• Tidak ada hasil yang ditemukan

IbM Bagi Kelompok PKK Di Desa Karangsoka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IbM Bagi Kelompok PKK Di Desa Karangsoka"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

133

IbM Bagi Kelompok PKK Di Desa Karangsoka

Erny Rachmawati

*

, Amir

Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh PO BOX 202 Purwokerto 53182

*Email : [email protected] ABSTRAK

Kehidupan manusia dipengaruhi oleh lingkungannya seperti suka bekerja, dan sebaliknya. Permasalahan di desa Karangsoka: Masyarakat merasa tidak memiliki ketrampilan dan ilmu berwirausaha sehingga kurang memiliki motivasi berwirausaha sendiri, Masyarakat ingin berwirausaha tetapi tidak berani mencoba karena tidak memiliki modal dan takut gagal, Masyarakat membutuhkan dukungan penunjang wirausaha. Tujuannya Memberikan motivasi wirausaha mandiri dan manajemen berwirausaha sederhana, Memberikan pelatihan praktek menciptakan produk jual dan pengemasan, Memberikan bantuan alat penunjang untuk mencoba berwirausaha mandiri. Metode Pendekatan mempertimbangkan 5W+1H. Perencanaan. Pelaksanaan: Satu:

Pemberian materi Motivasi Wirausaha Mandiri, Pemberian materi Manajemen Wirausaha sederhana, Pengarahan rencana praktek, Pemberian materi praktek. Dua: Pemberian alat penunjang praktek wirausaha, Praktek pembuatan produk jual, Pengemasan produk, Evaluasi dan Penyempurnaan. Pelaporan: Materi motivasi wirausaha, Materi manajemen wirausaha sederhana, Materi pembuatan produk, Foto produk jual, Foto Alat penunjang berwirausaha, Dokumentasi kegiatan, Laporan dan artikel publikasi. Hasil: 4 Mei kegiatan pelatihan, hadir 16 orang. 27 Mei praktek produksi kacang telur. 29 Mei praktek produksi kacang bawang. 2 Juni penyerahan peralatan memasak. 24 Juni PKK Rt 2 Rw 2 konsultasi ke Puskesmas dan 14 Juli PIRT produk kacang telur. 2 Juli PKK Rt 4 Rw 1 konsultasi ke Puskesmas. 15 Agustus PIRT produk kacang bawang. Mulai Juni pemantauan usaha. Kesimpulannya ketrampilan peserta meningkat, tumbuh motivasi dan berani mencoba berwirausaha sendiri apalagi memiliki alat penunjang berwirausaha. Peserta sudah memiliki gambaran ilmu manajemen berwirausaha-sederhana tentang pencatatan usaha. Hasil target dan luaran:

Materi motivasi wirausaha, Materi manajemen wirausaha sederhana, Materi pembuatan produk, Produk jual, Alat penunjang berwirausaha, Foto dokumentasi kegiatan, Laporan dan artikel

Kata Kunci : Motivasi, wirausaha, mandiri

PENDAHULUAN

Manusia hidup dengan lingkungannya. Jika lingkungannya suka bekerja (ikut majikan) maka akan memotivasi seseorang ikut bekerja. Jika lingkungannya suka berwirausaha sendiri maka akan memotivasi seseorang ikut berwirausaha. Hal ini sesuai dengan pendapat Buchari Alma (2001) bahwa dorongan membentuk wirausaha juga bisa datang dari teman sepergaulan, lingkungan famili, sahabat dimana mereka dapat berdiskusi tentang ide wirausaha, masalah yang dihadapi dan cara-cara mengatasi masalahnya.

Jika sudah berumah tangga, seorang ibu juga akan bersosialisasi dengan ibu-ibu yang lain yang memiliki alasan dan tujuan yang sama. Mereka akan saling bertukar pikiran mengenai permasalahan hidup, agama, hingga membicarakan tentang ilmu dan ketrampilan. Biasanya, perkumpulan ibu-ibu akan lebih mengarah pada pendidikan keluarga, kesehatan keluarga dan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga melalui wirausaha.

Itulah sebabnya ada perkumpulan ibu-ibu PKK di setiap rukun tetangga (RT), dimana kegiatan ibu-ibu PKK tersebut dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungannya. Ilmu yang didapatkan ibu-ibu melalui kegiatan PKK sangat strategis untuk ditularkan kepada keluarga, tetangga, teman ataupun orang lain.

Berdasar Profil desa Karangsoka (Anonim, 2010), gambaran kehidupan di atas terjadi juga di desa Karangsoka kecamatan Kembaran kabupaten Banyumas yang berjarak sekitar 2 km dari kampus UMP. Desa Karangsoka ini memiliki jumlah penduduk sekitar 543 kepala keluarga atau berjumlah 1.725 orang yang terbagi ke dalam 2 RW dan 11 RT. Masyarakat di desa tersebut lebih memilih bekerja menjadi buruh (tani, pembantu rumah tangga dan sedikit yang berdagang) atau jika tidak bekerja berarti menganggur, karena tidak berwirausaha. Hal ini disebabkan karena kebanyakan lulusan SD sampai SMA, sehingga mereka merasa kurang memiliki ketrampilan dan ilmu yang memadai untuk berwirausaha. Mereka sebenarnya memiliki keinginan berwirausaha, akan tetapi untuk berwirausahapun mereka tidak memiliki modal ataupun alat penunjang dan tidak berani mencoba karena takut gagal dan rugi, apalagi lingkungan tidak mendukung (kurang ada motivasi).

Hal ini sesuai dengan pendapat Nithaa (2011) bahwa, dalam hubungannya dengan berwirausaha, kendala bisa

berasal dari diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Dari diri sendiri biasanya karena tidak memiliki

(2)

134

keinginan yang kuat untuk mencapainya. Sedangkan dari lingkungan sekitar biasanya berasal dari kebiasaan atau budaya keluarga maupun lingkungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, untuk membantu menyelesaikan masalah mereka, dibutuhkan dukungan kerjasama berbagai pihak terutama dari lingkungan keluarga, masyarakat, instansi dan pemerintahan. Oleh karena itu permasalahan mitra: 1) Masyarakat merasa tidak memiliki ketrampilan dan ilmu berwirausaha sehingga kurang memiliki motivasi untuk berwirausaha sendiri, 2) Masyarakat ingin berwirausaha tetapi tidak berani mencoba karena tidak memiliki modal dan takut gagal, 3) Masyarakat membutuhkan dukungan penunjang untuk berwirausaha. Sedangkan tujuannya : 1) Untuk memberikan motivasi wirausaha mandiri dan manajemen berwirausaha secara sederhana, 2) Untuk memberikan pelatihan praktek menciptakan produk jual dan pengemasan, 3) Memberikan bantuan alat penunjang untuk mencoba berwirausaha mandiri

TUJUAN

Tujuan kegiatan IbM ini adalah memperoleh: 1) Materi motivasi wirausaha,2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual, 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha, 6) Dokumentasi kegiatan, 7) Laporan dan artikel publikasi

METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan melalui Pendekatan yang dilakukan untuk merealisasikan program IbM adalah melibatkan pihak mitra (partisipasi) dengan mempertimbangkan apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, bagaimana caranya (5W + 1H). Sehingga kegiatan yang dilaksanakan benar-benar merupakan upaya solusi pihak mitra yang disetujui oleh penyelenggara. Rangkaian kegiatan yang dilakukan terdiri dari 3 tahapan:

1. Perencanaan. Koordinasi tahap awal adalah untuk menentukan permasalahan, cara menyelesaikan masalah, bentuk kegiatan, dan peserta. Sedangkan rencana waktu pelaksanaan ditentukan menyusul. Peserta yang dipilih adalah ibu-ibu kelompok PKK di RT 2 RW 2 dan RT 4 RW 1 berjumlah 40 orang, karena ibu-ibu sangat strategis untuk menularkan ilmunya kepada keluarga, teman dan masyarakat.

2. Pelaksanaan. Lokasi pelatihan di balai desa Jl. Raya Purbalingga No. 9 Purwokerto. Pertemuan Pertama: 1) Pemberian materi Motivasi Wirausaha Mandiri, 2) Pemberian materi Manajemen Wirausaha sederhana, 3) Pengarahan rencana praktek, 4) Pemberian materi/panduan praktek. Pertemuan Kedua: 1) Pemberian alat penunjang praktek wirausaha, 2) Praktek pembuatan produk jual, 3) Pengemasan produk, 4) Evaluasi dan Penyempurnaan

3. Pelaporan

Tahap pelaporan ini merupakan hasil yang dicapai yaitu1) Materi motivasi wirausaha, 2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual (foto), 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha (foto), 6) Dokumentasi kegiatan, 7) Laporan dan artikel publikasi.

Gambaran rangkaian kegiatan terlihat pada Tabel 1. Alat dan bahan pada Tabel 2.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Kegiatan ’IbM Bagi Kelompok PKK Di Desa Karangsoka’ :

Pada Tahap persiapan, koordinasi mitra dengan tim pelaksana. yaitu: a) Jadwal rutin kegiatan kerja dan

kegiatan lain-lain setiap orang, b) Waktu luang setiap orang, c) Jadwal akademik setiap orang, d) Minta

pertimbangan ke pihak desa mengenai waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan karena kegiatan pertama

menggunakan balai desa, e) Meminta pertimbangan ke ketua PKK (mitra) mengenai waktu dan kesempatan

peserta untuk mengikuti pelatihan sampai selesai. Hal ini karena di setiap RT memiliki jadwal rutin pertemuan

arisan, f) Ketua pelaksana (Erny Rachmawati, SE., MM) pergi haji September-Oktober 2014, g) Anggota

pelaksana (Amir, SE., M.Si) mulai S3 di Unair Agustus 2014

(3)

135

Tabel 1. Gambaran rangkaian kegiatan :

Masalah Kegiatan/Upaya Solusi Harapan Hasil Outcome Peserta merasa kurang

memiliki ketrampilan dan ilmu berwirausaha sehingga kurang termotivasi untuk berwirausaha

1.Pemberian materi motivasi wirausaha 2.Pemberian materi

Manajemen Wirausaha sederhana

70% dari peserta termotivasi untuk berwirausaha atau mengenalkan ilmu wirausaha kepada masyarakat lain

Peserta mulai berpikir untuk berwirausaha

Peserta ingin berwirausaha tetapi tidak berani mencoba karena tidak punya modal dan takut gagal

1. Pemberian alat penunjang praktek 2. Pemberian pelatihan

praktek pembuatan produk jual 3.Pengemasan

50% peserta memiliki daya dukung dan ketrampilan sehingga termotivasi untuk mencoba membuat produk jual sendiri

Ketrampilan peserta meningkat sehingga memiliki keberanian untuk

mempraktekkan wirausaha sendiri 25%

Peserta membutuhkan dukungan agar mampu berwirausaha

Keberhasilan = 25% dari total peserta

Keterangan Praktek pembuatan (produksi) produk jual, yaitu membuat kacang bawang dan kacang telur.

Tabel 2. Alat dan Bahan yang dibutuhkan

Nama Produk

Kebutuhan Alat Kebutuhan Bahan Cara membuat

Kacang Bawang

1.Kompor & gas 2.Panci

3.Wajan

4.Penyaring minyak 5.Sendok

Penggoreng 6.Baskom 7.Tampah 8.Pisau 9.Penyaring air 10.Alat pengemasan 11.Cobek&uleg

1.Kacang tanah biji tanpa kulit 2.Bawang 3.Kemiri 4.Santan kelapa 5.Garam 6.Daun jeruk 7.Penyedap rasa 8.Minyak Goreng

-Kacang tanah dicuci

-Kacang direbus dengan air santan dengan diberi kemiri halus dan garam secukupnya supaya gurih dan empuk (perbandingan 1 kg kacang, 3 sendok garam)

-Kacang diangkat dan tiriskan di penyaringan air -Setelah kacang dingin, kacang digoreng sebentar, diberi irisan bawang

-Kacang diangkat,setelah dingin,digoreng lagi -Kacang diangkat dan ditaburi irisan bawang, penyedap rasa sambil diaduk-aduk dan diberi irisan daun jeruk

-Setelah kacang dingin, siap dikemas sesuai ukuran berat yang dikehendaki. Pilih bentuk dan bahan kemasan yang menarik konsumen

Kacang Telur

1.Kompor dan gas 2.Panci

3.Wajan

4.Penyaring minyak 5.Penggoreng 6.Baskom 7.Tampah 8. Baki/talam 9.Penyaring air 10.Pengaduk/sendok

kayu

11.Alat pengemasan

1.Kacang tanah biji tanpa kulit 2.Gula pasir 3.Tepung terigu 4.Santan kelapa 5.Garam 6.Telur

7.Penyedap rasa 8.Minyak Goreng

-Gula dan telur dikocok hingga larut dan lembut.sisihkan

-Tepung,penyedap rasa,garam dicampur,aduk hingga rata pada baki (talam) dengn menggunakan sendok kayu

-Masukkan kacang tanah ke dalam kocokan gula tadi.Masukkan kacang pada talam yang bertabur tepung terigu

-Panaskan minyak goreng pada penggorengan dengan api sedang

-Masukkan kacang yang telah bertabur tepung ke dalam minyak yang telah panas, sampai matang dan kecoklatan

-Angkat,tiriskan

-Setelah kacang dingin, siap dikemas sesuai

ukuran berat yang dikehendaki. Pilih bentuk dan

bahan kemasan yang menarik konsumen

(4)

136

Tabel 3. Proses Produksi Kacang Telur dan Kacang Vawang (1)

NO PRODUKSI KACANG TELUR

CARA 1 CARA 2

1 Siapkan 1 kg kacang biji yang masih ada kulit arinya

Siapkan 1 kg kacang biji yang masih ada kulit arinya.

2 Siapkan Tepung Terigu 1 kg, dibagi 2 Siapkan 1 kg tepung terigu. Campurkan 1 ons gula pasir dan 1 sendok teh garam. Tebarkan di tampah 3 2 butir telur + 1 sendok makan garam + 2 ons gula

pasir + 1 sendok tepung sagu. Semua dikocok sampai mengembang

1 butir telur + 1 sendok teh garam + 2 ons gula pasir + 1 sendok makan tepung maizena. Semua dikocok sampai mengembang

4 ½ kg tepung terigu dicampurkan di kocokan telur. Kacang dimasukkan pada kocokan telur sedikit demi sedikit

5 Masukkan 1 kg kacang biji ke adonan. Diaduk hingga rata

Kacang basah dimasukkan di tebaran tepung terigu.

Diaduk hingga kacang terbalut semua

6 ½ kg tepung terigu kering ditebarkan di tampah Siapkan penggorengan dengan minyak goreng cukup menenggelamkan kacang(ada juga yang mencampuri minyak goring deng 1 sendok blue band)

7 Masukkan kacang ke ½ kg tepung terigu kering.

Diaduk agar kacang terbalut semua

Kacang digoreng dengan diaduk pelan 8 Siapakan penggorengan dengan minyak goreng

cukup menenggelamkan kacang. (ada juga yang mencampuri minyak goring deng 1 sendok blue band)

Warna kacang kuning kecoklatan, diangkat, tiriskan

9 Kacang digoreng dengan diaduk pelan Kacang ditaburkan di kertas minyak. Dinginkan 10 Warna kacang kuning kecoklatan, diangkat, tiriskan Kacang siap dikemas

11 Kacang ditaburkan di kertas minyak. Dinginkan 12 Kacang siap dikemas

Tabel 4. Proses Produksi Kacang Telur dan kacang Bawang (2)

NO PRODUKSI KACANG BAWANG

CARA 1 CARA 2

1 Siapkan 1 kg kacang biji tanpa ada kulit arinya Siapkan 1 kg kacang biji tanpa ada kulit arinya.

2 Rebus air 6 gelas. Tuangkan 1 Kara Santan Rebus air 6 gelas. Tuangkan 1 Kara Santan 3 Uleg bumbu: 3 siung bawang putih, 1 sendok

ketumbar, 2 butir kemiri, 1 sendok makan garam

Uleg bumbu: 4 siung bawang putih, 2 butir kemiri, 2 sendok makan garam

4 Masukkan bumbu. Aduk hingga mendidih Masukkan bumbu. Aduk hingga mendidih 5 Masukkan kacang. Masak sekitar 5 menit Masukkan kacang. Masak sekitar 5 menit 6 Angkat kacang. Tiriskan hingga kering Angkat kacang. Tiriskan hingga kering 7 Siapakan penggorengan. Panaskan minyak goreng

1,5 liter

Siapakan penggorengan. Panaskan minyak goreng 1,5 liter

9 Iris 10 siung bawang putih Iris 10 siung bawang putih 10 Goreng kacang. Sebelum kuning, beri 1 sendok

garam. Masukkan irisan bawang. Angkat

Goreng kacang. Sebelum kuning, beri 1 sendok garam. Masukkan irisan bawang. Angkat

11 Siapkan tampah atau baki. Beri kertas minyak.

Tuangkan kacang yang telah digoreng. Saat masih panas, taburkan 2 bungkus Royco dan potongan daun jeruk

Siapkan tampah atau baki. Beri kertas minyak.

Tuangkan kacang yang telah digoreng. Saat masih panas, taburkan 2 bungkus Royco dan potongan daun jeruk

12 Tunggu kacang dingin. Kacang siap dikemas Tunggu kacang dingin. Kacang siap dikemas

Hasil kegiatan pelatihan, antara lain yaitu:

a. 4 Mei 2014, di balai desa Karangsoka telah dilaksanakan kegiatan pelatihan, tentang penjelasan tujuan

program IbM dan rangkaian acara. Pada acara inti yaitu pemberian materi Motivasi Wirausaha Mandiri oleh

Amir, SE.,M.Si, dan materi Manajemen Wirausaha oleh Erny Rachmawati, SE., MM. Materi ini

disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh peserta dan pendekatan penuh

kekeluargaan, karena kebanyakan peserta berpendidikan tidak tinggi.

(5)

137

Dari 40 undangan yang beredar, peserta yang hadir berjumlah 16 orang. Profesi peserta yang hadir cukup beragam yaitu ibu rumah tangga, pegawai negeri, guru, pedagang, kebanyakan buruh.

b. Berkoordinasi merencanakan praktek. Kegiatan koordinasi ini bertempat di rumah ketua pelaksana beberapa hari setelah kegiatan pelatihan pemberian materi.

c. Tim pelaksana berkoordinasi untuk mempersiapkan pembelian bahan-bahan praktek dan peralatan memasak d. 27 Mei 2014, bertempat di rumah ketua pelaksana, kegiatan pelatihan praktek produksi kacang telur. Peserta

yang hadir berjumlah 7 orang yaitu 3 orang dari RT 2 RW 2 dan 4 orang dari RT 4 RW 1.

e. 29 Mei 2014, bertempat di rumah ketua pelaksana, kegiatan pelatihan praktek produksi kacang bawang.

Peserta yang hadir berjumlah 7 orang yaitu 3 orang dari RT 2 RW 2 dan 4 orang dari RT 4 RW 1.

f. 2 Juni telah diserahkan peralatan memasak kepada 7 orang peserta dengan mengisi berita acara penyerahan alat dan kesanggupan untuk berwirausaha kacang telur dan kacang bawang, serta kesanggupan untuk melakukan pencatatan usaha dan dipantau kegiatannya.

g. 24 Juni 2014 kelompok PKK Rt 2 Rw 2 sudah konsultasi untuk uji produk ke Puskesmas. Tanggal 14 Juli sudah mendapatkan hasil uji laboratorium dari Dinkes, berupa PIRT dengan lulus uji adalah produk kacang telur

h. 2 Juli 2014 kelompok PKK Rt 4 Rw 1 sudah konsultasi untuk uji produk ke Puskesmas. Tanggal 15 Agustus sudah mendapatkan hasil uji laboratorium dari Dinkes, berupa PIRT produk kacang dengan lulus uji adalah produk kacang bawang

i. Pemantauan usaha dilaksanakan hingga kini berupa perkembangan jual dan catatan pembukuan usaha Target kegiatan:

1. Target telah tercapai yaitu: 1) Materi motivasi wirausaha, 2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual, 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha, 6) Dokumentasi kegiatan

2. Sudah membayar pajak hasil dari pemotongan pajak PPh ps 21 sebesar 5%, dan PPh ps 23 sebesar 2%

melalui Biro Keuangan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

3. Sudah mengganti institusional menjadi kegiatan tambahan berupa pelatihan untuk memantau perkembangan usaha

KESIMPULAN

Dari uraian pelaksanaan kegiatan yang telah diselesaikan hingga 100% diperoleh hasil bahwa ketrampilan peserta untuk memasak terutama memproduksi kacang telur dan kacang bawang meningkat. Peserta menjadi termotivasi berwirausaha sehingga berani mencoba untuk berwirausaha sendiri apalagi sudah didukung dengan peralatan memasak yang lengkap. Peserta juga sudah memiliki gambaran mengenai manajemen berwirausaha secara sederhana sehingga memiliki gambaran pencatatan usaha.

Dari berbagai rangkaian kegiatan tersebut, dapat disimpulkan tujuan kegiatan ini telah tercapai 100%, sehingga telah menghasilkan target dan luaran, yaitu: 1) Materi motivasi wirausaha, 2) Materi manajemen wirausaha sederhana, 3) Panduan/materi pembuatan produk, 4) Produk jual, 5) Alat pendukung/penunjang untuk berwirausaha (bukti penyerahan alat), 6) Foto dokumentasi kegiatan. Saran dari kegiatan ini sebaiknya kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan menambah alat untuk memproduksi produk inovasi seperti kacang hasil oven, alat pengemasan produk dll.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Profil Desa Karangsoka.

Buchari, Alma. 2001. Kewirausahaan. Cetakan ke tiga. Alfabeta. Bandung.

Nithaa, 9 Januari 2011, Kendala Berwirausaha di Indonesia, http://nithaa27.blogspot.com/2011/01/kendala-

berwirausaha-di-indonesia.html

Referensi

Dokumen terkait

Pada Tabel 4 menunjukan bahwa perlakuan pra-pendinginan dapat diketahui kadar total asam buah tomat setiap perlakuan mengalami peningkatan dan penurunan dengan semakin

Kita perlu mempelajari Alkitab sesuai dengan konteks sejarahnya. 5al ini penting karena Allah berbicara Kita perlu mempelajari Alkitab sesuai dengan konteks sejarahnya. 5al ini

sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian sesuai dengan model penelitian yang menyebutkan bahwa ada

Supervisi dapat dilakukan berjenjang dari Perawat Primer kepada Perawat associate dalam melakukan tindakan keperawatan. Setelah ditelaah dari data hasil penelitian maka

(1) Dinas dan Perangkat Daerah pemilik layanan harus menyediakan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) huruf a

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 19 ibu nifas primipara di daerah tanjungbumi sesudah diberikan paket “sukses ASI” didapatkan bahwa sebagian besar ibu nifas

Uji Hipotesis menurut Budi Susetyo (2010:182) hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah ada atau tidaknya pengaruh signifikan dari Penerapan

(1) Kepala Bidang Mutasi mempunyai tugas melaksanakan persiapan administrasi pengusulan dan penetapan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pegawai dalam jabatan,