173
Jurnal Pendidikan & Pembelajaran Sekolah Dasar https://ojs.unm.ac.id/jppsd/index
Persepsi Guru Kelas Terhadap Pembelajaran Daring di SD Negeri 100 Melle
Satri Ayu
1, Rukayah
2, Sidrah Afriani Rachman
3123
PGSD FIP UNM
Kata kunci:
Persepsi; Guru Kelas;
Pembelajaran Daring
Keywords:
Perception; Classroom Teacher; Online Learning
Abstrak
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Bertujuan untuk mengetahui persepsi guru kelas terhadap pembelajaran Daring di SD Negeri 100 Melle Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone. Hasil penelitian ini mengungkapkan deskripsi persepsi guru kelas mengenai pelaksanaan, kendala/kekurangan, kelebihan, dan kesan terhadap pembelajaran Daring adalah Mayoritas guru kelas menanggap bahwa pelaksanaan pembelajaran Daring sudah tepat dilaksanakan. Akan tetapi, masih banyak kendala/kekurangan dalam pelaksanaanya seperti, jaringan yang tidak mendukung, fasilitas untuk pembelajaran Daring masih terbatas, dan masih banyak orang tua dan peserta didik yang gagap teknologi. Selain itu, terdapat kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran Daring yaitu,waktu bersama antara peserta didik dan orang tua lebih banyak dan meningkatkan kemampuan pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam memanfatakan teknlogi. Adapun kesan yang dirasakan guru kelas adalah memberikan dampak positif dan negatif serta memberikan rasa suka duka selama pembelajaran Daring. Pembelajaran Daring kurang efektif diterapkan karena pembelajaran Daring membuat tujuan pembelajaran tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik.
Abstract
This research is a descriptive qualitative research. This study aims to determine the perception of classroom teachers on online learning at SD Negeri 100 Melle, Dua Boccoe District, Bone Regency. Data analysis techniques are data reduction, data display, conclusion drawing/verification. The results of this study reveal a description of classroom teachers' perceptions regarding implementation, constraints/weaknesses, advantages, and impressions of online learning. The majority of classroom teachers think that the implementation of online learning is appropriate. However, there are still many obstacles/
shortcomings in its implementation, such as an unsupported network, limited facilities for online learning, and many parents and students who are technology stuttering. In addition, there are advantages of implementing online learning, namely, more time together between students and parents and increasing the ability of educators, students, and parents in utilizing technology. The impression felt by the classroom teacher is to have a positive and negative impact and provide a sense of joy and sorrow during online learning. Online learning at SD Negeri 100 Melle is less effective because online learning makes learning objectives not fully conveyed to students.
© Universitas Negeri Makassar 2021 Alamat Penulis:
E-mail: [email protected]
e-ISSN : 2807-7016PENDAHULUAN
▸ Baca selengkapnya: anjab guru kelas sd berdasarkan permendikbud
(2)