Bayar Rp.560 Miliar.

https://katadata.co.id/berita/2017/04/05/exxonmobil-bantah-menunggak-bayar-komitmen-pasti- rp560-miliar diakses pada (24/03/19 09.02 WIB)

108

Exxon Lepas 49% Kepemilikan di Blok Cendrawasih ke Niko Resources, Liputan 6.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/529664/exxon-lepas-49-kepemilikan-di-blok-cendrawasih- ke-niko-resources diakses pada (24/03/19 09.35 WIB)

109

Sejarah ExxonMobil, ExxonMobil http://www.exxonmobil.co.id/Indonesia-

Bahasa/PA/about_history.aspx diakses pada (04/7/18 13.16 WIB)

(20)

87

berharap dapat menghasilkan produksi minyak sebesar 450 juta barrel. Dalam beberapa dekade terakhir, proyek minyak banyu Urip ini telah menjadi proyek minyak terbesar di Indonesia dan pada puncak produksinya proyek ini akan menghasilkan 20% dari target produksi minyak nasional 2016. 110

Pelaksana proyek ExxonMobil Cepu Limited yaitu Wieczynski menuturkan, “Proyek ini mencerminkan keahlian manajemen proyek yang melibatkan semua pihak termasuk SKK Migas, ExxonMobil, pemerintah daerah, para pemasok, dan badan-badan usaha lokal yang masing-masing telah menunjukkan kapabilitasnya.” Selain itu, Jon M. Gibbs selaku Presiden ExxonMobil Cepu Limited menyatakan ucapakn terimakasih atas segala dukungan dan kerjasamanya dari berbagai pihak sehingga proyek Banyu Urip ini bisa menjadi salah satu proyek dengan produksi minyak terbesar di Indonesia. 111

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Bojonegoro ini tentu telah di perkirakan oleh para masyarakat daerah. Masyarakat menaruh harapan besar pada produksi migas tersebut, sehingga masyarakat berharap penghasilan akan migas tersebut dapat membawa kesejahteraan untuk mereka baik melalui kontribusi dalam perekonomian maupun sosial. Masyarakat Bojonegoro sendiri banyak yang memilih untuk bermukim pada lokasi wilayah operasi pertambangan, dengan ekspektasi mereka dengan migas yang akan mengeluarkan masyarakat dari kondisi kemiskinan yang dialami, karena masyarakat menyadari kekayaan alam lainnya yang dimiliki daerah ini seperti hutan jati maupun pertanian, belum dapat

110

Produksi minyak lapangan banyu urip meningkat secara bertahap, ExxonMobil http://www.exxonmobil.co.id/Indonesia-Bahasa/PA/news_releases_20151214_BUstartup.aspx diakses pada (04/7/18 15.10 WIB)

111

Ibid.

(21)

88

mendorong Bojonegoro untuk keluar dari kemiskinan sehingga masyarakat belum

merasakan kesejahteraan.

Gambar

Tabel 3.1 Indeks Kemiskinan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2008-2013 88
Tabel  3.2  Presentase  Penduduk  Miskin  Menurut  Kabupaten/Kota  di  Jawa  Timur  Tahun  2008-2016 91 Kabupaten/Kota  2008  2009  2010  2011  2012  2013  2014  2015  2016  Kabupaten                             01
Tabel 3.3 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Kabupaten/Kota Di Jawa Timur  Tahun 2008-2015 (%) 96 Kabupaten/Kota  2008  2009  2010  2011  2012  2013  2014  2015  Kabupaten     01
Gambar 3.4 Peta Wilayah Operasi ExxonMobil di Indonesia 104
+2

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dapat penulis simpulkan bahwa di MI Ma’arif NU Sindang Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga telah mengembangkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

Marifat menurutnya, dilakukan dengan dua cara : pemikiran atau renungan akal, seperti yang dilakukan oleh filosof Muslim ; dan kasyf ruhani (tasawuf).Kesesuaian antara nalar dan

Adapun responden dalam penelitian ini tentunya ditentukan secara Purposive Purposive yaitu yaitu penentuan responden yang di dasar atas suatu pertimbangan tujuan

Menjawab rumusan masalah tersebut peneliti mengungkapkan manajemen dakwah Gerakan Pemuda Ansor dalam melaksanakan deradikalisasi agama di Kabupaten Batang yaitu dengan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan lumpur sawit fermentasi pada taraf 15% dan ekstrak daun katuk ( Sauropus androgynus ) pada taraf 0,6% dalam

Hasil penelitian pemanfaatan atraktan nabati dalam pengendalian hama lalat buah terhadap jumlah buah cabai yang rusak menunjukan bahwa perlakuan atraktan yang

detail.” (Dennis, Wixom, & Roth, 2012, hal. Use case berkomunikasi pada tingkat tinggi sistem apa yang perlu dilakukan, dan masing-masing UML teknik diagram

Merupakan suatu persyaratan pada asuransi ini bahwa harga pertanggungan adalah sama dengan biaya penggantian dari barang yang diasuransikan dengan barang baru dari jenis