• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II METODOLOGI. 2. Manfaat Perancangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II METODOLOGI. 2. Manfaat Perancangan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II METODOLOGI

A. Tujuan dan Manfaat Perancangan 1. Tujuan Perancangan

Tujuan dari perancangan typeface ini adalah merancang typeface yang tepat dengan eksplorasi bentuk alat musik Angklung sebagai karya tipografi dengan karakter baru bertema budaya lokal Indonesia, sebagai warisan budaya Indonesia dan wujud ketahanan budaya Indonesia atas klaim bangsa lain, selain itu juga menurut sejarahnya Angklung merupakan alat musik tradisional yang memiliki suara atau bunyi yang dapat menimbulkan semangat bagi para pendengarnya.

Oleh karena itu tujuan perancangan dengan eksplorasi angklung ini diharapkan dapat memberi semangat untuk memelihara serta menjaga Angklung itu sendiri.

beserta media pendukung aplikasinya, dengan menggunakan metode penciptaan tipografi.

2. Manfaat Perancangan

Menjadi pengalaman penulis dalam berkarya mencipta tipografi dengan mengusung budaya lokal yang dapat dipertanggung jawabkan dan dievaluasi secara akademis untuk diakui sebagai karya derajad sarjana yang layak.

Serta menimbulkan rasa untuk memiliki terhadap kekayaan khasanah budaya Indonesia, yang merupakan salah satu warisan kekayaan dunia, dan bisa digunakan sebagai cara untuk memperkenalkan budaya adiluhung Indonesia didunia internasional. Ini merupakan bukti nyata dari wujud ketahanan budaya Indonesia dari klaim bangsa lain, dan terlestarikannya budaya Indonesia yang beberapa diantaranya telah dikukuhkan UNESCO sebagai warisan Budaya dunia asli Indonesia.

Menjadi referensi penelitian, yang dimiliki oleh Program Strata 1 Universitas Mercubuana Jakarta khususnya jurusan Desain Grafis, sebagai acuan dalam perkembangan kajian dan perancangan desain komunikasi visual, bagi yang berkepentingan. Serta menjadi suatu strategi penelitian baru dalam perancangan

(2)

bentuk tipografi, dan sebagai sumber penggalian ide pada perancangan typeface selanjutnya.

B. Relevansi dan Konsekuensi

Fungsi dari typeface yang diciptakan nantinya dapat diaplikasikan pada perangkat lunak komputer sebagai software sehingga mudah digunakan sebagai headline, subheadline, huruf inisial pada teks seperti drop caps dan free standing cap, selain itu juga berfungsi sebagai display type. Ini dimaksudkan sebagai pertanggung jawaban moral bagi masyarakat atas kebutuhan alternatif typeface baru bercitra budaya Indonesia. Dalam perancangan huruf ini juga terdapat unsur- unsur budaya dan unsur-unsur tipografi.

Unsur-Unsur Budaya

1.Sistem religi dan upacara keagamaan, merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Mahabesar yang dapat “menghitam-putihkan” kehidupannya. Oleh karena itu, manusia takut sehingga menyembah-Nya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.

2. Bahasa, merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode), yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan.

3. Kesenian, merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka manusia perlu dan selalu mencari pemuas untuk memenuhi psikisnya. Manusia semata-mata tidak hanya memenuhi kebutuhan isi perut saja, tetapi mereka perlu juga pandangan mata yang indah serta suara yang merdu. Semua itu dapat dipenuhi melalui kesenian.

Dalam perancangan huruf ini menampilkan sebuah karakter Angklung, dengan mengekplorasi bentuk Angklung dengan bentuk huruf acuan yang sudah ada, lalu menstilasi menjadi bentuk yang paling sederhana namun tetap memunculkan image Angklung itu sendiri.

(3)

C. Keerangka Beerfikir

Gambar 1. SSkema Modee Perancangaan

(4)

Berdasarkan skematika metode perancangan yang telah diuraikan, berikut penjelasan tiap-tiap tahapannya.

1. Data

Mencari data melalui kepustakaan, mencari data-data yang berkaitan, seperti buku-buku teori tentang kebudayaan dan tipografi, kliping-kliping atau artikel-artikel mengenai apa saja yang berkaitan dengan Angklung.

Mencari data melalui wawancara dengan tokoh-tokoh yang mengerti mengenai Angklung.

Melakukan observasi atau kunjungan kesalah satu tempat produksi angklung terbesar di Indonesia dan juga merupakan tokoh Angklung padamasanya yaitu 'Saung Angklung Udjo' di kawasan kota Bandung.

Mencari data melalui internet, mencari data tentang perkembangan budaya Jawa Barat dan tipografi saat ini, sejarah Angklung, jenis Angklung, definisi Angklung.

2. Identifikasi Data

Tujuan dan tahap identifikasi dalam perancangan ini seperti yang disebutkan Yongki Safanayong (2006; 56):

Meliputi proses seorang desainer dalam identifikasi idenya dan membicarakan dalam beberapa tahap yang terjadi, termasuk meninjau hambatan dan mendapatkan solusi, juga meliputi tanggung jawab desainer terhadap komunitas masyarakat keseluruhan apabila dihadapi dengan pilihan-pilihan yang dapat mempengaruhi keamanan, kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Melalui tipografi sebagai karya desain komunikasi visual merumuskan dari data yang terhimpun dan menjadikannya tema dalam penciptaan typeface adalah

“Angklung sebagai identitas budaya Jawa Barat”, konsep yang mengeksplorasi pada bentuk Angklung.

(5)

3. Analisis Data

Untuk menentukan tahap-tahap perancangan huruf yang tepat, dari data-data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Metode untuk menganalisis data tersebut menggunakan metode SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) yang dijelaskan sebagai berikut:

Strength (kekuatan)

 Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif.

 Tipografi memiliki fungsi yang penting didalam bidang desain grafis.

 Angklung merupakan alat musik tradisional kesenian Jawa Barat yang memiliki ciri khas tersendiri mulai dari bentuk hingga suaranya.

Weakness (kelemahan)

 tipografi hanya bentuk komunikasi visual sebagai pelengkap saja.

 Mahalnya harga buku-buku tentang tipografi.

 Angklung saat ini sudah sedikit terlupakan.

 Buku khusus yang membahas tentang Angklung sangat jarang ditemukan.

Opportunity (peluang)

 Dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

 Untuk mengkomunikasikan ide atau informasi dari halaman tersebut ke pengamat.

 Mengangkat kembali citra Angklung seperti pada saat zamannya.

 Dapat dijadikan sebagai salah satu identitas budaya Bangsa.

Threat (ancaman)

 Masih jarang yang berminat untuk mempelajari pengetahuan tentang tipografi.

 Sudah banyak font/huruf komputer yang beraneka ragam yang bertemakan budaya.

 Maraknya alat musik modern.

4. Proses Kreatif

Tahap proses kreatif ini bertujuan sebagai cara untuk mengembangkan ide

(6)

baik dari segi verbal dan visual, dengan mengacu pada dasar konsep yang konsisten dengan tahap-tahap yang terukur.

5. Penjaringan ide

Dimulai dengan proses ekplorasi bentuk secara visual dan teknis berdasarkan konsep. Tahap ini menghasilkan berbagai alternatif sintesa antara bentuk otentik anatomi Angklung yang kemudian dikembangkan menjadi bentuk huruf dengan acuan bentuk huruf Rockwell yang merupakan huruf standar yang telah terdaftar resmi oleh microsoft sebagai acuan bentuk dasar saja, dan diolah sehingga berujud hasil akhir dan desain, secara visual masih dapat dirubah karena belum sempurna secara gaya visual dan tekniknya.

6. Penyempurnaan bentuk Huruf

Adalah metode dan tahap yang dilakukan untuk penyempurnaan bentuk dari beberapa alternatif penjaringan studi visual dan bentuk ikonik yang terpilih. Tahap ini sudah mengarah sebagai bentuk dasar gaya visual dan teknik yang dipakai dengan dasar pertimbangan sesuai dengan konsep yang dibuat. Penyempurnaan bentuk dimulai dengan layout kasar hingga layout komprehensif secara manual dan digital dengan perangkat lunak/software komputer grafis illustrator dan photoshop.

7. Scaning dan tracing

Tahap selanjutnya adalah pemindahan bentuk sketsa ke dalam format digital, dimulai dari scanning yang menghasilkan gambar dengan format bitmap foto dengan menggunakan software photoshop, selanjutnya dilakukan proses tracing untuk mendapatkan bentuk halus format vektor dengan menggunakan software illustrator.

8. Final Digital Desain

Bentuk dan karakter huruf. Di dapat dari data visual dan textstual kesenian Angklung, sudah jadi dalam bentuk keseluruhan huruf, sehingga mengetahui jenis karakter huruf bercitra bentuk Angklung.

Spesifikasi teknik pembuatan yaitu sketsa font yang sesuai dengan karakter Angklung. Setelah itu mentransformasi seluruh desain sketsa kasar kedalam digital.

(7)

D. Metode Penelitian 1. Metode Kualitatif

Metode kualitaitf adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam (in-depth analysis), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif. (http://zonainfosemua.blogspot.com)

2. Cara Pengumpulan Data

Mencari data-data yang berkaitan dengan kepustakaan, wawancara dan internet. Seperti buku-buku teori tentang kebudayaan, buku tipografi, kliping-kliping dan artikel-artikel mengenai apa saja yang berkaitan dengan Angklung. Data-data mengenai alat musik Angklung didapat dari literatur kepustakaan berupa buku-buku lama dan buku-buku langka diberbagai perpustakaan dan lembaga budaya, wawancara dengan salah satu seniman pemain Angklung dan juga melalui survei online.

a. Observasi

Merupakan metode pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke lapangan atau pihak yang terkait dengan tujuan untuk mendapatkan data secara sistematis tehadap objek yang diteliti untuk mendapatkan data original atau asli dan mengetahui keadaan di tempat survei secara rinci.

b. Wawancara

Interview/wawancara merupakan cara pengumpulan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data yang disebut responden dengan mengadakan tanya jawab langsung.. Adapun instrument atau alat bantu yang digunakan dalam wawancara tersebut adalah catatan kecil dan handphone (dokumentasi). Beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan kasus seperti: mengenai sejarah, macam-macam Angklung, kelebihan dan kekurangan dari Angklung.

(8)

c. Dokumentasi

Metode pengumpulan data dengan cara mencari data berupa foto- foto dan gambar yang berhubungan dengan tema dan judul. Disini perancang melakukan dokumentasi dengan menggunakan kamera.

d. Kepustakaan

Adalah metode pengumpulan data dengan cara mencari data seperti buku- buku teori tentang kebudayaan, buku tipografi, kliping-kliping dan artikel-artikel mengenai apa saja yang berkaitan dengan Angklung. Ataupun dengan cara mencari data pada internet internet yang ada hubungannya dengan Angklung dan tipografi.

Gambar

Gambar 1. S Skema Mode e Perancanga an

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan Motion Comic Tokoh Pewayangan Bambang Ekalaya diharapkan dapat menjadi media yang menarik dan tepat sasaran dan dapat melestarikan budaya lokal cerita wayang

Sudah saatnya para penulis mulai hunting ke daerah untuk menggali cerita budaya lokal yang menjadi baru dalam spirit karena ide cerita dan karakter khas bangsa

Indikator kinerja “jumlah hasil budaya masyarakat Musi Rawas yang digali” pada tahun 2014 ditargetkan sebanyak 3 jenis, dapat direalisasikan dengan menginventaris data kesenian

PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA RELASIONAL PEMBELIAN PERSEDIAAN DAN PENJUALAN PADA PT GLOBAL MUSIK ERA DIGITAL, Jimmy Suherman, 2011, “Tujuan dari penelitian ini

Revitalisasi Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Kewarganegaraan dengan Pengembangan Budaya lokal (Studi Kasus Budaya Macapat di Masyarakat Kota Surakarta Jawa Tengah).Tesis

Suatu karakter telah tertanam pada diri individu khususnya peserta didik, hanya saja perlu dikuatkan, dalam konteks pembelajaran IPS, menjadikan budaya lokal di desa

Strategi perancangan yang akan dibuat mengenai media informasi motif batik Merak Ngibing Garut & Tasikmalaya ini adalah dengan merancang media informasi yang tepat serta

Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat simpulkan bahwa perancangan sistem informasi akuntansi penjualan konsinyasi adalah merancang atau mendesain sistem yang